• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Utara

Dalam dokumen LAPORAN TUGAS AKHIR LAURA CLARITA BUKIT (Halaman 39-43)

LANDASAN TEORI

3.1 Gambaran Umum Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Utara

3.1.1 Sejarah singkat LPMP

Pada tahun 1970-an pembangunan lembaga pendidikan di Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar mengalami perkembangan yang sangat pesat dari segi kuantitasnya. Kenyataan ini mengakibatkan permasalahan karena tidak diimbangi dengan jumlah guru yang cukup yang memenuhi kualifikasi dan bermutu. Keadaan pendidikan di Indonesia saat itu sangat membutuhkan adanya lembaga yang dapat menangani masalah tersebut. Dibentuknya Balai Penataran Guru berawal dari Keputusan Mendikbud yang saat itu masih dijabat oleh Prof.Syarif Thayeb No.0116/O/1977 tanggal 23 April 1977 tentang kedudukan, tugas, fungsi, susunan organisasi dan tata kerja Balai Penataran Guru nasional dan regional. Pada tanggal 23 Juni 1978 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dr.Daoed Joesoef menetapkan perubahan nama BPG regional menjadi BPG dan BPG nasional menjadi PPPG (Pusat Pengembangan Penataran Guru). Untuk melaksanakan keputusan tersebut Mendiknas menurunkan Keputusan menteri No.0181/O/1979 tanggal 20 Agustus 1979 tentang (1) Pengalihan BPG regional menjadi BPG;(2) Segala milik dan hutang-piutang eks-BPG regional menjadi milik BPG;(3) Pengangkatan pimpinan dan pegawai menjadi ketetapan sendiri. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof.Fuad Hassan mengeluarkan SK No.0240a/O/1991 pada tanggal 22 Mei 1991 tentang perumusan kembali organisasi dan tata kerja BPG serta penambahan BPG sehingga jumlahnya menjadi 27 BPG yang terdapat di setiap propinsi.

Pada tanggal 3 Oktober 2000 Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara melalui Deputi Bidang Kelembagaan Suryanto Suryokusumo memberikan surat edaran tentang daftar inventarisasi unit pelayanan teknis (UPT) Departemen dan lembaga pemerintah non departemen. Daftar tersebut memuat tentang UPT yang akan diserahkan ke daerah dan yang tetap menjadi UPT Departemen, dimana UPT BPG masih berada di bawah Ditjen Dikdasmen dan tidak diserahkan ke daerah. Pada

tanggal 18 Oktober 2001 Menteri Pendidikan Nasional memberikan surat edaran tentang kedudukan dan tanggungjawab unit pelaksanan teknis di bawah Departemen Pendidikan Nasional. Dalam surat edaran ini dijelaskan bahwa Balai Penataran Guru (BPG) berada di bawah Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah dan tidak diserahkan kepada daerah dan masih tetap menjadi unit pelaksanan teknis pusat.

Dalam pelaksanaannya secara teknis dibina oleh dan bertanggungjawab kepada Direktur Tenaga Kependidikan dan secara administratif dibina oleh dan bertanggungjawab kepada Sekertaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Otonomi daerah dalam pendidikan yang mengalihkan sebagian besar tugas dan tanggung jawab penyelenggara pendidikan menimbulkan berbagai masalah diantaranya terjadinya kesenjangan mutu pendidikan antar daerah karena tiap daerah memiliki jumlah dan mutu guru serta sumber belajar yang tidak seimbang, kesenjangan mutu pendidikan karena perbedaan kemampuan keuangan antar daerah.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Dr.Ir.Indra Djati Sidi selaku Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah mengusulkan tentang pengembangan tugas dan fungsi BPG menjadi Lembaga Pengendali Mutu Pendidikan. Tanggal 31 Mei 2002, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Dr.Ir.Indra Djati Sidi menyerahkan naskah tentang pengembangan BPG kepada Menteri Pendidikan Nasional A.Malik Fajar. Di bulan Juli keluar Keputusan Pemerintah bahwa BPG Sumatera Utara beralih fungsi menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Utara melalui Keputusan Menteri Pendidika Nasional Republik Indonesia Nomor 087/O/2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan.

Pada tahun 2007 dilakukan refungsionalisasi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan menjadi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional yang ditetapkan pada 13 Februari 2007. Keberadaan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan secara jelas ditetapkan dengan Permendiknas Nomor 7 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan. LPMP Sumut sebagai unit pelaksana teknis Depdiknas tetap berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Peningkatan Mutu

Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Departemen Pendidikan Nasional sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 31 Tahun 2005.

Dalam rangka melaksanakan Pasal 707 Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, maka Kemdikbud RI menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka LPMP Sumut berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Pendidikan dan Kebudayaan Dan Penjaminan Mutu Pendidikan. Selanjutnya melalui Permendikbud No. 14 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan maka LPMP Sumut berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah hingga saat ini. Tupoksi LPMP fokus pada proses Penjaminan Mutu Pendidikan untuk mencapai delapan Standar Nasional Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 59 Tahun 2016.

3.1.2 Struktur Organisasi

Organisasi perusahaan merupakan wadah bagi sekumpulan orang yang mempunyai kepentingan bersama yang telah ditentukan lebih dahulu. Setiap perusahaan agar dapat menjalankan fungsinya dan dapat berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya, harus mempunyai organisasi yang jelas dan baik, karena tanpa adanya organisasi perusahaan tidak akan berlangsung secara teratur sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, organisasi mutlak untuk kelancaran aktivitas perusahaan, yaitu untuk mempermudah dalam pelimpahan wewenang, tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian.

Gambar 4.1 struktur organisasi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Utara

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Kepala LPMP Sumatera Utara dibantu oleh sub bagian umum, tiga seksi, dan tenaga fungsional yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut:

1. Sub Bagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan perencanaan, keuangan, kepegawaian, ketatalaksanaan, ketatausahaan, kehumasan dan kerumahtanggaan LPMP.

2. Seksi Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

3. Seksi Pemetaan Mutu dan Supervisi mempunyai tugas melakukan pemetaan mutu dan supervisi satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam pencapaian standar nasional pendidikan.

4. Seksi Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan mempunyai tugas melakukan fasilitasi dan kerja sama peningkatan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam pencapaian standar nasional pendidikan.

3.1.3 Visi dan Misi LPMP Sumatera Utara Visi

Terwujudnya pendidikan dasar dan menengah di Provinsi Sumatera Utara sebagai Standar Nasional Pendidikan melalui implementasi Penjaminan Mutu Pendidikan yang berkarakter.

Misi

1. Meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah pada satuan pendidikan melalui implementasi penjaminan mutu yang berkelanjutan dalam pemenuhan standar nasional pendidikan (M1);

2. Memfasilitasi peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan dasar dan menengah di Sumatera Utara dalam rangka penjaminan mutu pendidik dan tenaga kependidikan (M2):

3. Mengembangkan manajemen sistem informasi mutu pendidikan dasar dan menengah yang moderen melalui peta mutu pendidikan dasar dan menengah yang terintegrasi dan online (M3);

4. Memberi bantuan supervisi, bimbingan, arahan, saran dan bantuan teknis pada satuan pendidikan dasar dan menengah melalui supervisi mutu pendidikan dalam rangka mencapai Standar Nasional Pendidikan (M4);

5. Meningkatkan tata kelola dan kompetensi sumber daya manusia penjaminan mutu pendidikan yang professional (M5).

Dalam dokumen LAPORAN TUGAS AKHIR LAURA CLARITA BUKIT (Halaman 39-43)

Dokumen terkait