• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Gambaran Perekonomian Provinsi Sumatera Utara

Pembangunan di Sumatera Utara dapat dilihat dari indikator makro ekonomi seperti Produk Domestik Bruto, ketenagakerjaan dan kemiskinan. Pertumbuhan perekonomian di Sumatera Utara dari tahun ketahun diproxy dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pertahun menurut harga konstan dalam persen.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) angka pengukur terhadap pertumbuhan ekonomi suatu daerah, secara sederhana PDRB dapat diartikan sebagai keseluruhan nilai tambah bruto dari kegiatan perekonomian di suatu wilayah. Penyajian Pendapatan Regional dibedakan atas harga yang berlaku dan harga konstan 2010.

Untuk penyajian atas dasar harga berlaku semua agregat pendapatan dinilai atas dasar harga berlaku pada tahun penghitungan. Untuk penyajian atas dasar harga konstan, setiap produk barang dan jasa dinilai dengan harga tetap yang terjadi pada tahun dasar (2010).

64

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara diukur berdasarkan kenaikan angka PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) atas dasar harga konstan. Berdasarkan harga konstan tahun 2010, PDRB Sumatera Utara pada tahun 2015-2019 mengalami kenaikan setiap tahun. Pada tahun 2015 PDRB sebesar Rp 440,96 triliun dan tahun 2019 sebesar Rp 539,53 triliun. Sedangkan laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada tahun 2015-2019 mengalami fluktuasi. Pada tahun 2015 laju pertumbuhan ekonomi 5,10 % dan tahun 2019 sebesar 5,22%.

Tabel 4.2 PDRB dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Berdasarkan Harga Konstan Tahun 2015-2019

Tahun PDRB (Triliun Rupiah) Laju Pertumbuhan Ekonomi (Persen)

2015 440,96 5,10

2016 463,78 5,18

2017 487,53 5,12

2018 512,77 5,18

2019 539,53 5,22

Sumber: BPS, Sumut dalam angka

Pada tahun 2015-2019 kategori pertanian kehutanan dan perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi diikuti oleh kategori industri pengolahan dan kategori perdagangan besar dan eceran: reparasi mobil dan sepeda motor sebesar. Pada tahun 2015 dan 2019 kategori pertanian kehutanan dan perikanan sebesar 24,97%, kategori industri pengolahan tahun 2015 19,5% dan tahun 2019 sebesar 18,08%. Kategori perdagangan besar dan eceran: reparasi mobil dan sepeda motor sebesar tahun 2015 sebesar 17,47% dan tahun 2019 sebesar 17,97%. Berikut digambarkan PDRB menurut lapangan usaha berdasarkan harga konstan.

Sumber: BPS, Sumut dalam angka

Grafik 4.1 PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2015-2019 (Persen)

Dari sisi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sumatera Utara tahun 2015-2018 mengalami kenaikan kecuali tahun 2019 mengalami penurunan. Pada tahun 2015, TPAK di Sumatera Utara sebesar 67,28% kemudian pada tahun 2016 naik menjadi 68,08%. Pada tahun 2017 kembali mengalami kenaikan menjadi 68,88% dan pada tahun 2018 sebesar 71,82%. Namun pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 70,19%. Pada tahun 2015-2019 angkatan kerja di Sumatera Utara sebagian besar berpendidikan SMA. Tahun 2015 angkatan kerja berpendidikan SMA mencapai 37,59% dan tahun 2019 mencapai 38%. Selanjutnya, angkatan kerja yang berpendidikan setingkat SD sebesar 20%, SMP masing-masing sekitar 29% dan tingkat berpendidikan diatas SMA sebesar 13%. Berikut digambarkan persentase angkatan kerja berdasarkan tingkat pendidikannya.

24.97 24.84 24.88 24.81 24.79

Perdagangan Besar dan Eceran dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Jasa lainnya

66

Sumber: BPS, Sumut dalam angka

Grafik 4.2 Angkatan Kerja Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2015-2019 (Persen)

Jumlah penduduk yang merupakan angkatan kerja pada Agustus 2015 sebanyak 6,39 juta jiwa yang terdiri dari 5,96 juta jiwa terkategori bekerja dan sebesar 428,79 ribu jiwa terkategori pengangguran. Tahun 2016 angkatan kerja sebanyak 6,36 juta jiwa, yang terdiri dari 5,99 juta jiwa terkategori bekerja dan sebesar 371,68 ribu jiwa terkategori pengangguran. Tahun 2017 angkatan kerja sebanyak 6,74 juta jiwa, yang terdiri dari 6,37 juta jiwa terkategori bekerja dan sebesar 377 ribu jiwa terkategori pengangguran. Tahun 2018 angkatan kerja sebanyak 7,12 juta jiwa, yang terdiri dari 6,73 juta jiwa terkategori bekerja dan sebesar 396 ribu jiwa terkategori pengangguran. Tahun 2019 angkatan kerja sebanyak 7,06 juta jiwa, yang terdiri dari 6,68 juta jiwa terkategori bekerja dan sebesar 382 ribu jiwa

Tamat SD Tamat SMP Tamat SMA Diploma I-III, S1

Penduduk yang bekerja tahun 2015 sebagian besar bekerja pada sektor jasa, baik jasa perorangan, jasa perusahaan, dan jasa pemerintahan sebesar 444,49%.

Sektor kedua terbesar dalam menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian yaitu 41,3% dan sektor industri pengolahan sebesar 14,21%. Tahun 2019 penduduk yang bekerja pada sektor jasa, sebesar 47,77%, sektor pertanian yaitu 35,54% dan sektor industri pengolahan sebesar 16,69%.

Sumber: BPS, Sumut dalam angka

Grafik 4.3 Angkatan Kerja Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Lapangan Pekerjaan Utama Tahun 2019 (Persen)

Banyaknya penduduk usia 15 tahun menurut jenis kegiatannya dibedakan menjadi 3 bagian yaitu angkatan kerja, bukan angkatan kerja dan tenaga kerja.

Angkatan kerja terdiri dari jumlah yang bekerja dan jumlah pengangguran. Jumlah orang yang bekerja pada tahun 2015 sebanyak 5,96 juta jiwa. Kemudian pada tahun 2016 mengalami kenaikan sebanyak 5,99 juta jiwa. Pada tahun 2017 sebanyak 6,36 juta jiwa, pada tahun 2018 sebanyak 6,72 juta jiwa. Namun pada tahun 2019

44.49

41.51

47.12 48.36 47.77

41.3 44.5

37.52 35.53 35.54

14.21 13.99 15.36 16.11 16.69

0 10 20 30 40 50 60

2015 2016 2017 2018 2019

Jasa Pertanian Industri pengolahan

68

mengalami penurunan menjadi 6,68 juta jiwa. Angka pengangguran di tahun 2015 sebesar 428,79 ribu. Pada tahun 2016 mengalami kenaikan sebanyak 371,68 ribu jiwa, pada tahun 2017 sebanyak 377,28 ribu jiwa, pada tahun 2018 sebanyak 396,02 ribu jiwa. Namun pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 382,43 ribu jiwa.

Tabel 4.3 Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Jenis Kegiatan (Jiwa)

Jenis Kegiatan 2015 2016 2017 2018 2019

1. Angkatan kerja 6.391.098 6.362.909 6.743.277 7.124.458 7.063.662 - Bekerja 5.962.304 5.991.229 6.365.989 6.728.431 6.681.224 - Pengangguran 428.794 371.68 377.288 396.027 382.438 2. Bukan Angkatan

Kerja 3.107.876 3.278.983 3.046.086 2.795.206 3.000.222 3. Tenaga Kerja 9.498.974 9.641.892 9.789.363 9.919.664 10.063.884

Sumber : BPS, Sumut dalam angka

Peningkatan angka pengangguran berdampak pada peningkatan jumlah dan persentase penduduk miskin di Sumatera Utara. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Garis kemiskinan dibedakan menjadi garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan non-makanan seperti perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan dan kebutuhan dasar lainnya.

Tabel 4.4 Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015-2019

Tahun Jumlah Penduduk Miskin (Ribu Jiwa)

Persentase Penduduk Miskin (%) Kota Desa Kota+Desa Kota Desa Kota+Desa 2015 727,76 780,38 1.508,14 10,51 11,06 10,79 2016 690,34 762,21 1.452,55 9,69 10,86 10,27

2017 663.27 663,30 1.326,57 8,96 9,62 9,28

2018 727,76 780,38 1.508,14 10,51 11,06 10,79

2019 665,46 595,04 1.260,50 8,39 8,93 8,63

Sumber: BPS, Sumut dalam angka

Tabel 4.4 menunjukkan jumlah dan persentase penduduk miskin di Sumatera Utara mengalami fluktuasi dari tahun 2015-2019. Pada tahun 2015, jumlah penduduk miskin mencapai 1508,14 ribu jiwa dengan persentase sebesar 10,79%. Tahun 2016, jumlah penduduk miskin mencapai 1452,55 ribu jiwa dengan persentase mengalami penurunan menjadi 10,27%. Pada tahun 2017 jumlah penduduk miskin mencapai 1326,57 ribu jiwa dengan persentase yaitu sebesar 9,28%. Akan tetapi pada tahun 2018 jumlah dan persentase penduduk miskin mengalami kenaikan dengan jumlah mencapai 1508,14 ribu jiwa dengan persentase 10,79%. Namun pada tahun 2019 mengalami penurunan dengan jumlah penduduk miskin mencapai 1260,50 ribu jiwa dengan persentase sebesar 8,63%.