• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh : MUJI LESTARI X

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Oleh : MUJI LESTARI X"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user i

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI MODIFIKASI

ALAT BANTU PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI PADAS II KECAMATAN TANON KABUPATAN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Oleh : MUJI LESTARI

X 4711111

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA Juli 2012

(2)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user ii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Muji Lestari

NIM : X 4711111

Jurusan/ program Studi : PJOK/ Pendidikan Jasmani Kesehatan Rekreasi

Menyatakan bahwa skripsi saya berjudul “UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI MODIFIKASI ALAT BANTU PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI PADAS II KECAMATAN TANON KABUPATAN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2011/2012” ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri selain itu sumber informasi yang dikutip dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka.

Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini hasil jiplakan, saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan saya.

Surakarta, 30 Juli 2012 Yang membuat pernyataan

Muji Lestari

(3)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user iii

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI MODIFIKASI

ALAT BANTU PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI PADAS II KECAMATAN TANON

KABUPATAN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Oleh:

MUJI LESTARI X.4711111

Ditulis dan diajukan untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA Juli 2012

(4)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user iv

(5)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user v

(6)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user vi ABSTRAK

Muji Lestari. UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR PASING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI MODIFIKASI ALAT BANTU PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI PADAS II KECAMATAN TANON KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2011/ 2012. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2012.

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatan hasil belajar pasing bawah dalam permainan bola voli melalui modifikasi alat bantu pembelajaran pada siswa kelas IV SD Negeri Padas II Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2011/ 2012. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Padas II Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2011/ 2012 yang berjumlah 18 siswa terdiri dari 10 siswa putra dan 8 siswa putri. Teknik pengumpulan data dengan tes pengukuran dan observasi proses kegiatan pembelajaran passing bawah dalam permainan bola voli dengan menggunakan alat bantu pembelajaran yang dimodifikasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang didasarkan pada analisis kualitatif.

Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh simpulan bahwa menggunakan alat bantu yang dimodifikasi dapat meningkatkan kemampuan pasing bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas IV SD Negeri Padas II Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2011/ 2012. Dari hasil analisis yang diperoleh terdapat peningkatan kemampuan pasing bawah dalam permainan bola voli dan prosentase ketuntasan hasil belajar siswa, dari kondisi awal (6%), siklus (28%) hingga siklus II (89%). Kesimpulan penelitian ini adalah dengan menggunakan modifikasi alat bantu pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar pasing bawah dalam permainan bola voli siswa kelas IV SD Negeri padas II kecamatan Tanon kabuten Sragen tahun pelajaran 2011/2012.

(7)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user vii ABSTRACT

Muji Lestari. EFFORTS UNDER IMPROVED RESULTS IN LEARNING PASSING DOWN VOLLEYBALL GAME TOOL TO BE MODIFIED BY STUDENTS IN CLASS IV SD STATE PADAS 2 TANON SRAGEN LESSONS OF 2011/2012. Thesis, Surakarta: Faculty of Teacher Training and Education, University of Surakarta eleven March, in July 2012.

The purpose of this study was to determine the improvement in learning outcomes Pasing volleyball game through the modification of student learning tool in class IV SD Padas 2 Tanon Sragen school year 2011/2012. The subject of this study were grade IV Padas 2 Tanon Sragen school year 2011/2012 which amounted to 18 students consisted of 10 boys and 8 girls students. Data collection techniques to the test measurements and observations of the learning activities bola voli hit the ball in the game using a modified learning tool. Data analysis techniques used in this study is descriptive, based on qualitative analysis. The procedure of this study include the planning, implementation, observation and reflection.

This study uses a Class Action Research (PTK). Based on the results of the study, obtained the conclusion that the use of physical education teaching aids can improve their bottom Pasing in a volleyball game in the fourth grade SD Padas 2 Tanon Sragen school year 2011/2012. From the analytical results obtained under Pasing there is an increasing ability in the game of volleyball and the percentage of completeness of student learning outcomes, from the initial conditions (6%), the cycle I (28%) to cycle II (89%). The conclution this study is using a modified learning tool to improve result study passing down vollyball game student class IV SD State padas II Tanon Sragen lesson 2011/2012.

(8)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user viii MOTTO

”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa

yang kamu kerjakan”

(Q.S. Al Mujadillah , : 11)

”Belajarlah kamu karena tidak seorangpun lahir dalam keadaan berilmu”

(Khaliq Abd. Muien , :9)

”Ilmu menunjukkan kebenaran akal, maka barang siapa berakal, niscaya dia berilmu”

(Sayyidina Ali bin Abi Tholib)

”Barang siapa yang ingin bahagia dunia harus berilmu dan barang siapa ingin bahagia di akhirat amalan-amalan harus didasari dengan ilmu”

(Penulis)

(9)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user ix

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan skripsi ini untuk:

Almarhum Bapak dan Ibu tercinta yang telah membimbing dan mendidik Aku tanpa pamrih agar menjadi anak yang berguna

Keluarga ku, suami, anak dan cucu ku yang menjadi semangat, dorongan dan motivasi ku

Teman dan sahabat mahasiswa PPKHB Program Studi Penjaskesrek FKIP UNS Surakarta yang selalu kompak dan bersama dalam belajar memperkaya ilmu dan wawasan serta pandangan hidup

FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta, almamater tercinta, kampus tempat menuntut ilmu untuk bekal dalam dunia kerja yang penuh dengan edukasi

(10)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user x

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahka rahmat dan hidayah-Nya, sehigga dapat mengyelesaikan penulisan sekripsi ini.

Disadari bahwa penulisan skripsi ini banyak mengalami hambatan, tetapi berkat bantuan dari berbagai pihak maka hambatan tersebut dapat teratasi. Oleh karena itu dalam kesempatan ini disampaikan ucapan terimakasih kepada yang terhormat:

1. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unuversitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Ketua Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

3. Ketua Program Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

4. Drs. H. Wahyu Sulistyo, M.Kes., sebagai pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, arahan dan motivasi dalam penyusunan skripsi.

5. Waluyo, S.Pd, M.Or., sebagai pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan dan motivasi dalam penyusunan skripsi.

6. Bapak dan Ibu Dosen JPOK FKIP UNS Surakarta yang secara tulus memberikan ilmu dan masukan-masukan kepada penulis.

7. Suwarno, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Negeri Padas 2 Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen yang telah memberikan izin untuk mengadakan penelitian di sekolah yang dipimpin.

8. Budi Susilo, Ama.Pd., guru Penjasorkes SD Negeri Jono 1 yang telah bersedia menjadi mitra kolaborator.

9. Siswa kelas IV SD Negeri Padas 2 Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2011/ 2012 yang telah bersedia menjadi subjek penelitian.

Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik saran yag membangun penulis harapkan. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca.

(11)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user xi

Surakarta, Juli 2012 Penulis

(12)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user xii

DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL ……….

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN...

PENGAJUAN...

PERSETUJUAN...

PENGESAHAN ………

ABSTRAK...

ABSTRACK...

MOTTO...

PERSEMBAHAN...

KATA PENGANTAR...

DAFTAR ISI ……….

DAFTAR TABEL...

DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR GRAFIK...

DAFTAR LAMPIRAN...

BAB I . PENDAHULUAN ………

A. Latar Belakang Masalah……….……..

B. Rumusan Masalah ………

C. Tujuan Penelitian ……….

D. Manfaat Penelitian ……….

BAB II. LANDASAN TEORI ……….

A. Tinjauan Pustaka ………

1. Belajar dan Pembelajaran……….

2. Gerak Dasar Permainan Bola Voli ………..

a. Pengertian...

b. Prinsip Pengenalan Bola...

c. Teknik Dasar permainan Bola Voli...

3. Materi Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar …………..

I ii iii iv v vi vii viii ix xi xiv

xv xvi xvii xiii

1 1 2 3 3 5 5 5 6 6 6 8 12

(13)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user xiii

4. Media Pembelajaran ………

5. Latar Belakang Modifikasi .……….

a. Pengertian Modifikasi ...

b. Modifikasi Tujuan Pembelajaran ...

6. Alat Bantu Pembelajaran ...

a. Pengertian Alat Bantu Pembelajaran ...

b. Syarat Alat Bantu Yang Baik ...

7. Hasil Belajar Penjaskes…...………..

B. Kerangka Berpikir ………..

BAB III. METODE PENELITIAN ………..

A. Tempat dan Waktu Penelitian ………

B. Subjek Penelitian………

C. Sumber Data………...

D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data………...

E. Analisis Data………..

F. Prosedur Penelitian………

G. Kriteria Keberhasilan...

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……...……

A. Deskripsi Pra Siklus...………

B. Siklus 1………...

1. Siklus I Pertemuan 1..………..

2. Siklus I Pertemuan 2..………..

C. Siklus 2………...

1. Siklus II Pertemuan 1..……….

2. Siklus II Pertemuan 2………...

D. Pembahasan dan Analisis Data…..………

1. Siklus I………

2. Siklus II………...

BAB V. SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN…...

A. Simpulan……….

B. Implikasi……….

14 15 15 15 16 16 17 17 18 19 19 20 20 20 21 22 24 26 26 28 28 32 35 35 39 43 43 44 46 46 46

(14)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user xiv

C. Saran………...

DAFTAR PUSTAKA ………..

LAMPIRAN ……….

46 48 50

(15)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user xv DAFTAR TABEL

Tabel 1. Rincian Kegiatan Waktu dan Pelaksanaan Penelitian ...…...….

Tabel 2. Teknik dan Alat Pengumpul Data……..………

Tabel 3. Kriteria keberhasilan ketrampilan passing bawah dan

kemampuan bermain bola voli...

Tabel 4. Data awal hasil belajar bola voli passing bawah siswa kelas IV...

Tabel 5. Data Nilai Belajar Pasing Bawah Dalam Permainan Bola Voli Kelas IV Siklus 1 Pertemuan 1...…………...………

Tabel 6. Data Nilai Belajar Pasing Bawah Dalam Permainan Bola Voli Kelas IV Siklus 1 Pertemuan 2...

Tabel 7. Data Nilai Belajar Pasing Bawah Dalam Permainan Bola Voli Kelas IV Siklus 2 Pertemuan 1…..………

Tabel 8. Data Nilai Belajar Pasing Bawah Dalam Permainan Bola Voli Kelas IV Siklus 2 Pertemuan 2………..

i ii iii 1 1 4 4 4 6 6 6 6 6 7 7 8 9 10

12

12 13

15 16 17 17 19 Halaman

19 21

24

27

28

32

36

40

(16)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user xvi DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Pasing Bawah...

Gambar 2.2. Mengambil Bola Dengan Pasing Bawah...

Gambar 2.3. Pasing Bawah Berpasangan...

20 20

21

23

25 31 32 33 34 34 34 34 35 35 35 Halaman

10 11 11

(17)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user xvii DAFTAR GRAFIK

Grafik 1. Data Awal Pra Siklus...

Grafik 2. Data Perkembangan Hasil Belajar Pasing Bawah Dalam Permainan Bola Voli Siklus 1 Pertemuan 1...

Grafik 3. Data Perkembangan Hasil Belajar Pasing Bawah Dalam Permainan Bola Voli Siklus 1 Pertemuan 2...

Grafik 4. Data Perkembangan Hasil Belajar Pasing Bawah Dalam Permainan Bola Voli Siklus 2 Pertemuan 1...

Grafik 5. Data Perkembangan Hasil Belajar Pasing Bawah Dalam Permainan Bola Voli Siklus 2 Pertemuan 2...

Halaman

27

29

33

36

40

(18)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user xviii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. RPP Siklus 1………

Lampiran 2. Lembar Penilaian Siklus 1 Pertemuan 1...…..

Lampiran 3. Lembar Penilaian Psikomotorik Siklus 1 Pertemuan 1...

Lampiran 4. Lembar Penilaian Kognitif Siklus 1 Pertemuan 1...

Lampiran 5. Lembar Penilaian Afektif Siklus 1 Pertemuan 1...

Lampiran 6. Lembar Penilaian Aktifitas Gerak Siklus 1 Pertemuan 1....

Lampiran 7. Lembar Penilaian Siklus 1 Pertemuan 2...…..

Lampiran 8. Lembar Penilaian Psikomotorik Siklus 1 Pertemuan 2...

Lampiran 9. Lembar Penilaian Kognitif Siklus 1 Pertemuan 2...

Lampiran 10. Lembar Penilaian Afektif Siklus 1 Pertemuan 2...

Lampiran 11. Lembar Penilaian Aktifitas Gerak Siklus 1 Pertemuan 2...

Lampiran 12. RPP Siklus 2………

Lampiran 13. Lembar Penilaian Siklus 2 Pertemuan 1...…..

Lampiran 14. Lembar Penilaian Psikomotorik Siklus 2 Pertemuan 1...

Lampiran 15. Lembar Penilaian Kognitif Siklus 2 Pertemuan 1...

Lampiran 16. Lembar Penilaian Afektif Siklus 2 Pertemuan 1...

Lampiran 17. Lembar Penilaian Aktifitas Gerak Siklus 2 Pertemuan 1...

Lampiran 18. Lembar Penilaian Siklus 2 Pertemuan 2...…..

Lampiran 19. Lembar Penilaian Psikomotorik Siklus 2 Pertemuan 2...

Lampiran 20. Lembar Penilaian Kognitif Siklus 2 Pertemuan 2...

Lampiran 21. Lembar Penilaian Afektif Siklus 2 Pertemuan 2...

Lampiran 22. Lembar Penilaian Aktifitas Gerak Siklus 2 Pertemuan 2...

Lampiran 23. Lembar Penilaian RPP………....

Lampiran 24. Implementasi RPP Instrumen Peilaian RPP………...

Lampiran 25. Instrumen Penelitian Praktik Pembelajaran …………...

Lampiran 26. Instrumen Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus 1 Pertemuan 1………..…...

Lampiran 27. Instrumen Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus 1

Halaman

51 62 64 65 66 67 68 70 71 72 73 74 87 89 90 91 92 93 95 96 97 98 99 102 104

107

(19)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user xix

Pertemuan 2………..…...

Lampiran 28. Instrumen Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus 2 Pertemuan 1………..…...

Lampiran 29. Instrumen Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus 2 Pertemuan 2………..…...

Lampiran 30. Instrumen Observasi Aktivitas Belajar Siswa…..………..

Lampiran 31. Dokumentasi Kegiatan Pembelajaran..………...

Lampiran 32. Surat Ijin Penelitian………...

Lampiran 33. Surat Keterangan Melakukan Penelitian ..………...

109

111

113 115 116 119 121

(20)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Seiring dengan kemajuan ilmu serta teknologi, kegiatan olahraga di Indonesia khususnya cabang bola voli mengalami perkembangan yang pesat.

Semua ini tidak lepas dari perhatian pemerintah di bidang olahraga. Pemerintah Indonesia dewasa ini sedang giat melaksanakan berbagai program pembangunan, diantaranya adalah bidang olahraga. Bidang olahraga mendapat perhatian serius terutama sekali pada upaya penyelenggaraan dan pembinaan atlet agar dapat berprestasi. Hal ini dapat terwujud karena adanya kerjasama yang baik antara lembaga-lembaga pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait.

Berkaitan dengan hal tersebut, bola voli sebagai salah satu cabang olahragapermainan yang sangat digemari oleh masyarakat. Bola voli menjadi cabang olahraga permainan yang menyenangkan karena dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi yang mungkin timbul di dalamnya, dapat dimainkan dengan jumlah pemain bervariasi seperti voli pantai dengan jumlah pemain 2 orang, dan permainan dengan jumlah 6 orang yang biasa digunakan. Kemampuan atlet bola voli perlu ditingkatkan. Sebagai faktor pendukung untuk mempercepat tercapainya tujuan permainan bola voli antara lain, faktor endogen dan pemain yang terdiri dari : 1) kesehatan fisik dan mental, 2) bentuk tubuh sesuai cabang olahraga yang diikuti, untuk cabang bola voli diharapkan yang tinggi dan atletis, 3) punya bakat untuk bermain bola voli yang meliputi kemampuan fisik, teknik, dan taktik, 4) dimiliki sikap mental yang baik seperti sosial, disiplin, tekun, kreatif bertanggung jawab dan berkemauan keras.

Servis merupakan salah satu teknik dalam permainan bola voli. Pada mulanya servis merupakan pukulan awal untuk memulai suatu permainan, tetapi jika ditinjau dari sudut taktik sudah merupakan suatu serangan awal untuk memperoleh nilai agar suatu regu berhasil meraih kemenangan. Karena, sangat penting teknik servis dalain bolavoli maka perlu syarat tertentu sebagai modal dalam melakukan servis di antaranya memiliki kondisi fisik yang memadai berupa

1

(21)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

2

kekuatan dan kecepatan. Sebab, untuk melakukan servis yang baik harus mempunyai keterampilan khusus. Misalnya kecepatan gerak lengan ketika memukul bola, kekuatan otot lengan untuk tenaga, ayunan lengan agar bola mampu melaju cepat dan keras. Panjang lengan merupakan bagian tubuh sepanjang lengan atas, lengan bawah, telapak tangan dan berakhir pada ujung jari tengah.

Dalam penelitian ini faktor kondisi fisik yang akan dikaji adalah kekuatan otot lengan dan panjang tangan. Namun tingkat kondisi fisik dan anatomis seseorang berbeda-beda. Sedangkan untuk memperoleh bibit pemain bola voli yang baik perlu diketahui seberapa besar hubungan faktor-faktor tersebut di atas ikut berpengaruh terhadap hasil permainan bola voli khususnya dalam pelaksanaan servis bawah. Adapun alasan pemilihan judul penelitian ini adalah sebagai berikut : 1). Permainan bola voli termasuk bahan pembelajaran dalam kurikulum pendidikan Sekolah Dasar. 2). Teknik passing adalah salah satu faktor penting dalam permainan bola voli yang berfungsi untuk pukulan pertama dimulainya permainan dan serangan awal bagi suatu regu. 3). Hasil passing bola voli dapat dipengaruhi oleh kekuatan otot lengan dan panjang lengan.

Berdasarkan uraian diatas, bahwa pendidikan jasmani di sekolah sesungguhnya memiliki potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Oleh sebab itu penulis ingin memilih judul penelitian, “Upaya Meningkatkan hasil Belajar Pasing Bawah Dalam Permainan Bola Voli Melalui Modifikasi Alat Bantu Siswa Kelas IV SD Negeri Padas II Kecamatan Tanon Kabupatan Sragen Tahun Pelajaran 2011/2012”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka masalah diatas dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:

Bagaimanakah penerapan modifikasi alat bantu pembelajaran dapat meningkat hasil belajar pasing bawah dalam permainan bola voli melalui modifikasi alat bantu pembelajaran pada siswa kelas IV SD Negeri Padas II Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2011/2012.

(22)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

3

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang dirumuskan diatas, penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil belajar pasing bawah bola voli melalui modifikasi alat bantu pemebelajaran pada siswa kelas IV SD Negeri Padas II Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2011/2012.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat dari pelaksanaan penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat yang berarti bagi:

1. Bagi Lembaga Pendidikan

Sebagai bahan masukan, saran dan inforamasi terhadap kelas IV SD Negeri Padas 2 Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen untuk meningkatkan kualitas proses dan kuantitas hasil belajar siswa.

2. Bagi Siswa

Dengan penerapan belajar pasing bawah dalam permainan bola voli melalui modifikasi alat bantu, mempermudah siswa kelas IV SD Negeri Padas 2 dalam memahami dan mengerti materi yang disampaikan oleh guru khususnya dalam pembelajaran pasing bawah dalam permainan bola voli. Sehingga siswa mampu meningkatkan kemampuanya dalam menguasai ketrampilan dasar serta hasil belajar khususnya pada pasing bawah dalam permainan bola voli.

3. Bagi Guru

a. Penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi guru penjaskes di SD Negeri Padas 2 yaitu bahwa pasing bawah dalam permainan bola voli melalui modifikasi alat bantu pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan serta hasil belajar siswa pada materi permainan bola voli.

b. Sebagai bahan masukan atau saran bagi guru penjaskes SD Negeri Padas 2 dalam memilih alternative alat bantu pembelajaran yang dapat

(23)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

4

meningkatkan keterlibatan atau partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar.

c. Memotivasi guru di SD Negeri Padas 2 untuk membuat dan mengembangkan model alat bantu yang digunakan untuk mempermudah dalam mentransfer ilmu pengetahuan terhadap siswa atau peserta didik.

4. Bagi Peneliti

Peneliti mendapat fakta bahwa melalui model pembelajaran pasing bawah dalam permainan bola voli melalui modifikasi alat bantu pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa

(24)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

5

BAB II

LANDASAN TEORI

A. TINJAUAN PUSTAKA 1. Belajar dan Pembelajaran Definisi belajar dan pembelajaran

Belajar dalam idealisme berarti kegiatan psiko – fisik – sosio menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya. Benny A. Pribadi (2011 : 7) mengemukakan bahwa ”dari sudut pandang pendidikan, belajar terkadi apabila terdapat perubahan dalam hal kesiapan (readiness) pada diri seseorang dalam berhubungan dengan lingkungannya”. Robert Heinich dkk, 2005 (dalam Benny A. Pribadi 2011 : 6) menyatakan bahwa ”belajar merupakan sebuah proses pengembangan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang terjadi manakala seseorang melakaukan interaksi secara intensif dengan sumber-sumber belajar.

Pembelajaran menurut makna berarti proses, cara, perbuatan mempelajari.

Pembelajaran berpusat pada peserta didik dan pembelajaran adalah dialog interaktif. Menurut Gagne (dalam Benny A. Pribadi 2011 : 9) yang menyatakan bahwa ”pembelajaran adalh serangkaian aktivitas yang sengaja diciptakan dengan maksud untuk memudahkan terjadinya proses belajar”. Definisi lain tentang pembelajaran dikemukakan oleh Patricia L. Smith dan Tilman J. Ragan, 1993 (dalam Benny A. Pribadi 2011 : 9) bahwa, ”pembelajaran adalah pengembangan dan penyampaian informasi dan kegiatan yang diciptakan untuk memfasilitasi pencapaian tujuan yang spesifik”. Sedangkan pembelajaran menurut Muhamad Surya, 2003 (dalam Isjoni 2010 : 49) adalah ”suatu proses perubahan yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dan pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkunganya”. Proses pembelajaran mempunyai tujuan agar siswa dapat mencapai kompetensi seperti yang diharapkan dan untuk mencapai tujuan tersebut proses pembelajaran perlu dirancang secara sistematik. Dimyati dan Mudjiono (1999 : 297) mengemukakan bahwa ”pembelajaran adalah kegiatanguru secara

5

(25)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

6

terprogram dalam desain intruksional untuk membuat siswa belajar secara aktif yang menekankan pada penyediaan sumber belajar”.

Berdasarkan pernyataan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa belajar adalah proses pengembangan pengetahuan, sikap dan ketrampilan seseorang karena adanya pengalaman baru. Sedangkan pembelajaran adalah proses yang direncanakan dan dilakukan untuk memungkinkan terjadinya aktivitas belajar individu untuk mencapai tujuan belajar.

2. Gerak Dasar Permainan Bola Voli a. Pengertian

Maksud dan tujuan dari permainan bola voli adalah menjatuhkan bola di lapangan lawan melewai atas net dengan syarat pantulan sempurna dan bersih sesuai dengan peraturan. Permainan dimulai dengan pukulan bola servis. Bola harus dipukul dengan satu tangan ke arah lapangan lawan melewati net. Setiap regu dapat memainkan bola sampai tiga kali pantulan untuk dikembalikan (kecuali perkenaan bola saat membendung).

b. Prinsip Pengenalan Bola

Pengenalan bola merupakan sebuah cara yang efektif untuk menanamkan kecintaan anak dengan permainan bolavoli. Pengenalan tersebut harus dilakukan sejak awal latihan. Pada anak-anak, kesan pertama merupakan pengalaman yang amat menentukan. Kesan pertama yang kurang menyenangkan akan menjadi sebuah keadaan yang memicu ketiadaan minat. Sebaliknya, kesan pertama yang menyenangkan, bagi anak akan merupakan pengalaman yang membangkitkan minat. Pada anak, minat tentang sesuatu, kualitasnya amat bergantung dari jumlah kesempatan yang diberikan kepadanya.

Ada beberapa prinsip pengenalan bola yang perlu digarisbawahi.

Agus Kristiyanto (2010: 70 - 77) menguraikan beberapa prinsip pengenalan bola pada anak, meliputi: (1) pengenalan bola harus menantang, (2) pengenalan bola harus menyenangkan, dan (3) kesempatan untuk berinteraksi dengan bola, secara kuantitas cukup, (4) didesain dengan bentuk

(26)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

7

aktivitas yang bervariasi, dan (5) ada pemberian reinforcement dan punishment dari orang tua.

1) Pengenalan Bola Harus Menantang:

a) Anak pada prinsipnya menyukai hal yang menantang. Mereka tertarik pada sesuatu yang ”aneh” dan berbeda dengan apa yang diketahui sebelumnya.

b) Agar lebih menantang, maka anak harus dikenalkan dan berinteraksi dengan bola yang berwarna warni. Kombinasi warna yang mencolok dengan desain dan komposisi warna yang menarik akan menjadi sesuatu yang menantang bagi anak.

2) Pengenalan Bola Harus Menyenangkan:

a) Pengenalan bola yang menyenangkan dapat terjadi manakala anak merasa mampu memainkan bola tersebut dengan kemampuan yang dimilikinya.

b) Hindari interaksi yang kaku antara anak dan orang tua atau instruktur bermain. Sebaiknya anak harus memiliki kesempatan yang luas untuk mengeksplore minatnya untuk memainkan atau memanipulasi bola.

3) Memberikan Kesempatan yang Cukup Secara Kuantitas:

a) Jangan memotong waktu dengan alasan apapun ketika anak sudah tertarik untuk memainkan bola.

b) Hindari sikap egois orang tua dengan memberhentikan anak bermain bola dengan alasan orang tua sudah kehabisan waktu menemani anak untuk bermain.

c) Anak biasanya akan menghentikan aktivitasnya sendiri ketika mereka merasa boring dengan aktivitas mereka.

4) Didesain dengan Aktivitas yang Bervariasi:

a) Variasi dapat dilakukan dengan mengkombinasikan permainan bola dengan aktivitas-aktivitas bermain lainnya, seperti memadukan jalan ke samping, melompat dua kali, atau mengambil bola dengan

(27)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

8

merangkak sebelum mereka memainkan bola untuk dipantul- pantulkan, dan sebagainya.

b) Variasi juga dapat dilakukan dengan cara memvariasikan bola dalam berbagai ukuran, yaitu: kecil, sedang, dan besar. Orang tua atau pelatih/instruktur bermain hanya mengarahkan agar anak berorientasi pada bola yang sesuai untuk anak-anak. Anak-anak juga harus memiliki pengalaman empirik untuk memainkan bola ukuran besar sebelum menggunakan bola yang direkomendasikan untuk anak- anak.

5) . Pemberian reinforcement dan punishment:

a) Anak perlu mendapatkan penguat atau reinforcement dalam bentuk ”penghargaan”, ”sanjungan”, ”pujian”, ”bonus”, atau hadiah-hadiah lain apabila mampu menunjukkan hal-hal yang sesuai.

Hal tersebut akan berefek kuat bagi anak agar dirinya terpacu untuk melakukan hal yang lebih baik lagi pada kesempatan berikutnya.

b) Anak perlu mendapatkan hukuman atau punishment dalam bentuk:

”penundaan pemberian bonus”, ”sedikit bentakan”, atau hukuman- hukuman lain yang proporsional bagi anak, ketika anak tersebut melakukan hal-hal yang tidak diharapkan selama bermain.

Punishment tersebut akan memberikan efek yang kuat agar anak memiliki rasa jera atas segala sesuatu yang tidak sesuai. Artinya anak akan terdorong untuk menghindari kekeliruan dan kesalahan pada kesempatan berikutnya.

c. Teknik dasar permainan bola voli

Menurut M. Yunus (1992 : 68), Teknik adalah cara melakukan atau melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif. Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efektif dan efisien sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam bola voli untuk mencapai hasil yang optimal.

Hal-hal dasar dalam permaianan bola voli yang perlu dipahami dan dikuasi, antara lain:

(28)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

9

1. Servis

Menurut M. Yunus (1992 : 69), servis merupakan pukulan pembukaan untuk memulai suatu permainan sesuai dengan kemajuan permainan, teknik saat ini hanya sebagai permukaan permainan, tapi jika ditinjau dari sudut taktik sudah merupakan suatu serangan awal untuk mendapat nilai agar suatu regu berhasil meraih kemenangan. Tetapi servis ini kemudian berkembang menjadi suatu senjata yang ampuh untuk menyerang. Adapun macam servis ada dua yaitu :

1. Servis Tangan Bawah

Servis tangan bawah adalah servis yang dilakukan dengan cara memukul bola dari bawah.

2. Servis Tangan Atas

Servis tangan atas adalah servis yang dilakukan dengan cara bola dipukul di atas kepala, servis adalah sebagai tanda dimulainya peraminan dan sebagai suatu serangan yang pertama kali bagi suatu regu.

2. Passing

Menurut M. Yunus (1992 : 79), passing adalah mengoperkan bola kepada teman sendiri dalam satu regu dengan suatu teknik tertentu, sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan. Passing menurut M. Yunus (1992:122) adalah pengoperan bola kepada teman sendiri dalam satu regu dengan suatu teknik tertentu sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan. Jadi jelaslah bahwa awal sentuhan bola oleh seorang pemain dalam permainan bola voli, untuk dioperkan kepada teman seregunya yang biasanya adalah pengumpan untuk selanjutnya dimainkan di lapangan sendiri yaitu diumpankan pada smasher untuk melakukan serangan terhadap regu lawan. Berdasar pada macam teknik dasar passing dalam permainan bola voli, maka teknik passing dibedakan meliputi teknik passing atas dan teknik passing bawah.

Passing bawah dilakukan dengan dua tangan, caranya adalah:

(29)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

10

a. Tangan dirapatkan. Siku lurus dan gerakan tangan berpusat pada sendi bahu.

b. Kedua tangan yang disatukan, jaga supaya siku tetap lurus. Ujung jari tangan harus diarahkan ke bawah.

c. Gerakan passing bawah mulai dari sikap jongkok sampai sikap berdiri.

d. Melangkah lalu berjongkok dengan kaki terkangkang, lengan dijulurkan ke depan.

e. Tungkai mulai diluruskan. Bola mengenai lengan bawah yang terjulur lurus.

f. Tungkai terjulur sambil berjingkat. Gerak lengan ke atas hanya boleh sampai setinggi bahu.

Gambar 2.1. Pasing Bawah

Cara menahan bola dengan passing bawah menggunakan dua tangan:

a. Arah bola diamati dengan cermat, kedua lutut dibengkokkan.

b. Sikap berjongkok sambil mengangkang kaki, lengan rapat dan terjulur.

c. Sikap tubuh semakin rendah bila bola mengenai lengan bawah.

d. Lengan tetap rendah pinggul digerakkan ke depan, sementara itu lutut tetap bengkok.

(30)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

11

Gambar 2.2. Mengambil Bola Dengan Pasing bawah Cara mengambil bola dengan passing bawah:

a. Meloncat dengan bertumpu pada satu kaki.

b. Menerpa dengan gerak mendatar ke depan, bola dipukul ke atas dengan punggung tangan.

c. Menyentuh lapangan permainan dengan telapak tangan.

d. Tangan mendorong sehingga dada, perut dan paha meluncur di lantai, sementara betis dilipat ke atas. (Depdikbut, 1985:8)

Gambar 2.3. Pasing Bawah Berpasangan 3. Umpan (Set Up)

Menurut M. Yunus (1992 : 101), umpan adalah menyajikan bola kepada teman dalam satu regu, yang kemudian diharapkan bola tersebut dapat diserangkan ke daerah lawan dalam bentuk smash.

4. Smash

Smash adalah pukulan yang utama dalam penyerangan dalam usaha mencapai kemenangan (M. Yunus, 1992 : 108). Sedangkan menurut Bonnie

(31)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

12

Robinson (1993 : 28), smash atau spike adalah memukul bola ke bawah dengan kekuatan yang besar. Ada empat macam smash yaitu : a) frontal smash atau smash depan, b) frontal smash dengan twist atau smash depan dengan memutar, c) smash dari pergelangan tangan, d) dump atau smash tipuan.

5. Bendungan (Block)

Block merupakan benteng pertahanan yang utama untuk menangkis serangan lawan (M. Yunus, 1992 : 119). Menang atau kalah pada pertandingan volley sesungguhnya tergantung pada baik tidaknya basic skill atau kemampuan dasar pemain itu sendiri. Basic skill block atau pertahanan merupakan inti dari seluruh sistem pertahanan.

3. Materi Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar

Permainan bolavoli formal standar indoor pada hakikatnya merupakan permainan yang dilakukan oleh orang dewasa. Bayangkan saja, ketinggian net 243 centimeter untuk pria, dan 224 centimeter untuk wanita merupakan sebuah bukti bahwa permainan itu sebenarnya hanya layak dinikmati oleh orang yang memiliki ukuran antropometrik dewasa. Bahwa permainan tersebut untuk orang dewasa, juga dibuktikan dengan ukuran lapangan 9 x 18 meter, ukuran bola, serta berbagai teknik-teknik dasar yang harus terkuasai oleh siapapun yang akan bermain bolavoli. Persoalannya adalah: apakah pilihan atas permainan bolavoli harus menunggu datangnya masa dewasa di mana kita sudah cukup ukuran tinggi badan untuk layak memainkannya?

Jawabannya tentu saja tidak.

Bagaimanakah agar anak-anak sudah dapat mulai bermain bolavoli sejak usia dini?. Melalui modifikasi tentunya, permainan bolavoli akan menjadi sebuah permainan yang menarik bagi anak-anak. Modifikasi yang dimaksudkan adalah berkenaan dengan penyederhanaan kharakteristik permainan bolavoli. Penyederhanaan dilakukan dengan melakukan penyesuaian ukuran lapangan dan peralatan dengan ukuran fisik anak-anak.

Penyederhanaan juga dapat dilakukan dengan memodifikasi peraturan. Dengan

(32)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

13

demikian, esensi pembinaan olahraga dini dapat dilakukan dengan cara melakukan modifikasi kharakteristik permainan bolavoli dengan adaptasi perkembangan anak. Dalam hukum kesiapan belajar (law of readiness) telah amat jelas ditekankan bahwa : ”Belajar (termasuk berlatih di dalamnya), akan berlangsung sangat efektif jika siswa/seseorang telah SIAP untuk memberikan respon ”. Kesiapan yang dimaksudkan adalah kesiapan untuk adaptasi dengan stimulus, termasuk juga kesiapan dari sisi kematangan secara fisik–biologis- antropometrik anak. Secara mental, anak-anak sebenrnya tidak ada hambatan, karena bolavoli merupakan olahraga permainan yang sangat sesuai dengan dunia anak, yaitu dunia untuk bermain dan bermain.

Aplikasi dalam pemberian sebentuk permainan olahraga menurut hukum belajar tersebut, dilakukan dengan cara memodifikasi permainan, bukan menunggu agar anak tumbuh berkembang menjadi besar baru boleh melakukan permainan bolavoli. Materi mata pelajaran pendidikan jasmani SD meliputi hal- hal sebagai berikut:

a. Permainan dan olahraga yang meliputi olahraga tradisional, permainan eksplorasi gerak, permainan lokomotor dan manipulatife , atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, beladiri, dan aktivitas lainnya.

b. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan postur tubuh serta aktivitas lainnya.

c. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya.

d. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic, serta aktivitas lainnya.

e. Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, ketrampilan bergerak di air, dan renang, serta aktivitas lainnya.

f. Pendidikan luar kelas meliputi: piknik/ karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung.

(33)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

14

4. Media Pembelajaran

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru atau fasilitatir dalam setiap kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu guru atau fasilitator perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar.

Pada kenyataannya media pembelajaran masih sering terabaiakan dengan berbagai alasan, antara lain: terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedianya biaya, dan lain-lain.

Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap guru atau fasilotator telah mempunyai pengetahuan dan ketrampilan mengenai media pembelajaran. (0leh:

Ardiani Mustikasari, S.Si, M.Pd http://edu-articles.com/mengenal-media- pembelajaran/)

a. Arti Media Pembelajaran

Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Pengertian umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan . Sedangkan Gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar.

b. Manfaat media Pembelajaran

Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien. Sedangkan secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah:

1. Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan.

2. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik 3. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.

4. Efisiensi dalam waktu dan tenaga

(34)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

15

5. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa

6. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja

7. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar

8. Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif

9. Media bantu ban sepeda bekas dan gawang pralon memungkinkan proses pembelajaran lompat jauh dapat lebih meningkat dan siswa tanpa ada rasa takut dan enggan, sehingga akan terangsang untuk lebih aktif dan giat dalam melakukan belajar lompat jauh.

5. Modifikasi Alat Pembelajaran a. Pengertian Modifikasi

Minimnya fasilitas dan perlengkapan pendidikan jasmani yang dimiliki seolah-olah menuntut guru penjas untuk lebih kreatif dalam memperdayakan dan mengoptimalkan penggunaan fasilitas dan perlengkapan yang ada. Sesuai dengan kondisi siswa dan sekolahnya tidak sedikit siswa yang merasa gagal atau tidak menyukai materi pembelajaran yang disampaikan oleh gurunya karena kemampuan guru dalam menyampaiakan meteri yang diberikan, baik dalam penggunaan fasilitas dan perlengkapan yang digunakan, dalam penyajian materi, dalam mengoptimalkan lingkungan pembelajaran maupun dalam mengevakuasi hasil pembelajaran.

Esensi modifikasi adalah menganalisis sekaligus mengembangkan meteri pembelajaran dengan cara meruntunkannya dalam bentuk aktifitas belajar yang potensial sehingga dapat memperlancar siswa dalam belajarnya. Cara ini dimaksudkan untuk menuntun, mengarahkan, dan membelajarkan siswa yang tadinya tidak bisa manjadi bisa, yang tadinya kurang terampil menjadi terampil.

b. Modifikasi tujuan pembelajaran

Aspek analisis modifikasi ini tidak terlepas dari pengetahuan guru tentang:

tujuan, karakteristik materi, kondisi lingkungan, dan evaluasinya. Modifikasi pembelajaran dapat dikaitkan pula dengan tujuan pembelajaran, dari mulai tujuan

(35)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

16

yang paling rendah sampai tujuan yang paling tinggi. Modifikasi tujuan pembelajaran dapat dilakukan dengan cara membagi tujuan pembelajaran kedalam tiga komponen yaitu:

1) Tujuan perluasan

Tujuan perluasan adalah tujuan pembelajaran yang lebih menekankan pada perolehan pengetahuan dan kemampuan melakukan bentuk atau wujud ketrampilan yang dipelajarinya tanpa memperhatikan efisiensi dan efektifitas.

2) Tujuan penghalusan

Tujuan penghalusan adalah tujuan pembelajaran yang lebih menekankan pada perolehan pengetahuan dan kemampuan melakukan gerak secara efisien.

3) Tujuan penerapan

Tujuan penerapan adalah tujuan pembelajaran yang lebih menekankan pada perolehan pengetahuan dan kemampuan tentang peningkatan berhasil tidaknya gerakan yang dilakukan melalui kriteria tertentu sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.

Aspek lain yang perlu diperhatikan guru adalah, siswa tidak harus terburu- buru mendapatkan aktivitas belajar yang jauh di atas kemampuannya, sehingga menyebabkan siswa jadi jenuh atau frustasi.

6. Alat Bantu Pembelajaran a. Pengertian Alat Bantu Pembelajaran

Alat bantu merupakan alat-alat yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan meteri pembelajaran. Alat bantu sering disebut alat peraga karena berfungsi untuk membantu dan mempraktikan sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran. Manfaat alat bantu pembelajaran menurut Soekidjo (2003) yang dikutip Agus Kristiyanto secara terperinci manfaat alat peraga antara lain sebagai berikut:

1) Menimbulkan minat sasaran pendidikan 2) Mancapai sasaran yang lebih banyak 3) Membantu mengatasi hambatan bahasa

(36)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

17

4) Marangsang sasaran pendidikan untuk melaksanakan pesan-pesan kesehatan

5) Membantu sasaran pendidikan untuk belajar lebih banyak dan cepat

6) Membantu sasaran pendidikan untuk meneruskan pesan-pesan yang diterima kepada orang lain

7) Mempermudah penyampaian bahan pendidikan/ informasi oleh para pendidik pelaku pendidikan

8) Mempermudah penerimaan informasi oleh sasaran pendidikan b. Syarat alat bantu yang baik

sesuatu alat pembelajaran dikatakan baik, apabila mempunyai tujuan pendidikan untuk mengubah pengetahuan, pengertian, pendapat, dan konsep- konsep, mengubah sikap dan persepsi, menanamkan tingkah laku/kebiasaan yang baru. Selain itu alat bantu harus efisien dalam penggunaannya, dalam waktu singkat dapat mencakup isi yang luas dan tempat yang diperlukan tidak terlalu luas. Penempatan alat bantu perlu diperhatikan ketepatannya agar dapat diamati dengan baik oleh siswa.

7. Hasil Belajar Penjaskes

Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar.

Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan megadakan penilaian tes hasil belajar. Penilaian diadakan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.

(37)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

18

B. Kerangka Berfikir

Berdasarkan masalah dan landasan teori diatas dapat dikemukakan kerangka berfikir bahwa:

Rendahnya minat dan hasil belajar bola voli, menuntut guru harus lebih kreatif. Untuk meningkatkan hasil belajar bola voli, harus ditumbuhkan minat siswa terhadap pembelajaran lompat jauh. Menumbuhkan minat siswa terhadap bola voli sangat tergantung dengan pendekatan dan metode serta kreativitas guru dalam pembelajaran. Pendekatan taktis dapat digunakan sebagai bentukkegiatan siswa dalam upaya menjaga dan sekaligus meningkatkan minat belajar siswa.

Penelitian dan pendekatan lain menunjukkan bahwa melalui pendekatan taktis guru dan siswa termotivasi untuk belajar ketrampilan bermain secara lebih baik.

Keistimewaan lain dari pendekatan taktis adalah pembelajaran yang alamiah, yang meminimalkan proses pembelajaran ynag kurang sesuai dengan tahap-tahap perkembangan siswa.

Kondisi awal Guru kurang kreatif dan inofatif dalam proses pembelajaran

a. Siswa kurang tertarik dan cepat bosan dengan pelajaran penjas.

b. Minat belajar siswa rendah c. Dan yang paling utama

minat belajar bermain lompat jauh sangat rendah

tindakan

Menerapkan model pembelajaran dengan pendekatan taktis dan

modifikasi alat bantu

Siklus I: meningkatkan minat belajar bola voli melalui pendekatan taktis dengan alat bantu bola dari plastik

Kondisi akhir

Minat belajar siswa lebih bersemangat sehingga hasil belajar siswa meningkat serta partisipasi siswa dalam ,mengikuti pembelajaran meningkat

Siklus I: meningkatkan minat belajar bola voli melalui pendekatan taktis dengan alat bantu bola dari plastic dan ditingkst ke bola standar

(38)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

19

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus, tiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan. Penelitian tindakan kelas ini mengikuti tahap perencanaan, tahap tindakan atau tahap pelaksanaan, tahap observasi/ pengamatan, dan tahap refleksi.

1. Tempat penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Padas II kecamatan Tanon kabupaten Sragen.

2. Waktu Penelitian

Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dari tanggal 24 April s/d 24 Juni 2012 pukul 08.00 samapi pukul 13.00 WIB.

Tabel 1. Rincian kegiatan, waktu dan pelaksanaan penelitian

No. Rancangan Kegiatan

Waktu (Bulan) April

2012

Mei 2012

Juni 2012

Juli 2012

1. Persiapan 

a. Observasi 

b. Identifikasi Masalah 

c. Penentuan Tindakan 

d. Pengajuan Judul 

e. Penyusunan Proposal 

f. Pengajuan Ijin Penelitian 

2. Pelaksanaan 

a. Seminar Proposal 

b. Pengumpulan data penalitian atau

pelaksanaan tindakan 

3. Penyusunan Laporan 

19

(39)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

20

a. Penulisan Laporan 

b. Ujian Laporan 

B. Subyek penelitian

Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Padas II kecamatana Tanon kabupaten Sragen tahun pelajaran 2011/2012.

C. Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut:

1. Siswa

Untuk mendapatkan data tentang hasil hasil belajar pasing bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas IV SD Negeri Padas II kecamatan Tanon Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2011/2012.

2. Guru

Sebagai kolaborator, untuk melihat tingkat keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran dan keberhasilan kemampuan hasil belajar pasing bawah dalam permainan bola voli

D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data penelitian ini diantaranya melalui; tes praktik, observasi lapangan. Teknik pengumpulan data dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini terdiri dari :

1. Tes, dipergunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar memukul bola dalam permainan kipers yang dilakukan oleh siswa.

2. Observasi, adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian. Observasi dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang keaktifan siswa dan hasil belajar selama kegiatan pembelajaran berlangsung dengan alat bantu alat pukul yang telah dimodifikasi.

3. Wawancara, adalah metode pengambilan data dengan cara menayakan sesuatu kepada seseorang yang menjadi informan atau responden.

(40)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

21

Wawancara dipergunakan sebagai teknik untuk menilai kepuasan siswa terhadap pembelajaran dengan penerapan media bantu yang dimodifikasi.

Sedangkan alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Teknik Pengumpulan Data Penelitian No Sumber

Data Jenis Data Teknik

Pengumpulan Instrumen 1 Siswa

kelas IV

Hasil ketrampilan melakukan

passing bawah

Tes praktk penampilan passing bawah

Tes ketrampilan passing bawah secara individu melewati batas atau net

2 Siswa kelas IV

Kemampuan bermain bola voli

Observasi praktik dan unjuk kerja

Melalui lembar observasi

E. Analisis Data

Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari pelaksanaan siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam pembelajaran permainan bola voli. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskriptif, gambaran atau lukisan secar sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

Jenis penelitian deskriptif salah satunya adalah Action Research.. Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data tidak dipandu oleh teori, tetapi dipandu oleh fakta-fakta yang ditentukan pada saat penelitian dilapangan. Analisis kualitatif bertujuan untuk melakukan penafsiran terhadap fenomena sosial.

Menyajikan data atau narasi data secara sederhana dalam bentuk kata-kata, dapat dilakukan dengan membentuk tabel, grafik dan sejenisnya. Melalui penyajian data tersebut, maka data akan terorganisir dan tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah dipahami. Dalam tahap pengumpulandata sebelumnya, peneliti sudah membuat simpulan-simpulan sementara. Pada tahap ini peneliti

(41)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

22

mengecek hasil simpulan-simpulan tersebut untuk dijadikan sebuah kesimpulan pasti dari hasil penelitianya.

Untuk uji validitas data ini dilakukan dengan triangulasi data antar guru penjasorkes dengan guru penjasorkes kolaborator. Uji validitas data ini dipergunakan untuk menguji kebenaran data yang diperoleh.

F. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian adalah langkah-langkah yang harus dilalui oleh guru dalam menerapkan metode yang akan digunakan dalam penelitian. Langkah selanjutnya menentukan banyaknya tindakan yang akan dilakukan dalam setiap siklus. Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilaksanakan tindakan yang berlangsung secara terus meneruspada subyek penelitian.

Langkah-langkah Penelitian Tindakan kelas secara prosedural dilaksanakan secara pertisipatif atau kolaboratif antara guru dengan guru kolaborator bekerjasama mulai dari tahap orientasi hingga penyusunan rencana tindakan dalam siklus pertama, diskusi yang bersifat analitik kemudian dilanjutkan refleksi evaluatif atas kegiatan yang dilakukan pada siklus pertama, untuk kemudian mempersiapkan rencana modifikasi, koreksi atau pembetulan dan penyempurnaan pada siklus berikutnya.

1. Persiapan penelitian

Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah mengobservasi sekolah atau kelas yang akan dijadikan sebagai tempat penelitian tindakan kelas. Meninjau sejauh mana pembelajaran bola voli diterapkan pada sekolah tersebut.

a. Seleksi informasi

1) Menentukan subyek penelitian

2) Menyiapkan instrumen penelitian serta evaluasi

3) Menetapkan indikator ketercapaian ketuntasan hasil belajar siswa dengan KKM 70 sebesar 60% dari keseluruhan jumlah siswa.

b. Pengumpulan data

Pada tahap penelitian ini peneliti mengumpulkan data tentang : 1) Hasil belajar bola voli.

(42)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

23

2) Kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran.

3) Ketepatan rencana pelaksanaan pembelajaran.

4) Alat bantu pembelajaran 5) Pelaksanaan pembelajaran 6) Semangat dan keaktifan siswa 2. Rencana tindakan

Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik dari hasil belajar peserta didik pada materi bola voli serta menunjang meningkatnya kinerja dan profesionalisnya guru.

a. Siklus

Jumlah siklus dalam penelitian ini adalah 2 siklus. Dengan harapan data yang dihasilkan pada ke-2 siklus memiliki relevansi. Setiap siklus dilaksanakan pada satu materi dengan alokasi waktu yang telah ditentukan. Materi yang disajikan dalam setiap siklus adalah:

1) Permainan bola voli dengan alat bantu bola dari plastik

2) Permainan bola voli dengan alat bantu bola dari plastik, dan net dari rafia b. perencanaan

Perencanaan penelitian meliputi:

1) merencanaan tindakan, yaitu pembelajaran bola voli dengan pendekatan taktis.

2) Merencanakan observasi

3) Merencanakan refleksi, analisis, dan kesimpulan c. pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan, peneliti melaksanakan pembelajaran bola voli dangan pendekatan taktis. Dengan tujuan untuk dapat menumbuhkan minat belajar siswa pada pelajaran bola voli dan membuat pembelajaran penjas tidak lagi terkesan membosankan. Pelaksanaan pembelajaran dimulai dengan:

1) kegiatan pembukaan yang meliputi apersepsi, motivasi dan penyampaian tujuan

(43)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

24

2) kegiatan inti yang meliputi penyampaian informasi, praktek bermain bola voli dengan pendekatan taktis, proses bimbingan, pemberian penguatan dan penghargaan

3) kegiatan penutup yang meliputi penyimpulan materi dan pemberian tugas d. observasi

Dengan menggunakan pedoman observasi yang telah direncanakan, observer melakukan pengamatan:

1) apakah rencana yang telah ditetapkan dilaksanakan atau tidak

2) jika dilaksanakan, apakah palaksanaannya sesuai dengan rencana yang dibuat

3) jika sesuai, apakah pelaksanaannya itu berdampak pada peserta didik e. refleksi

Data yang diperoleh dari hasil observasi dilakukan analisis dan dilakukan refleksi sebagai bahan penyususnan rencana tindakan pada siklus berikutnya. Pada tahap refleksi ada beberapa kriteria yang dijadikan sebagai rambu-rambu keberhasilan, misalkan: apakah palaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan rencana, apakah terjadi peningkatan minat dan hasil belajar siswa.

G. Kriteria Keberhasilan

Untuk mengetaui adanya peningkatan hsil belajar passing bawah dalam permainan bola voli siswa digunakan indikator seperti tabel :

Tabel 3. kriteria keberhasilan ketrampilan passing bawah dan kemampuan bermain bola voli

Indikator Pencapaian

Cara mengukur Siklus 1 Siklus 2

1. Ketrampilan siswa

melakukan passing bawah

Nilai rata-rata untuk

ketrampilan melakukan passing bawah

Nilai rata-rata untuk

ketrampilan melakukan passing bawah

Diukur dari nilai rata-rata ketrampilan siswa melakukan passing bawah dari 18 siswa yang hadir

(44)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

25

mencapai 70 mencapai 70 mengikuti

pembelajaran bola voli

2. Ketuntasan hasil belajar passing bawah.

Minimal 60%

siswa telah mencapai batas Kriteria

Ketuntasan Minimal (KKM)

Minimal 60%

siswa telah mencapai batas Kriteria

Ketuntasan Minimal (KKM)

Dihitung dari jumlah siswa yang telah mencapai batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) melakukan passing bawah, yaitu 70

(45)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

26

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Pra Siklus

Sebelum melaksanakan proses penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan kegiatan survei awal untuk mengetahui keadaan nyata yang ada di lapangan. Hasil dari kegiatan survey awal tersebut sebagai berikut:

1. Siswa kelas V SD Negeri Padas 2 Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2011/ 2012 berjumlah 18 siswa terdiri dari 10 putra dan 8 putri.

Dilihat dari proses pembelajaran pasing bawah dalam permainan bola voli, dapat dikatakan proses pembelajaran dalam kategori kurang berhasil.

2. Dalam membelajarkan pendidikan jasmani di sekolah-sekolah pada umumnya didasarkan pada keterampilan yang sebenarnya tanpa memodifikasi atau menggunakan alat bantu pembelajaran.

3. Siswa mengalami kendala atau kesulitan dalam mengikuti pembelajaran pasing bawah dalam permainan bolavoli yang sebenarnya.

4. Penyampaian materi masih monoton, tidak menarik, membosankan dan melelahkan

5. Siswa mengeluh capek dan malas mengikuti pembelajaran

6. Siswa kurang memiliki perhatian dan motivasi dalam pembelajaran pasing bawah dalam permainan bolavoli, sebab guru tidak menerapkan model pembelajaran dan atau alat bantu pembelajaran yang tepat dalam materi pasing bawah dalam permainan bolavoli

7. Partisipasi siswa dalam pembelajaran pasing bawah dalam permainan bolavoli masih rendah, masih banyak siswa yang nilainya masih dibawah nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Sebelum melakukan pelaksanaan tindakan maka peneliti dan guru melakukan pengambilan data awal penelitian. Ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi awal keadaan kelas pada materi pasing bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas IV SD Negeri Padas 2 Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2011/2012. Adapun diskripsi data yang diambil adalah hasil

26

(46)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

27

belajar pasing bawah dalam permainan bola voli siswa kelas IV SD Negeri Padas 2 Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2011/2012.

Kondisi awal hasil belajar pasing bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas IV SD Negeri Padas 2 Kecamatan Tanon Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2011/2012 sebelum diberikan modifikasi alat bantu pembelajaran disajikan dalam bentuk tabel dan grafik sebagai berikut:

Hasil evaluasi sebelum perbaikan pembelajaran

Tabel 4. Data awal hasil belajar bola voli passing bawah siswa kelas IV

No Nilai Jumlah Siswa

Jumlah

L P

1 60-69 9 8 17

2 70-79 1 0 1

3 80-89 0 0 0

4 90-100 0 0 0

Jumlah 10 8 18

Presentasi Ketuntasan 10% 0% 6%

0 5 10 15 20

60-69 70-79 80-89 90-100

Presentase Ketuntasan

Grafik 1. Data awal pra siklus

Data awal hasil belajar bermain bola voli passing bawah pra siklus, hasil sebelum perbaikan menunjukkan banyaknya siswa yang belum berminat dan mengerti pelajaran bola voli karena:

a. Takut tanganya sakit karena menggunakan bola standar

(47)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

28

b. Bola tidak dapat melewati net karena menggunakan net standar c. Lingkungan kurang mendukung

Dari tabeldiatas dapat dilihat data awal sebelum perbaikan (pra siklus) hasil belajar siswa bermain bola voli passing bawah adalah sebagai berikut:

a. Anak yang memperoleh nilai dalam rentang nilai 60-69 ada 17 anak b. Anak yang memperoleh nilai dalam rentang nilai 70-79 ada 1 anak c. Anak yang memperoleh nilai dalam rentang nilai 80-89 tidak ada d. Anak yang memperoleh nilai dalam rentang nilai 90-100 tidak ada

B. SIKLUS I a. Siklus 1 pertemuan 1

1. Perencanaan

Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini, hasil perencanaan berupa observasi sekolah atau kelas yang akan dijadikan sebagai tempat penelitian tindakan kelas, meninjau sejauh mana pembelajaran bola voli diterapkan pada sekolah tersebut, merancang pembelajaran bola voli passing bawah melalui pendekatan taktis, membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, menyiapkan alat pelajaran, menyusun lembar observasi, merancang tes/penilaian dan mengevaluasi hasil penilaian yang dapat menunjang proses pembelajaran secara sistematis artinya susunan program atau struktur dapat diketahui dengan tersedianya ruang lingkup atau rincian materi dan analisis materi yang telah disusun untuk dikembangkan oleh guru.

Dalam hal ini peneliti dalam melaksanakan pembelajaran bola voli passing bawah menggunakan pendekatan taktis dengan harapan belajar siswa dapat meningkat sehingga hasil belajarpun dapat meningkat sesuai batas minimal yang telah ditentukan yaitu KKM 70 dengan ketuntasan belajar minimal 60%.

2. Hasil Pelaksanaan a. Siklus 1 Pertemuan 1

Hasil evaluasi perbaikian pembelajaran siklus 1 pertemuan 1 Tabel 5. Data nilai hasil pembelajaran bola voli passing bawah kelas IV

(48)

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

29

No Nilai Jumlah Siswa

Jumlah

L P

1 60-69 8 7 15

2 70-79 1 1 2

3 80-89 1 0 1

4 90-100 0 0 0

Jumlah 10 8 18

Presentasi Ketuntasan 20% 12,5% 17%

0 2 4 6 8 10 12 14 16

60-69 70-79 80-89 90-100

Presentase Ketuntasan

Grafik 2. Data perkembangan hasil belajar bola voli pasing bawah kelas IV

Dari tabel diatas dapat dilihat data hasil belajar siswa pada pembelajaran bola voli passing bawah pada perbaikan pembelajaran siklus 1 pertemuan 1 adalah sebagai berikut:

a. Anak yang memperoleh nilai dalam rentang nilai 60-69 ada 15 anak b. Anak yang memperoleh nilai dalam rentang nilai 70-79 ada 2 anak c. Anak yang memperoleh nilai dalam rentang nilai 80-89 ada 1 anak d. Anak yang memperoleh nilai dalam rentang nilai 90-100 tidak ada 3. Hasil Pengamatan

a. Hasil observasi kegiatan siswa pada perbaikan pembelajaran siklus 1 pertemuan 1

No Aktivitas Siswa Kurang Sedang Baik

1 Perhatian siswa terhadap materi 

Gambar

Gambar 2.1. Pasing Bawah....................................................................
Grafik  1.   Data Awal Pra Siklus........................................................
Gambar 2.1. Pasing Bawah
Gambar 2.2. Mengambil Bola Dengan Pasing bawah  Cara mengambil bola dengan passing bawah:
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh langsung positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMA Negeri Kota Medan sebesar 0,249 atau 25%; dan (2) Hubungan kepemimpinan

Beberapa diantaranya adalah pilihan pengumpulan tugas online text dan file submission, pengumpulan tugas secara grup maupun individual, fitur blind marking untuk penilaian

dan Anggota Badan Pengawas Pemilu, Panitia Pengawas Pemilu Provinsi, atau Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota dapat dicalonkan oleh partai politik atau gabungan partai

Teradu I s.d Teradu VII memerintahkan kepada Teradu VIII s.d Teradu XI untuk membatalkan Keputusan KPU Provinsi Kalimantan Barat Nomor 48/PL.01.9-Kpt/61/Prov/IX/2019

maka mereka akan lebih bisa menontrol dirinaya sendiri, sehingga mereka dapat meningkat hasil belajar mereka. Sedangkan seseorang yang memiliki minat belajar

Pihak bank melakukan analisis atas permohonan tertulis dari debitur (kontraktor) yang telah dibuat dalam bentuk proposal permohonan bank garansi tender. Adapun

Cara lain analisis daerah yang dekat dengan siklus daerah adalah Pengganda Tenaga Kerja Daerah (REM = Regional Employment Multiplier)..

Sebagaimana dalam kajian filologi bahwa prosedur standar katalogisasi dengan adanya nomor registrasi di atas menjelaskan bahwa simbol TS adalah kepanjangan dari nama desa