BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
Kabupaten Soppeng merupakan daerah daratan dan perbukitan dengan luas wilayah tercatat 1.500 Km². Dengan luas daratan 700 Km² berada pada ketinggian rata-rata kurang lebih 60 M diatas permukaan laut.
Kabupaten Soppeng terletak di Depresiasi Sungai WalanaE, yang terdiri dari dataran seluas ±700 Km2berada pada ketinggian rata–rata ±60 Meter dari permukaan air laut dan perbukitan seluas ±800 Km2berada pada ketinggian rata–rata 200 Meter dari permukaan air laut. Ibukota Kabupaten Soppeng yaitu Kota Watansoppeng berada pada ketinggian rata –rata 120 dari permukaan air laut.
Kabupaten Soppeng dibagi menjadi 8 kecamatan terdiri dari 49 desa, 21 kelurahan, 124 dusun, dan 39 lingkungan. Kabupaten Soppeng terletak antara 4006’ Lintang Selatan dan 4032’ Lintang Selatan dan antara 119041’ 18” Bujur Timur - 120006’ 13” Bujur Timur dengan batas wilayah : Sebelah Utara dengan Kabupaten Sidenreng Rappang dan Wajo,
Sebelah Timur dengan Kabupaten Wajo dan Bone Timur, Sebelah Selatan dengan Kabupaten Bone dan,
Sebelah Barat dengan Kabupaten Barru.
31
Gambar4.1
Peta Kabupaten Soppeng
2. Keadaan Iklim
Temparatur udara di Kabupaten Soppeng berada pada sekitar 240 - 300. Keadaan angin berada pada kecepatan lemah sampai sedang. Sesuai dengan data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Soppeng diketahui bahwa temperatur udara di Kabupaten Soppeng berada pada sekitar 24oC sampai dengan 30oC.Keadaan angin berada pada kecepatan lemah sampai sedangsedangkan curah hujan( rainfall ) rata-rata 180mm dan hari hujan (daily rainfall ) 15Hari.
3. Keadaan Penduduk
Berdasarkan data Kabupaten Soppeng Dalam Angka, jumlah penduduk Kabupaten Soppeng pada tahun 2019 tercatat sebanyak 226.770 jiwa yang terdiri lakilaki 106.788 jiwa dan perempuan 119.982
jiwa.Penduduk tersebut tersebar si seluruh Desa/ Kelurahan dalam wilayah Kabupaten Soppeng dengan kepadatan 154 jiwa/km2.
Penyebaran penduduk Kabupaten Soppeng dirinci menurut kecamatan, menujukkan bahwa penduduk terkonsentrasi di wilayah kacamatan Marioriwawo yaitu sekitar 45.037 jiwa dari total jumlah penduduk, disusul oleh kacamatan Lalabata dengan jumlah penduduk 44.839 jiwa dari total jumlah penduduk, kemudian kacamatan Lilirilau sekitar 38.688 jiwa dari total jumlah penduduk, dan yang terendah kacamatan citta dengan jumlah peenduduk 8.113 jiwa dari total penduduk.
Ditinjau dari kepadatan penduduk per km2 kecamatan terpadat adalah kecamatan Liliriaja yaitu 284,11 jiwa/km2 dan yang terjarang penduduknya adalah kecamatan Marioriawa sekitar 88,01 jiwa/km2.
4. Kondisi Sosisial Ekonomi a. Pendidikan
Salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu daerah adalah tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas merajut pada amanat UUD 1945 beserta Amandemenya (Pasal 31 ayat 2), maka melalui jalur pendidikan pemerintah secara konsisten berupaya meningkatkan SDM di Kabupaten Soppeng. Salah satu indikator yang dapat melihat keberhasilan bidang pendidikan adalah tingkat buta huruf. Makin rendah presentase penduduk yang buta huruf menunjukkan keberhasilan program perndidikan, sebaliknya semakin tinggi presentase penduduk yang buta huruf mengindikasikan kurang berhasilnya tingkat pendidikan.
33
Dikabupaten Soppeng jumlah sarana pendidikan terdiri dari SD Negeri sebanyak 256 buah dan swasta 2 buah,SLTP Negeri sebanyak 31 buah dan swasta 7 buah,SMU negeri sebanyak 8 buah dan swasta 4 buah, SMK Negeri 5 buah dan swasta 3 bua, MI Negeri 1 buah dan swasta 20 buah, MTs Negeri sebanyak 1 buah serta Madrasah Aliyah Negeri 2 buah dan swasta sebanyak 4 buah.
b. Kesehatan
Tingkat kemajuan suatu daerah dapat tercermin dari banyaknya fasilitas kesehatan di daerah tersebut. Jumlah fasilitas yanga da di kabupaten soppeng adalah satu buah ruamah sakit, puskesmas 17 induk, 45 puskesmas pemantu. Rumah sakit ini terletak di Malaka, sedangkan puskesmas dan pustu tersebar di berbagai kacamatan.
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setingi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Status kesehatan dan gizi masyarakat di kabupaten soppeng terus di tingkatkan.melalui perluasan akses penduduk terhadap fasilitas pelayanan kesehatan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Selain itu kinerja upaya peningkatan kesehatan di kabupaten soppeng juga dapat di lihat dari meningkatanya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, meningkatnya cakupan kunjungan keempat (K4), meningkatnya cakupan imunisasi lengkap anak balita, meningkatnya cakupan jaminan kesehatan masyarakat dan lain sebagainaya.
5. Kondisi Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi merupakan salah satu tolak ukur keberhasialan pembangunan di daerah. Ada berbagai indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi di suatu daerah diantaranya adalah pertumbuhan ekonomi, perubahan struktur ekonomi, tingkat pendapatan perkapita, (PDRB), dan lain sebagainaya.
Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan kontribusi dari pertumbuhan berbagai macam sektor ekonomi yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat perubahan ekonomi yang terjadi. Bagi daerah indikator ini penting untuk mengetahui keberhasilan pembangunan yang telah di capai dan berguna untuk menentukan arah pembangunan di masa yang akan datang.
Pertumbuhan ekonomi dapat di gunakan untuk mengukur kinerja dari pelaksanaan suatu proses pembangunan, sehingga pembangunan yang berhasil salah satunya di tentukan oleh tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil. Melalui pertumbuhan ekonomi, dapat di ketahui adanya peningkatan skala produksi barang dan jasa dalam aktivitas ekonomi masyaratat. Pertumbuhan ekonomi hendaknya selalu tercermin dalam pembangunan yang di laksanakan secara selaras, serasi, dan seimbang dimana ada ada saling keterkaitan dan saling menunjang antara satu sektor dengan sektor lainya.
Pertumbuhan ekonomi daerah turut di pengaruhi oleh kondisi perekonomian secara regional dan naional. Adanya krisis ekonomi global yang berdampak pada perekonomian nasional sedikit banyak berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi
35
kabupaaten soppeng dapat di ketahui dari perkembangan 9 sektor usaha yakni pertanian, pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih, kontruksi, perdagangan, hotel dan restoran, angkutan dan komunikasi, keungan persewaan dan jasa perusahaan,
Pertumbuhan ekonomi kabupaten Soppeng di fokuskan pada pengembangunan pertanian khusunya sub sektor tanaman bahan makanan dan peternakan di samping sektor perdagangan.
Struktur peekonomian kabupaten Soppeng di dominasi oleh sektor pertanian sebagai sektor andalan. Oleh karena itu sektor pertanian tetap akan menjadi perhatian utama dalam memperkuat struktur perekonomian daerah, di samping sektor lainya seperti peternakan. Sebagai wilayah yang berbasis pertanian, pengembangan agribisnis dan agroindustri memang merupakan pilihan yang tepat.
Untuk pengembangan agribisnis dan agroindustri pemerintah daerah secara bertahp melakukan peningkatan infrastruktur sumber daya manusia, kelembagaan ekonomi, dan mengupayakan terciptnya iklim usaha yang kondusif serta pembuatan regulasi yang jelas.
B. Penyajian Data