• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Model Self Care Orem

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 32-38)

2.2 Teori Keperawatan Model Self Care Orem

2.2.1 Gambaran Model Self Care Orem

Teori Self Care Deficit dikembangkan oleh Orem sejak tahun 1956 dan telah

digunakan pada berbagai setting praktik keperawatan berdasarkan kondisi medis, tingkat perkembangan dan kebutuhan dasar manusia. Model Self Care Orem dikembangkan berdasarkan filosofi bahwa pasien memiliki keinginan untuk mampu melakukan perawatan terhadap dirinya sendiri. Pencapaian kemandirian pasien merupakan perhatian perawat, dimana perawat merupakan seseorang yang melakukan tindakan untuk pemenuhan kebutuhan self care dan melakukan pengelolaan secara berkelanjutan untuk menopang kehidupan dan kesehjateraan, pemulihan dari penyakit atau cedera, serta menanggulangi efek yang ditimbulkan. Tujuan keperawatan secara filosofi adalah mengatasi keterbatasan manusia (Alligood & Tomay, 2006 & 2007).

Sudut pandang Model Self Care Orem tidak bisa terlepas dari metaparadigma keperawatan yang terdiri dari perawat, pasien, lingkungan, dan kesehatan. Perawat mempunyai kemampuan dalam merancang dan menentukan manajemen

self care untuk meningkatkan kemampuan fungsi manusia sampai level yang

efektif berdasarkan metode pemberian bantuan yang tepat. Kesehatan bukan hanya status tubuh tetapi juga kemampuan dalam berfungsi pada setiap rentang kehidupan sampai berkembang secara progresif menuju level yang tinggi dalam integrasi dan fungsi. Lingkungan merupakan unit yang mendukung fungsi manusia dan saling mempengaruhi secara mutualisme yang memberikan dampak terhadap kesehatan dan kesehjateraan individu dan keluarga. Pasien merupakan seseorang yang menerima self care yang mempunyai kapasitas pengetahuan diri,

Universitas Indonesia

potensi untuk belajar dan berkembang, serta belajar untuk memenuhi kebutuhan

self care (Alligood & Tomay, 2006 & 2007).

Model Self Care Orem disusun berdasarkan tiga teori sentral yang saling berhubungan. Tiga teori sentral yang menyusun meliputi the theory of self care,

the theory of self care deficit, dan the theory of nursing system.

Theory of self care menggambarkan bagaimana dan cara individu melakukan

perawatan terhadap dirinya. Self Care terdiri dari aktivitas untuk untuk mematangkan inisiasi seseorang dengan rentang waktu untuk kepentingan dan ketertarikan memelihara hidup, berfungsi secara sehat, perkembangan individu secara berkelanjutan, dan sejahtera sampai mengetahui kebutuhan funsional dan regulasi (Orem, 2001 dalam Alligood & Tomay, 2006 & 2007).

Self care requisites merupakan formula dan ekspresi wawasan mengenai tindakan

yang dilakukan dan diketahui atau merupakan hipotesa yang diperlukan sebagai aspek regulasi dari fungsi manusia dan perkembangan yang berkelanjutan atau berada dibawah kondisi dan keadaan spesifik. Formula self care requisites terdiri dari dua elemen, yaitu faktor yang dapat mengkontrol atau mengatur untuk menjaga fungsi manusia dan perkembangannya dimana memperhatikan norma yang tepat sepanjang hidup, kesehatan, dan kesehjateraan seseorang, serta sifat dasar untuk kebutuhan tindakan yang merupkan ekspresi kebutuhan self care sebagai tujuan pencapaian self care (Alligood & Tomay, 2006 & 2007).

Self care requisites terdiri dari tiga tipe yang menentukan self care demand. Self care requisites meliputi universal self care requisites, developmental self care requisites, dan health deviation self care requisites.

Universal self care requisites merupakan suatu kebutuhan yang ada pada semua

individu. Universal self care requisites bertujuan supaya dapat melewati/melakukan self care atau dependent care yang asal mulanya diketahui dan divalidasi berdasarkan struktur manusia dan integritas fungsi pada berbagai variasi siklus kehidupan. Universal self care requisites terdiri dari delapan syarat yang meliputi pemeliharaan kecukupan intake udara, pemeliharaan kecukupan

17

Universitas Indonesia intake makanan, pemeliharaan kecukupan intake cairan, ketentuan perawatan

yang diasosiasikan dengan proses eliminasi dan ekskresi, pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat, pemeliharaan antara keseimbangan kesendirian dan interaksi sosial, pencegahan bahaya pada kehidupan manusia, fungsi manusia, dan kesehjateraan manusia, serta peningkatan fungsi manusia dan perkembangan yang berkaitan dengan kelompok sosial sesuai dengan fungsi manusia, mengetahui keterbatasan manusia, dan keinginan manusia untuk normal (Alligood & Tomay, 2007).

Developmental Self Care Requisites merupakan tindakan yang dilakukan

berkaitan dengan proses perkembangan manusia, kondisi atau keadaan yang memberikan efek kurang baik terhadap perkembangan. Developmental Self Care

Requisites berdasarkan dari tiga elemen, yaitu ketentuan suatu kondisi yang

meningkatkan perkembangan, keterikatan dalam perkembangan diri, dan pencegahan atau penanggulangan efek dari kondisi manusia pada situasi kehidupan yang menimbulkan efek kurang baik pada perkembangan manusia (Alligood & Tomay, 2007).

Health Deviation Self Care merupakan karakteristik kondisi sepanjang waktu

yang ditentukan kebaikan untuk kebutuhan perawatan dimana pengalaman individu sepanjang waktu sebagai dampak kehidupan dari kondisi patologis dan dalam durasi kehidupan. Efek penyakit dan cedera secara spesifik tidak hanya pada struktur manusia secara mekanisme fisiologis dan psikologis, tetapi juga terintegrasi dengan fungsi manusia. Pengkajian perawatan tidak hanya menemukan adanya kesenjangan kebutuhan kesehatan tetapi juga komponen tindakan yang dilakukan dari sistem individu, terhadap self care dan dependen

care. Kompleksitas sistem self care dan dependent care dimana meningkatkan

jumlah kebutuhan health deviation dan harus berada pada rentang waktu yang spesifik (Alligood & Tomay, 2006 & 2007).

Ide sentral Theory Self Care Deficit adalah kebutuhan seseorang akan perawat yang diasosikan dengan subyek matang atau mematangkan seseorang untuk hubungan kesehatan atau perawatan kesehatan berhubungan dengan keterbatasan

Universitas Indonesia

dalam melakukan tindakan. Self care deficit adalah syarat yang mengekspresikan hubungan antara kemampuan tindakan individu dan permintaan untuk perawatan.

Self care deficit merupakan konsep abstrak yang mengekspresikan keterbatasan

tindakan, menyediakan petunjuk untuk menyeleksi metode pemberian bantuan dan memahami peran pasien dalam self care (Alligood & Tomay, 2007).

Self Care Deficit merupakan fokus utama pada teori Orems yang menjelaskan

kapan perawat dibutuhkan dan bagaimana seseorang dibantu perawat. Self care

deficit ditentukan saat pasien sebagai self care agency tidak dapat melakukan self

care terhadap dirinya sendiri. Self Care Deficit merupakan hubungan antara seseorang yang memilki therapeutik self care demand dengan kekuatan sebagai

self care agency, dimana unsur pokok perkembangan kemampuan self care oleh self care agency yang tidak dapat dijalankan atau tidak adekuat untuk diketahui

dan ditemukan pada beberapa atau seluruhnya komponen yang ada atau memproyeksikan therapeutik self care demand (Alligood & Tomay, 2007).

Therapeutik self care demand terdiri dari penyajian akhir pengkajian perlunya

perawatan pada waktu yang spesifik atau durasi waktu dengan mempertemukan pengetahuan individu terhadap self care requisites terutama kondisi yang ada.

Therapeutik self care demand menggunakan metode pendekatan berdasarkan

kontrol atau manajemen faktor identifikasi kebutuhan, nilai dimana merupakan regulator fungsi manusia (kecukupan udara, air, makanan), serta memenuhi element aktivitas kebutuhan (pemeliharaan, promosi, pencegahan, dan ketentuan).

Therapeutik self care demand menggambarkan faktor dalam lingkungan pasien

dimana harus siap dalam rentang waktu nilai yang dianut dimana berdasarkan rentang waktu kepentingan kehidupan pasien, kesehatan, atau kesehjateraan serta mengetahui derajat kesiapan efektivitas instrumental yang diperoleh dari pilihan tehnologi atau tehnik spesifik yang digunakan, perubahan, atau suatu jalan untuk mengontrol, pasien dan lingkungannya (Alligood & Tomay, 2007).

Self care agency merupakan suatu komplek kemampuan yang dibutuhkan untuk

mematangkan atau pematangan seseorang untuk tahu dan menemukan kebutuhan yang berkelanjutan secara sengaja, suatu tindakan yang bertujuan untuk mengatur

19

Universitas Indonesia

fungsi manusia dan perkembangan pada dirinya. Agen berperan dalam memberikan pengajaran mengenai kekuatan yang harus dilakukan. Dependent self

care agent merupakan seorang dewasa yang matang, menerima dan memenuhi

tanggung jawab untuk tahu dan menemukan therapeutik self care demand yang relevan dengan ketergantungan secara sosial pada regulasi perkembangan atau latihan pada seseorang agen self care (Alligood & Tomay, 2007).

Theory nursing system merupakan usulan tindakan perawatan pada manusia,

sistem tindakan yang ditampilkan (didesain dan dihasilkan) oleh perawat dimana perawat sebagai agen untuk melatih seseorang dengan kesenjangan kesehatan, atau kesehatan diasosiakan keterbatasan dalam self care atau dependen care.

Nursing system merupakan rangkaian dari tindakan praktik secara

sengaja/hati-hati sebagai penampilan perawat dalam suatu waktu saat koordinasi tindakan pada pasien dengan tujaun untuk mengetahui dan menemukan komponen therapeutik

self care demand pasien dan untuk melindungi dan mengatur latihan atau

perkembangan sebagai pasien self care agency. Nursing system dihasilkan untuk individu, seseorang dimana merupakan suatu dependent care unit, anggota kelompok yang memiliki therapeutik self care demand dengan komponen atau memiliki keterbatasan yang sama, sebagai ketentuan dalam self care atau

dependent care atau untuk unit keluarga atau multipersonal (Alligood & Tomay,

2007).

Nursing design merupakan fungsi profesional yang ditampilkan dan dirumuskan

baik sebelum atau setelah diagnosa keperawatan, mengijinkan perawat, yang berbasis reflective practice judgement mengenai kondisi yang ada, untuk mensitesa element situasi yang konkret kedalam hubungan perawat untuk unit struktur operasional. Tujuan nursing design adalah menyediakan petunjuk untuk mencapai kebutuhan dan hasil yang diduga sebagai produksi kearah perawatan untuk prestasi dari tujuan perawatan, unit merupakan secara bersama mengambil pola petunjuk produksi perawat (Alligood & Tomay, 2007).

Orem mengemukakan adanya tiga tipe sistem keperawatan, yaitu: sistem keperawatan penyeimbang menyeluruh, sebagian, atau mendukung/mendidik.

Universitas Indonesia

Sistem keperawatan tergantung pada siapa yang dapat atau harus menjalankan aksi-aksi self care tersebut.

Wholly / totally compensatory nursing system merupakan sistem penyeimbang

keperawatan menyeluruh dibutuhkan ketika perawat harus menjadi peringan bagi ketidakmampuan total seorang pasien dalam hubungan kegiatan merawat yang membutuhkan tindakan penyembuhan dan manipulasi. Perawat mengambil alih pemenuhan kebutuhan self care secara menyeluruh kepada pasien yang tidak mampu (Alligood & Tomay, 2007).

Partially / Partly compensatory nursing system dimana perawat mengambil alih

beberapa aktifitas yang tidak dapat dilakukan oleh pasien dalam memenuhi kebutuhan self care-nya. Intervensi dijalankan pada saat perawat dan pasien menjalankan intervensi perawatan atau tindakan lain yang melibatkan tugas manipulatif atau penyembuhan (Alligood & Tomay, 2007).

Supportif / Educatif nursing system dimana perawat memberikan pendidikan

kesehatan atau penjelasan untuk memotivasi melakukan self care, tetapi yang melakukan self care adalah pasien sendiri. Intervensi diperlukan pada situasi dimana pasien harus belajar untuk menjalankan ketentuan yang dibutuhkan secara eksternal atau internal yang ditujukan oleh therapeutic self care, namun tidak dapat melakukan tanpa bantuan (Alligood & Tomay, 2007).

Helping method dalam persepsi keperawatan merupakan rangkaian seri tindakan

yang ditampilkan yang akan mengatasi atau mengimbangi kesehatan yang diasosiasikan dengan keterbatasan seseorang untuk melawan dalam tindakan untuk mengatur fungsinya sendiri dan perkembangan atau ketergantungan. Metode bantuan diantaranya: guidance, teaching, support, directing, providing the

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 32-38)

Dokumen terkait