• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

A. Gambaran Obyek Penelitian

37

a. Visi Madrasah Aliyah 03 Al-Ma’arif

Mewujudkan Out-Put cerdas komprehensif dalam perspektif Ahlu Sunnah Wal Jama’ah serta lembaga pendidikan yang mampu mengembangkan citra kepribadian peserta didik yang berintegritas diniyah (kecerdasan spiritual), integritas ilmiyah (kecerdasan intelektual), dan kecerdasan insaniyah (kecerdasan emosional).

b. Misi Madrasah Aliyah 03 Al-Ma’arif

a. Mengembangkan potensi dasar serta melaksanakan program pendidikan yang bernilai bagi kehidupan sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan.

b. Mengembangkan pendidikan yang berlandaskan Ahlusunnah Wal Jama’ah pada pengembangan kecerdasan siswa.

c. Membekali para siswa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

d. Mendorong setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya, sehingga dapat berkembang secara optimal.

e. Membiasakan sikap dan perilaku positif, melalui pelaksanaan proses pendidikan baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

f. Membiasakan diri dengan diskusi sehingga dapat menumbuhkan sikap demokratis.

b. Tujuan Madrasah Aliyah 03 Al-Ma’arif

1) Menyiapkan peserta didik mengembangkan diri agar sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

2) Mampu menjadi anggota masyarakat melalui terjalinnya hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial budaya.

3) Agar lulusan memiliki kepribadian unggul, berilmu, amaliyah, dan keyakinan yang teguh (kuat) serta memiliki keterampilan yang optimal untuk persiapan melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang bermutu.

2. Identitas Madrasah

a. Nama Madrasah : MA 03 Al-Ma’arif Wuluhan

b. Alamat Madrasah : Jl. Pahlawan No. 127 Desa Dukuh Dempok Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur Kode Pos 68162

c. Akreditasi : A

d. NSM-NPSN : 131235090063 – 20580288 e. Jumlah Guru : 23

f. Jumlah Siswa :

Tabel II.1 Jumlah Siswa

Kelas Jumlah Rombel

Jumlah Siswa Laki-Laki Perempuan

X IPA 1 10 22

X IPS 1 16 6

XI IPA 1 5 7

XI IPS 1 6 6

XII IPA 1 9 5

XII IPS 1 11 8

Jumlah 6 57 54

3. Struktur Kepengurusan Madrasah Aliyah 03 Al-Ma’arif Wuluhan42 B.

Bagan II.1

Struktur Kepengurusan Madrasah Aliyah 03 Al-Ma’arif Wuluhan

4. Profil Guru Bimbingan dan Konseling Madrasah Aliyah 03 Al-Ma’arif Ima Rizky Fauziyah Putri S.Pd yang sering dipanggil dengan sapaan Ibu Putri, kelahiran Jember, 23 Januari 1996, Alamat Desa Ampel Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Ibu Putri menimba ilmu di Universitas Islam Jember dengan jurusan S1 Bimbingan Konseling.43 Ibu Putri menjabat sebagai guru bimbingan konseling Madrasah Aliyah 03

42 Dokumentasi di MA 03 Al-Ma’arif Wuluhan

43 Ima Rizky fauziyah Putri (guru bk), diwawancara oleh peneliti, Senin, 18 April 2022

KEMENTRIAN AGAMA YASPPIBIS

BP3

Faiqoh Qurrota A'yun, S.Ag.

KOMITE Magripatul Waroh, SH.

K.A MADRASAH Drs. H. Shonhaji

TATA USAHA Muhammad Hamim

Wk. HUMAS Amir, S.Pd Wk. SAPRAS

Drs. H. Suryono Wk. KESISWAAN

Ahmad Faruq S.Pd.

S.Ag.ROKHMAN Wk. KURIKULUM

Imam Sujari, B.Sc, S.Pd.

DEWAN GURU

SISWA WALI KELAS

Ma’arif Wuluhan Jember di awal tahun 2019 hingga sekarang dengan menjalankan tugas serta program yang sesuai. Selain itu, peran guru BK sangat penting karena membantu permasalahan siswa, tidak hanya soal memberi hukuman pembelajaran saja akan tetapi memberi contoh perilaku yang baik dan mencerminkan akhlak terpuji.

Pada awal tahun ajaran 2020/2021 Ibu Putri membantu mengenai permasalahan santri dan santriwati dalam kesulitan belajar online, namun saat ini membantu permasalahan mengenai self esteem yang dialami santriwati. Adanya pelaksanaan layanan bimbingan kelompok diharapkan dapat membantu permasalahan mengenai self esteem santriwati tersebut, karena santriwati tinggal di pondok pesantren yang satu yayasan dengan Madrasah Aliyah 03 Al-Ma’arif dan di lingkungan pondok pesantren tidak ada guru BK membuat para santriwati kebingungan jika ada permasalahan dengan dirinya sendiri, oleh karena itu permasalahan tersebut dibantu oleh guru BK yang ada di Madrasah Aliyah 03 Al-Ma’arif Wuluhan Jember.

a. Deskripsi Subyek

1) Subyek Atiqa Nadhifa

AN lahir di Jember, 01 April 2006. AN memiliki cita-cita menjadi pembisnis dan mempunyai hobi menggambar.44 AN tinggal di pondok pesantren sejak duduk dibangku MTs, hal ini dilatar belakangi karena jarak rumah ke madrasah sangat jauh sehingga AN memutuskan untuk tinggal di pondok pesantren.

44 Santriwati AN diwawancarai oleh peneliti, Senin 18 April 2022

Permasalahan yang dihadapi subyek AN ini ialah masalah lingkungan pertemanan karena AN merasa dikucilkan, menurutnya penampilannya selalu dibandingkan dengan orang lain, sehingga hal tersebut membuat AN merasa tidak nyaman dan minder.

2) Subyek Umil Bariroh

UB lahir di Jember, 11 Mei 2006. UB memiliki cita-cita menjadi dokter kecantikan dan mempunyai hobi merias.45 UB tinggal di pondok pesantren sejak duduk dibangku MTs, hal ini dilatar belakangi karena mengikuti kakaknya sehingga UB memutuskan tinggal di pondok pesantren.

Permasalahan yang dihadapi subyek UB ialah masalah pertemanan karena membuat UB merasa takut jika hal itu dapat mengganggu fikirannya, apalagi sampai mengganggu akademiknya dan kurangnya berhubungan sosial dengan orang lain membuat UB membatasi dirinya dan menjaga jarak aman dengan orang lain.

3) Subyek Anisa Gita Cahyani

AGC lahir di Jember, 29 September 2005. AGC memiliki cita-cita menjadi wanita karir dan mempunyai hobi membaca.46 AGC tinggal di pondok pesantren sejak duduk dibangku MA, latar belakangnya karena tidak mempunyai kendaraan sehingga memutuskan tinggal di pondok agar bisa meneruskan pendidikannya.

45 Santriwati UB diwawancarai oleh peneliti, Senin 18 April 2022

46 Santriwati AGC diwawancarai oleh peneliti, Senin 18 April 2022

Permasalahan yang dihadapi subyek AGC ini terkait pertemanan karena merasa kurang percaya diri, merasa tidak disukai temannya sehingga membuatnya takut untuk manjalin hubungan sosial.

4) Subyek Izza Quthrothun Nada

IQN lahir di Jakarta, 27 April 2006. IQN memiliki cita-cita menjadi perempuan yang hebat sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain dan mempunyai hobi olahraga.47 IQN tinggal di pondok pesantren sejak duduk dibangku MTs, karena dilatar belakangi mengikuti jejak kakaknya dan ingin membantu perekonomian keluarga sehingga IQN memutuskan pindah dari Jakarta ke Jember.

Permasalahan yang dihadapi subyek IQN ini terkait masalah akademiknya sehingga membuat IQN membandingkan dirinya dengan teman sekelasnya, karena ambisinya untuk menjadi juara membuat IQN merasa tertekan.

5) Subyek Elisa Imro’atul Khusna

EIK lahir di Jember, 17 Januari 2006. EIK memiliki cita-cita menjadi seorang guru dan mempunyai hobi membaca.48 EIK tinggal di pondok pesantren sejak duduk dibangku MTs, latar belakangnya supaya dekat dengan madrasah karena jarak dari rumah ke madrasah lumayan jauh sehingga EIK memutuskan tinggal di

47 Santriwati IQN diwawancarai oleh peneliti, Senin 18 April 2022

48 Santriwati EIK diwawancarai oleh peneliti, Senin 18 April 2022

pondok agar memudahkannya dalam menghafal dan muroja’ah Al-Qur’an.

Permasalahan yang dihadapi subyek EIK ini ialah terkait dengan kemampuannya karena merasa malu dan tidak yakin akan kemampuan yang dimiliki membuatnya terlalu pasrah dengan segala kondisinya..

6) Subyek Lusiana Pramudita

LP lahir di Jember, 26 Mei 2005. LP memiliki cita-cita menjadi guru agama dan mempunyai hobi memasak.49 LP tinggal di pondok pesantren sejak duduk di bangku MA, latar belakang tinggal di pondok pesantren karena LP membantu memasak di dapur pondok, karena sebelumnya LP tinggal bersama ibu dan kakaknya di Bali.

Permasalahan yang dihadapi subyek LP ini terkait fisiknya, karena sering di olok-olok membuat LP merasa tidak merasa yakin dengan kondisi fisiknya dan berfikiran negatif terhadap dirinya sendiri jika dirinya tidak sempurna, sehingga membuatnya mudah tersinggung dan malu jika menyampaikan pendapat di khalayak umum.

Dokumen terkait