BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja UPTD Puskesmas Gilireng dengan pendekatan balanced scorecard yang meliputi perspektif keuangan dan perspektif proses bisnis internal menggunakan data sekunder, sedangkan perspektif pelanggan menggunakan data primer.
1. Hasil Penilaian Kinerja dari Perpektif Keuangan
UPTD Puskesmas Gilireng dalam mengukur perspektif keuangan, menggunakanan analisis data sebagai berikut:
a. Rasio Ekonomi
Rasio ekonomi UPTD Puskesmas Gilireng diperoleh dengan membandingkan realisasi pengeluaran institusi dengan anggaran yang ditetapkan selama dua tahun yaitu 2019 – 2020. Rumus:
Rasio Ekonomi = Realisasi Pengeluaran
Anggaran Pengeluaran x 100%
Kajian ini didasarkan pada perhitungan nilai rasio dan dimasukkan dalam kriteria tingkat ekonomis kinerja keuangan pada tabel berikut:
Tabel 4. 3 Kriteria Ekonomis
Persentase ekonomis Kategori
<90% Sangat ekonomis
90% - 95% Ekonomis
95% - 100% Cukup ekonomis
100% - 105% Tidak ekonomis
>100% Sangat tidak ekonomis Sumber: Sugiyono 2010
Data pengeluaran dan anggaran UPTD Puskesmas Gilireng yang diperoleh dari bagian keuangan yaitu:
Tabel 4. 4 Rasio Ekonomi UPTD Puskesmas Gilireng Tahun 2019-2020
2019 633.240.436 849.623.000 74.53%
2020 582.580.828 834.330.000 69.82%
Sumber: Bagian Keuangan UPTD Puskesmas Gilireng (Data diolah) Berdasrkan tabel 4.4, hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio ekonomi pada tahun 2019 yaitu 74,53% dan pada tahun 2020 yaitu 69,82%. Hal ini berarti bahwa kinerja perspektif keuangan jika dilihat dari rasio ekonomi dapat dikatakan ekonomis. Karena dari segi ekokomis dari masing-masing tahun berada pada kriteria sangat ekonomis dimana hasilnya berada pada kriteria sangat ekonomis yaitu <90%.
b. Rasio Efisiensi
Rasio efisiensi diperoleh dengan membandingkan realisasi belanja dengan realisasi pendapatan yang ditetapkan selama dua tahun yaitu tahun 2019 - 2020. Rumus:
Rasio Efisensi = Realisasi Belanja
Realisasi Pendapatan x 100%
Setelah menghitung nilai rasio kemudian dimasukkan ke dalam kriteria tingkat efisiensi kinerja keuangan pada tabel berikut:
Tabel 4. 5 Kriteria Efisiensi
Persentase efisiensi Kategori
<60% Sangat efisiensi
60% - 79% Efisien
80% - 99% Cukup efisien
100% - 120% Tidak efisien
>120% Sangat tidak efisien
Sumber: Sugiyno, 2010
Data realisasi belanja dan raelisasi pendapatan UPTD Puskesmas Gilireng yang diperoleh dari bagian keuangan yaitu:
Tabel 4. 6 Rasio Efisiensi UPTD Puskesmas Gilireng Tahun 2019-2020 2019 633.240.436 46.253.400 1.363,06%
2020 582.580.828 34.508.000 1.688,54%
Sumber: Bagian Keuangan UPTD Pusskesmas Gilireng (Data Diolah) Berdasarkan tabel 4.6, hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio efisiensi pada tahun 2019 yaitu 1.363,06% dan pada tahun 2020 yaitu 1.688,54%. Artinya, kinerja perspektif keuangan dilihat dari rasio efisiensi dapat dikatakan tidak efisien, karena berada pada kriteria sangat tidak efisien yaitu >120%.
2. Hasil Penilaian Kinerja dari Perspektif Pelanggan a. Hasil Uji Validitas
Menurut Siregar (2013: 75), potensi atau validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur (suatu ukuran dikatakan valid jika berhasil mengukur fonomena). Dalam yang menggunakan instrumen berupa kuesioner, uji validitas digunakan untuk melihat seberapa baik suatu pertanyaan mampu megungkap jawaban responden. Semakintinggi validitas alat ukur maka semakin akurat alat tersebut.
Tabel 4. 7 Hasil Uji Validitas Kuesiner Kepuasan Pelanggan
Variabel Item
Pernyataan
Nilai r hitung
(r hitung > 0,361) Keterangan
Fisik (X1.1) X1.1 0.711 Valid
Sumber: Olah data kuesiner, SPSS b. Hasil Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan untuk menentukan seberapa reliabel ata dapat dipercaya suatu alat ukur. Reliabilitas suatu struktur variabel dikatakan baik jika memiliki nilai Cronbanch’s Alpha lebih besar dari 0,700 (Ghozali, 2001: 47).
Tabel 4. 8 Hasil Uji Reliabilitas Kuesiner Kepuasan Pelanggan Cronbach’s Alpha > 0,60 Keterangan
0,781 Reliabel
Sumber: Olahdata kuesioner, spss
Faktor-faktor yang menjadi karakteristik responden adalah jenis kelamin, usia, dan pekerjaan.
Tabel 4. 9 Karakteristik Responden
No Karakteristik N %
Jenis Kelamin
1. Laki-lak 52 53,1
2. Perempuan 46 46,9
Total 98 100,0
Berdasarkan tabel 4.7, terlihat proporsi karakteristik responden menurut jenis kelamin, dimana responden terbanyak berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 52 orang (53,1%) dan paling rendah berjenis kelamin perempuan yaitu 46 orang (46,9%).
Karakteristik responden umur, dimana kelompok umur tertua 40-65 tahun sebanyak 53 orang (54,1%) dan kelompok umur terendah 40- 65-70 tahun yaitu sebanyak 8 orang (8,2%).
Karakteristik responden berdasarkan status pekerjaan, dimana status pekerjaan tertinggi adalah URT yaitu 40 orang (40,8%) dan status pekerjaan terendah adalah pensiunan yaitu 2 orang (2,0%). Hasil pengukuran kinerja kepuasan pelanggan akan dijelaskan pada uraian di bawah ini:
1. Wujud Fisik (Tangibles)
Tabel 4. 10 Distribusi Frekuensi Fisik
No. Kategori Item 1 Item 2 Item 3 Item 4
N % N % N % N %
1. Sangat puas 14 14,3 25 25,5 7 7,1 28 28,6
2. Puas 35 35,7 64 65,3 42 42,9 63 64,3 3. Cukup puas 49 50,0 9 9,2 49 50,0 7 7,1
4. Kurang puas 0 0 0 0 0 0 0 0
5. Tidakpuas 0 0 0 0 0 0 0 0
Total 98 100,0 98 100,0 98 100,0 98 100,0
Tabel 4.10 menunjukkan distribusi frekuensi untuk indikator wujud fisik yang terdiri dari 4 item. Untuk item 1, 14 responden menyatakan sangat puas, 35 responden menyatakan puas, dan 49 responden menyatakan cukup puas. Untuk item 2, 25 responden menyatakan sangat puas, 64 responden puas, dan 9 responden merasa cukup puas. Untuk item 3, 7 responden menyatakan sangat puas, 42 responden menyatakan puas, dan 49 responden menyatakan cukup puas. Untuk item 4, 28 responden menyatakan sangat puas, 63 responden menyatakan puas, dan 7 responden menyatakan cukup puas. Selama ini, tidak ada satu pun responden yang menyatakan kurang puas atau pun tidak puas.
2. Keandalan (Reliability)
Tabel 4. 11 Distribusi Frekuensi Kendalan
No Kategori Item 1 Item 2
Tabel 4.11 menunjukkan distribusi frekuensi untuk indikator keandalan yang terdiri dari 2 item. Untuk item 1, 11 responden menyatakan sangat puas, 57 responden menyatakan puas, dan 30 responden menyatakan cukup puas. Untuk item 2, 28 responden
menyatakan sangat puas, 62 responden menyatakan puas, dan 8 responden menyatakan cukup puas. Selama ini tidak ada satu pun responden yang menyatakan kurang puas atau pun tidak puas.
3. Daya tanggap (Responsibility)
Tabel 4. 12 Distribusi Frekuensi Daya Tanggap
No. Kategori Item 1 Item 2
Tabel 4.12 menunjukkan distribusi frekuensi untuk indikator daya tanggap yang terdiri dari 2 item. Untuk item 1, 15 responden menyatakan sangat puas, 58 responden menyatakan puas, dan 25 responden menyatakan cukup puas. Untuk item 2, 13 responden menyatakn sangat puas, 48 responden menyatakan puas, dan 37 responden menyatakan cukup puas. Selama ini tidak ada satu pun responden yang menyatakan kurang puas atau pun tidak puas.
4. Jaminan (Assurance)
Tabel 4. 13 Distribusi Frekuensi Jaminan
No. Kategori Item 1 Item 2 Item 3 Item 4
Tabel 4.13 menunjukkan distribusi frekuensi untuk indikator jaminan yang terdiri dari 4 item. Untuk item 1, 27 responden menyatakan sangat puas, 65 responden meyatakan puas, dan 6 responden menyatakan cukup puas. Untuk item 2, 18 responden menyatakan sangat puas, 47 responden menyatakan puas, dan 33 responden menyatakan cukup puas. Untuk item 3, 23 responden menyatakan sangat puas, 60 responden puas, 15 responden menyatakan cukup puas. Untuk item 4, 12 responden menyatakan sangat puas, 46 responden menyatakan puas, dan 40 responden menyatakan cukup puas. Selama ini tidak ada satu pun responden yang menyatakan kurang puas atau pun tidak puas.
5. Empati (Emphaty)
Tabel 4. 14 Distribusi Frekuensi Empati
No. Kategori Item 1 Item 2 Item 3
Tabel 4.14 menunjukkan distribusi frekuensi untuk indikator fisik yang terdiri dari 3 item. Untuk item 1, 23 responden menyatakan sangat puas, 58 responden menyatakan puas, dan 17 responden menyatakan cukup puas. Untuk item 2, 15 responden menyatakan sangat puas, 54 responden menyatakan puas, dan 29 responden menyatakan cukup puas. Untuk item 3, 28 responden menyatakan sangat puas, 63 responden menyatakan puas, dan 7
responden menytakan cukup puas. Selama ini tidak ada satu pun responden yang menyatakan kurang puas atau pun tidak puas.
3. Hasil Penilaian Kinerja Perspektif Proses Bisnis Internal
Indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja bisnis internal adalah rasio-rasio yang menunjukkan kualitas pelayanan suatu puskesmas.
Tabel 4. 15 Indikator Pemanfaatan Rawat Inap Tahun 2019-2020
No.
Indikator Pemanfaatan Kinerja Rawat Inap Puskesmas
Tahun 2019 Tahun 2020
1. Jumlah Hari Perawatan 1.083 696
2. Jumlah Lama Perawatan 2 3
3. Jumlah Pasien Keluar
(Mati+Hidup) 544 233
Sumber : Rekammedis Puskesmas
Dibawah ini merupakan standar rasio yang diunakan untuk mengukur perspektif proses bisnis internal:
Tabel 4. 16 Standar Ideal Indikator terkait dengan Pelayanan Puskesmas
Indikator. Standar ideal
ALOS 6 - 9 Hari
BOR 60 - 80 %
TOI 1- 3 Hari
BTO 40 - 50 Hari
Sumber: Depkes RI 2006
Tabel 4. 17 Kinerja Rawat Inap UPTD Puskesmas Gilireng Sumber: Data sekunder diolah
1. ALOS (Averange Length of Stay)
Berdasarkan tabel 4.17, dapat dilihat pada tahun 2019 angka ALOS sebesar 1,99 hari dan pada tahun 2020 mengalami kenaikan menjadi 2,98 hari dengan rata-rata ALOS 2,48 hari. Angka ini menunjukkan angka yang tidak ideal karena tidak sesuai dengan angka ideal yang telah ditetapkan oleh Depkes yaitu antara 6-9 hari.
2. BOR (Bed Occupancy Rate)
Berdasarkan tabel 4.17, menunjukkan nilai BOR pada tahun 2019 adalah sebesar 42,38% dan pada tahun 2020 nilai BOR menurun menjadi 21,18% dengan rata-rata BOR 31,78%. Ini berarti bahwa tingkat efisiensi dari rata-rata berada di bawah angka standar yang telah ditetapkan oleh Depkes yaitu antara 60-80%.
3. TOI (Turn Over Internal)
Berdasarkan tabel 4.17, menunjukkan nilai rata-rata TOI adalah 6,90 hari yang menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur berada di atas standar ideal. Dalam hal ini angka TOI tergolong tinggi sehingga dapat dikatakan tidak efisiensi karena tempat tidur terlalu sering digunakan. Angka standar tempat tidur kosong hanya dalam waktu 1-3 hari.
4. BTO (Bed Turn Over)
Berdasarkan tabel 4.17, menunjukkan rata-rata pemakaian tempat tidur yaitu sebanyak 51,79 kali. Dalam hal ini tingkat efisiensi dari rata-rata berada diatas angka standar yang telah ditetapkan yaitu 40-50 kali.