BAB III. GENG MOTOR
3.3. Geng Motor Sebagai Kelompok Sosial Remaja
3.3. Geng Motor Sebagai Kelompok Sosial Remaja
Di Indonesia, batasan usia remaja yang umum digunakan adalah 12-24 tahun dan belum menikah (Sarwono, 1994). Sedangkan WHO membagi kurun usia remaja ke dalam dua bagian, yaitu remaja awal (10-14 tahun) atau teenager dan remaja akhir (15-24 tahun) yang dikenal sebagai youth. John Clarke dkk. (1976) dalam tulisannya yang berjudul Subcultures, Cultures, and Class menjelaskan bahwa remaja merasa dan mengalami dirinya berbeda. Perbedaan ini biasanya diperlihatkan dalam kegiatan dan kepentingan-kepentingan seumurnya. Setidaknya ada tiga cara dalam melihat remaja menurut Parker (1976) yaitu:
1. Masa remaja sebagai masa sosialisasi sikap dan pengetahuan yang sesuai untuk peran-peran dewasa tertentu.
2. Masa remaja sebagai masa peralihan kedudukan dan peranan.
2
20
http://gilamotor.com/forums/showthread.php?s=7472bcff70d7d1c562e6a1025f5ba2c9&t=1379&goto =nextoldest (akses tanggal 10 Juni 2012).
21
Dari kliping, Resmi Setia M., alumnus S-2 jurusan Antropologi, Ateneo de Manila University, Filipina. http://klipingcliping.wordpress.com/2010/03/12/dimensi-budaya-remaja-perkotaan/ (akses 2 juli 2012).
1
Setiap remaja seharusnya sadar akan pentingnya sebuah kebudayaan sebagai tolak ukur terhadap tingkah laku sendiri. Di satu sisi, kebudayaan utama yang berasal dari budaya masyarakat pada umumnya yang didapat dari keluarga, sekolah dan lingkungan tempat tinggal memberikan pedoman, arah, dukungan, perasaan aman kepada remaja, dsb. Akan tetapi di sisi lain, remaja juga memiliki keinginan untuk mandiri. Hal ini yang mendorong kebudayaan sendiri yang berbeda dengan kebudayaan pada umumnya. Menurut Grinder (1973), istilah kebudayaan remaja menunjukkan aspek cara hidup yang khas remaja. Persaingan dan protes (alienation and protest) adalah salah satu arahan yang dimunculkan oleh remaja sebagai bagian dari kebudayaan remaja. Arahan ini biasanya dimunculkan oleh remaja yang merasa dikecewakan oleh kondisi sosial yang sedang terjadi. Mereka mengekspresikan ketidakpuasan dengan menarik diri dari masyarakat atau secara aktif berusaha mengubah kebijakan dan kebiasaan. Pengasingan biasanya ditunjukkan dalam berbagai bentuk protes, seperti berbuat onar dan bertingkah apatis22
Masa remaja tidak terlepas dengan terbentuknya kelompok-kelompok sosial kecil yang anggotanya terdiri dari remaja-remaja sebaya yang memiliki kedekatan satu dengan yang lainnya.Biasanya kelompok semacam ini memiliki usia sebaya atau bisa juga disebut peer group. Kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi satu sama lain. Hal ini diwujudkan dalam bentuk geng-geng kecil yang mereka bentuk bersama, dimana diantara anggotanya memiliki kesetiakawanan yang cukup kuat, hal ini disebabkan karena adanya bentuk hubungan sosial dikalangan remaja tersebut. Mereka membentuk suatu geng yang dalam penelitian ini adalah geng motor.
.
22
http://klipingcliping.wordpress.com/2010/03/12/dimensi-budaya-remaja-perkotaan/ (akses 2 juli 2012).
Dalam kelompoknya yang disebut geng motor ini, mereka membangun persahabatan satu sama lain dengan teman sekelompoknya. Mereka membentuk budaya mereka sendiri, dimana mereka membentuk “budaya masa”. Budaya masa ini merupakan suatu bentuk kebiasaan bergerombol yang biasa ditunjukkan pada masa remaja sebagai bentuk dari perkembangan psikologi mereka yang ingin mencari kedekatan dengan teman sebayanya, dan melakukan aktivitas secara bersama-sama dengan kelompoknya dan merupakan salah satu ciri dari masyarakat perkotaan.
Angota-anggota dalam suatu geng motor khususnya geng motor RnR yang umumnya adalah kalangan remaja, memiliki pandangan yang berbeda dari pandangan umum dalam bersosialisasi. Mereka bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya untuk menunjukkan eksistensi dirinya dihadapan teman-temannya. Hal ini terjadi akibat dari pandangan mereka yang merasa tidak dianggap di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat umum. Karena mereka sebagai remaja juga merasa ingin bersosialisasi dengan membentuk suatu kelompok dalam hal ini adalah geng motor sebagai kelompok sosial di luar dari lingkungan keluarganya.
Geng motor merupakan kelompok sosial remaja terdiri dari berbagai himpunan individu-individu yang memiliki kriteria-kriteria tertentu sehingga mereka berhasil membentuk kelompok tersebut dan dapat bertahan. Kriteria himpunan manusia yang dapat disebut sebagai kelompok sosial menurut yaitu:
Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan.
Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya.
Ada suatu faktor yang dimiliki bersama, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat, misalnya: nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama, dan lain-lain.
Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.
Bersistem dan berproses23
Menurut Erikson (1963), masa remaja (adolescence) ditandai adanya kecenderungan kebingungan identitas (identity confusion). Sebagai persiapan ke arah kedewasaan didukung pula oleh kemampuan dan kecakapan-kecakapan yang dimilikinya dia berusaha untuk membentuk dan memperlihatkan identitas diri, ciri-ciri yang khas dari dirinya. Dorongan membentuk dan memperlihatkan identitas diri ini, pada para remaja sering sekali sangat ekstrim dan berlebihan, sehingga tidak jarang dipandang oleh lingkungannya sebagai penyimpangan atau kenakalan. Dorongan pembentukan identitas diri yang kuat di satu pihak, sering diimbangi oleh rasa setia kawan dan toleransi yang besar terhadap kelompok sebayanya. Di antara kelompok sebaya mereka mengadakan pembagian peran, dan seringkali mereka sangat patuh terhadap peran yang diberikan kepada masing-masing anggota. Peran-peran tersebut mereka dapat dari kedudukan yang mereka miliki dalam kelompoknya.
.
Remaja sebagai bagian warga masyarakat yang merupakan generasi muda, memiliki kesempatan untuk memulai sesuatu dengan hubungan yang baik dalam bentuk kehidupan bersosial yang dilandasi persahabatan antar teman sepermainan. Interaksi yang terjadi dikalangan remaja yang dilandasi persahabatan ini merupakan puncak perkembangan rasa bersosialisasi yang terjadi pada diri mereka, karena pada
23
masa remaja ini hubungan sosial yang terbentuk bertujuan untuk memperoleh hubungan atau relasi baru yang lebih erat dalam kehidupan antar remaja. Mereka menanamkan ikatan yang kuat sehingga menghasilkan hubungan sosial antar sesama anggota kelompok mereka, seperti pendapat dari saudara Lian (18) salah satu informan saat ditanyai mengenai ketertarikan bergabung dengan geng motor:
“Aku ikut jadi anggota geng motor ini, lebih karena ku rasa di sini memiliki hubungan yang lebih akrab dan terbuka dengan kawan-kawan satu anggota geng ini. Belum tentu aku bisa bebas seperti ini kalau di rumah, karena memang tidak boleh suka-suka di rumah. Beda kalau sudah berkumpul bersama kawan-kawan di sini. Kami lebih bebas, saling terbuka satu sama lain, ketawa-ketawa, senang-senanglah pokoknya. Kalau ku bilang, lebih enak nongkrong sama kawan daripada diam-diam aja di rumah”.
Keterikatan remaja dengan hubungan sosialnya pada kelompoknya sangatlah tinggi, sehingga remaja cenderung memilih mengikuti kegiatan kelompoknya dari pada kegiatan yang diselenggarakan keluarganya. Dari beberapa pandangan anggota geng motor tersebut, alasan mengapa bisa terjalin hubungan yang erat antar anggota dalam suatu geng motor terjadi karena berkaitan dengan hal-hal berikut:
1. Adanya rasa ikut saling memiliki suatu kelompok yang ada di dalam diri setiap anggotanya, sehingga setiap anggota secara sadar merasa perlu untuk tetap menjaga keutuhan dan keberadaan kelompoknya tersebut.
2. Terbentuknya suatu ikatan emosional dengan sesama anggota kelompok. Ikatan ini dilandasi oleh adanya kebutuhan untuk memperoleh perhatian yang dapat ditemukan dalam kelompok. Hal ini dapat terjadi karena kehadiran setiap anggota kelompok saling diperhatikan. Jika ada salah satu angggota yang tidak tampak hadir, mereka saling mencari. Sehingga setiap anggota merasa dibutuhkan dan rasa kebersamaan dalam kelompok akan terbentuk.
3. Jalinan hubungan sosial yang dilandasi oleh kebutuhan pribadi yang sifatnya emosional, dimana dalam kelompok pertemanan ini, setiap anggotanya memiliki media yang dirasa tepat bagi tempat mencurahkan segenap emosinya. Baik itu rasa suka ataupun duka dapat mereka curahkan kepada anggota kelompoknya karena dianggap lebih memahami perasaan yang mereka alami24
Hubungan antara pribadi anggota geng motor dan kelompoknya dilandasi oleh nilai-nilai sosial dan perilaku sosial yang berkaitan erat dengan tugas perkembangan masa remaja. Dalam hal ini, individu yang terlibat bukan sekedar sebagai objek, melainkan sekaligus sebagai subjek sehingga individu dalam kelompok sosialnya tersebut tidak hanya diatur oleh suatu nilai sosial melainkan ikut membentuk nilai
.
Geng motor sebagai kelompok sosial pada remaja merupakan bentuk persekutuan dimana anggota-anggota kelompok tersebut secara sadar menyatakan bahwa mereka adalah bagian dari persekutuan tersebut, kesadaran itu diwujudkan dalam berbagai bentuk aktivitas yang mereka lakukan bersama sebagai konsekuensi kesadaran berkelompok, dengan kata lain para anggota kelompok sadar akan persamaan dan perbedaan yang dimiliki masing-masing anggotanya.
Pada tipe kelompok sosial seperti geng motor ini, adanya tingkat kesadaran timbul atas dasar kepentingan para anggotanya. Keberlangsungan kelompok diwujudkan dalam bentuk relasi-relasi yang dibina oleh para anggota, dan menunjukkan eksistensi kelompok pada interaksi sosial dengan kelompok geng motor yang lain maupun dalam lingkungan masyarakat umum. Dengan demikian antara anggota-anggota geng motor ada hubungan saling mempengaruhi atas perasaan-perasaan, sikap-sikap, dan tindakan masing-masing yang mereka lakukan.
24
sosial yang berlaku dalam kelompoknya. Dengan demikian, ia tidak saja dituntut untuk melakukan perilaku sosial tertentu, melainkan juga menentukan perilaku sosial yang harus dilakukan dalam kelompoknya. Oleh karena itu, dalam setiap kelompok cenderung memiliki pola prilaku yang berbeda dengan kelompok lainnya. Contohnya saja pastilah berbeda perilaku yang ditunjukkan seorang anggota geng motor pada saat bersama kelompoknya dengan pada saat dia berada di lingkungan di luar dari geng motor misalnya saja saat berada di lingkungan keluarga atau sekolah.