IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan
4.1.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
CV ATLAS didirikan pada tahun 1998 di Jalan Leuwi Anyar nomor 123 RT/RW 01/05 Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya sebagai usaha kecil menengah yang bergerak di bidang pengolahan kayu. Bapak Ade merupakan pendiri utamanya. Ketertarikan Bapak Ade terhadap usaha ini berawal dari melihat penduduk sekitar yang mayoritas melakukan kegiatan usaha dalam bidang pengolahan kayu yaitu furniture dan kusein. Sebagian besar dari pengusaha di lingkungan tersebut memproduksi barangnya dengan kualitas yang kurang baik, mulai dari bahan dasar yang digunakan, pengerjaan, hingga hasil akhirnya yang masih kasar. Melihat kenyataan itu, maka tergeraklah beliau untuk mendirikan perusahaan pengolahan kayu dengan memproduksi barang yang lebih berkualitas dibanding yang lain. Hal tersebut tentunya juga dilakukan untuk memuaskan konsumen yang datang ke daerah produksi kayu tersebut.
Produk utama yang dihasilkan pada awal usahanya adalah lemari ukiran, kitchen set, tempat tidur, dan lain sebagainya. Produk-produk tersebut biasanya diproduksi berdasarkan pesanan konsumen. Pada awal didirikan banyak permintaan furniture yang datang, sehingga usaha ini terbilang cukup sukses. Pada tahun 2000 seorang distributor di Bandung mengajukan permintaan produk kerajinan boneka whimsy kayu kepada CV ATLAS untuk diekspor ke California USA. CV ATLAS tertarik dan menyanggupi tawaran tersebut karena karyawannya memiliki keahlian mengukir yang sangat baik. Produk tersebut terbilang cukup unik. Boneka whimsy kayu ini diukir dalam bentuk sayuran, buah-buahan, hewan, tokoh kartun, atau keseluruhan produk tersebut disebut sebagai boneka whimsy. Awalnya perusahaan mampu mengekspor 300 hingga 600 unit boneka whimsy kayu per bulan. Lalu bertambah lagi menjadi 1500 unit per bulan dari tahun 2002 hingga sekarang.
25 Finishing Pengecatan carving Bagian Pemasaran Pemimpin Perusahaan
Bagian Produksi Bagian Keuangan
Semenjak adanya permintaan ekspor, CV ATLAS pun jarang memproduksi furniture meski masih ada saja permintaan dari konsumen. Hal ini karena perusahaan lebih memfokuskan pada produksi kerajinan boneka whimsy yang permintaannya terbilang cukup banyak dan sudah tetap setiap bulan. Selain untuk diekspor, boneka whimsy kayu hasil produksi CV ATLAS juga dijual langsung di workshop-nya dan dijual melalui pameran-pameran tertentu seperti International Handicraft Trade Fair (INACRAFT), Indonesia Handicraft Handmade Production (ICRA), Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), dan lain sebagainya.
4.1.2 Struktur Organisasi
CV ATLAS merupakan perusahaan keluarga, sehingga hampir semua kegiatan manajemen di pegang oleh anggota keluarga. Bapak Ade sebagai pemilik dan pimpinan memegang sebagian penuh operasional perusahaan yang dibantu oleh istri dan anaknya. Bagian keuangan dipegang oleh istrinya, sedangkan bagian pemasaran dan bagian produksi di pegang oleh anak bapak Ade. Kegiatan produksi diserahkan langsung kepada karyawannya dan mendapat pengawasan langsung dari pimpinan. Adapun struktur organisasi perusahaan adalah sebagai berikut:
26
Jumlah karyawan produksi di CV ATLAS berjumlah 9 orang yang terdiri dari 4 orang bagian carving, 4 orang bagian pengecatan dan 1 orang bagian finishing. Pemilik perusahaan berperan sebagai pengawas operasional perusahaan yang dibantu oleh istri dan anaknya. Bagian keuangan dipegang oleh istrinya, sedangkan bagian pemasaran dan bagian produksi di pegang oleh anaknya. Adapun keterangan tugas dari masing-masing bagian dalam struktur organisasi tersebut adalah:
1. Pemimpin Perusahaan
Pemimpin perusahaan merupakan pemilik dari CV ATLAS yang memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan dan kebijakan yang berhubungan dengan aktivitas perusahaan.
2. Bagian Keuangan
Memiliki peranan sebagai pengendali keuangan perusahaan yang bertugas untuk mengatur pembelanjaan bahan baku yang diperlukan dalam proses produksi boneka whimsy kayu, serta mengatur pembayaran upah dari setiap karyawan.
3. Bagian Pemasaran
Bagian pemasaran bertugas menghubungi pihak konsumen untuk menyalurkan barang yang siap dikirim, barang yang dikirim biasanya langsung diantar ketempat pelanggan. Produk yang dihasilkan perusahaan selain di ekspor yaitu melalui pameran-pameran yang diadakan di Jakarta dan Bandung.
4. Bagian Produksi
Bagian produksi merupakan bagian yang sangat vital dalam sebuah industri, karena diperlukan orang-orang yang ahli dalam bidang. Keahlian yang diperlukan pada pembuatan boneka whimsy kayu ini adalah teknik carving dan pengecatan. Teknik Carving memerlukan ketelitian, ketekunan, kesabaran, dan pengertian dalam melihat gambar untuk membuat pahatan pada kayu dengan mementingkan bentuk timbul-timbul, cekung atau datar. Bagian pengecatan dituntut memiliki keahlian melukis wajah yang sesuai dengan gambar atau bentuk yang ditentukan tema.
27 4.1.3 Bahan Baku
Bahan baku utama yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk boneka Whimsy yang baik adalah kayu mahoni. Adapun pemasok bahan baku adalah dari para petani kayu mahoni yang banyak terdapat di Kabupaten Tasikmalaya khususnya Kecamatan Urug, selain itu pembelian kayu mahoni dapat menghubungi pihak Perhutani Tasikmalaya. Rata-rata jumlah pembelian bahan baku kayu mahoni dilakukan 3 bulan sekali sebanyak 4 m³. Harga pembelian ditentukan berdasarkan harga yang berlaku dipasaran disesuaikan dengan kualitas bahan baku.
4.1.4 Peralatan Produksi Boneka Whimsy
Teknologi produksi dalam usaha boneka Whimsy merupakan gabungan antara teknologi sederhana dengan teknologi semi modern. Teknologi sederhana terlihat dari penggunaan peralatan yang dikerjakan secara manual dengan tenaga manusia. Teknologi semi modern tercermin dalam penggunaan peralatan yang di gerakkan dengan mesin listrik, meskipun masih dalam kendali pekerja. Pekerjaan ini mengandalkan gabungan antara keterampilan tangan pekerja, baik menggunakan peralatan manual maupun dalam mengoperasikan peralatan semi modern. Dengan demikian tingkat keahlian tenaga kerja menjadi faktor utama untuk menghasilkan produk boneka whimsy yang berkualitas baik dan meminimalisir kerusakan boneka.
Peralatan yang digunakan oleh para pengusaha boneka whimsy dapat dikelompokkan ke dalam beberapa peralatan mekanis dengan bantuan tenaga listrik dan peralatan manual. Beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum memproduksi boneka whimsy ialah peralatan yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda. Adapun peralatan yang digunakan dalam produksi boneka whimsy dapat dilihat pada Tabel 5.
28
Tabel 5. Peralatan produksi kerajinan boneka Whimsy CV ATLAS
No Keterangan Jumlah (Unit)
Biaya (Rp/Unit) Total
1 Mesin Bubut 3 4.000.000 12.000.000 2 Gergaji 1 9.000.000 9.000.000 3 Pisau Raut 5 20.000 100.000 4 Kompresor Set 1 4.500.000 4.500.000 5 Kuas 20 7.500 150.000 6 Gunting 5 12.000 60.000
Sumber : Diolah dari data primer CV ATLAS, 2011
Dari Tabel 5. terlihat bahwa terdapat tujuh peralatan yang digunakan untuk proses produksi, antara lain mesin bubut, gergaji, pisau raut, kompresor set, kuas, gunting. Mesin bubut berfungsi untuk membuat bentuk-bentuk tertentu pada komponen mainan edukatif dari kayu. Gergaji mesin ini digunakan untuk memotong kayu sesuai dengan ukuran boneka whimsy yang diproduksi sedangkan kompresor set untuk digunakaan pada saat finishing yaitu memberikan warna kilat atau dop pada boneka whimsy yang telah di cat warna. Pisau raut berfungi untuk menyempurnakan raut muka dari boneka whimsy. Kuas untuk mengecat dan gunting untuk memotong.
4.2. Biaya-Biaya yang Timbul pada Proses Produksi Boneka Whimsy di CV