• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Singkat Perusahaan

Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi merupakan Amal Usaha Muhammadiyah dibidang kesehatan yang beroperasi sejak tanggal 12 Desember 1986 M (10 Rabbiul Awal 1407 H). Pada awal berdiri rumah sakit ini bernama Rumah Sakit Islam Cabang Klender yang kemudian berganti nama menjadi RS Islam Jakarta Timur di tahun 1993. Sejak tahun 2004, Rumah Sakit Islam Jakarta Timur berubah menjadi Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi berdasarkan SK BP Yayasan Rumah Sakit Islam nomor 028/SK-YRSIJ/IV/2.a.2004.

Dalam melaksanakan fungsinya sebagai institusi pelayanan kesehatan, RS Islam Jakarta Pondok Kopi mempunyai falsafah yang bersandarkan kepada Al-Qur’an, Surat Al-Baqarah (25), yang artinya : “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya”, Surat As-Syuara (80), yang artinya : “ …Dan apabila aku sakit, maka Dia (Allah)lah yang akan menyembuhkan aku” dan Surat Maryam (96), yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayang”.

42

Tujuan pembangunan Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi adalah memberikan pelayanan kesehatan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat dengan pendekatan pemeliharaan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh sesuai dengan peraturan undang-undang, dan tuntunan ajaran agama Islam dengan tidak membedakan agama, golongan dan kedudukan.

Dalam pelaksanaannya Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi senantiasa melakukan pengembangan sarana & prasarana secara terus menerus, berkesinambungan, mengikuti perkembangan serta kondisi yang aktual dengan tetap memperhatikan beberapa hal :

a. Berubahnya paradigma sehat sangat berpengaruh terhadap layanan kesehatan khususnya layanan rumah sakit. Rumah sakit merupakan bagian dari Sistem Kesehatan Nasional memiliki peran yang sangat strategis dalam mewujudkan Indonesia sehat.

b. Mengutip salah satu keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-45 “Muktamar mendesak PP Muhammadiyah untuk menggalakkan kembali kerja-kerja kemanusiaan (humanitarian works) dalam membantu korban bencana alam dan kerja-kerja sosial kemanusiaan, yang pada masa lalu dikenal sebagai lembaga “Penolong Kesengsaraan Oemoem” PKO.

Muhammadiyah perlu mengembangkan lembaga tersebut bukan sekedar untuk melakukan respon terhadap bencana (disaster response) yang bersifat

43

reaktif, tetapi menjadi lembaga yang memiliki kemampuan untuk mengelola (merencanakan langkah-langkah antisipatif) terhadap berbagai jenis bencana (disaster management).

Dengan memperhatikan kekuatan tersebut Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi selalu mengembangkan strategi untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan, bentuk strategi yang dikembangkan didasari oleh nilai-nilai sebagai berikut:

a. Semangat menolong dan melayani (mengutamakan tindakan Life saving) b. Menjunjung tinggi nilai etika (perilaku Islami dan Profesionalisme) c. Mengutamakan keselamatan pasien (Patient Safety)

d. Kebersamaan (Ukhuwah Islamiah)

e. Kepedulian sosial yang tinggi terhadap kemanusiaan (layanan GAKIN dan ASKESKIN, SKTM)

f. Menjalin jejaring dengan Institusi

2. Perkembangan Usaha a. Struktur Organisasi

Untuk mewujudkan fungsi sosial dan syariah RS Islam Jakarta Pondok Kopi, Badan Pelaksanaan Harian RSIJ membentuk Komite Etik & Syariah yang berugas mendukung struktur Organisasi RS Islam Jakarta Pondok Kopi yang tertuang dalam SK. BPH RS. Islam Jakarta No: 027/SK-YRSIJ/IV.F/8.b//2003 tanggal 2 Rajab 1424 yang bertepatan dengan tanggal 30 Agustus 2003 M. struktur Organisasi RS Islam

44

Jakarta Pondok Kopi dipimpin oleh seorang direktur utama dan dibantu empat orang direktur, yaitu:

1). Direktur Utama membawahi: (a) Kepala Komunikasi Korporat

(b) Kepala Bagian Satuan Pengendalian dan Mutu 2). Direktur Pelayanan Klinik dibantu oleh:

(a) Asisten Direktur Medis dan Penunjang Medis membawahi:  Manajer Penunjang Medis

 Manajer Farmasi  Manajer Gizi

(b) Asisten Direktur Keperawatan membawahi:  Manajer Rawat Jalan

 Manajer Rawat Inap Umum  Manajer Rawat Inap Khusus 3) Direktur Penunjang Klinik membawahi:

(a) Manajer Rekam Medis

(b) Manajer Sarana dan Prasarana (c) Manajer Rumah Tangga 4) Direktur Keuangan

(a) Manajer Keuangan (b) Manajer Akuntansi

45

(c) Kepala Pemasaran dan Pengembangan 5) Direktur SDI dan Binroh membawahi:

(a) Manajer SDI (b) Manajer Binroh (c) Manajer Diklat (d) Kepala SIRS

b. Perkembangan Ragam Usaha

Selain organisasi struktural RS Islam Jakarta Pondok Kopi membentuk organisasi non struktural yang berfungsi untuk menunjang layanan. Adapun lembaga atau organisasi yang dibentuk adalah sebagai berikut:

1) Komite Klinik yang terdiri dari Komite Medis dan Komite Perawatan. 2) Unit pengembangan organisasi

(a) Pusat Pelatihan Kesehatan Primer (P2KP)

(b) Pusat Pengembangan Manajemen Pelayanan Kesehatan (P2MPK) 3) Lembaga Amil Zakat (LAZIS)

4) Koperasi Karyawan “Berkah Mandiri”

5) Ikatan ibu – ibu RS Islam Jakarta Pondok Kopi. 6) Balkesmas “Al-Ikhlas”.

7) Daerah binaan di Cipayung.

8) Rumah singgah binaan ”Sakinah” di Pasar Gembrong Jatinegara. 9) Kepengurusan Masjid Baitusysyifa.

46

10) Klub Persadia RSIJ Pondok Kopi. 11) Klub Osteoporosis RSIJ Pondok Kopi.

12) Bimbingan Rohani pasien oleh Pimpinanan Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Duren Sawit Jakarta Timur.

13) Klub Seni Bela Diri Tapak Suci. 14) Klub Olah raga

15) Hospital Motor Community (HMC)

B. Pembahasan Hasil Kuesioner 1. Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas

Validitas adalah pengukuran yang menunjukkan tingkat ketepatan (kesahihan) ukuran suatu instrument terhadap konsep yang diteliti (Suharso, 2009:108). Uji validitas bias dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel. Nilai r hitung diambil dari output SPSS Cronbach Alpha pada kolom Correlated Item–Total Correlation. Sedangkan nilai r tabel diambil dengan menggunakan rumus df = n – 2 (Ghozali, 2010: 53). Yaitu df = 68-2 = 66, sehingga menghasilkan r tabel sebesar 0,239. Untuk hasil lengkap dari uji validitas dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut:

47

Tabel 4.1

Hasil Pengujian Validitas

Pernyataan Corrected Item-Total

R Tabel Keterangan PG1 0,580 0,239 Valid PG2 0,573 0,239 Valid PG3 0,420 0,239 Valid PG4 0,599 0,239 Valid PG5 0,415 0,239 Valid PG6 0,656 0,239 Valid PG7 0,716 0,239 Valid PG8 0,738 0,239 Valid PG9 0,336 0,239 Valid PG10 0,541 0,239 Valid PG11 0,581 0,239 Valid PG12 0,554 0,239 Valid PG13 0,476 0,239 Valid KE1 0,591 0,239 Valid KE2 0,545 0,239 Valid KE3 0,507 0,239 Valid KE4 0,475 0,239 Valid KE5 0,544 0,239 Valid KE6 0,494 0,239 Valid KE7 0,462 0,239 Valid KE8 0,544 0,239 Valid KE9 0,578 0,239 Valid KE10 0,596 0,239 Valid KE11 0,261 0,239 Valid KO1 0,653 0,239 Valid KO2 0,574 0,239 Valid KO3 0,493 0,239 Valid KO4 0,611 0,239 Valid KO5 0,521 0,239 Valid KO6 0,475 0,239 Valid KO7 0,605 0,239 Valid

48 KN 1 0,761 0,239 Valid KN 2 0,737 0,239 Valid KN 3 0,681 0,239 Valid KN 4 0,599 0,239 Valid KN 5 0,651 0,239 Valid KN 6 0,608 0,239 Valid KN 7 0,548 0,239 Valid KN 8 0,381 0,239 Valid KN 9 0,576 0,239 Valid KN10 0,530 0,239 Valid

Sumber: data primer diolah, 2013

Berdasarkan tabel 4.1 di atas dapat diketahui bahwa corrected item total dari setiap butir pernyataan yang diberikan kepada responden lebih besar dari nilai r tabel yaitu 0,239, yang berarti semua butir pernyataan dinyatakan valid.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan suatu pengukuran yang menunjukkan sejauh mana pengukuran tersebut tanpa bias dank arena itu menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintasberagam item dalam instrumen (Sekaran, 2006: 40). Pengujian reliabilitas terhadap seluruh item atau pernyataan yang dipergunakan dalam penelitian ini akan menggunakan uji statistik Cronbach Alpha (α). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,70 (Nunnally dalam Ghozali, 2011). Hasil lebgkap uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel 4.2berikut:

49 Tabel 4.2

Hasil Uji Reliabilitas

Variabel

Cronbach Alpha

( >0,70 ) Keterangan

Konflik Peran Ganda 0,874 Reliabel

Kecerdasan Emosional 0,827 Reliabel

Komitmen Organisasi 0,819 Reliabel

Kinerja 0,880 Reliabel

Sumber: data primer diolah, 2013

Berdasarkan tabel 4.2 di atas dapat diketahui bahwa nilai Cronbach Alpha dari seluruh variabel yang diujikan nilainya di atas 0,70, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel dalam penelitian ini dinyatakan reliabel.

2. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif dalam penelitian ini akan mendeskriptifkan data karakteristik responden berdasarkan lama kerja, usia, dan pendidikan terakhir. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui tanggapan responden mengenai nilai variabel penelitian. Analisis deskriptif ditunjukkan melalui data presentase.

a. Responden Menurut Tingkat Pendidikan Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan

Terakhir Jumlah Persentase

SMA - 0%

D3 63 92,6%

S1 5 7,4%

Jumlah 68 100%

50

Berdasarkan tabel 4.3 di atas, responden dalam penelitian ini responden dengan jumlah terbesar adalah lulusan D3 atau sederajat yaitu sebanyak 63 orang atau 92,6% dan lulusan S1 sebanyak lima orang atau 7,4%, sementara untuk lulusan SMA sebesar 0% atau tidak ada perawat yang memiliki pendidikan terakhir SMA. Berdasarkan pendidikan terakhir menunjukkan bahwa sebagian besar perawat yang bekerja di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi mengenyam pendidikan sampai dengan D3, dengan demikian bahwa secara umum perawat yang bekerja di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi termasuk dalam kategori pendidikan sedang.

b. Responden Berdasarkan Lama Bekerja Tabel 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja

Lama Kerja Jumlah Persentase

1-5 Tahun 11 16,2%

6-10 Tahun 17 25%

≥ 11 Tahun 40 58,8%

Jumlah 68 100%

Sumber: data primer diolah,2013

Berdasarkan tabel 4.4 dapat dilihat bahwa masa kerja sebagian besar karyawan Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah 40 orang atau sebesar 58,8% karyawan bekerja selama 11 tahun dan lebih dari 11 tahun. Karyawan yang bekerja antara 6 sampai 10 tahun adalah 17 orang atau 25%, dan karyawan yang bekerja antara 1 sampai 5 tahun adalah 11 orang atau 16,2%.

51 c. Responden Berdasarkan Usia

Tabel 4.5

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Umur Jumlah Persentase

20-30 Tahun 23 33,8%

31-40 Tahun 37 54,4%

≥ 41 Tahun 8 11,8%

Jumlah 68 100%

Sumber: data primer diolah, 2013

Karakteristik responden berdasarkan usia dapat diketahui sebanyak 33,8% atau 23 orang berusia antara 20-30 tahun, 54,4% atau 37 orang berusia antara 31-40 tahun dan sebanyak 11,8% atau 8 orang berusia 41 tahun ke atas. Seperti yang tertera pada tabel 4.5di atas dapat diketahui bahwa responden yang bekerja di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi sebagian besar berusia antara 31-40 tahun.

Dokumen terkait