• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data dan Analisis

pondok agar memudahkannya dalam menghafal dan muroja’ah Al-Qur’an.

Permasalahan yang dihadapi subyek EIK ini ialah terkait dengan kemampuannya karena merasa malu dan tidak yakin akan kemampuan yang dimiliki membuatnya terlalu pasrah dengan segala kondisinya..

6) Subyek Lusiana Pramudita

LP lahir di Jember, 26 Mei 2005. LP memiliki cita-cita menjadi guru agama dan mempunyai hobi memasak.49 LP tinggal di pondok pesantren sejak duduk di bangku MA, latar belakang tinggal di pondok pesantren karena LP membantu memasak di dapur pondok, karena sebelumnya LP tinggal bersama ibu dan kakaknya di Bali.

Permasalahan yang dihadapi subyek LP ini terkait fisiknya, karena sering di olok-olok membuat LP merasa tidak merasa yakin dengan kondisi fisiknya dan berfikiran negatif terhadap dirinya sendiri jika dirinya tidak sempurna, sehingga membuatnya mudah tersinggung dan malu jika menyampaikan pendapat di khalayak umum.

1. Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok dalam Mengatasi Masalah Self Esteem pada Santriwati Madrasah Aliyah 03 Al-Ma’arif Wuluhan Jember

Setelah peneliti melakukan observasi dan wawancara pendahuluan, peneliti menemukan permasalahan mengenai self esteem pada santriwati Madrasah Aliyah 03 Al-Ma’arif. Santriwati yang dimaksud pada penelitian ini ialah santriwati yang tergolong usia remaja, dimana usia tersebut merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, serta pada usia remaja ini individu tersebut juga dalam pencarian identitas diri.

Sebagaimana peneliti melihat serangkaian proses layanan bimbingan kelompok yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah 03 Al-Ma’arif Wuluhan Jember, peneliti menemukan bahwa guru BK menggunakan teknik layanan bimbingan kelompok dengan memanfaatkan dinamika kelompok dalam mengatasi masalah yang dialami oleh beberapa santriwati tersebut. Mulai dari mengumpulkan para santriwati untuk berkumpul di ruangan, mempersilahkan masuk dan duduk dengan nyaman, kemudian mengungkapkan maksud dan tujuan diadakannya layanan, melaksanakan layanan bimbingan kelompok sebagai inti kegiatan yang diawali dengan mengidentifikasi masalah santriwati dalam kegiatan sehari-harinya, kemudian terbentuk 1 kelompok yang terdiri dari 6 santriwati yang merasa kurang dalam pembentukan self esteem sehingga kurang dalam menerima keadaan dirinya sendiri, kurang mengeksplorasi dirinya sehingga santriwati tersebut kurang menghargai dirinya sendiri,

kemudian sharing antara satu santriwati dengan santriwati lainnya, lalu Guru BK mengatur jalannya diskusi di dalam kelompok sehingga peserta dalam kelompok dapat memberikan respon berupa saran bagi peserta lainnya, karena di dalam layanan ini semua peserta berhak menyampaikan pendapatnya. Setelah semuanya selesai guru BK memberi solusi dari permasalahan yang dihadapi dengan memberi arahan dan membimbing peserta kelompok untuk menghargai dirinya sendiri.50

Bimbingan kelompok yang dimaksudkan pada penelitian ini yakni bimbingan kelompok yang dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan, dimana setiap pertemuannya sebelum melaksanakan kegiatan dianjurkan untuk membaca asmaul husna yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran agar mensyukuri segala potensi yang dimiliki setiap santriwati.

Bimbingan kelompok ini sangat penting karena selain bisa berkelompok untuk memecahkan sebuah permasalahan, juga dapat menjadi ruang untuk mengungkapkan pendapat secara terbuka. Pelaksanaan kegiatan pada penelitian ini disesuaikan dengan langkah-langkah dalam bimbingan kelompok yakni meliputi tahap pembentukan, tahap transisi atau peralihan, tahap kegiatan atau kerja, dan tahap pengakhiran atau penutup.

Adapun tahap-tahap tersebut dilaksanakan pada setiap pertemuan yakni sebagai berikut :

50 Observasi di MA 03 Al-Ma’arif Wuluhan Jember, Rabu, 20 April 2022. 08.37

a. Pertemuan pertama

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 20 April 2022 tepatnya pukul 08.37 WIB di ruang pertemuan Madrasah Aliyah 03 Al-Ma’arif Wuluhan.51 Pertemuan pertama ini diawali dengan guru BK mengumpulkan santriwati dan mempersilahkan masuk ke ruangan lalu duduk senyaman mungkin, ketika semuanya sudah berkumpul guru BK mengucapkan salam dan membaca doa agar pertemuan ini dapat berjalan dengan lancar, selanjutnya membaca asmaul husna yang dipimpin oleh salah satu anggota kelompok dan diikuti seluruh peserta layanan, pembacaan asmaul husna ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran santriwati dalam mensyukuri segala nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah SWT. Setelah selesai membaca asmaul husna guru BK mulai membangun keakraban dengan menanyakan kabar para santriwati dan mengecek kehadiran santriwati melalui perkenalan satu per satu, lalu guru BK menyampaikan materi layanan, kemudian menyampaikan tujuan kegiatan serta menjelaskan bahwa bimbingan kelompok ini sangat penting karena selain bisa memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi para santriwati, juga dapat mempererat jalinan pertemanan antar santriwati.

Pada pertemuan pertama ini selain menjelaskan mengenai bimbingan kelompok, tahap selanjutnya ialah guru BK menanyakan tentang kesiapan para santriwati dalam mengikuti bimbingan

51 Observasi di MA 03 Al-Ma’arif Wuluhan Jember, Rabu, 20 April 2022. 08.37

kelompok sampai selesai. Kemudian guru BK menyampaikan bahwa pada kegiatan bimbingan kelompok ini para anggota kelompok mengungkapkan atau sharing masalah antar santriwati, disini guru BK juga berharap dengan adanya layanan bimbingan kelompok ini para santriwati mengungkapkan pendapatnya tanpa malu-malu dan sungkan sehingga tidak ada rasa canggung antara guru BK dan santriwati ataupun santriwati dengan santriwati lainnya. Kemudian guru BK memberitahukan bahwa kegiatan ini berakhir jika tidak ada yang bertanya ataupun berpendapat lagi, lalu tahap selanjutnya yakni menentukan kegiatan selanjutnya, kemudian setelah selesai guru BK memimpin doa agar apa yang dilaksanakan ini dapat bermanfaat lalu mengucapkan salam sebagai penutup.

Pada pertemuan ini para santriwati dapat mengungkapkan permasalahannya sebagaimana berikut:52

1) AN mengungkapkan bahwa AN merasa insecure secara penampilan karena menurutnya penampilannya buruk dibandingkan dengan penampilan orang lain, sehingga AN membandingkan dirinya dengan orang lain.

2) UB mengungkapkan bahwa UB merasa tidak mampu dalam bidang akademik namun UB juga menyadari kemampuannya dalam bidang keagamaan akan tetapi UB terlalu fokus dengan kekurangannya tersebut.

52 Observasi di MA 03 Al-Ma’arif Wuluhan Jember, Rabu, 20 April 2022. 09.00

3) AGC mengungkapkan bahwa AGC merasa kurang percaya diri, merasa tidak mampu dalam segala hal, padahal AGC juga menyadari kemampuan berimajinasinya sehingga dapat mengarang puisi yang sangat indah

4) IQN mengungkapkan bahwa IQN merasa tidak mampu dalam beberapa pelajaran, namun IQN mempunyai ambisi untuk mendapatkan nilai terbaik dan menjadi juara kelas akan tetapi, hal tersebut membuatnya merasa terganggu sehingga terfokus pada kekurangannya. IQN juga sering mengeluh jika dirinya gagal untuk mendapatkan gelar juara di kelas.

5) EIK mengungkapkan bahwa EIK malu dan tidak yakin atas kemampuannya, sehingga membuatnya pasrah dengan segala kondisinya dan tidak mampu bersosialisasi dengan orang lain.

6) LP mengungkapkan bahwa LP merasa sulit dalam mengutarakan pendapatnya, LP menyadari bahwa dirinya mudah tersinggung karena tidak percaya diri dengan kondisi fisiknya, berfikiran negatif dan mengatakan pada dirinya sendiri jika dirinya tidak sempurna.

Pada pertemuan kali ini para santriwati telah mampu mengungkapkan permasalahannya, hal ini bisa ditunjukkan melalui uraian data di atas bahwa dengan mengungkapkan permasalahan, mereka merasa lega dan harapan kedepannya harga diri mereka dapat

sedikit berubah sehingga para santriwati lebih bisa menerima keadaan dirinya serta dapat menghargai dirinya sendiri.

b. Pertemuan kedua

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 25 Mei 2022 tepatnya pukul 09.49 WIB di ruang pertemuan Madrasah Aliyah 03 Al-Ma’arif Wuluhan.53 Pada pertemuan kedua ini kegiatan yang diawali dengan guru BK memanggil santriwati yang kemarin pernah dikumpulkan dan mempersilahkan masuk ke ruangan dan duduk dengan nyaman lalu ketika semuanya sudah berkumpul, guru BK mengawali kegiatan layanan bimbingan kelompok dengan salam dan membaca doa, membaca asmaul husna yang dipimpin oleh salah satu anggota kelompok, pembacaan asmaul husna ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran santriwati dalam memperbanyak rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Kemudian guru BK mulai membangun keakraban dengan menanyakan kesehatan dan kabar para santriwati sembari mengecek kehadiran santriwati. Lalu guru BK mengingatkan kembali mengenai prosedur bimbingan kelompok yang sudah dijelaskan pada pertemuan kemarin. Prosedur tersebut terkait keaktifan dalam diskusi kelompok, jadi setiap santriwati bebas mengungkapkan pendapatnya, kemudian dilanjutkan dengan guru BK menyampaikan materi layanan, kemudian menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan serta menjelaskan kembali

53 Observasi di MA 03 Al-Ma’arif Wuluhan Jember, 25 Mei 2022, 09.49

bahwa bimbingan kelompok ini sangat penting bagi perkembangan setiap santriwati agar mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Pada pertemuan kedua selain menjelaskan mengenai kegiatan layanan bimbingan kelompok, tahap selanjutnya ialah guru BK menanyakan kembali mengenai kesiapan para santriwati untuk mengikuti bimbingan kelompok sampai selesai. Lalu pada tahap inti kegiatan guru BK memberikan materi dengan meminta para santriwati untuk mengeksplorasi dirinya, serta mengajak para santriwati untuk bersama-sama mengidentifikasi karakteristik diri santriwati dengan mencari kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, setelah para santriwati menemukan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki lalu kekurangan dan kelebihan tersebut ditulis pada selembar kertas, setelah selesai menulis guru BK meminta kepada santriwati untuk membacakan di depan temannya agar melatih keberanian dalam berbicara di khalayak umum, disinilah peran guru BK sangat penting dalam membimbing para santriwati agar dapat menyadari dan menerima kekurangan dan kelebihan yang dimiliki para santriwati sehingga dapat meyakinkan santriwati bahwa mereka tidak sendirian dalam sebuah permasalahan.

Kemudian, guru BK menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan kelompok disini berakhir jika tidak ada lagi yang bertanya ataupun berpendapat. Pada akhir kegiatan guru BK memberikan kesimpulan bahwa setiap individu juga pasti memiliki kekurangan dan kelebihan,

akan tetapi dari kekurangan dan kelebihan tersebut tergantung bagaimana cara setiap individu dapat menerima serta mensyukuri atas nikmat tersebut, karena jika setiap individu dapat menerima kekurangan dan kelebihan yang dimiliki secara tidak langsung kebutuhan harga diri individu akan terpenuhi. Setelah menyampaikan kesimpulan kepada santriwati, guru BK membaca do’a dan mengucapkan salam sebagai penutup.

Pada pertemuan kedua, masing-masing santriwati dapat mengungkapkan kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya melalui selembar kertas, disini santriwati mulai memahami dan menyadari bahwa setiap kekurangan dan kelebihan yang dimiliki menjadi anugerah terindah yang diberikan oleh Allah kepada setiap individu.

Masing-masing santriwati dapat mengutarakannya sebagaimana dalam penyajian data berikut:54

1) AN menjelaskan bahwa AN memahami jika dirinya memiliki kekurangan yakni tidak percaya diri dalam mengutarakan pendapat, akan tetapi AN mampu menuliskan pendapatnya melalui kertas karena AN merasa takut tidak didengarkan jika berbicara, tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhannya, bahkan sering membandingkan dirinya dengan orang lain karena merasa insecure serta kurang mengasah keterampilannya, padahal AN mempunyai kemampuan lainnya. Hal ini juga dituliskan dalam

54 Observasi di MA 03 Al-Ma’arif Wuluhan Jember, 25 Mei 2022, 10.35

selembar kertas tersebut bahwa dirinya memiliki kelebihan dalam mempelajari suatu hal dengan mudah dan membuat cerita fiksi.

Akan tetapi dari kelebihan tersebut AN mengungkapkan bahwa dirinya pernah gagal dalam kompetisi, jadi tidak bisa meneruskan kemampuannya lagi, hal ini terjadi karena sering membandingkan kemampuan dirinya dengan orang lain sehingga AN merasa putus asa.

2) UB menjelaskan bahwa dirinya memahami dan memiliki kekurangan dalam hal sulit memahami pelajaran karena tidak suka membaca buku pelajaran karena terlalu membosankan. UB menuliskan bahwa kurang percaya diri dalam mengutarakan pendapatnya bahkan hampir tidak mau mengungkapkan pendapatnya karena merasa percuma, UB juga membatasi dalam hubungan pertemanan karena menurutnya sebanyak apapun temannya kalau tidak mengerti dengan keadaannya sama saja dengan tidak mempunyai teman, padahal UB juga mempunyai kelebihan yakni mudah menghafal kitab dan mudah menangkap materi keagamaan. Selain itu UB mempunyai suara yang bagus sehingga sering menjadi vokalis.

3) AGC menjelaskan bahwa dirinya memahami dan memiliki kekurangan yakni sulit berinteraksi dengan orang lain, malu bertanya dan takut dalam menyampaikan pendapatnya. AGC merasa kurang percaya diri dalam segala hal, tidak berani mencoba

hal baru karena takut apa yang dilakukan salah sehingga membuatnya malu untuk bertindak di depan orang lain. Selain itu AGC juga mudah tersinggung dengan perkataan orang lain, sering marah-marah kalau gagal. Padahal dibalik kekurangannya AGC juga mempunyai kelebihan dengan mudah menghafal dan sering berimajinasi sehingga menghasilkan karangan puisi yang sangat indah.

4) IQN menjelaskan bahwa dirinya memahami dan memiliki kekurangan yakni tidak bisa menerima kritik dan saran dari orang lain. IQN juga memahami bahwa dengan sifatnya yang egois, cerewet dan gampang emosian membuatnya merasa bahwa orang lain tidak menyukainya sehingga membuat IQN tidak berhasil dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Selain itu juga merasa bahwa tidak dihargai oleh teman-temanya dan selalu berfikiran negatif terhadap orang lain, merasa tidak berhasil dalam akademiknya sehingga membuat IQN merasa terancam jika melihat temannya berhasil, akan tetapi sekalipun berhasil, akan bertindak melampaui batas dengan menyombongkan prestasi yang telah diraihnya. Padahal disamping memiliki kekurangan IQN mempunyai kelebihan yakni pandai menggambar duddle dan membuat kaligrafi.

5) EIK menjelaskan bahwa dirinya memahami dan memiliki kekurangan yakni tidak bisa teliti dalam segala hal, ceroboh bila

menaruh atau melakukan sesuatu. Apabila diingatkan oleh temannya EIK marah dan menganggap bahwa dirinya benar, tidak bisa menjalin hubungan dengan orang lain apalagi orang baru, cenderung tidak bisa menerima keadaannya, padahal disamping memiliki kekurangan EIK juga memiliki kelebihan yakni pandai menggambar dan mempunyai kemampuan dalam akademik.

6) LP menjelaskan bahwa dirinya memahami dan memiliki kekurangan yakni dibidang akademik, sulit untuk mengutarakan pendapatnya dan cenderung untuk tidak mau mengungkapkan pendapatnya karena merasa kurang percaya diri. Sekalipun ingin mengeluarkan pendapatnya LP berbicara dengan nada yang keras dan kasar, berfikiran negatif terhadap dirinya sendiri dan merasa tidak sempurna, merasa bahwa tidak ada yang mendukung dirinya.

Padahal disamping itu LP memiliki kelebihan yakni bisa menghasilkan kreasi sehingga diusianya yang muda LP bekerja sambil belajar demi mencukupi kebutuhannya.55

Pada pertemuan ini masing-masing santriwati telah mampu memahami dengan baik tentang kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Hal ini bisa ditunjukkan dengan adanya penjelasan yang sudah ditulis pada kertas masing kemudian dari masing-masing santriwati tersebut dapat mengungkapkan di depan teman-temannya. Pertemuan ini tidak lepas dari peran seorang pembimbing

55 Observasi di MA 03 Al-Ma’arif Wuluhan Jember, 25 Mei 2022, 10.45

yakni guru BK yang membantu mengarahkan mereka, membimbing dan meyakinkan para santriwati agar dapat memahami dan menghargai dirinya sendiri dan juga orang lain, sehingga mereka merasa nyaman dan tidak takut lagi dalam mengungkapkan pendapatanya meskipun hal tersebut menjadi privasi mereka.

c. Pertemuan ketiga

Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Senin tanggal 6 Juni 2022 tepatnya pukul 09.45 WIB di ruang pertemuan Madrasah Aliyah 03 Al-Ma’arif Wuluhan.56 Pada pertemuan ketiga ini kegiatan yang diawali dengan guru BK memanggil santriwati yang kemarin pernah dikumpulkan dan mempersilahkan masuk ke ruangan lalu duduk dengan nyaman ketika semuanya sudah berkumpul, seperti pada pertemuan sebelumnya guru BK mengawali layanan bimbingan kelompok dengan mengucapkan salam dan membaca doa agar pertemuan ini tidak ada kendala, kemudian dilanjutkan dengan membaca asmaul husna yang dipimpin oleh salah satu anggota kelompok, pembacaan asmaul husna ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran santriwati.

Selanjutnya, guru BK mulai membangun keakraban dengan menanyakan kabar dan kesehatan para santriwati sambil mengecek kehadiran santriwati, pada pertemuan ini ada salah satu santriwati yang merasa kurang enak badan tapi santriwati tersebut tetap ingin

56 Observasi di MA 03 Al-Ma’arif Wuluhan Jember, 06 Juni 2022, 09.45

mengikuti layanan bimbingan kelompok sampai selesai padahal guru BK sudah memberi izin kepada santriwati untuk istirahat. Tahap selanjutnya ialah guru BK menanyakan kembali mengenai kesiapan para santriwati untuk mengikuti bimbingan kelompok sampai selesai.

Selanjutnya, guru BK mengajak para santriwati untuk mengingat kembali tentang pertemuan sebelumnya yakni mengeksplorasi diri masing-masing santriwati dengan menulis kekurangan dan kelebihan, dari kekurangan dan kelebihan yang sudah ditulis pada selembar kertas, guru BK berharap kepada santriwati bahwa hal tersebut dapat menjadi acuan agar dapat menerima dan menghargainya.

Selain itu, pada pertemuan kali ini agar suasana bimbingan kelompok lebih asik dan seru guru BK bersama peneliti memberi permainan ayam rasa bebek, permainan ini berguna untuk melatih konsentrasi setiap santriwati, setelah selesai permainan guru BK meminta santriwati untuk bertepuk tangan sekeras mungkin, kemudian dilanjutkan dengan guru BK menyampaikan materi mengenai keberartian individu dengan mengajak santriwati untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi terhadap masing-masing diri santriwati. Apabila santriwati memiliki kekuatan atas kemampuan yang dimiliki maka dari itu santriwati juga merasa bahwa dirinya sangat berarti dan berharga sehingga bisa mempengaruhi keberhasilan santriwati.

Guru BK juga meminta kepada santriwati untuk memahami tentang keberartian individu, karena jika seseorang merasa dirinya sangat berarti maka dirinya juga merasa bahwa bisa berguna dan berhasil dalam segala hal, entah itu berhasil dalam menjalin hubungan dengan orang lain maupun dengan dirinya sendiri, berhasil dengan kemampuan yang telah diraihnya, serta berhasil atas performansi individu yang sesuai dalam capaian prestasi yang diharapkan. Oleh sebab itu apabila individu mengalami suatu kegagalan, maka secara tidak langsung harga dirinya akan berubah rendah, yang awalnya optimis dengan kemampuannya jika mengalami kegagalan jadi ragu-ragu dengan kemampuannya. Disisi lain, ketika kinerja individu sesuai dengan tuntutan dan harapannya, maka akan timbul pembentukan harga diri yang tinggi. Selanjutnya, guru BK menyampaikan kesimpulan kepada para santriwati, lalu guru BK memberitahukan bahwa kegiatan ini sudah berakhir dan dapat menentukan kegiatan selanjutnya, kemudian guru BK memimpin doa agar kegiatan ini dapat bermanfaat lalu mengucapkan salam sebagai penutup kegiatan.

Pada pertemuan ketiga ini dalam kegiatan layanan bimbingan kelompok santriwati diminta untuk mengeksplorasi dirinya, karena jika langsung melakukan diskusi kelompok mereka agak canggung dan malu maka guru BK meminta santriwati untuk mengungkapkan isi hatinya melalui selembar kertas, selembar kertas tersebut berisikan nama dan gambar yang menurutnya dapat mendeskripsikan dirinya,

kemudian setelah mereka menuliskan dalam lembar kertas tak lama kemudian guru BK membimbing diskusi kelompok dengan santriwati mengungkapkan seberapa berarti dirinya. Masing-masing santriwati dapat mengungkapkannya sebagaimana berikut:57

1) AN menjelaskan dalam kelompok bahwa AN dapat memahami keberartian individu, hal ini tertulis dalam kertasnya bahwa AN menggambarkan dirinya sebagai rumput karena meskipun diinjak-injak akan tetap bertahan dalam kondisi dan situasi apapun, dirinya akan tumbuh dan berkembang tanpa memikirkan cemoohan dari orang lain, memikirkan dirinya sendiri agar tidak mudah terluka, meski tampak egois AN merasa bahwa dirinya berarti bagi dirinya sendiri dan mampu menyadari kemampuannya serta bisa membantu temannya yang mengalami kesusahan. AN juga mengungkapkan jika :

“setelah ini saya belajar untuk menerima keadaan diri saya sendiri mbak, karena dengan menerima semuanya itu hidup saya lebih berarti mbak”58

2) UB menjelaskan dalam kelompok bahwa UB dapat memahami keberartian individu, hal ini tertulis dalam kertasnya bahwa UB menggambarkan dirinya sebagai pengesat kaki meski merasa selalu diinjak-injak akan tetapi berada di depan dan akan bertahan dalam kondisi apapun. Apabila UB merasa gagal dalam hubungannya dengan orang lain maka UB akan mencoba lagi sehingga dari

57 Observasi di MA 03 Al-Ma’arif Wuluhan Jember, 06 Juni 2022, 10.15

58 AN diwawancara oleh peneliti, Jember, 06 Juni 2022.

situlah UB mampu mengajari orang lain yang kurang faham misalnya, dari segi keagamaan, sifat rendah hati yang membuat UB semakin berarti sehingga membuat dirinya menjadi lebih bahagia, dalam hal ini UB juga mengungkapkan bahwa :

“ya kalau bisa harus bisa nerima diriku sendiri mbak, karena kan apa yang aku rasakan itu aku sendiri yang merasakan mbak, yang tahu juga diriku sendiri bukan orang lain.”59

3) AGC menjelaskan dalam kelompok bahwa AGC dapat memahami keberartian individu, hal ini tertulis dalam kertasnya bahwa AGC menggambarkan dirinya sebagai jam, jika AGC dapat menghargai waktu berarti juga dapat menghargai dirinya sendiri, tidak suka nyiakan waktu karena menurutnya sama saja menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dengan menghargai waktu tersebut AGC dapat berkembang dengan kemampuannya, bakatnya menulis yang membuat AGC merasa berarti bahwa tulisannya dapat dibaca oleh orang lain. Sehingga dengan mencurahkan segala isi hatinya dengan menulis AGC merasa lega dan merasa lebih bahagia, hal ini AGC juga mengungkapkan jika:

“ya sedikit-sedikit bisa nerima mbak, toh itu juga yang ada di diriku mbak makanya aku berusaha terus supaya bisa lebih berarti, nulis aja gitu seneng mbak padahal tulisanku itu jelek tapi ya seneng nulis gitu”60

4) IQN menjelaskan dalam kelompok bahwa IQN dapat memahami keberartian individu, hal ini tertulis dalam kertasnya bahwa IQN

59 UB diwawancara oleh peneliti, Jember, 06 Juni 2022.

60 AGC diwawancara oleh peneliti. Jember, 06 Juni 2022

Dokumen terkait