LANDASAN TEORI
A. TINJAUAN PUSTAKA 1. Belajar dan Pembelajaran
2. Gerak Dasar Permainan Bola Voli a. Pengertian
Maksud dan tujuan dari permainan bola voli adalah menjatuhkan bola di lapangan lawan melewai atas net dengan syarat pantulan sempurna dan bersih sesuai dengan peraturan. Permainan dimulai dengan pukulan bola servis. Bola harus dipukul dengan satu tangan ke arah lapangan lawan melewati net. Setiap regu dapat memainkan bola sampai tiga kali pantulan untuk dikembalikan (kecuali perkenaan bola saat membendung).
b. Prinsip Pengenalan Bola
Pengenalan bola merupakan sebuah cara yang efektif untuk menanamkan kecintaan anak dengan permainan bolavoli. Pengenalan tersebut harus dilakukan sejak awal latihan. Pada anak-anak, kesan pertama merupakan pengalaman yang amat menentukan. Kesan pertama yang kurang menyenangkan akan menjadi sebuah keadaan yang memicu ketiadaan minat. Sebaliknya, kesan pertama yang menyenangkan, bagi anak akan merupakan pengalaman yang membangkitkan minat. Pada anak, minat tentang sesuatu, kualitasnya amat bergantung dari jumlah kesempatan yang diberikan kepadanya.
Ada beberapa prinsip pengenalan bola yang perlu digarisbawahi.
Agus Kristiyanto (2010: 70 - 77) menguraikan beberapa prinsip pengenalan bola pada anak, meliputi: (1) pengenalan bola harus menantang, (2) pengenalan bola harus menyenangkan, dan (3) kesempatan untuk berinteraksi dengan bola, secara kuantitas cukup, (4) didesain dengan bentuk
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
7
aktivitas yang bervariasi, dan (5) ada pemberian reinforcement dan punishment dari orang tua.
1) Pengenalan Bola Harus Menantang:
a) Anak pada prinsipnya menyukai hal yang menantang. Mereka tertarik pada sesuatu yang ”aneh” dan berbeda dengan apa yang diketahui sebelumnya.
b) Agar lebih menantang, maka anak harus dikenalkan dan berinteraksi dengan bola yang berwarna warni. Kombinasi warna yang mencolok dengan desain dan komposisi warna yang menarik akan menjadi sesuatu yang menantang bagi anak.
2) Pengenalan Bola Harus Menyenangkan:
a) Pengenalan bola yang menyenangkan dapat terjadi manakala anak merasa mampu memainkan bola tersebut dengan kemampuan yang dimilikinya.
b) Hindari interaksi yang kaku antara anak dan orang tua atau instruktur bermain. Sebaiknya anak harus memiliki kesempatan yang luas untuk mengeksplore minatnya untuk memainkan atau memanipulasi bola.
3) Memberikan Kesempatan yang Cukup Secara Kuantitas:
a) Jangan memotong waktu dengan alasan apapun ketika anak sudah tertarik untuk memainkan bola.
b) Hindari sikap egois orang tua dengan memberhentikan anak bermain bola dengan alasan orang tua sudah kehabisan waktu menemani anak untuk bermain.
c) Anak biasanya akan menghentikan aktivitasnya sendiri ketika mereka merasa boring dengan aktivitas mereka.
4) Didesain dengan Aktivitas yang Bervariasi:
a) Variasi dapat dilakukan dengan mengkombinasikan permainan bola dengan aktivitas-aktivitas bermain lainnya, seperti memadukan jalan ke samping, melompat dua kali, atau mengambil bola dengan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
8
merangkak sebelum mereka memainkan bola untuk dipantul-pantulkan, dan sebagainya.
b) Variasi juga dapat dilakukan dengan cara memvariasikan bola dalam berbagai ukuran, yaitu: kecil, sedang, dan besar. Orang tua atau pelatih/instruktur bermain hanya mengarahkan agar anak berorientasi pada bola yang sesuai untuk anak-anak. Anak-anak juga harus memiliki pengalaman empirik untuk memainkan bola ukuran besar sebelum menggunakan bola yang direkomendasikan untuk anak-anak.
5) . Pemberian reinforcement dan punishment:
a) Anak perlu mendapatkan penguat atau reinforcement dalam bentuk ”penghargaan”, ”sanjungan”, ”pujian”, ”bonus”, atau hadiah-hadiah lain apabila mampu menunjukkan hal-hal yang sesuai.
Hal tersebut akan berefek kuat bagi anak agar dirinya terpacu untuk melakukan hal yang lebih baik lagi pada kesempatan berikutnya.
b) Anak perlu mendapatkan hukuman atau punishment dalam bentuk:
”penundaan pemberian bonus”, ”sedikit bentakan”, atau hukuman-hukuman lain yang proporsional bagi anak, ketika anak tersebut melakukan hal-hal yang tidak diharapkan selama bermain.
Punishment tersebut akan memberikan efek yang kuat agar anak memiliki rasa jera atas segala sesuatu yang tidak sesuai. Artinya anak akan terdorong untuk menghindari kekeliruan dan kesalahan pada kesempatan berikutnya.
c. Teknik dasar permainan bola voli
Menurut M. Yunus (1992 : 68), Teknik adalah cara melakukan atau melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif. Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efektif dan efisien sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam bola voli untuk mencapai hasil yang optimal.
Hal-hal dasar dalam permaianan bola voli yang perlu dipahami dan dikuasi, antara lain:
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
9
1. Servis
Menurut M. Yunus (1992 : 69), servis merupakan pukulan pembukaan untuk memulai suatu permainan sesuai dengan kemajuan permainan, teknik saat ini hanya sebagai permukaan permainan, tapi jika ditinjau dari sudut taktik sudah merupakan suatu serangan awal untuk mendapat nilai agar suatu regu berhasil meraih kemenangan. Tetapi servis ini kemudian berkembang menjadi suatu senjata yang ampuh untuk menyerang. Adapun macam servis ada dua yaitu :
1. Servis Tangan Bawah
Servis tangan bawah adalah servis yang dilakukan dengan cara memukul bola dari bawah.
2. Servis Tangan Atas
Servis tangan atas adalah servis yang dilakukan dengan cara bola dipukul di atas kepala, servis adalah sebagai tanda dimulainya peraminan dan sebagai suatu serangan yang pertama kali bagi suatu regu.
2. Passing
Menurut M. Yunus (1992 : 79), passing adalah mengoperkan bola kepada teman sendiri dalam satu regu dengan suatu teknik tertentu, sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan. Passing menurut M. Yunus (1992:122) adalah pengoperan bola kepada teman sendiri dalam satu regu dengan suatu teknik tertentu sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan. Jadi jelaslah bahwa awal sentuhan bola oleh seorang pemain dalam permainan bola voli, untuk dioperkan kepada teman seregunya yang biasanya adalah pengumpan untuk selanjutnya dimainkan di lapangan sendiri yaitu diumpankan pada smasher untuk melakukan serangan terhadap regu lawan. Berdasar pada macam teknik dasar passing dalam permainan bola voli, maka teknik passing dibedakan meliputi teknik passing atas dan teknik passing bawah.
Passing bawah dilakukan dengan dua tangan, caranya adalah:
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
10
a. Tangan dirapatkan. Siku lurus dan gerakan tangan berpusat pada sendi bahu.
b. Kedua tangan yang disatukan, jaga supaya siku tetap lurus. Ujung jari tangan harus diarahkan ke bawah.
c. Gerakan passing bawah mulai dari sikap jongkok sampai sikap berdiri.
d. Melangkah lalu berjongkok dengan kaki terkangkang, lengan dijulurkan ke depan.
e. Tungkai mulai diluruskan. Bola mengenai lengan bawah yang terjulur lurus.
f. Tungkai terjulur sambil berjingkat. Gerak lengan ke atas hanya boleh sampai setinggi bahu.
Gambar 2.1. Pasing Bawah
Cara menahan bola dengan passing bawah menggunakan dua tangan:
a. Arah bola diamati dengan cermat, kedua lutut dibengkokkan.
b. Sikap berjongkok sambil mengangkang kaki, lengan rapat dan terjulur.
c. Sikap tubuh semakin rendah bila bola mengenai lengan bawah.
d. Lengan tetap rendah pinggul digerakkan ke depan, sementara itu lutut tetap bengkok.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
11
Gambar 2.2. Mengambil Bola Dengan Pasing bawah Cara mengambil bola dengan passing bawah:
a. Meloncat dengan bertumpu pada satu kaki.
b. Menerpa dengan gerak mendatar ke depan, bola dipukul ke atas dengan punggung tangan.
c. Menyentuh lapangan permainan dengan telapak tangan.
d. Tangan mendorong sehingga dada, perut dan paha meluncur di lantai, sementara betis dilipat ke atas. (Depdikbut, 1985:8)
Gambar 2.3. Pasing Bawah Berpasangan 3. Umpan (Set Up)
Menurut M. Yunus (1992 : 101), umpan adalah menyajikan bola kepada teman dalam satu regu, yang kemudian diharapkan bola tersebut dapat diserangkan ke daerah lawan dalam bentuk smash.
4. Smash
Smash adalah pukulan yang utama dalam penyerangan dalam usaha mencapai kemenangan (M. Yunus, 1992 : 108). Sedangkan menurut Bonnie
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
12
Robinson (1993 : 28), smash atau spike adalah memukul bola ke bawah dengan kekuatan yang besar. Ada empat macam smash yaitu : a) frontal smash atau smash depan, b) frontal smash dengan twist atau smash depan dengan memutar, c) smash dari pergelangan tangan, d) dump atau smash tipuan.
5. Bendungan (Block)
Block merupakan benteng pertahanan yang utama untuk menangkis serangan lawan (M. Yunus, 1992 : 119). Menang atau kalah pada pertandingan volley sesungguhnya tergantung pada baik tidaknya basic skill atau kemampuan dasar pemain itu sendiri. Basic skill block atau pertahanan merupakan inti dari seluruh sistem pertahanan.