Serangan panik
28. GANGGUAN CEMAS MENYELURUH
Penyusun: Dr. Tuti Kurnianingsih, SpKJ
a. TUJUAN UMUM PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti sesi ini PPDS mampu mengerti dan menguasai teori mengenai gangguan cemas menyeluruh serta mampu mengelola pasien gangguan cemas menyeluruh secara mandiri dengan baik dan benar.
b. TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN
1. Mampu menganalisis-menjabarkan etiologi gangguan cemas menyeluruh secara biopsikososial termasuk aspek psikodinamikanya (C4)
2. Mampu menganalisis-menjabarkan tanda dan gejala gangguan cemas menyeluruh (C4)
3. Mampu menganalisis-menjabarkan diagnosis banding gangguan cemas menyeluruh (C4)
4. Mampu menganalisis-menjabarkan diagnosis gangguan cemas menyeluruh (C4) 5. Mampu memformulasikan upaya penanggulangan gangguan cemas menyeluruh
secara adekuat dan efektif melalui melalui pendekatan biopsikososial (C5)
6. Mampu membuat prediksi perjalanan penyakit dan prognosis gangguan cemas menyeluruh (C5)
29.
Peserta didik : residen Psikiatri semester dua
REFERENSI
• Sadock BJ, Sadock VA, Kaplan & Sadock’s Synopsis of Psychiatry, Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry, 10th ed, Lippincott Williams & Wilkins, Baltimore, 2007
• Sadock BJ, Sadock VA, Kaplan & Sadock’s Comprehensive Textbook of Psychiatry, 8th ed, Lippincott Williams & Wilkins, Baltimore, 2005
• Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III, DitJen YanDik DepKes RI, Jakarta, 1993
• Suplemen Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III, DitJen YanDik DepKes RI, Jakarta, 1995
• American Psychiatric Association, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders IV, 1994
1. b. KOMPETENSI
Mampu mendiagnosis dan menatalaksana gangguan cemas menyeluruh berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan psikiatrik.
c. KETERAMPILAN
Setelah mengikuti secara lengkap sesi-sesi yang telah disiapkan, peserta didik diharapkan memiliki keterampilan untuk :
• Menganalisis etiologi gangguan cemas menyeluruh serta implikasi psikodinamikanya
• Mengidentifikasi tanda dan gejala gangguan cemas serta evaluasi psikometrik-HARS
• Mendiagnosis gangguan cemas menyeluruh dan membuat diagnosis bandingnya
• Merencanakan intervensi terapeutik secara cepat dan tepat d. GAMBARAN UMUM
Estimasi prevalensi 1 tahun untuk gangguan cemas menyeluruh berkisar 3 hingga 8 persen, dengan perbandingan perempuan dengan laki-laki adalah 2 : 1. Bermacam-macam faktor biologik dan faktor psikososial merupakan penyebab gangguan ini. Kecemasan atau kekhawatiran yang berlebihan selama sekurangnya 6 bulan merupakan gejala pokok gangguan cemas menyeluruh.
Gejala cemas juga bisa disebabkan oleh beberapa gangguan psikiatrik lain, misalnya akibat kondisi medik umum, induksi zat (psikoaktif), gangguan mood dan lain-lain. Penatalaksanaan mencakup farmakoterapi dan psikoterapi. Gangguan cemas menyeluruh merupakan kondisi yang bersifat kronis dan perjalanan penyakit serta prognosis sulit diprediksi.
e. RANCANGAN Pembelajaran 30. Tujuan 1
31. Mampu menganalisis-menjabarkan etiologi gangguan cemas menyeluruh secara biopsikososial termasuk implikasi psikodinamikanya (C4)
Must to know keypoint :
Mampu menganalisis-menjabarkan etiologi gangguan cemas menyeluruh secara biopsikososial dan implikasi psikodinamikanya
Tujuan 2
Mampu menganalisis-menjabarkan tanda dan gejala gangguan cemas menyeluruh (C4) Must to know keypoint :
Mampu menganalisis-menjabarkan tanda dan gejala gangguan cemas menyeluruh Tujuan 3
Mampu menganalisis-menjabarkan diagnosis banding gangguan cemas menyeluruh (C4) Must to know keypoints :
Mampu menganalisis-menjabarkan diagnosis banding gangguan cemas menyeluruh Tujuan 4
Mampu menganalisis-menjabarkan diagnosis gangguan cemas menyeluruh (C4) Must to know keypoint :
Mampu menganalisis-menjabarkan diagnosis gangguan cemas menyeluruh Tujuan 5
Mampu memformulasikan upaya penanggulangan gangguan cemas menyeluruh secara adekuat dan efektif melalui pendekatan biopsikososial (C5)
Must to know keypoints :
Mampu memformulasikan upaya penatalaksanaan gangguan cemas menyeluruh secara adekuat dan efektif melalui pendekatan biopsikososial
Tujuan 6
Mampu membuat prediksi perjalanan penyakit dan prognosis gangguan cemas menyeluruh (C5)
Must to know keypoints :
Mampu membuat prediksi perjalanan penyakit dan prognosis gangguan cemas menyeluruh
a. RANGKUMAN
Pada modul ini peserta didik mendapatkan kuliah mengenai aspek-aspek penting gangguan cemas menyeluruh (epidemiologi, etiologi, tanda dan gejala, diagnosis, prinsip penanggulangan, komorbiditas dan perjalanan penyakit serta prognosis) disertai dengan sesi-sesi berupa diskusi kelompok, pembahasan kasus kertas, bed side teaching dan pengalaman praktek dengan pasien agar dapat menguasai ketrampilan untuk dapat mengelola pasien gangguan cemas menyeluruh dengan baik.
b. MATERI BAKU PEMBELAJARAN
GANGGUAN CEMAS MENYELURUH
c. PENDAHULUAN
Gambaran esensial dan gangguan ini adalah adanya ansietas yang menyeluruh dan menetap (bertahan lama). Gejala yang dominan sangat bervariasi, tetapi keluhan tegang yang berkepanjangan, gemetaran, ketegangan otot, berkeringat, kepala terasa ringan, palpitasi, pusing kepala dan keluhan epigastrik adalah keluhan-keluhan yang lazim dijumpai. Ketakutan bahwa dirinya atau anggota keluarganya akan menderita sakit atau akan mengalami kecelakaan dalam waktu dekat, merupakan keluhan yang seringkali diungkapkan.
d. EPIDEMIOLOGI
Estimasi prevalensi 1 tahun untuk gangguan cemas menyeluruh berkisar 3-8%, rasio gangguan ini pada perempuan dibandingkan laki-laki adalah 2 berbanding 1.
e. ETIOLOGI
• Faktor biologik
• Faktor psikosoial
Pedoman diagnosis gangguan cemas menyeluruh
• Pasien harus menunjukan gejala primer ansietas yang berlangsung hampir setiap hari selama beberapa minggu, bahkan biasanya sampai beberapa bulan
• Gejala-gejala ini biasanya mencakup hal-hal berikut : kecemasan tentang masa depan, ketegangan motorik, overaktivitas otonomik
f. DIAGNOSIS
A. Kecemasan atau kekhawatiran yang berlebihan, yang lebih banyak terjadi dibandingkan tidak terjadi selama sekurangnya 6 bulan, tentang sejumlah kejadian atau aktivitas
B. Orang tersebut merasa sulit mengendalikan kekhawatirannya
C. Kecemasan dan kekhawatiran disertai oleh 3 dari 6 gejala berikut ini: (1) Kegelisahan, perasaan tegang, gugup
(2) Merasa mudah lelah
(3) Sulit berkonsentrasi/pikiran menjadi kosong (4) Cepat marah
(5) Ketegangan otot (6) Gangguan tidur
(7) Kelelahan atau berkurangnya energi
D. Fokus kecemasan dan kekhawatiran tidak berkaitan dengan gangguan lain pada aksis I.
E. Kecemasan, kekhawatiran, gejala fisik menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan pada fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lain
F. Gangguan bukan merupakan akibat langsung dari efek fisiologis suatu zat atau kondisi medik umum dan tidak hanya terjadi selama suatu gangguan mood, gangguan psikotik, atau gangguan perkembangan pervasif.
g. DIAGNOSIS BANDING
• Gangguan cemas akibat kondisi medik umum
• Gangguan cemas yang diinduksi zat
• Gangguan obsesif kompulsif
• Gangguan stres pasca trauma
• Gangguan penyesuaian
• Gangguan mood
h. PENATALAKSANAAN o Psikoterapi:
Psikoterapi kognitif perilaku Psikoterapi suportif
Psikoterapi berorientasi tilikan
o Farmakoterapi
1. Obat utama untuk Gangguan cemas menyeluruh di antaranya benzodiazepin, SSRIs, buspirone, dan venlafaxine. Obat lainnya yang mungkin bermanfaat adalah golongan trisiklik, antihistamin, dan antagonis β-adrenergik
2. medikasi merupakan terapi sekunder, tapi dapat digunakan jika dengan konseling gejala menetap
3. medikasi ansietas (diazepam 5 mg malam hari, tidak lebih dari 2 minggu) 4. beta-bloker dapat membantu mengobati gejala fisik
5. antidepresan bila ada depresi
6. konsultasi spesialistik bila ansietas berat dan berlangsung lebih dari 3 bulan 7. Konseling
8. informasikan bahwa stres dan rasa khawatir keduanya mempunyai efek fisik dan mental
9. mempelajari keterampilan untuk mengurangi dampak stres merupakan pertolongan yang paling efektif
10. mengenali, menghadapi dan menantang kekhawatiran yang berlebihan dapat mengurangi gejala ansietas
11. kenali kekhawatiran yang berlebihan atau pikiran yang pesimistik 12. latihan fisik yang teratur sering menolong.
i. PERJALANAN PENYAKIT DAN PROGNOSIS
Gangguan cemas menyeluruh merupakan kondisi yang bersifat kronis. Karena tingginya angka insidensi gangguan psikiatrik lain pada pasien Gangguan cemas menyeluruh, maka perjalanan penyakit dan prognosis sulit diprediksi.
j. ALGORITMA Lihat Algoritma Gangguan Neurotik
k. DAFTAR PUSTAKA
1. American Psychiatric Association, Diagnostic Criteria, DSM IV-TR, 2005 : 209 -223 2. Departemen Kesehatan Rl. Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa
di Indonesia III, Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, 1993 : 171-195
3. Departemen Kesehatan Rl. Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat, Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat : Gangguan Ansietas
4. Sadock BJ, Sadock VA : Kaplan & Sadock’s Synopsis of Psychiatry, 10th ed. Lippincott Williams & Wilkins, 2007 : 579-633
5. Setyonegoro KR, Iskandar Y. Ansietas. Yayasan Drama Husada, Jakarta, 1980 : 2-4 6. Stahl SM, Essential Psychopharmacology Neuroscientific : Basis and Practical
Applications, 2nd ed. Cambridge University Press. 2002 : 300