BAB IV DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
4.7 Gambaran Umum Lingkungan III Kelurahan Namo Gajah
Lingkungan III merupakan lingkungan yang ada di kelurahan Namo Gajah kecamatan Medan Tuntungan. Adapun batas-batas dari lingkungan III adalah sebagai berikut :
Batas-batas lingkungan III :
Sebelah Utara berbatasan dengan : Lingkungan II Sebelah Timur berbatasan dengan : Kemenangan Tani Sebelah Selatan berbatasan dengan : Lauce
Sebelah Barat berbatasan dengan : Sungai Belawan
Lingkungan III terdiri dari 256 jiwa dan terdiri dari 66 kepala keluarga. Penduduk yang ada di lingkungan III dan terdiri dari beberapa suku antara lain suku batak toba, suku batak karo, suku melayu dan suku jawa. Mata pencaharian para kepala keluarga di Lingkungan III yang paling mendominasi ada juga yang bermata pencaharian lain seperti wirasawasta, supir, pedagang, buruh pabrik. Bisa dikatakan bahwa sebagian besar penduduk Lingkungan III hidup dari sektor pertanian untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-sehari baik sandang, pangan maupun papan dan kebutuhan-kebutuhan lainnya hingga ke hari depan.
BAB V ANALISIS DATA 5.1 Pengantar
Pada bab ini akan dibahas tentang analisa data dengan menggunakan analisis tabel tunggal, dimana data tersebut diperoleh dari hasil penelitian melalui observasi, dan kuesioner.
Kuesioner berisikan daftar pertanyaan yang sudah dibuat yang kemudian disebarkan kepada anggota binaan SOS Children’s Village Medan dan data hasil penelitian ini diperoleh langsung dari warga binaan di Lingkungan III Kelurahan Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan.
Dalam penenlitian ini semua populasi dijadikan sebagai sampel penelitian, dimana jumlah populasi dalam penelitian ini kurang dari 100 orang yaitu 36 orang. Berdasarkan hasil penelitian melalui penyebaran angket/kuesioner diperoleh data tentang latar belakang responden melalui jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, agama, suku bangsa, dan status kependudukan. Selain itu, diperoleh juga bagaimana efektivitas pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui program penguatan keluarga oleh yayasan SOS Children’s Village Medan di Lingkungan III Kelurahan Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan. Baik dari segi pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan maupun perubahan nyata dari warga binaan.
Agar pembahasan tersebut tersusun secara sistematis dan jelas, maka analisis data penelitian ini dilakukan dengan membagi dua sub bab berikut ini yaitu:
A. Analisis identitas responden
B. Efektivitas pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui program penguatan keluarga oleh yayasan SOS Children’s Village Medan di Lingkungan III Kelurahan Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan.
5.2 Analisis Identitas Responden
5.2.1 Kharakteristik Responden Berdasarkan Umur
Usia merupakan faktor yang menentukan apakah kegiatan usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera ataupun jenis usaha yang dilakukan untuk mengembangkan program penguatan keluarga tersebut berhasil atau tidak. Kegiatan pemberdayaan yang dibawakan haruslah sesuai dengan usia dari responden ataupun anggota kelompok sehingga mudah dipahami dan dipraktekkan.
Data mengenai distribusi responden berdasarkan usia responden, disajikan dalam tabel 5.1 berikut ini:
Tabel 5.1 Umur Responden
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 2
21 – 40 41 – 60
16 20
44,4 55,6
Jumlah 36 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data pada tabel 5.1 dapat diketahui bahwa lebih banyak yang mengikuti program penguatan keluarga ini adalah responden yang sudah berusia antara 41-60 tahun sebanyak 20 responden (55,6%), dibanding responden yang masih dibawah 41 tahun yang berkisar 21-40 tahun sebanyak 16 responden (44,4%). Berdasarkan data tersebut, responden yang berusia diatas 41 tahun yang lebih banyak mengikuti program penguatan keluarga. Walaupun usia responden sudah memasuki usia tidak produktif lagi namun tidak menghalangi untuk mengikuti program penguatan keluarga,karena program ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga sehingga mempunyai kemampuan untuk
merawat anak-anak mereka, serta untuk meningkatkan pendapatan keluarga sehingga menjauhkan dari pengangguran dan kemiskinan.
5.2.2 Kharakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Data mengenai distribusi responden berdasarkan usia responden, disajikan dalam tabel 5.2 berikut ini:
Tabel 5.2
Jenis Kelamin Responden
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 2
Laki-laki Perempuan
_ 36
_ 100
Jumlah 36 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan di lapangan oleh peneliti mengenai jenis kelamin yang menjadi anggota binaan program penguatan keluarga oleh yayasan SOS Children’s Village Medan di lingkungan III Kelurahan Namo Gajah yang keseluruhan respondennya berjumlah 36 responden atau sebesar 100%
merupakan perempuan. Program ini lebih mengutamakan ibu-ibu yang menjadi anggota binaan dan melakukan usaha untuk membantu ekonomi keluarga. Hal ini karena responden perempuan lebih mengerti dan kreatif daripada laki-laki. Program ini juga sebagai upaya penanggulangan kemiskinan dalam rangka membangun kemandirian dan ketahanan keluarga sehingga bisa merawat dan menjaga anak-anak mereka.
5.2.3 Kharakteristik Responden Berdasarkan Agama
Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian mengenai agama responden yang dilakukan oleh peneliti dilapangan dapat dilihat pada tabel 5.3 berikut ini:
Tabel 5.3 Agama Responden
No Agama Frekuensi (F) Persentase (%)
1 2 3
Islam Katolik Protestan
30 2 4
83,3 5,6 11,1
Jumlah 36 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.3 dapat diketahui bahwa mayoritas agama yang dianut oleh responden adalah Islam sebanyak 30 orang (83,3%). Sedangkan responden yang lainnya beragama Katolik sebanyak 2 orang (5,6%) dan responden yang beragama Protestan sebanyak 4 orang (11,1%). Perbedaan agama ini bukan menjadi penghalang bagi anggota kelompok untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan dari program penguatan keluargga. Walaupun ada perbedaan ini setiap anggota saling menghargai dan menghormati agama lain tanpa ada diskriminasi sehingga mereka bisa hidup saling berdampingan,aman dan damai.
5.2.4 Kharakteristik Responden Berdasarkan Suku Bangsa
Data distribusi responden berdasarkan suku bangsa responden, disajikan dalam tabel 5.4 berikut ini:
Tabel 5.4
Suku Bangsa Responden
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.4, dapat diketahuia bahwa mayoritas responden adalah suku jawa yang berjumlah 18 orang (50%), suku batak 9 orang (25%), suku karo 6 orang (16,7%), dan suku melayu 3 orang (8,3%) yang menjadi anggota binaan program penguatan keluarga. Walaupun anggota binaan di lingkungan III Kelurahan Namo Gajah memiliki beragam suku bangsa dan budaya yang berbeda namun mereka selalu hidup rukun dan tentram tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lainnya.
5.2.5 Kharakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Data tentang distribusi responden berdasarkan pendidikan terakhir responden, disajikan dalam tabel 5.5 berikut ini:
Tabel 5.5
Pendidikan Terakhir Responden
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.5 maka diketahui bahwa mayoritas tingkat pendidikan responden adalah tamatan SMA yang berjumlah 15 orang (41,7%), tamatan SMP berjumlah 12 orang (33,3%), tamat SD berjumlah 8 orang (22,2%), dan ada juga tamatan D1 berjumlah 1 orang (2,8%). Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden di lingkungan III Kelurahan Namo Gajah ini masih kurang mendapatkan pendidikan sehingga meraka belum mempunyi skill yang dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, dengan adanya program penguatan keluarga ini masyarakat berharap bisa membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup dan menjadikan mereka masyarakat yang mandiri.
5.2.6 Kharakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Data distribusi responden berdasarkan latar belakang pekerjaan responden, disajikan dalam tabel 5.6 berikut ini:
Tabel 5.6
Pekerjaan Responden
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1
Berdasarkan data pada tabel 5.6 dapat diketahui bahwa pekerjaan responden sebanyak 1 orang (2,8%) responden menyatakan bekerja sebagai karyawan tetap, sebanyak 9 orang (25%) responden menyatakan bekerja sebagai petani dan merupakan pekerjaan mayoritas responden. Sedangkan yang tidak bekerja sebanyak 15 orang (41,7%) responden. Hal ini karena mereka tidak mempunyai cukup kemampuan dan rendahnya tingkat pendidikan yang dimiliki sehingga mereka sulit mencari pekerjaan . Pekerjaan lain-lain berjumlah 11 orang (30,6%) tersebut adalah responden yang memiliki pekerjaan sebagai buruh dan pedagang.
5.3 Efektivitas Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Penguatan Keluarga Oleh Yayasan SOS Children’s Village Medan di Lingkungan III Kelurahan Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan
Uraian tentang efektivitas pelaksanaan pemberdayaan masyakat melalui program penguatan keluarga oleh yayasan SOS Children’s Village Medan di Lingkungan III Kelurahan Namo Gajah Kecamatan Medan Tuntungan akan disajikan dalam bentuk indikator meliputi pemahaman program, ketetapan sasaran, ketetapan waktu, dan perubahan nyata dari
program penguatan yang dilakukan untuk memberdayakan masyarakat miskin di kelurahan Namo Gajah.
5.3.1 Pemahaman Program
1. Sumber Pengetahuan Program
Data distribusi responden berdasarkan sumber pengetahuan responden mengenai darimana responden pertama kali mengetahui program penguatan keluarga, disajikan dalam tabel 5.7 berikut ini:
Tabel 5.7
Sumber Pengetahuan Program
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1.
2.
3.
Staff yayasan SOS Children’s Village RT/Kelurahan Setempat
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.7 dapat diketahui bahwa tetangga merupakan sumber utama responden untuk mendapatkan informasi tentang program penguatan keluarga yakni sebanyak 18 orang (50%). Responden yang mengatakan memperoleh informasi langsung dari staff yayasan SOS Children’s Village Medan yang berjumlah 15 orang (41,7%). Sebanyak 3 orang (8,3%) responden memperoleh infomasi langsung dari RT/Kelurahan setempat.
Jadi, dapat dilihat bahwa distribusi jumlah responden berdasarkan sumber utama responden memperoleh informasi tentang program penguatan keluarga melalui tetangga adalah responden paling banyak jumlahnya dibandingkan dengan jumlah responden yang
mengatakan memperoleh informasi melalui pihak staff yayasan SOS Children’s Village Medan ataupun RT/Kelurahan setempat di dalam penelitian ini. Responden yang mengetahui dari tetangga ini merupakan anggota binaan baru yang mengikuti program penguatan keluarga. Sedangkan untuk responden yang sudah lama menjadi anggota binaan
Tabel 5.7 menggambarkan bahwa RT/Kelurahan setempat kurang memberikan sosialisasi mengenai program penguatan keluarga ke masyarakat setempat, dan kebanyakan masyarakat mengetahui dari para tetangga. Akan tetapi walaupun mereka menerima informasi dari tetangga, pihak yayasan SOS Children’s Village Medan akan memberikan informasi lebih lanjut tentang program penguatan ini kepada anggota binaan.
2. Pemahaman Program Setelah Mendapatkan Informasi
Data distribusi responden berdasarkan pemahaman responden setelah mendapatkan informasi tentang program penguatan keluarga, disajikan dalam tabel 5.8 berikut ini:
Tabel 5.8
Pemahaman Program Penguatan Keluarga Setelah Mendapatkan Informasi
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.8 dapat diketahui bahwa mayoritas responden langsung memahami program penguatan keluarga setelah menerima informasi
yaitu sebanyak 26 orang (72,2%) sedangkan yang kurang paham sebanyak 10 orang (27,8%). Responden yang kurang paham dengan program penguatan ini karena latar belakang pendidikan yang rendah dan hanya mendapat informasi dari mulut ke mulut tidak langsung dari staff yayasan SOS Children’s Village sehingga sulit bagi mereka untuk memahami tentang program penguatan keluarga ini.
3. Pengetahuan Responden Mengenai Sasaran Program Penguatan Keluarga Data distribusi responden berdasarkan pemahaman responden mengenai sasaran program penguatan keluarga, disajikan dalam tabel 5.9 berikut ini:
Tabel 5.9
Sasaran Program Penguatan Keluarga
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1
Sumber : Data primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.9 maka dapat ketahui bahwa pemahaman responden mengenai sasaran program penguatan keluarga ini responden mencapai 20 orang (55,6%) responden yang mengetahui sasaran program penguatan keluarga secara pasti. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden yang mengetahui sasaran dari program penguatan keluarga yang dimaksud. Seperti yang diucapkan salah seorang responden bernama Herdiana nurjana sebagai berikut: seperti yang sudah dijelaskan staff yayasan SOS Children’s Village Medan, sasaran program penguatan keluarga adalah keluarga yang kurang mampu sehingga dikhawatirkan nantinya anak
dan keluarga menjadi terlantar. Responden yang mengetahui responden yang kurang mengetahui berjumlah 14 orang (38,9%) responden,dan ada 2 orang (5,5%) yang tidak mengetahui sasaran dari program ini. Mereka yang tidak memahami sasaran dari program penguatan keluarga ini karena mereka tidak aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan sehingga tidak mengetahui secara pasti siapa sasaran dari program ini.
4. Pengetahuan Responden Mengenai Tujuan Program Penguatan Keluarga
Data distribusi responden berdasarkan pemahaman responden mengenai tujuan program penguatan keluarga, disajikan dalam tabel 5.10 berikut ini:
Tabel 5.10
Tujuan Program Penguatan Keluarga
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.10, maka dapat ketahui bahwa pemahaman responden mengenai tujuan program penguatan keluarga sebanyak 24 orang (66,7%) yang memahami dengan jelas tujuan program penguatan keluarga. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden yang menyatakan mengetahui tujuan dari program penguatan keluarga yang dimaksud. Seperti yang diucapkan salah seorang responden yang bernama Juwita (30 tahun) sbagai berikut : Tujuan dari program penguatan keluarga ini untuk membangun kemampuan orangtua agar bisa melindungi dan merawat
anak-anak dan sebagai upaya penanggulangan kemiskinan agar menjadi masyarakat yang mandiri.
Responden yang kurang memahami tujuan dari program penguatan keluarga ini berjumlah 11 orang (30,6%). Sementara itu responden yang tidak memahami tujuan dari program penguatan keluarga ini ada 1 orang (2,7%) karena mereka kurang aktif dalam kegiatan program penguatan keluarga ini dan kurang memperoleh informasi sehingga tujuan program tidak dipahami responden dengan baik.
5. Ketidakpahaman Tentang Jenis Kegiatan Dari Program Penguatan Keluarga Data distribusi responden berdasarkan ketidakpahaman responden tentang jenis kegiatan dari program penguatan keluarga, disajikan dalam tabel 5.11 berikut ini:
Tabel 5.11
Ketidakpahaman Tentang Jenis Kegiatan Dari Program Penguatan Keluarga
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel 5.11 diketahui bahwa mayoritas responden tidak paham dengan jenis kegiatan dari program kesehatan sebanyak 27 orang (75%). Selain itu responden yang tidak paham dengan program peningkatan ekonomi keluarga 6 orang (16,7%) sedangkan responden yang tidak paham dengan program pendidikan sebanyak 3 orang (8,3%).
Responden yang tidak paham dengan kegiatan dari program kesehatan ini karena bentuk pelayanan kesehatan yang sering dilakukan setiap bulan hanya imunisasi sehingga tidak semua responden yang mempunyai anak balita mendapat pelayanan kesehatan ini.
Selain itu,ada juga pemeriksaan gigi namun itu hanya sekali dilakukan. Pelayanan kesehatan yang diberikan biasanya sesuai dengan donatur atau sponsor. Selain itu, ketidakpahaman responden mengenai program peningkatan ekonomi keluarga dan pendidikan ini karena mereka jarang aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan program penguatan keluarga.
6. Jenis Usaha yang dikembangkan Anggota Binaan Program Penguatan Keluarga Jenis usaha yang dikembangkan anggota binaan program penguaatan keluarga di Lingkungan III Kelurahan Namo Gajah, disajikan dalam tabel 5.12 berikut ini:
Tabel 5.12
Jenis Usaha yang di Kembangkan Anggota Binaan Program Penguatan Keluarga No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.12, maka kita ketahui bahwa jenis usaha yang dikembangkan oleh anggota binaan program penguatan keluarga di Lingkungan III Kelurahan Namo Gajah ini mayoritas memilih usaha jimpitan sebanyak 28 responden (77,8%). Sebanyak 5 responden (13,9%) memilih usaha berternak seperti bertenak lele, beternak ayam, dan beternak kambing. Sedangkan 3 responden (8,3%)
memilih usaha bertani karena mereka mempunyai lahan untuk bertani atau sekedar menumpang dilahan orang.
Jenis usaha yang dikembangkan oleh anggota binaan ini bisa dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satunya adalah usaha jimpitan yang merupakan usaha kelompok seluruh anggota koperasi di Desa Namo Gajah. Tujuan dari pembentukan usaha ini awalnya disebabkan sulitnya warga mendapatkan beras karena harganya yang semakin melambung tinggi dan juga untuk membantu anggota untuk memenuhi kebutuhan beras sehari-hari. Sebagian besar anggota koperasi sebenarnya mendapatkan bantuan beras dari pemerintah akan tetapi beras tersebut tidak mencukupi.
Dengan adanya usaha ini setiap anggota merasa sangat terbantu. Pengumpulan beras ini dilakukan dengan cara yaitu ketika akan memasak nasi, masing-masing anggota mengambil satu jimpit beras yang akan dimasak lalu mengumpulkannya dalam satu wadah. Setiap satu kali dalam sebulan, hasil dari jimpitan ini dikumpulkan pada saat rapat koperasi.
7. Wadah Komunikasi dan Informasi Antar Anggota Binaan Dengan Staff Yayasan SOS Children’s Village Medan
Data distribusi responden berdasarkan pemahaman responden mengenai wadah komunikasi dan Informasi antar anggota binaan dengan staff yayasan SOS Children’s Village Medan , disajikan dalam tabel 5.13 berikut ini:
Tabel 5.13
Wadah Komunikasi dan Informasi antar anggota binaan dengan staff yayasan SOS Children’s Village Medan
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 2 3
Ada Ragu-ragu Tidak pernah
36 _ _
100 _ _
Jumlah 36 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.13 diketahui bahwa seluruh responden mengatakan bahwa ada wadah komunikasi dan informasi antara warga binaan dengan staff yayasan SOS Children’s Village Medan yakni sebanyak 36 orang (100%).
Dalam wadah komunikasi dan informasi ini responden bisa membicarakan dan merencanakan tahap usaha selanjutnya yang akan dilakukan guna mengembangkan usaha yang telah ada ataupun usaha yang akan dikembangkan di Lingkungan III Kelurahan Namo Gajah ini. Selain itu responden juga menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi dalam melakukan kegiatan program penguatan keluarga dan bersama-sama mencari solusi bersama staff yayasan SOS Children’s Village Medan. Walaupun wadah komunikasi dan penyampaian informasi antar anggota binaan tidak berbentuk resmi tapi cukup efektif dalam pelaksanaannya. Biasanya wadah komunikasi dan penyampaian informasi ini dilakukan sebulan sekali sekaligus dilakukan saat rapat koperasi.
b. Ketetapan Sasaran
1. Responden Termasuk Keluarga Sasaran Program Penguatan Keluarga
Data distribusi responden berdasarkan keluarga miskin yang merupakan sasaran program penguatan keluarga, disajikan dalam tabel 5.14 berikut ini:
Tabel 5.14
Responden Termasuk Keluarga Sasaran Program Penguatan Keluarga
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 2 3
Iya
Ragu-ragu Tidak
32 4 _
88,9 11,1 _
Jumlah 36 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.14 diketahui bahwa hampir seluruh responden yakin bahwa mereka termasuk kedalam keluarga sasaran dari program penguatan keluarga ini yakni sebanyak 32 orang (88,9%). Selain itu sebanyak 4 orang (11,1%) ragu-ragu apakah mereka memang termasuk sasaran dari program penguatan keluarga ini karena mereka baru menjadi anggota binaan sehingga belum mengerti tentang informasi dari program penguatan keluarga ini. Hal ini dikarenakan responden memang tercatat sebagai keluarga miskin di kelurahan dan program penguatan keluarga memang fokus kepada keluarga yang kurang beruntung untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
2. Keterangan tercatat sebagai keluarga miskin di Kantor Kelurahan
Data tentang distribusi responden berdasarkan keterangan responden mengenai tercatatnya responden sebagai keluarga miskin di kantor Kelurahan disajikan dalam tabel 5.15 sebagai berikut :
Tabel 5.15
Keterangan Tercatat Sebagai Keluarga Miskin di Kantor Kelurahan
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.15 diketahui bahwa sebanyak 22 responden (61,1%) selalu tercatat sebagai keluarga miskin di Kelurahan setiap tahunnya. Sebanyak 10 responden (27,8%) kadang-kadang tercatat sebagai keluarga miskin dan hanya 4 responden (11,1%) yang tidak pernah tercatat sebagai keluarga miskin di Kelurahan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden tercatat sebagai keluarga miskin. Sedangkan responden yang mengatakan ragu-ragu dan tidak pernah tercatat sebagai keluarga miskin karena mereka warga baru pindahan.
Selain itu juga karena mereka kadang-kadang mendapat bantuan dari pemerintah dan kadang-kadang tidak mendapatkan bantuan padahal dilihat dari pekerjaan, keadaan rumah, banyaknya anggota keluarga sangat tidak memenuhi standar kehidupan yang layak dan termasuk kedalam keluarga miskin namun mereka belum memperoleh keterangan lebih lanjut dari pihak kelurahan setempat.
3. Frekuensi Makan Dalam Sehari
Data tentang distribusi responden berdasarkan frekuensi makan dalam sehari disajikan dalam tabel 5.16 sebagai berikut :
Tabel 5.16
Frekuensi Makan Dalam Sehari
No Frekuensi Frekuensi (F) Persentase (%)
1 2 3
Selalu
Kadang-kadang Tidak pernah
36 _ _
100 _ _
Jumlah 36 100
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.17 diketahui bahwa seluruh responden selalu makan tiga kali dalam sehari yaitu sebanyak 36 orang (100%).
Walaupun mereka termasuk dalam keluarga tidak mampu namun mereka selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan pangan untuk anggota keluarga. Kebutuhan sandang tidak selalu bisa mereka penuhi dan kebutuhan pangan merupakan kewajiban yang harus dilakukan demi kelangsungan hidup anggota keluarga mereka.
4. Tempat Berobat
Data tentang distribusi responden berdasarkan tempat berobat disajikan dalam tabel 5.17 berikut ini :
Tabel 5.17 Tempat Berobat
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.17 dapat diketahui bahwa mayoritas responden berobat ke puskesmas sebanyak 28 responden (77,8%).
Sedangkan sebanyak 8 responden (22,2%) lebih memilih berobat dengan dukun/obat tradisional karena mereka masih percaya dengan kepercayaan nenek moyang yang masih kuat. Responden yang berobat ke puskesmas bila ada anggota keluarga yang sakit karena selain biaya yang murah,mereka juga mempunyai jamkesmas bagi masyarakat tidak mampu sehingga pengobatannya gratis.
5. Tipe Rumah
Data tentang distribusi responden berdasarkan tipe rumah sebelum menjadi anggota binaan program penguatan keluarga disajikan dalam tabel 5.18 berikut ini:
Tabel 5.18 Tipe Rumah
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.18 dapat diketahui bahwa berdasarkan tipe rumah responden sebelum menjadi anggota binaan program penguatan keluarga yakni sebanyak 13 orang (36,1%) memiliki rumah tidak permanen. Sebanyak 17 orang (47,2%) memiliki rumah semi permanen dan hanya 6 orang (16,7%) yang memiliki tipe rumah permanen karena hanya mengontrak atau menumpang di rumah orang tua atau saudara. Hal ini dikarenakan faktor kemiskinan yang menjadikan responden tidak memiliki rumah yang memenuhi standar rumah layak huni.
6. Pernah atau Tidaknya Mendapat Bantuan dari Pemerintah
Data tentang distribusi responden berdasarkan pernah atau tidaknya mendapat bantuan dari pemerintah disajikan dalam tabel 5.19 berikut ini:
Tabel 5.19
Pernah atau Tidaknya Mendapat Bantuan dari Pemerintah
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1
Sumber : Data Primer 2013
Berdasarkan data yang disajikan pada tabel 5.19 diketahui bahwa responden yang selalu mendapat bantuan dari pemerintah sebanyak 25 orang (69,4%). Bentuk bantuan yang pernah diterima responden yaitu BLT,Raskin,PKH,dan bantuan lainnya.
Mereka menerima bantuan pemerintah karena mereka tercatat sebagai keluarga
miskin. Sebanyak 7 orang (19,5%) yang kadang-kadang mendapatkan bantuan dari pemerintah dan hanya 4 orang (11,1%) yang tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah karena sebagian responden tidak tercatat sebagai keluarga miskin padahal
miskin. Sebanyak 7 orang (19,5%) yang kadang-kadang mendapatkan bantuan dari pemerintah dan hanya 4 orang (11,1%) yang tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah karena sebagian responden tidak tercatat sebagai keluarga miskin padahal