• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

2. Sesudah Go Public

Sesudah melakukan beberapa langkah operasional, maka output SPSS yang dihasilkan dari uji Kolmogorov – Smirnov dapat dilihat pada tabel berikut ini:

2.1 Bank Negara Indonesia (BNI)

Tabel IV.2.1

Bank Negara Indonesia (BNI)

One – Sample Kolmogorov – Smirnov Test

Sesudah Go Public (2006 - 2009)

CAR ROEA NIM ROA BOPO WCTA LDR

N

Normal Paramet ers M ean

Std. Deviation

M ost Ext rem e Absolute

Differences Positive 4 15.4025 2.13832 .213 .213 4 27.4767 1.74024 .277 .203 4 4.7275 4.84060 .358 .358 4 2.0150 1.70869 .244 .244 4 68.3350 4.54001 .391 .254 4 93.8850 1.21876 .253 .178 4 51.8750 2.94764 .419 .419

Negative

Kolmogorov–Smirnov Z

Asymp. Sig (2-tailed)

-.164 .426 .993 -.277 .479 .976 -.221 .716 .684 -.162 .488 .971 -.391 .782 .573 -.253 .507 .959 -.286 .839 .483

Dari hasil tabel IV.2.1 di atas, dengan level of significance(α) 5%, output SPSS Kolmogorov – Smirnov menunjukkan bahwa data variabel CAR, ROEA, NIM, ROA, BOPO, WCTA, dan LDR BNI sesudah go public memiliki nilai Asymp. Sig (2-tailed lebih besar dari 0.025 (karena 2-tailed). Hal ini berarti hipotesa H0 diterima dan Ha ditolak. Oleh karena itu, data berasal dari populasi yang terdistribusi normal. Karena data terdistribusi secara normal, maka digunakan uji Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) dalam penelitian selanjutnya yang bertujuan untuk membantu dalam membedakan kinerja keuangan BNI Sesudah go public berdasarkan rasio CAMEL.

2.2 Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Tabel IV.2.2

Bank Rakyat Indonesia (BRI)

One – Sample Kolmogorov – Smirnov Test

Sesudah Go Public (2006 - 2009)

CAR ROEA NIM ROA BOPO WCTA LDR

N

Normal Paramet ers M ean

Std. Deviation

M ost Extrem e Absolute

Differences Positive

Negative

Kolmogorov–Smirnov Z

Asymp. Sig (2-tailed)

4 21.0906 3.33105 .151 .139 -.151 .426 .993 4 3.22275 1.93818 .171 .171 -.111 .484 .973 4 6.96225 3.79456 .267 .267 -.206 .756 .617 4 2.74132 1.70889 .166 .166 -.101 .470 .980 4 72.9921 7.78064 .232 .129 -.232 .656 .783 4 35.3200 9.31559 .129 .129 -.115 .365 .999 4 46.7127 11.22893 .193 .171 -.143 .545 .928

Dari hasil tabel IV.2.2 di atas, dengan level of significance (α) 5%, output SPSS Kolmogorov – Smirnov menunjukkan bahwa data variabel CAR, ROEA, NIM, ROA, BOPO, WCTA, dan LDR BRI sesudah go public memiliki nilai Asymp. Sig (2-tailed lebih besar dari 0.025 (karena 2-tailed). Hal ini berarti hipotesa H0 diterima dan Ha ditolak. Oleh karena itu, data berasal dari populasi yang terdistribusi normal. Karena data terdistribusi secara normal, maka digunakan uji Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) dalam penelitian selanjutnya yang bertujuan untuk membantu dalam membedakan kinerja keuangan BRI Sesudah go public berdasarkan rasio CAMEL.

2.3 Bank Tabungan Negara (BTN)

Tabel IV.2.3

Bank Tabungan Negara (BTN)

One – Sample Kolmogorov – Smirnov Test

Sesudah Go Public (2006 - 2009)

CAR ROEA NIM ROA BOPO WCTA LDR

N

Normal Paramet ers M ean

Std. Deviation

M ost Extrem e Absolute

Differences Posit ive

Negative

Kolmogorov–Smirnov Z

Asymp. Sig (2-tailed)

4 21.0550 1.55279 .363 .363 -.267 .726 .668 4 24.7825 8.95289 .291 .291 -.267 .583 .886 4 13.0075 1.86471 .410 .410 -.285 .820 .512 4 2.2425 2.12145 .358 .358 -.248 .716 .684 4 68.8600 4.48322 .400 .284 -.400 .800 .543 4 43.0650 2.75069 .395 .395 -.282 .791 .559 4 55.0150 1.95521 .184 .184 -.175 .368 .999

Dari hasil tabel IV.2.3 di atas, dengan level of significance (α) 5%, output SPSS Kolmogorov – Smirnov menunjukkan bahwa data variabel CAR, ROEA, NIM, ROA, BOPO, WCTA, dan LDR BTN sesudah go public memiliki nilai Asymp. Sig (2-tailed lebih besar dari 0.025 (karena 2-tailed). Hal ini berarti hipotesa H0 diterima dan Ha ditolak. Oleh karena itu, data berasal dari populasi yang terdistribusi normal. Karena data terdistribusi secara normal, maka digunakan uji Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) dalam penelitian selanjutnya yang bertujuan untuk membantu dalam membedakan kinerja keuangan BTN Sesudah go public berdasarkan rasio CAMEL.

2.4 Bank Mandiri

Tabel IV.2.4 Bank Mandiri

One – Sample Kolmogorov – Smirnov Test

Sesudah Go Public (2006 - 2009)

CAR ROEA NIM ROA BOPO WCTA LDR

N

Normal Paramet ers M ean

Std. Deviation

M ost Extreme Absolute

Differences Positive

Negat ive

Kolmogorov–Smirnov Z

Asymp. Sig (2-tailed)

4 25.42750 6.152093 .214 .214 -.143 .604 .858 4 5.72312 11.66374 .445 .445 -.328 1.259 .084 4 -2.34913 11.20421 .474 .316 .474 1.341 .055 4 1.72550 5.252692 .445 .288 -.445 1.258 .084 4 107.0462 67.81964 .457 .457 .306 1.292 .071 4 54.46175 13.391370 .204 .204 -.152 .572 .893 4 27.12700 11.87893 .202 .157 -.202 .571 .901

Dari hasil tabel IV.2.4 di atas, dengan level of significance (α) 5%, output SPSS Kolmogorov – Smirnov menunjukkan bahwa data variabel CAR, ROEA, NIM, ROA, BOPO, WCTA, dan LDR Bank Mandiri sesudah go public memiliki nilai Asymp. Sig (2-tailed lebih besar dari 0.025 (karena 2-tailed). Hal ini berarti hipotesa H0 diterima dan Ha ditolak. Oleh karena itu, data berasal dari populasi yang terdistribusi normal. Karena data terdistribusi secara normal, maka digunakan uji Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) dalam penelitian selanjutnya yang bertujuan untuk membantu dalam membedakan kinerja keuangan Bank Mandiri Sesudah go public berdasarkan rasio CAMEL.

F.Pengujian Hipotesa

Sesudah mengetahui bahwa data telah terdistribusi normal, maka langkah selanjutnya yang dilakukan adalah pengujian hipotesa dengan menggunakan uji Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah go public pada BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri berdasarkan rasio CAMEL. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Capital (Permodalan)

Hipotesa 1 yaitu uji perbedaan antara kinerja rasio CAR BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

H0: µ1= µ2= µ3= µ4 yaitu tidak terdapat perbedaan antara kinerja rasio CAR BNI, BRI, BTN dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

H1: µ1, µ2, µ3, µ4≠ yaitu terdapat perbedaan antara kinerja rasio CAR BNI, BRI, BTN dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

Berdasarkan hasil hipotesa diatas, keputusan yang dapat diambil untuk menerima atau menolak H0 dilihat dari P-Value (yang disingkat dengan Sig.) yaitu jika probabilitas lebih besar dari Level of significance (α) 5% maka H0

diterima dan H1 ditolak dan sebaliknya jika probabilitas lebih kecil dari Level of significance (α) 5% maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berikut adalah hasil olahan

data SPSS dengan menggunakan uji Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) nilai CAR BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public:

Test of Homogeneity of Variances

Levene

Statistic df1 df2 Sig.

Sebelum 3.892 3 12 .037

Sesudah 3.897 3 12 .037

Dari output Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) di atas, SPSS juga melakukan uji hipotesa Levene’s Test untuk mengetahui apakah asumsi keempat varians sama besar terpenuhi atau tidak terpenuhi dengan hipotesa : H0: α12= α22 = α32 = α42 terhadap H1: α12, α22, α32, α42≠ dimana α12 adalah varians CAR BNI sebelum dan sesudah go public, α22 adalah varians CAR BRI sebelum dan sesudah go public, α32 adalah varians CAR BTN sebelum dan sesudah go public , dan α42 adalah varians CAR Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public. Dari hasil Levene’s Test di atas didapat P-Value = 0.037 untuk sebelum dan sesudah go publicyang lebih besar dari α = 5% sehingga H0 : α12 = α22 = α32= α42 tidak dapat ditolak. Dengan kata lain, asumsi keempat variance sama besar (Equal Variances assumed).

ANOVA

Sum of

Squares Df M ean Square F Sig.

Within Groups 57.891 12 4.824

Total 276.534 15

Sesudah Betw een Groups 218.672 3 72.891 15.113 .000

Within Groups 57.878 12 4.823

Total 276.550 15

Untuk menguji hipotesa pertama dengan asumsi keempat variance sama besar, maka memberikan nilai F = 15.107 untuk sebelum go public dan nilai F = 15.113 untuk sesudah go public dengan derajat kebebasan = K - 1 = 3 – 1 = 12 dan n – k = 15 untuk sebelum dan sesudah go public dan P-Value = 0.000 untuk sebelum dan sesudah go public. Karena P-Value sebelum dan sesudah go public lebih kecil dari α = 5% maka H0: α12= α22 = α32= α42 dapat ditolak dan H1 : α12, α22, α32, α42 ≠ diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kinerja rasio CAR BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public.

2. ROEA (Asset)

Hipotesa 2 yaitu uji perbedaan antara kinerja rasio ROEA BNI,

BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

H0: µ1= µ2= µ3= µ4 yaitu tidak terdapat perbedaan antara kinerja rasio

ROEA BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

H1: µ1, µ2, µ3,µ4, ≠ yaitu terdapat perbedaan antara kinerja rasio ROEA

BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

Berdasarkan hasil hipotesa diatas, keputusan yang dapat diambil untuk menerima atau menolak H0 dilihat dari P-Value (yang disingkat dengan Sig.) yaitu jika probabilitas lebih besar dari Level of significance (α) 5% maka H0

diterima dan H1 ditolak dan sebaliknya jika probabilitas lebih kecil dari Level of significance (α) 5% maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berikut adalah hasil olahan data SPSS dengan menggunakan uji Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) nilai ROEA BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public :

Test of Homogeneity of Variances

Levene

Statistic df1 df2 Sig.

Sebelum 10.398 3 12 .001

Dari output Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) di atas, SPSS juga melakukan uji hipotesa Levene’s Test untuk mengetahui apakah asumsi keempat varians sama besar terpenuhi atau tidak terpenuhi dengan hipotesa : H0: α12= α22 = α32 = α42 terhadap H1: α12, α22, α32, α42≠dimana α12 adalah varians ROEA BNI sebelum dan sesudah go public, α22 adalah varians ROEA BRI sebelum dan sesudah go public, α32 adalah varians ROEA BTN sebelum dan sesudah go public, dan α42 adalah varians ROEA Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public. Dari hasil Levene’s Test di atas didapat P-Value = 0.001 untuk sebelum dan sesudah go public yang lebih kecil dari α = 5% sehingga H0 : α12 = α22= α32 = α42 dapat ditolak. Dengan kata lain, asumsi keempat variance tidak sama besar (Equal Variances assumed).

ANOVA

Sum of

Squares df M ean Square F Sig.

Sebelum Betw een Groups 2394.278 3 798.093 8.805 .002

Within Groups 1087.673 12 90.639

Total 3481.951 15

Sesudah Betw een Groups 2420.632 3 806.877 8.885 .002

Within Groups 1089.733 12 90.811

Total 3510.365 15

Untuk menguji hipotesa pertama dengan asumsi keempat variance sama besar, maka memberikan nilai F = 8.805 untuk sebelum go public dan nilai F = 8.885 untuk sesudah go public dengan derajat kebebasan = K - 1 = 3 – 1 = 12 dan n – k = 15 untuk sebelum dan sesudah go public dan P-Value = 0.002 untuk

sebelum dan sesudah go public. Karena P-Value sebelum dan sesudah go public lebih kecil dari α = 5% maka H0: α12= α22= α32= α42 dapat ditolak dan H1: α12, α22, α32, α42 ≠ diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kinerja rasio ROEA BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public.

3. NIM (Manajemen)

Hipotesa 3 yaitu uji perbedaan antara kinerja rasio NIM BNI,

BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

H0 : µ1 = µ2 = µ3 = µ4 yaitu tidak terdapat perbedaan antara kinerja rasio

NIM BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

H1 : µ1, µ2, µ3, µ4 ≠ yaitu terdapat perbedaan antara kinerja rasio NIM

BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

Berdasarkan hasil hipotesa diatas, keputusan yang dapat diambil untuk menerima atau menolak H0 dilihat dari P-Value (yang disingkat dengan Sig.) yaitu jika probabilitas lebih besar dari Level of significance (α) 5% maka H0

diterima dan H1 ditolak dan sebaliknya jika probabilitas lebih kecil dari Level of significance(α) 5% maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berikut adalah hasil olahan

data SPSS dengan menggunakan uji Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) nilai NIM BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public:

Test of Homogeneity of Variances

Levene

Statistic df1 df2 Sig.

Sebelum 2.498 3 12 .109

Sesudah 1.940 3 12 .177

Dari output Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) di atas, SPSS juga melakukan uji hipotesa Levene’s Test untuk mengetahui apakah asumsi keempat varians sama besar terpenuhi atau tidak terpenuhi dengan hipotesa : H0: α12= α22

= α32 = α42 terhadap H1: α12, α22, α32, α42≠ dimana α12 adalah varians NIM BNI sebelum dan sesudah go public, α22 adalah varians NIM BRI sebelum dan sesudah go public, α32 adalah varians NIM BTN sebelum dan sesudah go public, dan α42 adalah varians NIM Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public. Dari hasil Levene’s Test di atas didapat P-Value = 0.109 untuk sebelum go public dan P-Value = 0.177 untuk sesudah go publicyang lebih besar dari α = 5% sehingga H0 : α12 = α22 = α32 = α42 tidak dapat ditolak. Dengan kata lain, asumsi keempat variance sama besar (Equal Variances assumed).

ANOVA

Sum of

Squares df M ean Square F Sig.

Sebelum Betw een Groups 118.594 3 39.531 12.298 .001

Within Groups 38.573 12 3.214

Total 157.166 15

Sesudah Betw een Groups 123.169 3 41.056 11.854 .001

Within Groups 41.562 12 3.464

Total 164.731 15

Untuk menguji hipotesa pertama dengan asumsi keempat variance sama besar, maka memberikan nilai F = 12.298 untuk sebelum go public dan nilai F = 11.854 untuk sesudah go public dengan derajat kebebasan = K - 1 = 3 – 1 = 12 dan n – k = 15 untuk sebelum dan sesudah go public dan P-Value = 0.001 untuk sebelum dan sesudah go public. Karena P-Value sebelum dan sesudah go pubic lebih kecil dari α = 5% maka H0: α12 = α22 = α32 = α42 dapat ditolak dan H1 : α12, α22, α32, α42, ≠ diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kinerja rasio NIM BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public.

4. ROA (Earning)

Hipotesa 4 yaitu uji perbedaan antara kinerja rasio ROA BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

H0: µ1= µ2= µ3= µ4 yaitu tidak terdapat perbedaan antara kinerja rasio ROA BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

H1: µ1, µ2, µ3, µ4 ≠ yaitu terdapat perbedaan antara rasio ROA BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

Berdasarkan hasil hipotesa diatas, keputusan yang dapat diambil untuk menerima atau menolak H0 dilihat dari P-Value (yang disingkat dengan Sig.) yaitu jika probabilitas lebih besar dari Level of significance (α) 5% maka H0

diterima dan H1 ditolak dan sebaliknya jika probabilitas lebih kecil dari Level of significance (α) 5% maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berikut adalah hasil olahan data SPSS dengan menggunakan uji Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) nilai ROA BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public:

Test of Homogeneity of Variances

Levene Statistic df1 df2 Sig.

Sebelum 2.051 3 12 .160

Sesudah 1.304 3 12 .318

Levene Statistic Df1 df2 Sig

Sebelum Sesudah 2.051 1.304 3 3 12 12 .160 .318

Dari output Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) di atas, SPSS juga melakukan uji hipotesa Levene’s Test untuk mengetahui apakah asumsi keempat varians sama besar terpenuhi atau tidak terpenuhi dengan hipotesa : H0: α12= α22

= α32 = α42 terhadap H1: α12, α22, α32, α42≠dimana α12 adalah varians ROA BNI sebelum dan sesudah go public, α22 adalah varians ROA BRI sebelum dan sesudah go public, α32 adalah varians ROA BTN sebelum dan sesudah go public, dan α42 adalah varians ROA Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public. Dari hasil Levene’s Test di atas didapat P-Value = 0.160 untuk sebelum go public dan P-Value = 0.318 untuk sesudah go publicyang lebih besar dari α = 5% sehingga H0: α12= α22= α32 = α42 tidak dapat ditolak. Dengan kata lain, asumsi keempat variance sama besar (Equal Variances assumed).

ANOVA

Sum of

Squares df M ean Square F Sig.

Sebelum Betw een Groups 12.809 3 4.270 5.127 .016

Within Groups 9.993 12 .833

Total 22.802 15

Sesudah Betw een Groups 20.098 3 6.699 6.425 .008

Within Groups 12.512 12 1.043

Untuk menguji hipotesa pertama dengan asumsi keempat variance sama besar, maka memberikan nilai F = 5.127 untuk sebelum go public dan F = 6.425 untuk sesudah go public dengan derajat kebebasan = K - 1 = 3 – 1 = 12 dan n – k = 15 untuk sebelum dan sesudah go public dan P-Value = 0.016 untuk sebelum go public dan P-Value = 0.008 untuk sesudah go public. Karena P-Value sebelum dan sesudah go public lebih besar dari α = 5% maka H0 : α12= α22= α32= α42

tidak dapat ditolak dan H1 : α12, α22, α32, α42 ≠ ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kinerja rasio ROA BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public.

5. BOPO

Hipotesa 5 yaitu uji perbedaan antara kinerja rasio BOPO BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

H0 : µ1 = µ2 = µ3 = µ4 yaitu tidak terdapat perbedaan antara kinerja rasio BOPO BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

H1: µ1, µ2, µ3, µ4≠ yaitu terdapat perbedaan antara kinerja rasio BOPO BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

Berdasarkan hasil hipotesa diatas, keputusan yang dapat diambil untuk menerima atau menolak H0 dilihat dari P-Value (yang disingkat dengan Sig.) yaitu jika probabilitas lebih besar dari Level of significance (α) 5% maka H0

significance(α) 5% maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berikut adalah hasil olahan data SPSS dengan menggunakan uji Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) nilai BOPO BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public :

Test of Homogeneity of Variances

Levene Statistic df1 df2 Sig.

Sebelum .637 3 12 .606

Sesudah .635 3 12 .607

Dari output Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) di atas, SPSS juga melakukan uji hipotesa Levene’s Test untuk mengetahui apakah asumsi keempat varians sama besar terpenuhi atau tidak terpenuhi dengan hipotesa : H0 : α12 = α22

= α32 = α42 terhadap H1 : α12, α22, α32, α42 ≠ dimana α12 adalah varians BOPO BNI sebelum dan sesudah go public, α22 adalah varians BOPO BRI sebelum dan sesudah go public, α32 adalah varians BOPO BTN sebelum dan sesudah go public, dan α42 adalah BOPO Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public. Dari hasil Levene’s Test di atas didapat P-Value = 0.606 untuk sebelum go public dan P-Value = 0.607 untuk sesudah go publicyang lebih besar dari α = 5% sehingga H0: α12= α22= α32= α42 tidak dapat ditolak. Dengan kata lain, asumsi keempat variance sama besar (Equal Variances assumed).

ANOVA

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Sebelum Between Groups 1453.281 3 484.427 13.915 .000

Within Groups 417.761 12 34.813

Total 1871.042 15

Sesudah Between Groups 1453.359 3 484.453 13.912 .000

Within Groups 417.865 12 34.822

Total 1871.224 15

Untuk menguji hipotesa pertama dengan asumsi keempat variance sama besar, maka memberikan nilai F = 13.915 untuk sebelum go public dan F = 13.912 untuk sesudah go public dengan derajat kebebasan = K - 1 = 3 – 1 = 12 dan n – k = 15 untuk sebelum dan sesudah go public dan P-Value = 0.000 untuk sebelum dan sesudah go public. Karena P-Valuelebih besar dari α = 5% maka H0: α12= α22= α32= α42 tidak dapat ditolak dan H1: α12, α22, α32, α42≠ ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kinerja rasio BOPO BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public.

6. WCTA (Likuiditas)

Hipotesa 6 yaitu uji perbedaan antara kinerja rasio WCTA BNI BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

H0: µ1= µ2= µ3= µ4 yaitu tidak terdapat perbedaan antara kinerja rasio WCTA BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public H1: µ1, µ2, µ3, µ4≠ yaitu terdapat perbedaan antara kinerja rasio

WCTA BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri Sebelum dan sesudah go public

Berdasarkan hasil hipotesa diatas, keputusan yang dapat diambil untuk menerima atau menolak H0 dilihat dari P-Value (yang disingkat dengan Sig.) yaitu jika probabilitas lebih besar dari Level of significance (α) 5% maka H0

diterima dan H1 ditolak dan sebaliknya jika probabilitas lebih kecil dari Level of significance(α) 5% maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berikut adalah hasil olahan data SPSS dengan menggunakan uji Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) nilai WCTA BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sesudah go public :

Test of Homogeneity of Variances

Levene Statistic df1 df2 Sig.

Sebelum 2.127 3 12 .150

Sesudah 1.542 3 12 .254

Dari output Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) di atas, SPSS juga melakukan uji hipotesa Levene’s Test untuk mengetahui apakah asumsi keempat varians sama besar terpenuhi atau tidak terpenuhi dengan hipotesa : H0 : α12 = α22

BNI sebelum dan sesudah go public, α22 adalah varians WCTA BRI sebelum dan sesudah go public, α32 adalah varians WCTA BTN sebelum dan sesudah go public, dan α42 adalah WCTA Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public. Dari hasil Levene’s Test di atas didapat P-Value = 0.150 untuk sebelum go public dan P-Value = 0.254 untuk sesudah go publicyang lebih besar dari α = 5% sehingga H0: α12= α22= α32= α42 tidak dapat ditolak. Dengan kata lain, asumsi keempat variance sama besar (Equal Variances assumed).

ANOVA

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Sebelum Between Groups 11520.784 3 3840.261 255.022 .000

Within Groups 180.702 12 15.059

Total 11701.487 15

Sesudah Between Groups 11553.037 3 3851.012 263.201 .000

Within Groups 175.577 12 14.631

Total 11728.615 15

Untuk menguji hipotesa pertama dengan asumsi keempat variance sama besar, maka memberikan nilai F = 255.022 untuk sebelum go public dan F= 263.201 untuk sesudah go public dengan derajat kebebasan = K - 1 = 3 – 1 = 12 dan n – k = 15 untuk sebelum dan sesudah go public dan P-Value = 0.000. Karena P-Valuelebih kecil dari α = 5% maka H0 : α12= α22= α32 = α42 dapat ditolak dan H1 : α12, α22, α32, α42 ≠ diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa

terdapat perbedaan kinerja rasio WCTA BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public.

7. LDR

Hipotesa 7 yaitu uji perbedaan antara kinerja rasio LDR BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

H0 : µ1 = µ2 = µ3 = µ4 yaitu tidak terdapat perbedaan antara kinerja rasio LDR BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

H1: µ1, µ2, µ3, µ4≠ yaitu terdapat perbedaan antara kinerja rasio LDR BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public

Berdasarkan hasil hipotesa diatas, keputusan yang dapat diambil untuk menerima atau menolak H0 dilihat dari P-Value (yang disingkat dengan Sig.) yaitu jika probabilitas lebih besar dari Level of significance (α) 5% maka H0

diterima dan H1 ditolak dan sebaliknya jika probabilitas lebih kecil dari Level of significance (α) 5% maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berikut adalah hasil olahan data SPSS dengan menggunakan uji Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) nilai LDR BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public :

Test of Homogeneity of Variances

Levene Statistic df1 df2 Sig.

Sebelum 2.935 3 12 .077

Sesudah 2.810 3 12 .085

Dari output Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) di atas, SPSS juga melakukan uji hipotesa Levene’s Test untuk mengetahui apakah asumsi keempat varians sama besar terpenuhi atau tidak terpenuhi dengan hipotesa : H0 : α12 = α22

= α32 = α42 terhadap H1 : α12, α22, α32, α42≠ dimana α12 adalah varians LDR BNI sebelum dan sesudah go public, α22 adalah varians LDR BRI sebelum dan sesudah go public, α32 adalah varians LDR BTN sebelum dan sesudah go public, dan α42 adalah varians LDR Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public. Dari hasil Levene’s Test di atas didapat P-Value = 0.077 untuk sebelum go public dan P-Value = 0.085 untuk sesudah go publicyang lebih besar dari α = 5% sehingga H0 : α12 = α22 = α32 = α42 tidak dapat ditolak. Dengan kata lain, asumsi keempat variance sama besar (Equal Variances assumed).

ANOVA

Sum of

Squares df M ean Square F Sig.

Sebelum Betw een Groups 2090.254 3 696.751 13.263 .000

Total 2720.675 15

Sesudah Betw een Groups 2066.840 3 688.947 13.122 .000

Within Groups 630.047 12 52.504

Total 2696.887 15

Untuk menguji hipotesa pertama dengan asumsi keempat variance sama besar, maka memberikan nilai F = 13.263 untuk sebelum go public dan F = 13.122 untuk sesudah go public dengan derajat kebebasan = K - 1 = 3 – 1 = 12 dan n – k = 15 untuk sebelum dan sesudah go public dan P-Value = 0.000. Karena P-Valuelebih kecil dari α = 5% maka H0 : α12= α22= α32 = α42 dapat ditolak dan H1 : α12, α22, α32, α42 ≠ diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kinerja rasio LDR BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public.

G. Rangkuman Analisa

Tabel Rangkuman Analisa

Camel Rasio Objek Penelitian

Analisa

Statistik Deskriptif Statistik Inferensial

Perbandingan

Uji Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA)

Capital CAR

Perbedaan Kinerja Keuangan BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri Sebelum

dan Sesudah go public Terhadap Rasio CAMEL

Perbedaan Kinerja Keuangan BNI, BRI,

BTN dan Bank Mandiri Terdapat Perbedaan

Asset ROEA

Perbedaan Kinerja Keuangan BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri Sebelum

dan Sesudah go public Terhadap Rasio CAMEL

Perbedaan Kinerja Keuangan BNI, BRI,

BTN dan Bank Mandiri Terdapat Perbedaan

Management NIM

Perbedaan Kinerja Keuangan BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri Sebelum

dan Sesudah go public Terhadap Rasio CAMEL

Perbedaan Kinerja Keuangan BNI, BRI,

BTN dan Bank Mandiri Terdapat Perbedaan

Earning / Rentabilitas

ROA

Perbedaan Kinerja Keuangan BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri Sebelum

dan Sesudah go public Terhadap Rasio CAMEL

Perbedaan Kinerja Keuangan BNI, BRI,