HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Gambaran Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu
Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu beralamat di jalan Lintas Barat Pekon Fajar Agung Barat kec. Pringsewu 35373. Berdasarkan SK menteri Kesehatan Republik Indonesia tahun 1995 nomor 106/Menkes/SK/I/1995 Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu termasuk dalam kategori Rumah Sakit tipe C. Manajemen Rumah Sakit terus berusaha untuk menigkatkan cakupan dan kualitas pelayanan serta kepuasan pelayanan melalui pengembangan organisasi, peningkatan sumber daya manusia, pengembangan sarana dan prasarana pelayanan serta dengan peningkatan pola pengelolaan keuangan yang sehat dapat menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu sebagai institusi pemerintah yang profesional dan akuntabel.
STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung Dalam upaya mengembangkan organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu memiliki visi, yaitu: “Terwujudnya Pelayanan Prima di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu”. Dan sebagai pendukung dari visi yang akan diraih maka Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu memiliki misi, yaitu:”Memberi Pelayanan Kesehatan yang Prima dan Berkualitas” dimana filosofi dari Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu adalah “Anda Sehat dan Puas Kami Bahagia”. Sementara itu tujuan yang ingin dicapai oleh Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu adalah “Terselenggarakannya pelayanan Rumah Sakit yang mudah, ramah, dan menyenangkan pelanggan, sumber daya manusia yang kompeten, dan terbentuknya tatanan rumah sakit yang bersih”. Jenis pelayanan dan fasilitas penunjang yang diberikan Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu diantaranya Unit Gawat Darurat, ICU, Rawat Jalan, Rawat Inap, Laboratorium, Kamar Operasi, Instalasi Gizi, Fisioterapi, Radiologi, Unit Transfusi Darah. Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu mempunyai tenaga kesehatan sebanyak 14 Dokter Umum, 19 Dokter Spesialis, 29 Bidan, dan 166 Perawat (Profil RSUD Pringsewu, 2015).
STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung
2. Pengkajian
Pada sub bab ini peneliti akan melakukan pengkajian kepada kedua subyek penelitian dengan mengumpulkan data dasar, data subjektif sesuai informasi yang akurat dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi Pasien. Di dapati saat pengkajian sebagai berikut :
Tabel 4.1 Identitas Pasien
Identitas Pasien Pasien 1 Pasien 2 I. Data dasar A. Identitas Pasien a Nama : b Usia : c Status perkawinan : d Jenis Kelamin : e Pekerjaan : f Agama: g Suku
h Bahasa yang digunakan: i Pendidikan: j Alamat : k Tanggal masuk: l Tanggal pengkajian : m Sumber biaya : n Diagnosa Medik : B. Sumber informasi a. Nama :
b. Hub dengan Pasien :
Ny. S 54 tahun Menikah perempuan IRT Islam Jawa Jawa/Indonesia SMP Karang Anyar 05-07-2018 06-06-2018 BPJS CKD Ny.N Anak Ny. D 45 tahun Menikah perempuan Petani Islam Jawa Jawa/Indonesia SD Waringinsari 18-07-2018 18-07-2018 BPJS CKD Ny.N Suami
Berdasarkan table 4.1 terdapat perbedaan usia, pekerjaan, pendidikan pada kedua Pasien, dimana usia Pasien 1 berumur 54 tahun dan Pasien 2 berusia 45 tahun, Pasien 1 dengan pekerjaan sebagai IRTdan Pasien 2 dengan pekerjaan Petani, Pasien 1 berpendidikan SMP dan Pasien 2 berpendidikan SD.
STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung Tabel 4.2 Riwayat Penyakit RIWAYAT PENYAKIT Pasien 1 Pasien 2 II. Riwayat Kesehatan a. Keluhan utama b. Riwayat kesehatan masuk rumah sakit c. Riwayat penyakit sekarang d. Riwayat kesehatan masa lalu e. Riwayat kesehatan keluarga Lemas
Pasien datang ke Rumah Sakit umum daerah Pringsewumelalui UGD, datang diantar oleh keluarganya menggunakan mobil ambulan pada tanggal 05-06-2018 pada pukul 16:00 WIB, dengan keluhan lemas, mual, susah BAK Di dapati Tanda-tanda vital (S: 36.7 C, N: 90x/menit, RR: 26x/menit, TD: 140/100 mmHg.)
Pada saat pengkajian pada tanggal 06-06-2018 pada pukul 10:00 WIB, Pasien mengatakan badannya lemas, Pasien mengatakan mual dan terkadang muntah, Pasien mengatakan kakinya bengkak, Pasien mengatakan susah BAK selama 3 hari.
Pasien mengatakan tidak mempunyai alergi makanan, Pasien mengatakan tidak pernah mengalami kecelakaan, Pasien mengatakan sebelumnya pernah di rawat di rumah sakit dengan penyakit diabetes militus. Pasien mengatakan di dalam anggota kelurganya ada yang memiliki riwayat penyakit diabetes militus dan hipertensi.
Nyeri abdomen
Pasien datang ke Rumah Sakit umum daerah Pringsewumelalui UGD, datang diantar oleh keluarganya menggunakan mobil ambulan pada tanggal 18-07-2017 pada pukul 14:00 WIB, dengan keluhan nyeri adomen, lemas, mual, BAK sedikit, perut membesar (acites), Di dapati Tanda-tanda vital (S: 36.0 C, N: 76x/menit, RR: 28x/menit, TD: 170/100 mmHg.)
Pada saat pengkajian pada tanggal 18-07-2018 pada pukul 14:00 WIB, Pasien mengatakan nyeri pada abdomen, Pasien mengatakan badannya lemas, Pasien mengatakan mual, Pasien mengatakan susah BAK, BAK sedikit.
Pasien mengatakan tidak memiliki alergi makanan, Pasien mengatakan tidak pernah mengalami kecelakaan, Pasien mengatakan sebelumnya mempunyai penyakit jantung.
Pasien mengatakan di dalam anggota keluarganya tidak ada yang memiliki riwayat penyakit keturunan.
Berdasarkan tabel 4.2 ditemukan perbedaan pada riwayat kesehatan masa lalu dan riwayat kesehatan keluarga pada Pasien 1 dan Pasien 2.
STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung Bagan 4.1
Genogram Pasien 1
Keterangan :
` : Laki-laki : menikah : tinggal satu rumah : Perempuan : keturunan X : Meninggal : Pasien Bagan 4.1 Genogram Pasien 2 Genogram Pasien 2 X X X X X × X X X X x X X Ny. S Ny. D
STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung eterangan :
` : Laki-laki : menikah : tinggal satu rumah
: Perempuan : keturunan X : Meninggal : Pasien
Berdasarkan gambar 4.1 Pasien 1 memiliki riwayat penyakit menurun dan Pasien 2 tidak memiliki riwayat penyakit menurun.
Tabel 4.3
Riwayat psikososial spiritual RIWAYAT PSIKOSOSIAL SPIRITUAL Pasien 1 Pasien 2 A. Psikologi 1. Konsep diri a. Gambaran diri b. Peran diri c. Harga diri d. Ideal diri e. Identitas diri 2. Kecemasan B. Sosial 1. Supportsystem
Pasien mengatakan bosan dengan penyakitnya karena Pasien tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Pasien mengatakan tidak tahu tentang penyakit yang di deritanya. Pasien selalu menanyakan tentang penyakitnya.
Pasien mengatakan dirinya berperan sebagai ibu bagi anak-anaknya.
Pasien mengatakan senang bergaul dengan sesama pasien. Pasien mengatakan ingin segera sembuh agar bisa beraktivitas kembali.
Pasien mengatakan mengetahui jelas nama lengkapnya dan identitas lainnya.
Pasien mengatakan merasa cemas akan penyakit yang dideritanya saat ini.
Pasien mengatakan saat sakit ini selalu mendapat dukungan baik dari pihak keluarga, kerabat, teman, saudara maupun tetangga tetangganya, hal
Pasien mengatakan bosan dengan penyakitnya karena Pasien tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Pasien mengatakan tidak tahu tentang penyakit yang di deritanya. Pasien selalu menanyakan tentang penyakitnya.
Pasien mengatakan dirinya berperan sebagai ibu bagi anak-anaknya.
Pasien mengatakan senang bergaul dengan sesama pasien. Pasien mengatakan ingin segera sembuh agar bisa beraktivitas kembali.
Pasien mengatakan mengetahui jelas nama lengkap nya dan identitas lainnya.
Pasien mengatakan merasa cemas akan penyakit yang dideritanya saat ini.
Pasien mengatakan saat sakit ini selalu mendapat dukungan baik dari pihak keluarga, kerabat, teman, saudara maupun tetangga tetangganya, hal
STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung RIWAYAT PSIKOSOSIAL SPIRITUAL Pasien 1 Pasien 2 2. Komunikasi C. Spiritual
tersebut terlihat saat Pasien sakit Pasien mengatakan mereka menjenguk Pasien.
Pasien mengatakan sebelum sakit komunikasi terjalin dengan baik antara anggota keluargannya, saat sakit ini Pasien hanya berkomunikasi seadanya karena kondisi Pasien yang sedang dirawat di rumah sakit
Pasien mengatakan sebelum sakit Pasien rajin mengikuti kegiatan kegiatan keagamaan seperti pengajian,dan sholat berjamaah di rumah, saat sakit ini aktifitas keagamaan Pasien hanya berada di rumah sakit.
tersebut terlihat saat Pasien sakit Pasien mengatakan mereka menjenguk Pasien.
Pasien mengatakan sebelum sakit komunikasi terjalin dengan baik antara anggota keluargannya, saat sakit ini Pasien hanya berkomunikasi seadanya karena kondisi Pasien yang sedang dirawat di rumah sakit
Pasien mengatakan sebelum sakit Pasien rajin mengikuti kegiatan kegiatan keagamaan seperti pengajian, sholat berjamaah ke masjid karena rumah Pasien dekat masjid, saat sakit ini aktifitas keagamaan Pasien hanya berada di rumah sakit.
Berdasarkan tabel 4.3 tidak ditemukan kesenjangan antara Pasien 1 dan Pasien 2.
Tabel 4.4 Lingkungan
LINGKUNGAN Pasien 1 Pasien 2
a. Rumah
b. Pekerjaan
Pasien mengatakan kondisi rumahnya bersih, tidak berdebu, Pasien mengatakan rumahnya disapu dua kali sehari, Pasien mengatakan rumahnya tidak dalam posisi bahaya seperti tanah longsor atau dekat jalan raya, dan terhindar dari polusi karena tidak dekat dengan pabrik atau pertambangan
Pasien mengatakan berkerjasebagai ibu rumah tangga, Pasien mengatakan bekerja terhindar dari polusi.
Pasien mengatakan kondisi rumahnya bersih, tidak berdebu, Pasien mengatakan rumahnya disapu setiap hari, Pasien mengatakan rumahnya tidak dalam posisi bahaya seperti tanah longsor atau dekat jalan raya, dan terhindar dari poli karena tidak dekat dengan pabrik atau pertambangan
Pasien mengatakan berkerja sebagai ibu rumah tangga, dan sebagai petani sayur. Pasien bekerja terhindar dari polusi.
STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung Pasien 2.
Tabel 4.5
Perubahan Pola Kebiasaan POLA KESEHATAN Pasien 1 Pasien 2 a. Pola Nutrisi b. Pola cairan dan elektrolit Sebelum sakit
Pasien mengatakan Pasien makan 3x/hari atau lebih (pagi, siang & malam), dengan makanan pokok nasi, sayuran, dan lauk pauk, Pasien selalu memnghabiskan porsi makanya, nafsu makan Pasien baik, Pasien menyukai semua makanan, Pasien tidak memiliki alergi terhadap makanan, BB 55 kg.
Saat sakit
Pasien mengatakan nafsu makannya berkurang, Pasien mengatakan mual dan terkadang muntah, Pasien makan bubur dari rumah sakit 3x/hari (pagi, siang, sore), Pasien mengatakan makannya tidak habis, Pasien hanya menghabiskan 3 sendok makan, Pasien mengatakan badannya lemas, Pasien mengalami perubahan berat badan saat sakit yaitu 7 kg. BB saat ini 48 kg.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan minum air putih 6-7 gelas/hari, dengan jumlah ±1200 cc, Saat sakit
Pasien mengatakan minum 2-4gelas/hari, dengan jumlah ± 800cc, Pasien terpasang infus RL 15 tetes /menit (1000cc), Pasien menerima transfusi darah 1 kantong (250cc). IWL = BB x 15 50 x 15 = 750 Input: minum+infus+transfusi 800+1000+250=2050cc Output: IWL+BAK 750+250=1000cc
Balance cairan: intake – output 2050 – 1000= +1050
Sebelum sakit
Pasien mengatakan Pasien makan 3x/hari atau lebih (pagi, siang & malam), dengan makanan pokok nasi, sayuran, dan lauk pauk, Pasien selalu memnghabiskan porsi makanya, nafsu makan Pasien baik, Pasien menyukai semua makanan, Pasien tidak memiliki alergi terhadap makanan, BB 50 kg. Saat sakit
Pasien mengatakan nafsu makannya berkurang, Pasien makan bubur dari rumah sakit 3x/hari (pagi, siang, sore), Pasien mengatakan makannya tidak habis, Pasien hanya menghabiskan 5 sendok makan, Pasien mengatakan mual, Pasien mengatakan badannya lemas, Pasien mengalami perubahan berat badan saat sakit yaitu 6 kg. BB saat ini 44 kg.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan minum air putih 6-7 gelas/hari, dengan jumlah ±1200 cc, Saat sakit
Pasien mengatakan minum air putih 2-3gelas/hari, dengan jumlah ± 750cc, Pasien tampak lemas, Pasien terpasang infus RL 15 tetes /menit (1500cc). IWL = BBx 15 47 x 15 = 705 Input: minum+infus 750+1500= 2250cc Output: IWL+BAK 705+300= 1050cc
Balance cairan: intake – output 2250 – 1050= + 1200cc
STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung POLA KESEHATAN Pasien 1 Pasien 2 c. Pola eliminasi (BAK/BAB) d. Pola tidur e. Pola personal hygiene Sebelum sakit
Pasien mengatakan Pasien BAK 4-6x/hari, dengan warna urine kuning jernih, dengan bau yang khas tidak ada keluhan saat BAK. Keluarga Pasien mengatakan biasa BAB 1-2 x/hari pada pagi hari dan sore hari, warna feses kuning konsistensi semi padat, bau khas, dan tidak ada keluhan saat BAB.
Saat sakit
Pasien BAK 4-5 x/hari ( 600cc/hari ), warna urine kuning jernih, bau khas, urine berbusa dan tidak ada keluhan saat BAK.. Pasien mengatakan selama sakit Pasien hanya BAB 1 kali, BAB normal dengan warna feses kuning dengan bau yang khas, tidak ada keluhan saat BAB.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan biasa tidur 1-2 jam pada siang hari dan 7 jam pada saat malam hari, Pasien tidak pernah mengalami kesulitan dalam tidur.
Saat sakit
Pasien mengatakan Pasien biasa tidur 1 jam pada siang hari dan 7 jam pada waktu malam hari, tidak ada masalah dalam kebutuhan istirahat tidur, hanya saja Pasien sering terbangun jika ada suara yang bising.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan Pasien biasa mandi 2 x/hari saat pagi dan sore hari dengan menggunakan sabun mandi dan shampo.
Saat sakit
Pasien mengatakan hanya di lap oleh keluarganya menggunakan air hangat 2 x/hari pada pagi dan sore hari, rambut Pasien tampak bersih dan kulit Pasien lengket karena banyak berkeringat.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan Pasien BAK 5x/hari, dengan warna urine kuning jernih, dengan bau yang khas tidak ada keluhan saat BAK. Keluarga Pasien mengatakan biasa BAB 1-2 x/hari pada pagi hari dan sore hari, warna feses kuning konsistensi semi padat, bau khas, dan tidak ada keluhan saat BAB.
Saat sakit
Pasien BAK 5-6 x/hari ( 900cc/hari ), warna urine kuning jernih, bau khas, urine berbusa dan tidak ada keluhan saat BAK.. Saat sakit keluargamengatakan selama sakit Pasien hanya BAB 1 kali. BAB normal dengan warna feses kuning dengan bau yang khas, tidak ada keluhan saat BAB.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan Pasien biasa tidur 1 jam pada siang hari dan 6-7 jam pada saat malam hari, Pasien tidak pernah mengalami kesulitan dalam tidur.
Saat sakit
Pasien mengatakan Pasien biasa tidur 2-3 jam pada siang hari dan 8 jam pada waktu malam hari, tidak ada masalah dalam kebutuhan istirahat tidur.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan Pasien biasa mandi 2 x/hari saat pagi dan sore hari dengan menggunakan sabun mandi dan shampo.
Saat sakit
Pasien mengatakan hanya di lap oleh keluarganya menggunakan air hangat 2 x/hari pada pagi dan sore hari, rambut Pasien tampak bersih dan kulit Pasien lengket karena banyak berkeringat.
STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung POLA KESEHATAN Pasien 1 Pasien 2 f. Pola aktivitas g. Pola kebiasaan yang mempengaru hi kesehatan Sebelum sakit
Pasien mengatakan aktivitas hariannya adalah sebagai ibu rumah tangga yang bekerja hanya mengurus rumah.
Saat sakit
Pasien mengatakan aktivitasnya terbatas karna Pasien mudah lelah dan lemas seperti berjalan ke kamar mandi.
Sebelum sakit
Sebelum sakit Pasien mengatakan Pasien tidak merokok dan, Pasien mengatakan tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol dan obat obatan.
Saat sakit
Sebelum sakit Pasien mengatakan Pasien tidak merokok dan, Pasien mengatakan tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol, Pasien minum obat sesuai terapi yang di berikan rumah sakit.
Sebelum sakit
Pasien mengatakan aktivitas hariannya adalah bercocok tanam sayuran di kebun belakang rumah. Saat sakit
Pasien mengatakan aktivitasnya terbatas karna Pasien mudah lelah dan lemas seperti berjalan ke kamar mandi.
Sebelum sakit
Sebelum sakit Pasien mengatakan Pasien tidak merokok dan, Pasien mengatakan tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol dan obat obatan.
Saat sakit
Sebelum sakit Pasien mengatakan Pasien tidak merokok dan, Pasien mengatakan tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol dan tidak ketergantungan obat.
Berdasarkan tabel 4.5. terdapat kesenjangan antara Pasien 1 dan Pasien 2 di bagian pola nutrisi, pola cairan, pola eliminasi (BAB&BAK), dan pola tidur.
Tabel 4.6 Pemeriksaan fisik
OBSERVASI Pasien 1 Pasien 2
a. Keadaan umum : 1. Tingkat kesadaran : 2. TD : 3. Nadi : 4. Respirasi : 5. Suhu : 6. Tinggi badan 7. Berat badan Composmentis (GCS : E: 4, V: 5, M: 6) 140/90mmHg 90x/menit 26x/menit 36ºC 150 cm 55 kg Composmentis (GCS : E: 4, V, 5, M: 6) 170/100mmHg 76x/menit 28x/menit 36,7ºC 167 cm 50 kg b. Pemeriksaan fisik
1. Sistem penglihatan Keadaan kedua mata Pasien simetris antara kanan dan kiri, tidak ada peradangan pada kelopak mata, pergerakan bola
Tidak ada peradangan pada kelopak mata, Keadaan kedua mata simetris antara kanan dan kiri, pergerakan bola mata
STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung
OBSERVASI Pasien 1 Pasien 2
2. Sistem pendengaran
3. Sistem wicara
4. Sistem pernafasan
5. Sistem kardiovaskuler
6. Sistem saraf pusat / Sistem neurologi
mata dengan depat mengikuti arah benda yang digerakkan didepan mata Pasien, konjungtivaanemis,
skleraanikterik, keadaan pupil mengecil saat terkena cahaya dan tidak ada tanda-tanda peradangan pada mata, Pasien memiliki keluhan pada penglihatan yaitu penglihatan kabur.
Keadaan telinga simetris antara kanan dan kiri, keadaan daun telinga bersih, tidak ada serumen dan cairan yang keluar dari telinga, dan tidak tidak ada tanda-tanda peradangan telinga.
Tidak ada gangguan dalam sistem wicara Pasien dapat berbicara dengan jelas
Saat dilakukan inspeksi didapatkan irama nafas teratur, respirasi: 26x/menit, pada pemeriksaan auskultasi, suara paruvasikuler, pada pemeriksaan palpasi tidak terdapat fraktur atau lesi atau nyeri tekan pada dinding dada, pemeriksaan taktil fermitus getaran positif pada anterior kan posterior kanan maupun kiri, saat dilakukan perkusi suara yang dihasilkan sonor.
1. Sirkulasi perifer
Nadi 90x/menit, tidak ada distensi vena jugularis, temperatur kulit hangat, tidak ada sianosis, CRT <3 detik.
2. Sirkulasi jantung
Kecepatan denyut apikal 90x/menit, irama teratur, tidak ada kelaianan jantung dan tidak ada nyeri dada.
Tingkat kesadaran
composmentis E: 4, V: 5, M: 6, reaksi pupil terhadap cahaya (+), tidak terdapat tanda-tanda peningkatan
dengan depat mengikuti arah benda yang digerakkan didepan mata Pasien, skleraanikterik, keadaan pupil mengecil saat terkena cahaya dan tidak ada tanda-tanda peradangan pada mata, konjungtivaanemis.
keadaan daun telinga bersih, tidak ada sirumen dan cairan yang keluar dari telinga, dan tidak tidak ada tanda-tanda peradangan telinga, Keadaan telinga simetris antara kanan dan kiri.
Tidak ada gangguan dalam sistem wicara Pasien dapat berbicara dengan jelas
Pemeriksaan inspeksi Keadaan hidung simetris kiri dan kanan, Pasien tidak sesak, RR 28x/menit, pada pemeriksaan auskultasi, suara paru vasikuler, pada pemeriksaan palpasi tidak terdapat fraktur atau lesi atau nyeri tekan pada dinding dada, pemeriksaan taktil fermitus getaran positif pada anterior kan posterior kanan maupun kiri, saat dilakukan perkusi suara yang dihasilkan sonor. 1. Sirkulasi perifer
Nadi 76x/menit, tidak ada distensi vena jugularis, temperatur kulit hangat, tidak ada sianosis, CRT <3 detik.
2. Sirkulasi jantung
Kecepatan denyut apikal 76x/menit, irama tidak teratur, terdapat suara tambahan saat di auskultasi.
Tingkat kesadaran
composmentis E: 4, V: 5, M: 6, reaksi pupil terhadap cahaya (+), tidak terdapat tanda-tanda peningkatan
STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung
OBSERVASI Pasien 1 Pasien 2
7. Sistem pencernaan 8. Sistem endokrin 9. Sitemurogenital 10. Sitemintegumen 11. Sisitemmuskulosekeletal 12. Sistem imunologi tekanan intrakranial, reflekpatela (+).
Bibir Pasien simetris antara atas dan bawah, mukosa bibir Pasien kering, lidah Pasien bersih, Pasien mengeluh kesulitan saat menelan, nafsu makan Pasien kurang baik. Nafas Pasien tidak berbauketon, tidak terdapat ganggreng, Pasien tidak mengalami tremor, dan tidak terdapat pembesaran thyroid. Keadaan genital Pasien tidak terkaji, tidak ada distensivisikaurinaria, pola berkemih sedikit, terdapat busa saat berkemih, Pasien tidakk terpasang kateter. Keadaan rambut Pasien bersih, rambut Pasien berwarna putih, kuku Pasien pendek dan bersih, turgor kulit elastis, warna kulit sawo matang, tidak terdapat luka pada daerah kulit, turgor kulit tidak elastis dan keriput karena proses penuaan.
Pasien mengalami kesulitan dalam pergerakan, karena Pasien memiliki riwayat stroke, tidak ada fraktur, tidak ada kelainan tulang dan sendi.
Pasien tidak alergi terhadap obat antibiotik yang diberikan, Pasien tidak mengalami pembesaran kelenjar getah bening, dan tidak ada alergi makanan.
tekanan intrakranial, reflekpatela (+).
Bibir Pasien simetris antara atas dan bawah, mukosa bibir Pasien terlihat lembab, lidah Pasien bersih, nafsu makan Pasien kurang baik.
Nafas Pasien tidak berbauketon, Pasien tidak mengalami tremor,tidak terdapat pembesaran thyroid, tidak terdapat ganggreng. Keadaan genital Pasien tidak terkaji, tidak ada distensivisikaurinaria, pola berkemih sedikit, terdapat busa saat berkemih, Pasien tidakk terpasang kateter. Keadaan rambut Pasien sedikit kotor, rambut Pasien beruban, kuku Pasien pendek dan bersih, turgor kulit elastis, warna kulit hitam, tidak terdapat luka pada daerah kulit, turgor kulit tidak elastis dan keriput karena proses penuaan.
Pasien mengalami kesulitan dalam pergerakan akibat pembesaran di abdomen (acites), tidak ada fraktur, tidak ada kelainan tulang dan sendi.
Pasien tidak mengalami pembesaran kelenjar getah bening, dan tidak ada alergi makanan, Pasien tidak alergi terhadap obat antibiotik yang diberikan.
Berdasarkan tabel 4.6 ditemukan kesenjangan pada Pasien 1 memiliki keluhan penglihatan kabur. Pasien 2 ditemukan sirkulasi jantung irama tidak teratur, terdapat suara tambahan saat di auskultasi, Pasien mengalami kesulitan dalam pergerakan akibat pembesaran di abdomen (acites).
STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung Tabel 4.7 Pemeriksaan Diagnostik PEMERIKSAAN HASIL PASIEN 1 HASIL PASIEN 2 NILAI RUJUKAN Hematologi a. Hemoglobin : b. Leukosit : c. Eritrosit : d. Hematokrit : e. Trombosit : f. MCV : g. MCH : h. MCHC : i. Hitung jenis 1. Basofil : 2. Esinofil : 3. Batang : 4. Segmen : 5. Limfosit : 6. Monosit : j. LED : Kimia a. Gula darah sewaktu b. Ureum c. Creatinine 8,9 10.000 4,4 38 366.000 69 21 31 0 0 0 50 7 10 3 169 56,76 3,96 9,0 10.600 4,9 47 174.000 96 31 32 0 1 2 65 27 6 2 126 63,79 7,18 L: 14,0 - 18,0 g/dl, P: 12,0 – 16,0 g/dl 4.800 – 10.800 /ul L: 4,7 – 6,1 juta/ul, P: 4,2 – 5,4 Juta/ul L: 4,2 – 5,2 P: 37 – 47 150.000 – 450.000 78 – 99 fl 27 – 31 pg 30 – 35 g/dl 0 – 1 2 – 4 3 – 5 50 – 70 25 – 40 2 – 8 0 – 10 mm/jam < 140 13 – 43 0,72 – 1,18 Tabel 4.8 Penatalaksanaan Penatalaksanaan Pasien 1
NAMA PENGOBATAN DOSIS CARA PEMBERIAN
Ranitidine Furosemid Asam folat 1amp/12 jam 1 amp/12 jam 400µgram/12 jam Intra Vena Intra Vena Oral Penatalaksanaan Pasien 2
NAMA PENGOBATAN DOSIS CARA PEMBERIAN
Ranitidine Furosemid Asam folat 1amp/12 jam 1 amp/12 jam 400µgram/12 jam Intra Vena Intra Vena Oral
STIKes Muhammadiyah Pringsewu Lampung
3. Analisa Data
Pada sub bab ini peneliti akan melakukan pengelompokan data-data yang diperoleh pada saat pengkajian dimana Pasien mengalami permasalahan kesehatan atau keperawatan. Setelah di lakukan pengkajian dan pengumpulan data senjang keterkaitan antara data untuk menunjang penentuan masalah keperawatan dari kedua subyek penelitian data yang diperoleh akan dianalisa sebagai berikut :
Tabel 4.9 Analisa data
DATA ETIOLOGI MASALAH
Pasien 1
DX.1
Data Subjektif:
1. Pasien mengatakan nafsu makannya berkurang,
2. Pasien mengatakan makannya tidak habis,
3. Pasien mengatakan badannya lemas,
4. Pasien mengatakan mual dan terkadang muntah
Data Objektif:
1. Pasien makan bubur dari rumah sakit 3x/hari (pagi, siang, sore),
2. Pasien hanya menghabiskan 3 sendok makan,
3. Pasien mengalami perubahan berat badan saat sakit yaitu 7 kg. BB sebelum sakit 55 kg saat ini 48 kg.
DX. 2
Data Subjektif: