• Tidak ada hasil yang ditemukan

GOUT ARTRITIS .1 Definisi

ARTHRITIS DAN OSTEOARTRITIS

ARTRITIS DAN OSTEOARTRITIS

2.3 GOUT ARTRITIS .1 Definisi

Menurut American College of Rheumatology (2012), gout arthri-tis adalah suatu penyakit dan potensi ketidakmampuan akibat radang sendi yang sudah dikenal sejak lama, gejalanya biasanya terdiri dari ep-isodik berat dari nyeri inflamasi satu sendi. Gout arthritis adalah bentuk inflamasi artritis kronis, bengkak dan nyeri yang paling sering di sen-di besar jempol kaki. Namun, gout arthritis tidak terbatas pada jempol kaki, dapat juga mempengaruhi sendi lain termasuk kaki, pergelangan kaki, lutut, lengan, pergelangan tangan, siku dan kadang di jaringan lunak dan tendon. Biasanya hanya mempengaruhi satu sendi pada satu waktu, tapi bisa menjadi semakin parah dan dari waktu ke waktu dapat mempengaruhi beberapa sendi. Gout arthritis merupakan istilah yang dipakai untuk sekelompok gangguan metabolik yang ditandai oleh meningkatnya konsentrasi asam urat (hiperurisemia). Penyakit gout ar-thritis merupakan penyakit akibat penimbunan kristal monosodium urat di dalam tubuh sehingga menyebabkan nyeri sendi disebut gout artritis.

2.3.2 Epidemiologi

• Angka kejadian laki laki berbanding perempuan adalah 20 : 1

• Biasanya terjadi pada periode umur > 40 tahun atau masa setelah menopause

• Sendi yang paling terkena adalah metatarsophalangeal dari jem-pol kaki (Podagra)

2.3.3 Etiologi

Etiologi dari gout artritis sendiri sebagian besar adalah idiopa-tik, namun ada beberapa factor yang mempengaruhi adalah dari factor

dan factor emosional. Untuk factor local yang mempengaruhi seperti riwayat trauma dan cuaca dingin. Selain itu juga ada factor lain sep-erti gangguan fungsi ginjal yang mengakibatkan gangguan ekskresi ofurate. Ketidak seimbangan dari produksi dan ekskresi dari asam urat juga mempengaruhi kondisi ini.

2.3.4 Patofisiologi

Dalam keadaan normal, kadar asam urat di dalam darah pada pria dewasa kurang dari 7 mg/dl, dan pada wanita kurang dari 6 mg/dl. Apa-bila konsentrasi asam urat dalam serum lebih besar dari 7 mg/dl dapat menyebabkan penumpukan kristal monosodium urat. Serangan gout tampaknya berhubungan dengan peningkatan atau penurunan secara mendadak kadar asam urat dalam serum. Jika kristal asam urat men-gendap dalam sendi, akan terjadi respon inflamasi dan diteruskan den-gan terjadinya seranden-gan gout. Denden-gan adanya seranden-gan yang berulang – ulang, penumpukan kristal monosodium urat yang dinamakan thopi akan mengendap dibagian perifer tubuh seperti ibu jari kaki, tangan dan telinga. Akibat penumpukan Nefrolitiasis urat (batu ginjal) dengan disertai penyakit ginjal kronis.

Penurunan urat serum dapat mencetuskan pelepasan kristal monosodium urat dari depositnya dalam tofi (crystals shedding). Pada beberapa pasien gout atau dengan hiperurisemia asimptomatik kristal urat ditemukan pada sendi metatarsofalangeal dan patella yang sebel-umnya tidak pernah mendapat serangan akut. Dengan demikian, gout dapat timbul pada keadaan asimptomatik. Terdapat peranan tempera-tur, pH, dan kelarutan urat untuk timbul serangan gout. Menurunnya kelarutan sodium urat pada temperatur lebih rendah pada sendi perifer seperti kaki dan tangan, dapat menjelaskan mengapa kristal monosodi-um urat diendapkan pada kedua tempat tersebut. Predileksi untuk pen-gendapan kristalmonosodium urat pada metatarsofalangeal-1 (MTP-1) berhubungan juga dengan trauma ringan yang berulang-ulang pada daerah tersebut.

2.3.5 Manifestasi Klinis

Hiperurisemia asimptomatik sepuluh kali lebih sering daripada gout, dan sebagian besar pasien dengan hiperurisemia tidak mengalami gout. Insiden gout tahunan diperkirakan sekitar 5-10% pada pasien den-gan serum asam urat di atas 420 μmol / L.

Tujuh puluh persen dari gout akut mempengaruhi sendi meta-tarsophalangeal (MTP) pertama (podagra). Tempat lain termasuk lu-tut, pergelangan kaki, midfoot, siku dan pergelangan tangan. Serangan sering dimulai pada malam hari dan dalam beberapa jam sendi yang terkena menjadi merah, panas, bengkak dan sangat nyeri. Gout jarang hanya menyebabkan 'rasa sakit' atau 'tidak nyaman'; pasien mungkin tidak dapat berjalan, atau hanya disentuh saja akan menimbulkan nyeri.

Gejala sistemik seperti demam dan malaise dapat terjadi terutama se-lama serangan polyarticular. Biasanya untuk serangan menetap hingga 5-7 hari, sering dengan deskuamasi kulit di atas sendi yang terkena.

Gout akut juga dapat menyebabkan bursitis, tendinitis dan, terutama pada orang tua, selulitis pada ekstremitas bawah.

Jika tidak ditangani, akan terjadi kumpulan dari asam urat (tophi) yang dapat terdesposisi di dalam dan di sekitar sendi, biaasanya di siku, di atas sendi kecil tangan dan di telinga. Jika berlanjut juga akan terjadi deposisi kalsium pada soft tissue.

a. b. c.

Gambar a.Bursa Olecranon yang membesar disertai dengan topus sub-kutan di sekitar siku. b. dan c. Tophaceous gout pada daerah tangan dan kaki; perhatikan pembengkakan pada sendi MTP

2.3.6 Pemeriksaan Penunjang

Hyperuricaemia tetap menjadi ciri utama dari gout, tetapi kadar mungkin normal selama serangan akut. Jika dicurigai gout, estimasi berulang serum asam urat selama beberapa minggu bisa sangat berman-faat. SUA juga berguna ketika memantau efek terapi urat rendah.

Pemeriksaan xray pada fase akut kurang membantu, kemungk-inan hanya akan tampak pembenngkakan jaringan lunak. Pada kronik gout mungkin akan tampak erosi; yang tampak jauh dari batas sendi,

“punch out” dengan bentuk rounded atau oval.

Akut gout hanya bisa didiagnosis dengan mengidentifikasi adan-ya kristal urat pada cairan synovial, bursa dan tofus adan-yang diaspirasi. Ini dinamakan Birefringen test; yaitu ditemukan gambaran kristal dengan bentuk jarum pada polarisasi mikroskopik.

2.3.7 Terapi

Non Operatif

Terapi non operatif dari gout artritis adalah dengan perubahan gaya hidup, olahraga dan diet rendah purin dengan menghindari ikan laut, dan jeroan. Selain itu diberikan terapi medikamentosa yang

dibe-dakan berdasarkan kondisi akut dan kronis. Untuk kondisi akut diber-ikan Colchicine untuk pasien yang disertai dengan gejala gastrointes-tine, lalu yang tanpa gejala gastrointestine diberikan Endometacin.

Untuk kondisi kronis diberikan Allupurinol yang bekerja dengan cara menghambat produksi asama urat.

Operatif

Untuk terapi operatif dilakukan eksisi dari tofus dan sinevectomy 2.3.8 Komplikasi

Komplikasi dari gout artritis yang muncul antara lain deformitas dari sendi akibat dari pembentukan tofus akibat penumpukan kristal asam urat. Hal ini tentu akan menyebabkan nyeri terganggunya gerak sendi dan tentu mengganggu penampilan. Jika tidak tertangani dengan baik, tofus dapat pecah yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada luka tempat pecahnya tofus tersebut.

2.4 SEPTIK ARTRITIS AKUT