DESKRIPSI DAN PEMBAHASAN DALAM PENELITIAN
A. Deskripsi dalam Penelitian
1. Pembahasan Implementasi Pembelajaran Multikultural Di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Di Taman Kanak-Kanak Budidharma
Kabupaten Aceh Tengah
Keragaman merupakan realitas kehidupan dalam kehidupan sehari-hari yang hadir tanpa ada rekayasa sebagai kehendak tuhan yang tidak bisa ditolak. Dalam keragaman tersebut, terkandung potensi besar yang menjadi kekayaan di tengah masyarakat. Tetapi jika tidak ada perawatan, keragaman itu berpulang memunculkan konflik. Pembelajaran multikultural ini didirikan dengan tujuan memfasilitasi anak menjadi cerdas, ceria, cemerlang melalui pendidikan yang menyenangkan dan menghargai keunikan anak, berdasar pada nilai-nilai universal Ketuhanan YME dan keragaman budaya. Lembaga ini mendorong tumbuhnya penghargaan dan penghormatan anak atas kebegaraman kepercayaan dan kebudayaan yang ada. Dalam menjalankan program pembelajaran multikultural, dengan memberi muatan nilai-nilai agama atau kepercayaan tertentu. Taman Kanak-Kanak Budidharma menanamkan nilai-nilai universal Ketuhanan Yang Maha Esa, dan secara umum memperkenalkan anak pada makna perayaan hari besar berbagai agama. Taman Kanak-Kanak Budidharma mengajak anak untuk menghormati perayaan Hari Besar Agama, misalnya menghias telur Paskah. Kebijakan yang sudah dijalankan terkait keberagaman agama. Seperti halnya memperingati hari paskah (hari kebangkitan tuhan yesus yang wafat pada hari jum’at agung), hari natal (hari lahirnya Tuhan Yesus), hari waisak serta hari raya imlek untuk anak yang beraga budha, serta hari raya aidul fitri, hari raya
113
aidul adha, maulid nabi muhammad saw, serta bulan ramadhan. Dari hari besar agama-agama tersebut sekolah membuat kebijakan libur untuk menghargai hari besar semua agama-agama yang ada di Taman Kanak-Kanak Budi Dharma. Tidak hanya itu yayasan juga ikut merayakan dengan semua anak untuk menghargai hari natal, imlek, maulid nabi, hari raya aidul fitri dan hari besar lainnya untuk dirayakan di sekolah, serta anak-anak saling memberikan selamat dan bersalaman.
Adapun penerapan pembelajaran multikultural di Taman Kanak-Kanak Budidharma adalah melalui Penanaman Nilai Nurani (values of bieng), Nilai Memberi (values of giving) dan melalui perayaan-perayaan hari besar keagamaan yang ada di dunia. Dengan pembelajaran multikultural di Taman KKanak Budidharma ini maka akan tercipta persahabatan antar anak-anak yang beraneka ragam, budaya, agama, ras dan suku, menumbuhkan tata nilai, mengembangkan sikap saling memahami, saling mengerti, saling empati, saling simpati dan saling bertoleransi. Dengan adanya sebuah perbedaan anak-anak akan lebih bisa memahami dan bisa bergaul dengan baik nantinya ketika dalam masyarakat atau dunia yang sesungguhnya dengan banyaknya sebuah perbedaan. Ketika anak sejak dini sudah diajarkan sikap saling menerima, saling memahami, saling cinta kasih, saling menyayangi, maka anak akan terbiasa dengan hal-hal yang seperti itu dengan segala perbedaan.
Dalam prinsipnya Taman Kanak-Kanak Budi Dharma tidak menekankan untuk pembelajaran agama, namun lebih kepada prinsip umum
114
pendidikan. Kerjasama serta komunikasi guru yang diterapkan memberikan contoh kecil terhadap peserta didik untuk bersosial dengan teman-teman yang berbeda agama dengannya. Dalam penyampaian pengetahuan mengenai pembelajaran multikultural, pendidik memberikan kosa kata kepada anak supaya meningkat kosa katanya dan mengenalkan nama-nama yang terdapat pada apa yang diberikan pada anak.107 Nasution mengungkapan “either we lead the children through knowlegde of names to that of things or else through knowlegde of things to that names.108 Implementasi pembelajaran di Taman Kanak-Kanak Budi Dharma dilakukan dengan membuat perencanaan, melaksanakan perencanaan dan mengevaluasi pelaksanaan. Implementasi pembelajaran multikultural di lembaga pendidikan anak usia dini Di Taman Kanak-Kanak Budidharma Kabupaten Aceh Tengah melalui integrasi nilai-nilai multikultural. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembelajaran multikultural di lembaga pendidikan anak usia dini Di Taman Kanak-Kanak Budidharma adalah perencanaan dengan melakukan pembuatan Rencana Kegaiatan Harian (RKH). Penerapan pembelajaran multikultural di lembaga pendidikan anak usia dini Di Taman Kanak-Kanak Budidharma dilakukan dengan menyanyi dan tepuk, cerita, metode bercakap-cakap dan bermain peran karena dengan agar anak mudah menyerap dan mengerti bahkan mudah dihafalkan. Penerapan pembelajaran multikultural di lembaga pendidikan anak usia dini Di Taman Kanak-Kanak Budidharma juga telah mencakup
107Wawancara dengan Ibu Erni, Guru Taman Kanak-Kanak Budi Dharma pada 10 Oktober 2018 pukul 08.20. WIB
108 Nasution, Didaktik Asas-asas Mengajar (Bumi Aksara; Jakarta, 1995), hlm. 112
115
semua aspek perkembangan anak yaitu kognotif, moral agama, fisik-motorik, sosio-emosional, bahasa dan seni.
Proses pelaksanaan pembelajaran multikultural di Taman Kanak-Kanak budi Dharma tersebut walaupun sudah dimasukkan pada kurikulum namun masih pada pengenalan karena nilai multikultural dapat disampaikan pada semua tema. Jika lembaga pendidikan yang ingin mengenalkan pembelajaran multikultural secara total, masalah tersebut bisa diatasi dengan cara penyusunan RKH yang dimasukkan unsu nilai multikultural yang termaktub pada aspek perkembangan moral agama, kognitif, sosial emosional, fisik motorik, seni. Proses penerapan pembelajaran multikultural supaya anak mengerti serta memahami tentang perbedaan. Dengan pembelajaran multikultural akan terwujud empat pilar pendidikan dengan tahapan belajar mengenal tentang multikultural (learning to know), anak-anak bisa diajak untuk melakukan bersikap nilai-nilai multikultural (learning to do) langsung, anak-anak digerakkan untuk belajar menjadi (learning to be) orang yang siap menghadapi perbedaan, dan dihidupkan minatnya untuk belajar hidup bersama (learning to live toghether) dalam perbedaan.109 Pembelajaran multikultural yang dilakukan oleh Taman Kanak-Kanak Budi Dharma bisa menjadi teladan bagi pengembangan pendidikan anak di Indonesia karena anak merupakan penerus bangsa dengan berbekal nilai multikultural, maka dampak konflik bisa diminimalisir. Cara seperti ini bisa menjadi stimulasi untuk anak supaya tidak menjadi orang yang egois.
109 Mastuhu, Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional Abad 21 (Yogyakarta: Safiria Insani Press bekerja sama dengan MSI UII, 2004), hlm. 132-135.
116
Pembelajaran multikultural tidak harus dilaksanakan sebagai kegiatan pelajaran yang tersendiri, dimaksudkan bahwa proses pembelajaran antar kelompok, tema dilaksanakan secara terpadu untuk mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan. Kegiatan pembelajaran bisa ditentukan pada pijakan sebelum main, saat main atau setelah main. Dalam membangun pengetahuan, guru membantu anak cara membangun pemahaman. Dalam hal ini, Bank memberi level dalam membangun pengetahuan, pertama pendekatan kontribusi yang berfokus pada unsur budaya. Kedua adalah pendekatan tambahan yang mana tema yang menjadi fokus tujuan diinterasikan dalam kurikulum tanpa mengubah esensi isi kurikulum. Ketiga, tingkat transformasi yang mana anak mampu memahami isi jika kurikulum dirubah dengan memasukkan ragam perbedaan. Keempat, pendekatan aksi sosial yang mana mewajibkan bagi anak untuk menerapkan materi sebelumnya sehingga mampu membuat keputusan dalam menyelesaikan masalah sosial.
2. Pembahasan nilai-nilai multikultural yang diterapkan pada lembaga