BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
B. Analisis dan Pembahasan
1. Gambaran Umum Responden
Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 92 orang.
Penelitian ini membahas gambaran umum karakteristik yang ingin
80
diketahui adalah jenis kelamin, usia dan pendidikan terakhir pegawai.
Berikut ini akan dibahas mengenai kondisi dari masing-masing klasifikasi demografis responden tersebut.
a. Karakteristik responden menurut jenis kelamin
Berdasarkan data penelitian yang diperoleh dari penyebaran kuesioner penelitian maka diperoleh data tentang jenis kelamin responden yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4. 1 Jumlah dan Presentase Responden Menurut Jenis Kelamin
No. Jenis Kelamin Jumlah Presentase
1. Laki-laki 52 57%
2. Perempuan 40 43%
Total 92 100%
Sumber: Data primer yang diolah (2020)
Dari tabel 4.1 diatas dapat diketahui bahwa jumlah responden yang ada didominasi oleh laki-laki dengan 57%, kemudian sisanya 43% adalah perempuan dari keseluruhan jumlah responden yang ada. Itu berarti karyawan PT. IKAD yang menjadi responden pada penelitian ini didominasi oleh jenis kelamin laki-laki dengan persentase 57%.
81 b. Karakteristik menurut usia
Berdasarkan data penelitian yang diperoleh dari penyebaran kuesioner penelitian maka diperoleh data tentang rentang usia responden yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4. 2 Jumlah dan Presentase Responden Menurut Usia No. Kelompok Usia Jumlah Presentase
1. 25-30 5 6%
2. 31-35 17 18%
3. 36-40 25 27%
4. 41-45 32 35%
5. >50 13 14%
Total 92 100%
Sumber: Data primer yang diolah (2020)
Berdasarkan pada tabel 4.2 diatas dapat diketahui bahwa responden dalam penelitian ini didominasi oleh usia 41-45 tahun sebanyak 35% dimana rentang usia ini merupakan karyawan yang memiliki usia matang dengan pengalaman kerja yang cukup lama. kemudian usia dengan rentang 36-40 tahun sebanyak 27% dimana rentang usia ini merupakan karyawan yang sudah produktif akan pekerjaannya serta membimbing kepada yang lebih junior, selain itu dengan rentang usia 31-35 tahun sebanyak 18% dimana dengan rentang usia ini sudah lebih banyak akan pengalaman pekerjaanya. Sisanya pada usia > 50
82
sebanyak 14% pada usia tersebut karyawan telah menduduki jabatan fungsional dan lebih fokus pada membentuk strategi dalam strategi kerja dan usia 25-30 tahun sebanyak 6% serta lebih memberi inovasi baru serta sharing penemuan baru yang ada di Era revolusi 4.0 kepada karyawan seniornya dalam menyusun strategi kerja di dalam perusahaan.
c. Karakteristik responden menurut pendidikan terakhir
Berdasarkan data penelitian yang diperoleh dari penyebaran kuesioner penelitian maka dapat diperoleh data tentang pendidikan terakhir responden yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4. 3 Jumlah dan Presentase Responden Menurut Pendidikan
No. Pendidikan Terakhir Jumlah Presentase
1. SMA/SMK Sederajat 11 12%
2. Diploma(D3) 28 30%
3. Sarjana (S1) 41 45%
4. Magister (S2) 12 13%
Total 92 100%
Sumber data primer yang diolah (2020)
Berdasarkan data pada tabel 4.3 menunjukan bahwa jumlah responden dengan tingkat pendidikan terakhir SMA berjumlah 12% dan jumlah tingkat pendidikan terakhir
83
Diploma(D3) berjumlah 30% dan sisanya responden dengan tingkat pendidikan terakhir sarjana (S1) sebesar 45% dan jumlah tingkat pendidikan terakhir magister (S2) berjumlah sebesar 13%.
d. Karakteristik responden berdasarkan masa kerja
Berdasarkan data penelitian yang diperoleh dari penyebaran kuesioner penelitian maka diperoleh data tentang masa kerja responden yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4. 4 Jumlah dan Presentase Menurut Masa Kerja No Masa Kerja
Karyawan
Jumlah Karyawan
(orang) Presentase
1 1-5 Tahun 3 3%
2 6-10 Tahun 18 21%
3 11-15 Tahun 14 15%
4 >16 Tahun 57 61%
Total 92 100%
Berdasarkan data pada tabel 4.4 menunjukan bahwa jumlah responden dengan rentang masa kerja > 16 tahun sebanyak 61 % menjadi mayoritas dan masa kerja 6-10 tahun sebanyak 21%, masa kerja 11-15 tahun sebanyak 15% sisanya adalah responden dengan rentang masa kerja 1-5 tahun sebanyak 3% dari keseluruhan jumlah responden. Ini berarti jumlah pegawai yang menjadi responden didominasi oleh pegawai
84
dengan masa kerja > 16 tahun jika dilihat secara presentase sebesar 61%.
2. Analisis Deskriptif Jawaban Responden
Pada gambaran umum responden yang sudah diketahui, selanjutnya peneliti akan menganalisis jawaban responden yang telah disebar kepada 92 orang responden yang menjadi sampel dalam penelitian yang dilakukan. Analisis meliputi butir pertanyaan kuesioner yang merupakan indikator dari variabel-variabel yang diteliti sebagai berikut:
a. Distribusi Jawaban Responden Variabel Komitmen Organisasi
Variabel komitmen organisasi terdiri dari 7 indikator yang dijabarkan dalam 10 pernyataan yang diajukan kepada responden. Pernyataan-pernyatan tersebut adalah: (halaman selanjutnya)
Tabel 4. 5 Distribusi Jawaban Responden Pada Variabel Komitmen Organisasi
NO Pernyataan Variabel Komitmen Organisasi emosional dengan organisasi saya bekerja
0 0 13,0 42,4 44,6
3. Saya merasa menjadi bagian
organisasi tempat saya bekerja 0 0 14,1 45,7 40,2
85
4. Saya merasa masalah organisasi
juga seperti masalah saya 0 3,3 28,3 56,5 12,0
5.
Saya mudah menjadi terikat dengan orang lain seperti orang-orang di tempat saya bekerja
0 1,1 16,3 59,8 22,8
6.
Saya mau berusaha di atas batas normal untuk kesuksesan organisasi keluar akan memerlukan pengorbanan dari dari diri sendiri yang harus dipertimbangkan
0 0 17,4 44,6 38,0
9. Saya merasa terlalu riskan untuk
meninggalkan organisasi 0 0 17,4 62,0 20,7
10.
Ada konsekuensi negative apabila saya keluar dari organisasi tersebut
Sumber : data primer yang diolah (2020) b. Distribusi Jawaban Responden Variabel Kompensasi
Variabel kompensasi terdiri dari 5 indikator yang dijabarkan dalam 10 pernyataan yang diajukan kepada responden. Pernyataan-pernyatan tersebut adalah:
86
Tabel 4. 6 Distribusi Jawaban Responden Pada Variabel Kompensasi
NO Pernyataan Variabel Kompensasi menggerjakan tugas-tugas yang diberikan dengan baik
4. Saya mendapatkan bonus diluar gaji yang saya terima
1,1 8,7 27,2 63,0 0
5. Bonus yang saya terima meningkatkan semangat saya dalam bekerja
1,1 8,7 25,0 64,1 1,1
6. Besaran bonus yang saya terima sesuai dengan pencapaian hasil kinerja
8. Adanya pemberian tunjangan membuat saya merasa nyaman dalam bekerja
3,3 6,5 16,3 44,6 29,3
9. Penambahan gaji membuat saya semakin produktif dalam melakukan pekerjaan
Sumber : data primer yang diolah (2020)
87
c. Distribusi Jawaban Responden Variabel Kepuasan Kerja Karyawan
Variabel kepuasan kerja karyawan terdiri dari 6 indikator yang dijabarkan dalam 10 pernyataan yang diajukan kepada responden. Pernyataan-pernyatan tersebut adalah: (terlampir pada halam selanjutnya)
Tabel 4. 7 Distribusi Jawaban Responden Pada Variabel Kepuasan Kerja
NO Pernyataan Variabel Kepuasan Kerja
diberikan sesuai dengan pekerjaan yang saya
88 8. Saya merasa puas dengan
kesempatan yang diberikan untuk mengembangkan karir saya
3,3 10,9 39,1 42,4 4,3
9. Saya setuju dengan promosi jabatan yang dilakukan
Sumber : data primer yang diolah (2020)
d. Distribusi Jawaban Responden Variabel Kinerja Karyawan
Variabel kinerja karyawan terdiri dari 7 indikator yang dijabarkan dalam 10 pernyataan yang diajukan kepada responden. Pernyataan-pernyatan tersebut adalah:
Tabel 4. 8 Distribusi Jawaban Responden Pada Variabel Kinerja Karyawan
NO Pernyataan Variabel Kinerja Karyawan yang ditetapkan oleh perusahaan
89 4. Saya selalu berinisiatif
mencari solusi untuk menyelesaikan masalah dan pekerjaan yang dihadapi
4,3 8,7 6,5 42,4 38,0
5. Saya mampu menyelesaikan seluruh pekerjaan yang menjadi tanggung jawab saya
5,4 8,7 34,8 45,7 5,4
6. Saya memiliki antusias yang tinggi dalam melaksanakan pekerjaan
1,1 18,5 46,7 29,3 4,3
7. Saya mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan tugas bersama karyawan lain
5,4 8,7 28,3 45,7 12,0
Sumber : data primer yang diolah (2020)
3. Hasil Statistik Deskriptif
Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Komitmen organisasi, kompensasi, kepuasan kerja dan Kinerja karyawan yang akan diuji secara statistik.
90
Tabel 4. 9 Hasil Statistik Deskriptif Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Komitmen_organisasi 92 27 44 36.16 3.326
Kompensasi 92 15 39 33.30 5.608
Kinerja_karyawan 92 12 45 36.04 6.067
Kepuasan_kerja 92 12 42 34.70 5.101
Valid N (listwise) 92 . . . .
Sumber : data primer yang diolah (2020)
Berdasarkan tabel 4.9 terdapat informasi bahwa variabel komitmen organisasi menunjukan jawaban minimum responden sebesar 27 dan maksimum sebesar 44, dengan rata-rata total jawaban 36,16 dan standar deviasi 3,326. Hal ini berarti pada nilai minimun 27, responden lebih banyak memilih jawaban sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), ragu-ragu (RR) dan pada nilai maksimum 44, responden lebih banyak memilih jawaban setuju (S) dan sangat setuju (SS).
Pada variabel kompensasi diperoleh jawaban minimum sebesar 15 dan maksimum sebesar 39, dengan rata-rata total jawaban 33,30 dan standar deviasi 5,608. Hal ini berarti pada nilai minimum 15, responden lebih banyak memilih jawaban sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), ragu-ragu (RR) dan pada nilai maksimum 39, responden lebih banyak memilih jawaban setuju (S) dan sangat setuju (SS).
91
Pada variabel kinerja karyawan jawaban minimum sebesar 12 dan maksimum sebesar 45, dengan rata-rata total jawaban 36,04 dan standar deviasi 6,067. Hal ini berarti pada nilai minimum 12, responden lebih banyak memilih jawaban sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), ragu-ragu (RR) pada dan pada nilai maksimum 45, responden lebih banyak memilih jawaban setuju (S) dan sangat setuju (SS).
Pada variabel kepuasan kerja jawaban minimum sebesar 12 dan maksimum sebesar 42, dengan rata-rata total jawaban 34,70 dan standar deviasi 5,101. Hal ini berarti pada nilai minimum 12, responden lebih banyak memilih jawaban sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), ragu-ragu (RR) pada dan pada nilai maksimum 42, responden lebih banyak memilih jawaban setuju (S) dan sangat setuju (SS).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berpendapat tentang komitmen organisasi, kompensasi, kinerja karyawan, dan kepuasan yang ada di perusahaan Ikad secara umum sudah baik.
4. Hasil Uji kualitas data
a. Hasil Uji Validitas Data
Uji validitas data digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu
92
yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2011: 52).
Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan uji moment product correlation atau pearson correlation. Pengujian validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk degree of fredoom (df) = n-2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel. Penelitian ini menggunakan semua sampel sejumlah (n) = 92, maka besarnya df = 92 – 2 = 90.
Dengan α = 0,05 maka diperoleh r tabel sebesar 0,2050.
Berikut adalah hasil uji validitas untuk semua variabel independen (X), variabel dependen (Y) dan variabel intervening (Z) yang ada dalam penelitian ini. (terlampir pada halaman selanjutnya)
1) Variabel komitmen organisasi
Tabel 4. 10 Hasil Uji Validitas Variabel Komitmen Organisasi(X1)
Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
X1.1 .345 0,2050 Valid
X1.2 .373 0,2050 Valid
X1.3 .434 0,2050 Valid
X1.4 .576 0,2050 Valid
X1.5 .701 0,2050 Valid
X1.6 .658 0,2050 Valid
X1.7 .619 0,2050 Valid
X1.8 .523 0,2050 Valid
X1.9 .712 0,2050 Valid
X1.10 .528 0,2050 Valid
Sumber : data primer yang diolah (2020)
93
Berdasarkan pada Tabel 4.10 di atas menunjukkan bahwa seluruh pernyataan yang ada di dalam kuesioner untuk variabel komitmen organisasi (X1) adalah valid. Hal ini terlihat bahwa nilai pearson correlation (rhitung) setiap item pernyataan lebih besar dari nilai (rtabel) dengan tingkat signifikansi untuk semua item pernyataan pada level 0,05.
2) Variabel kompensasi
Tabel 4. 11 Hasil Uji Validitas Variabel Kompensasi (X2)
Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
X2.1 .451 0,2050 Valid
X2.2 .783 0,2050 Valid
X2.3 .734 0,2050 Valid
X2.4 .773 0,2050 Valid
X2.5 .814 0,2050 Valid
X2.6 .778 0,2050 Valid
X2.7 .743 0,2050 Valid
X2.8 .786 0,2050 Valid
X2.9 .846 0,2050 Valid
X2.10 .390 0,2050 Valid
Sumber : data primer yang diolah (2020)
Berdasarkan pada Tabel 4.11 di atas menunjukkan bahwa seluruh pernyataan yang ada di dalam kuesioner untuk variabel kompensasi (X2) adalah valid. Hal ini terlihat bahwa nilai pearson correlation (rhitung) setiap
94
item pernyataan lebih besar dari nilai (rtabel) dengan tingkat signifikansi untuk semua item pernyataan pada level 0,05.
3) Variabel kinerja karyawan
Tabel 4. 12 Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan (Z)
Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
Z.1 .501 0,2050 Valid
Z.2 .711 0,2050 Valid
Z.3 .703 0,2050 Valid
Z.4 .779 0,2050 Valid
Z.5 .712 0,2050 Valid
Z.6 .526 0,2050 Valid
Z.7 .714 0,2050 Valid
Z.8 .735 0,2050 Valid
Z.9 .696 0,2050 Valid
Z.10 .540 0,2050 Valid
Sumber : data primer yang diolah (2020)
Berdasarkan pada Tabel 4.12 di atas menunjukkan bahwa seluruh pernyataan yang ada di dalam kuesioner untuk variabel kinerja karyawan (Z) adalah valid. Hal ini terlihat bahwa nilai pearson correlation (rhitung) setiap item pernyataan lebih besar dari nilai (rtabel) dengan tingkat signifikansi untuk semua item pernyataan pada level 0,05.
95 4) Variabel kepuasan kerja
Tabel 4.13
Hasil Uji Validitas Variabel Kepuasan Kerja (Y) Tabel 4. 13 Hasil Uji Validitas
Variabel Kepuasan Kerja (Y)
Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
Y.1 .593 0,2050 Valid
Y.2 .758 0,2050 Valid
Y.3 .714 0,2050 Valid
Y.4 .711 0,2050 Valid
Y.5 .657 0,2050 Valid
Y.6 .713 0,2050 Valid
Y.7 .771 0,2050 Valid
Y.8 .737 0,2050 Valid
Y.9 .710 0,2050 Valid
Y.10 .223 0,2050 Valid
Sumber : data primer yang diolah (2020)
Berdasarkan pada Tabel 4.13 di atas menunjukkan bahwa seluruh pernyataan yang ada di dalam kuesioner untuk variabel kepuasan kerja (Y) adalah valid. Hal ini terlihat bahwa nilai pearson correlation (rhitung) setiap item pernyataan lebih besar dari nilai (rtabel) dengan tingkat signifikansi untuk semua item pernyataan pada level 0,05.
96
Berdasarkan hasil uji validitas data di atas dapat disimpulkan bahwa semua item pernyatan dari setiap masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur pada kuesioner tersebut.
b. Hasil Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk(Ghozali, 2011:47). Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Untuk ukuran reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah koefisien Cronbach Alpha > 0,70 menunjukan suatu konsistensi internal atau variabel tersebut reliabel.
Tabel 4. 14 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach Alpha
N of
Items Keterangan Komitmen Organisasi .745 10 Reliable
Kompensasi .895 10 Reliable
Kinerja Karyawan .859 10 Reliable
Kepuasan Kerja .861 10 Reliable
Sumber : data primer yang diolah (2020)
97
Berdasarkan Tabel 4.14 dapat dilihat bahwa Cronbach Alpha yang lebih besar dari 0,70. Hal ini menunjukan bahwa seluruh pernyataan dalam kuesioner penelitian ini dikatakan reliable atau memiliki tingkat kehandalan yang baik sehingga dapat digunakan dalam analisis penelitian berikutnya. Hal ini menunjukan bahwa setiap item pernyataan yang digunakan dalam kuesioner penelitian mampu memperoleh data yang konsisten, yang artinya apabila pernyataan itu diajukan kembali, maka akan mendapatkan jawaban yang relatif sama dengan jawaban sebelumnya.
5. Hasil Uji Asumsi Klasik a. Hasil Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk suatu garis lurus diagonal dan ploting data akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya(Ghozali, 2011).
Dalam uji normalitas terdapat dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Uji normalitas data dengan
98
menggunakan pengolahan SPSS 23.0 menghasilkan grafik sebagai berikut : (terlampir pada halaman selanjutnya)
Gambar 4. 2 Hasil Uji Normalitas Secara Grafik
Sumber : data primer yang diolah dari Spss 23.0 (2020).
Berdasarkan gambar di atas, dapat dilihat bahwa titik-titik yang menyebar disekitar garis diagonal dan penyebaran titik-titik data searah dengan garis diagonal menandakan bahwa model asumsi regresi memenuhi asumsi normalitas dan model regresi layak untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel bebas (komitmen organisasi, kompensasi dan kepuasan kerja) terhadap variabel terikat (kinerja pegawai). Kemudian secara statistik sebagai berikut: (terlampir pada halaman selanjutnya)
99
Tabel 4. 15 Hasil Uji Normalitas Secara Statistik
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Test Statistic .068
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber : data primer yang diolah dari Spss 23.0 (2020)
Berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnorv dapat diketahui bahwa nilai unstandardized residual memiliki nilai asymp.sig.(2-
tailed) 0,200 yang berarti > 0,05, ini membuktikan bahwa data terdistribusi dengan normal.
b. Hasil Uji Heterokedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang homokedestisitas atau tidak terjadi
100
heterokedestisitas. Cara untuk mendeteksinya adalah denganmelihat grafik scater plot antara nilai prediksi variabel terikat (z variabel), dengan residualnya (s residualnya): Jika ada pola tertentu yang teratur, seperti titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka mengidentifikasikan telah terjadi heterokedestisitas(Ghozali,2011: 139).
Gambar 4. 3 Hasil Uji Heterokedastisitas
Sumber : data primer yang diolah (2020)
Dari grafik scatterplot yang ada pada gambar di atas dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar secara acak, serta tersebar di atas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi(Ghozali, 2011: 107).
101 c. Hasil Uji Multikolinieritas
Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi anatara variabel independen (Ghozali,2011: 105). Deteksi ada atau tidaknya multikolinieritas dalam model regresi adalah dilihat dari besaran VIF (Variance Inflation Factor) dan Tolerance (TOL). Regresi bebas dari maslah multikolinieritas jika nilai VIF < 10 dan nilai TOL > 0,10 (Ghozali, 2011:106).
Tabel 4. 16 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model
Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)
Komitmen Organisasi .981 1.019
Kompensasi .619 1.615
Kepuasan Kerja .627 1.596
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Berdasarkan tabel 4.16 diatas, dari hasil uji Variance Inflation Factor (VIF) pada hasil output SPSS.23,0 tabel coefficient, masing-masing variabel independen memiliki VIF ≤ 10 yaitu untuk variabel komitmen organisasi 1,019 variabel kompensasi sebesar 1,615 dan kepuasan kerja sebesar 1,596.
Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas.
Sedangkan nilai Tolerance ≥ 0,10 yaitu untuk komitmen organisasi 0,981 variabel kompensasi 0,619 dan kepuasan
102
kerja sebesar 0,627. Maka dapat dinyatakan model regresi linear berganda tidak terdapat multikolineritas antara variabel dependen dengan variabel independen yang lain sehingga dapat digunakan dalam penelitian ini.
d. Uji Autokorelasi
Menurut Santoso (2012:242) uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi linier ada korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 sebelumnya. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Untuk mengetahui adanya autokorelasi dapat menggunakan uji durbin-watson (D-W). Ada tidaknya autokorelasi dapat dilihat dari pengambilan ketentuan berikut:
1) Bila nilai D-W terletak dibawah -2 berarti ada autokorelasi 2) positif.
3) Bila nilai D-W terletak diantara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi.
4) Bila nilai D-W terletak diatas +2 berarti ada autokorelasi 5) negative.
103
Tabel 4. 17 Hasil Uji Autokorelasi
Berdasarkan tabel 4.17 hasil uji autokorelasi dengan menggunakan uji durbin-watson (D-W) menunjukkan bahwa nilai uji D-W sebesar 1.750. Nilai tersebut terletak di antara -2 sampai dengan +2 yang menunjukkan bahwa hasil uji autokorelasi menggunakan uji durbin-watson (D-W) tidak terjadi Autokorelasi.
6. Hasil Uji Hipotesis a. Hasil Analisis jalur
Pengujian persyaratan analisis klasik dasar regresi yang telah dilakukan sebelumnya memberikan hasil bahwa variabel-variabel yang terlibat di dalamnya memenuhi kualifikasi persyaratan dan asumsi klasik tersebut. Penelitian ini dilanjutkan dengan melakukan pengujian signifikansi model 1 dan interprestasi model regresi untuk analisis jalur model 1 (halaman selanjutnya)
Model Summaryb Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
2.744 1.750
a. Predictors: (Constant), kepuasankerja, Kompensasi, Komitmen Organisasi
b. Dependent Variable: Kinerja karyawan
104
Gambar 4. 4 Analisis jalur Model 1
Dari gambar di atas, maka dapat dilihat bahwa analisis jalur model 1 ialah berupa analisis regresi berganda dengan variable independent komitmen organisasi (X1), kompensasi (X2), dan kepuasan kerja (Y) serta variable dependent berupa kinerja karyawan (Z). Sehingga dapat dilihat hasilnya sebagai berikut.
105
Tabel 4. 18 Analisis jalur Model 1 Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 17.200 4.467 3.850 .000
Komitmen
Organisasi_X1 .252 .061 .572 4.101 .000
Kompensasi_X2 .144 .131 .381 2.093 .027
KepuasanKerja_Y .141 .084 .612 6.680 .006
a. Dependent Variable: KinerjaKaryawan_Z
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dari koefisien regresi di atas, maka dapat dibuat suatu persamaan regresi sebagai berikut:
Z =17.200 + 0,572X1 + 0,381X2 + 0,612Y
Dari persamaan tersebut, dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Nilai konstanta (a) adalah menunjukan besarnya nilai kinerja karyawan (Y). Hal ini berarti jika variabel komitmen organisasi, kompensasi, dan kepuasan kerja dianggap konstan, maka nilai kinerja pegawai sebesar 17.200.
b) Komitmen organisasi berbanding lurus terhadap kinerja karyawan. Hal ini terlihat dari koefisien regresi pada variabel komitmen organisasi (X1) sebesar 0,572. Ini berarti ada hubungan yang searah pengaruhnya antara komitmen organisasi dengan kinerja karyawan. Dimana
106
semakin baik komitmen organisasi yang dimiliki maka akan semakin meningkatkan kinerja karyawan.
c) Kompensasi berbanding lurus terhadap kinerja karyawan.
Hal ini terlihat dari koefisien regresi pada variabel kompensasi (X2) sebesar 0,381. Ini berarti ada hubungan yang searah antara kompensasi dengan kinerja karyawan.
Dimana semakin baik kompensasi yang didapat maka semakin meningkatkan kinerja karyawan.
d) Kepuasan kerja berbanding lurus terhadap kinerja karyawan. Hal ini terlihat dari koefisien regresi pada variabel kepuasan kerja (Y) sebesar 0,612. Ini berarti ada hubungan yang searah antara kepuasan kerja dengan kinerja karyawan. Dimana semakin baik kepuasan kerja yang didapat maka semakin meningkatkan kinerja karyawan.
Gambar 4. 5 Analisis Jalur Model 2
107
Dari gambar di atas, maka dapat dilihat bahwa analisis jalur model 2 ialah berupa analisis regresi berganda dengan variable independent komitmen organisasi (X1) dan kompensasi (X2) serta variable dependent berupa kepuasan kerja (Y) yang mana dalam analisis jalur secara utuh variable tersebut menjadi variable intervening.
Tabel 4. 19 Hasil Analisa Jalur Model 2 Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 3.500 4.513 3.819 .000
Komitmen
Organisasi_X1 .252 .062 .381 3.059 .015
Kompensasi_X2 .278 .105 .447 4.634 .001
a. Dependent Variable: KepuasanKerja_Y
Sumber : data primer yang diolah (2020)
Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dari koefisien regresi di atas, maka dapat dibuat suatu persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 3.500 + 0,381X1 + 0,447X2
a) Nilai konstanta (a) adalah menunjukan besarnya nilai kepuasan kerja (Y). Hal ini berarti jika variabel komitmen organisasi dan kompensasi dianggap konstan, maka nilai kepuasan kerja pegawai sebesar 3.500.
b) Komitmen organisasi berbanding lurus terhadap kepuasan kerja. Hal ini terlihat dari koefisien regresi pada variabel
108
komitmen organisasi (X1) sebesar 0,381. Ini berarti ada hubungan yang searah pengaruhnya antara komitmen organisasi dengan kepuasan kerja. Dimana semakin baik komitmen organisasi yang dimiliki maka akan semakin meningkatkan kepuasan kerja.
c) Kompensasi berbanding lurus terhadap kepuasan kerja.
Hal ini terlihat dari koefisien regresi pada variabel kompensasi (X2) sebear 0,447. Ini berarti ada hubungan yang searah antara kompensasi dengan kepuasan kerja.
Dimana semakin baik kompensasi yang didapat maka semakin meningkatkan kepuasan kerja.
Penelitian dilanjutkan dengan melakukan pengujian signifikansi model dan interprestasi model regresi dengan kepuasan kerja sebagai variable dependent komitmen organisasi, kompensasi dan kepuasan kerja sebagai variable independent.
b. Uji Parsial (Uji T)
Analisis Jalur Uji t digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual (parsial) terhadap variabel dependen dengan tingkat signifikansi (alpha) 5% (0,05). Jika nilai probability t lebih besar dari alpha 0,05 maka tidak ada pengaruh secara parsial dari
109
variabel independen terhadap variabel dependen, sedangkan jika nilai probability t lebih kecil dari alpha 0,05 maka terdapatpengaruh secara parsial dari variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali, 2012: 98).
Adapun dasar pengambilan keputusan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menurut (Sujarweni dan Endrayanto, 2012: 93).
1. Pengambilan keputusan berdasarkan nilai probabilitas:
a) Jika signifikan t < tingkat kesalahan (α = 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima (berarti ada pengaruh).
b) Jika signifikan t > tingkat kesalahan (α = 0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak (berarti tidak ada pengaruh).
2. Pengambilan keputusan berdasarkan nilai t hitung :
a) Jika t hitung > t tabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima (berarti ada pengaruh).
b) Jika t hitung < t tabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak (berarti tidak ada pengaruh).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komitmen
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komitmen