DESKRIPSI DAN INTERPRETASI DATA PENELITIAN
4.3. Gambaran Umum Anak Punk
4.3.1 Awal Berkenalan Dan Masuk Menjadi Punk
Perkenalan adalah tahap awal yang biasa untuk seseorang mengenalkan dirinya kepada orang lain begitupun dengan komunitas punk, pilihan untuk menjadi bagian dari anggota punk bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh komunitas lain yang memiliki keahlian.
Seseorang yang ingin masuk menjadi punk memiliki tahap perkenalkan yang alamiah karena dorongan dari dirinya sendiri.
Setiap anggota komunitas punk memiliki pengalaman awal perkenalan untuk masuk sebagai punk dengan ketertarikan juga keinginan, tak hanya itu komunitas punk semakin bertambah dengan para anggotanya yang sudah lama turun ke jalan dan terbiasa hidup di gabung di sama orang-orang ini komunitas punk cuman orangnya beda sama yang sekarang sering gabung gabung duduk-duduk sambil istirahat….."
Hal yang sama diungkapkan oleh informan yang berinisial H.
“… awalnya sejak kecil aku tuh udah ngamen tapi nggak menyebutkan di jalan aksara masih di deket deket rumah aja di titik kuning terus mulai bosan aku kan pindah-pindah lagune angkot ke jalan tah mana-mana juanda sampai aksara terus kok aku jumpa sama orang ini kayaknya enak aja gitu kebetulan orang ini pun namin juga terus karena bbmnya pun pah deket jalan jadi berstatus tuh belajar belajar dari kawan-kawan terus tertarik jadi kuputuskan aja aku tinggal di sini sama kawan-kawan yang lainnya…..”
Hal yang sama juga diungkapkan oleh informan yang berinisial S.
"...rumahku kan di jalan serdang jadi nggak asing lah aku sama sama orang-orang yang ada di aksara ini dulu pun aku ngamen sejak masih sd kan masij kecil jadi ya udah, sementara ibuku nyuci kan jadi buruh cuci
bapakku jadi kuli bangunan ya udah aku bantuin cari uang dengan ngamen tapi abis itu udah nggak karena aku sekolah…..”
Begitu juga yang dikatakan oleh informan yang berinisial Z dengan ketertarikannya terhadap komunitas punk sebagai berikut:
"…awalnya kan dulu aku sekedar kumpul-kumpul aja ditegur terus cerita punya cerita kok nyambung pemikiran tentang makna punk inikan terus belajarlah aku buka buka internet searching searching itu sama pemikiran tentang sistem pemerintahan ini ya tan nggak adil karena aku tertarik suatu pemikiran restu pun aku suka bebas. dari situlah aku mulai bergabung dan suka juga aku sama lirik-lirik nya ya udahlah terakhir udah ku anggap lah kayak saudara orang ini semua. karena punk itu menolak sistem ketidakadilan dari pemerintah dengan adanya kapitalisme kak kami kau kau melemah kaum miskin, apalagi sedikitnya pekerjaan membuat kami berfikir kenapa nggak berkarya sendiri aja dan memiliki suara yang vokal dan sadar akan fakta di negara ini….."
Dari hasil wawancara yang dihasilkan, disimpulkan bahwa adanya rasa senasib dan ketertarikan menunjukkan bahwa rasa solidaritas itu tumbuh dan tumbuhnya rasa empati dan kenyamanan pada setiap anggota dari komunitas punk untuk mendorong dirinya bergabung dengan komunitas punk dengan menjunjung tinggi rasa solidaritas.
4.3.2 Mengenal Salah Satu Dari Anggota Komunitas
Memiliki teman adalah salah satu bentuk interaksi dan perkenalkan diri terhadap orang lain. Interaksi ini sudah alamiah terjadi ketika masih kecil hingga dewasa, biasanya anak akan berinteraksi sekaligus bersosialisasi. Hal ini yang terjadi terhadap beberapa anggota dari komunitas punk yang masuk menjadi pank karena faktor dorongan oleh teman sepermainan, dikutip dari hasil wawancara pada 2 April 2018 oleh informan yang berinisial A dirinya berpendapat bahwa:
"...waktu dulu ada kawanku laki-laki ngajak ke tempat keluarganya tapi aku malah dikenali sama anak-anak punk ping jupiter jalan kaget lakukan tapi aku gabung aja terus tuh nggak tahulah aku tentang pendidikan kukira cuman ya bang penampilan gaya sama uda itu aja nama-nama aku belajar kasih pemahaman kasih pengertian terus jatuh cinta aku sama komunitas punk terakhir aku ngerti sendiri ini yang dimaksud keluarga
sama kawanku di sini aku belajarnya menyablon terus memiliki keluarga barulah bisa dibilang gitu...”
hal yang berbeda diungkapkan oleh informan yang berinisial I.
"…aku udah nggak inget lagi dari awal aku masuk pokoknya aku udah tertarik aja gitu sama bang terus semenjak sering di aksara ini lama-kelamaan pedagang pedagang di sini pun percaya sama aku sampai sampai aku disuruh jaga dagangannya kalau malem dan sampai sekarang aku dipercaya juga toko toko sama pasar di sini semenjak Aksara terbakar banyak kali di sini yang buat toko lumayanlah jadi ada pekerjaanku selain ngamen atau nyablon….."
4.3.3 Perlunya Bergabung Dengan Komunitas Punk
Interaksi yang sering dilakukan oleh seseorang dapat menciptakan suatu kenyamanan terhadap suatu individu, hal ini menciptakan suatu kenyamanan dan rasa saling menyayangi.
Oleh karena itu pada komunitas punk para anggotanya tak sedikit yang merasa perlu bergabung dengan komunitas punk, Karen suatu individu sudah merasa nyaman dan telah menganggap komunitas nya sebagai keluarga. Berbeda dengan keluarga di rumah yang terdiri dari ibu bapak dan anak. Kenyamanan yang didapat karena individu merasa kesepian atau merasa kurang adanya perhatian dari orang tua ataupun keluarga di rumah maka dari itu individu itu mencari kenyamanan di luar rumah, seperti yang diungkapkan oleh salah satu informan yang berinisial A.
"... selama ini aku lebih nyaman tinggal bersama kawan-kawan (komunitas punk) karena ayah menikah lagi sejak aja kami udah nggak dapet kasih sayang dia lagi karenanya lebih sayang sama istri barunya daripada sama kami kami sementara sementara kami disuruh cari uang sendiri kanya dari kecil sudah m"... aku kayak gini karena aku mau cari kesenangan kalau orang tuaku nggak bisa kasih kesenangan aku bisa cari kesenangan di luar mungkin nya seperti inilah. sadar kalau uang nggak menjamin kebahagiaan karena pak uang selalu dikasih tapi orang tua tidak punya waktu untuk saya sementara kalau saya gabung sama teman-teman saya bisa ketahuan saya bisa berekspresi tidak seperti di rumah yang selalu disuruh belajar belajar dan belajar lama-lama saya suntuk senndiri….."
Hal yang sama diungkapkan oleh informan yang berinisial S yang berjenis kelamin perempuan.
Kurangnya kasih sayang dan pengawasan orang tua dapat menimbulkan faktor ketidaknyamanan untuk anak sehingga anak tersebut akan mencari kenyamanan dan mencari sesuatu yang membuatnya bahagia di luar rumah, menurut hasil wawancara perlunya bergabung dengan komunitas punk adalah sebagian dari rasa nyaman yang dirasakan oleh individu itu sendiri dan membandingkan dengan situasi yang ada di rumah atau di dalam keluarga, tidak hanya itu menurut individu itu sendiri sangat perlu bergabung dengan komunitas karena rasa bahagia dan kenyamanan tersendiri yang tidak didapat dari keluarga.
4.3.4 Lama Menjadi Punkers
Lama menjadi punk dapat memiliki suatu pengalaman yang cukup banyak untuk dibagikan kepada teman-teman yang akan bergabung dan teman-teman anggota komunitas punk, namun diminta sini janganlah egois tentang pengetahuan karena menurut mereka pengetahuan dapat digali dengan membaca, lamanya menjadi punk juga memperoleh banyak pengalaman tentang kehidupan jalanan visi misi serta berkenalan dengan komunitas punk di luar wilayah atau di kota-kota, seperti yang diungkapkan oleh informan berinisaial I.
"…lama menjadi punk udah pasti banyak pengalaman yang didapat yaitu tentang kehidupan yang dijalan. ha jadi bisa kita bagikan oleh anggota anggota yang lainnya untuk diceritakan bagaimana pengalamannya dan keseruan nya karena punk bukanlah sampah masyarakat kita juga berkarya jadi tidak ada yang namanya bos di dalam komunitas punk ini karena terlalu lama dirinya menjadi punk. aku juga udah lama jadi punk, 18 tahun aku sudah bermain di jalanan dan banyak kali aku dapat pengalaman tapi walaupun kayak gitu aku bukanlah bos dari orang ini semua tapi mereka adalah kawan-kawan aku….."
Menurut hasil wawancara terhadap seluruh anggota komunitas punk ini tidak ada ketua dalam suatu komunitas walaupun sudah lama dia bukanlah yang dituakan atau bos atau apapun itu karena konsep komunitas punk ini adalah kekeluargaan bukanlah siapa yang memimpin komunitas dan siapa rakyatnya karena komunitas punk ini adalah komunitas yang tidak seperti sistem pemerintahan.
4.3.5 Reaksi Keluarga
Menjadi seorang punkers sudah pasti memiliki penampilan yang berbeda dari orang lain terlihat dari potongan rambut atau gaya papa rambutnya yang mempunyai ciri khas berbeda, setiap orang atau masyarakat pasti bisa membedakan gaya rambut yang biasa maupun tak biasa, hal yang paling mencolok biasanya adalah rambut dan asesoris tubuh, karena dari segi pakaian bisa di kelabuhi. Menjadi seorang punkers sudah menjadi pilihan, reaksi keluarga yang didapat akan diterima oleh individu itu sendiri. Dari hasil wawancara kepada seluruh informan dari komunitas punk Aksara sebagian besar dari mereka menerima reaksi cuek atau tidak perduli dari keluarga walaupun menjadi seorang punk, hal ini menunjukkan bahwa reaksi keluarga hanya menerima saja apa keinginan anaknya, karena menurut sebagian besar dari informan bahwa keluarganya biasa-biasa saja menanggapi penampilan mereka saat pulang ke rumah, namun ada juga yang menutupi jati dirinya sebagai punk karena tidak ingin orang tuanya tahu bahwa dirinya telah menjadi salah satu dari komunitas punk hal ini diungkapkan oleh informan yang berinisial S yang berjenis kelamin perempuan.
"...aku menjadi salah satu dari komunitas menyukai komunitas ini dan mencari keluarga baru karena sebetulnya dan sesudahnya saya saya kurang kasih sayang mereka dan merasa tersiksa saat berada di dalam rumah jadi ketika saya pulang ke rumah saya berganti kostum yang biasa saja namun sebenarnya saya sangat nyaman dengan atribut punk saya….."
Reaksi yang ditunjukan oleh keluarga seluruh informan yang membiarkan anaknya menjadi seorang punk adalah suatu kebebasan yang diberikan oleh orang tua terhadap anaknya ketika orang tua merasa anaknya menyukainya orang tua kan merestuinya lain halnya ketika para orang tua yang memiliki pendidikan tinggi dan mengutamakan masa depan anaknya maka akan ada penolakan penolakan jika anaknya adalah salah satu dari komunitas punk demi untuk membangun masa depan yang lebih baik untuk anaknya.
4.3.6 Sering Kembali Kerumah Orang Tua
Menjadi seorang punk bukan berarti tidak pernah kembali ke rumah orang tua, karena pada prinsipnya bahwa menyayangi kedua orang tua adalah suatu kewajiban bagi anaknya, anak juga berkewajiban untuk membantu orang tua atau keluarganya hal ini diungkapkan oleh informan yang berinisial Z.
"…Aku sering pulang ke rumah itu setiap pagi aku pulang bantuin ibuku jualan di pajak gambir kembung ya masih tetep pakai baju kayak gini (atribut punk) karena ibu janda jadi tidak ada yang membantu sedangkan aku anak tertua jadi sebagai anak tertua dan laki-laki ya harus bantu ibu dan sering pulang ke rumah ya ga hanya itu sih kadang nyuci baju makan tuh tiap hari cuman kalau makan bisalah cari sendiri dengan cara ngamen….."
Berbeda dengan informan yang bernama godek, dirinya tidak pernah pulang ke rumah orang tuanya karena sudah tidak mempunyai keluarga.
"…sebenarnya ada kluarga aku tapi tak ku anggap lagi karena percuma aja aku pulang untuk apa kalau cuma untuk tinggal tunggu aja lebih bagus aku di sini sama kawan-kawan happy-happy tidur istirahat. ngamen cari uang untuk kebutuhan ku….."
Tidak semua dari anggota komunitas memiliki keluarga ataupun rumah, maka dari itu tak sedikit dari mereka yang menganggap bahwa komunitas adalah sebuah keluarga tempat
dimana mereka menganggap adanya ibu dan bapak serta keluarga di dalam komunitas tersebut.
4.3.7 Cara Mencukupi Kebutuhan Sehari-hari
Cara seseorang mencukupi kebutuhan sehari-hari adalah dengan cara yang berbeda-beda dengan berbagai profesi, seperti yang dilakukan para komunitas punk yang ada di Aksara ini, sebagian besar dari komunitas ini semuanya mengamen untuk kebutuhan sehari-hari tidak hanya untuk perorangan namun untuk seluruh teman teman komunitas punk yang ada.
Contohnya saja mereka setiap hari mengamen di persimpangan jalan Aksara yang dekat dengan pajak Aksara ini mengumpulkan uang dari semua teman-teman yang mengamen dan hasilnya dijadikan satu atau digabungkan untuk membeli sesuatu, contohnya odol, sikat gigi, sabun mandi, handuk ataupun sebagian uang untuk minum saat berjaga malam ataupun hasil dari mengamen tersebut untuk mereka jadikan tabungan membuat usaha mereka seperti sablon dan ukiran, namun ada juga tabungan mereka yang khusus untuk pergi ke suatu kota, jadi hasil mengamen tidaklah untuk perorangan namun ada setoran untuk dikumpulkan menjadi satu.