• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Karakteristik Responden

Perbandingan komposisi ukuran contoh terhadap jumlah mahasiswa STEI SEBI angkatan 2004 dan 2005 disajikan pada Gambar 2. Persentase jumlah mahasiswa STEI SEBI angkatan 2004 dan 2005 berdasarkan jenis kelamin digambarkan pada Gambar 2(a), sedangkan persentase jumlah responden mahasiswa berdasarkan jenis kelamin yang digunakan sebagai contoh terdapat pada Gambar 2(b). Mahasiswa STEI SEBI berjenis kelamin pria lebih banyak dibanding wanita, digambarkan dalam komposisi data angkatan 2004 dan 2005. Data contoh yang digunakan cukup representatif dengan jumlah populasi yang ada, hal ini ditunjukkan dalam perbandingan komposisi data pada gambar 2(a) dan 2(b) antara ukuran contoh dan ukuran populasi yang tidak jauh berbeda.

a b

Gambar 2 (a) Persentase jumlah populasi mahasiswa dan (b) Persentase jumlah contoh mahasiswa berdasarkan keberhasilan studi dan jenis kelamin Tahun 2004 & Tahun 2005

Hipotesis untuk pembahasan ini kita tetapkan sebagai berikut:

H0

H

: Tidak terdapat asosiasi antar peubah-peubah penjelas yang ditetapkan dengan keberhasilan studi pada STEI SEBI.

1

Tingkat asosiasi antara peubah penjelas dengan peubah respon diuji menggunakan khi-kuadrat dengan taraf nyata 0.05. Nilai Khi-kuadrat hitung

: Terdapat asosiasi antar peubah-peubah penjelas yang ditetapkan dengan keberhasilan studi pada STEI SEBI.

lebih besar dari taraf nyata 0.05 maka terdapat asosiasi antara peubah penjelas dengan peubah respon. Nilai Khi-kuadrat hitung lebih kecil dari taraf nyata 0.05 maka tidak terdapat asosiasi antara peubah penjelas dengan peubah respon.

Peubah respon dalam pengolahan data yang digunakan berupa kategori diskret yakni gagal dilambangkan dengan angka 0 dan sukses dilambangkan dengan angka 1. Peubah penjelas meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, asal daerah, NEM/UN, pekerjaan orang tua, penghasilan orang tua, program studi, membiayai kuliah, minat kuliah, pilihan utama STEI SEBI, mengalami kesulitan, mengatasi kesulitan,waktu ulang mata kuliah, mahasiswa bekerja, tempat kost, memiliki buku teks, keaktifan organisasi, fasilitas, cita-cita wiraswasta, cita-cita bank syariah, cita-cita lembaga keuangan syariah, cita-cita dosen/guru, cita-cita lainnya, IPK, kepemilikan kendaraan, memiliki sahabat, biaya kuliah terjangkau, beasiswa, lokasi strategis, transportasi, lingkungan islami, fasilitas lengkap, kunjungan sekolah, permintaan orang tua, prospek karir, figur pengelola.

Tabel 1 menunjukkan banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan jenis kelamin. Responden berjenis kelamin pria, jumlah per sentase gagal dan sukses lebih banyak dari responden wanita yaitu masing-masing 66.13% dan 33.87%. Komposisi responden pria yang sukses sebesar 35.48% dan yang gagal sebesar 30.65%; sedangkan responden wanita yang sukses sebesar 27.42% dan yang gagal sebesar 6.45%. Data tabel secara umum menggambarkan bahwa mahasiswa pada STEI SEBI angkatan 2004 dan 2005 mayoritas berjenis kelamin pria. Nilai χ2

hitung

Tabel 1 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan jenis kelamin sebesar 4.43 menunjukkan bahwa jenis kelamin memiliki asosiasi dengan keberhasilan studi mahasiswa STEI SEBI. Hal ini menjelaskan bahwa kecenderungan sukses dalam studis STEI SEBI terdapat pada jenis kelamin pria. Keberhasilan Studi Jenis Kelamin Total Pria Wanita Gagal 19 30.65% 4 6.45% 23 37.00% Sukses 22 35.48% 17 27.42% 39 63.00% Total 41 66.13% 21 33.87% 62 100.00% Keterangan : χ2 hitung= 4.43 dan χ2 0.05(1)

Berdasarkan Tabel 2 sebagian besar ukuran contoh yang diambil mayoritas = 3.84

berusia kurang dari sama dengan 20 tahun. Pada usia 20 tahun, mahasiswa yang sukses sebesar 51.6% dan yang gagal sebesar 25.81%; kemudian usia dari 21 sampai 22 tahun, mahasiswa yang sukses sebesar 9.68% dan yang gagal sebesar 4.83%; dan usia diatas 22 tahun, mahasiswa yang sukses sebesar 6.45% dan yang

gagal sebesar 1.61%. Nilai χ2

hitung

Tabel 2 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan usia sebesar 4.29 menunjukkan bahwa usia tidak memiliki asosiasi dengan keberhasilan mahasiswa STEI SEBI. Hal ini menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa berdasarkan usia tidak mempengaruhi keberhasilan studi. Keberhasilan studi Usia Total ≤20 21-22 >22 Gagal 16 25.81% 3 4.84% 4 6.45% 23 Sukses 32 51.61% 6 9.68% 1 1.61% 39 Total 48 77.42% 9 14.52% 5 8.06% 62 Keterangan: χ2 hitung = 4.29 dan χ2 0.05(2)

Pendidikan responden sebelum masuk ke STEI SEBI berdasarkan keberhasilan studi disajikan pada Tabel 3. Responden yang memiliki pendidikan IPS sebesar 40.33%, IPA sebesar 37.10%, SMK sebesar 12.90%, dan Pesantren sebesar 9.68%. Responden dengan latar belakang pendidikan IPA dan IPS merupakan mayoritas dalam penelitian ini. Responden dengan pendidikan IPA yang sukses sebesar 25.81% dan gagal sebesar 11.29%; pendidikan IPS yang sukses sebesar 25.81% dan gagal sebesar 14.52%; pendidikan SMK yang sukses sebesar 4.83% dan gagal sebesar 8.06%; dan pendidikan Pesantren sukses sebesar

6,45% dan gagal sebesar 3.23%. Nilai χ

= 5.99

2

hitung

Pada Tabel 4 kemudian disajikan banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan asal daerah yang berasal dari daerah Jawa maupun dari luar Jawa. Jumlah persentase terbesar responden yang didapat mayoritas dari Jawa sebesar 82.26% dan luar jawa sebesar 17.74%. Mahasiswa dari Jawa yang sukses dan gagal menjalankan studinya, masing-masing sebesar 48.39% dan 33.87%;

sedangkan dari luar jawa masing-masing sebesar 14.51% dan 3.22%. Nilai χ

sebesar 2.70 menjelaskan bahwa pendidikan tidak memiliki asosiasi atau keterkaitan dengan keberhasilan mahasiswa STEI SEBI.

2

hitung sebesar 2.05 menunjukkan bahwa asal daerah tidak memiliki asosiasi dengan

keberhasilan studi mahasiswa STEI SEBI.

Hal ini menjelaskan penerimaan mahasiswa berdasarkan asal daerah tidak mempengaruhi keberhasilan studi.

Tabel 3 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan pendidikan Keberhasilan

studi

Pendidikan Total

IPA IPS SMK Pesantren

Gagal 7 11.29% 9 14.52% 5 8.06% 2 3.23% 23 37.10% Sukses 16 25.81% 16 25.81% 3 4.84% 4 6.45% 39 62.90% Total 23 37.10% 25 40.33% 8 12.90% 6 9.68% 62 100.00% Keterangan: χ2 hitung = 2.70 dan χ2 0.05(3)

Tabel 4 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan asal daerah = 7.81

Keberhasilan Studi

Asal Daerah

Total

Jawa Luar Jawa

Gagal 21 33.87% 2 3.22% 23 37.09% Sukses 30 48.39% 9 14.51% 39 62.90% Total 51 82.26% 11 17.74% 62 100.00% Keterangan: χ2 hitung = 2.05 dan χ2 0.05(1)

Pada Tabel 5 disajikan banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan NEM/UN. Mayoritas responden memiliki rata-rata NEM atau Ujian Nasional (UN) 6.5-7.49 sebesar 50%, NEM/UN < 6.5 sebesar 30.65%, dan

rata-rata7.5 sebesar 19.35%. Mahasiswa sukses terbesar terdapat pada responden

dengan nilai range 6.5-7.49 dan terkecil pada responden dengan nilai 7.5.

Responden dengan rata-rata NEM/UN < 6.5, mahasiswa yang sukses sebesar 14.52% dan gagal 16.13%; kemudian rata-rata NEM/UN 6.5-7.49, mahasiswa

yang sukses sebesar 40.32% dan gagal sebesar 9.68%; dan rata-rata NEM/UN

7.5, mahasiswa yang sukses sebesar 8.06% dan gagal sebesar 11.29%. Sebaran ini terlihat menarik karena responden mahasiswa dengan rata-rata NEM/UN < 6.5

dan rata-rata NEM/UN 7.5 memiliki data gagal cukup besar dibandingkan data

suksesnya. Sedangkan rata-rata NEM/UN 6.5-7.49 memiliki data sebaliknya, data

sukses lebih besar dibandingkan data gagalnya. Nilai χ

= 3.84

2

hitung sebesar 8.47 menunjukkan bahwa rata-rata NEM/UN memiliki asosiasi dengan keberhasilan studi mahasiswa STEI SEBI. Hal ini menjelaskan kecenderungan sukses dalam keberhasilan studi terdapat pada nilai rata-rata NEM/UN 6.5-7.49. dan

kecenderungan gagal pada rata-rata NEM/UN < 6.5 atau 7.5.

Tabel 5 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan NEM/UN Keberhasilan studi NEM/UN Total < 6.5 6.5-7.49 ≥ 7.5 Gagal 10 16.13% 6 9.68% 7 11.29% 23 Sukses 9 14.52% 25 40.32% 5 8.06% 39 Total 19 30.65% 31 50.00% 12 19.35% 62 Keterangan: χ2 hitung = 8.47 dan χ2 0.05(2)

Pada Tabel 6 disajikan banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan pekerjaan orang tua, mayoritas pekerjaan orang tua responden adalah PNS, yaitu sebesar 43.55% dan pekerjaan orang tua sebagai wiraswasta sebesar 29.04%. Responden dengan orang tua pekerjaan PNS, sukses 35.48% dan gagal 8.07%; orang tua karyawan swasta, sukses sebesar 12.90% dan gagal sebesar 3.23%; orang tua wiraswasta sukses 14.51% dan gagal sebesar 14.51%; orang tua petani, sukses 0% dan gagal 8.07%; dan orang tua dengan pekerjaan lainnya,

mahasiswa yang sukses sebesar 0% dan gagal sebesar 3.22%;. Nilai χ

= 5.99

2

hitung

Tabel 6 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan pekerjaan orang tua

yang dihasilkan oleh tabulasi silang sebesar 18.40 menunjukkan bahwa latar belakang pekerjaan orang tua memiliki asosiasi dengan keberhasilan mahasiswa STEI SEBI menyelesaikan studinya. Hal ini berarti bahwa kecenderungan sukses dalam keberhasilan studi terdapat pada latar belakang mahasiswa yang memiliki orang tua dengan pekerjaan PNS maupun karyawan swasta.

Keberhasilan studi

Pekerjaan Orang Tua

Total 1 2 3 4 5 Gagal 5 8.07% 2 3.22% 9 14.52% 5 8.07% 2 3.22% 23 Sukses 22 35.48% 8 12.90% 9 14.52% 0 0% 0 0% 39 Total 27 43.55% 10 16.12% 18 29.04% 5 8.07% 2 3.22% 62 Keterangan: χ2 hitung = 18.40 dan χ2 0.05(4)

1. PNS 2. Karyawan swasta 3. Wiraswasta 4. Petani 5.Lainnya = 9.49

Tabel 7 menjelaskan bahwa penghasilan orang tua responden sebagian besar berada pada kisaran 1 sampai 3 juta. Responden mahasiswa dengan orangtua tanpa penghasilan tidak ada yang sukses atau sukses sebesar 0% dan gagal 3.22%; penghasilan orang tua dari 500 ribu sampai dengan 1 juta, sukses

sebesar 3.22% dan gagal 4.84%; penghasilan orang tua 1 sampai 3 juta, sukses sebesar 37.09% dan gagal 16.13%; penghasilan orang tua 3 sampai 5 juta, sukses 14.51% dan gagal sebesar 3.22%; dan penghasilan orang tua lebih besar 5 juta,

sukses sebesar 8.06% dan gagal 9.68%. Nilai χ2

hitung

Tabel 7 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan penghasilan orang tua

hasil tabulasi silang sebesar

8.29 menunjukkan bahwa jumlah penghasilan orang tua tidak memiliki asosiasi dengan keberhasilan mahasiswa STEI SEBI dalam menyelesaikan studinya. Hal ini berarti bahwa penghasilan orang tua tidak dapat digunakan sebagai acuan keberhasilan studi mahasiswa.

Keberhasilan studi

Pekerjaan Orang Tua

Total 1 2 3 4 5 Gagal 2 3.22% 3 4.84% 10 16.13% 2 3.22% 6 9.68% 23 Sukses 0 0% 2 3.22% 23 37.09% 9 14.52% 5 8,06% 39 Total 2 3.22% 5 8.06% 33 53.23% 11 17.74% 11 17.74% 62 Keterangan: χ2 hitung = 8.29 dan χ2 0.05(4)

1. Non Penghasilan 2. <1juta 3.1-3 Jt 4. 3-5 Jt 5. >5 Jt = 9.49 ;

Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan program studi di sajikan pada Tabel 8. Program studi Manajemen Perbankan Syariah (MPS) dan Akuntansi Syariah (AS), keduanya memiliki persentase sukses lebih besar dari gagal, Untuk program studi MPS, mahasiswa yang sukses sebesar 45.16% dan gagal sebesar 27.42%; dan AS, sukses sebesar 17.74% dan gagal sebesar 9.68%. Nilai χ2

hitung

Tabel 8 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan program studi sebesar 0.33 menunjukkan bahwa pilihan program studi tidak memiliki asosiasi dengan keberhasilan mahasiswa STEI SEBI. Hal ini berarti pengarahan untuk pemilihan program studi tidak menjadi faktor penentu dalam keberhasilan studi pada STEI SEBI.

Keberhasilan studi Program Studi Total MPS AS Gagal 17 27.42% 6 9.68% 23 Sukses 28 45.16% 11 65.00% 39 Total 45 72.58% 17 27.42% 62 Keterangan: χ2 hitung= 0.33 dan χ2 0.05(1)

Pada Tabel 9 disajikan banyaknya responden berdasarkan keberhasilan = 3.84

studi dan pembiayaan kuliah sebagai berikut, responden yang dibiayai kuliah oleh orang tuanya, sukses sebesar 48.39% dan gagal sebesar 20.96%; dibiayai oleh saudaranya, sukses sebesar 8.07% dan gagal sebesar 3.22%; dibiayai oleh wali, sukses sebesar 3.23% dan gagal sebesar 1.61%; dibiayai oleh pribadi, sukses

sebesar 3.23% dan gagal sebesar 11.29%. Nilai χ2

hitung

Tabel 9 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan

sebesar 7.49 menunjukkan bahwa pihak yang membiayai kuliah tidak memiliki asosiasi dengan keberhasilan studi mahasiswa STEI SEBI.

Pembiayaan kuliah

Keberhasilan studi

Pembiayaan Kuliah

Total Orang Tua Saudara Wali Pribadi

Gagal 13 20.96% 2 3.22% 1 1.61% 7 11.29% 23 Sukses 30 48.39% 5 8.07% 2 3.23% 2 3.23% 39 Total 43 69.35% 7 11.29% 3 4.84% 9 14.52% 62 Keterangan: χ2 hitung = 7.49 dan χ2 0.05(3)

Pada Tabel 10 disajikan banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan minat kuliah, mayoritas responden memiliki minat kuliah didorong dari keinginan pribadi yakni sebesar 67.74%. Responden dengan minat kuliah karena keinginan pribadi, yang sukses sebesar 41.94% dan gagal 25.81%; minat kuliah karena dari dorongan orang tua, yang sukses sebesar 4.83% dan gagal 0%; minat kuliah karena sekolah asal, yang sukses sebesar 0% dan gagal sebesar 1.61%; minat kuliah karena dorongan saudara, yang sukses 12.90% dan gagal 6.45%; dan minat kuliah karena teman, yang sukses dan gagal adalah sama sebesar 3.22%. Nilai χ

= 7.81

2

hitung

Tabel 10 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan minat kuliah sebesar 3.84 menunjukkan bahwa minat kuliah dari responden tidak memiliki keterkaitan dengan keberhasilan studi mahasiswa di STEI SEBI.

Keberhasilan studi

Minat Kuliah

Total

Pribadi Orang Tua

Sekolah

asal Saudara Teman

Gagal 16 25.81% 0 0% 1 1.61% 4 6.45% 2 3.23% 23 Sukses 26 41.94% 3 4.84% 0 0% 8 12.90% 2 3.23% 39 Total 42 67.74% 3 4.84% 1 1.61% 12 19.35% 4 6.46% 62 Keterangan: χ 2 hitung =3.84 dan χ 2 0.05(4)

Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan STEI SEBI = 9.49

sebagai pilihan utama disajikan pada Tabel 11. Responden yang menjawab STEI SEBI sebagai pilihan utama lebih kecil dibandingkan dengan responden menjawab STEI SEBI bukan pilihan utama yakni sebesar 32.26% dan 67.74%. Hal ini dapat disebabkan karena responden lebih mengutamakan perguruan tinggi negeri sebagai pilihan utama, tetapi baik karena pilihan utama atau bukan pilihan utama, persentase responden yang sukses tetap lebih tinggi dari yang gagal. Responden yang sukses dan gagal yang menjadikan STEI SEBI sebagai pilihan utama masing-masing sebesar 20.97% dan 11.29%; sedangkan untuk tidak menjadikan pilihan utama, masing-masing sebesar 41.94% dan 25.80%. Nilai

χ2

hitung

Tabel 11 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan Pilihan Utama STEI SEBI

sebesar 1.74 menunjukkan bahwa pilihan utama atau tidak terhadap STEI SEBI tidak memiliki asosiasi dengan kesuksesan dalam menyelesaikan studi mahasiswa di STEI SEBI, hal ini berarti pilihan utama atau bukan STEI SEBI oleh responden tidak menjadi faktor keberhasilan studi.

Keberhasilan studi

Pilihan Utama STEI SEBI

Total Ya Bukan Gagal 7 11.29% 16 25.80% 23 Sukses 13 20.97% 26 41.94% 39 Total 20 32.26% 42 67.74% 62 Keterangan: χ 2 hitung =1.74 dan χ 2 0.05(1) =

Pada Tabel 12 dan Tabel 13 dijelaskan kondisi responden yang mengalami kesulitan selama perkuliahan dan bagaimana mengatasinya. Pada Tabel 12, terlihat persentase antara responden yang mengalami kesulitan dengan responden yang tidak mengalami kesulitan relatif berimbang. Tetapi, responden yang mengalami kesulitan memiliki persentase sukses lebih kecil dibandingkan dengan yang tidak mengalami kesulitan, dan persentase gagal lebih besar yang mengalami kesulitan dibandingkan dengan yang tidak mengalami kesulitan. Dalam hal mengatasi kesulitan perkuliahan, mahasiswa lebih banyak mengatasinya dengan bertanya kepada teman. Hal ini kita dapat lihat pada Tabel 13, dimana kecenderungan mahasiswa bertanya pada teman untuk mengatasi kesulitan memiliki jumlah persentase sebesar 62.90%.

3.84

peluang sukses sebesar 30.65% dan gagal sebesar 19.35%; sedangkan mahasiswa yang tidak mengalami kesulitan, memiliki peluang sukses sebesar 32.26% dan

gagal sebesar 17.74%. Nilai χ2

hitung

Berdasarkan Tabel 13 dapat diketahui cara responden dalam mengatasi kesulitan selama kuliah di STEI SEBI. Cara responden mengatasi kesulitan dengan bertanya pada teman, mahasiswa yang sukses sebesar 40.32% dan gagal sebesar 22.58%; dengan bertanya pada dosen, mahasiswa yang sukses sebesar 14.52% dan gagal sebesar 4.84%; dengan membaca buku, mahasiswa yang sukses sebesar 3.22% dan gagal sebesar 6.45%; dan cara lainnya, mahasiswa yang sukses

sebesar 4.84% dan gagal sebesar 3.22%. Nilai χ

sebesar 3.04 menunujukkan bahwa mahasiswa yang mengalami kesulitan atau tidak mengalami kesulitan tidak memiliki asosiasi dengan keberhasilan mahasiswa STEI SEBI, hal ini berarti kesulitan yang dialami mahasiswa tidak menjadi faktor yang mampunjelaskan keberhasilan studi.

2

hitung

Tabel 12 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan kesulitan sebesar 3.04 menunjukkan bahwa cara responden mengatasi kesulitan selama perkuliahan tidak memiliki asosiasi dengan keberhasilan studinya di STEI SEBI, hal ini menjadikan cara mahasiswa mengatasi kesulitan tidak menjadi faktor yang menentukan keberhasilan studi STEI SEBI.

Keberhasilan studi Kesulitan Total Ya Tidak Gagal 12 19.35% 11 17.74% 23 Sukses 19 30.65% 20 32.26% 39 Total 31 50% 31 50% 62 Keterangan: χ 2 hitung = 0.69 dan χ 2 0.05(1) =3.84

Tabel 13 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan mengatasi kesulitan Keberhasilan studi Mengatasi Kesulitan Total Bertanya pada teman Bertanya pada Dosen Membaca Buku Lainnya Gagal 14 22.58% 3 4.84% 4 6.45% 2 3.23% 23 Sukses 25 40.32% 9 14.51% 2 3.23% 3 4.84% 39 Total 39 62.90% 12 19.35% 6 9.68% 5 8.07% 62 Keterangan : χ 2 hitung = 3.04 dan χ 2 0.05(3) =7.81

disajikan pada Tabel 14, untuk waktu tidak tentu, mahasiswa yang sukses sebesar 20.97% dan gagal sebesar 24.19%; untuk waktu kurang 1 jam, mahasiswa yang sukses sebesar 9.68% dan gagal sebesar 1.61%; untuk waktu 1 sampai 2 jam, mahasiswa yang sukses sebesar 22.58% dan gagal sebesar 8.06%; untuk waktu lebih dari 2 jam, mahasiswa yang sukses 4.84% dan gagal sebesar 6.45%. Secara umum mayoritas mahasiswa STEI SEBI dalam waktu mengulang matakuliah dengan waktu yang tak tentu yakni sebesar 45.16% dan waktu mengulang 1-2 jam

yakni sebesar 30.64%. Nilai χ2

hitung

Tabel 14 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan waktu ulang mata kuliah

sebesar 6.27 menunujukkan bahwa cara responden meluangkan waktu untuk mengulang matakuliah tidak memiliki keterkaitan dengan keberhasilan studi pada STEI SEBI.

Keberhasilan studi

Waktu Ulang Mata Kuliah

Total Tidak tentu <1jam 1-2jam >2jam lainnya

Gagal 15 24.19% 1 1.61% 5 8.06% 1 1.61% 1 1.61% 23 Sukses 13 20.97% 6 9.68% 14 22.58% 3 4.84% 3 4.84% 39 Total 28 45.16% 7 11.29% 19 30.64% 4 6.45% 4 6.45% 62 Keterangan: χ 2 hitung = 6.27 dan χ 2 0.05(4) =

Pada Tabel 15 disajikan banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan mahasiswa yang bekerja, untuk responden yang menyatakan bekerja, sukses sebesar 19.35% dan gagal 14.52%; untuk responden yang menyatakan

tidak bekerja, sukses sebesar 43.55% dan gagal sebesar 22.58%. Nilai χ

9.49

2

hitung

Tabel 15 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan mahasiswa bekerja

sebesar 0.45 menunjukkan bahwa responden bekerja atau tidak bekerja tidak memiliki asosiasi dengan keberhasilan studi pada STEI SEBI.

Respon Mahasiswa Bekerja Total

Ya Tidak Gagal 9 14.52% 14 22.58% 23 Sukses 12 19.35% 27 43.55% 39 Total 21 33.87% 41 66.13% 62 Keterangan : χ2 hitung = 0.45 dan χ2 0.05(1)

Pada Tabel 16 disajikan banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan tempat tinggal kost selama kuliah, dari hasil tabel terlihat kebanyakan

responden merupakan mahasiswa yang pulang pergi kekampus atau tidak kost, hal ini disajikan pada Tabel 16 bahwa responden kost sebesar 51.62% dan tidak kost sebesar 48.38%. Data pada Tabel 16 secara rinci dijelaskan sebagai berikut, untuk responden yang menyatakan kost, sukses sebesar 37.10% dan gagal sebesar 11.29%; untuk responden yang menyatakan tidak kost, sukses dan gagal

proporsinya sama sebesar 25.81% . Nilai χ2

hitung

Tabel 16 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan tempat kost sebesar 4.72 menunjukkan bahwa tempat tinggal responden kost dan tidak kost memiliki asosiasi dengan keberhasilan studi pada STEI SEBI. Hal ini dapat dinyatakan bahwa kecenderungan sukses keberhasilan studi terdapat pada mahasiswa yang memiliki tempat kost. Keberhasilan studi Kost Total Ya Tidak Gagal 7 11.29% 16 25.81% 23 Sukses 23 37.09% 16 25.81% 39 Total 30 48.38% 32 51.62% 62 Keterangan : χ2 hitung = 4.72 dan χ 2 0.05(1)

Tabel 17 disajikan banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan memiliki buku teks. Pada umumnya responden memiliki buku teks hal ini dilihat dari total jawaban mahasiswa yang memiliki buku teks sebesar 70.79%. Secara rinci Tabel 17 disajikan sebagai berikut, untuk responden yang menyatakan ya memiliki buku teks, yang sukses sebesar 46.77% dan gagal 24.19%; sedangkan untuk responden yang menyatakan tidak memiliki buku teks, yang sukses sebesar

16.13% dan gagal sebesar 12.90%. Nilai χ

= 3.84

2

hitung

Tabel 17 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan memiliki buku teks

sebesar 0.menunjukkan bahwa tidak ada keterkaitan antara memiliki buku teks dengan keberhasilan studi pada STEI SEBI. Keberhasilan studi Memiliki Bukuteks Total Ya Tidak Gagal 15 24.19% 8 12.90% 23 Sukses 29 46.77% 10 16.13% 39 Total 44 70.97% 18 29.03% 62

Keterangan: χ 2

hitung = 0.59 dan χ 2 0.05(1)

Pada Tabel 18 disajikan banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan keaktifan organisasi. Keaktifan organisasi responden mendorong mahasiswa untuk sukses lebih besar. Mahasiswa yang aktif berorganisasi, yang sukses sebesar 56.45% dan gagal sebesar 12.90%; sedangkan ketika mahasiswa tidak aktif berorganisasi, yang sukses sebesar 6.45% dan gagal sebesar 24.19%. Nilai χ

= 3.84

2

hitung

Tabel 18 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan Keaktifan organisasi

sebesar 20.56 menunjukkan bahwa ada asosiasi antara keterlibatan organisasi dengan keberhasilan studi pada STEI SEBI. Hal ini berarti kecenderungan keberhasilan studi terdapat pada mahasiswa yang memiliki keaktifan berorganisasi. Organisasi bisa dilihat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk tempat berdiskusi dalam mengatasi kesulitan kuliah, hal ini terdapat pada Tabel 13 sebelumnya mayoritas mahasiswa dalam mengatasi kesulitan kuliah dengan cara bertanya kepada teman.

Keberhasilan studi

Keaktifan Organisasi

Total

Aktif Tidak Aktif

Gagal 8 12.90% 15 24.19% 23 Sukses 35 56.45% 4 6.45% 39 Total 43 69.35% 19 30.64% 62 Keterangan : χ 2 hitung = 20.56 dan χ 2 0.05(1) = 3.84

Pada Tabel 19 disajikan banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan fasilitas. Fasilitas yang dimaksud berupa fasilitas laboratorium dan perpustakaan, menunjukkan bahwa responden pada umumnya menggunakan fasilitas kampus, hal ini terlihat pada total persentase responden menyatakan ya menggunakan fasilitas kampus sebesar 85.48%.

Secara rinci penjelasan tabel sebagai berikut, untuk responden yang menyatakan ya menggunakan fasilitas, sukses sebesar 56.45% dan gagal sebesar 29.03%; sedangkan untuk responden yang menyatakan tidak, sukses sebesar

6.45% dan gagal sebesar 8.06%. Nilai χ2

hitung sebesar 1.54 menunjukkan bahwa fasilitas kampus tidak memiliki asosiasi dengan keberhasilan studi pada STEI SEBI, sehingga penggunaan fasilitas atau tidak oleh mahasiswa STEI SEBI memiliki peluang gagal/sukses yang sama pada respon keberhasilan studi STEI

SEBI.

Tabel 19 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan fasilitas Keberhasilan studi Fasilitas Total Ya Tidak Gagal 18 29.03% 5 8.07% 23 Sukses 35 56.45% 4 6.45% 39 Total 53 85.48% 9 14.52% 62 Keterangan : χ2 hitung = 1.54 dan χ2 0.05(1)

Pembahasan selanjutnya berhubungan dengan kelompok peubah cita-cita responden setelah lulus dari STEI SEBI. Pengisian kuisioner untuk peubah ini, responden diperkenankan untuk mengisi lebih dari satu isian, sehingga memungkinkan jawaban lebih dari satu. Untuk memudahkan deskripsi data, masing-masing kategori jawaban di buat tabulasi silang dengan respon keberhasilan studi yang disajikan pada Tabel 20 sampai dengan Tabel 24.

= 3.84

Pada Tabel 20 sampai dengan Tabel 24 menunjukkan bahwa responden sebagian besar menyatakan cita-cita setelah lulus sebagai wiraswasta. Hal ini terlihat pada persentase jawaban cita-cita setelah lulus sebagai wiraswasta lebih besar dibandingkan cita-cita yang lain.

Pada Tabel 20 disajikan banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan cita-cita bekerja sebagai wiraswasta. Tabel 20 disajikan secara rinci sebagai berikut, untuk responden yang menyatakan cita-citanya sebagai wiraswasta, sukses sebesar 30.65% dan gagal 11.29%; untuk responden yang menyatakan cita-citanya tidak sebagai wiraswasta, sukses sebesar 32.26% dan

gagal sebesar 25.81%.Nilai χ2

hitung

Tabel 20 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan cita-cita mahasiswa bekerja sebagai wiraswasta

sebesar 1.99 menunjukkan bahwa tidak ada asosiasi antara cita-cita sebagai wiraswasta dengan keberhasilan studi pada STEI SEBI. Keberhasilan studi Cita-cita Wiraswasta Total Ya Tidak Gagal 7 11.29% 16 25.80% 23 Sukses 19 30.65% 20 32.26% 39 Total 26 41.94% 36 58.06% 62 Keterangan : χ 2 hitung = 1.99 dan χ2 0.05(1) = 3.84

Pada Tabel 21 disajikan banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan cita-cita bekerja sebagai karyawan bank syariah. Secara rinci pembahasan Tabel 21 disajikan sebagai berikut, untuk responden yang menyatakan cita-citanya bekerja di bank syariah, sukses sebesar 24.19% dan gagal 9.68%; untuk responden yang menyatakan cita-citanya tidak bekerja di bank

syariah, sukses sebesar 38.71% dan gagal sebesar 27.42%. Nilai χ2

hitung

Tabel 21 Banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan cita-cita mahasiswa bekerja di Bank Syariah

sebesar 0.99 menunjukkan bahwa cita-cita berkerja di bank syariah tidak memiliki asosiasi dengan keberhasilan studi pada STEI SEBI.

Keberhasilan studi

Cita-cita Bank Syariah

Total Ya Tidak Gagal 6 9.68% 17 27.42% 23 Sukses 15 24.19% 24 38.71% 39 Total 21 33.87% 41 66.13% 62 Keterangan : χ2 hitung = 0.99 dan χ2 0.05(1)

Pada Tabel 22 disajikan banyaknya responden berdasarkan keberhasilan studi dan cita-cita bekerja sebagai karyawan di LKS, untuk responden yang menyatakan cita-citanya bekerja di LKS, sukses sebesar 14.52% dan gagal 9.68%; untuk responden yang menyatakan cita-citanya tidak bekerja di LKS, sukses

sebesar 48.39% dan gagal sebesar 27.42%. Nilai χ

= 3.84

2

hitung

Dokumen terkait