• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

E. Hasil Penelitian Sebelumnya

Studi yang berkaitan dengan kinerja keuangan antara sebelum dan sesudah rekapitalisasi menggunakan rasio CAMEL dengan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Institute for Economic and Financial Research (IEFR), Pusat Data Bisnis Indonesia, Publikasi Laporan Keuangan. Penelitian ini dilakukan selama periode tahun 1997

sampai dengan tahun 2001. Studi ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan upaya pemerintah dalam rangka penyelamatan perbankan melalui program rekapitalisasi dengan menganalisis perbedaan kinerja keuangan bank sebelum dan sesudah rekapitalisasi. Penelitian ini dilakukan pada bank swasta yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan metode purposive sampling dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan metode purposive sampling terdapat lima bank yang memenuhi persyaratan. Penelitian ini menggunakan analisis statistik non parametik (Sign Test) dengan pertimbangan data bebas distribusi (n < 30). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan yang ditunjukkan oleh Capital Adequacy Ratio, Return On Asset, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional, Asset Loan Ratio, dan Loan to Deposit Ratio berbeda secara nyata antara sebelum dan sesudah rekapitalisasi. Sedangkan kinerja keuangan yang ditunjukkan oleh Non Performing Loan dan Net Profit Margin tidak berbeda nyata antara sebelum dan sesudah rekapitalisasi. Secara umum dapat disimpulkan bahwa upaya pemerintah dengan program rekapitalisasi memberikan dampak positif terhadap penyelamatan bank swasta yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. (Darman, 2006)

Studi yang berkaitan dengan perbandingan kinerja keuangan bank BUMN yang terdiri dari Bank Mandiri, BNI, dan BRI menggunakan rasio-rasio seperti: Assets, Liquid Assets, Deposito, Sekurities, Loans, Equity Capital, Net Income, dan Total biaya dana. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tiga bank yang

dipublikasikan melalui situs masing-masing bank. Data yang digunakan adalah laporan keuangan pada tahun 2003 dan 2004. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kinerja keuangan Bank Mandiri, BNI, dan BRI dengan menggunakan metode kualitatif, analisis dengan metode kualitatif dimaksudkan untuk mengetahui dan membandingkan keadaan atau kondisi bank antara Bank Mandiri, BNI, dan BRI pada tahun 2003 dan 2004 agar dapat diketahui kinerjanya dalam meningkatkan profitabilitas, dan metode kuantitatif, analisis dengan menggunakan metode kuantiatif adalah dengan cara menganalisis laporan keuangan Bank Mandiri, BNI dan BRI dengan menggunakan perhitungan rasio. Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan yang berdampak pada kondisi perusahaan. Dalam metode ini terdapat analisis time series atau membandingkan rasio setiap bank dari tahun ke tahun dan analisis cross sectional atau membandingkan rasio antar bank. (Fendly A.O. Pelleng dan Cynthia I. Erkles, 2006)

Studi yang berkaitan dengan kinerja bank sebelum dan sesudah melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Jakarta menggunakan rasio CAMEL dengan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Jakarta (BEJ). Penelitian ini menyangkut perusahaan perbankan yang go public dan listed di Bursa Efek Jakarta sebanyak 27 (dua puluh tujuh) menurut Indonesian Capital Market Directory 2001 dengan laporan keuangan lengkap dan rentang waktu dari go public dari tahun 1989 sampai dengan 1999. Jika ada perusahaan perbankan yang tidak menyajikan laporan keuangan komplit, maka perusahaan tersebut akan

dikeluarkan dari sampel. Penelitian ini berfokus pada kinerja perusahaan perbankan menurut ukuran CAMEL. (Sudaryanto, 2007)

Studi yang berkaitan dengan peran kinerja dan pemecahan masalah finansial Bank Tabungan Negara menggunakan rasio CAMEL dengan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari situs Bank Tabungan Negara. Peran Bank Tabungan Negara (BTN) dalam menyukseskan program pemerintah dibidang pembangunan perumahan untuk masyarakat menengah ke bawah sudah tidak diragukan lagi. Sebagai contoh kecil, pada tahun 2004 dari 31 bank yang sepakat untuk ikut program pembangunan rumah sederhana sehat (RSh) ternyata hanya enam bank saja yang menyanggupinya dan dari total pembangunan 75.000 unit rumah sederhana sehat (RSh) tersebut BTN berhasil membangun sekitar 68.000 unit rumah2 atau sekitar 86.67%. Selama periode 2004-2009. Pemerintah mempunyai program pembangunan sejuta rumah dan BTN diharapkan kembali menjadi pemeran utama untuk merealisasikan program tersebut. Namun untuk merealisasikan program tersebut BTN sangat memerlukan banyak tambahan modal sementara pemerintah dalam kondisi defisit anggaran. Maka belakangan ini bermunculan wacana untuk mengakuisisi BTN atau menggabungkan BTN (merger) dengan Bank BUMN lainnya atau melalui alternatif privatisasi lainnya agar terkumpul modal yang cukup. Inilah perlunya sikap yang bijak dari berbagai pihak terutama pemerintah sebagai pemegang 100% saham. (Abdul Aziz, 2006)

Studi yang berkaitan dengan perkembangan kinerja keuangan pada Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Kenten Palembang menggunakan rasio

CAMEL dengan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Unit Kenten Palembang. Penelitian ini di lakukan di Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Unit Kenten Palembang. Seperti halnya bank-bank lain, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Unit Kenten Palembang sebagai salah satu unit terkecil dari PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dalam operasionalnya diharapkan mengalami perkembangan keuangan yang semakin meningkat (membaik) dari tahun ke tahun yang berarti perolehan laba yang semakin meningkat tiap tahun, asset yang semakin meningkat dan lain sebagainya dengan tidak meninggalkan fungsi utama dari bank sebagai lembaga perantara. Analisis rasio keuangan menunjukkan bahwa rasio keuangan Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Unit Kenten Palembang pada tahun 2000 mengalami masalah, khususnya pada rasio rentabilitas dimana Return On Asset dan Return On Equty menunjukkan angka minus yang berarti tidak baik. Begitu juga tingkat efisiensi yang rendah yang ditunjukkan dengan tingginya angka rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional yang mencapai lebih dari 100%. Akan tetapi pada tahun 2001 sampai 2004 menunjukkan rasio yang baik. Dan pada hasil analisis ternd menunjukkan bahwa perkembangan kondisi keuangan Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Unit Kenten Palembang menunjukkan perkembangan ke arah yang lebih baik. Hasil ini ditunjukkan dengan grafik ternd yang hampir semuanya mengarah ke angka yang lebih tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perkembangan Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Unit Kenten

Palembang mengalami peningkatan terus dari tahun 2000 sampai 2004. (Ervita Safitri,2006)

F. Kerangka Pemikiran

Dalam menganalisis kinerja keuangan Bank Pemerintah yang terdiri dari BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri diawali dari pengumpulan data yang berupa laporan keuangan BNI, BRI, BTN dan Bank Mandiri sebelum dan sesudah go public. Pengujian ini dimulai dengan menghitung kinerja keuangan statistik deskriptif berdasarkan rasio CAMEL salah satu caranya adalah dengan melakukan perbandingan secara deskriptif.

Analisis awal yang akan dilakukan sebelum melakukan pengujian hipotesis adalah analisa normalitas data. Dalam analisis ini digunakan uji Kolmogorov Smirnov dengan tingkat signifikansiyang digunakan α = 5%. Uji ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis alat yang digunakan untuk melakukan uji beda (non-parametrik atau parametrik). Jika data tidak normal maka digunakan uji beda non-parametrik dengan menggunakan uji Mann Whitney U. Sesudah mengetahui bahwa data telah terdistribusi normal, maka langkah selanjutnya yang dilakukan adalah pengujian hipotesa dengan menggunakan uji Ragam Satu Arah (One-Way ANOVA) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah go public pada BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri berdasarkan rasio CAMEL.

BAGAN 2.1