ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Pnenelitian 1 Dompet Dhuafa Republika
Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang bertujuan untuk berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Kelahiran Dompet Dhuafa tidak terlepas dari sejak harian umum REPUBLIKA lahir pada tahun 1993.
Program yang dimiliki oleh Yayasan Dompet Dhuafa Republika terbagi menjadi program untuk kebutuhan konsumtif dan program untuk kebutuhan produktif. Artinya, banyak dari program Yayasan Dompet Dhuafa yang dapat dirasakan oleh mustahiq untuk diambil manfaatnya secara langsung, seperti uang tunai pembagian ZIS. Namun, ada banyak dari program dari DDR yang termasuk ke dalam kebutuhan produktif, yaitu program kesehatan, pendidikan, pembangunan sosial, kemanusiaan, advokasi, dan pemberdayaan ekonomi.
41 Program pemberdayaan ekonomi tersebut memberikan modal/dana kerjasama yang harus dikelola oleh mustahiq sebagai usahanya dan dikembalikan kembali dengan sistem syariah, yang tentunya dapat meningkatkan pendapatan dalam waktu dekat. Mustahiq dibina dan dibimbing sehingga usahanya memiliki pengaruh besar bagi pendapatan yang diharapkan. Adapun program pemberdayaan ekonomi yang dilakukan di Dompet Dhuafa, diantaranya:
a. Lembaga Pertanian Sehat Indonesia (PSI) merupakan lembaga yang diharapkan para petani menjadi lebih produktif dalam mengelola sumber daya pertanian, yang kini telah tersebar di berbagai wilayah dengan jumlah penerima manfaat mencapai 1.651 KK atau 5.901 jiwa di seluruh Indonesia
b. Kampoeng Ternak (KT) adalah strategi pemberdayaan dan pendampingan intensif pada peternak, pemuliaan, dan pengembangan bibit ternak local, serta pembangunan jaringan pasar.
c. Masyarakat Mandiri (MM) adalah program pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan sosial secara terintegrasi dan berkelanjutan yang berfungsi sebagai pemutus tingkat kemiskinan baik di urban maupun rural dengan pendekatan ekonomi.
42 2. Karakteristik Responden
Penelitian ini menggunakan kuisioner sebagai instrument penelitian yang terdiri dari 25 indikator pertanyaan, 6 indikator pertanyaan untuk variabel aspek kepemilikan, 3 indikator pertanyaan untuk variabel aspek alam, 3 indikator pertanyaan untuk variabel aspek fisik, 4 indikator pertanyaan untuk variabel aspek sumber daya manusia, 4 indikator pertanyaan untuk variabel aspek keuangan, dan 5 indikator pertanyaan untuk variabel aspek sosial. Setiap indikator variabel yang dinilai responden, diklasifikasikan ke dalam 6 alternatif jawaban yang menggambarkan peringkat jawaban. Kuisioner disebarkan pada 50 mustahik di wilayah Tuban dan Ponorogo, Jawa Timur dengan karakteristik mustahik sebagai berikut:
Tabel 4.1.
Karakteristik Responden
Wilayah
Program Pemberdayaan Ekonomi
PSI KT MM PONOROGO (Desa Kwajon dan Sambilawang, Kec. Bungkal) 51 mustahik dengan mayoritas berusia 37 tahun, bekerja di sektor pertanian, dan dengan pendidikan terakhir di tingkat SD 51 mustahik dengan mayoritas berusia 44 tahun, bekerja di sektor perternakan, dan dengan pendidikan terakhir di tingkat SD -
43 TUBAN
(Desa Gaji dan Desa Wolutengah, Kec. Kerek) 50 mustahik dengan mayoritas berusia 33 tahun, bekerja di sektor pertanian, dan dengan pendidikan terakhir di tingkat SD - 52 mustahik dengan mayoritas berusia 33 tahun, bekerja di sektor pertanian, dan dengan pendidikan terakhir di tingkat SD Sumber : Data Primer Hasil Penelitian (data diolah)
Berdasarkan informasi yang disajikan pada Tabel 4.1 di atas, dapat dijelaskan bahwa karakteristik responden berdasarkan usia didominasi oleh responden di atas 30 tahun, berdasarkan jenis pekerjaan utama didominasi oleh responden yang bekerja di sektor pertanian dan peternakan, dan berdasarkan tingkat pendidikan didominasi oleh responden lulusan SD. Hal ini mengindikasikan bahwa program pemberdayaan ekonomi diperuntukkan bagi masyarakat desa yang membutuhkan bantuan ekonomi.
44 B. Analisasis Deskriptif Efektivitas Program Pemberdayaan Ekonomi
Dompet Dhuafa Republika
Tabel 4.2.
Tingkat Pendapatan Mustahik Program Pemberdayaan Ekonomi Program Pendapatan Mustahik (Rp)
Rata-rata Minimum Maksimum PSI di Ponorogo Sebelum 139.399 9.167 513.750 Setelah 312.649 67.000 1.330.000 PSI di Tuban Sebelum 64.238 22.559 127.484
Setelah 305.800 175.000 512.500
KT di Ponorogo Sebelum 270.140 92.800 1.278.000 Setelah 433.529 110.000 1.500.000 MM di Tuban Sebelum 271.752 137.000 695.000 Setelah 492.747 166.667 1.000.000 Sumber : Data Primer Hasil Penelitian (data diolah)
Berdasarkan tabel 4.2, dapat disimpulkan bahwa 3 program pemberdayaan ekonomi DDR berdampak pada peningkatan pendapatan mustahik. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat tingkat pendapatan antara sebelum mengikuti program dengan setelah mengikuti program. Pada Program PSI di Ponorogo, rata-rata pendapatan meningkat sebesar 124% dari Rp 139.399 menjadi Rp 312.649. Sedangkan, pada Program PSI di Tuban, rata-rata pendapatan meningkat sebesar 376% dari Rp 64.238 menjadi Rp 305.800. Kemudian, Program KT di Ponorogo, rata- rata pendapatan meningkat sebesar 60%. Dari Rp 70.140 menjadi Rp 433.529. Serta, Program MM di Tuban, rata-rata pendapatan meningkat sebesar 81% dari Rp 271.752 menjadi Rp 492.747.
45 C. Analisa Penilaian Program
1. Program PSI di Ponorogo
a. Evaluasi Model Pengukuran (Outer Model) dan Struktur Model (Inner Model) Sebelum Program
Gambar 4.1.
Outer and Inner Model Sebelum Program Tani-Ponorogo
Sumber : Output SmartPLS (data diolah)
Berdasarkan tabel 4.3, hasil di atas menyimpulkan bahwa indikator-indikator tersebut yang memiliki outer loading ≥ 0.50 menunjukkan indikator tersebut sudah mampu menjelaskan variabel latennya. Artinya adalah sebagai berikut:
1. Indikator “jenis sumber air untuk dikonsumsi” sudah mampu menjelaskan variabel aspek kepemilikan
2. Indikator “ketersediaan air” dan “ketersediaan lahan” sudah mampu menjelaskan variabel aspek alam
46 3. Indikator “akses pemasaran” dan “kondisi irigasi” sudah
mampu menjelaskan variabel aspek fisik/infrastruktur
4. Indikator “kesadaran pentingnya pendidikan” sudah mampu menjelaskan variabel aspek sumber daya manusia
5. Indikator “jumlah tabungan” dan “jenis kendaraan” sudah mampu menjelaskan variabel aspek keuangan
6. Indikator “perkembangan kelompok”, “kerentanan konflik”,
dan “peran dalam pembangunan desa” sudah mampu
menjelaskan variabel aspek sosial Tabel 4.3.
Uji Validitas dan Reliabilitas Sebelum Program Tani-Ponorogo Laten Indikator Outer
Loading Ket. AVE
Composite Reliability R Square X1 X1.3 1.0000 Valid 1.0000 1.0000 0.2058 X2 X2.2 0.8998 Valid 0.5476 0.6945 X2.3 0.5344 Valid X3 X3.1 0.7652 Valid 0.5545 0.7133 X3.2 0.7236 Valid X4 X4.3 1.0000 Valid 1.0000 1.0000 X5 X5.1 0.5319 Valid 0.5331 0.6825 X5.3 0.8850 Valid X6 X6.1 0.6030 Valid 0.5774 0.8008 X6.4 0.8272 Valid X6.5 0.8272 Valid Y Y 1.0000 Valid 1.0000 1.0000
Sumber : Output SmartPLS (data diolah)
Berdasarkan hasil di atas, juga dapat disimpulkan bahwa variabel X1 (aspek kepemilikan), X3 (aspek fisik/infrastruktur), X4 (aspek SDM), X6 (aspek sosial), dan Y (pendapatan) dengan indikator-indikator yang digunakan sudah cukup baik atau sudah
47 mampu untuk mengukur konstruknya dan dapat memberikan hasil yang relatif sama bila dilakukan pengukuran kembali pada subyek yang sama. R Square menunjukkan bahwa X1-X6 hanya mampu menjelaskan keragaman Y sebesar 20.58% sedangkan sisanya 79.42% dijelaskan oleh variabel lain.
b. Uji Hipotesis dengan Bootstrapping Gambar 4.2.
Bootstrapping Sebelum Program Tani-Ponorogo
Sumber : Output SmartPLS (data diolah)
Berdasarkan informasi tabel 4.4, dapat disimpulkan, bahwa:
H1: X1 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
negatif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (10.8703) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X1 berpengaruh negatif terhadap Y.
H2: X2 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
48 hitung (4.4862) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X2 berpengaruh positif terhadap Y.
H3: X3 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
negatif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (3.7561) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X3 berpengaruh negatif terhadap Y.
Tabel 4.4.
Pengujian Hipotesis Sebelum Program Tani-Ponorogo
Path Original Sample (O) Sample Mean (M) T Statistics (|O/STERR|) Kesimpulan X1 -> Y -0.2921 -0.2913 10.8703 Hipotesis Ditolak X2 -> Y 0.1426 0.1424 4.4862 Hipotesis Ditolak X3 -> Y -0.1252 -0.1263 3.7561 Hipotesis Ditolak X4 -> Y 0.1607 0.1606 4.6701 Hipotesis Ditolak X5 -> Y 0.1498 0.1504 5.5047 Hipotesis Ditolak X6 -> Y 0.058 0.0602 2.1435 Hipotesis Ditolak
Sumber : Output SmartPLS (data diolah)
H4: X4 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
positif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (4.6701) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X4 berpengaruh positif terhadap Y.
H5: X5 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
positif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (5.5047) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X5 berpengaruh positif terhadap Y.
H6: X5 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
49 hitung (2.1435) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X5 berpengaruh positif terhadap Y.
c. Evaluasi Model Pengukuran (Outer Model) dan Struktur Model (Inner Model) Setelah Program
Gambar 4.3.
Outer and Inner Model Setelah Program Tani-Ponorogo
Sumber : Output SmartPLS (data diolah)
Berdasarkan tabel 4.5, hasil di atas menyimpulkan bahwa indikator-indikator tersebut yang memiliki outer loading ≥ 0.50 menunjukkan indikator tersebut sudah mampu menjelaskan variabel latennya. Artinya adalah sebagai berikut:
1. Indikator “jenis kendaraan” dan “jenis tempat tinggal” sudah mampu menjelaskan variabel aspek kepemilikan
2. Seluruh indikator, yaitu “kualitas lahan”, “ketersediaan air”,
dan “ketersediaan lahan” sudah mampu menjelaskan variabel
50 3. Indikator “akses pemasaran” dan “kondisi irigasi” sudah
mampu menjelaskan variabel aspek fisik/infratruktur
4. Indikator “keterampilan teknis”, keterampilan manajemen”,
dan “kesadaran pentingnya pendidikan” sudah mampu
menjelaskan variabel aspek sumber daya manusia
5. Indikator “jumlah tabungan”, “jenis kendaraan”, dan “akses
keuangan” sudah mampu menjelaskan variabel aspek keuangan
6. Indikator “kekompakan anggota kelompok”, “kerentanan
konflik”, dan “peran dalam pembangunan desa” sudah
mampu menjelaskan variabel aspek sosial Tabel 4.5.
Uji Validitas dan Reliabilitas Setelah Program Tani-Ponorogo Laten Indikator Outer
Loading Ket. AVE
Composite Reliability R Square X1 X1.4 0.5659 Valid 0.4688 0.6323 X1.6 0.7857 Valid 0.6464 0.8370 X2 X2.1 0.8944 Valid 0.5348 0.6883 X2.2 0.9463 Valid 0.6106 0.8233 X2.3 0.4936 Valid 0.6057 0.8205 X3 X3.1 0.5706 Valid 0.8524 0.9446 X3.2 0.8626 Valid 1.0000 1.0000 X4 X4.1 0.7145 Valid 0.4688 0.6323 X4.2 0.8842 Valid 0.6464 0.8370 X4.3 0.7346 Valid 0.5348 0.6883 X5 X5.1 0.8636 Valid 0.6106 0.8233 X5.3 0.6926 Valid 0.6057 0.8205 X5.4 0.7692 Valid 0.8524 0.9446 X6 X6.2 0.7550 Valid 1.0000 1.0000 X6.4 0.9968 Valid 0.4688 0.6323 X6.5 0.9968 Valid 0.6464 0.8370
51
Y Y 1.0000 Valid 0.5348 0.6883
0.1703 Sumber : Output SmartPLS (data diolah)
Berdasarkan hasil tabel di atas, juga dapat disimpulkan bahwa variabel X2 (aspek alam), X4 (aspek SDM), X5 (aspek keuangan), X6 (aspek sosial), dan Y (pendapatan) dengan indikator-indikator yang digunakan sudah cukup baik atau sudah mampu untuk mengukur konstruknya dan dapat memberikan hasil yang relatif sama bila dilakukan pengukuran kembali pada subyek yang sama. R Square menunjukkan bahwa X1-X6 hanya mampu menjelaskan keragaman Y sebesar 17.03% sedangkan sisanya 82.97% dijelaskan oleh variabel lain.
d. Uji Hipotesis dengan Bootstrapping Gambar 4.4.
Bootstrapping Setelah Program Tani-Ponorogo
52 Berdasarkan informasi tabel 4.6, dapat disimpulkan, bahwa:
H1: X1 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
negatif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (8.8453) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X1 berpengaruh negatif terhadap Y.
H2: X2 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
positif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (3.6092) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X2 berpengaruh positif terhadap Y.
H3: X3 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
positif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (5.6173) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X3 berpengaruh positif terhadap Y.
Tabel 4.6.
Pengujian Hipotesis Setelah Program Tani-Ponorogo
Path Original Sample (O) Sample Mean (M) T Statistics (|O/STERR|) Kesimpulan X1 -> Y -0.1626 -0.1617 8.8453 Hipotesis Ditolak X2 -> Y 0.151 0.1525 3.6092 Hipotesis Ditolak X3 -> Y 0.1627 0.1649 5.6173 Hipotesis Ditolak X4 -> Y 0.1142 0.1138 4.4579 Hipotesis Ditolak X5 -> Y 0.0714 0.0738 1.8563 Hipotesis Diterima X6 -> Y 0.1498 0.1502 9.9984 Hipotesis Ditolak
53 H4: X4 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
positif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (4.4579) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X4 berpengaruh positif terhadap Y.
H5: Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T-hitung
(1.8563) < T-tabel (1.96), artinya hipotesis diterima. Kesimpulannya, X5 tidak berpengaruh terhadap Y.
H6: X6 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
positif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (9.9984) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X6 berpengaruh positif terhadap Y.
2. Program PSI di Tuban
a. Evaluasi Model Pengurukan (Outer Model) dan Struktur Model (Inner Model) Sebelum Program
Gambar 4.5.
Outer and Inner Model Sebelum Program Tani-Tuban
54 Berdasarkan tabel 4.7, hasil di atas menyimpulkan bahwa indikator-indikator yang memiliki outer loading ≥ 0.50 menunjukkan indikator tersebut sudah mampu menjelaskan variabel latennya. Artinya adalah sebagai berikut:
1. Indikator “jenis kendaraan” sudah mampu menjelaskan variabel aspek kepemilikan
2. Indikator “ketersediaan lahan” sudah mampu menjelaskan variabel aspek alam
3. Indikator “akses pemasaran” sudah mampu menjelaskan variabel aspek fisik/infrastruktur
4. Indikator pada variabel aspek sumber daya manusia tidak dapat diuji karena jawaban setiap responden homogen
5. Indikator “jumlah aset produktif”, “jenis kendaraan”, dan
“akses keuangan” sudah mampu menjelaskan variabel aspek keuangan
6. Indikator “perkembangan kelompok” dan “peran dalam pembangunan desa” sudah mampu menjelaskan variabel aspek sosial
Tabel 4.7.
Uji Validitas dan Reliabilitas Sebelum Program Tani-Tuban Laten Indikator Outer
Loading Ket. AVE
Composite Reliability R Square X1 X1.4 1.0000 Valid 1.0000 1.0000 X2 X2.3 1.0000 Valid 1.0000 1.0000 X3 X3.1 1.0000 Valid 1.0000 1.0000 X5 X5.2 0.5489 Valid 0.2927 0.5534
55 X5.3 0.5071 Valid 0.1145 X5.4 0.5655 Valid X6 X6.1 0.7432 Valid 0.4685 0.6362 X6.5 0.6203 Valid Y Y 1.0000 Valid 1.0000 1.0000
Sumber : Output SmartPLS (data diolah)
Berdasarkan hasil tabel di atas, juga dapat disimpulkan bahwa variabel X1 (aspek kepemilikan), X2 (aspek alam), X3 (aspek fisik/infrastruktur), dan Y (pendapatan) dengan indikator- indikator yang digunakan sudah cukup baik atau sudah mampu untuk mengukur konstruknya dan dapat memberikan hasil yang relatif sama bila dilakukan pengukuran kembali pada subyek yang sama. R Square menunjukkan bahwa X1-X6 hanya mampu menjelaskan keragaman Y sebesar 11.45% sedangkan sisanya 88.55% dijelaskan oleh variabel lain.
b. Uji Hipotesis dengan Bootstrapping Gambar 4.6.
Bootstrapping Sebelum Program Tani-Tuban
56 Berdasarkan informasi tabel 4.8, dapat disimpulkan, bahwa:
H1: X1 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
positif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (6.0222) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X1 berpengaruh positif terhadap Y.
H2: X2 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
negatif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (3.8955) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X2 berpengaruh negatif terhadap Y.
H3: X3 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
positif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (9.0086) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X3 berpengaruh positif terhadap Y.
Tabel 4.8.
Pengujian Hipotesis Sebelum Program Tani-Tuban Path Original Sample (O) Sample Mean (M) T Statistics (|O/STERR|) Kesimpulan X1 -> Y 0.1418 0.1457 6.0222 Hipotesis Ditolak X2 -> Y -0.0463 -0.0459 3.8955 Hipotesis Ditolak X3 -> Y 0.1575 0.1583 9.0086 Hipotesis Ditolak X5 -> Y -0.2592 -0.2595 7.6999 Hipotesis Ditolak X6 -> Y -0.0777 -0.0781 2.9699 Hipotesis Ditolak
Sumber : Output SmartPLS (data diolah)
H4: Hasil Uji T pada output PLS tidak ada karena variabel di
57 H5: X5 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
negatif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (7.6999) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X5 berpengaruh negatif terhadap Y.
H6: X6 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
negatif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (2.9699) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X6 berpengaruh negatif terhadap Y.
c. Evaluasi Model Pengukuran (Outer Model) dan Struktur Model (Inner Model) Setelah Program
Gambar 4.7.
Outer and Inner Model Setelah Program Tani-Tuban
58 Berdasarkan tabel 4.9, hasil di atas menyimpulkan bahwa indikator-indikator yang memiliki outer loading ≥ 0.50 menunjukkan indikator tersebut sudah mampu menjelaskan variabel latennya. Artinya adalah sebagai berikut:
1. Indikator “status lahan” sudah mampu menjelaskan variabel aspek kepemilikan
2. Indikator “kualitas lahan” sudah mampu menjelaskan variabel aspek alam
3. Indikator “akses pemasaran” sudah mampu menjelaskan variabel aspek fisik/infrastruktur
4. Indikator “keterampilan manajemen” dan “pengakuan dari
stakeholder setempat” sudah mampu menjelaskan variabel aspek sumber daya manusia
5. Indikator “jumlah aset produktif” sudah mampu menjelaskan variabel aspek keuangan
6. Indikator “semangat gotong royong” sudah mampu menjelaskan variabel aspek sosial
Tabel 4.9.
Uji Validitas dan Reliabilitas Setelah Program Tani-Tuban Laten Indikator Outer
Loading Ket. AVE
Composite Reliability R Square X1 X1.5 1.0000 Valid 1.0000 1.0000 0.3017 X2 X2.1 1.0000 Valid 1.0000 1.0000 X3 X3.1 1.0000 Valid 1.0000 1.0000 X4 X4.2 0.7392 Valid 0.5876 0.7400 X4.4 0.7930 Valid X5 X5.2 1.0000 Valid 1.0000 1.0000
59
X6 X6.3 1.0000 Valid 1.0000 1.0000
Y Y 1.0000 Valid 1.0000 1.0000
Sumber : Output SmartPLS (data diolah)
Berdasarkan hasil tabel di atas, juga dapat disimpulkan bahwa semua variabel X dan Y (pendapatan) dengan indikator- indikator yang digunakan sudah cukup baik atau sudah mampu untuk mengukur konstruknya dan dapat memberikan hasil yang relatif sama bila dilakukan pengukuran kembali pada subyek yang sama. R Square menunjukkan bahwa X1-X6 hanya mampu menjelaskan keragaman Y sebesar 30.17% sedangkan sisanya 69.83% dijelaskan oleh variabel lain.
d. Uji Hipotesis dengan Bootstrapping Gambar 4.8.
Bootstrapping Setelah Program Tani-Tuban
60 Berdasarkan informasi tabel 4.5, dapat disimpulkan, bahwa:
H1: X1 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
negatif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (7.6385) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X1 berpengaruh negatif terhadap Y.
H2: X2 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
negatif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (1.963) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X2 berpengaruh negatif terhadap Y.
H3: X3 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
positif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (7.2373) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X3 berpengaruh positif terhadap Y.
Tabel 4.10.
Pengujian Hipotesis Setelah Program Tani-Tuban Path Original Sample (O) Sample Mean (M) T Statistics (|O/STERR|) Kesimpulan X1 -> Y -0.2013 -0.2003 7.6385 Hipotesis Ditolak X2 -> Y -0.0634 -0.0608 1.963 Hipotesis Ditolak X3 -> Y 0.1702 0.169 7.2373 Hipotesis Ditolak X4 -> Y 0.3808 0.3802 12.2694 Hipotesis Ditolak X5 -> Y -0.2885 -0.2887 11.0185 Hipotesis Ditolak X6 -> Y -0.3247 -0.3254 10.6879 Hipotesis Ditolak
61 H4: X4 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
positif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (12.2684) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X4 berpengaruh positif terhadap Y.
H5: X5 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
negatif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (11.0185) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X5 berpengaruh negatif terhadap Y.
H6: X6 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
negatif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (10.6879) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X6 berpengaruh terhadap Y.
3. Program KT di Ponorogo
a. Evaluasi Model Pengurukan (Outer Model) dan Struktur Model (Inner Model) Sebelum Program
Gambar 4.9.
Outer and Inner Model Sebelum Program Ternak-Ponorogo
62 Berdasarkan tabel 4.11, hasil di atas menyimpulkan bahwa indikator-indikator yang memiliki outer loading ≥ 0.50 menunjukkan indikator tersebut sudah mampu menjelaskan variabel latennya. Artinya adalah sebagai berikut:
1. Indikator “status ternak” sudah mampu menjelaskan variabel aspek kepemilikan
2. Indikator “ketersediaan pakan alami” dan “kualitas pakan” sudah mampu menjelaskan variabel aspek alam
3. Indikator “akses obat-obatan” sudah mampu menjelaskan variabel aspek fisik/infrastruktur
4. Indikator “kesadaran pentingnya pendidikan” sudah mampu menjelaskan variabel aspek sumber daya manusia
5. Indikator “akses keuangan” sudah mampu menjelaskan variabel aspek keuangan
6. Indikator pada variabel aset sosial tidak dapat diuji karena jawaban setiap responden homogeny
Tabel 4.11.
Uji Validitas dan Reliabilitas Sebelum Program Ternak-Ponorogo Laten Indikator Outer
Loading Ket. AVE
Composite Reliability R Square X1 X1.5 1.0000 Valid 1.0000 1.0000 0.1568 X2 X2.1 0.9800 Valid 0.9636 0.9815 X2.3 0.9830 Valid X3 X3.4 1.0000 Valid 1.0000 1.0000 X4 X4.3 1.0000 Valid 1.0000 1.0000 X5 X5.4 1.0000 Valid 1.0000 1.0000
63
Y Y 1.0000 Valid 1.0000 1.0000
Sumber : Output SmartPLS (data diolah)
Berdasarkan hasil tabel di atas, juga dapat disimpulkan bahwa variabel X1-X5 dan Y (pendapatan) dengan indikator- indikator yang digunakan sudah cukup baik atau sudah mampu untuk mengukur konstruknya dan dapat memberikan hasil yang relatif sama bila dilakukan pengukuran kembali pada subyek yang sama. R Square menunjukkan bahwa X1-X6 hanya mampu menjelaskan keragaman Y sebesar 15.68% sedangkan sisanya 84.32% dijelaskan oleh variabel lain.
b. Uji Hipotesis dengan Bootstrapping Gambar 4.10.
Bootstrapping Sebelum Program Ternak-Ponorogo
Sumber : Output SmartPLS (data diolah)
Berdasarkan informasi tabel 4.12, dapat disimpulkan, bahwa: H1: X1 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
64 hitung (16.2442) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X1 berpengaruh negatif terhadap Y.
H2: X2 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
negatif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (2.3935) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X2 berpengaruh negatif terhadap Y.
H3: X3 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
negatif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (8.9111) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X3 berpengaruh negatif terhadap Y.
Tabel 4.12.
Pengujian Hipotesis Sebelum Program Ternak-Ponorogo Path Original Sample (O) Sample Mean (M) T Statistics (|O/STERR|) Kesimpulan X1 -> Y -0.333 -0.3342 16.2442 Hipotesis Ditolak X2 -> Y -0.0422 -0.0422 2.3935 Hipotesis Ditolak X3 -> Y -0.1503 -0.149 8.9111 Hipotesis Ditolak X4 -> Y -0.1101 -0.1097 8.2953 Hipotesis Ditolak X5 -> Y 0.1189 0.1191 6.0788 Hipotesis Ditolak
Sumber : Output SmartPLS (data diolah)
H4: X4 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
negatif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (8.2953) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X4 berpengaruh negatif terhadap Y.
H5: X5 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
65 hitung (6.0788) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X5 berpengaruh positif terhadap Y.
H6: Hasil Uji T pada output PLS tidak ada karena variabel di
hapus
c. Evaluasi Model Pengurukan (Outer Model) dan Struktur Model (Inner Model) Setelah Program
Gambar 4.11.
Outer and Inner Model Setelah Program Ternak-Ponorogo
Sumber : Output SmartPLS (data diolah)
Berdasarkan tabel 4.13. hasil di atas menyimpulkan bahwa indikator-indikator yang memiliki outer loading ≥ 0.50 menunjukkan indikator tersebut sudah mampu menjelaskan variabel latennya. Artinya adalah sebagai berikut:
1. Indikator “status ternak” sudah mampu menjelaskan variabel aspek kepemilikan
66 2. Indikator “ketersediaan pakan alami”, “kualitas lahan”, dan
“kualitas pakan” sudah mampu menjelaskan variabel aspek alam
3. Indikator “kondisi kandang” dan “akses obat-obatan” sudah mampu menjelaskan variabel aspek fisik/infrastruktur
4. Indikator “keterampilan teknis” sudah mampu menjelaskan variabel aspek sumber daya manusia
5. Indikator “jumlah tabungan” dan “akses keuangan” sudah mampu menjelaskan variabel aspek keuangan
6. Indikator “perkembangan kelompok” dan “kebersamaan antar
anggota dan masyarakat” sudah mampu menjelaskan variabel aspek sosial
Tabel 4.13.
Uji Validitas dan Reliabilitas Setelah Program Ternak-Ponorogo Laten Indikator Outer
Loading Ket. AVE
Composite Reliability R Square X1 X1.5 1.0000 Valid 1.0000 1.0000 0.4700 X2 X2.1 0.6173 Valid 0.4900 0.7364 X2.2 0.8627 Valid X2.3 0.5872 Valid X3 X3.3 0.7262 Valid 0.5769 0.7313 X3.4 0.7915 Valid X4 X4.1 1.0000 Valid 1.0000 1.0000 X5 X5.1 0.8668 Valid 0.7423 0.8521 X5.4 0.8564 Valid X6 X6.1 0.9763 Valid 0.9168 0.9566 X6.3 0.9383 Valid Y Y 1.0000 Valid 1.0000 1.0000
67 Berdasarkan hasil tabel di atas, juga dapat disimpulkan bahwa variabel X1 (aspek kepemilikan), X3 (aspek fisik/infrastruktur), X4 (aspek SDM), X5 (aspek keuangan), X6 (aspek sosial), dan Y (pendapatan) dengan indikator-indikator yang digunakan sudah cukup baik atau sudah mampu untuk mengukur konstruknya dan dapat memberikan hasil yang relatif sama bila dilakukan pengukuran kembali pada subyek yang sama. R Square menunjukkan bahwa X1-X6 hanya mampu menjelaskan keragaman Y sebesar 47% sedangkan sisanya 53% dijelaskan oleh variabel lain.
d. Uji Hipotesis dengan Bootstrapping Gambar 4.12.
Bootstrapping Setelah Program Ternak-Ponorogo
Sumber : Output SmartPLS (data diolah)
Berdasarkan informasi tabel 4.14, dapat disimpulkan, bahwa: H1: X1 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
68 hitung (4.8269) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X1 berpengaruh negatif terhadap Y.
H2: Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T-hitung
(1.8561) < T-tabel (1.96), artinya hipotesis diterima. Kesimpulannya, X2 tidak berpengaruh terhadap Y.
H3: X3 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
positif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (5.3305) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X3 berpengaruh positif terhadap Y.
Tabel 4.14.
Pengujian Hipotesis Setelah Program Ternak-Ponorogo Path Original Sample (O) Sample Mean (M) T Statistics (|O/STERR|) Kesimpulan X1 -> Y -0.1653 -0.1637 4.8269 Hipotesis Ditolak X2 -> Y -0.0826 -0.0897 1.8561 Hipotesis Diterima X3 -> Y 0.255 0.2505 5.3305 Hipotesis Ditolak X4 -> Y -0.1988 -0.1951 6.8444 Hipotesis Ditolak X5 -> Y 0.5612 0.5568 19.3296 Hipotesis Ditolak X6 -> Y 0.0917 0.0936 2.7088 Hipotesis Ditolak
Sumber : Output SmartPLS (data diolah)
H4: X4 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
negatif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (6.8444) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X4 berpengaruh negatif terhadap Y.
H5: X5 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
69 hitung (19.3296) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X5 berpengaruh positif terhadap Y.
H6: X6 memiliki hubungan langsung terhadap Y yang bersifat
positif. Hasil Uji T pada output PLS menunjukkan nilai T- hitung (2.7088) > T-tabel (1.96), artinya hipotesis ditolak. Kesimpulannya, X6 berpengaruh positif terhadap Y.
4. Program MM di Tuban
a. Evaluasi Model Pengurukan (Outer Model) dan Struktur Model (Inner Model) Sebelum Program
Gambar 4.13.
Outer and Inner Model Sebelum Program UMKM-Tuban
Sumber : Output SmartPLS (data diolah)
Berdasarkan tabel 4.15, hasil di atas menyimpulkan bahwa indikator-indikator yang memiliki outer loading ≥ 0.50 menunjukkan indikator tersebut sudah mampu menjelaskan variabel latennya. Artinya adalah sebagai berikut :
70 1. Indikator “kualitas lahan produksi” dan “ketersediaan ruang”