• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Gunung Sinabung dan Pengungsi

Luas 1 Total Area 1

4.2. Gambaran Umum Gunung Sinabung dan Pengungsi

Gunung Sinabung adalah sebuah gunung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Sinabung bersama Sibayak di dekatnya adalah dua gunungapi aktif di Sumatera Utara. Ketinggian gunung ini adalah 2.460 meter.

Gunung ini menjadi puncak tertinggi di Sumatera Utara. Gunung ini belum pernah tercatat meletus sejak tahun 1600. Koordinat puncak gunung Sinabung berada pada 3 derajat 10 menit LU, 98 derajat 23 menit BT.

Menurut Ahli Vulkanologi Gunung Sinabung sebelum erupsi tahun 2010 lalu, memiliki riwayat erupsi terakhir 1600 tahun sebelumnya. PVMBG membuat Status Gunung Sinabung adalah Tipe C, dan tak perlu dipantau. Akhirnya erupsi Gunung Sinabung pada tahun 2010 terjadi ketika dalam status tidak dalam pantauan PVMBG.

Setelah erupsi tahun 2010 Gunung Sinabung dirubah menjadi Status A dan Kementerian Badan Geologi ESDM RI PVMBG membuka Pos Pemantau Gunungapi Sinabung di Desa Surbakti sekitar 10 Km dari Gunung Sinabung. Pada tahun 2012 telah memiliki kantor sendiri yang dibangun di Desa Ndokum Siroga Kecamatan Simpang Empat tidak jauh dari lokasi pertama. Sinabung akhirnya dipantau demi misi kemanusiaan menghindarkan korban jiwa apabila

sewaktu-waktu Sinabung bergolak. Pemantauan ini terus dilakukan sampai Sinabung erupsi kembali sejak September 2013 sampai sekarang.

Erupsi Gunung Sinabung telah mencapai kurun waktu lebih 5 tahun sejak tahun 2010. Setelah selama 3 tahun jeda, pada September 2013 Sinabung kembali bergolak sampai sekarang. Secara kronologis erupsi sunabung sebagai berikut :

- Pada tanggal 27 Agustus 2010, tanggal 3 dan 7 september 2010 Gunungapai Sinabung mengalami erupsi dan mengeluarkan asap dan abu vulkanis dan sejak kejadian tersebut Gunung Sinabung dinyatakan dalam status Waspada.

Pemerintah Kabupaten Karo telah menetapakan sebanyak 2 kali Masa Tanggap Darurat. Masa Tanggap Darurat Pertama ditetapkan Bupati Karo dari tanggal 30 Agustus s/d 09 September 2010. Sedangkan masa Tanggap Darurat Kedua merupakan perpanjangan waktu untuk masa Tanggap Darurat Pertama dari tanggal 09 Oktober s/d 24 Oktober 2010.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pusat merubah Status Gunung Sinabung dari Tipe C menjadi Gunung Berapi Tipe A, yakni statusnya dipantau selama 24 jam, dengan membuka Pos Pengamat sementara di Desa Surbakti Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo.

- Pada tanggal 14 September 2013, sekitar pukul 22.45 Wib telah terjadi letusan Gunung Sinabung; beberapa jam kemudian, sekitar pukul 03.00 Wib (tanggal 15 September 2013) Gunung Sinabung kembali meletus dengan mengeluarkan api, asap, debu, larva dan bau belerang sangat menyengat. Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung, pada tanggal 15 September 2013, pukul 03.00 Wib meningkatkan status Gunung Sinabung dari Waspada (Level-2) menjadi Siaga (Level-3).

Bupati Karo mengeluarkan SK Bupati Karo Nomor : 361/249/Bakesbang/2013, tanggal 17 September 2013 Tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Penanganan Bencana Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, dan SK. Bupati Karo Nomor 361/250/BAKESBANG/2013, tanggal 17 September 2013 Pembentukan Tim Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Gunung Sinabung Kabupaten Karo Tahun 2013.

- Tanggal 24 Nov 2013 terjadi erupsi abu, tinggi 500 hingga 10.000 meter dan tersebar ke arah Barat daya-Barat,Timur–Tenggara, umumnya disertai suara gemuruh. Sebagian besar erupsi diikuti awan panas ke arah tenggara dengan jarak luncur 500 – 1500 meter, statusnya dinaikkan menjadi AWAS pada pukul 10:00 WIB. Desa (17.713 jiwa) diungsikan.

- Tanggal 20 Januari 2014 status AWAS (level IV) radius 5 Km ditambah 6 Desa diluar radius masih mengeluarkan abu vulkanik dan awas panas, jumlah pengungsi menjadi 28.536 Jiwa (8.967KK) di 42 Titik Pengungsi.

- Pertengahan Maret 2014 Aktivitas Vulkanik G. Sinabung cenderung menurun 8 April 2014 Pukul 17:00 WIB Surat PVMBG No. 1230/45/BGL.V/2014 Menurunkan status Gunung Sinabung dari AWAS (level IV) menjadi SIAGA (Level III). Sukanalu dan Sigarang-garang) Berada pada radius 3 - 5 km dari kawah Masyarakat tidak mau pulang alasan trauma. (795 KK/2443 Jiwa)

Bupati Karo menurunkan Status Tanggap Darurat menjadi Transisi Darurat Menuju Pemulihan.

- Setelah 2 bulan, tepatnya tanggal 2 Juni 2015 Pukul 23:00 WIB PVMBG menaikkan status Gunung Sinabung dari WASPADA ke AWAS, dan KRB dari radius 5 Km menjadi 7 Km sektoral selatan-tenggara.

- PVMBG melalui Surat No: 1769/45/BGL.V/2015, tanggal 2 Juni 2015 Status Gunung Sinabung dinaikkan statusnya dari SIAGA (level III) ke AWAS (level IV). Luasan Kawasan Rawan Bencana III ditetapkan semakin jauh dari sebelumnya hanya radius 5 km menjadi radius 7 km dari Gunung Sinabung.

Perubahan Status TRANSISI DARURAT kembali menjadi TANGGAP DARURAT ditetapkan Bupati Karo s.d sekarang.

a. Perkembangan jumlah pengungsi

Perkembangan jumlah pengungsi mengalami dinamika yang cepat seiring dengan tingginya aktivitas vulkanis Gunung Sinabung, dengan kronologis sebagai berikut :

- 14 November 2013 Jumlah pengungsi sebanyak 5535 jiwa dari Desa Sukanalu, Sigarang-Garang, Kuta Gugung, Kuta Rayat, dan Desa Berastepu Dusun pad 14 pos Pengungsi.

- Desember 2013 Jumlah pengungsi telah mencapai 5584 KK dan 18.186 jiwa yang tersebar di 31 Pos Pengungsian Kabupaten Karo dan Kabupaten Langkat

- Jumlah pengungsi sebanyak 5977 jiwa dan mengalami kenaikan dari tanggal 14 November 2013 sebanyak 5535 jiwa. Pos pengungsi bertambah menjadi 14 titik dari 11 titik pada tanggal 14 November 2013.

(terlampir)

- Jumlah pengungsi berjumlah 17.160 jiwa yang terdiri dari 5.604 KK.

Titik Pos Pengungsian sebanyak 31 buah yang tersebar di Kec.

Kabanjahe, Kec. Berastagi, Kec.Tigabinanga, Kec. Kutabuluh, Kec.

Simpang Empat Kabupaten Karo dan Kec. Sei Bingei Kabupaten Langkat

- Tanggal 5 -14, 17 – 20, 23 dan 24 november 2013 : terjadi erupsi abu, tinggi 500 hingga 10.000 meter dan tersebar ke arah Baratdaya-Barat,Timur –Tenggara, umumnya disertai suara gemuruh. Sebagian besar erupsi diikuti awan panas ke arah tenggara dengan jarak luncur 500 – 1500 meter. Erupsi tanggal 24 mencapai 20 kejadian, statusnya dinaikkan menjadi AWAS pada pukul 10:00 WIB. Desa (17.713 jiwa) diungsikan

- Jumlah Pengungsi terbesar sejak erupsi tanggal 3 November 2014 adalah 33.190 jiwa dan 10.321 KK berada di 42 titik pos Pengungsi sekitar Kabanjahe, Berastagi, Tigabinaga dan 1 titik di Desa Telagah Kabupaten Langkat.

b. Wilayah dan penduduk terpapar

Puncak jumlah pengungsi dn desa terdampak terdapat 33.190 jiwa/10.321 KK berasal dari 33 desa dan ditempatkan pada 42 titik pos pengungsu.

Dinamika intensitas vulkanis Gunung Sinabung yang menurun akhirnya secara bertahap para pengungsi sejumlah 33.190 jiwa.

Terdapat 10 desa yang tidak diperbolehkan kembali ke desa karena status desa berada pada zona merah dan dilarang masyarakat memasuki wilayah tersebut, karena aliran awan panas (piroclastik) yang mematikan (Suhu dapat mencapai 700o – 1.000oC).

Tabel. 6 : Jumlah dan Lokasi Pengungsi 2014-2015

Sumber : Posko Tanggap Darurat Pemkab Karo

Jumlah pengungsi di atas pada saat kondisi puncak, dengan jumlah 33.190 jiwa dan 10.321 KK. Jumlah ini berasal dari desa-desa sampai radius 10 km.

Dengan menurunnya intensitas Sinabung, para pengungsi diizinkan kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan pemulihan dini (early recovery) berupa