• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Sejarah Singkat UPTD Puskesmas Gilireng

Kecamatan Gilireng merupakan gabungan dari dua kecamatan pada awal berdirinya. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2001 berpisah dan definitif menjadi salah satu kecamatan baru dalam lingkup Kabupaten Wajo. Mulailah dibentuk sarana dan prasarana pendukung sebagai suatu kecamatan dengan pendeligasian tugas dari kecamatan itu sendiri. Saat ini salah satu pekerjaan pembangunan infrastruktur kesehatan adalah UPTD Puskesmas Gilireng.

Jauh sebelum kecamatan Gilireng berdiri, Puskesmas Gilireng yang dulunya merupakan Puskesmas Pembantu, mulai beroperasi pada tahun 1991 telah sebagai Puskesmas Induk yang membawahi 9 desa di wilayah utara, sekarang berada di bawah kendali kecamatan Gilireng.

Jadi, ketika kecamatan ini benar-benar terpisah dari kecamatan Maniangpajo, Puskesmas Gilireng sudah melayani kebutuhan kesehatan masyarakat.

Pada tahun 2001, Puskesmas Gilireng merupakan pusat medis rawat inap, tetapi tdak beroperasi sampai tahun 2005 karena kurangnya infrastruktur dan satf pada waktu itu.

2. Kondisi Geografis

UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Puskesmas Gilireng Kabupaten Wajo yang terletak di Kelurahan Gilireng, Kecamatan Gilireng merupakan pusat pelayanan kesehatan kelas satu yang bertujuan untuk memfasilitasi kehidupan masyarakat, khususnya Kecamatan Gilireng dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan.

Letak geografis UPTD Puskesmas Gilireng yang strategis memudahkan untuk diakses, adapun batas wilayahnya sebagai berikut:

a. Di sebelah utara pemukiman penduduk.

b. Di sebelah selatan kantor PLN Kecamatan Gilireng.

c. Di sebelah timur kantin UPTD Puskesmas Gilireng.

d. Di sebelah barat rumah dinas dokter dan paramedis.

3. Visi Misi, Kebijakan Mutu, Motto dan Tata nilai Puskesmas a. Visi dan Misi

Visi Puskesmas Gilireng adalah “Terwujudnya Masyarakt Kecamatan Gilireng yang sehat dan Mandiri”

Misi Puskesmas Gilireng, sebagai berikut:

1) Melaksanakan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau oleh masuarakat.

2) Mendorong kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

3) Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat.

b. Kebijakan mutu

UPTD Puskesmas Gilireng selalu berkomitmen untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan dan berkesinambungan berdasarkan etika profesi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan mengutamakan keselamatan dan kepuasan pasien dengan cara:

1) Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia.

2) Memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

3) Mengupayakan tersedianya sarana dan prasaranan sesuai standar.

4) Mengupayakan kemandirian masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat.

c. Motto dan Tata Nilai

Motto: “SETIA (Sehat Tiap Saat)”.

Tata Nilai: Cakkuridie (Nama Orang/Pahlawan/Raja).

CAKAP : mempunyai Kemampuan.

KREATIF : Memiliki Ide-ide/Gagasan, Terobosan.

ULET : Pantang Menyerah.

RAMAH : Melayani Dengan Sopan Santun.

INOVATIF : Selalu Memberikan Hal Baru.

DISIPLIN : Menghargai Waktu.

EMPATI : Melayani Dengan Sepenuh Hati.

4. Struktur Organisasi KEPALA UPTD

PUSKESMAS

TATA USAHA

SISTEM INFORMASI PUSKESMAS

UKM PENGEMBANGAN

JARINGAN PELAYANAN PUSKESMAS UKP,

KEFARMASIAN DAN LABORATORIUM UKM ESENSIAL

DAN PERKEMAS

RUMAH TANGGA KEUANGAN

KEPEGAWAIAN

5. Uraian Pekerjaan

a. Kepala Puskesmas bertugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan program usat Kesehatan Masyarakat di lingkup kecamatan.

b. Tata Usaha bertugas perencanaan operasional sistem informasi puskesmas, kepegawaian, rumah tangga, keuangan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program serta kelambagaan dan manajemen.

c. Keuangan, mempunyai uraian tugas sebagai berikut:

1) Membuat rencana kegiatan anggaran dana Umum/PAD.

2) Menerima biaya administrasi dana pasien umum.

3) Melakukan koordinasi ke sub tata usaha.

4) Melakukan pencatatan dan pembukuan keuangan.

d. UKM Esensial dan Perkemas, memiliki uraian tugas sebagai berikut:

1) Perencanaan kegiatan promosi dana pelayanan kesehatan UKS, Kesehatan Lingkungan, KIA-KB untuk UKM, Gizi untuk UKM, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat.

2) Mengkoordinasikan pelaksanaan seluruh kegiatan dalam kerangka Usaha Kecil Menengah Esensial dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat di seluruh program dan sektor terkait.

3) Mengawasi pelaksanaan kegiatan lingkup UKM esensial dan keperawatan kesehatan masyarakat.

4) Melakukan analisa/penilaian terhadap pencapaian target kegiatan yang telah ditetapkan.

e. UKM Pengembangan, mempunyai uraian tugas sebagai berikut:

1) Merencanakan kegiatan pelayanan kesehatan jiwa, kesehatan gigi dan mulut masyarakat, kesehatan tradisional komplementer, kesehatan olah raga, kesehatan panca indera, kesehatan lanjutt usia dan kesehatan kerja.

2) Mengkoordinasikan pelaksanaan seluruh kegiatan UKM dalam rangka pengembangan UKM dalam rangka jalinan pengembangan UKM, program dan lintas sektor terkait.

3) Mengkomunikasikan tujuan dan tahapan pelaksanaan kegiatan dan program untuk lintas program dan bidang tertentu.

4) Melakukan analisis/evaluasi terhadap capaian indikator/target kegiatan yang telah ditetapkan.

f. UKP, Kefarmasian dan laboraturium, memiliki uraian tugas sebagai berikut:

1) Perencanaan usaha pelayanan pemeriksaan umum, pelayanan kesehatan gigi dan mulut, pelayanan K(IA-KB yang bersifat UKP dan persalinan, pelayanan gawat darurat, pelayanan gizi klinik, pelayanan kefarmasian dan pelayanan laboraturium/penunjang.

2) Mengkoordinir seluruh pelaksanaan kegiatan lingkup UKP, kefarmasian dan laboraturium.

3) Mengkomunikasikan tujuan dan tahapan pelaksanaan kegiatan dan program untuk lintas progran dan bidang tertentu.

4) Melakukan analisis/evaluasi terhadap capaian indikator/target kegiatan yang telah ditetapkan.

g. Jaringan Pelayanan Puskesmas, mempunyai tugas sebagai berikut:

1) Merencanakan pengoperasian layanan inspeksi secara keseluruhan.

2) Melaksanakan pelayanan di unit pelayanan rawat jalan.

3) Membuat rekam medis.

4) Melakukan pemeriksaan kesehatan individu.

6. Sarana Kesehatan

Tahun 2016 Puskesmas Gilireng mendapatkan beberapa penambahan sarana dan prasarana. Antara lain pembangunan gedung Primary Obstetri Neonatal Emergency D (PONED), pembangunan fasilitas Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), penambahan dua unit sepeda motor, penyediaan jaringan internet dan pembelian lahan untuk gedung PONED.

Sejak tahun 2005 Puskesmas Gilireng mulai beroperasi sebagai Puskesmas Rawat Inap sehingga masyarakat yang perlu dirawat inap tidak perlu lagi dirujuk keluar kecamatan. Puskesmas menyediakan sepuluh tempat tidur untuk pasien rawat inap dan memiliki kendaraan untuk merujuk kasus-kasus yang tidak dapat ditangani di Puskesmas.

Tabel 4. 1 Jumlah Sarana Kesehatan UPTD Puskesmas Gilireng Tahun 2020

7 Motor dinas. 10 unit

8 Ambulance. 1 unit

9 Rumah dinas dokter. 1 unit

10 Rumah dinas paramedis. 2 unit

11 Instalasi pengelolaan air limbah. 1 unit

Jumlah 26 unit

Sumber: UPTD Puskesmas Gilireng 2021 7. Tenaga Kesehatan

Tenaga kesehatan adalah mereka yang bekerja di industri, memiliki keahlian dan kompetensi untuk menjalankan profesinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan sesuai dengan bidang pendidikan. Tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas sebanyak 61 orang dan 8 orang bertugas di Puskesmas Pembantu dan Poskesdes.

Pegawai yang bekerja di luar Puskesmas tersebut adalah bidan desa.

Rincian jumlah tenaga medis Puskesmas Gilireng menurut jenisnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4. 2 Jumlah Tenaga Kesehatan menurtut Jenisnya di UPTD Puskesmas Gilireng Tahun 2020

No. Jenis Tenaga Kesehatan Jumlah (Orang)

1. Dokter umum. 2 orang

2. Apoteker. 1 orang

3. Sarjana kesehatan masayarakat. 1 orang

4. Perawat 3 orang

5. Bidan 36 orang

6. Perawat gigi. 1 orang

7. Asisten apoteker. 1 orang

8. Analisis kesehatan. 1 orang

9. Sanitarian. 1 oarang

Sumber: UPTD Puskesmas Gilireng 2021

Dokumen terkait