BAB III : METODE PENELITIAN
A. DATA PENELITIAN
1. Gambaran Umum Perusahaan
a. Sejarah Singkat Berdirinya Perusahaan
PT FastFood Indonesia cabang Medan, adalah pemilik tunggal waralaba KFC di Medan, didirikan oleh Gelael Group pada tahun 1995 sebagai pihak pertama yang memperoleh waralaba KFC untuk Medan. PT FastFood Indonesia cabang Medan, mengawali operasi restoran pertamanya pada bulan November 1995 di Jalan Letnan Jendral MT. Haryono 8 – 9 Medan 2000 dan sukses outlet ini kemudian diikuti dengan pembukaan outlet-outlet selanjutnya di Medan. Keberhasilan yang terus diraih dalam pengembangan merek menjadikan KFC sebagai bisnis waralaba cepat saji yang dikenal luas dan dominan di Medan.
Bergabungnya Salim Group sebagai pemegang saham utama telah meningkatkan pengembangan PT FastFood Indonesia cabang Medan, dan pada tahun 1998 terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia sebagai langkah untuk semakin mendorong pertumbuhannya. Kepemilikan saham mayoritas pada saat ini adalah 79,6% dengan pendistribusian 43,8% kepada PT Gelael Pratama dari Gelael Group, dan 35,8% kepada PT Megah Eraraharja dari Salim Group; sementara saham minoritas (20,4%) didistribusikan kepada Publik dan Koperasi.
PT FastFood Indonesia cabang Medan, memperoleh hak waralaba KFC dari Yum! Restaurants International (YRI), sebuah badan usaha milik Yum!
Brands Inc., yaitu sebuah perusahaan publik di Amerika Serikat yang juga pemilik waralaba dari empat merek ternama lainnya, yakni Pizza Hut, Taco Bell, A&W, dan Long John Silvers. Lima merek yang bernaung dibawah satu kepemilikan yang sama ini telah memproklamirkan Yum! Group sebagai fast food chain terbesar dan terbaik di dunia dalam memberikan berbagai pilihan restoran ternama, sehingga memastikan kepemimpinannya dalam bisnis multi-branding. Untuk kategori produk daging ayam cepat saji, KFC tak terkalahkan.
Memasuki 10 tahun keberhasilan PT FastFood Indonesia cabang Medan, dalam membangun pertumbuhannya, posisi KFC sebagai pemimpin pasar restoran cepat saji tidak diragukan lagi. Untuk mempertahankan kepemimpinan, PT FastFood Indonesia cabang Medan, terus memperluas area cakupan restorannya dan hadir di berbagai kota kabupaten tanpa mengabaikan persaingan ketat di kota-kota metropolitan.
Produk unggulan PT FastFood Indonesia cabang Medan, Colonel’s Original Recipe dan Hot & Crispy, tetap merupakan ayam goreng paling lezat berdasarkan berbagai survei konsumen di Indonesia. Sebagai produk unggulan lainnya, dalam beberapa tahun ini PT Fastfood Indonesia cabang Medan, juga menawarkan Colonel Burger, Crispy Strips, Twister, dan yang baru-baru ini diluncurkan, Colonel Yakiniku. Selain produk-produk unggulan ini, PT FastFood Indonesia cabang Medan, juga memenuhi selera lokal dengan menu pilihan lain seperti Perkedel, Nasi, Salad, dan Soup KFC. Untuk memberikan produk bernilai tambah kepada konsumen, berbagai menu kombinasi hemat dan bermutu seperti Super Panas dan KFC Attack terus ditawarkan. Perseroan juga meluncurkan
‘Goceng’, yakni beberapa varian menu seharga Rp. 5.000, untuk semakin menghadirkan penawaran bernilai tambah kepada konsumen dan memberikan sesuatu yang berbeda dari merek KFC.
PT FastFood Indonesia cabang Medan, senantiasa memonitor posisi pasar dan nilai KFC secara keseluruhan, mengevaluasi berbagai masukan dari konsumen untuk meningkatkan kualitas produk, layanan, dan fasilitas yang tersedia di KFC. Semua informasi ini diperoleh melalui survei rutin yang disebut Brand Image Tracking Study (BITS) dan CHAMPS Management System (CMS), yang dilakukan oleh perusahaan survei independen. BITS adalah survei untuk mengetahui persepsi konsumen dan brand image KFC sebagai acuan dari merek utama lainnya di bisnis restoran cepat saji. Hasil dari BITS menunjukkan bahwa KFC secara konsisten masih menempati posisi tertinggi di benak konsumen untuk ‘Top of Mind Awareness’, dibandingkan dengan merek utama lainnya. CMS adalah survei untuk menilai langsung kualitas produk, layanan, dan fasilitas yang tersedia di KFC, dibandingkan dengan yang diharapkan.
Kinerja PT FastFood Indonesia cabang Medan, dalam pertumbuhan penjualan same store menjadikannya salah satu KFC franchise market terbaik di Indonesia dengan pertumbuhan rata-rata 5,5% pada tahun 2007 dan akan terus meningkatkan posisi ini. Pengembangan merek yang kontinu melalui strategi pemasaran yang inovatif, keunggulan operasional, dan pertumbuhan dua digit yang konsisten dalam penjualan dan pengembangan restoran, telah menganugrahi PT FastFood Indonesia cabang Medan, berbagai penghargaan dari Asia Franchise Business Unit dari Yum! Restaurants International.
PT FastFood Indonesia cabang Medan, berkomitmen tinggi untuk mempertahankan visi kepemimpinan dalam industri restoran cepat saji, dengan terus memberikan kepuasan ‘Yum!’ di wajah konsumen. Dukungan dari para pemegang saham, keahlian manajemen yang terbina baik, dedikasi dan loyalitas karyawan, dan yang terpenting adalah kontinuitas kunjungan konsumen, memastikan PT FastFood Indonesia cabang Medan dapat mencapai visi ini. PT FastFood Indonesia cabang Medan, percaya bahwa dengan menciptakan dan mengembangkan budaya yang mendalam dan kuat dimana setiap karyawan memberikan perbedaan, menghidupkan ‘Customer and Sales Mania’ di restoran-restoran KFC, memberikan perbedaan merek KFC yang sangat kompetitif, menjalin kesinambungan proses dan hubungan antar karyawan, dan meraih hasil-hasil yang konsisten, akan secara pasti membangun KFC bukan saja menjadi merek yang paling digemari di Medan, juga KFC sebagai sebuah perusahaan yang hebat.
b. Struktur Organisasi Perusahaan
Setiap perusahaan harus mempunyai struktur organisasi agar sistem kerja dan kegiatan perusahaan berjalan lancar. Dalam struktur organisasi perusahaan dijelaskan mengenai wewenang dan tanggung jawab dari pimpinan tertinggi sampai tingkat karyawan. Dengan adanya struktur organisasi akan diberikan gambaran secara skematis tentang hubungan – hubungan kerja, wewenang dan tanggung jawab dari orang – orang yang bekerja dalam perusahaan tersebut, sehingga tujuan perusahaan dicapai.
Untuk lebih lengkapnya agar dapat diketahui bagaimana pembagian tugas pokok PT. FastFood Indonesia cabang Medan, yaitu sebagai berikut :
1). Regional Operational Manager (ROM) Tugas :
a). Meminta dan menilai pertanggungjawaban dari Area Manager.
b). Mengusahakan agar berbagai kebijaksanaan dan prosedur yang telah ditetapkan dan dilaksanakan sebagaimana semestinya.
c). Selalu mengikuti perkembangan pasar, serta memperbaharui kebijakan pemasaran sesuai dengan peraturan perusahaan yang berlaku.
d). Mengadakan penilaian – penilaian serta perubahan – perubahan yang diperlukan secara berkala terhadap operasional perusahaan. Mewakili perusahaan serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan instansi pemerintah serta lembaga – lembaga lainnya.
e). Memberikan pedoman kepada bawahan mengenai pelaksanaan kegiatan perusahaan.
f). Meneliti dan menganalisa laporan yang diterima dari tiap bagian.
2). Area Manager (AM) Tugas :
a). Bertanggungjawab kepada Regional Operational Manager (ROM). b). Meminta dan menilai pertanggungjawaban dari Manager Operational
(MO).
c). Melakukan koordinasi dan pengawasan atas kegiatan perusahaan. d). Mengevaluasi pelaksanaan dan hasil pekerjaan Manager Operational. e). Menjalin hubungan dengan instansi – instansi pemerintahan, seperti ;
Dinas Peternakan, Pemerintah Daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat dan sebagainya.
3). Manager Operational (MO) Tugas :
a). Bertanggung jawab kepada Area Manager (AM). b). Menyusun Strategi penjualan dan pembelian.
c). Melaporkan rencana kerja, pembelian, dan penjualan kepada Area Manager (AM)
d). Memberikan motivasi kepada karyawan sebagai bahan penetapan rencana kerja dan kebijakan perusahaan.
4). Asistent Manager Operational (AMO) Tugas :
a). Bertanggung jawab kepada Manager Operational.
b). Meminta dan menilai pertanggung jawaban dari Supervisor, Chief Cashier dan Stock Control.
c). Mengelola semua data keuangan guna memberikan informasi keuangan yang bermanfaat bagi pimpinan perusahaan.
d). Membuat laporan penjualan dan biaya.
e). Mengkoordinir karyawan yang ada di lapangan. f). Menyusun rencana pengeluaran kas.
g). Mengawasi pengiriman dan penerimaan barang.
5). Supervisor (SV) Tugas :
a). Bertanggung jawab kepada Asistent Manager Operational.
b). Melakukan koordinasi dan pengawasan atas kegiatan para karyawan. c). Menyusun laporan penjualan secara berkala.
d). Melaksanakan semua kegiatan penjualan.
6). Chief Cashier (CC) Tugas :
a). Bertanggung jawab kepada Asistent Manager Operational. b). Menyetor uang ke bank.
c). Membuat laporan harian kas (daily cash report).
d). Mengurus hal – hal lain yang masih ada kaitannya dengan keuangan. e). Mengkoordinir kasir – kasir yang ada di counter.
7). Stock Control (SC) Tugas :
a). Bertanggung jawab kepada Asisten Manager Operational (AMO). b). Menerima barang dan membuat laporan penerimaan barang.
c). Menjaga persediaan barang di gudang. d). Membuat kartu persediaan barang. e). Meneliti barang – barang yang rusak.
f). Mengeluarkan barang sesuai delivery order (DO) yang diotorisasi oleh Manager Operational.
g). Melakukan pengepakan barang
h). Melakukan perhitungan fisik persediaan secara rutin dan sebagainya.
c. Deskripsi Persediaan Barang Dagangan yang Diteliti
Persediaan barang dagangan pada PT. FastFood Indonesia Cabang Medan di klasifikasikan dalam beberapa bagian yaitu :
1). Produk Utama
Seperti ; Ayam Hot Crispy Chicken, Ayam Improved Original Recipy, dan Crispy Strips
Seperti ; Nasi, Perkedel, Oriental Bento, Spagheti, Puding, Salad, dan French Fries
3). Sandwich
Seperti ; Original Burger, Twister, Chic’n Fillet, Colonel Yakiniku dan Fish Fillet 4). Minuman Ringan Bersoda
Seperti ; Pepsi Cola, Mirinda, dan Seven Up 5). Minuman Ringan tanpa Soda
Seperti ; Orange Juice, dan Milo Coklat 6). Minuman Ringan Kemasan Botol Seperti ; Teh Botol, dan Fruit Tea
Penulis akan meneliti beberapa persediaan barang dagangan seperti minuman ringan bersoda antara lain : Pepsi Cola, Mirinda, dan Seven Up. Sebagai sampel adalah Pepsi Cola. Pemilihan produk jenis ini berdasarkan kriteria dan syarat perhitungan EOQ dimana permintaan minuman ringan bersoda setiap tahunnya hampir sama, serta diikuti biaya pemesanan dan biaya penyimpanan yang konstan juga. Untuk informasi biaya persediaan tersebut dapat dilihat pada lampiran. Persediaan barang dagangan yang diteliti adalah minuman bersoda (Pepsi Cola). Karena hampir seluruh makanan yang ditawarkan ke konsumen paling dominan menumannya adalah Pepsi Cola. Oleh karena itu, permintaan akan minuman jenis Pepsi Cola sangat tinggi.
2. Proses Perencanaan Persediaan Barang Dagangan pada PT. FastFood