• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

F. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional merupakan unsur yang sangat membantu dalam penelitian karena definisi operasional akan menunjukkanpada indicator-indikator, aspek-aspek variabel atau konstrak, dan alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Komitmen organisasi(X1), kompensasi(X2), kinerja karyawan(Y) dan kepuasan kerja(Z).

Definisi Operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara memberikan arti, atau menspesifikasikan kegiatan, ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut, adapun definisi operasional dari masing-masing variabel ini adalah sebagai berikut:

Tabel 3. 2 Operasional Variabel Penelitian

No Variabel Dimensi Indikator Skala

1. Komitmen Organisasi (X1) Komitmen

73 di atas batas normal untuk kesuksesan

74

75

- isi dari pekerjaan yang dilakukan kinerja sama dengan prestasi kerja yaitu proses yang digunakan oleh organisasi

mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawan dengan pertimbangan hal tertentu.

Deassler(2011: 338) menyatakan bahwa penilaian kinerja dapat dilihat dari :

a. Job Knowledge -Pengetahuan kerja karyawan dalam

76

e. Problem solving or Creativity

77 BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Singkat Perusahaan

PT. Angsa Daya merupakan salah satu kelompok usaha dari PT.

Kedaung Group, sebuah organisasi perusahaan dengan diversivikasi usaha meliputi industri barang pecah belah dan produk keramik.

Spesialisasi PT. Angsa Daya adalah sebagai produsen keramik lantai, keramik dinding, homogeneous tile dan bata ringan (Autoclaved Aerated Concrete) dan saat ini produk ubin keramik PT. Angsa Daya sudah dikenal luas di masyarakat dengan merek IKAD.

Didirikan pada bulan Februari 1975 dan berlokasi di Desa Kutajaya, Pasar Kemis, Kota Tangerang, PT. Angsa Daya baru mulai beroperasi pada tahun 1980, PT. Angsa Daya mulai mengembangkan usaha dengan memproduksi ubin keramik halus tanpa glasur (Plant 1) menggunakan teknologi Italia. Selanjutnya di tahun 1982 berkembang memproduksi ubin keramik berglasur dan sekaligus di tahun yang sama perusahaan melakukan peremajaan dan penambahan mesin serta perlengkapan pabrik (plant 2) dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kualitas hasil produksi. Seiring jalannya waktu, PT. Angsa Daya terus meningkatkan kapasitas produksinya dengan menambah beberapa plant baru hingga saat ini perusahaan telah memiliki 6 buah

78

plant yang terdiri dari Plant 1, Plant 2, Plant 3, Plant 5, Plant 7 dan Plant 8 dengan total Kapasitas Produksi ± 23,610,000 M² / tahun.

Selain itu, untuk menjamin ketersediaan pasokan sebagian kebutuhan bahan baku utama hingga beberapa puluh tahun kedepan, pada tahun 1990 perusahaan mendirikan PT. ITASMALTINDO INDUSTRY sebagai pemasok sebagian bahan baku glasir untuk industri keramik, berlokasi di Desa Kutajaya, kecamatan Pasar Kemis, Tangerang - Banten.

2. Visi dan Misi Perusahaan a. Visi

Menjadi perusahaan nasional yang unggul, professional, maju, berkembang dan mampu memberikan layanan berkualitas (excellent service).

b. Misi

a) Membangun sumber daya manusia yang berkompeten melalui pelatihan berbasis kompetensi global.

b) Menciptakan wahana industri modern yang ramah lingkungan di kehidupan sekitar dengan menggunakan teknologi industri yang handal

c) Membangun kepercayaan dan kepuasan pelanggan sebagai pondasi kekuatan dan pondasi perusahaan.

d) Menciptakan tata kelola perusahaan kearah “good corporate governance”

79

e) Membangun kepercayaan dan menciptakan hubungan kerja yang harmonis antara stake holder.

3. Struktur Perusahaan

Perusahaan melakukan beberapa upaya dalam menjalankan organisasinya agar berjalan dengan baik, perusahaan telah mengklasifikasi tugas dan wewenang kepada setiap karyawannya yang terdapat pada struktur organisasi perusahaan. Berikut ini adalah bagan struktur organisasi PT. Angsa Daya :

Gambar 4. 1 Stuktur Organisasi PT. IKAD Cabang Jakarta

(Sumber : HRD PT. Angsa Daya )

B. Analisis dan Pembahasan

1. Gambaran Umum Responden

Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 92 orang.

Penelitian ini membahas gambaran umum karakteristik yang ingin

80

diketahui adalah jenis kelamin, usia dan pendidikan terakhir pegawai.

Berikut ini akan dibahas mengenai kondisi dari masing-masing klasifikasi demografis responden tersebut.

a. Karakteristik responden menurut jenis kelamin

Berdasarkan data penelitian yang diperoleh dari penyebaran kuesioner penelitian maka diperoleh data tentang jenis kelamin responden yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4. 1 Jumlah dan Presentase Responden Menurut Jenis Kelamin

No. Jenis Kelamin Jumlah Presentase

1. Laki-laki 52 57%

2. Perempuan 40 43%

Total 92 100%

Sumber: Data primer yang diolah (2020)

Dari tabel 4.1 diatas dapat diketahui bahwa jumlah responden yang ada didominasi oleh laki-laki dengan 57%, kemudian sisanya 43% adalah perempuan dari keseluruhan jumlah responden yang ada. Itu berarti karyawan PT. IKAD yang menjadi responden pada penelitian ini didominasi oleh jenis kelamin laki-laki dengan persentase 57%.

81 b. Karakteristik menurut usia

Berdasarkan data penelitian yang diperoleh dari penyebaran kuesioner penelitian maka diperoleh data tentang rentang usia responden yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4. 2 Jumlah dan Presentase Responden Menurut Usia No. Kelompok Usia Jumlah Presentase

1. 25-30 5 6%

2. 31-35 17 18%

3. 36-40 25 27%

4. 41-45 32 35%

5. >50 13 14%

Total 92 100%

Sumber: Data primer yang diolah (2020)

Berdasarkan pada tabel 4.2 diatas dapat diketahui bahwa responden dalam penelitian ini didominasi oleh usia 41-45 tahun sebanyak 35% dimana rentang usia ini merupakan karyawan yang memiliki usia matang dengan pengalaman kerja yang cukup lama. kemudian usia dengan rentang 36-40 tahun sebanyak 27% dimana rentang usia ini merupakan karyawan yang sudah produktif akan pekerjaannya serta membimbing kepada yang lebih junior, selain itu dengan rentang usia 31-35 tahun sebanyak 18% dimana dengan rentang usia ini sudah lebih banyak akan pengalaman pekerjaanya. Sisanya pada usia > 50

82

sebanyak 14% pada usia tersebut karyawan telah menduduki jabatan fungsional dan lebih fokus pada membentuk strategi dalam strategi kerja dan usia 25-30 tahun sebanyak 6% serta lebih memberi inovasi baru serta sharing penemuan baru yang ada di Era revolusi 4.0 kepada karyawan seniornya dalam menyusun strategi kerja di dalam perusahaan.

c. Karakteristik responden menurut pendidikan terakhir

Berdasarkan data penelitian yang diperoleh dari penyebaran kuesioner penelitian maka dapat diperoleh data tentang pendidikan terakhir responden yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4. 3 Jumlah dan Presentase Responden Menurut Pendidikan

No. Pendidikan Terakhir Jumlah Presentase

1. SMA/SMK Sederajat 11 12%

2. Diploma(D3) 28 30%

3. Sarjana (S1) 41 45%

4. Magister (S2) 12 13%

Total 92 100%

Sumber data primer yang diolah (2020)

Berdasarkan data pada tabel 4.3 menunjukan bahwa jumlah responden dengan tingkat pendidikan terakhir SMA berjumlah 12% dan jumlah tingkat pendidikan terakhir

83

Diploma(D3) berjumlah 30% dan sisanya responden dengan tingkat pendidikan terakhir sarjana (S1) sebesar 45% dan jumlah tingkat pendidikan terakhir magister (S2) berjumlah sebesar 13%.

d. Karakteristik responden berdasarkan masa kerja

Berdasarkan data penelitian yang diperoleh dari penyebaran kuesioner penelitian maka diperoleh data tentang masa kerja responden yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4. 4 Jumlah dan Presentase Menurut Masa Kerja No Masa Kerja

Karyawan

Jumlah Karyawan

(orang) Presentase

1 1-5 Tahun 3 3%

2 6-10 Tahun 18 21%

3 11-15 Tahun 14 15%

4 >16 Tahun 57 61%

Total 92 100%

Berdasarkan data pada tabel 4.4 menunjukan bahwa jumlah responden dengan rentang masa kerja > 16 tahun sebanyak 61 % menjadi mayoritas dan masa kerja 6-10 tahun sebanyak 21%, masa kerja 11-15 tahun sebanyak 15% sisanya adalah responden dengan rentang masa kerja 1-5 tahun sebanyak 3% dari keseluruhan jumlah responden. Ini berarti jumlah pegawai yang menjadi responden didominasi oleh pegawai

84

dengan masa kerja > 16 tahun jika dilihat secara presentase sebesar 61%.

2. Analisis Deskriptif Jawaban Responden

Pada gambaran umum responden yang sudah diketahui, selanjutnya peneliti akan menganalisis jawaban responden yang telah disebar kepada 92 orang responden yang menjadi sampel dalam penelitian yang dilakukan. Analisis meliputi butir pertanyaan kuesioner yang merupakan indikator dari variabel-variabel yang diteliti sebagai berikut:

a. Distribusi Jawaban Responden Variabel Komitmen Organisasi

Variabel komitmen organisasi terdiri dari 7 indikator yang dijabarkan dalam 10 pernyataan yang diajukan kepada responden. Pernyataan-pernyatan tersebut adalah: (halaman selanjutnya)

Tabel 4. 5 Distribusi Jawaban Responden Pada Variabel Komitmen Organisasi

NO Pernyataan Variabel Komitmen Organisasi emosional dengan organisasi saya bekerja

0 0 13,0 42,4 44,6

3. Saya merasa menjadi bagian

organisasi tempat saya bekerja 0 0 14,1 45,7 40,2

85

4. Saya merasa masalah organisasi

juga seperti masalah saya 0 3,3 28,3 56,5 12,0

5.

Saya mudah menjadi terikat dengan orang lain seperti orang-orang di tempat saya bekerja

0 1,1 16,3 59,8 22,8

6.

Saya mau berusaha di atas batas normal untuk kesuksesan organisasi keluar akan memerlukan pengorbanan dari dari diri sendiri yang harus dipertimbangkan

0 0 17,4 44,6 38,0

9. Saya merasa terlalu riskan untuk

meninggalkan organisasi 0 0 17,4 62,0 20,7

10.

Ada konsekuensi negative apabila saya keluar dari organisasi tersebut

Sumber : data primer yang diolah (2020) b. Distribusi Jawaban Responden Variabel Kompensasi

Variabel kompensasi terdiri dari 5 indikator yang dijabarkan dalam 10 pernyataan yang diajukan kepada responden. Pernyataan-pernyatan tersebut adalah:

86

Tabel 4. 6 Distribusi Jawaban Responden Pada Variabel Kompensasi

NO Pernyataan Variabel Kompensasi menggerjakan tugas-tugas yang diberikan dengan baik

4. Saya mendapatkan bonus diluar gaji yang saya terima

1,1 8,7 27,2 63,0 0

5. Bonus yang saya terima meningkatkan semangat saya dalam bekerja

1,1 8,7 25,0 64,1 1,1

6. Besaran bonus yang saya terima sesuai dengan pencapaian hasil kinerja

8. Adanya pemberian tunjangan membuat saya merasa nyaman dalam bekerja

3,3 6,5 16,3 44,6 29,3

9. Penambahan gaji membuat saya semakin produktif dalam melakukan pekerjaan

Sumber : data primer yang diolah (2020)

87

c. Distribusi Jawaban Responden Variabel Kepuasan Kerja Karyawan

Variabel kepuasan kerja karyawan terdiri dari 6 indikator yang dijabarkan dalam 10 pernyataan yang diajukan kepada responden. Pernyataan-pernyatan tersebut adalah: (terlampir pada halam selanjutnya)

Tabel 4. 7 Distribusi Jawaban Responden Pada Variabel Kepuasan Kerja

NO Pernyataan Variabel Kepuasan Kerja

diberikan sesuai dengan pekerjaan yang saya

88 8. Saya merasa puas dengan

kesempatan yang diberikan untuk mengembangkan karir saya

3,3 10,9 39,1 42,4 4,3

9. Saya setuju dengan promosi jabatan yang dilakukan

Sumber : data primer yang diolah (2020)

d. Distribusi Jawaban Responden Variabel Kinerja Karyawan

Variabel kinerja karyawan terdiri dari 7 indikator yang dijabarkan dalam 10 pernyataan yang diajukan kepada responden. Pernyataan-pernyatan tersebut adalah:

Tabel 4. 8 Distribusi Jawaban Responden Pada Variabel Kinerja Karyawan

NO Pernyataan Variabel Kinerja Karyawan yang ditetapkan oleh perusahaan

89 4. Saya selalu berinisiatif

mencari solusi untuk menyelesaikan masalah dan pekerjaan yang dihadapi

4,3 8,7 6,5 42,4 38,0

5. Saya mampu menyelesaikan seluruh pekerjaan yang menjadi tanggung jawab saya

5,4 8,7 34,8 45,7 5,4

6. Saya memiliki antusias yang tinggi dalam melaksanakan pekerjaan

1,1 18,5 46,7 29,3 4,3

7. Saya mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan tugas bersama karyawan lain

5,4 8,7 28,3 45,7 12,0

Sumber : data primer yang diolah (2020)

3. Hasil Statistik Deskriptif

Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Komitmen organisasi, kompensasi, kepuasan kerja dan Kinerja karyawan yang akan diuji secara statistik.

90

Tabel 4. 9 Hasil Statistik Deskriptif Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Komitmen_organisasi 92 27 44 36.16 3.326

Kompensasi 92 15 39 33.30 5.608

Kinerja_karyawan 92 12 45 36.04 6.067

Kepuasan_kerja 92 12 42 34.70 5.101

Valid N (listwise) 92 . . . .

Sumber : data primer yang diolah (2020)

Berdasarkan tabel 4.9 terdapat informasi bahwa variabel komitmen organisasi menunjukan jawaban minimum responden sebesar 27 dan maksimum sebesar 44, dengan rata-rata total jawaban 36,16 dan standar deviasi 3,326. Hal ini berarti pada nilai minimun 27, responden lebih banyak memilih jawaban sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), ragu-ragu (RR) dan pada nilai maksimum 44, responden lebih banyak memilih jawaban setuju (S) dan sangat setuju (SS).

Pada variabel kompensasi diperoleh jawaban minimum sebesar 15 dan maksimum sebesar 39, dengan rata-rata total jawaban 33,30 dan standar deviasi 5,608. Hal ini berarti pada nilai minimum 15, responden lebih banyak memilih jawaban sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), ragu-ragu (RR) dan pada nilai maksimum 39, responden lebih banyak memilih jawaban setuju (S) dan sangat setuju (SS).

91

Pada variabel kinerja karyawan jawaban minimum sebesar 12 dan maksimum sebesar 45, dengan rata-rata total jawaban 36,04 dan standar deviasi 6,067. Hal ini berarti pada nilai minimum 12, responden lebih banyak memilih jawaban sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), ragu-ragu (RR) pada dan pada nilai maksimum 45, responden lebih banyak memilih jawaban setuju (S) dan sangat setuju (SS).

Pada variabel kepuasan kerja jawaban minimum sebesar 12 dan maksimum sebesar 42, dengan rata-rata total jawaban 34,70 dan standar deviasi 5,101. Hal ini berarti pada nilai minimum 12, responden lebih banyak memilih jawaban sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), ragu-ragu (RR) pada dan pada nilai maksimum 42, responden lebih banyak memilih jawaban setuju (S) dan sangat setuju (SS).

Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berpendapat tentang komitmen organisasi, kompensasi, kinerja karyawan, dan kepuasan yang ada di perusahaan Ikad secara umum sudah baik.

4. Hasil Uji kualitas data

a. Hasil Uji Validitas Data

Uji validitas data digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu

92

yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2011: 52).

Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan uji moment product correlation atau pearson correlation. Pengujian validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk degree of fredoom (df) = n-2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel. Penelitian ini menggunakan semua sampel sejumlah (n) = 92, maka besarnya df = 92 – 2 = 90.

Dengan α = 0,05 maka diperoleh r tabel sebesar 0,2050.

Berikut adalah hasil uji validitas untuk semua variabel independen (X), variabel dependen (Y) dan variabel intervening (Z) yang ada dalam penelitian ini. (terlampir pada halaman selanjutnya)

1) Variabel komitmen organisasi

Tabel 4. 10 Hasil Uji Validitas Variabel Komitmen Organisasi(X1)

Pernyataan r hitung r tabel Keterangan

X1.1 .345 0,2050 Valid

X1.2 .373 0,2050 Valid

X1.3 .434 0,2050 Valid

X1.4 .576 0,2050 Valid

X1.5 .701 0,2050 Valid

X1.6 .658 0,2050 Valid

X1.7 .619 0,2050 Valid

X1.8 .523 0,2050 Valid

X1.9 .712 0,2050 Valid

X1.10 .528 0,2050 Valid

Sumber : data primer yang diolah (2020)

93

Berdasarkan pada Tabel 4.10 di atas menunjukkan bahwa seluruh pernyataan yang ada di dalam kuesioner untuk variabel komitmen organisasi (X1) adalah valid. Hal ini terlihat bahwa nilai pearson correlation (rhitung) setiap item pernyataan lebih besar dari nilai (rtabel) dengan tingkat signifikansi untuk semua item pernyataan pada level 0,05.

2) Variabel kompensasi

Tabel 4. 11 Hasil Uji Validitas Variabel Kompensasi (X2)

Pernyataan r hitung r tabel Keterangan

X2.1 .451 0,2050 Valid

X2.2 .783 0,2050 Valid

X2.3 .734 0,2050 Valid

X2.4 .773 0,2050 Valid

X2.5 .814 0,2050 Valid

X2.6 .778 0,2050 Valid

X2.7 .743 0,2050 Valid

X2.8 .786 0,2050 Valid

X2.9 .846 0,2050 Valid

X2.10 .390 0,2050 Valid

Sumber : data primer yang diolah (2020)

Berdasarkan pada Tabel 4.11 di atas menunjukkan bahwa seluruh pernyataan yang ada di dalam kuesioner untuk variabel kompensasi (X2) adalah valid. Hal ini terlihat bahwa nilai pearson correlation (rhitung) setiap

94

item pernyataan lebih besar dari nilai (rtabel) dengan tingkat signifikansi untuk semua item pernyataan pada level 0,05.

3) Variabel kinerja karyawan

Tabel 4. 12 Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan (Z)

Pernyataan r hitung r tabel Keterangan

Z.1 .501 0,2050 Valid

Z.2 .711 0,2050 Valid

Z.3 .703 0,2050 Valid

Z.4 .779 0,2050 Valid

Z.5 .712 0,2050 Valid

Z.6 .526 0,2050 Valid

Z.7 .714 0,2050 Valid

Z.8 .735 0,2050 Valid

Z.9 .696 0,2050 Valid

Z.10 .540 0,2050 Valid

Sumber : data primer yang diolah (2020)

Berdasarkan pada Tabel 4.12 di atas menunjukkan bahwa seluruh pernyataan yang ada di dalam kuesioner untuk variabel kinerja karyawan (Z) adalah valid. Hal ini terlihat bahwa nilai pearson correlation (rhitung) setiap item pernyataan lebih besar dari nilai (rtabel) dengan tingkat signifikansi untuk semua item pernyataan pada level 0,05.

95 4) Variabel kepuasan kerja

Tabel 4.13

Hasil Uji Validitas Variabel Kepuasan Kerja (Y) Tabel 4. 13 Hasil Uji Validitas

Variabel Kepuasan Kerja (Y)

Pernyataan r hitung r tabel Keterangan

Y.1 .593 0,2050 Valid

Y.2 .758 0,2050 Valid

Y.3 .714 0,2050 Valid

Y.4 .711 0,2050 Valid

Y.5 .657 0,2050 Valid

Y.6 .713 0,2050 Valid

Y.7 .771 0,2050 Valid

Y.8 .737 0,2050 Valid

Y.9 .710 0,2050 Valid

Y.10 .223 0,2050 Valid

Sumber : data primer yang diolah (2020)

Berdasarkan pada Tabel 4.13 di atas menunjukkan bahwa seluruh pernyataan yang ada di dalam kuesioner untuk variabel kepuasan kerja (Y) adalah valid. Hal ini terlihat bahwa nilai pearson correlation (rhitung) setiap item pernyataan lebih besar dari nilai (rtabel) dengan tingkat signifikansi untuk semua item pernyataan pada level 0,05.

96

Berdasarkan hasil uji validitas data di atas dapat disimpulkan bahwa semua item pernyatan dari setiap masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur pada kuesioner tersebut.

b. Hasil Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk(Ghozali, 2011:47). Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Untuk ukuran reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah koefisien Cronbach Alpha > 0,70 menunjukan suatu konsistensi internal atau variabel tersebut reliabel.

Tabel 4. 14 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach Alpha

N of

Items Keterangan Komitmen Organisasi .745 10 Reliable

Kompensasi .895 10 Reliable

Kinerja Karyawan .859 10 Reliable

Kepuasan Kerja .861 10 Reliable

Sumber : data primer yang diolah (2020)

97

Berdasarkan Tabel 4.14 dapat dilihat bahwa Cronbach Alpha yang lebih besar dari 0,70. Hal ini menunjukan bahwa seluruh pernyataan dalam kuesioner penelitian ini dikatakan reliable atau memiliki tingkat kehandalan yang baik sehingga dapat digunakan dalam analisis penelitian berikutnya. Hal ini menunjukan bahwa setiap item pernyataan yang digunakan dalam kuesioner penelitian mampu memperoleh data yang konsisten, yang artinya apabila pernyataan itu diajukan kembali, maka akan mendapatkan jawaban yang relatif sama dengan jawaban sebelumnya.

5. Hasil Uji Asumsi Klasik a. Hasil Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk suatu garis lurus diagonal dan ploting data akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya(Ghozali, 2011).

Dalam uji normalitas terdapat dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Uji normalitas data dengan

98

menggunakan pengolahan SPSS 23.0 menghasilkan grafik sebagai berikut : (terlampir pada halaman selanjutnya)

Gambar 4. 2 Hasil Uji Normalitas Secara Grafik

Sumber : data primer yang diolah dari Spss 23.0 (2020).

Berdasarkan gambar di atas, dapat dilihat bahwa titik-titik yang menyebar disekitar garis diagonal dan penyebaran titik-titik data searah dengan garis diagonal menandakan bahwa model asumsi regresi memenuhi asumsi normalitas dan model regresi layak untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel bebas (komitmen organisasi, kompensasi dan kepuasan kerja) terhadap variabel terikat (kinerja pegawai). Kemudian secara statistik sebagai berikut: (terlampir pada halaman selanjutnya)

99

Tabel 4. 15 Hasil Uji Normalitas Secara Statistik

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Test Statistic .068

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Sumber : data primer yang diolah dari Spss 23.0 (2020)

Berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnorv dapat diketahui bahwa nilai unstandardized residual memiliki nilai asymp.sig.(2-

tailed) 0,200 yang berarti > 0,05, ini membuktikan bahwa data terdistribusi dengan normal.

b. Hasil Uji Heterokedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang homokedestisitas atau tidak terjadi

100

heterokedestisitas. Cara untuk mendeteksinya adalah denganmelihat grafik scater plot antara nilai prediksi variabel terikat (z variabel), dengan residualnya (s residualnya): Jika ada pola tertentu yang teratur, seperti titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka mengidentifikasikan telah terjadi heterokedestisitas(Ghozali,2011: 139).

Gambar 4. 3 Hasil Uji Heterokedastisitas

Sumber : data primer yang diolah (2020)

Dari grafik scatterplot yang ada pada gambar di atas dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar secara acak, serta tersebar di atas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi(Ghozali, 2011: 107).

101 c. Hasil Uji Multikolinieritas

Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi anatara variabel independen (Ghozali,2011: 105). Deteksi ada atau tidaknya multikolinieritas dalam model regresi adalah dilihat dari besaran VIF (Variance Inflation Factor) dan Tolerance (TOL). Regresi bebas dari maslah multikolinieritas jika nilai VIF < 10 dan nilai TOL > 0,10 (Ghozali, 2011:106).

Tabel 4. 16 Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)

Komitmen Organisasi .981 1.019

Kompensasi .619 1.615

Kepuasan Kerja .627 1.596

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

Berdasarkan tabel 4.16 diatas, dari hasil uji Variance Inflation Factor (VIF) pada hasil output SPSS.23,0 tabel coefficient, masing-masing variabel independen memiliki VIF ≤ 10 yaitu untuk variabel komitmen organisasi 1,019 variabel kompensasi sebesar 1,615 dan kepuasan kerja sebesar 1,596.

Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas.

Sedangkan nilai Tolerance ≥ 0,10 yaitu untuk komitmen organisasi 0,981 variabel kompensasi 0,619 dan kepuasan

102

kerja sebesar 0,627. Maka dapat dinyatakan model regresi linear berganda tidak terdapat multikolineritas antara variabel dependen dengan variabel independen yang lain sehingga dapat digunakan dalam penelitian ini.

d. Uji Autokorelasi

Menurut Santoso (2012:242) uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi linier ada korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 sebelumnya. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Untuk mengetahui adanya autokorelasi dapat menggunakan uji durbin-watson (D-W). Ada tidaknya autokorelasi dapat dilihat dari pengambilan ketentuan berikut:

1) Bila nilai D-W terletak dibawah -2 berarti ada autokorelasi 2) positif.

3) Bila nilai D-W terletak diantara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi.

4) Bila nilai D-W terletak diatas +2 berarti ada autokorelasi 5) negative.

103

Tabel 4. 17 Hasil Uji Autokorelasi

Berdasarkan tabel 4.17 hasil uji autokorelasi dengan menggunakan uji durbin-watson (D-W) menunjukkan bahwa nilai uji D-W sebesar 1.750. Nilai tersebut terletak di antara -2 sampai dengan +2 yang menunjukkan bahwa hasil uji autokorelasi menggunakan uji durbin-watson (D-W) tidak terjadi Autokorelasi.

6. Hasil Uji Hipotesis a. Hasil Analisis jalur

Pengujian persyaratan analisis klasik dasar regresi yang telah dilakukan sebelumnya memberikan hasil bahwa variabel-variabel yang terlibat di dalamnya memenuhi kualifikasi persyaratan dan asumsi klasik tersebut. Penelitian ini dilanjutkan dengan melakukan pengujian signifikansi model 1 dan interprestasi model regresi untuk analisis jalur model 1 (halaman selanjutnya)

Model Summaryb Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

2.744 1.750

a. Predictors: (Constant), kepuasankerja, Kompensasi, Komitmen Organisasi

b. Dependent Variable: Kinerja karyawan

104

Gambar 4. 4 Analisis jalur Model 1

Dari gambar di atas, maka dapat dilihat bahwa analisis jalur model 1 ialah berupa analisis regresi berganda dengan variable independent komitmen organisasi (X1), kompensasi (X2), dan kepuasan kerja (Y) serta variable dependent berupa kinerja karyawan (Z). Sehingga dapat dilihat hasilnya sebagai berikut.

105

Tabel 4. 18 Analisis jalur Model 1 Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 17.200 4.467 3.850 .000

Komitmen

Organisasi_X1 .252 .061 .572 4.101 .000

Kompensasi_X2 .144 .131 .381 2.093 .027

KepuasanKerja_Y .141 .084 .612 6.680 .006

a. Dependent Variable: KinerjaKaryawan_Z

Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dari koefisien regresi di atas, maka dapat dibuat suatu persamaan regresi sebagai berikut:

Z =17.200 + 0,572X1 + 0,381X2 + 0,612Y

Dari persamaan tersebut, dapat dijelaskan sebagai berikut:

a) Nilai konstanta (a) adalah menunjukan besarnya nilai kinerja karyawan (Y). Hal ini berarti jika variabel komitmen organisasi, kompensasi, dan kepuasan kerja

a) Nilai konstanta (a) adalah menunjukan besarnya nilai kinerja karyawan (Y). Hal ini berarti jika variabel komitmen organisasi, kompensasi, dan kepuasan kerja

Dokumen terkait