HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Gambaran Variabel Penelitian
4.3.1 Gambaran Perkembangan Infrastruktur Jalan Pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara
Infrastruktur jalan adalah prasarana transportasi darat menurut status jalan yaitu jalan provinsi dan jalan kabupaten untuk memperlancar akses transportasi antarprovinsi dengan kabupaten/kota dan antarkabupaten dengan kecamatan per kabupaten/kota. Sistem jalan yang baik akan memberikan keunggulan bagi suatu daerah untuk bersaing secara kompetitif dalam memasarkan hasil produknya, mengembangkan industri, mendistribusikan populasi serta meningkatkan pendapatan.
Untuk melihat tingkat kelancaran akses transportasi tersebut dengan cara menganalisis panjang jalan masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2015-2019.
70
Tabel 4.5 Infrastruktur Jalan Menurut Status Jalan Provinsi dan Kabupaten (km) di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015-2019
Kabupaten/Kota 2015 2016 2017 2018 2019
Nias 871,74 773,236 773,26 720,98 720,98
Mandailing Natal 2006,72 2007,17 2007,17 2021,69 2021,69 Tapanuli Selatan 1274,11 1340,817 1306,82 1308,77 1308,77 Tapanuli Tengah 782,31 771,77 771,77 779,07 779,07 Tapanuli Utara 1311,01 1411,818 1411,82 1273,31 1273,31 Toba Samosir 1253,72 914,006 914,01 938,78 938,78 LabuhanBatu 1134,61 1029,279 948,48 947,58 947,58
Asahan 1524,64 1469,949 1600,16 1652,69 1652,69
Simalungun 2407,09 2012,864 2012,86 2023,54 2023,54
Dairi 1415,5 1661,131 1661,13 1689,98 1689,98
Karo 1253,65 1252.685 1252,69 1287,95 1287,95
Deli Serdang 3220,36 3791,23 3791,23 3817,58 3817,58
Langkat 1563,03 1713,081 1713,09 1725,9 1725,9
Nias Selatan 871,9 1002.816 1007,82 901,08 901,08 HumbangHasundutan 1096,8 1213,889 1028,89 1054,34 1054,34 Pakpak Bharat 632,44 692,267 692,26 680,93 680,93
Samosir 344,5 918,61 918,61 771,21 771,21
SerdangBedagai 1552,24 1548,573 953,17 1039,27 1039,27
Batu Bara 543,59 674,374 674,37 694,73 694,73
Padang Lawas Utara 1367,31 1548,829 1395,71 1319,31 1319,31 Padang Lawas 1521,1 1269,595 1268,42 1265,52 1265,52 LabuhanBatuUtara 1097,94 940,89 1057,34 1057,34 1057,54 Nias Utara 867,36 1106,186 1182,01 1089,9 1089,9
Nias Barat 631,76 673,807 723,72 724,69 724,69
Sibolga 55,05 56,04 56,04 60,1 60,1
TanjungBalai 334,97 357,095 362,69 368,25 368,25 PematangSiantar 371,09 377,7 377,7 418,59 418,59 Tebing Tinggi 221,85 228,581 228,58 230,02 230,02
Medan 2991,58 3052,062 3314,16 3317,05 3317,05
Binjai 359,58 457,162 362,19 369,63 369,63
Padang Sidempuan 506 507,518 507,51 507,2 507,2
Gunungsitoli 548,54 517,56 497,61 503,97 503,97
Total 35.934,10 36.613,2 37.292,5 35.461 36.561,2 Sumber: BPS Sumut dalam angka
Tabel 4.5 menunjukkan bahwa panjang jalan masing-masing kabupaten/kota memiliki perbedaan. Panjang jalan untuk 24 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara cenderung berfluktuasi setiap tahunnya. Berbeda dengan 8 kabupaten/kota
yaitu Kabupaten Simalungun, Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo, Kabupaten Langkat, Kota Tanjung Balai, Kota Pematang Siantar, Kota Tebing Tinggi dan Kota Medan cenderung mengalami kenaikan dan stagnan setiap tahunnya. Panjang jalan masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara dari tahun 2015-2019.
Pada tahun 2019 Kabupaten Deli Serdang merupakan daerah yang memiliki panjang jalan terluas yaitu 3.817,58 km diikuti dengan Kota Medan yaitu 3.317,05 km sedangkan daerah yang yang memiliki panjang jalan terendah yaitu Kabupaten Sibolga yaitu 60,01 km.
4.3.2 Gambaran Perkembangan Infrastruktur Kesehatan pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara
Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat dicapai melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Untuk itu salah satu kebijakan pembangunan bidang kesehatan adalah penyediaan infrastruktur kesehatan.
Infrastruktur kesehatan adalah sarana kesehatan yang meliputi jumlah rumah sakit, puskesmas dan puskesmas pembantu masing-masing kabupaten/kota untuk meningkatkan mutu kesehatan yang menjangkau seluruh masyarakat. Tingginya infrastruktur kesehatan suatu daerah akan membuat penduduk di daerah tersebut dapat mengakses pelayanan kesehatan yang baik ketika membutuhkan.
Pengembangan infrastruktur kesehatan baik secara kuantitas maupun kualitas, akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) akan meningkat juga. Untuk melihat bagaimana peningkatan mutu pendidikan dengan cara menganalisis jumlah sarana kesehatan masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2015-2019.
72
Tabel 4.6 Jumlah Sarana Kesehatan Kabupaten/Kota (Unit) di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015-2019
Sumber: BPS, Sumut dalam angka
Tabel 4.6 menunjukkan pada tahun 2015-2019 alokasi jumlah sarana kesehatan masing-masing kabupaten/kota memiliki perbedaan. Sebanyak 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara mengalami fluktuasi, 2 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Gunungsitoli mengalami stagnan, 6 kabupaten yaitu Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Asahan, Kabupaten Dairi, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Padang Lawas mengalami kenaikan dan 5 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Nias Selatan, Kota Sibolga, Kota Tanjung Balai, Kota Padang Sidempuan mengalami penurunan. Pada tahun 2019 jumlah sarana kesehatan yang terbanyak adalah Kabupaten Simalungun yaitu 214 unit diikuti Kabupaten Karo yaitu 207 unit. Sedangkan sarana kesehatan terendah adalah Kota Sibolga yaitu 20 unit diikuti dengan Kota Tanjung Balai yaitu 21 unit.
4.3.3 Gambaran Perkembangan Pengeluaran Pemerintah Sektor Infrastruktur pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara
Pengeluaran untuk pembangunan fasilitas infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang berasal dari pembagian anggaran dari APBD yang dialokasikan untuk perbaikan dan pembangunan infrastruktur guna peningkatan pelayanan masyarakat. Pengeluaran pemerintah daerah terutama untuk infrastruktur ekonomi dan sosial akan menjadi stimulator yang akan memberikan dampak yang lebih baik dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Untuk melihat kuantitas penyediaan infrastruktur dengan menganalisis pengeluaran pemerintah sektor infrastruktur di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2015-2019.
74
Tabel 4.7 Pengeluaran Pemerintah Sektor Infrastruktur (Milyar Rupiah) di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015-2019
Kabupaten/Kota 2015 2016 2017 2018 2019
Nias 142.520 170.647 135.593 117.166 91.219
Mandailing Natal 130.174 182.994 181.594 117.053 122.440 Tapanuli Selatan 257.046 292.263 247.402 319.655 378.018 Tapanuli Tengah 140.900 125.351 144.919 130.760 157.154 Tapanuli Utara 159.719 163.061 113.074 147.610 134.034 Toba Samosir 109.997 133.386 200.023 152.199 120.095 Labuhan Batu 129.047 242.416 237.953 99.818 167.141
Asahan 164.135 188.255 308.908 233.136 241.005
Simalungun 159.092 243.001 302.144 344.485 358.133
Dairi 115.954 151.939 198.880 154.912 157.007
Karo 256.424 256.424 151.570 190.284 159.311
Deli Serdang 410.473 541.076 677.330 601.795 635.975
Langkat 424.082 473.198 555.815 336.122 265.125
Nias Selatan 168.205 108.471 153.935 183.194 196.830 Humbang Hasundutan 82.704 95.720 157.343 121.433 128.747
Pakpak Bharat 99.050 96.940 82.476 80.471 110.975
Samosir 106.661 175.427 197.918 151.401 141.073
Serdang Bedagai 143.537 249.241 207.462 306.567 260.802
Batu Bara 170.645 299.376 167.116 217.835 168.437
Padang Lawas Utara 132.525 243.312 279.887 170.500 184.833 Padang Lawas 207.214 176.360 200.623 178.785 187.139 Labuhan Batu Utara 152.490 152.490 137.923 137.923 171.241
Nias Utara 145.839 161.862 196.952 131.133 147.249
Nias Barat 121.904 110.534 163.569 189.001 108.478
Sibolga 61.016 110.24 76.528 79.296 58.584
Tanjung Balai 57.498 103.322 107.093 126.062 91.248 Pematang Siantar 170.581 223.858 288.186 306.951 223.024 Tebing Tinggi 103.700 112.683 98.440 150.189 82.246 Medan 869.705 880.490 1.111.691 786.426 973.484
Binjai 113.595 146.420 131.166 162.415 115.001
Padang Sidempuan 75.627 125.481 123.074 71.953 82.683 Gunungsitoli 126.762 215.533 198.287 134.634 132.125 Total 5.708.821 6.951.769 6.423.183 6.631.164 6.550.856
Sumber: BPKAD Sumut
Tabel 4.7 menunjukkan pada tahun 2015-2019 jumlah pengeluaran pemerintah sektor infrastruktur mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Jumlah pengeluaran pemerintah sektor infrastruktur terbesar adalah tahun 2017 sebesar 6,9 triliun milyar dan terendah adalah tahun 2015 sebesar 5,7 triliun rupiah. Berdasarkan kabupaten/kota pengeluaran sektor infrastruktur pada tahun 2015-2019 mengalami fluktuasi kecuali Kecuali Kabupaten Simalungun mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada tahun 2015-2019 pengeluaran terbesar adalah Kota Medan diikuti dengan Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat. Sedangkan pengeluaran pemerintah sektor infrastruktur terendah adalah Kota Sibolga.
4.3.4 Gambaran Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara
Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan di suatu perekonomian. Kesejahteraan dan kemajuan suatu perekonomian ditentukan oleh besarnya pertumbuhan ekonomi yang ditunjukkan oleh perubahan output nasional masing-masing kabupaten/kota. Dalam penelitian ini menggunakan laju PDRB atas dasar harga konstan untuk melihat sejauh mana peningkatan pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di provinsi Sumatera Utara.
Pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian dapat menghasilkan pertambahan pendapatan ataupun kesejahteraan masyarakat pada periode tertentu. Berikut disajikan realisasi pencapaian pertumbuhan ekonomi pada kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara dari tahun 2015-2019.
76
Sumber: BPS, Sumut dalam angka
Grafik 4.4 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015-2019 (Persen)
Grafik 4.4 menunjukkan perkembangan pertumbuhan ekonomi pada kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara dari tahun 2015-2019 cenderung berfluktuasi. Hal ini dapat dilihat dari adanya proses kenaikan dan penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya. Terdapat perbedaan dalam pencapaian
5.04
pertumbuhan ekonomi pada masing-masing daerah di Provinsi Sumatera Utara. Adapun daerah yang mempunyai rata-rata tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi selama periode 2015-2019 adalah Kota Medan yaitu 5,93%, diikuti Kabupaten Mandailing Natal yaitu mencapai 5,91%. Sedangkan daerah yang mempunyai rata-rata tingkat pertumbuhan ekonomi terendah selama periode 2015-2019 adalah Kabupaten Batu Bara yaitu 4,11%.
4.4 Pengujian Hasil Persamaan Regresi