• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1. Karakteristik Umum Konsumen

5.1.1 Jenis Kelamin

Berdasarkan hasil survei, persentase konsumen yang berjenis kelamin Laki-laki berjumlah 31 orang dengan persentase 31%. Sedangkan konsumen perempuan lebih dominan yaitu berjumlah 69 orang dengan persentase 69%. Hasil ini sejalan dengan banyaknya manfaat yang diberikan madu ketika dikonsumsi oleh perempuan. Selain manfaat kesehatan, madu juga dapat meningkatkan kesuburan perempuan. sebagai seorang wanita tentunya kesuburan adalah hal yang sangat penting bagi masa depan perempuan, karena kesuburan ini salah satu faktor kebahagiaan dalam suatu keluarga.

Manfaat madu bagi perempuan juga membantu menjaga kesehatan kehamilan bagi perempuan yang hamil. Seorang perempuan yang sedang hamil tentunya membutuhkan lebih banyak asupan gizi untuk menjaga kesehatan dirinya sendiri dan juga bayi yang sedang dikandung karena pada dasarnya orang

75 yang sedang hamil terdapat 2 nyawa dalam satu badan. Selain itu, madu juga dapat mencegah kanker organ reproduksi, dan mengurangi keputihan pada perempuan. Manfaat ini juga tentunya sangat penting bagi seorang perempuan. Seorang perempuan yang sadar dengan manfaat yang diberikan madu akan gemar mengkonsumsi madu. Selain itu dalam urusan keluarga biasanya perempuan lebih banyak berperan dalam hal keputusan pembelian produk untuk kepentingan rumah tangganya. Akan tetapi manfaat madu ini tidak kalah besarnya untuk seorang laki-laki. Laki-laki membutuhkan stamina yang besar dalam bekerja, madu adalah sumber stamina dan vitamin yang sangat bagus untuk memenuhi kebutuhan seorang laki-laki. Dan masih banyak lagi manfaat yang diberikan madu untuk laki-laki.

Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan perusahaan untuk melakukan penjualan dengan promosi yang menitikberatkan kepada perempuan, karena pangsa pasar unggulannya adalah perempuan. Bila target promosi tercapai akan berdampak pada kenaikan penjualan. Data karakteristik konsumen berdasarkan jenis kelamin disajikan pada Tabel 12.

Tabel 12. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah (Orang) Persentase (%)

1 Laki-laki 31 31%

2 Perempuan 69 69%

Jumlah 100 100%

Sumber: Data Primer (Diolah)(2020)

5.1.2 Usia

Sebagian besar konsumen yang mengkonsumsi Madu Bina Apiari adalah orang dewasa dimana sebanyak 42% orang dengan rentang usia 35-44 Tahun, kemudian sebanyak 24 persen dengan rentang usia 45-54 tahun, 23% dengan

76 rentang usia 25-34 tahun, 7% dengan rentang usia 55-64 tahun, dan persentase terkecil sebanyak 4% dengan rentang usia 17-24 tahun.

Berdasarkan hasil survei tersebut dapat disimpulkan bahwa orang dewasa lebih suka mengkonsumsi Madu Bina Apiari. Mereka lebih sadar bahwa mengkonsumsi makanan yang sehat dan alami seperti madu dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat dimasa sekarang dan juga masa yang akan datang atau masa tuanya nanti. Dibanding dengan anak muda yang mayoritas hanya mementingkan kelezatan dan gaya hidup modern tanpa memandang mana makanan yang bagus dan tidak bagus untuk kesehatan.

Orang yang berada direntang usia 35-44 tahun rata-rata sudah berkeluarga dan mapan, sehingga pola konsumsinya dapat difikirkan oleh dua orang yaitu suami dan istri sehingga lebih terencana dan matang dalam mengkonsumsi sebuah produk. Mapan disini diartikan mampu untuk membeli dan mengkonsumsi madu. Selain itu orang dewasa juga lebih banyak membutuhkan energi untuk produktifitas kerja, sehingga mengkonsumsi madu untuk memenuhi kebutuhan energi adalah salah satu cara yang cocok dilakukan. Untuk lebih jelasnya disajikan pada Tabel 13.

Tabel 13. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Usia

No Usia Jumlah (Orang) Persentase (%)

1 17-24 Tahun 4 4%

2 25-34 Tahun 23 23%

3 35-44 Tahun 42 42%

4 45-54 Tahun 24 24%

5 55-64 Tahun 7 7%

77 5.1.3 Status Pernikahan

Hasil survei menunjukan bahwa konsumen Madu Bina Apiari didominasi oleh orang yang sudah menikah sebanyak 82%, kemudian 15% konsumen masih lajang, dan 3% konsumen berstatus janda. Orang-orang yang sudah menikah lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu ataupun membeli suatu produk, hal ini dikarenakan muncul pengaruh dari pasangan hidupnya atau bahkan keluarganya.

Orang yang sudah menikah akan lebih terencana dalam menentukan pola konsumsinya. Pola hidup sehat akan menjurus kepada makanan yang sehat juga, makanan organik tanpa zat-zat pencampur sehingga sangat bagus untuk dikonsumsi. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan pengaruh utama pada sikap dan perilaku individu.

Tabel 14. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Status Pernikahan

No Status Pernikahan Jumlah (Orang) Persentase (%)

1 Janda 3 3%

2 Lajang 15 15%

3 Menikah 82 82%

Sumber: Data Primer (Diolah)(2020)

5.1.4 Agama

Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas konsumen Madu Bina Apiari adalah orang yang beragama islam sebanyak 93%. Sebanyak 6% untuk konsumen yang beragama kristen dan 1% untuk orang yang beragama Budha. Hasil ini menunjukan bahwa orang islam mendominasi dalam mengkonsumsi madu.

Banyaknya orang islam yang mengkonsumsi Madu Bina Apiari sehingga menjadi mayoritas konsumen Bina Apiari, hal ini dikarenakan di Indonesia

78 sendiri mayoritas penduduknya beragama islam, sehingga kuisioner yang disebar juga kebanyakan di isi oleh orang islam dan tentu hal ini mempengaruhi hasil penelitian yang mengatakan 93% konsumen Madu Bina Apiari adalah orang islam.

Tabel 15. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Agama

No Agama Jumlah (orang) Persentase (%)

1 Budha 1 1%

2 Islam 93 93%

3 Kristen 6 6%

Sumber: Data Primer (Diolah)(2020)

5.1.5 Domisili

Hasil penelitian menurut karakteristik konsumen berdasarkan domisili menunjukan bahwa persentase terbesar adalah konsumen yang berdomisili di Jakarta sebanyak 50%. Sebanyak 37% konsumen yang berdomisli di Jawa Barat yang mencakup daerah Bekasi, Bogor, Depok, Bandung, dll. Kemudian sebanyak 8% konsumen berasal dari Banten yang meliputi Tangerang Selatan, Serang, Pandeglang, dan lain-lain. Sebanyak 3% berasal dari luar Pulau Jawa meliputi Bali, Nusa Tenggara, Sumatera. Sebanyak 1 % dari Jawa Tengah dan 1% juga dari Yogyakarta.

Hasil ini menunjukan bahwa Madu Bina Apiari didominasi oleh konsumen yang berasal dari JABODETABEK. Letak gerai Madu Bina Apiari yang berada di Jakarta menyebabkan konsumen yang berdomisili Jakartalah yang mendominasinya. Hal ini dapat dijadikan sebagai strategi pemasaran perusahaan baik memberikan promosi lebih kepada orang-orang Jakarta atau yang strateGi lainnya yang menargetkan masyarakat jakarta sebagai objeknya.

79 Cara ini dapat dilakukan karena jarak antara tempat tinggal dengan lokasi penjualan sangat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Tabel 16. Karakteristik Konsumen Berdasarkan Domisili

No Domisili Jumlah (orang) Persentase (%)

1 Jakarta 50 50% 2 Jawa Barat 37 37% 3 DIY 1 1% 4 Jawa Tengah 1 1% 5 Luar Jawa 3 3% 6 Banten 8 8%

Sumber: Data Primer (Diolah)(2020)

Dokumen terkait