• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.1. Sejarah dan Perkembangan UMK Bina Apiari Indonesia

UMK Bina Apiari Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dibidang agribisnis yang berada pada subsistem hulu dan juga subsistem hilir. Tempat usahanya berada di Jl. Pertanian III No.84, RT.12/RW.04, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 12520.

Usaha dari Bina Apiari termasuk kedalam usaha yang mandiri. Mulai dari mengelola peternakan lebah sendiri, packing, sampai dengan pemasaran. Bina Apiari Indonesia mulai masuk dunia perlebahan pada tahun 1980 yang berawal dari pendiri Bina Apiari Indonesia yaitu Bapak Bambang Soekartiko yang bekerja untuk Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan bertugas di hutan Telawa, Jawa Tengah. Awalnya beliau tertarik membantu masyarakat dalam memburu madu hutan liar. Tetapi setelah dipelajari, beliau berfikiran bahwa pemburuan madu hutan ini belum bisa menaikan taraf hidup pemburu, selain itu juga berpotensi merusak hutan. Oleh karena itu Bapak Bambang bersama Departemen Kehutanan dan Perhutani juga gerakan pramuka menggiatkan dan membina masyarakat desa sekitar hutan untuk membudidayakan lebah dengan cara yang benar agar dapat menaikan taraf hidup masyarakat dan juga tetap menjaga kelestarian hutan. Karena produksinya yang semakin tinggi dan melihat peluang bisnis yang besar, maka ditahun 1980an sampai sekarang Bina Apiari Indonesia mulai membisniskan madu. Pada tahun

67 2000an UMK Bina Apiari ini mendapat gelar “perintis perlebahan Indonesia” dari mentri kehutanan RI.

UMK Bina Apiari Indonesia memiliki tempat produksi di Jawa Tengah dimana lebah madu milik perusahaan akan di gembalakan di hutan sesuai dengan ketentuan perusahaan, dimana perusahaan telah menentukan tempat yang tepat untuk menaruh lebah misalnya dihutan kapuk randu, atau perkebunan kopi, kaliandra, dll. Madu hasil panen kemudian di bawa ke jakarta untuk dikemas dan dipasarkan.

Produk Bina Apiari Indonesia sudah memiliki sertifikat halal MUI nomor:03120019680418, telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk madu (SNI.01-3545-2004) dengan No. 3104/LHU/Bd/LAK-BBIA/V/2007 dan juga memiliki sertifikat merek kementrian Hukum dan HAM No. IDM 000264614.

4.2. Visi & Misi UMK Bina Apiari Indonesia

Visi merupakan cita-cita atau impian atau tujuan masa depan yang ingin dicapai perusahaan. Visi dari UMK Bina Apiari adalah “Menjadi perusahaan perlebahan nasional terbaik yang mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia serta turut menjaga kelestarian alam”.

Misi adalah langkah-langkah atau tahapan-tahapan yang harus dilalui sebuah perusahaan untuk mencapai visi utama. Misi dari UMK Bina Apiari yaitu:

1. Menghasilkan produk-produk perlebahan yang berkualitas tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan

68 2. Terus membina dan berkolaborasi dengan peternak lebah dan pemburu

madu dari berbagai provinsi di Indonesia

3. Berperan aktif dalam kegiatan perlebahan nasional dan internasional 4. Memberikan pelayanan yang prima dan informatif bagi para konsumen 5. Menjalin kerjasama yang baik antara karyawan, supplier, agen dan

konsumen.

4.3. Struktur Organisasi UMK Bina Apiari Indonesia

Struktur organisasi Bina Apiari memiliki beberapa bagian. Yang pertama adalah jabatan tertinggi perusahaan yaitu direktur perusahaan yang di tempati oleh pemilik perusahaan Ibu Dianita Kusumawardhani K. dalam menjalankan usahanya direktur dibantu oleh beberapa manajer yang terdiri dari manajer keuangan yang dijabat oleh Bapak Vilian Zulfikar, Manajer Marketing oleh Ibu Dianita, manajer produksi oleh Bapak Vilian Zulfikar dan Manajer Peternakan oleh Bapak Hardiyoto. Para manajer ini juga dibantu oleh para stafnya masing-masing, untuk lebih detailnya disajikan pada Gambar 6 berikut.

69 Gambar 6. Struktur Organisasi UMK Bina Apiari Indonesia

Jumlah karyawan Bina Apiari berjumlah 8 orang, yang terdiri dari 6 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Kesemuanya memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.

1. Direktur

Direktur merupakan jabatan tertinggi dalam perusahaan. Dimana direktur diduduki oleh pemilik perusahaan sendiri. Tanggung jawabnya yaitu Sebagai kordinator, pengambil keputusan, komunikator, pengelola dan eksekutor.

2. Staf Administrasi

Tugasnya yaitu menjawab telepon masuk, pencatatan data penjualan perusahaan, membuat laporan, menyapa dan menanggapi klien.

Direktur Dianita Kusumawardhani K. Staf Administrasi Manajer Produksi Vilian Zulfikar Manajer Marketing Dianita Kusumawardhani K Manajer Keuangan Vilian Zulfikar Manajer Peternakan Hardiyoto Staf Marketing

Dinda Roudhotul J. Peternakan Supervisor Kariyono Staf Produksi Budiyono & Sudaryanto Staf Peternakan Romadhon

70 3. Manajer Keuangan

Tugasnya yaitu mengelola keuangan perusahaan seperti pencatatan keluar masuknya keungan perusahaan yang nantinya dijadikan laporan kepada direktur.

4. Manajer Marketing

Tugasnya mengelola pemasaran produk dari perusahaan. Tugasnya dibantu oleh staf marketing untuk memaksimalkan penjualan dengan tujuan target penjualan perusahaan dapat tercapai.

5. Manajer Produksi

Tugasnya mengelola produk yang diterima dari divisi peternakan. Seperti packing madu, sehingga tampilannya lebih bagus dan menarik perhatian

konsumen. Tugasnya dibantu oleh staf produksi. 6. Manajer Peternakan

Tugasnya yaitu membudidaya lebah madu sehingga lebah dapat berproduksi madu secara optimal dan berkualitas bagus. Tugasnya dibantu oleh supervisor peternakan dan staf peternakan.

4.4. Pengelolaan dan Alur Proses Usaha UMK Bina Apiari Indonesia Proses usaha madu bina apiari dimulai dari on farm sampai ke off farm. Mulai dari ternak lebah sendiri, panen, packing sampai pemasaran. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 7 berikut:

71 Gambar 7. Alur Proses Usaha UMK Bina Apiari Indonesia.

Bina Apiari memiliki peternakan sendiri dalam produksi madunya yang dikelola dengan sistem modern. Letak peternakannya berada di Jawa Tengah daerah Magelang dan sekitarnya. Hasil dari peternakan lebah ini yang nantinya dijual dan diberi brand dengan nama Madu Bina Apiari. Dalam mengelola kebutuhan bahan bakunya, terkadang bila musim penghujan datang dan produksi yang dihasilkan sedikit, Bina Apiari memasok tambahan madu dari kelompok ternak jawa tengah cluster magelang untuk memenuhi kebutuhan stok madunya. Hal ini dilakukan mengingat ketersediaan stok madu sangatlah penting dalam rangka pemenuhan kebutuhan konsumen.

UMK Bina Apiari juga memasok madu hutan dari koperasi lebah hutan riau. Madu hutan ini adalah madu yang berasal dari lebah madu liar yang biasanya dipanen di hutan oleh pemburu madu. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan konsumen akan madu hutan, ditambah UMK Bina Apiari hanya melakukan produksi madu dengan cara dibudidaya atau diternak. Untuk memnuhi kebutuhan permintaan propolis, madu bina apiari memasok propolis trigona dari kelompok remaja peternak lebah trigona barabai, kalimantan selatan.

Peternakan lebah madu Bina Apiari Peternakan lebah kelompok peternak Pengiriman ke jakarta packing Pengecekan, pengolahan dan persiapan pengiriman Pengiriman ke konsumen

72 Madu yang telah dipanen, terlebih dahulu dilakukan pengolahan, pengecekan, dan dipersiapkan untuk pengiriman ke Jakarta dengan menempatkan madu pada drum-drum besar. Pengecekan ini dilakukan pada madu yang diperoleh dari kelompok ternak dalam rangka memastikan keaslian madu. setelah tiba di Jakarta, dilakukanlah packing. Kegiatan packing meliputi menempatkan madu pada kemasan yang telah disediakan dengan ukuran volume yang telah ditentukan, pemberian label dan informasi kemasan serta finishing touch yaitu pengecekan kembali sebelum madu di jual ke konsumen.

4.5. Pemasaran UMK Bina Apiari Indonesia

UMK Bina Apiari memiliki penawaran produk jenis madu seperti madu bee bread bina apiari, madu 3 in 1, madu executive bina apiari, madu hitam bina

apiari, madu hutan pahit, madu hutan super, madu kaliandra, madu kapuk randu, madu kayu manis, madu kopi, madu multiflora, madu super, pollen ganula, pollen kapsul, propolis trigonesia, propolis cair, propolis kapsul, propolis madu, royal jelly, dan tetes mata. Pemasaran yang dilakukan UMK Bina Apiari

Indonesia sudah tersebar ke seluruh Indonesia. Dari mulai Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi sampai Papua. Akan tetapi penjualan sekarang didominasi di Pulau Jawa khususnya daerah DKI Jakarta dan sekitarnya. Target konsumen Bina Apiari adalah semua kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua kisaran umur 5 -65 tahun dengan jenis kelamin pria dan wanita.

Sistem pemasaran Madu Bina Apiari mempunyai beberapa line. Yang pertama konsumen dapat membeli Madu Bina Apiari langsung di gerai Bina Apiari yang berada di Jl. Pertanian III No.84, RT.12/RW.04, Ps. Minggu, Kota

73 Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520 atau dengan cara pesan lewat pesan chat whatsapp dengan pihak perusahaan. Kemudian konsumen dapat membelinya secara online melalui beberapa aplikasi jual beli online seperti lazada, shopee, dll. Kemudian konsumen dapat membeli Madu Bina Apiari di agen yang telah tersebar diseluruh Indonesia.

BAB V

Dokumen terkait