HASIL PENELITIAN
4.4. Gambaran Umum Responden
Responden penelitian terdiri dari 90 orang ibu yang mempunyai balita berstatus berat badan sangat kurang dan berat badan kurang berdasarkan standar baku WHO Antropometri 2005, bertempat tinggal di daerah penelitian dan bukan pendatang dari daerah luar lokasi penelitian. Karakteristik ibu balita gizi kurang meliputi, umur, pendidikan dan pekerjaan, sedangkan karakteristik balita gizi kurang meliputi, umur dan jenis kelamin.
4.4.1. Karakteristik Ibu Balita 4.4.1.1. Umur
Komposisi responden berdasarkan umur yang diperoleh dari kuesioner penelitian bervariasi dari termuda 18 tahun hingga 44 tahun. Kelompok umur responden terbanyak pada penelitian ini berada pada kelompok umur 25-29 tahun yaitu sebanyak 36 responden (41%) , seperti tertera pada gambar 4.1.
Tidak Tamat SD : :3,3% 13% 41% 24% 13% 9% 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44
Gambar 4.1 Distribusi Responden menurut Kelompok Umur (tahun) 4.4.1.2. Pendidikan
Pendidikan formal ibu balita gizi kurang merupakan salah satu unsur penting dalam memotivasi diri untuk meningkatkan status kesehatan diri dan keluarganya. Distribusi responden berdasarkan tingkat pendidikan secara umum adalah SLTP sebanyak 34 responden (37,8%) hanya 26 orang ibu Balita (28,9%) yang berpendidikan SLTA, serta jumlah terkecil berpendidikan tidak tamat SD sebanyak 3 orang (3,3%), dan tidak ada yang tamat Diploma dan Sarjana, seperti tertera pada gambar 4.2.
Gambar 4.2 Distribusi Responden menurut Pendidikan Tamat SMA
: 28,9 % Tamat SD : 30%
4.4.1.3 Pekerjaan
Menurut Barthos (2004), bekerja adalah melakukan kegiatan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan selama paling sedikit satu jam dalam satu minggu yang lalu. Mayoritas responden tidak bekerja yaitu sebanyak 86 responden (96,7%), hanya 3 responden (3,3%) yang bekerja dengan jenis pekerjaan sebagai petani, seperti tertera pada gambar 4.3.
Gambar 4.3 Distribusi Responden menurut Pekerjaan 4.4.1.4 Pengetahuan
Menurut Taufik (2007), Pengetahuan merupakan proses mencari tahu, dari tidak tahumenjadi tahu, dari tidak dapat menjadi dapat. Berdasarkan hasil jawaban ibu Balita pada kuesioner tentang gizi buruk dan penanggulangan masalah gizi di tingkat keluarga hanya 1% yang mengetahuinya dengan baik dan 92% ibu balita lainnya tidak mengetahui tanda-tanda balita gizi buruk dan upaya penanggulangganya di tingkat keluarga.
Pada penelitian ini setelah diberi penyuluhan dengan metode ceramah disertai media poster dan leaflet terjadi peningkatan pengetahuan ibu balita gizi kurang berdasarkan jawaban pada kuesioner tentang gizi buruk dan penanggulangan masalah
Bekerja : 3,3%
gizi di tingkat keluarga dari hanya 1% yang berpengetahuan baik pada saat pretest meningkat menjadi 17% dan dari 6,7% yang berpengetahuan cukup meningkat menjadi 31% pada saat postest, dengan demikian terjadi pengurangan jumlah ibu balita yang berpengetahuan kurang dari 92,2% pada saat pretest menjadi 52% pada saat postest.
Berdasarkan hasil pretest tentang pengertian gizi buruk dan tanda-tanda Balita gizi buruk, semua ibu Balita gizi kurang pada kelompok control tidak ada yang menjawab pertanyaan pada kuesioner dengan benar. Ibu Balita gizi kurang yang menjawab hanya mengetahui tentang ciri-ciri Balita sehat saja ada 3,3% serta 6,7% ibu Balita gizi kurang tahu bulan Vitamin A. Sedangkan pada saat postest terjadi peningkatan jawaban yang benar pada hampir semua pertanyaan, terutama pertanyaan tentang penemuan kasus gizi buruk, dari hanya 1 jawaban yang benar menjadi benar 2 hingga 3 jawaban, sedangkan pada pertanyaan tentang bulan vitamin A menjadi 36,7% menjawab benar.
Pada kelompok ceramah dan leaflet pengetahuan ibu balita tentang gizi buruk terjadi peningkatan pengetahuan pada hampir semua pertanyaan dari hanya mengetahui 1 tanda-tanda Balita gizi buruk menjadi mengatahui 2 tanda-tanda Balita gizi buruk . Pada postest jugaterjadi pengurangan jumlah ibu Balita gizi kurang yang hanya hanya mengetahui tentang ciri-ciri Balita sehat, tempat penemuan kasus gizi buruk dan bulan Vitamin A dari berjumlah 7,8% menjadi berjumlah 4,4%. Hasil pretest pengetahuan ibu pada kelompok ceramah disertai media poster yang
92,2 57,8 6,7 34,4 1,1 7,8 0 20 40 60 80 100
Kurang Cukup Baik
Sebelum Sesudah
bulan vitamin A sebesar 3,3%, sedangkan hasil postest terjadi peningkatan pengetahuan pada semua pertanyaan dari yang hanya menjawab 1 tanda-tanda Balita gizi buruk menjadi menjawab 2 tanda-tanda Balita gizi buruk.
Pada pretest tentang penanggulangan masalah gizi di tingkat keluarga tidak ada ibu balita gizi kurang yang menjawab seluruh pertanyaan dengan benar, akan tetapi seluruh ibu balita gizi kurang mampu menjawab pertanyaan manfaat dengan rajin membawa balita ke posyandu dan cara menyusun hidangan sehat bagi keluarga dengan benar. Pada saat postest terjadi peningkatan pengetahuan dari tidak ada yang mampu menjawab dengan benar seluruh pertanyaan menjadi 3,3% ibu Balita gizi kurang yang mampu menjawab seluruh pertanyaan dengan benar.
Hasil peningkatan pengetahuan berdasarkan kategori disajikan pada gambar 4.4.
Gambar 4.4 Distribusi Responden berdasarkan Pengetahuan Ibu sebelum dan sesudah Perlakuan
Gambar 4.4 menjelaskan , bahwa responden dengan kategori pengetahuan baik terjadi peningkatan yaitu dari 1,1% menjadi 7,8% demikian juga responden
0 0 4,4 0 95,6 100 0 20 40 60 80 100
Kurang Cukup Baik
Sebelum Sesudah
dengan kategori pengetahuan kurang terjadi penurunan yaitu dari 92,2% menjadi 57,8%.
4.4.1.5. Sikap
Sikap adalah kesiapan seseorang bertindak menurut Widayatun (1999), dan berdasarkan jawaban ibu Balita tentang sikapnya mengenai gizi buruk dan upaya penanggulangganya di tingkat keluarga, tidak ada ibu balita yang memiliki sikap yang tidak baik dan sebanyak 86 orang ibu balita (95,6%) memiliki sikap yang baik dan 4 orang ibu balita (4,4%) mempunyai sikap cukup.
Hasil pretest sikap tentang penanggulangan gizi di tingkat keluarga yang menjawab setuju pada semua pernyataan ada 50% ibu Balita, dan pada hasil post test terjadi peningkatan menjadi sebesar 63% . Pada gambar 5 dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan kategori sikap dari 95,6% kategori baik menjadi 100% kategori baik, dan tidak ada dengan kategori sikap yang kurang.
23% 39% 22% 13% 3% '7-14 15-22 23-31 32-40 41-49 Perempuan : 40% Laki-laki : 60% 4.5.Karakteristik Balita 4.5.1. Umur
Pada penelitian ini umur balita bervariasi dari umur termuda 7 bulan hingga 49 bulan, dengan mayoritas kelompok umur pada 15-22 bulan sebanyak 34 balita (39%) dan kelompok umur yang paling sedikit yaitu 41-49 bulan sebanyak 3 balita (2,22%), seperti tertera pada gambar 4.6.
Gambar 4.6 Distribusi Balita menurut Kelompok Umur (Bulan) 4.5.2. Jenis Kelamin
Pada penelitian ini jenis kelamin Balita yang mengalami gizi kurang banyak ditemukan pada balita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 54 balita (60%) dan pada perempuan sebanyak 36 balita (40%), seperti tertera pada gambar 4.7.
80 65,6 6,713,3 7,8 12,2 5,6 8,9 0 10 20 30 40 50 60 70 80
Defisit Kurang Sedang Baik
Sebelum Sesudah
4.5.3. Konsumsi Energi
Menurut Santoso,dkk (1995), Keadaan gizi masyarakat tergantung pada tingkat konsumsi masyarakat. Tingkat konsumsi ditentukan oleh kualitas serta kuantitas makanan. Konsumsi yang menghasilkan kesehatan gizi disebut konsumsi adekuat. Berdasarkan hasil food recall diperoleh konsumsi energi, sebelum penyuluhan terdapat 72 orang Balita (80%) defisit dan hanya 5 orang Balita (5,6%) yang baik konsumsi energinya, sedangkan setelah penyuluhan kelompok konsumsi energy yang deficit menurun menjadi 65,6% sedangkan yang kategori baik naik menjadi 8,9%, seperti tersaji pada gambar 4.8.
Gambar 4.8 Distribusi Balita menurut Konsumsi Energi
Berdasarkan kelompok, asupan energi pada kelompok kontrol sebelum intervensi yang defisit sebesar 96,7% dan sesudah intervensi menurun menjadi 90,1%. Sedangkan pada kelompok ceramah disertai media leaflet sebelum intervensi asupan energi yang defisit sebesar 93,4% dan sesudah intervensi menurun menjadi sebesar 73,3%. Begitu juga pada kelompok ceramah disertai media poster terjadi
96,7 90,1 93,4 73,3 50 33,3 0 20 40 60 80 100
Kontrol Ceramah+Leaflet Ceramah+Poster
Sebelum Sesudah 20 13,3 8,912,2 15,613,3 55,861,1 0 10 20 30 40 50 60 70
Defisit Kurang Sedang Baik
Sebelum Sesudah
penurunan besar sampel yang asupannya defisit yaitu dari 50% menjadi 33,3%, hasil selengkapnya disajikan pada gambar 4.9.
Gambar 4.9 Distribusi Balita berdasarkan Asupan Energi yang Defisit sebelum dan sesudah Penyuluhan
4.5.4. Konsumsi Protein
Menurut Santoso, dkk (1995), makan pada seseorang diperlukan sesuai dengan kebutuhannya , apabila makan seseorang kurang dari kebutuhannya dalam jangka waktu yang lama akan berdampak buruk pada kesehatan dan gizi. Berdasarkan hasil food recall diperoleh konsumsi protein balita lebih dari setengah dalam kategori baik yaitu 55,6% sebelum penyuluhan dan 61,1% sesudah penyuluhan dan hanya 20% sebelum penyuluhan dan 13,3% sesudah penyuluhan dengan kategori defisit, seperti pada gambar 4.10.
Gambar 4.10. Distribusi Balita menurut Konsumsi Protein sebelum dan sesudah Penyuluhan
36,7 33,3 20 0 3,3 6,7 0 5 10 15 20 25 30 35 40
Kontrol Ceramah+Leaflet Ceramah+Poster
Sebelum Seudah
Berdasarkan asupan protein, pada kelompok control terjadi penurunan persentase pada kategori asupan protein deficit dari 36,7% menjadi 33,3%, demikian juga pada kelompok ceramah disertai leaflet dari 20 % yang defisit menjadi 0% yang defisit, sedangkan pada kelompok ceramah disertai media poster terjadi peningkatan persentase yang asupannya deficit dari 3,3% menjadi 6,7%, seperti terlihat pada gambar 4.11.
Gambar 4.11 Distribusi Balita berdasarkan Asupan Protein yang Deficit sebelum dan sesudah Penyuluhan
4.5.5. Pertumbuhan Balita
Menurut Depkes (2005), pertumbuhan adalah bertambahnya materi tubuh. Menurut Taufik (2007), keadaan gizi anak sebagai refleksi kecukupan gizi, merupakan salah satu parameter yang penting untuk menilai keadaan pertumbuhan fisik anak dan nilai keadaan kesehatan anak tersebut. Rata-rata peningkatan berat badan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok kontrol adalah 8,83 kg dan sesudah adalah 9,36 kg terjadi peningkatan sebesar 0,53 kg. Pada kelompok ceramah disertai media leaflet terjadi peningkatan berat badan balita sebesar 0,60 kg yaitu dari
peningkatan berat badan balita sebesar 0,67 kg yaitu dari 8,54 kg menjadi 9,21 kg. Berdasarkan pertumbuhan balita disajikan pada gambar 4.12
3 2 2 23 28 28 0 0 0 3 0 0 1 0 0 0 5 10 15 20 25 30 N1 N2 T1 T2 T3
Kontrol Ceramah+Leaflet Ceramah+Poster
Gambar 4.12 Distribusi Balita berdasarkan Pertumbuhan
Gambar 13 menjelaskan pada kelompok ceramah disertai media leaflet dan kelompok ceramah disertai media poster tidak terdapat sampel dengan pertumbuhan kategori tidak tumbuh dan tumbuh negatif, tetapi pada kelompok control terdapat yang tidak mengalami pertumbuhan ada sebanyak 3 orang Balita dan yang mengalami tumbuh negatif ada 1 orang Balita.