• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

1. Gambaran Singkat

2. Tampilan atau user interface dan fasilitas dari masing-masing aplikasi. 3. Gambaran proses transaksi dari masing-masing aplikasi

4. Perkembangan dari masing-masing aplikasi.

Dalam memperoleh data sekunder, pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian adalah :

1. Dokumentasi

Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data dari website-website, majalah, atau buku-buku yang berkaitan dengan sistem pembayaran online berbasis mobile ataupun tentang objek yang diteliti. 2. Observasi

Menurut Hartono (2017), observasi adalah teknik atau pendekatan untuk mendapatkan data primer dengan cara mengamati langsung objek datanya. Pada penelitian ini, perlu adanya observasi yang dilakukan dengan terjun langsung melakukan transaksi pada outlet-outlet

yang sudah menerapkan system pembayaran online berbasis aplikasi seperti OVO, GoPay, dan LinkAja.

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan tahapan yang dilakukan oleh peneliti dalam melakukan penelitian untuk mendapatkan hasil dari pengumpulan data yang sudah dilakukan sebelumnya. Dalam melakukan teknik analisis data ini, peneliti membandingan dengan menggunakan PIECES.

Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti akan dirumuskan menjadi beberapa tahapan. Tahapan-tahapan tersebut sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan proses transaksi dari masing-masing aplikasi

Analisis tahap ini dilakukan dengan membuat deskripsi proses transaksi dari masing-masing aplikasi baik melalui mesin EDC ataupun non-mesin EDC. Lalu membuat skema mengenai proses transaksi tersebut dalam sebuah flowchart.

2. Menganalisis deskripsi tersebut ke metode PIECES

Analisis pada tahap ini dilakukan dengan melakukan review dari pendeskripsian proses transaksi masing-masing aplikasi, lalu menganalisisnya dengan mengacu pada indikator-indikator yang sudah diukur dengan parameter sebagai berikut:

a) Analisis Performance (Kinerja)

Kinerja adalah suatu kemampuan sistem dalam menyelesaikan tugas dengan cepat sehingga sasaran dapat segera tercapai. Kinerja diukur dengan jumlah produksi (throughput) dan waktu yang digunakan untuk menyesuaikan perpindahan pekerjaan

(respons time). Kinerja yang akan diukur pada penelitian ini adalah

kecepatan respon waktu yang dibutuhkan dari masing-masing aplikasi untuk melakukan pekerjaannya dan juga jumlah transaksi yang dapat dihasilkan dalam rentang waktu tertentu.

Parameter Analisis

Troughput Kemampuan setiap aplikasi dalam melakukan

proses transaksi selama waktu yang ditentukan. Kestabilan sinyal dan kelancaran sistem akan menjadi penentu seberapa baiknya aplikasi tersebut berjalan.

Respons time Waktu yang diperlukan untuk melakukan

scanning QR code, menerima dan melakukan

pembayaran. Lamanya waktu yang diperlukan oleh aplikasi akan memeberikan indikasi terhadap jumlah transaksi yang bisa dilakukan selama waktu tertentu

Tabel 1

b) Analisis Information (Informasi)

Informasi merupakan hal penting karena dengan informasi tersebut pihak manajemen (marketing) dan user dapat melakukan langkah selanjutnya. Analisis informasi yang dilakukan pada penelitian ini dengan melihat dari struk virtual yang dihasilkan oleh masing-masing aplikasi mengenai kelengkapan dan kejelasan informasi yang dihasilkan.

Parameter Analisis

Akurat Keakuratan dalam menampilkan hasil pembayaran berupa struk pembayaran elektronik. Semakin detail suatu sistem dalam memeberikan struk dapat mengindikasikan sistem tersebut bisa menghasilkan output yang baik.

Relevan Informasi yang diberikan dari satu output pembayaran serta kejelasan dari setiap detil informasi yang diberikan kepada penggunanya. Kelengkapan dan kejelasan suatu sistem dalam menampilkan struk akan mengindikasikan bahwa sistem tersebut sudah menghasilkan output yang baik, dan dapat dimengerti berbagai kalangan.

Tabel 2

c) Analisis Economy (Biaya)

Pemanfaatan biaya yang digunakan dari pemanfaatan informasi. Peningkatan terhadap kebutuhan ekonomis mempengaruhi pengendalian biaya dan peningkatan manfaat. Aspek ekonomi dapat dianalisis melalui besarnya biaya yang diperlukan pengguna yang menggunakan aplikasi tersebut, dilihat dari biaya untuk mengunduh dan menginstall aplikasi, besarnya ukuran file yang diperlukan oleh perangkat, dan biaya untuk pendaftaran bagi penjual yang ingin menjadi mitra.

Parameter Analisis

Biaya Biaya yang diperlukan bagi konsumen untuk mengunduh dan menginstall aplikasi dan bagi penjual untuk menjalin kerjasama dengan

platform, serta besar ukuran file untuk

mengunduh aplikasi. Rendah dan minimnya biaya yang perlu dikeluarkan jika ingin menggunakan aplikasi tersebut akan memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.

Tabel 3

Tabel Analisis Economy

d) Analisis Control (Pengendalian)

Analisis ini digunakan untuk membandingkan sistem yang dianalisa berdasarkan pada segi ketepatan waktu, kemudahan akses, dan ketelitian data yang diproses. Pengendalian pada penelitian ini

dilihat dari keamanan yang didapatkan oleh pengguna dalam menjaga akunnya dan melakukan transaksi.

Parameter Analisis Hak akses sistem

Keamanan user dalam menggunakan aplikasi dan system sangat penting terutama dalam menjaga privasi dan saldo dari user. Seberapa aman suatu sistem dapat digunakan oleh masyarakat jika terjadi peretasan atau kehilangan akun dari pengguna atau akun yang digunakan tanpa seijin penggunanya.

Tabel 4

Tabel Analisis Control

e) Analisis Efficiency (Efisiensi)

Efisiensi dibutuhkan dengan bagaimana sumber tersebut dapat digunakan secara optimal. Operasi pada suatu perusahaan dikatakan efisien atau tidak, biasanya didasarkan pada tugas dan tanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan. Pada penelitian ini, aspek efisiensi dilihat dari kemudahan pengguna dalam mengakses aplikasi serta melakukan pembayaran menggunakan aplikasi tersebut.

Parameter Analisis

Fleksibilitas User friendly kepada user dalam melakukan

transaksi dan penggunaan saldo dari akun pengguna. Kemudahan yang bisa dicapai oleh masyarakat tanpa harus belajar lebih untuk menggunakan aplikasi.

Operasional Kemudahan dan kenyamanan pengoperasian dari penggunaan alat-alat pembayaran seperti pengoperasian mesin EDC, kertas atau papan

scan QR code. Adanya alat pendukung yang

bisa digunakan oleh berbagai pihak yang menunjang terjadinya transaksi.

Tabel 5

Tabel Analisis Efficiency

f) Analisis Service (Pelayanan)

Peningkatan pelayanan memperlihatkan kategori yang beragam. Proyek yang dipilih merupakan peningkatan pelayanan yang lebih baik bagi manajemen (marketing), user dan bagian lain yang merupakan symbol kualitas dari suatu system informasi. Pelayanan yang diberikan oleh masing-masing aplikasi dapat dianalisis dengan melihat pada fasilitas yang diberikan oleh masing-masing aplikasi sebagai bentuk daya tarik untuk mendapatkan pelanggan.

Pelayanan Fasilitas atau hal-hal yang mendukung dalam meningkatkan pelayanan dari masing-masing aplikasi bagi penggunanya baik dari teknologi yang digunakan atau alat bantu lainnya dalam membantu proses transaksi.

Kegiatan promosi yang dilakukan untuk menarik pelanggan.

Tabel 6

Tabel Analisis Service

3. Menarik kesimpulan dari analisis

Setelah dilakukan analisis dan mendapatkan hasil, peneliti akan menarik kesimpulan berdasarkan hasil dari analisis yang telah dilakukan. Teknik analisis data ini nantinya akan menjadi gambaran bagi peneliti dalam merumuskan potensi dari 3 sistem pembayaran online berbasis

mobile yaitu OVO, GoPay, dan LinkAja. Kemudian hasil dari

perbandingan tersebut akan digunakan peneliti sebagai acuan dalam memberi kesimpulan terkait potensi dari ketiga aplikasi tersebut.

41 BAB IV

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

A. OVO

1. Gambaran singkat

PT. Visionet International atau OVO yang kita kenal saat ini mulai berdiri pada sekitaran bulan Oktober 2017. Kemunculan OVO menjadi salah satu sistem pembayaran online didasarkan pada kurangnya masyarakat Indonesia yang menggunakan smartphone mereka sebagai alat pambayaran yang efisien dan efektif, sehingga kesempatan itu yang digunakan oleh Adrian Suherman selaku Presiden Direktur dari OVO untuk menjadikan OVO sebagai salah satu alat pembayaran yang dapat menjadikan Indonesia lebih cashless.

OVO memutuskan untuk bergabung dengan Lippo Group dalam upaya memperluas pasarnya sekaligus mengenalkan kepada masyarakat Indonesia tentang cashless society dan alat pembayaran online berbasis mobile.

Dokumen terkait