• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Daerah Provinsi Sumatera Barat

Dalam dokumen Analisis Peran Sektor Pertanian dalam Ek (Halaman 39-59)

Daerah Pemerintah Sumatera Barat terletak di sebelah barat pulau Sumatera dengan luas daerah sekitar 42,2 ribu Km2. Letak geografis provinsi Sumatera Barat terletak antara 00 54’ Lintang Utara dan 30 30’ Lintang Selatan serta 980 36’ dan 1010 53’ Bujur Timur. Provinsi Sumatera Barat ini dibatasi oleh (BPS,2011): Samudera Indonesia di sebelah Barat.

a. Provinsi Sumatera Utara di sebelah Utara b. Provinsi Riau di sebelah Timur

c. Provinsi Jambi di sebelah Selatan

Letak geografis Pemerintah Sumatera Barat dikelilingi oleh daratan kecuali di sebelah Barat yang berbatasan dengan Samudera Indonesia, sehingga membuat provinsi ini bisa melakukan hubungan kegiatan ekonomi yang mudah dengan provinsi Sumatera Utara, Riau dan Jambi yang mengelilinginya.

2. Wilayah Administrasi

Pemerintah Sumatera Barat secara administratif kini terdiri dari 12 Kabupaten dan 7 Kota, dapat dilihat pada dibawah ini.

Tabel 3. Kabupaten/Kota di Daerah Pemerintah Sumatera Barat

Kabupaten Luas (Km2) Kota Luas (Km2)

Kepulauan Mentawai 6.011,35 Padang 694,96

Pesisir Selatan 5.794,95 Solok 57,64

Solok 3.738,00 Sawah Lunto 273,45

Sijunjung 3.130,80 Padang panjang 23,00

Tanah Datar 1.336,00 Bukittinggi 25,24

Padang Pariaman 1.328,79 Payakumbuh 80,43

Agam 2.232,30 Pariaman 73,36 50 Kota 3.354,30 Pasaman 3.947,63 Solok Selatan 3.346,20 Dharmasraya 2.961,13 Pasaman barat 3.887,77

Sampai saat ini Pemerintah Sumatera Barat dengan ibukota Padang ini telah mengalami beberapa kali pemekaran, dari 14 Kabupaten/Kota pada tahun 1998 berkembang menjadi 15 Kabupaten/Kota pada tahun 1999. Pada saat itu Kabupaten/Kota yang dilakukan pemekaran yaitu: Kabupaten Kepulauan Mentawai (pemekaran dari Kabupaten Padang Pariaman pada tahun 1999). Kemudian pada tahun 2003 bertambah menjadi 18 Kabupaten/Kota dengan Kabupaten Baru tersebut adalah Kabupaten Dharmasraya, Solok Selatan dan Pasaman Barat. Pada tahun 2007, berkembang lagi menjadi 19 Kabupaten. Kota dengan munculnya Kota Sawahlunto (pemekaran dari Kabupaten Sijunjung).

a. Kabupaten Kepulauan Mentawai

i. Struktur Ekonomi

Perekonomian di Kabupaten Kepulauan Mentawai didominasi oleh dua sektor yaitu sektor pertanian, dan sektor perdagangan, hotel dan restoran.

Tabel 4. Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Kabupaten Kepualauan Mentawai tahun 2004 – 2012 (%).

Lapangan Usaha 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012

Pertanian 55.61 55.06 54.25 54.25 54.19 53.93 53.83 53.80 53.50

Pertambangan 0.39 0.39 0.39 0.38 0.39 0.39 0.39 0.39 0.39

Industri Pengolahan 9.20 9.04 9.12 9.00 8.87 8.68 8.48 8.29 8.08

Listrik,Gas dan Air Bersih 0.11 0.11 0.12 0.12 0.12 0.12 0.12 0.12 0.13

Bangunan 2.30 2.29 2.35 2.39 2.51 2.62 2.70 2.76 2.81

Perdagangan,Hotel dan

Restoran 21.74 21.91 22.18 22.10 22.03 22.17 22.05 21.93 22.29

Pengangkutan dan

Komunikasi 4.94 5.42 5.75 5.87 5.95 6.08 6.28 6.46 6.54

Keuangan, Persewaan dan

Jasa Perusahaan 1.03 1.04 1.05 1.04 1.06 1.09 1.11 1.13 1.16

Jasa-jasa 4.68 4.74 4.79 4.85 4.88 4.92 5.04 5.10 5.11

TOTAL 100 100 100 100 100 100 100 100 100

Sumber: BPS Sumatera Barat dalam beberapa tahun

Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar pertama, namun dalam kurun waktu 2004 – 2012 kontribusi sektor pertanian cenderung mengalami penurunan,

hanya pada tahun 2007 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 0,004 persen.

Kemudian kontribusi sektor perdagangan, hotel dan restoran selama kurun waktu 2004 – 2012 cenderung berfluktuasi. Di mana penurunan terbesar yaitu pada tahun 2010 sebesar 0,56 persen dari tahun sebelumnya. Dan kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2012 yaitu sebesar 1,65 persen dari tahun sebelumnya.

ii. Sektor Pertanian

Kabupaten Kepulauan Mentawai sepanjang tahun 2004 – 2012 sektor pertanian mendominasi PDRB daerahnya. Apabila dilihat dari subsektor pertaniannya, maka subsektor kehutanan menjadi sektor yang paling banyak menyumbang terhadap PDRB sektor pertanian yang kemudian disusul oleh subsektor perikanan dan subsektor pangan. Luas lahan hutan di Kabupaten Kepulauan Mentawai yaitu 456.956 ha dan luas lahan sawah yaitu 619 ha, serta subsektor perkebunanan yaitu 16.944 ha (Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam angka 2012).

Kontribusi subsektor pangan dan hortikultura sepanjang tahun 2004 – 2012 dalam PDRB sektor pertanian mengalami penurunan setiap tahunnya yaitu setiap tahunnya mengalami penurunan 0,07 persen. Hal ini juga terjadi pda subsektor kehutanan dimana pada tahun 2004 – 2012, subsektor ini rata-rata mengalami penurunan kontribusi dalam PDRB sektor pertanian sebesar 2,74 persen. Sedangkan untuk subsektor perkebunan, peternakan dan perikanan mengalami pertumbuhan yaitu rata-rata setiap tahunnya sebesar 5,42 persen, 1,39 persen, dan 2,33 persen.

Pada subsektor tanaman pangan, produksi komoditi padi sepanjang tahun 2008 – 2012 cenderung berfluktuasi, rata-rata produksinya yaitu sebesar 1687,74 ton/tahun. Luas lahan padi di Kabupaten Kepulauan Mentawai cenderung mengalami penurunan selama periode 2008 – 2012. Produksi komoditi ubi kayu pada periode 2008 – 2012 rata-rata sebesar 1438.39 ton/tahun. Sedangkan untuk komoditi ubi jalar produksinya rata-rata hanya sebesar 662,78 ton/tahun. Produksi komoditi jagung rata- rata sebesar 166.2 ton/tahun. Kemudian produksi komoditi kacang tanah dan kacang

hijau rata-rata sebesar 50,64 ton/tahun dan 16,98 ton/tahun. Sedangkan produksi komoditi kacang kedelai rata-rata hanya sebesar 4,6 ton/tahun.

Subsektor tanaman perkebunan di Kabupaten Kepulauan Mentawai di dominasi oleh kelapa yang rata-rata produksinya sepanjang tahun 2008 – 2012 yaitu sebanyak 5655.22 ton/tahun, kemudian disusul oleh komoditi kakao yang rata-rata produksinya setiap tahun sebesar 1635,46 ton/tahun. Kemudian untuk komoditi cengkeh dan pala rata-rata produksinya setiap tahun sebanyak 530,85 ton/tahun dan 437,4 ton/tahun. Sedangkan untuk komoditi tanaman karet rata-rata produksinya hanya sebesar 16,5 ton/tahun.

Pada susbsektor peternakan, populasi ternak sapi sepanjang tahun 2008 – 2012 rata-rata sebanyak 1.162 ekor/tahun dan jumlah pemotongannya rata-rata setiap tahunnya sebanyak 106 ekor/tahun. Untuk populasi kerbau pada periode 2008 – 2012 rata-rata sebanyak 117 ekor/tahun dan jumlah pemotongannya sebanyak 7 ekor/tahun. Kemudian untuk populasi ternak kambing rata-rata sebanyak 648 ekor/tahun dan jumlah pemotongannya sebanyak 77 ekor/tahun. Sedangkan rata-rata populasi ternak babi sepanjang tahun 2008 – 2012 yaitu sebanyak 31.202 ekor/tahun dan jumlah pemotongannya rata-rata sebanyak 6.771 ekor/tahun.

Kemudian untuk susbektor perikanan di Kabupaten Kepulauan Mentawai sepanjang tahun 2008 – 2012 produksinya cenderung mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2008 produksinya 224 ton, tahun 2009 sebesar 2.471 ton, pada tahun 2010 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya menjadi sebesar 328 ton, kemudian pada tahun 2011 dan 2012 mengalami peningkatan produksi yang cukup signifikan yaitu sebesar 2.267,35 ton dan 4.148 ton.

b. Kabupaten Dharmasraya

i. Struktur Ekonomi

Perekonomian di Kabupaten Dharmasraya didominasi oleh sektor pertanian, sektor jasa, dan juga sektor perdagangan, hotel dan restoran. Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar dalam perekonomian kabupaten Dharmasraya. Pada kurun waktu 2004 – 2012 sektor pertanian mengalami penurunan kontribusi dimulai pada

tahun 2007 sampai tahun 2012. Di mana rata-rata penurunan kontribusi sektor pertanian pada 2007 – 2012 yaitu sebesar 1,34 persen.

Sektor jasa di Kabupaten Dharmasraya merupakan penyumbang kedua terbesar dalam perekonomian daerah. Apabila dilihat pada tahun 2004 – 2012, kontribusi sektor ini cenderung meningkat walaupun pada tahun 2007 – 2010 mengalami penurunan yaitu rata-rata sebesar 0,23 persen, kemudian pada tahun 2011- 2012 mengalami peningkatannya rata-rata sebesar 1,27 persen.

Kemudian sektor penyumbang ketiga terbesar yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran. Di mana sektor ini ini mengalami penurunan pada tahun 2006 dan 2008 yaitu sebesar 0,34 dan 0,99 persen. Kemudian pada tahun selanjutnya sektor ini mengalami peningkatan hingga tahun 2012.

Tabel 5. Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Kabupaten Dharmasraya tahun 2004 – 2012 (%)

Sumber: BPS Sumatera Barat dalam beberapa tahun

ii. Sektor Pertanian

Di Kabupaten Dharmasraya, subsektor yang mendominasi PDRB sektor pertanian sepanjang tahun 2004 – 2012 yaitu subsektor tanaman perkebunan. Dimana sumbangan subsektor ini dalam PDRB sektor pertanian yaitu rata-rata sebesar 60,47 persen/tahun pada tahun 2004 – 2012. Kemudian yang paling banyak kedua menyumbang terhadap PDRB sektor pertanian yaitu subsektor tanaman pangan yaitu

Lapangan Usaha 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Pertanian 39.70 39.55 39.39 39.29 37.31 37.45 37.10 36.78 36.28 Pertambangan 3.95 3.92 3.93 3.95 5.88 5.83 6.09 6.16 6.23 Industri Pengolahan 6.94 6.91 6.88 6.84 6.80 6.65 6.55 6.46 6.45 Listrik,Gas dan Air

Bersih 0.96 0.97 1.02 1.05 1.01 0.95 0.92 0.92 0.93 Bangunan 10.72 10.83 10.90 10.97 11.20 11.26 11.38 11.30 11.40 Perdagangan,Hotel dan Restoran 11.50 11.54 11.50 11.52 11.40 11.46 11.50 11.57 11.59 Pengangkutan dan Komunikasi 6.37 6.32 6.39 6.43 6.37 6.33 6.28 6.29 6.38 Keuangan, Persewaan

dan Jasa Perusahaan 3.76 3.83 3.93 4.01 4.09 4.15 4.28 4.33 4.42 Jasa-jasa 16.10 16.13 16.05 15.95 15.95 15.92 15.90 16.18 16.31

rata-rata setiap tahunnya menyumbang 17,69 persen/tahun sepanjang tahun 2004 - 2012. Untuk subsektor peternakan dan kehutanan setiap tahunnya rata-rata menyumbang dalam PDRB sektor pertanian yaitu sebesar 8,09 persen/tahun dan 8,01 persen/tahun. Sedangkan subsektor perikanan hanya menyumbang rata-rata sebesar 5,73 persen/tahun pada tahun 2004 – 2012.

Subsektor tanaman pangan didominasi oleh komoditi padi dimana luas lahannya rata-rata sepanjang tahun 2008 – 20012 sebesar 594,4 ha dan produksi rata- rata setiap tahun sebanyak 1.355,8 ton/tahun. Untuk komoditi jagung, luas lahannya rata-rata sebesar 769,8 ha/tahun dan produksi rata-ratanya sebenayak 5019,4 ton/ha. Luas lahan untuk komoditi kedelai, kacang tanah dan kacang hijau rata-rata sebesar 66,8 ha/tahun, 85,6 ha/tahun, dan 23,6 ha/tahun. Kemudian untuk produksi rata-rata ketiga komoditi tersebut sepanjang tahun 2008 – 2012 berturut-turut sebanyak 232,8 ton/tahun, 342 ton/tahun dan 43,4 ton/tahun. Sedangkan untuk komoditi ubi kayu dan ubi jalar luas lahannya rata-rata sebesar 161,4 ha/tahun dan 25,6 ha/tahun. Dan produksi rata-rata setiap tahunnya sebanyak 2496,2 ton/tahun dan 234,4 ton/tahun.

Subsektor tanaman perkebunan di Kabupaten Dharmasraya didominasi oleh komoditi kelapa sawit yang produksi rata-rata sepanjang tahun 2008 – 2012 yaitu sebanyak 394.304 ton/tahun. Kemudian disusul oleh komoditi tanaman karet yang produksi rata-ratanay sebanyak 31.191,7 ton/tahun. Untuk komoditi tanaman kakao dan kelapa produksi rata-rata sepanjang tahun 2008 – 2012 berturut-turut sebanyak 933,7 ton/tahun dan 815,6 ton/tahun. Sedangkan untuk komoditi tanaman kopi rata- rata produksinya hanya sebanyak 379,8 ton/tahun sepanjang tahun 2008 – 2012.

Subsektor peternakan didominasi oleh ternak sapi di mana populasinya rata- rata sepanjang tahun 2008 – 2012 yaitu sebanyak 31.023 ekor/tahun dan rata-rata banyak pemotongannya sebenyak 2.157 ekor/tahun. Untuk ternak kerbau, populasinya sepanjang tahun 2008 – 2012 yaitu sebanyak 6.246 ekor/tahun dan jumlah pemotongan setiap tahunnya rata-rata sebanyak 142 ekor/tahun. Kemudian untuk ternak kambing, populasinya rata-rata sepanjang tahun 2008 – 2012 sebanyak 11.901 ekor/tahun dan rata-rata jumlah pemotongannya yaitu sebanyak 1.025 ekor/tahun.

Pada subsektor perikanan, karena wilayah Kabupaten Dharmasraya tidak memiliki wilayah laut, jadi perikanan yang ada di Kabupaten ini hanya perikanan budidaya. Di mana jumlah produksi ikan budidaya pada tahun 2009 sebanyak 1.528,12 ton, tahun 2010 sebanyak 1.523,62 ton/tahun, tahun 2011 sebanyak 10.434,6 ton dan pada tahun 2012 sebanyak 11.348,7 ton.

c. Kabupaten Solok Selatan

i. Struktur Ekonomi

Sektor yang dominan dalam perekonomian Kabupaten Solok Selatan yaitu sektor pertanian, perdagangan, hotel dan restoran, dan jasa-jasa. Sektor pertanian merupakan penyumbang tersebesar dalam perkonomian kabupaten Solok Selatan. Tidak hanya di Kabupaten Dharmasraya saja kontribusi sektor pertanian mengalami penurunan, hal ini juga terjadi pada Kabupaten Solok Selatan. Untuk melihat perkembangan kontribusi semua sektor dalam PDRB Kabupaten Solok Selatan bisa dilihat pada tabel berikut.

Tabel 6. Distribusi PDRB Atas Dasat Harga Konstan 2000 Solok Selatan Menurut Lapangan Usaha Kabupaten Solok tahun 2004 – 2012 (%)

Sumber: BPS Sumatera Barat dalam beberapa tahun

  Lapangan Usaha 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Pertanian 39.08 38.86 38.52 38.21 37.96 37.62 37.08 36.60 36.10 Pertambangan 5.92 6.10 6.28 6.40 6.50 6.60 6.73 6.86 6.99 Lapangan Usaha 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Industri Pengolahan 10.46 10.31 10.12 10.03 9.95 9.83 9.75 9.66 9.56

Listrik,Gas dan Air Bersih 0.68 0.70 0.72 0.73 0.74 0.76 0.77 0.78 0.79

Bangunan 6.79 6.91 7.09 7.27 7.45 7.62 7.82 8.01 8.20

Perdagangan,Hotel dan

Restoran 18.33 18.47 18.63 18.77 18.85 18.90 19.04 19.14 19.24

Pengangkutan dan

Komunikasi 6.14 6.20 6.29 6.37 6.44 6.51 6.59 6.66 6.72

Keuangan, Persewaan dan

Jasa Perusahaan 2.38 2.34 2.36 2.37 2.37 2.37 2.37 2.37 2.36

Jasa-jasa 10.22 10.10 9.96 9.86 9.74 9.62 9.85 9.93 10.05

Pada kurun waktu 2004 – 2012 sektor pertanian mengalami penurunan sebesar 0,99 persen. Namun, sektor perdagangan, hotel dan restoran yang merupakan penyumbang kedua terbesar dalam PDRB Kabupaten Solok Selatan sepanjang kurun waktu 2004 – 2010 mengalami peningkatan kontribusi rata-rata sebesar 0,61 persen. Kemudian sektor jasa-jasa di Kabupaten Solok Selatan pada kurun waktu 2004 – 2012 sempat mengelami penurunan pada tahun 2005 – 2009, di mana rata-rata penurunannya sebesar 1,20 persen. Namun, pada tahun 2010 – 2012 sektor jasa-jasa mengalami peningkatan yaitu rata-rata sebesar 1,45 persen.

ii. Sektor Pertanian

Sektor pertanian di Kabupaten Solok Selatan didominasi oleh subsektor tanaman perkebunan. Hal ini bisa dilihat dari PDRB sektor pertaniannya yang didominasi oleh subsektor tanaman perkebunan. Dimana sepanjang tahun 2004 – 2012 rata-rata subsektor tanaman perkebunan menyumbang sebesar 47,92persen/tahun. Subsektor tanaman pangan rata-rata menyumbang sebesar 33,66 persen/tahun selama periode tahun 2004 – 2012. Untuk subsektor peternakan menyumbang sebesar 10,32 persen/tahun. Sedangkan untuk subsektor kehutanan dan perikanan hanya menyumbang berturut-turut sebesar 7,46 persen/tahun dan 0,63 persen/tahun.

Subsektor tanaman pangan di Kabupaten Solok Selatan didominasi oleh komoditi tanaman padi. Pada tahun 2012 luas lahan padi yaitu sebesar 27.430 ha dan produksinya sebanyak 135.648 ton. Untuk komoditi tanaman jagung luas lahannya sebesar 4.051 ha dan jumlah produksi nya 31.486 ton. Komoditi tanaman kedelai, kacang tanah dan kacang hijau luas lahannya berturut-turut sebesar 150 ha, 481 ha dan 70 ha dan produksinya untuk masing-masing komoditi yaitu sebanyak 223 ton, 1.036 ton dan 68 ton. Sedangkan untuk luas lahan komoditi tanaman ubi kayu dan ubi jalar yaitu sebesar 150 ha dan 145 ha, dan untuk produksinya masing-masing sebanyak 5.608 ton dan 5.546 ton.

Subsektor tanaman perkebunan didominasi oleh komoditi tanaman karet, dimana luas lahannya pada tahun 2011 – 2012 rata-rata sebesar 14.996,5 ha dan

produksi rata-rata sebanyak 10.369,5 ton/ha. Untuk komoditi tanaman kelapa sawit sepanjang tahun 2011 – 2012 rata-rata luas lahannya sebesar 1.112,5 ha dan rata-rata produksinya sebanyak 4.232 ton/ha. Luas lahan komoditi tanaman kayu manis, kelapa dan kopi rata-rata berturut-turut sebesar 1.830 ha/tahun, 1.832 ha/tahun, dan 3.447 ha/tahun, untuk produksi masing-masing komoditi rata-rata sebanyak 1.830 ton/tahun, 1.887,5 ton/tahun dan 1.298 ton/tahun. Sedangkan untuk komoditi tanaman kakao luas lahannya rata-rata sebesar 1.367,5 ha/tahun dan rata-rata produksinya hanya 259 ton/tahun.

Subsektor peternakan di Kabupaten Solok Selatan, ternak dengan populasi terbanyak yaitu ternak sapi yang populasinya sepanjang tahun 2011 dan 2012 sebanyak 7.663 ekor dan 7.837 ekor. Untuk ternak kerbau pada tahun 2011 – 2012, populasinya sebanyak 6.999 ekor dan 7.210 ekor. Sedangkan populasi ternak kambing pada tahun 2011 dan 2012 sebanyak 8.395 ekor dan 8.476 ekor.

Untuk subsektor perikanan, yang ada di Kabupaten Solok Selatan yaitu ikan budidaya yaitu produksinya pada tahun 2011 sebanyak 1.028,6 ton dan pada tahun 2012 menurun menjadi sebanyak 344,9 ton.

d. Kabupaten Pasaman Barat

i. Struktur Ekonomi

Perekonomian di Kabupaten Pasaman barat didiominasi oleh sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan industri pengolahan. Sektor pertanian menjadi sektor penyumbang terbesar dalam perekonomian Kabupaten Pasaman Barat. Berbeda dengan kabupaten Dharmasaraya dan Solok Selatan, kontribusi sektor pertanian di Kabupaten Pasaman Barat pada kurun waktu 2004 – 2012 setiap tahunnya mengalami peningkatan. Dimana pada tahun 2004 kontribusi sektor pertanian sebesar 30,93 persen dan pada tahun 2012 sebesar 33,27 persen.

Penyumbang terbesar kedua dalam perekonomian Pasaman Barat yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran. Sektor ini juga mengalami peningkatan sepanjang tahun 2004 – 2012. Di mana rata-rata peningkatan setiap tahunnya yaitu sebesar 0,73 persen.

Kemudian, penyumbang terbesar ketiga yaitu sektor industri pengolahan. Sektor ini pada kurun waktu 2004 – 2012 cenderung mengalami penurunan. Penurunan terjadi pada tahun 2005 – 2012 yaitu rata-rata sebesar 0,81 persen.

Tabel 7. Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Kabupaten Pasaman Barat tahun 2004 – 2012 (%)

Sumber: BPS Sumatera Barat dalam beberapa tahun ii. Sektor Pertanian

Sektor pertanian di Kabupaten Pasaman Barat didominasi oleh subsektor tanaman perkebunan, kemudian disusul susbektor tanaman pangan, subsektor kehutanan, subsektor perikanan dan subsektor peternakan. Dilihat dari tahun 2004 – 2012, subsektor tanaman perkebunan menyumbang rata-rata sebesar 67,92 persen/tahun, subsektor tanaman pangan menyumbang rata-rata sebesar 20,26 persen/tahun, subsektor kehutanan menyumbang rata-rata sebesar 5,7 persen, dan susbektor perikanan dan subsektor peternakan masing-masing menyumbang rata-rata sebesar 3,53 persen dan 2,6 persen.

Subsektor tanaman pangan didominasi oleh komoditi tanaman jagung, dimana sepanjang tahun 2008 – 2012 luas lahan komoditi ini rata-rata sebesar 40.931,2 ha/tahun dan produksinya rata-rata sebanyak 277.264,5 ton/tahun. Untuk luas lahan komoditi tanaman padi yaitu rata-rata sebesar 20.660,6 ha/tahun dan produksinya sebesar 99.891.7 ha/tahun. Untuk luas lahan komoditi tanaman kedelai, kacang tanah

Lapangan Usaha 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012

Pertanian 30.93 31.51 31.79 32.09 32.35 32.60 32.82 33.04 33.27

Pertambangan 0.99 0.98 0.96 0.94 0.92 0.90 0.88 0.86 0.84

Industri Pengolahan 23.25 23.03 22.89 22.69 22.51 22.34 22.16 21.98 21.79

Listrik,Gas dan Air Bersih 0.13 0.13 0.14 0.13 0.13 0.13 0.13 0.13 0.13

Bangunan 3.18 3.14 3.13 3.14 3.14 3.15 3.15 3.16 3.16

Perdagangan,Hotel dan

Restoran 25.41 25.53 25.72 25.98 26.22 26.41 26.58 26.76 26.92

Pengangkutan dan

Komunikasi 3.53 3.45 3.43 3.45 3.46 3.45 3.44 3.41 3.39

Keuangan, Persewaan dan

Jasa Perusahaan 1.97 1.94 1.92 1.90 1.89 1.88 1.87 1.86 1.85

Jasa-jasa 10.61 10.29 10.01 9.68 9.38 9.13 8.97 8.81 8.64

dan kacang hijau luas lahan rata-rata yaitu sebesar 307,2 ha/tahun, 2.401,4 ha/tahun dan 519,8 ha/tahun, untuk rata-rata produksi masing-masing komoditi yaitu sebanyak 770,56 ton/tahun, 5.825,2 ton/tahun dan 648,31 ton/tahun. Sedangkan untuk luas lahan tanaman ubi kayu dan ubi jalar rata-rata sebesar 265 ha/tahun dan 215,2 ha/tahun dan rata-rata produksi masing-masing komoditi sebanyak 10.797,8 ton/tahun dan 5.624,6 ton/tahun.

Subsektor tanaman perkebunan di Kabupaten Pasaman Barat didominasi oleh komoditi tanaman kelapa sawit, dimana rata-rata luas lahannya sepanjang tahun 2008 – 2012 yaitu sebesar 94.629,4 ha/tahun dan rata-rata produksinya sebesar 240.003,8 ton/tahun. Untuk rata-rata luas lahan komoditi tanaman kakao yaitu sebesar 10.932,2 ha/tahun dan rata-rata produksinya sebanyak 6.968,4 ton/tahun. Untuk rata-rata luas lahan komoditi tanaman karet, kelapa dan kopi masing-masing sebesar 7.606 ha/tahun, 2.756,6 ha/tahun, dan 960,4 ha/tahun, dan untuk rata-rata masing-masing komoditi yaitu sebanyak 5.259,06 ton/tahun, 2.047,5 ton/tahun dan 243,3 ton/tahun. Sedangkan untuk komoditi kayu manis, rata-rata luas lahannya sebesar 97,8 ha dan rata-rata produksinya sebanyak 120,5 ton/tahun.

Subsektor peternakan didominasi oleh ternak sapi, kambing dan kerbau. Di mana rata-rata populasi sapi sepanjang tahun 2008 – 2012 yaitu sebanyak 13.779 ekor/tahun dan rata-rata jumlah pemotongan pertahun yaitu 2.211 ekor. Untuk rata- rata populasi kambing yaitu sebanyak 13.167 ekor/tahun dan rata-rata jumlah pemotongan kambing yaitu 1.369 ekor/tahun. Sedangkan rata-rata populasi kerbau yaitu sebanyak 2.460 ekor/tahun dan rata-rata jumlah pemotongan sebanyak 135 ekor/tahun.

Subsektor perikanan di Kabupaten Pasaman Barat, hasil produksi ikan laut sepanjang tahun 2008 – 2012 rata-rata sebanyak 80.470 ton/tahun dan untuk ikan budidaya yaitu sebanyak 1.737 ton/tahun.

3. Kependudukan

Jumlah penduduk di Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2010 sebanyak 4.846.909, yang terdiri dari 2.404.377 laki-laki dan 2.442.532 perempuan. Jumlah

penduduk terbanyak yaitu berada di Kota Padang sebanyak 833.562 dan yang paling sedikit jumlah penduduknya berada di Padang Panjang dengan jumlah penduduk sebanyak 47.008.

Tabel 8. Jumlah Penduduk Provinsi Sumatera Barat menurut Kabupaten/Kota Tahun 2010

No Kabupaten/Kota Jumlah Penduduk Kepadatan Penduduk (Jiwa/Km2)

1 Kepulauan Mentawai 76.173 12,67 2 Pesisir Selatan 429.246 74,07 3 Solok 348.366 93,25 4 Sijunjung 201.823 64,46 5 Tanah Datar 338.494 253,36 6 Padang Pariaman 391.056 294,29 7 Agam 454.853 203,76 8 50 Kota 348.555 103,91 9 Pasaman 253.299 56,95 10 Solok Selatan 144.281 43,12 11 Dharmasraya 191.442 64,64 12 Pasaman Barat 365.129 107,78 13 Padang 833.562 1.119,44 14 Solok 59.396 1.030,46 15 Sawahlunto 56.866 207,96 No Kota 16 Padang Panjang 47.008 2.043,83 17 Bukittinggi 111.312 4.410,14 18 Payakumbuh 116.825 1.425,51 19 Pariaman 79.043 1.077,47 Sumatera Barat 4.846.909 114,59

Sumber: BPS Sumatera Barat, 2011

Kepadatan penduduk di Pemerintah Sumatera Barat mencapai 114,59 orang/km2. Kepadatan penduduk antar daerah di masing-masing daerah tingkat II sangat bervariasi. Daerah terpadat adalah Kota Bukittinggi dengan rata-rata per kilometer wilayahnya dihuni oleh sekitar 4.410 jiwa. Lalu Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang dan Kota Padang masing-masing sebesar 2.043 jiwa/km2, 1.452 jiwa/km2, dan 1.199 jiwa/km2. Sedangkan daerah yang paling jarang penduduknya

adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai yaitu hanya 12 jiwa/km2. Perincian mengenai jumlah penduduk Provinsi Sumatera Barat menurut Kabupaten/Kota dapat dilihat pada tabel 8.

4. Ketenagakerjaan

Di daerah Provinsi Sumatera Barat, terdapat tiga masalah ketenagakerjaan yang menjadi perhatian pemerintah adalah perluasan lapangan kerja, peningkatan kemampuan dan keterampilan tenaga kerja, serta perlindungan tenaga kerja. Kondisi keamanan dan kenyamanan berusaha serta kemampuan daya beli masyarakat yang tinggi akan memperluas usaha, dengan sendirinya akan memperluas lapangan pekerjaan sehingga pengangguran berkurang. Penduduk yang berpendidikan dan terampil juga akan meningkatkan kualitas tenaga kerja.

Tabel 9. Persentase Penduduk Sumatera Barat Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan tahun 2010.

No Sektor Persentase (%)

1 Pertanian, Kehutanan, Perburuan, Perikanan 44,10

2 Pertambangan 1,21

3 Industri Pengolahan 6,78

4 Listrik, Gas dan Air 0,18

5 Bangunan 5,11

6 Perdagangan Besar, Eceran, Rumah Makan dan Hotel 19,90 7 Angkutan, Pergudangan, Komunikasi 4,98 8 Keuangan, Asuransi, Usaha Persewaan Bangunan,

Tanah dan Jasa Perusahaan

1,12

9 Jasa Kemasyarakatan 16,63

Sumber: BPS Sumatera Barat, 2011

Pada tabel di atas terlihat bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Hal tersebut mengindikasikan bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang dominan dalam perekonomian, dan secara nyata mampu menyerap tenaga kerja yang besar. Tidak hanya pada tahun 2010 saja pada tahun sebelumnya sektor pertanian juga masih merupakan sektor yang paling banyak

menyerap tenaga kerja dengan persentase sebesar 44,10%, disusul oleh sektor perdagangan sebesar 19,90%, dan sektor jasa kemasyarakatan sebesar 16,63%.

5. Struktur Ekonomi

Perekonomi Sumatera Barat didominasi oleh tiga sektor kegiatan ekonomi yaitu sektor pertanian, perdagangan, hotel dan restoran, dan jasa.

Tabel 10. Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Provinsi Sumatera Barat Tahun 2004 – 2012 (%)

Sumber: BPS Sumatera Barat (data diolah)

Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar bagi perekonomian Sumatera Barat, sektor ini mulai dari tahun 2004 – 2012 menyumbang rata-rata 24,14 persen. Sektor perdagangan, hotel dan restoran yang menyumbang pendapatan terbesar dalam pembentukan PDRB Sumatera Barat setelah sektor pertanian. Sektor ini menyumbang rata-rata 18,23 persen per tahun terhadap pembentukan PDRB daerah selama kurun waktu 2004 – 2012 (Tabel 9). Penyumbang terbesar ketiga bagi PDRB Sumatera Barat adalah sektor jasa-jasa yaitu rata-rata sebesar 16,42 persen per tahun disusul oleh sektor pengakutan dan komunikasi, dan sektor industri pengolahan yaitu berturt-turut sebesar 13,67 persen dan 12,82 persen.

Sektor 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Rata-rata Pertanian 25.15 25.01 24.74 24.42 24.1 23.92 24.5 22.96 22.47 24.14 Pertambangan & Penggalian 3.35 3.26 3.17 3.13 3.09 3.1 3.1 3.02 2.97 3.13 Industri Pengolahan 13.16 13.06 12.86 12.79 12.82 12.73 12.32 12.13 11.87 12.64 Listrik, Gas, dan Air

minum 1.09 1.16 1.19 1.2 1.16 1.18 1.14 1.11 1.1 1.15 Bangunan 4.99 4.94 4.99 4.94 4.98 4.97 5.33 5.47 5.5 5.12 Perdagangan, Hotel dan Restoran 18.15 18.2 18.3 18.4 18.38 18.29 17.86 17.97 18.16 18.19 Pengangkutan dan Komunikasi 12.4 12.88 13.38 13.75 14.1 14.33 14.87 15.2 15.59 14.06 Keuangan,

Persewaan dan Jasa Perusahaan

4.99 5.02 5.1 5.14 5.2 5.18 5.17 5.09 5.09 5.11 Jasa-jasa 16.71 16.47 16.27 16.22 16.18 16.31 16.74 17.04 17.25

6. Pertanian di Sumatera Barat

Kontribusi yang cukup besar dalam PDRB dan dalam penyerapan tenaga kerja, menjadikan sektor pertanian sebagai sektor utanma bagi perekonomian Sumatera Barat. Pada tahun 2008, sumbangan terbesar dari pertanian yaitu sub sektor tanaman pangan dan hortikulturan sebesar 12,55 persen (Sumatera Barat dalam Angka 2009). Berdasarkan luas lahan budidaya, sektor pertanian didominasi oleh subsektor perkebunan dari pada subsektor tanaman pangan. Total luas lahan perkebunan mencapai 610.446 ha sedangkan lahan persawahan hanya sebesar 276.262 ha (Sumatera Barat dalam Angka 2011). Namun demikian, berdasarkan sumbangan terhadap PDRB sektor pertanian, maka yang terjadi adalah sebaliknya didiminasi oleh subsektor tanaman pangan dan hortikultura sebesar 11,67 persen, disusul oleh subsektor perkebunan 5,93 persen, perikanan 2,61 persen, peternakan 1,88 persen dan kehutanan 1,29 persen.

PDRB sektor pertanian per kabupaten/kota di Sumatera Barat menunjukkan

Dalam dokumen Analisis Peran Sektor Pertanian dalam Ek (Halaman 39-59)

Dokumen terkait