• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Perusahaan

Unit usaha Mitra Tani Farm atau MT Farm adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang peternakan, yaitu penggemukan domba dan kambing. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2004 oleh alumni Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, yaitu Budi Susilo Setiawan, SPt, Amrul Lubis, SPt, M. Afnan Wasom, SPt, dan Bahruddin, SPt.

Pada awalnya, kegiatan MT Farm adalah penggemukan domba dan kambing untuk diperjualbelikan kepada konsumen terutama pada saat hari raya kurban, namun sekarang MT Farm menyediakan domba dan kambing untuk kegiatan aqiqah (kegiatan dalam agama islam yaitu menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran seorang anak) dengan mendirikan anak perusahaan yang bergerak di bidang aqiqah. Selain itu juga menjadi supplier untuk lembaga aqiqah lainnya serta melayani pembelian domba dan kambing untuk peternak yang sejenis dengan MT Farm. Dalam mencukupi permintaan terhadap bibit ternak (bakalan), MT Farm pun sudah memulai bisnis pembibitan hewan ternak terutama kambing dan domba.

Tahun 2005, MT Farm mendirikan anak perusahaan yang bergerak di bidang aqiqah, pada saat itu bernama Mitra Tani Aqiqah, namun setahun kemudian namanya berubah menjadi Salamah Aqiqah. Latar belakang berdirinya Salamah Aqiqah adalah perusahaan menyadari bahwa sebagian konsumen yang membeli domba dan kambing adalah perusahaan jasa aqiqah, yang menawarkan daging domba dan kambing siap saji dengan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan menjual domba dan kambing dalam keadaan hidup, selain itu juga karena konsumen yang membeli kambing untuk aqiqah sering meminta agar kambingnya dipotong di tempat pembelian. Melihat peluang prospektif tersebut, maka MT Farm mendirikan Salamah Aqiqah. Anak perusahaan tersebut dipegang langsung oleh manajer pemasaran yang dibantu oleh asisten yang mengurusi operasional Salamah Aqiqah. Target pasar Salamah Aqiqah meliputi wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Sejak tahun 2008, MT Farm mulai mendiversifikasikan produknya. Selain menjual domba dan kambing dan memberikan jasa aqiqah, perusahaan juga mulai merambah ke bisnis penggemukan sapi. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh permintaan konsumen akan sapi, terutama ketika hari raya kurban.

Pada tahun 2009, perusahaan mulai mengembangkan bisnis pembibitan domba dan kambing, dan peternakan terpadu. Hal yang melatarbelakangi pengembangan usaha pembibbitan domba dan kambing adalah karena MT Farm berencana menjadi petani bibit domba dan kambing. Selain itu karena sulitnya memperoleh bakalan yang siap antar ketika perusahaan membutuhkan. Karena ketika perusahaan memerlukan bakalan untuk memenuhi permintaan konsumen, pemasok bakalan harus mengumpulkan bakalan terlebih dahulu agar sesuai dengan jumlah yang dipesan, dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama.

Sebagai gambaran, untuk pemesanan 100 ekor bakalan yang dijual di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, pemasok memerlukan waktu kurang lebih seminggu untuk mengumpulkan bakalan. Pemasok membeli bakalan dari petani-petani setempat di pasar ternak. Sehingga bakalan yang dipesan MT Farm baru akan datang seminggu lebih dari waktu pemesanan. Latar belakang lainnya adalah karena di Indonesia masih sangat jarang peternak yang membibitkan bakalan hewan ternak secara massal.

Peternakan terpadu yang dilakukan perusahaan adalah dengan membantu mengembangkan peternak domba dan kambing di sekitar wilayah perusahaan. Metode yang dilakukan perusahaan adalah dengan menjual bakalan domba dan kambing ke petani dengan harga yang lebih murah, lalu setelah sekitar dua bulan digemukkan oleh petani, perusahaan membeli kembali domba tersebut dengan harga pasar. Biasanya perusahaan menjual bakalan ke petani sekitar dua sampai tiga bulan sebelum bulan hari raya kurban, sehingga pada saat menjelang hari raya kurban, persediaan domba dan kambing perusahaan dapat mencukupi permintaan konsumen. Sehingga kelebihan dari peternakan terpadu adalah membantu mengembangkan peternak domba sekitar dan perusahaan tidak perlu menambah kapasitas kandang.

28

Salah satu usaha lainnya yang dikembangkan oleh MT Farm adalah menjual sayuran organik yang ditanam sendiri. Pada awalnya usaha ini ada karena tersedianya lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Produk sayuran organik dijual ke pedagang di sekitar wilayah Bogor dan ke ICDF Taiwan (International Cooperation and Development Fund Taiwan) — perusahaan yang mengembangkan produk pertanian di Bogor. Jenis-jenis sayuran organik yang diproduksi oleh MT Farm dan harga jual per kilogram yang berlaku untuk konsumen (bukan yang dijual ke ICDF Taiwan) pada tahun 2011 dapat dilihat pada Tabel 4.

Pada tahun 2011, MT Farm mencoba membuka usaha baru pada bidang perikanan. Tujuan awalnya adalah untuk memanfaatkan produk sayuran organik yang rusak untuk dijadikan pakan ikan. Namun hingga saat ini, usaha di bidang perikanan masih belum dijadikan usaha unggulan karena masih dalam tahap percobaan.

Tabel 4. Jenis dan harga jual sayuran organik

No. Jenis Sayuran Harga / kilogram (Rp/kg)

1. Kangkung 5.000

2. Caisin 9.000

3. Selada 10.000

4. Pakcoy 11.000

5. Kaylan 11.000

Pada tahun ini pula MT Farm mencoba memproduksi makanan olahan berupa baso dan nugget dari daging domba. Bahan baku berasal dari daging domba yang disembelih terpaksa karena domba tersebut sakit namun tidak mempengaruhi mutu dagingnya. Karyawan yang mengolah daging tersebut adalah karyawan yang memasak di catering Salamah Aqiqah. Produk olahan tersebut tidak dipasarkan ke tempat umum melainkan kepada para tamu yang berkunjung ke MT Farm, karena produk yang dihasilkan tidak terlalu banyak.

Sumber pendapatan MT Farm tidak hanya dari jual beli tiga komoditi diatas. Perusahaan menerapkan sistem manfaat, maka semua yang ada pada

domba dan kambing dapat dimanfaatkan dengan baik, seperti menjual kulit domba dan kambing, dan memanfaatkan kotoran hewan ternak menjadi pupuk. Perusahaan juga menjual obat-obatan untuk hewan ternak dan penyewaan mobil untuk angkut ternak.

MT Farm merupakan perusahaan peternakan yang ramah lingkungan. Perusahaan ini tidak hanya mencari untung tetapi juga tetap menjaga lingkungan dengan cara mengolah limbah dari proses produksi. Seperti limbah sayuran organik yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan pakan ikan, serta kotoran hewan ternak yang dijadikan pupuk organik dan biogas yang dapat dimanfaatkan warga sekitar dengan gratis.

4.1.1 Visi dan Misi Perusahaan

MT Farm adalah unit usaha pada bidang peternakan, yaitu penggemukan domba dan kambing yang dilatarbelakangi untuk memenuhi kebutuhan pangan, terutama daging domba dan kambing. Visi perusahaan adalah ingin menjadi pusat penjualan ternak domba dan kambing di Jabodetabek. Dan misi perusahaan adalah menjalin hubungan yang berkelanjutan dengan pemasok dan konsumen, menyediakan ternak domba dan kambing yang sehat dan berkualitas, memberikan harga produk yang bersaing, dan memberikan pelayanan yang memuaskan kepada konsumen.

4.1.2 Struktur dan Pelaku Organisasi

Struktur organisasi unit usaha MT Farm memiliki hierarki yang sederhana. MT Farm dipimpin oleh seorang direktur yang membawahi langsung general manager. General manager memiliki tanggung jawab kepada tiga manajer fungsional, yaitu manajer keuangan, manajer produksi, dan manajer pemasaran. Setiap manajer memiliki asisten untuk membantu dalam kegiatan operasional perusahaan. Manajer keuangan dibantu oleh asisten administrasi, manajer produksi dibantu oleh asisten kandang, dan manajer pemasaran dibantu oleh asisten operasional Salamah Aqiqah.

Berikut adalah fungsi dan pembagian kerja pada struktur organisasi MT Farm. Direktur berperan sebagai penyedia dana, pengawas, dan

30

penasihat perusahaan. Direktur tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan teknis perusahaan. General manager memiliki tanggung jawab terhadap aktivitas usaha dengan menetapkan strategi dan kebijakan dalam mencapai tujuan perusahaan, dan memberikan laporan evaluasi bulanan perusahaan kepada direktur. Tugas manajer keuangan adalah mengatur keuangan perusahaan secara keseluruhan seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta membuat anggaran dana untuk operasional perusahaan. Manajer keuangan dibantu oleh asisten administrasi, yang bertugas mencatat transaksi jual beli produk perusahaan dan menyusun pembukuan arus kas. Manajer produksi bertugas dalam mengatur proses produksi sayuran organik dan hewan ternak, seperti pemupukan sayuran, pemberian pakan, pembelian pakan, pemotongan hewan, dan menyusun anggaran produksi. Dalam menjalankan tugasnya, manajer produksi dibantu oleh asisten kandang yang terdiri dari beberapa orang warga sekitar perusahaan. Manajer pemasaran memiliki tanggung jawab terhadap keseluruhan penjualan, seperti kegiatan penjualan, pembelian bakalan, pengiriman pesanan hewan ternak dan sayuran organik, penagihan hutang kepada konsumen yang membeli secara kredit, dan sebagai penanggung jawab Salamah Aqiqah. Manajer pemasaran dibantu oleh asisten untuk mengurusi kegiatan operasional Salamah Aqiqah.

Karyawan yang bekerja di MT Farm sebagian besar berasal dari warga sekitar perusahaan berada, yaitu di Kabupaten Bogor. Pengelompokkan karyawan berdasar pada jenis aktivitasnya, yaitu yang berkaitan dengan penggemukan domba dan kambing, penggemukan sapi, produksi sayuran organik, kegiatan Salamah Aqiqah, dan administrasi termasuk sopir dan keamanan di dalamnya. Gambar 3 menjelaskan struktur organisasi MT Farm.

Karyawan yang mengerjakan bagian penggemukan domba dan kambing adalah Minang, Sam, Andri, Nali, Adang, Asep, Isak, Amir, Andi, Anto, Sama, dan Angga. Mereka bertugas untuk membersihkan

kandang domba dan kambing, memberi pakan, mencukur dan memandikan domba dan kambing, dan mencari rumput untuk pakan.

Pada aktivitas penggemukan sapi, perusahaan menugaskan lima karyawan untuk bertugas seperti pada penggemukan domba dan kambing. Karyawan-karyawan tersebut adalah Odih, Tono, Pardi, Suhar, dan Warso. Pada produksi sayuran organik, perusahaan mempekerjakan ibu-ibu warga sekitar untuk menanam, menyiramkan air, memberi pupuk, dan memanen sayuran. Begitu pula dengan aktivitas di Salamah Aqiqah, karena Salamah Aqiqah memberikan jasa penyediaan catering untuk acara aqiqah, maka tugas karyawan adalah untuk memotong kambing, mengolah daging kambing menjadi makanan siap saji, mengepak, dan mengirim makanan tersebut ke konsumen.

Gambar 3. Struktur Organisasi Mitra Tani Farm

Karyawan yang bertugas di bagian administrasi adalah Yayu, Wawan, dan Indra. Tugas mereka adalah membantu manajer-manajer dalam mengelola administrasi perusahaan, seperti mencatat transaksi penjualan, membeli bakalan, dan mengurusi administrasi Salamah Aqiqah. Perusahaan memberikan jasa untuk mengantar hewan ternak sampai di tangan konsumen, maka perusahaan mempekerjakan karyawan untuk

Asisten Administrasi Asisten Operasional

Salamah Aqiqah Direktur

General Manager

Manajer Keuangan Manajer Produksi & Operasi Manajer Pemasaran

Penggemukan Domba dan Kambing

Penggemukan Sapi

32

menjadi sopir. Selain itu, sopir juga bertugas untuk mengambil bakalan domba dan kambing, membersihkan mobil, dan turut membantu karyawan lain apabila sedang tidak ada kegiatan. Dan untuk keamanan, perusahaan menyediakan karyawan yang bertugas menjaga kandang, kebun sayur, kantor, dan sebagai negosiator dengan warga sekitar.

Dalam pemberian gaji, perusahaan memiliki kebijakan tersendiri, baik untuk direksi maupun pegawai. Para manajer dan general manager memperoleh pendapatan dengan sistem bagi hasil. Sedangkan untuk para karyawan, perusahaan membayar upah sesuai dengan jam kerja. Upah dibayar dengan sistem harian, sehingga perusahaan terhindar dari kerugian pekerja yang jarang masuk. Upah dibayar setiap seminggu sekali sesuai dengan jumlah hari karyawan bekerja, karena setiap karyawan memiliki total waktu bekerja yang berbeda-beda.

Besar nominal upah yang diterima karyawan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah status kepegawaian (tetap atau tidak tetap), lamanya bekerja pada perusahaan (karyawan lama atau baru), dan jenis pekerjaan. Upah karyawan berkisar Rp 20.000,00 – Rp 30.000,00 per hari.

4.1.3 Lokasi Perusahaan

Unit Usaha MT Farm berlokasi di Jalan Manunggal 51 nomor 39 RT 04/05, Desa Tegal Waru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Perusahaan ini terdiri dari beberapa lokasi, yaitu kantor, aula, mushola, kandang domba dan kambing, kandang sapi, dan kebun sayuran organik.

Pada dasarnya lokasi dan tempat yang dimiliki perusahaan berfungsi sebagai penunjang usaha. Kantor berfungsi sebagai tempat kegiatan administrasi seperti transaksi jual beli hewan ternak, tempat penyimpanan obat-obatan hewan ternak, dan tempat penyimpanan dokumen. Aula berfungsi sebagai tempat hasil olah ternak seperti nugget dan baso. Fungsi mushola selain untuk tempat beribadah juga sebagai tempat pertemuan rutin karyawan perusahaan atau pertemuan dengan kolega lainnya. Kandang domba dan kambing digunakan untuk tempat penggemukan, dan halaman di sekitar kandang digunakan untuk

membersihkan hewan ternak. Fungsi dari kandang sapi tidak jauh berbeda dengan fungsi dari kandang domba dan kambing, yaitu untuk penggemukan. Dan kebun sayuran organik berfungsi sebagai lahan untuk menanam sayuran.

4.1.4 Aset Perusahaan

MT Farm memiliki aset yang berfungsi untuk mendukung aktivitas perusahaan. Aset yang dimiliki perusahaan berupa tanah dan peralatan yang mendukung operasional perusahaan. Berikut ini adalah alokasi lahan yang dimiliki oleh MT Farm. Aset yang dimiliki MT Farm dapat dikelompokkan sesuai dengan aktivitas perusahaan. Tabel 5 menjelaskan pembagian lahan sesuai dengan jenis usaha.

Tabel 5. Pembagian lahan berdasarkan jenis usaha di MT Farm

No. Jenis Penggunaan Lahan Luas (m2)

1. Penggemukan domba dan kambing 1.000

2. Penggemukan sapi 1.000

3. Pembibitan domba dan kambing 1.000

4. Sayuran organik 2.500

5. Lahan belum terolah 1.500

Pembibitan dan Penggemukan Domba, Kambing, dan Sapi

Pada aktivitas penggemukan domba dan kambing, MT Farm memiliki beberapa aset tetap. Salah satu aset tetap adalah kandang ternak, yaitu kandang panggung berjenis koloni dengan desain kandang yang dapat menampung 2-5 domba atau kambing pada satu sekat. Sesuai dengan tabel diatas, luas kandang domba dan kambing adalah 2.000 m2. Kandang tersebut dapat menampung sekitar 1.000 ekor domba atau kambing. Kandang yang digunakan untuk pembibitan pada dasarnya tidak dibedakan dengan kandang untuk penggemukan, kecuali kandang untuk domba atau kambing yang sedang bunting dan kandang untuk induk yang sedang menyusui. Dan kandang untuk penggemukan sapi dapat menampung sekitar 60 ekor dengan luas 1.000 m2.

34

Aset lainnya berupa peralatan digunakan untuk membersihkan hewan ternak, membersihkan kandang, dan penyediaan pakan. Peralatan yang mendukung bisnis penggemukan dan pembibitan hewan ternak adalah ember, sapu lidi, gunting, tali tambang, tangki air, pompa air, trolley, arit, pacul, karung, dan timbangan. Aset yang digunakan untuk distribusi hewan ternak adalah mobil pick up dan motor yang sesekali disewa oleh konsumen sehingga menambah pendapatan perusahaan. Salamah Aqiqah

Salamah Aqiqah memberikan jasa catering dengan menu utama berupa daging kambing. Aset yang dimiliki perusahaan berupa tempat pemotongan hewan ternak, alat potong, kompor, peralatan dapur, dan freezer. Aset dari jenis usaha lain seperti mobil dan motor dapat digunakan untuk mengantar pesanan langsung ke tempat konsumen.

Produksi Sayuran Organik

MT Farm memiliki beberapa aset yang digunakan untuk memproduksi sayuran organik. Beberapa diantaranya adalah cangkul, garpu, arit, sekop, sepatu boot, dan alat penyiram. Sedangkan peralatan yang digunakan pada saat panen adalah keranjang. Untuk pengemasan produk, MT Farm memberikan hak kepada ICDF Taiwan, karena MT Farm merupakan salah satu mitra tani ICDF Taiwan.

Administrasi

Aset yang dimiliki perusahaan untuk memperlancar kegiatan administrasi adalah kantor, komputer, printer, pesawat telepon, kulkas, meja, kursi, rak buku, dan lemari. Kantor, selain untuk aktivitas administrasi ini juga digunakan sebagai tempat menyimpan obat-obatan yang dijual kepada konsumen.

4.2. Aktivitas Penggemukan Domba dan Kambing

Dokumen terkait