Dasar hukum
Undang-Undang republik Indonesia
• Undang-Undang republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi;
• Undang-Undang republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Peraturan Menteri
• Peraturan Menteri Keuangan republik Indonesia Nomor 100/PMK.010/2009 tentang Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur.
Keputusan Menteri
• Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-439/KM.10/2010 tentang Pemberian Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur kepada PT Indonesia Infrastructure Finance.
Peraturan Bapepam-LK atau Otoritas Jasa Keuangan
• POJK no. 29/POJK.04/2016 tentang Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik;
• Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-413/ BL/2009 tanggal 25 November 2009, Peraturan Bapepam- LK Nomor: IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama;
• Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-412/ BL/2009 tanggal 25 November 2009, Peraturan Bapepam- LK Nomor: IX.E.1 tentang Transaksi Afliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu;
• POJK no. 56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal;
• POJK no. 33/POJK/04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten dan Perusahaan Publik;
experienced individuals, it is expected that IIF can accelerate and gradually improve its GCG implementation, the organs, the systems and the human resources.
gcg PrIMary organs
IIF’s primary organs consist of: • General Meeting of Shareholders • Board of Commissioners
• Board of Directors
legal BasIs anD PrIncIPles of gcg
IMPleMenTaTIon
legal Basis
Laws of the republic of Indonesia
• Law of the republic of Indonesia No. 14 of 2008 on Information Disclosure;
• Law of the republic of Indonesia No. 40 of 2007 on Limited Liability Companies.
Ministerial regulation
• Decision of the Minister of Finance of the republic of Indonesia No. 100/PMK.010/2009 on Infrastructure Financing Company.
Ministerial Decision
• Decision of the Minister of Finance of the republic of Indonesia No. KEP-439/KM.10/2010 on Provision of Business License of Infrastructure Financing Company to PT Indonesia Infrastructure Finance.
regulations of Bapepam-LK or Financial Services Authority • POJK No. 29/POJK.04/2016 on Annual report of Issuers or
Public Companies;
• Decision of Chairman of Bapepam and LK No. Kep- 413/BL/2009 dated November 25, 2009, Bapepam-LK regulation No. IX.E.2 on Material Transaction and Changes in Main Business Activity;
• Decision of Chairman of Bapepam and LK No. Kep- 412/BL/2009 dated November 25, 2009, Bapepam- LK regulation No. IX.E.1 on Affiliated Transaction and Conflict of Interest in Certain Transaction;
• POJK no. 56/POJK.04/2015 on the Establishment and Guidelines on the Drawing Up of Internal Audit Unit Charter;
• POJK no. 33/POJK/04/2014 on Board of Directors and Board of Commissioners of Issuers and Public Companies;
TATA KELOLA PErUSAHAAN GOOD COrPOrATE GOVErNANCE
ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PErUSAHAAN COrPOrATE SOCIAL rESPONSIBILITY
• POJK no. 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit;
• Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-40/PM/2003, Peraturan Bapepam Nomor: VII.G.11 tentang Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan;
• Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-36/PM/2003 tanggal 30 September 2003, Peraturan Nomor: X.K.2 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan Berkala;
• Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-554/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010 tentang Perubahan Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang Perubahan Peraturan Bapepam Nomor: VII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan;
• POJK no. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi atas Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik;
• POJK no. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten Publik atau Perusahaan Publik;
• POJK no. 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan;
• POJK no. 8/POJK.04/2015 tentang Situs Web Emiten atau Perusahaan Publik;
• POJK no. 34/POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi dan remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik;
• SEOJK no. 30/SEOJK.04/2016 tentang Bentuk dan Laporan tahunan Emiten atau Perusahaan Publik;
• SEOJK no. 11/SEOJK.04/2014 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Pengumuman kepada Masyarakat oleh Pelaku Pasar Modal yang batas waktunya Jatuh pada Hari Libur;
• SEOJK no. 06/SEOJK.04/2014 tentang Tata Cara Penyampaian Laporan secara Elektronik oleh Emiten atau Perusahaan Publik;
• Peraturan Presiden no. 9 tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan;
• Peraturan Ketua Bapepam LK no. PEr-03/BL/2010 tentang Bentuk, Susunan, dan Penyampaian Laporan Keuangan Triwulanan dan Laporan Kegiatan Usaha Semesteran Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur;
• POJK no. 3/POJK.05/2013 tentang Laporan Bulanan Lembaga Jasa Keuangan non Bank.
• POJK no. 55/POJK.04/2015 on the the Establishment and Guidelines on the Performance of Audit Committee’s Work;
• Decision of Chairman of Bapepam No. Kep-40/PM/2003, Bapepam regulation No: VII.G.11 on responsibilities of Board of Directors on Financial Statements;
• Decision of Chairman of Bapepam No. Kep-36/PM/2003 dated September 30, 2003, regulation No. X.K.2 on the Obligation to Submit Periodical Financial Statements; • Decision of Chairman of Bapepam No. Kep-554/BL/2010
dated December 30, 2010 on Amendment to Decision of Chairman of Bapepam No. Kep-06/PM/2000 dated March 13, 2000 on Amendment to Bapepam regulation No. VII.G.7 on Guidelines on the Presentation of Financial Statemetns;
• POJK no. 31/POJK.04/2015 on Disclosure of Information on Material Fact by Issuers or Public Companies;
• POJK no. 35/POJK.04/2014 on Corporate Secretary of Issuers or Public Companies;
• POJK no. 29/POJK.05/2014 on Implementation of Financing Business;
• POJK no. 8/POJK.04/2014 on Website of Issuers or Public Companies;
• POJK no. 34/POJK.04/2014 on Nomination and remuneration Committee of Issuers or Public Companies; • SEOJK no. 30/SEOJK.04/2016 on Form and Annual report
of Issuers or Public Companies;
• SEOJK no. 11/SEOJK.04/2014 on Obligation to Submit report to the Financial Services Authority and Announcement to the Public by Capital Market Community of which deadline Falls on Holiday;
• SEOJK no. 06/SEOJK.04/2014 on Procedure to Electronically Submit report by Issuers or Public Companies;
• Presidential regulation no. 9 of 2009 on Financing Institutions;
• regulation of Bapepam LK Chairman no. PEr-03/BL/2010 on Form, Composition, and Submission of Quarterly Financial Statements and report of Business Activities per Semester of Infrastructure Financing Company;
• POJK no. 3/POJK.05/2013 on Monthly report of non Bank Financial Service Institutions.
TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS OVErVIEW ON BUSINESS SUPPOrT PrOFIL PErUSAHAAN COMPANY PrOFILE KILAS KINErJA 2016 FLASHBACK PErFOrMANCE OF 2016 LAPOrAN MANAJEMEN MANAGEMENT rEPOrT Prinsip Penerapan gcg
IIF sebagai warga korporasi yang baik akan senantiasa menerapkan secara konsisten sehingga berimplikasi positif bagi Perusahaan demi memberikan nilai lebih. Nilai lebih tersebut diciptakan melalui sikap dan perilaku yang sejalan dengan budaya Perusahaan; memberikan pelayanan prima, inovatif, efisien, dan efektif; menyelenggarakan riset dan pengembangan bisnis yang tepat; menyediakan sistem pengendalian internal yang dapat menjamin akuntabilitas; menciptakan iklim usaha yang sehat; serta senantiasa memelihara keberlanjutan bisnis IIF.
Implementasi dan praktik tata kelola di IIF berdasarkan prinsip- prinsip GCG, sebagai berikut:
1. Transparansi
IIF memberikan informasi secara transparan kepada pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan terkait kinerja dan kegiatan usaha Perusahaan. IIF memiliki keterbukaan informasi dalam proses pengambilan keputusan dan pengungkapan informasi yang dianggap penting dan relevan.
2. Akuntabilitas
Kejelasan fungsi, struktur, sistem, dan pertanggungjawaban di Perusahaan sehingga pengelolaan bisnis dapat terlaksana secara efektif dan efisien. Manajemen senantiasa membuat yang jelas kepada semua pegawai dan menegaskan fungsi-fungsi dasar setiap bagian. Dengan demikian, pelaporan dan hasil kinerja yang diraih dapat dipertanggungjawabkan.
3. Tanggung Jawab
Kesesuaian rencana, strategi dan hasil yang dicapai IIF berada dalam garis kebijakan manajemen dan dilaksanakan berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan serta mempertimbangkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku sehingga pelaporan terkait kegiatan usaha Perusahaan dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip ini yang senantiasa dilakukan guna memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan memberi dampak positif bagi citra Perusahaan.
4. Independensi
Pengelolaan Perusahaan dilakukan secara mandiri, pengurus Perusahaan melakukan tugas dan tangggung jawabnya sesuai peran dan fungsi yang dimilikinya tanpa ada tekanan-tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan sistem operasional Perusahaan. Tersirat
gcg Implementation Principles
As a good corporate citizen, IIF consistently implements GCG best practices in order to have a positive impact on the Company’s ability to provide added value. Such values are created by showing conduct that reflects the Company’s culture; providing premium, innovative, efficient and effective service; conducting proper business research and development; putting forward an internal control system that can ensure accountability; creating a healthy business climate; and continuously sustaining IIF’s business processes.
Governance practice and implementation in IIF are based on GCG principles as follows:
1. Transparency
IIF transparently provides information related to the Company’s business performance and activities to the shareholders and all stakeholders. The Company establishes a transparent information system in its decision-making process and discloses information deemed significant and relevant to the Company’s activities.
2. Accountability
The clarity of function, structure, system and responsibility in the Company in order to effectively and efficiently manage its business. The Management sets out clear job descriptions for all employees and affirms the basic functions of each division. Thus, the reporting process and performance result can be made accountable.
3. responsibility
The conformity of plans, strategies and results attained by IIF is always set to be within the Management’s policy and implemented based on the Company’s Articles of Association by taking into account the prevailing laws and regulations to further ensure the accountability of its report. This principle is constantly upheld in order to provide added value to the shareholders and create a positive image for the Company.
4. Independency
The Company is managed independently in which the management has their own duties and responsibilities and carries them out without any pressure from outside parties that is not in accordance with the Company’s operations systems. This principle implicitly states that the Company’s
TATA KELOLA PErUSAHAAN GOOD COrPOrATE GOVErNANCE
ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PErUSAHAAN COrPOrATE SOCIAL rESPONSIBILITY
dengan prinsip ini bahwa pengelola perusahaan harus tetap memberikan pengakuan terhadap hak-hak yang ditentukan dalam undang-undang maupun peraturan Perusahaan.
5. Kewajaran
Kesetaraan dan perlakuan adil dalam memenuhi hak dan kewajiban terhadap seluruh pemangku kepentingan yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang- undangan yang berlaku. IIF senantiasa membuat sistem yang solid untuk melaksanakan dan menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas seperti yang diharapkan. IIF menjalankan kinerja secara serta menaati seluruh peraturan yang ada guna melindungi pemangku kepentingan dalam keberlangsungan bisnis Perusahaan.
IIF berkomitmen untuk memperlakukan seluruh pegawai secara adil serta bebas dari prasangka yang dapat muncul karena perbedaan suku, agama, asal-usul, jenis kelamin, atau hal-hal lain yang tidak ada kaitannya dengan kinerja.
sTruKTur TaTa Kelola
Dalam membangun struktur tata kelola, IIF memperhatikan pemetaan fungsi atau kegiatan usaha dengan standar etika bisnis serta memastikan mekanisme dapat bekerja secara efektif. Struktur tata kelola di lingkungan Perusahaan meliputi struktur organ dan kebijakan Perusahaan, yaitu rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris, Direksi, serta organ- organ pendukung lainnya seperti Sekretaris Perusahaan, pengendalian internal, manajemen risiko, serta ketaatan terhadap ketentuan yang berlaku.
Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 Bab I mengenai Ketentuan Umum Pasal 1, Organ Perusahaan terdiri dari rapat Umum Pemegang Saham, Direksi, dan Dewan Komisaris.
• rapat Umum Pemegang Saham (“rUPS”) adalah organ Perusahaan yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan menurut Undang-Undang dan/atau Anggaran Dasar.
• Dewan Komisaris adalah organ Perusahaan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai dengan Anggaran Dasar serta memberi saran kepada Direksi.
• Direksi adalah organ Perusahaan yang berwenang dan
management must always acknowledge the rights of stakeholders as declared in the laws and Company regulations.
5. Fairness
Equality and fair treatment in meeting the rights and obligations to all stakeholders that arise from agreements and prevailing laws and regulations. IIF always ensures a solid system to conduct and create quality products and services to meet clients’ expectations. The Company gives fair treatment and complies with all applicable regulations to protect stakeholders within its responsibility to sustain its business.
IIF commits to giving fair treatment to all employees without prejudice to their ethnicity, religion, origin, gender, or other matters that are not relevant to their performance.