BAB IV HASIL PENELITIAN
4.1 Gambaran Umum Perusahaan
Pabrik kelapa sawit PTPN IV (Persero) Dolok Ilir Kabupaten Simalungun dibuka oleh Maskapai Belanda yang diberi nama Naamloze Vennootschap Hendles Vereniging Amsterdam (NV. HVA) pada tahun 1915 dengan ditanami komoditi Serat Nenas (Agape Sisalana) dan serat pisang (Manila Henep). Semasa pengembalian Irian Barat ke Indonesia tahun 1958 Kebun Dolok Ilir di Nasionalisasikan oleh Pemerintah Indonesia dan mulai dikelolah oleh bangsa Indonesia. Adapun periodeisasi pengelolaannya dapat dilihat pada tebel berikut:
Tabel 4.1 Periodeisasi Pengelolaan Pabrik kelapa sawit PTPN IV (Persero) Dolok Ilir
No Periode Kesatuan Keterangan
1 1995 s/d 1957 NV. HVA
2 1958 s/d 1967 PPN. Aneka Tanaman Peraturan Pemerintah no. 19 tahun 1959
3 1968 s/d 1971 PNP-VII Keppres No. 144 tahun
1968
4 1971 s/d 1994 PTP-VII Peraturan Pemerintah No.
29 tahun 1971 5 1994 s/d 1996 PTP SUMUT III 6 1996 s/d sekarang PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)
Peraturan Pemerintah No. 9/1996
Sejak tahun 1985 tanaman serat dialihkan menjadi tanaman kelapa sawit. Konversi ini dilakukan secara bertahap dan selesai tahun 1974. Secara Geografis kebun Dolok ilir berada :
Sebelah Timur Kebun Laras dan Kebun Bandar Betsy
Sebelah Barat Dolok Merawan
Sebelah Selatan Sinaksak – Pematang Siantar
Sebelah Utara Kebun Sibulan, Dolok Ilir dan Laut Tador Kebun Dolok Ilir berada dikabupaten Simalungun Kecamatan Dolok Batu Nanggar dan Kabupaten Serdang Bedagai Kecamatan Dolok Merawan. Sesuai izin HGU No. 13/HGU/BPN/2006 yang berlaku terhitung mulai tanggal 31-12-2005 s/d 31-12-2030, Luas Konsesi Unit Kebun Dolok Ilir Kabupaten Simalungun 7.348,80 Ha.
4.1.2. Struktur Organisasi
Unit Usaha Dolok Ilir dipimpin oleh seorang Manajer Unit. Bagan struktur organisasi Kebun Dolok Ilir berbentuk garis dan staf, dimana administrasi sebagai penangggung jawab utama di bantu staf bagian tanaman, pabrik, dan tata usaha/umum. Wewenang dan perintah berjalan menurut garis lurus dari administrator sampai karyawan terendah. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh seluruh personil yang tercantum pada bagian organisasi pada bidang masing-masing sesuai tugasnya. Adapun bagan organisasi Kebun Dolok Ilir sebagai berikut :
SRUKTUR ORGANISASI PABRIK KELAPA SAWIT PTPN IV (PERSERO) KEBUN DOLOK ILIR Manajer Unit Razac, Bsc KADIS TANAMAN RAYON SELATAN KADIS TANAMAN RAYON UTARA KEPALA DINAS PENGOLAHAN KEPALA DINAS TEKNIK KEPALA DINAS TATA USAHA ASISTEN AFD V ASISTEN AFD VI ASISTEN AFD VII ASISTEN AFD VIII ASISTEN ASISTEN AFD I ASISTEN AFD II ASISTEN AFD III ASISTEN AFD IV ASISTEN PENGOLAHAN ASISTEN PENGOLAHAN ASISTEN PENGOLAHAN ASISTEN TEKNIK PABRIK ASISTEN TEKNIK SIPIL ASISTEN TATA USAHA ASISTEN TRANSPORT POOL ASISTEN SDM DAN UMUM KEPALA SMP YAPEKDI PERWIRA PENGAMANAN
4.1.3. Visi dan Misi Perusahaan a. Visi
PT. Perkebunan IV (Persero) “ Menjadikan Pusat Keunggulan pengelolaan perusahaan agro industri kelapa sawit dengan tata kelola perusahaan yang baik serta
berwawasan lingkungan “.
b. Misi
Menjamin keberlanjutan usaha yang kompetitif
Meningkatkan daaya saing produk secara berkesinambungan dengan sistem, cara dan lingkungan kerjayang mendorong munculnya kreativitas dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi
Meningkatkan laba secara berkesinambungan
Mengelola usaha secara professional untuk meningkatkan nilai perusahaan yang mempedomani etika bisnis dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG)
Meningkatkan tanggungjawab social dan lingkungan
Melaksanakan dan menunjang kebijakan serta program pemerintah pusat/daerah.
Untuk mencapai sasaran yang jelas dalam koridor visi dan misi tersebut, diperlukan suatu corporate plan atau perencanaan strategis jangka panjang yang akan menjadi acuan atau pedoman manajemen dalam menjalankan keputusan strategis.
Penyusunan rencana jangka panjang adalah bagian dari upaya yang konsisten dalam pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG).
4.1.4. Proses Produksi
Tandan Buah Segar (TBS) setelah dipanen akan diolah dalam Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Pengolahan tandan buah segar ini dimaksudkan untuk memperoleh minyak sawit dari daging buah (Crude Palm Oil) dan dari biji buah (Palm Kernel Oil). PKS Unit Dolok Ilir memiliki kapasitas produksi 60 ton/jam.
1. Stasiun Penerimaan Buah
Stasiun penerimaan TBS merupakan stasiun yang menerima TBS yang diangkut oleh truk-truk pengangkut dari kebun, baik dari kebun milik Dolok Ilir maupun milik pihak ketiga. Stasiun penerimaan buah terdiri dari :
2. Stasiun Timbangan
Stasiun timbangan merupakan langkah awal sebelum melakukan proses pengolahan TBS selanjutnya. Stasiun timbangan berfungsi sebagai tempat atau alat penimbangan TBS yang dibawa ke Pabrik dan hasil produksi Pabrik (minyak/inti sawit). Proses penimbangan menggunakan 2 sistem yaitu sistem digital dan sistem manual.
3. Loading Ramp
TBS yang telah ditimbang selanjutnya akan dibawa ke Loading ramp. Loading ramp merupakan tempat yang berfungsi untuk menampung TBS dari kebun sebelum di proses, mempermudah pemasukan TBS ke dalam lori, dan mengurangi kadar kotoran yang terdapat pada TBS. Sebelum Tandan Buah Segar (TBS) dimasukkan kedalam Loading ramp, TBS yang telah ditimbang dilakukan penyortiran terlebih dahulu.
Setelah dilakukan sortasi, TBS kemudian dimasukkan kedalam loading ramp. TBS yang telah berada di dalam loading ramp selanjutnya akan dimasukkan ke dalam lori. Lori merupakan tempat untuk merebus Tandan Buah Segar (TBS).
4. Stasiun Perebusan (Sterilizer)
Tandan Buah Segar (TBS) yang telah dimasukkan ke dalam lori akan direbus dalam perebusan (sterilizer). Sebelum melakukan perebusan, lori yang berisi tandan buah segar akan dipindahkan terlebih dahulu menggunakan transfer carriage. Transfer carriage merupakan suatu rel yang berfungsi untuk memindahkan jalur lori dari loading ramp menuju sterilizer Alat ini juga menggunakan tali dan kabel baja untuk menarik lori.
Lori yang telah dipindahkan pada jalur perebusan, selanjutnya akan ditarik dengan alat penarik (Capstand). Capstand merupakan alat yang digunakan untuk menarik lori pada posisi yang diinginkan seperti menarik lori masuk kedalam rebusan (sterilizer), dan mendekatkan lori pada housting crane.
Sterilizer merupakan bejana uap bertekanan yang digunakan untuk merebus TBS dengan uap (steam). Steam yang digunakan pada rebusan diinjeksi dari Back Pressure Vessel (BPV) yang dihasilkan oleh boiler. Steam yang masuk ke dalam rebusan bertekanan 2,8-3,0 kg/cm2 dengan suhu 135-140°C.
Pabrik kelapa sawit Unit Dolok Ilir memiliki 3 unit rebusan horizontal dan 2 unit rebusan vertical dengan kapasitas masing-masing rebusan 25 ton (berisi 10 lori dengan kapasitas lori 2,5 ton TBS/lori). Namun hanya dua unit yang dioperasikan sedangkan satu unit menjadi cadangan. Siklus yang dibutuhkan untuk di ketel rebusan
5. Stasiun Penebahan (Thresher)
Stasiun penebah berfungsi untuk memisahkan atau melepaskan brondolan dari tandannya. TBS yang telah selesai direbus dari sterilizer akan ditarik keluar menggunakan capstand. Lori-lori yang keluar dari rebusan diangkat menggunakan housting crane dan dituangkan ke auto feeder dengan memutar lori 360˚. PKS Unit Usaha Dolok Ilir memiliki 2 unit housting crane yang berkapasitas 5 ton/unit dengan berat lori yang diangkut sebesar 2.5 ton.
Auto feeder adalah alat yang digunakan untuk mengatur pemasukan tandan buah ke dalam thresher. Pengaturan buah yang masuk dari Auto Feeder ke thresher disesuaikan dengan kapasitas thresher sehingga buah tidak terlalu banyak menumpuk dalam thresher yang dapat mengakibatkan proses perontokan tidak sempurna. Thresher merupakan alat pemisah antara tandan dengan brondolan.
Empty bunch conveyor berfungsi sebagai alat angkut janjangan atau tandan kosong dari stasiun penebah ke hopper janjangan. Janjangan kosong kemudian di bawa ke hopper janjangan sebelum dibawa kembali ke afdeling (sebagai pupuk untuk perkembangan tanaman kelapa sawit) dengan menggunakan truk.
Di dalam PKS Unit Dolok Ilir di stasiun penebahan juga terdapat fruit conveyor dan fruit elevator. Fungsi dari fruit conveyor adalah untuk mengatur aliran (line) buah dari penebah (rotary drum) ke elevator buah untuk diteruskan ke digester. Fruit conveyor ini bertipe ulir dengan kapasitas 20 Ton. Fruit elevator berfungsi untuk mengangkut brondolan dari fruit conveyor dan kemudian dibagikan ke distributor conveyor pembagi. Fruit elevator yang digunakan di PKS Unit Usah Dolok Ilir bertipe rantai dengan kapasitas 30 Ton TBS/jam.
6. Stasiun Kempa (Pressing)
Brondolan sawit yang telah lepas dari tandan kemudian memasuki stasiun kempa. Stasiun ini merupakan tempat untuk proses pemisahan minyak dari sabut dan biji kelapa sawit. Pada stasiun ini terdapat dua proses utama, yaitu proses digestion dan pressing. Fungsi digester adalah untuk melepaskan daging buah dari biji (noten) dan melumatkannya dengan cara menekan brondolan menggunakan pisau pengaduk yang berputar sambil dipanaskan yang digerakkan oleh electromotor.
Setelah buah dikempa kemudian akan menuju ke mesin pressing. Proses pengempaan (pressing) merupakan proses pemisahan minyak kasar (crude oil) dari massa adukan, alat yang digunakan dalam proses ini adalah screw presser. Kapasitas screw press yang digunakan di Unit Usaha Dolok Ilir yaitu 10-12 ton TBS/jam. Minyak yang dihasilkan dari proses pengempaan kemudian masuk ke press silinder. Serabut dan biji (ampas) hasil pengepresan diteruskan ke cake breaker conveyor untuk diolah di Pabrik biji.
7. Stasiun Pemurnian Minyak
Stasiun pemurnian minyak berfungsi untuk memisahkan minyak dengan kotoran serta unsur-unsur yang mengurangi kualitas minyak dan mengupayakan kehilangan minyak seminimal mungkin. Stasiun pemurnian minyak dimulai dari Sand Trap Tank. Hal ini berarti terdapat prinsip-prinsip perlakuan untuk memisahkan antara minyak dan non-minyak.
8. Proses Pemurnian Minyak a. Oil Gutter
Crude oil gutter adalah alat yang berfungsi sebagai talang yang mengantarkan minyak hasil kempa (minyak kasar) ke sand trap dan selanjutnya masuk ke proses pemurnian.
b. Sand Trap Tank
Sand trap berfungsi untuk memisahkan pasir dari cairan minyak kasar yang berasal dari screw press. Minyak yang keluar dari screw press dialirkan oleh oil gutter menuju sand trap tank. Di dalam sand trap tank, pasir dan bukan minyak padat yang berat jenisnya lebih besar dari minyak mengendap. Minyak yang keluar dari sand trap menuju ke vibrating screen.
c. Vibre Separator
Vibre separator atau juga biasa disebut dengan vibrating screen berfungsi untuk menyaring crude oil dari serabut-serabut yang lolos dari stasiun kempa yang dapat menggangu proses pemisahan minyak. Kotoran yang tidak bisa tersaring akan masuk ke dalam bottom fruit conveyor untuk kembali diolah di dalam digester. Kapasitas dari vibre separator yang digunakan di Unit Usaha Dolok Ilir adalah 30 Ton TBS/Jam. Vibre separator yang digunakan hanya satu Unit, satu Unit lagi digunakan sebagai cadangan jika sewaktu-waktu Unit yang digunakan sedang mengalami perbaikan dan maintenance.
d. Crude Oil Tank
Crude Oil Tank merupakan tangki penampung minyak kasar hasil saringan dari vibre separator. Fungsi dari Crude Oil Tank yaitu untuk menurunkan NOS (non oil solid) dan menambah panas.
e. Continious Settling Tank (CST)
CST berfungsi untuk memisahkan minyak, sludge, dan air secara gravitasi atau berdasarkan perbedaan berat jenis. PKS Unit Usaha Dolok Ilir memiliki 2 unit CST dimana masing-masing CST memiliki 3 buah ruang. Ruang pertama berguna untuk menampung minyak dari pompa minyak kasar dan penambahan panas untuk memanaskan minyak dengan suhu 90-95˚C. Ruang kedua merupakan ruang pemisah
antara minyak dan sludge. Minyak mengapung dan langsung dialirkan ke oil tank untuk dimurnikan oleh oil purifier. Sludge yang berada pada bagian bawahnya dialirkan ke ruang ketiga untuk ditampung sementara sebelum dialirkan ke sludge tank.
f. Oil Tank
Oil Tank berfungsi sebagai bak penampung sebelum minyak masuk ke oil purifier. PKS Unit Usaha Dolok Ilir memiliki 1 unit oil tank dengan kapasitas 10 m3.
g. Oil Purifier
Alat ini berfungsi untuk memisahkan minyak dengan gaya sentrifugal dan prinsip perbedaan berat jenis dimana minyak yang mempunyai berat jenis lebih kecil akan terdorong ke bagian poros sedangkan kotoran dan air yang berat jenisnya lebih besar akan terdorong ke arah dinding.
Vacuum dryer berfungsi untuk mengurangi kadar air dalam minyak dengan cara penguapan hampa. Vacuum Dryer yang digunakan di PKS Dolok Ilir berjumlah 2 Unit dengan kapasitas 8 m3/jam. Minyak yang telah bersih keluar dari vacuum dryer dan selanjutnya dipompakan ke storage tank.
i. Storage Tank
Storage Tank berfungsi untuk menyimpan sementara minyak yang dihasilkan sebelum didistribusikan ke tempat pengolahan lain. Jumlah storage tank yang ada di PKS Unit Usaha Dolok Ilir adalah 2 unit. Storage tank memiliki kapasitas 500 ton dan 1000 ton.
9. Stasiun Pabrik Biji atau Kernel
Stasiun pabrik biji berfungsi untuk memisahkan cangkang dan inti (kernel) sehingga menghasilkan inti sawit yang sesuai dengan standar mutu. Campuran ampas (fibre) dan biji (nut) yang keluar dari screw press diproses kembali untuk menghasilkan cangkang (shell) dan fibre yang digunakan sebagai bahan bakar boiler serta inti sawit (kernel) sebagai hasil produksi dari PKS Unit Usaha Dolok Ilir. Ampas yang keluar dari screw press terdiri dari fibre dan biji yang masih bercampur, mengandung air yang tinggi dan berbentuk gumpalan (cake).
a. CBC (Cake Breaker Conveyor)
CBC (Cake Breaker Conveyor) berfungsi untuk memecah ampas kempa yang masih berbentuk gumpalan menjadi bagian yang telah terurai. Melalui CBC, ampas yang keluar dari screw press dialirkan ke dalam drum depericarper untuk pemisahan antara ampas dan biji.
b. Depricarper
Depericarper adalah suatu alat dimana pada ujungnya terdapat blower penghisap serta fibre cyclone. Ampas (fibre) terhisap ke fibre cyclone kemudian diangkat oleh conveyor untuk bahan bakar boiler.
Biji yang telah bersih keluar dari depericarper dan masuk ke destoner. Destoner merupakan alat pengangkutan yang digunakan untuk mengangkat biji ke nut silo yang berasal dari pemisahan biji dan ampas. Alat ini terdiri dari cyclone yang ujungnya dilengkapi dengan blower hisap. Ampas (fibre) dihisap ke cyclone destroner sedangkan biji masuk ke silo biji (nut silo).
c. Nut Silo
Nut silo berfungsi untuk menyimpan biji sebelum masuk ke ripple mill. Selain itu, nut silo juga difungsikan untuk menurunkan kadar air dalam inti dengan pemberian panas melalui nut heater agar mempermudah proses pemecahan pada ripple mill.
d. Rippel Mill
Ripple mill berfungsi untuk memecahkan biji (nut). Ripple mill terdiri dari 2 bagian yaitu rotaring rotor dan stationary plate. Rotary rotor terdiri dari batang rotor rod, sedangkan stationary plate berbentuk melengkung dengan permukaan bergerigi. Cara kerja dari ripple mill adalah nut yang masuk ke ripple mill akan ditekan oleh batang rotor rod yang berputar. Nut yang ditahan oleh stationary plate akan ditekan oleh batang rotor rod. Akibar penekanan ini, maka nut akan pecah dan biji yang sudah pecah kemudian diproses di LTDS (Light Tenera Dust Separator).
e. LTDS (Light Tenera Dust Separator)
LTDS berfungsi untuk memisahkan cangkang dan inti serta membawa cangkang untuk bahan bakar boiler. Sistem pemisahan yang dilakukan di sini adalah dengan menggunakan tenaga blower hisap dust separator. Cangkang pecah mempunyai luas penampang yang lebih besar dan akan terhisap ke atas untuk dialirkan ke boiler. Inti dipompakan ke kernel silo. Campuran inti dan cangkang yang tidak terpisah karena memiliki berat hampir sama dialirkan ke hydrocyclone untuk dilakukan proses pemisahannya.
f. Hydrocyclone
Hydrocyclone berfungsi untuk memisahkan cangkang dan inti sawit pecah yang besar dan beratnya hampir sama. Pemisahan di hydrocyclone ada 3 tahap, yaitu pemisahan inti yang berukuran besar, pemisahan inti yang berukuran sedang (inti pecah), dan pemisahan inti yang berukuran kecil.
Inti basah hasil proses hydrocyclone dimasukkan ke silo inti untuk dikeringkan selama minimal 12 jam. Silo inti digunakan untuk mengeringkan inti yang berasal dari hydrocyclone.
Inti yang telah dikeringkan di dalam kernel silo kemudian menuju ke hopper (tempat penyimpanan biji) yang didorong menggunakan blower. Hopper yang ada di PKS Unit Usaha Dolok Ilir berjumlah 4 unit dengan kapasitas 500 ton. Inti sawit yang telah matang dikirim ke PKS Unit Usaha Dolok Ilir untuk diolah menjadi PKO (Palm Kernel Oil).
4.1.5. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) PTPN IV Kebun Dolok Ilir
Perusahaan membentuk suatu wadah organisasi dalam melaksanakan program dan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yaitu Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja(P2K3 )yang bertujuan untuk menciptakan suasana kerja yang aman, nyaman, dan sehat sehingga tenaga kerja dapat bekerja secara efisien dan produktif. Adapun bagan struktur organisasi P2K3 sebagai berikut :
STRUKTUR ORGANISASI P2K3 PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) KEBUN DOLOK ILIR
Ketua Umum Manager Unit Usaha
Pemadam Inti
Regu Pemadam Inti Manajemen Resiko
Tim dari Afdeling
Internal Audit Tim Internal Audit
Logistik dan Komunikasi Regu Logistik dan
Komunikasi Ketua II Kepala Dinas Pengolahan/Teknik Ketua III Kepala Dinas Tanaman Anggota Seluruh Karyawan Sekertaris Aisten Tata Usaha
Dokumen Control Bid. Dokumen Control
Fire Shief Pa- Pam
Pengamanan Regu Keamanan
Regu Pemadam Regu Pemadam Pabrik
& Afdeling
Evakuasi Tim dari Afdeling Rescue Tim dari Afdeling
Tanggap Darurat Tim dari Afdeling
Inspeksi dan Investigasi Tim dari Pabrik
Tanggap Darurat Tim dari Pabrik
Manajemen Resiko Tim dari Pabrik
Medis
Regu Medis Pabrik dan
Afdeling Evakuasi Regu dari Pabrik
Rescue Regu dari Pabrik
Ketua 1 Kepala Dinas Tata