BAB II KAJIAN TEORI KAJIAN TEORI
A. Deskripsi Teoritik 1.JKT48
2. Gaya Hidup
a. Pengertian Gaya Hidup
Gaya hidup merupakan bagian dari ciri masyarakat modern, yang membedakan suatu individu dengan individu lainnya atau kelompok dengan kelompok lainnya sehingga menampilkan suatu ciri khas yang berbeda. Gaya hidup (life sytle) berbeda dengan cara hidup (way of
life). Cara hidup ditampilkan dengan ciri-ciri, seperti norma, ritual, pola-pola tatanan sosial, dan mungkin juga suatu komunitas dialek atau cara berbicara yang khas. Sementara, gaya hidup diekspresikan melalui apa yang dikenakaan seseorang, apa yang ia konsumsi, dan bagaimana ia bersikap atau berperilaku ketika ada dihadapan orang lain.38
Konsep gaya hidup dan kepribadian sering kali disamakan, padahal sebenarnya keduanya berbeda. Menurut Mowen dan Minor dalam Tatik, gaya hidup lebih menunjukkan pada bagimana individu menjalankan kehidupan, bagaimana membelanjakan uang dan bagaimana memanfaatkan waktunya.39 Dalam pandangan ekonomi, gaya hidup menunjukkan pada bagaimana seseorang mengalokasikan pendapatannya, dan memilih produk ataupun jasa dan berbagai pilihan lainnya ketika memilih alernatif dalam satu kategori jenis produk yang ada. Dalam pandangan pemasaran, terlihat jelas bahwa konsumen yang memiliki gaya hidup yang sama akan mengelompok dengan sendirinya ke dalam satu kelompok berdasarkan apa yang mereka sukai untuk menghabiskan waktu senggang, berbagi hal yang mereka suka, dan bagaimana mereka membelanjakan uangnya.
Para ahli mengartikan gaya hidup adalah sebagai ciri sebuah dunia yang modern. Menurut Chaney dalam Bagong, gaya hidup adalah pola-pola tindakan yang membedakan satu orang dengan yang lain.40 Pola-pola kehidupan ini kadang diartikan orang sebagai budaya; yang artinya keseluruhan gaya hidup suatu masyarakat-kebiasaan/adat istiadat, sikap dan nilai-nilai mereka serta pemahaman yang sama yang menyatukan mereka sebagai suatu kelompok masyarakat.41
Perilaku seseorang membeli produk budaya, mengonsumsi produk budaya dan memanfaatkannya, selain dipengaruhi berbagai
38
Bagong Suyanto, op. cit., h. 137
39
Tatik Suryani, Perilaku Konsumen Implikasi pada Strategi Pemasaran, Yogyakarta: Graha Ilmu: 2008), Cet. ke-1, h. 73
40
Bagong Suyanto, op. cit., h. 139
41
Cons. Tri Handoko, 2004, Jurnal Penelitian: Metroseksualitas dalam Iklan Sebagai Wacana Gaya Hidup Posmodern, Junral Nirmana, Volume 6, Nomor 2, h. 135
faktor sosial: kelas, perbedaan usia, gender, dan lain-lain, yang tak kalah penting perilaku konsumsi acap kali juga dipengaruhi dan di bentuk gaya hidup. Yang di maksud gaya hidup di sini adalah adaptasi aktif individu terhadap kondisi sosial dalam rangka memenuhi kebutuhan untuk menyatu dan bersosialisasi dengan orang lain. Perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam aktivitas, minat dan opini khususnya yang berkaitan dengan citra diri untuk merefleksikan status sosialnya.42 Gaya hidup juga mencakup sekumpulan kebiasaan, pandangan, dan pola-pola respon terhadap hidup, serta terutama perlengkapan untuk hidup.43
Beberapa sifat umum dari gaya hidup menurut Piliang dalam Bagong antara lain adalah, (1) gaya hidup sebagai sebuah pola, yaitu sesuatu yang dilakukan atau tampil secara berulang-ulang; (2) yang mempunyai massa atau pengikut sehingga tidak ada gaya hidup yang sifat nya personal; dan (3) mempunyai daur hidup (life cicle), artinya ada masa kelahiran, tumbuh, puncak, surut, dan mati.44 Gaya hidup adalah komoditas baru dalam kapitalisme.45 Menurut Machin dan Leeuwen dalam Bagong gaya hidup adalah gabungan dari gaya pribadi dan gaya sosial yang muncul pada wilayah tertentu, dan merupakan aktivitas bersama untuk mengisi waktu luang, dan sikap dalam menghadapi isu tertentu.46
Gaya hidup mencerminkan keseluruhan pribadi yang berinteraksi dengan lingkungan. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang dinyatakan dalam kegiatan, minat
42
Maria Cleopatra, 2015, Jurnal Penelitian: Pengaruh Gaya Hidup dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika, Jurnal Formatif, Volume 5, Nomor 2, h. 169
43
Bagong, op. cit., h. 138
44
Bagong, op. cit., h. 138
45
Retno Hendariningrum dan M. Edy Susilo, 2008, Jurnal Penelitian: Fashion dan Gaya Hidup: Identitas dan Komunikasi, Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 6, Nomor 2, h. 32
46
dan pendapatnya dalam membelanjakan uangnya dan cara mengalokasikan waktu.47
Gaya hidup adalah cara manusia memberikan makna pada dunia kehidupannya, membutuhkan medium dan ruang untuk mengekspresikan makna tersebut yaitu ruang bahasa dan benda-benda, yang didalamnya citra mempunyai peran yang sentral.48 Gaya hidup menurut Kotler dalam jurnal penelitian Angga Sandy Susanto adalah pola hidup seseorang didunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya, dalam arti bahwa secara umum gaya hidup seseorang dapat dilihat dari aktivitas rutin yang dia lakukan, apa yang mereka pikirkan terhadap segala hal disekitarnya dan seberapa jauh dia peduli dengan hal itu dan juga apa yang dia pikirkan tentang dirinya sendiri dan juga dunia luar.49 Gaya hidup berubah tidak hanya menjadi sebuah kebutuhan (needs) tetapi keinginan/hasrat (desire).50
Berdasarakan berbagai pernyataan dari berbagai ahli, maka gaya hidup merupakan proses dari berbagai perilaku-perilaku atau tindakan-tindakan, acuan, kepercayaan-kepercayaan, nilai, pola-pola, pandangan, kebiasaan yang berlaku di masyarakat, dianut dan dilakukan secara terus menerus oleh masyarakat tersebut.
b. Faktor-Faktor Gaya Hidup
Faktor-faktor gaya hidup dalam jurnal penelitian yang dilakukan oleh Misbahun Nadzir 2015, menurut Loudon dan Bitta faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup adalah budaya, nilai, demografik, kelas sosial, kelompok rujukan atau kelompok acuan, keluarga, kepribadian, motivasi dan emosi.51
47
Latifah Novitasani dan Pambudi Handoyo, 2014, Jurnal Penelitian: Perubahan Gaya Hidup Konsumtif pada Mahasiswa Urban di UNESA, Jurnal Paradigma, Volume 02 Nomer 03, h. 2
48
Bagong, op. cit., h. 140
49
Angga Sandy Susanto, 2013, Jurnal Penelitian: Membuat Segmentasi Berdasarkan Life Style (Gaya Hidup), Jurnal JIBEKA, Volume 7, No. 2, h. 1
50
Atik Catur Budiati, 2011, Jurnal Penelitian: Jilbab: Gaya Hidup Baru Kaum Hawa, Jurnal Sosiologi Islam, Volume 1, Nomor 1, h. 64
51
Misbahun Nadzir, “Psychological Meaning of Money oengan Gaya Hidup Hedonis Remaja di Kota Malang”, Seminar Psikologi & Kemanusiaan, 2015, h. 583
Kotler dalam Misbahun menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup seseorang ada dua faktor yaitu faktor yang berasal dari dalam diri individu (internal) dan faktor yang berasal dari luar (eksternal). Faktor internal antara lain: sikap, pengalaman, dan pengamatan, kepribadian, konsep diri, motif dan persepsi. Sedangkan, faktor eksternal antara lain: kelompok referensi, keluarga, kelas social, dan kebudayaan.52
Gaya hidup seseorang menurut Amstrong dalam Angga dapat diidentifikasi dari perilaku orang tersebut seperti kegiatan-kegiatan dalam pengambilan keputusan, cara mendapatkan dan menggunakan suatu barang atau jasa. Amstrong menjelaskan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup seseorang ada dua, yaitu:
1) Faktor Internal