DESKRIPSI DAN INTERPRETASI DATA PENELITIAN
4.4 Profil Informan
4.4.1. Tokoh Komunitas Punk Di Pajak Aksara Dan Medan Tembung
Informan 1
Nama : A
Jenis kelamin : Perempuan Usia : 23 tahun Suku : Batak
Agama : islam Alamat : Helvetia Lama menjadi punkers : 4 tahun Pekerjan : pengamen
Pertama kali peneliti melakukan wawancara pada 2 april 2018 pukul 18:06 dengan seorang informan yang bernama A. Sebelumnya peneliti meminta izin terlebih dahulu untuk mewawancarai informan yang berusia 23 tahun ini dan informanpun bersedia untuk diwawancarai dengan rasa sedikit malu- malu. Inforaman adalah anak ke tiga dari lima bersaudara, kedua adik informan Sudah putus sekolah karena terdesak ekonomi, ibu si A sudah meninggal dunia akibat penyakit diabetes sedangkan ayah informan sudah menikah lagi dan jarang meperhatikan anak-anaknya lagi.
Sedangkan kakak pertama informan tinggal di luar kota bersama keluarganya begitu juga dengan kakak laki-laki informan yang sudah berhijrah ke luar kota Medan. Saat itu A merasa bingung untuk berbagi hidup dengan siapa, karena keluarga informan seperti tidak perduli.
Menurut A dahulu ada teman lelakinya mengajaknya ketempat keluarganya, namun informan ternyata dikenalkan dengan komunitas punk. Informan mengaku awalnya tidak tahu sama sekali tentang punk dan mulai mengenal dan memahami makna punk, lalu informan mulai jatuh cinta dengan sebuah makna punk karena disini informan telah belajar menyablon dan memiliki sebuah keluarga baru. Hingga 4 tahun ini informan sangat nyaman dengan komunitas punk yang sangat kekeluargaan ini. Namun ketika saat peneliti menanyakan teman lelaki yang mengenalkan informan kepada komunitas punk informan menjawab.
“…aku enggak taulah terakhir itu dia pamit sama kami bilang nya mau ke Aceh, gk di ajak nya aku sama dia, eh..pulang dia dari aceh tiga hari dia
sakit, hari keempat uda kami cari uang buat berobat dia kan,enggak tau nya uda mati dia pagi nya
kami banguni,sedih sih aku jadi kek berterima kasih karena uda ngasih kelurganya ke aku (komunitas punk)...“
Informan juga sering pulang kerumah untuk mengambil baju, mencuci baju dan melepas rindu kepada keluarganya yaitu adik nya. Reaksi keluarga informan saat mengetahui dirinya adalah punker hanya biasa saja dan tidak ada keributan atau ketidak setujuan dari orang tuanya, namun keluarga informan seperti bibi dan pamannya merasa malu mengakui nya sebagai saudara.
Menurut informan ia mencukupi kebutuhan sehari-hari dari hasil mengamen dan menjual sablon, tetapi setiap hari nya informan hanya mengamen dengan teman-teman satu komunitas, mengumpulkan hasil ngamen untuk malam harinya minum-minum tuak dan membeli gelek (ganja).
Menurut A komunitas punk menunjukkan solidaritasnya jika ada yang memiliki masalah yaitu dengan cara menghibur, baik itu menyanyi atau yang lainnya. Informa juga bercerita tentang komunitas yang menjalin hubungan antar komunitas di kota-kota lain yaitu dengan cara datang ke kota-kota lain untuk bersilaturahmi atau menawarkan hasil kreativitas yaitu seperti anting, sablon baju dan ada juga senjata. Informan berpendapat bahwa dirinya bersama anggota yang lain menggunakan angkutan umum seperti bus pergi ke kota lain misalnya untuk pergi ke Aceh menemui teman-teman disana namun membayarnya dengan setengah harga.Ia juga bercerita bahwa mereka saat pergi merantau pergi dengan busana yang mereka banggakan dengan banyak aksesoris di pakaian dan di tubuh mereka.
Komunitas punk sebenarnya banyak di kota Medan ini, menurut informan salah satunya ada di terminal Aksara, Amplas bahkan sampai di jalanan. Informan selama ini berperan sebagai pembersih tempat mereka berkumpul dan jika ada yang meminta tolong untuk membersihkan apapun itu,akan mereka bantu. Menurut pengetahuan informan induk punk di kota Medan ini tidak memandang siapa yang lebih tua ataupun yang lebih berkuasa di dalam komunitas, informan juga mempunyai keinginan jika dirinya sudah memiliki keluarga dirinya masih ingin berhubungan baik dengan komunitas punk, terlebih lagi jika suaminya adalah salah satu anggota dari komunitas punk.
Cara komunitas saling menjaga para anggotanya saat turun ke jalan yaitu dengan tidak turun sendirian, menurut informan jika perempuan yang sedang mengamen biasanya akan ditemani dan dipantau oleh temannya bahkan terkadang para perempuan tidak dianjurkan untuk mengamen.
Para anggota wanita di dalam komunitas cukup banyak dan jadi meriah dengan adanya para wanita. peneliti pun bertanya kenapa jadi meriah dengan adanya punkers wanita?. Informan A menjawab bahwa perempuan adalah pembawa keceriaan bagi mereka, A pun berpendapat bahwa tidak ada pelajaran seksual di dalam komunitas punk yang ada adalah suka sama suka dan berarti pacaran, jika pacaran maka bebas untuk apapun karena mereka akan segera menikah, informan pernah berpikir tentang masa depannya jikalau dirinya sudah menikah nanti apakah dirinya akan tetap bisa bersilaturahmi kepada komunitas punk.
Informan ke 2
Nama : I
Usia : 34 tahun
Jenis kelamin : laki-laki
Suku : jawa
Agama : Islam
Alamat : Tembung pasr 3
Lama menjadi punkers : 18 tahun
Pekerjaan : Penjaga pasar Aksara
Sebelumnya peneliti meminta izin terlebih dahulu untuk mewawancari informan namun informan meminta peneliti untuk menunggunya terlebih dahulu karena informan sendang ingin menyiram taman dan halaman pasar supaya tidak berdebu, karena selain menjaga pasar informan juga memiliki tugas lainnya yaitu menyiram halaman pasar supaya tidak berdebu. Setelah informan sudah selesai bekerja informan pun bersedia untuk di wawancarai oleh peneliti.
Informan adalah anak keempat dari empat bersaudara, kakak laki-laki dan perempuan informan yang pertama, kedua dan ketiga sudah menikah, hanya informan yg belum.
Informan masih memiliki seorang ibu yang berstatus janda, bapak informan sudah meninggal dunia.
Informan yang berinisial I berusia 34 tahun. Sehari-harinya informan bekerja sebagai penjaga pasar Aksara, karena semenjak Ramahyana aksara terbakar banyak sekali toko-toko baru di luar di dekat pangkalan angkutan umum kota atau sering di sebut terminal anggot ini harus ada penjagaan. Informan juga sering pulang kerumah untuk sekedar bertemu keluarga dan mencuci baju nya, “untuk ganti-ganti” ujar informan. Informan gemar sekali menyablon, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya informan mengamen di sela-sela pekerjaannya.
Menurut informan dirinya lebih suka hidup bebas di jalanan bersama teman-teman komunitas punk dan melatih diri untuk mandiri. Peneliti pun bertanya tentang bagaimana komunitas tersebut menunjukkan solidaritasnya jika ada anggotanya yang memiliki masalah.
Informan pun menjawab jika dari salah satu dari komunitas memiliki masalah biasanya mereka menghibur dan memotivasi untuk tidak memikirkan masalah nya berlarut-larut, karena menurut informan hidup Jangan dibuat beban happy dan enjoy tak memikirkan masalah apapun yang penting bahagia jika mempunyai masalah Selesaikan baik-baik dan pelan-pelan. informan pun bercerita tentang cara komunitas ini menjalin hubungan dengan komunitasnya di kota-kota lain yaitu dengan cara sering melakukan event, dan pertemuan-pertemuan seperti datang ke kota lain untuk bertemu atau pun ada hal lain seperti berjualan dan membicarakan tentang usaha, informan pun berpendapat bahwa Sebenarnya bukan hanya untuk berjualan atau mencari pengalaman saja di kota lain namun mempererat tali silaturahmi dan untuk sejenak berfikir dan mengeluarkan ide untuk usaha dan memperkenalkan punk pada masyarakat.
Komunitas punk tidak seberapa banyak orang yang tahu maka dari itu komunitas ini sering mengadakan event untuk memperkenalkan musik metal yang bernada tinggi dan memiliki ciri khas dan juga lirik lagunya yang memberontak namun penuh fakta khususnya di dalam pemerintahan.
Informasi juga bercerita tentang bagaimana cara ia ke kota-kota lain untuk menjumpai komunitas yang ada di kota lain, sebenarnya sama saja dengan orang-orang pada umumnya jika memang ingin naik bus dan kereta api mereka bayar setengah harga informan tidak perduli mau duduk di mana saja yang penting sampai tujuan baginya diusir ataupun tidak diterima itu sudah biasa mau duduk di atas ataupun berdiri tidak masalah baginya yang penting informan sampai ke tempat tujuan dan bisa bertemu dengan teman-teman di komunitas punk di kota lain.
Peran informan di dalam komunitas yaitu salah satu anggota band yaitu basis dan juga sering mengajari para anggota punk untuk menyablon, dalam komunitas informan
adalah salah satu penjaga pasar yang dipercaya oleh pihak pasar untuk menjaga di malam hari sebenarnya ada juga yang menjaga, namun penjaga itu tidaklah mau menjaga dari malam sampai pagi maka dari itu informan inilah yang dipercayai untuk menjaga pasar dan boleh sekalian memakai salah satu tokoh untuk tidur mereka. Jika pagi hari mereka harus segera bergegas pergi dari salah satu ruko itu sendiri karena sebenarnya tidak boleh memakai tokoh itu untuk tidur, informan juga sering dianggap yang paling tua di komunitas ini selain dirinya yang sering menyuntikkan dana untuk minum makan dan lain-lainnya. Menurut informan adanya komunitas punk yang ada di Medan ini adalah menyebarnya Komunitas dari Inggris London ke seluruh dunia masuk dari Jakarta Bandung hingga sampai Medan bahkan sampai ke penjuru pelosok Medan komunitas punk ini ada dimana-mana. informan pun mempunyai keinginan seandainya dirinya sudah berkeluarga jadinya akan tetap menjadi salah satu dari komunitas dan tidak akan pernah melupakan komunitas ini.
Menurut informan keunikan dari komunitas punk ini untuk saling menjaga satu sama lain laki-laki ataupun perempuan apalagi jika sedang mengamen di jalan biasanya mereka mengamen dengan teman atau berdua namun tidak hanya itu banyak anggota yang mengamen. Tidak hanya itu menjaga para punk wanita mereka mempunyai inisiatif untuk menjadikan tempat tinggal rumah kontrakan mereka adalah untuk perempuan sementara mereka menjaga pasar sembari berkumpul untuk bersenang-senang di malam hari.
Dan menariknya lagi tidak pernah ada kejadian pelecehan seksual di dalam komunitas ini jika memang suka sama suka mereka bebas melakukan apapun karena jika memang sudah ada ikatan pacaran biasanya mereka akan melanjutkan ke jenjang pernikahan yaitu yang dilangsungkan dengan cara mengundang para teman-teman komunitas punk untuk datang dan menyaksikan ijab kabul yang disaksikan oleh semua komunitas punk tanpa adanya tuan Kadi atau penghulu di sela-sela acara pernikahan tersebut. Informasi pun punya keinginan di masa yang akan datang bahwa komunitas punk bukanlah sampah masyarakat mereka akan
membuktikan bahwa komunitas punk ini ada untuk berkarya tidak hanya suatu masalah melainkan mereka adalah salah satu seniman yang tidak merugikan siapapun.
Informan ke 3
Nama : K Usia : 22 tahun Jenis kelamin : laki-laki Suku : jawa Agama : Islam Alamat : belawan Lama menjadi punkers : 6 tahun
Pekerjaan : pengamen dan penyablon
Pada saat peneliti ingin mewawancarai informan peneliti meminta izin terlebih dahulu kepada informan namun informan meminta izin untuk mandi dahulu, penelitipun menunggu sampai informan selesai dan bersedia untuk di wawancarai.
Informan ketiga berusia 22 tahan yang berjenis kelamin laki-laki, beragama islam dan informan ketiga ini bertempat tinggal di belawan dan telah 6 tahun menjadi punkers sejak tahun 2012 yang lalu, informan setiap harinya mengamen dan terkadang menyablon ketika ada pesanan, maklum saja tidak banyak yang tau kalau sebenarnya mereka membuka usaha sablon. Informan adalah anak keenam dari tujuh bersaudara, kakak pertamanya sudah menikah dan tinggal di pesisir bagan precut, kakak laki-laki informan juga sudah menikah dan menetap di rumah orang tua nya begitu juga dengan kakak ketiga, keempat dan kelima yang sudah berumah tangga dan tinggal dirumah orang tua nya, keluarga informan termasuk dalam keluarga yang ekonominya sangat rendah.
Keluarga informan dari semua saudaranya tidak ada satupun yang mengenyam pendidikan tinggi, baginya dan saudara-saudaranya yang terpenting membantu ibu dan bapak
untuk mencari uang, dan beranggapan bahwa sekolah adalah salah satu dari kapitalisme yang tidak adil, namun informan menyadari bahwa dirinya dan keluarganya memang menganggap sekolah tidaklah terlalu penting, yang terpenting adalah bisa membaca, menulis dan mengrti berhitung .
Solidaritas komunitas punk ini sangatlah kuat jika salah satu dari anggota memiliki masalah cara komunitas ini yaitu dengan cara menghibur dan memberi motivasi terhadap salah satu teman yang mempunyai masalah yang menurut dirinya sangat besar, komunitas ini memiliki suatu pemikiran bahwa hidup ini tidak pantas untuk dibuat susah cukup bahagia dengan apa yang ada.
Informan ini memiliki cara untuk menjalin hubungan dengan komunitas lain yaitu dengan pergi ke suatu daerah ke Belawan, Tembung, Setiabudi, Padang Bulan, Terminal Amplas Medan, bahkan di pasar-pasar di seluruh Medan, informan ini adalah salah satu dari komunitas yang tidak sering pergi untuk ke luar kota, karena alasannya seringkali dirinya memiliki masalah di jalan. menurut informan pergi ke suatu kota dengan menggunakan angkutan umum tidaklah masalah dan cukup senang karena bisa membayar setengah harga ataupun tidak sampai setengah harga karena tertolong oleh teman yang ada di terminal bus itu sendiri lebih menguntungkan Dika komunitas punk ini pergi untuk beramai-ramai. Peran informan dalam komunitas ini ialah pengamen dan menyablon.
Sepengetahuan informan ini induk dari komunitas punk yaitu dari Jakarta Bandung hingga ke Medan karena dirinya mengenali salah satu dari komunitas punk Jakarta yang tetap tinggal di Medan dan membuat salah satu komunitas punk ini semakin luas di kota Medan.
Seperti yang kita tahu bahwa komunitas punk ini adalah salah satu komunitas yang menjunjung tinggi solidaritas antar sesama kelompoknya, tentunya sering sekali komunitas ini berhubungan dengan komunitas yang ada di kota-kota lain atau di tempat-tempat lain
hanya untuk bersilaturahmi atau untuk mencari uang dengan cara mengamen di tempat yang berbeda. Informan berpikir seandainya sekarang sudah berkeluarga dirinya akan tetap untuk menjadi salah satu dari komunitas ini sampai kapanpun.
Keunikan komunitas punk yang ada di Jalan Aksara ini sering sekali menarik perhatian peneliti karena selain mereka berkreativitas mereka juga sering berjualan baju bekas atau yang sering disebut baju monja yang ditambah dengan karya-karya sablonan mereka.
Informan pun menjelaskan bahwa menyablon adalah untuk memperkenalkan grup band metal mereka. adanya anggota wanita dalam komunitas membuat saling menjaga satu sama lain semakin erat, menjaga dalam hal saat mengamen dan menjaga biar berhibur dan merasa senang.
Menurut informan tidak ada kasus pelecehan seksual di dalam komunitas punk yang menimpa para anggota wanita karena hal yang sudah terjadi adalah sama-sama mau ataupun dalam ikatan menikah. Informan pun berpikir tentang masa depan jika kalau dirinya sudah mendapatkan pekerjaan apapun yang halal informan akan tetap berkumpul dengan komunitas ini di sela-sela waktu kosongnya, dan jikalau kedepannya komunitas ini semakin dikenal musik dan karya-karyanya dia akan semakin erat dan rela meninggalkan pekerjaannya demi komunitas.
Informan ke 4
Nama : S
Usia : 23 tahun Jenis kelamin : laki-laki Suku : jawa Agama : Islam
Alamat : jalan serdang
Lama menjadi punkers : 5 tahun
Pekerjaan : pengamen dan penyablon
Informan adalah anak kedua dari tiga bersaudara ia mempunyai seorang kakak laki-laki dan memiliki seorang adik laki-laki-laki-laki yang masih sekolah tingkat SMP. Informan sendiri bertempat tinggal tidak jauh dari simpang Aksara, tempat biasa para punkers berkumpul dan mengamen.
Kedua orang tua informan bertempat tinggal dijalan serdang dekat pasar Aksara atau sering juga di sebut dengan simpang aksara, ibunya seorang buruh cuci dan bapaknya seorang buruh bangunan di Citra Garden padang bulan.
Dahulu informan adalah seorang pengamen, dan sejak kecil dirinya juga suka berkumpul dengan punkers, namun semenjak informan sudah tamat SD dirinya tidak lagi mengamen di jalanabn atau di simpang aksara, informan pun melanjutkan sekolah nya di tingkat SMP namun putus sekolah di kelas 2 karena sejak kakak laki-lakinya menikah dan saat itu juga ibunya masuk rumah sakit karena menderita penyakit dan memerlukan biaya banyak.
Informan sempat bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya namun saat ini informan hanya nyaman dengan kegiatannya sebagai punkers. Informan tak hanya berkumpul dan mengamen di simpang Aksara saja, namun terkadang dirinya pergi ke Belawan karena disana juga banyak berkumpul para punkers. Informan ini menganggap bahwa komunitas Ini adalah sebuah keluarga baginya komunitas ini menunjukkan solidaritasnya jika ada anggotanya yang memiliki masalah yaitu dengan cara menghibur ataupun bersenang-senang untuk melupakan masalah komunitas ini menjalin hubungan dengan komunitas lain yaitu dengan cara datang dan menemui teman-teman sesama anggota komunitas punk di kota-kota lain ataupun di dalam wilayah Medan untuk sekedar silaturahmi ataupun bekerja di sana.
Informan pun bercerita bahwa komunitas ini bukanlah cuman sekedar komunitas yaitu juga bagaimana caranya orang tahu bahwa komunitas punk itu bukanlah hanyalah sampah di dalam masyarakat dan di jalan jalanan namun dirinya memperkenalkan salah satu karyanya yaitu ukiran dari tulang lembu tidak semua bisa membuat ukiran dari tulang lembu ini untuk menjadi sebuah kerajinan tangan anting kalung dan lain sebagainya untuk aksesoris mereka, dirinya sering pergi ke suatu kota dengan menggunakan angkutan umum namun dirinya juga sering sekali menitipkan barang dagangannya atau karyanya kepada teman-teman yang lainnya dirinya sering keluar kota dengan menggunakan bus dengan membayar setengah harga dari pada masyarakat pada umumnya. yaitu dengan yaitu dengan membayar setengah harga, informasi berperan sebagai pembuat aksesoris yang dikenakan oleh komunitas dan menjual barang-barang aksesoris aksesoris punk untuk menambah uang modal usaha komunitas.
Informan memiliki keinginan jika seandainya dirinya sudah berkeluarga dirinya akan sering berhubungan dengan komunitas, Kenapa demikian, karena dirinya ingin tetap terus berkarya dan ingin membuktikan Kepada seluruh masyarakat bahwa komunitas punk bukan lah sampah namun bisa berkarya untuk negeri. Menurut informan keunikan komunitas punk bukan cuma dari aksesoris yang dipakai oleh teman-teman satu komunitas yaitu dengan karya-karya yang ditandai mencolok mengkritik pemerintahan dan demokrasi dengar lagu-lagu metal nya, dan musiknya yang keras menggambarkan suatu pemberontakan. menurut informan ini komunitas bank memiliki banyak anggota komunitas wanita.
Menurutnya komunitas ini adalah saling menjaga satu sama lain terutama untuk wanita, dirinya berkata bahwa selama ini tidak ada kasus pelecehan seksual pada anggota wanita di alam komunitas ini. Dirinya juga berpikir tentang masa depan bahwa dirinya akan terus memperkenalkan aksesoris punk dan lagu-lagu penuh arti oleh masyarakat dan
pemerintahan ini dirinya dan teman-teman lainnya Ingin suatu saat nanti bandnya dikenal oleh masyarakat dan dirinya ingin berjualan aksesoris di pinggir jalan aksara.
Informa ke 5
Nama : S
Usia : 22 tahun Jenis kelamin : perempuan Suku : mandailing Agama : Islam Alamat : -
Lama menjadi punkers : 3 tahun Pekerjaan : penyablon
Informan yang berinisial S ini adalah seorang perempuan yang telah empat tahun menjadi punkers tinggal di kontrakan yang berada di Medan Tembung bersama teman-teman punkers lainnya, namun informan lebih sering pulang kerumah karena informan tidak ingin orang tuanya tahu bahwa dirinya adalah punkers. Informa adalah anak ke dua dari dua bersaudara, informan masih berkuliah di salah satu universitas di Medan dan saat ini sudah menginjak semester tujuh.
Informan memiliki seorang kakak laik-laki yang baru saja wisuda, ibu informan adalah seorang dosen di salah satu universitas di Medan dan ayah informan berkerja di pusat badan statistik. Hal yang menyebabkan informan nyaman menjadi punkers adalah, dirinya sejak kecil selalu di tinggal oleh orang tuanya. Informan dan kakak laik-lakinya selalu dititipkan pada neneknya. Informan sanagat merasa terbebani dengan kegiatan yang di suruh oleh orang tuanya yaitu les matematika, piano dan lainnya, begitu juga dengan keadan di rumah neneknya yang selalu sepi, dirinya merasa tidak bebas dan merasa orang tuanya tidak adil.
Suatu ketika informan pulang kuliah dan di tegur oleh salah satu punkers lalu akhirnya informan menghampiri mereka dan tertarik dengan komunitas punk, karena informan tidak merasa kesepian dan memiliki keluarga baru disini. Informan yang tidak ingin diketahui oleh ini adalah seorang perempuan menurut informan Solidaritas komunitas punk ini sangat erat, dirinya merasakan bahwa ia pernah memiliki masalah yang menimpa cukup besar dan ia bergabung dengan komunitas ini dan dia sudah berhasil melupakan masalah tersebut dan bersama komunitas juga membuatnya merasakan senang, dirinya sadar dunia ini tidaklah untuk tempat bersedih dan memikirkan masalah. Informan ini juga sering pergi ke
Suatu ketika informan pulang kuliah dan di tegur oleh salah satu punkers lalu akhirnya informan menghampiri mereka dan tertarik dengan komunitas punk, karena informan tidak merasa kesepian dan memiliki keluarga baru disini. Informan yang tidak ingin diketahui oleh ini adalah seorang perempuan menurut informan Solidaritas komunitas punk ini sangat erat, dirinya merasakan bahwa ia pernah memiliki masalah yang menimpa cukup besar dan ia bergabung dengan komunitas ini dan dia sudah berhasil melupakan masalah tersebut dan bersama komunitas juga membuatnya merasakan senang, dirinya sadar dunia ini tidaklah untuk tempat bersedih dan memikirkan masalah. Informan ini juga sering pergi ke