Dari Grafik diatas dapat dilihat pencapaian sebesar 77,96% pada tahun 2015 menunjukan kemajuan yang signifikan dibandingkan dengan capaian pada tahun 2014 yaitu sebesar 51,61 %. Peningkatan yang cukup berarti ini menunjukan bahwa peran pemerintah Kecamatan dan Kelurahan cukup baik dalam mensosialisasikan Roadmap Walikota dan menjadikan katalisator dalam program dan kegiatan di tingkat RW sehingga dapat sesuai dengan Janji Walikota dan Roadmap Walikota Bandung.
Nilai kemajuan yang cukup besar ini didorong pula oleh Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan, dimana program tersebut menunjang pembangunan di tingkat RW yang proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya langsung dilakukan oleh RT dan RW setempat serta
LKIP Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2015
77
berkoordinasi dengan pemerintah Kelurahan dan Kecamatan. Dengan adanya koordinasi inilah pembangunan di tingkat RW dan RT menjadi lebih terprogram dan terarah sesuai dengan Roadmap Bandung Juara serta disesuaikan juga dengan kriteria RW Juara. Dengan demikian kriteria RW Juara di Kecamatan Antapani meningkat dengan cepat, hal ini membuktikan adanya sinergitas antara pemerintah Kelurahan dan Kecamatan dengan para ketua RW dan RT.
Solusi untuk pemenuhan kriteria ini memang diperlukan peningkatan partisipasi dari masyarakat, untuk itu pada tahun 2015 perlu adanya program dan kegiatan yang bersifat rangsangan, seperti pengadaan alat biodigester untuk RW agar di tiap RW ada pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Diharapkan dengan adanya program dan kegiatan yang bersifat rangsangan partisipasi dan peran aktif masyarakat akan lebih meningkat.
Untuk meningkatkan nilai indikator tersebut pada periode yang akan datang, kami akan bekerja sama dengan instasi terkait untuk mempermudah akselerasi pencapaian RW Juara, yaitu dengan melakukan sosialisasi dan menawarkan kepada RW untuk menerima bantuan program pengolahan sampah berbasis RW dari Pemerintah Kota Bandung.
Capaian kinerja indikator Prosentase RW Juara adalah sebesar 77,96% bila dibandingkan dengan Kecamatan lainnya di Kota Bandung dapat dilihat sebagai berikut.
LKIP Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2015
78
Grafik 3.15
Grafik Perbandingan indikator Prosentase RW Juara dengan Kecamatan Se Kota Bandung
Sumber : http://lakip.bandung.go.id
Dari Grafik diatas dapat dilihat bahwa capaian kinerja indikator Prosentase RW juara ini sangat beragam karena sangat tergantung pada jumlah RW di tiap Kecamatan. Perbedaan Jumlah RW antar kecamatan pun cukup signifikan, hal tersebut tentu saja menjadikan nilai capaian yang rendah dan beragam. Untuk di Kecamatan Antapani sendiri dari 62 RW terdapat ± 48 RW sudah memiliki kriteria JUARA.
Selanjutnya adalah Capaian kinerja indikator Prosentase Lembaga
LKIP Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2015
79
Kemasyarakatan aktif adalah sebesar 71,43% dari target yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2015 yaitu sebesar 70%, sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 102,04% atau melampaui dengan target yang diperjanjikan. Tahun 2015 adalah tahun kedua renstra, capaian tahun 2014 sebesar 56,25% dan pada tahun 2015 ini mencapai 71,43 % bila diperhatikan hal ini mengalami trend yang meningkat.
Rumus Persentase Lembaga Kemasyarakatan Aktif : Jumlah Lembaga Kemasyarakatan Kecamatan dan
Kelurahan yang memenuhi kriteria aktif
X 100%
Jumlah Lembaga Kemasyarakatan Kecamatan dan Kelurahan
Adapun perbadingan dengan capaian pada tahun 2014 dapat dilihat pada grafik berikut ini :
Grafik 3. 16
Grafik Perbandingan capaian tahun tahun sebelumnya
2014 2015 2016 2017 2018
Prosentase Lembaga
Kemasyarakatan Aktif 62,50% 71,43%
Target Renstra 30,77% 51,92% 65,38% 78,85% 92,31%
62,50%
LKIP Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2015
80
menunjukan kemajuan yang signifikan dibandingkan dengan capaian pada tahun 2014 yaitu sebesar 30,77 %. Peningkatan yang cukup berarti ini menunjukan bahwa peran pemerintah Kecamatan dan Kelurahan cukup baik dalam mensosialisasikan Roadmap Walikota dan menjadikan katalisator dalam program dan kegiatan di Karang Taruna Kelurahan, PKK Kelurahan dan LPM Kelurahan sehingga dapat sesuai dengan Janji Walikota dan Roadmap Walikota Bandung.
Nilai kemajuan yang cukup besar ini didorong pula oleh Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan, dimana program tersebut menunjang pembangunan Fisik dan Non fisik ( ekonomi, social, budaya) yang perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya langsung dilakukan oleh Lembaga Kemasyarakatan setempat serta berkoordinasi dengan pemerintah Kelurahan dan Kecamatan. Dengan adanya koordinasi inilah pembangunan di Lembaga Kemasyarakatan yang menjadi mitra pemerintah menjadi lebih terprogram dan terarah sesuai dengan Roadmap Bandung Juara serta disesuaikan juga dengan kriteria Lembaga Kemasyarakatan Aktif. Dengan demikian kriteria Lembaga Kemasyarakatan Aktif di Kecamatan Antapani meningkat dengan cepat, hal ini membuktikan adanya keseriusan dari lembaga kemasyarakatan dalam membuat program kerja dengan menyelaraaskan program kerja antara pemerintah Kelurahan dan Kecamatan dengan program PKK, LPM dan Karang Taruna Kelurahan.
Dalam rangka melaksanakan Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan ada 4 (empat) kegiatan untuk setiap LKK, yaitu kegiatan fasilitasi pemberdayaan lingkup RW, LPM, PKK, dan Karang Taruna.
Indikator keberhasilan PIPPK merupakan salah satu indicator kinerja sasaran yang tercantum dalam RPJMD Kota Bandung Tahun 2013-2018, termasuk pada misi ketiga yaitu Membangun masyarakat yang mandiri, berkualitas, dan berdaya saing. Indikator kinerjanya adalah Tingkat Pelaksanaan Inovasi Pemberdayaan dan Pembangunan Kewilayahan dengan target kinerja per tahunnya kriteria sedang pada Tahun 2015 dan 2016, kriteria tinggi pada Tahun 2017 dan 2018.
Indikator tersebut menggambarkan political will Walikota untuk meningkatkan
LKIP Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2015
81
pemberdayaan LKK sebagai bagian dari desentralisasi kewenangan dan percepatan pelaksanaan pembangunan kewilayahan.
Rencananya Target kinerja tahunan PIPPK akan diukur dengan melakukan evaluasi keberhasilan penyelenggaraan program berbasis kewilayahan dengan menghubungkan kinerja 4 (empat) kelompok LKK dalam memberikan dukungan terhadap keberhasilan pelaksanaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) urusan dasar seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta SPM bidang sosial.
Dan apabila dibandingkan dengan target akhir renstra kecamatan yaitu sebesar 87,5% maka capaian kinerjanya mencapai 81,63%. Data penunjang capaian kinerja diperoleh dari Kasi Dikmas terlampir Pada tabel berikut
LKIP Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2015
82
Tabel 3.18
Tabel Cheklist Kemasyarakatan Aktif di Kecamatan Antapani Tahun 2015
LKIP Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2015
83
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa Capaian kinerja nyata indikator Prosentase Lembaga Kemasyarakatan aktif Lembaga Kemasyarakatan yang memenuhi kriteria aktif adalah 10 Lembaga Kemasyrakatan dari 14 Lembaga Kemasyarakatan pada tahun 2015 yang ada di Kecamatan Antapani. Dan dari tabel tersebut dapat diketahui sebagian besar tidak aktifnya Lembaga Kemasyarakatan ini adalah pada kriteria keaktifan dalam mengikuti Lomba Kejuaraan Tingkat Kota Bandung yang Hanya diikuti oleh PKK saja. Sedangkan sisanya adalah karena tidak berjalannya program kerja yang telah ditetapkan sebelumnya, hal tersebut disebabkan karena program kerja yang belum bersinergi dengan program kerja pemerintah untuk tahun anggaran 2015.
Dana anggaran Rp. 100.000.000,00- dari Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan yang dialokasaikan masing masing bagi LPM, PKK, dan Karang Taruna Kelurahan berhasil menjadi stimulan bagi lembaga kemasyarakatan untuk menyusun program kerja dan melaksanakannya, serta menjadi perangsang bagi lembaga kemasyarakatan untuk berperan aktif dalam menunjang program pemerintah.
Pada periode tahun yang akan datang diharapkan Lembaga Kemasyarakatan seperti LPM, PKK dan Karang taruna dapat berperan lebih banyak sehubungan akan bergulirnya Program Inovasi Pemberdayaan dan Pembangunan (PIPPK), dimana untuk setiap Lembaga Kemasyarakatan tersebut akan dianggarkan anggaran sebesar Rp. 100.000.000,00- berupa program dan kegiatan yang di anggarkan dalam DPA masing masing kelurahan untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan peran masing-masing lembaga. Sehingga diharapkan akan meningkatkan capaian kinerja Kecamatan Antapani secara keseluruhan. Karena indikator yang menjadi titik lemah pada tahun anggaran 2014 yaitu Lembaga Kemasyarakatan memiliki program kerja dan minimal 60% program kerja dapat direalisasikan oleh Lembaga Kemasyarakatan dapat tercapai pada tahun yang akan datang.
Solusi Untuk peingkatan pencapaian indikator lembaga kemsyarakatan aktif memang diperlukan peningkatan partisipasi aktif dari setiap kelompok masyarakat baik ditingkat Kecamatan maupun ditingkat Kelurahan, untuk
LKIP Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2015
84
itu pada tahun 2015 perlu adanya program dan kegiatan yang bersifat menunjang terhadap aktivitas setiap kelompok masyarakat, seperti penunjang pelaksanaan administrasi setiap lembaga masyarakat (PKK, Karang Taruna dan LPM), anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan rutin lembaga masyarakat (PKK, Karang Taruna dan LPM) dan anggaran penunjang kegiatan lembaga masyarakat (PKK, Karang Taruna dan LPM) yang bersifat inovatif. Diharapkan dengan adanya program dan kegiatan yang menunjang aktivitas lembaga masyarakat (PKK, Karang Taruna dan LPM) lembaga masyarakat ini dapat berperan lebih aktif.
Dengan adanya anggaran tersebut diharapkan Lembaga Kemasyarakatan memiliki program kerja yang dapat tersingkronisasi dan terdokumentasikan dengan jelas dengan program kerja dan rencana kerja Kecamatan Antapani.
Capaian kinerja nyata indikator indikator Prosentase Lembaga Kemasyarakatan aktif adalah sebesar 71,43%, adapun jika dibandingkan capaian kinerja Kecamatan Antapani dengan Kecamatan lainnya di Kota Bandung dapat dilihat pada grafik berikut.
LKIP Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2015
85
Grafik 3.17
Grafik indikator Prosentase Lembaga Kemasyarakatan aktif dengan Kecamatan Se Kota Bandung
Dari grafik diatas diketahui bahwa capaian kinerja Kecamatan Antapani sudah cukup tinggi dibandingkan dengan Kecamatan Lainnya di Kota Bandung, capaian kinerja ini lebih baik dibandingkan dengan Capaian kinerja Kecamatan Regol, Bandung Kidul, Babakan Ciparay, Andir, Cicendo,
LKIP Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2015
86
dsn Kecamatan Sukajadi yang memiliki prosentase lebih kecil dari capaian kinerja Kecamatan Antapani pada indikator ini. Tetapi capain kinerja yang diperoleh oleh Kecamatan Antapani maasih belum bisa mencapai 100%
seperti capaian kinerja Kecamatan Sumur Bandung dan Kecamatan Ujung Berung yang berarti semua lembaga kemasyarakatan di kecamatan tersebut sudah maasuk kriteria aktif.
Hal tersebut membuktikan bahwa Kecamatan Antapani sudah cukup baik dalam melakukan pembinaan dan bermitra dengan Lembaga Kemasyarakatan seperti LPM, PKK dan Karang Taruna yang berada di wilayah kerja Kecamatan Antapani, tetapi masih harus tetap ditingkatkan karena masih jauh dari nilai sempurna.
Selanjutnya adalah analisis Capaian kinerja indikator Rasio Anggota Linmas adalah sebesar 1:0,94 dari target sebesar 1:0,5 yang direncanakan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2015, sehingga persentase capaian kinerjanya adalah 188,00% atau melebihi target yang diperjanjikan. Tahun 2015 adalah tahun kedua renstra, capaian tahun 2015 sebesar 1:1,09 bila dibandingkan dengan target akhir renstra kecamatan maka capaian kinerjanya mencapai 78,33%. Data penunjang capaian kinerja diperoleh dari Kasi Trantib terlampir pada tabel berikut ini
Tabel 3.19
Rasio Anggota LINMAS di Kecamatan Antapani Tahun 2014
NO KRITERIA KELURAHAN
JUMLAH Antapani
Kulon Antapani
wetan Antapani
Tengah Antapani Kidul
1 Jumlah LINMAS 36 113 107 110 366
2 Jumlah RT 41 69 113 112 335
JUMLAH RT : RASIO LINMAS 1,09 : 1
Sumber : Kasi Trantib Kecamatan Antapani
Dari tabel diatas dapat terlihat bahwa rasio RT : Anggota Linmas di Kecamatan Antapani sudah melebihi rasio ideal 1 : 1, yang mana rasio 1:1 tersebut merupakan sebuah kondisi minimal yang ideal dalam melakukan pengamanan lingkungan. Dari data diatas terlihat untuk memenuhi kondisi ideal tersebut
LKIP Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2015
87
diperlukan penambahan anggota linmas yang relatif sedikit, sedangkan Rasio yang telah dicapai Kecamatan Antapani adalah 1,09 :1 dengan demikian capaian kinerjanya mencapai 109,25% terhadap targetyang telah diperjanjikan dalam penetapan kinerja tahun 2015 yaitu sebesar 1:1.
Akan tetapi menjadi perhatian selanjutnya adalah msih kurangnya kondisi ideal rasio linmas ini di Kelurahan Antapani Kulon, dimana hanya ada 36 anggota Linmas dari 41 RT yang ada di Kelurahan Antapani Kulon atau dengan kata lain Rasio nya sebesar 0,88 : 1. Kondisi tersebut mengakibatkan kurangnya anggota Linmas yang berada dilapangan. Selain itu kondisi lain yang menghambat adalah karena masih kurangnya swadaya masyarakat di tingkat RT ataupun RW, karena selama ini untuk honor ataupun gaji Linmas di RW dan RT dibayarkan melaui Kas yang bersumber dari iuran warga yang dikelola oleh Ketua RT dan RW setempat.
Rasio Linmas terbesar di Kecamatan Antapani ada di Kelurahan Antapani Wetan dimana terdapat 113 Anggota Linmas dari 69 RT, dengan demikian rasionya adalah 1,64 : 1. Adapun untuk rasio Linmas di Kecamatan Antapani dapat dilihat pada Grafik berikut ini
Grafik 3.18
Grafik Perbandingan indikator indikator Rasio Anggota Linmas di Kecamatan Antapani
0,00 0,20 0,40 0,60 0,80 1,00 1,20
Kel. Ankul
Kel. Anwet
Kel. Anteng
Kel. Ankid
0,88 : 1
1,64: 1
0,95:1 0,98:1
Rasio
Rasio Anggota Linmas per Kelurahan di Kecamatan Antapani Tahun 2015
Sumber : Kasi Tramtib Kecamatan Antapani
Untuk Mengetahui fluktuasi peningkatan atau penurunan capaian kinerja indikator
LKIP Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2015
88
ini dapat dilihat pada grafik berikut ini yang menggambarkan capaian kinerja tiap tahunnya.
Grafik 3.19
Grafik fluktuasi perbandingan capaian tahun tahun sebelumnya
2014 2015 2016 2017 2018
Rasio Anggota Linmas 0,94 1,09
Target Renstra 0,5 1 1,08 1,2 1,2
0,94
1,09
0,5
1
1,08
1,2 1,2
0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,4
Rasio Anggota Linmas
Target Renstra
Capaian kinerja indikator Rasio Anggota Linmas adalah sebesar 1,09 : 1 bila dibandingkan dengan Kecamatan lainya di Kota Bandung dapat dilihat sebagai berikut.
LKIP Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2015
89
Grafik 3.20
Grafik Perbandingan indikator indikator Rasio Anggota Linmas dengan Kecamatan Se Kota Bandung
Dari grafik diatas diketahui bahwa hampir seluruh Kecamatan yang telah memenuhi kondisi ideal 1 RT : 1 Anggota Linmas bahkan sudah melebihi ratio 1:1 termasuk Kecamatan Antapani. Kecamatan dengan rasio linmas tertinggi adalah Kecamatan Gede bage yaitu 1,9:1. Kondisi tersebut menjadi pemicu agar pada tahun yang akan datang untuk dapat meningkatkan jumlah linmas di Kecamatan Antapani. Kecamatan Antapani telah memiliki strategi yaitu melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis dalam melakukan penganggaran Program PIPPK di tingkat RW. Sehingga swadaya murni (kas RW) dapat digunakan untuk membayar Honor/ gaji bulanan Linmas di
LKIP Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2015
90
tingkat RW dan RT sehingga jumlah anggota linmas di RT dan RW dapat bertambah yang akan berdampak pula pada keamanan dan ketertiban lingkungan di RW dan RT.
Tabel 3.20
Pencapaian Indikator Sasaran Meningkatnya Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan publik di Kecamatan Antapani
Tahun 2014 dibandingkan Target Akhir Renstra Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2013-2018
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa realisasi akumulasi sampai dengan tahun 2015 dibandingkan dengan rencana akhir Renstra pada tahun 2018 menunjukkan capaian kinerja rata-rata 94,08% yang berarti masih harus ada peningkatan kinerja sesuai target akhir Renstra.
Realisasi pencapaian kinerja pada tahun 2015 ini dapat dibandingkan dengan kinerja pada tahun sebelumnya Tahun 2014, hal ini dikarenakan pada tahun 2013 belum dilaksanakan pengukuran mengenai sasaran ini.
Capaian kinerja sasaran Terwujudnya Meningkatnya Kinerja Penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan Kecamatan Astanaanyar didukung oleh Program Peningkatan Peran Kecamatan dan Kelurahan dengan kegiatan
LKIP Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2015
91
Fasilitasi Peningkatan Perekonomian Masyarakat Kecamatan dan Kelurahan, Fasilitasi Peningkatan Kualitas Kehidupan Kemasyarakatan Kecamatan dan Kelurahan, Peningkatan Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Tingkat Kecamatan dan Kelurahan, Peningkatan Kualitas Penanganan Ketentraman dan Ketertiban Tingkat Kecamatan dan Kelurahan, Fasilitasi Peningkatan Pemerintahan Umum Kecamatan dan Kelurahan, Fasilitasi Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat.
Output program dan kegiatan tersebut antara lain Simpul Space Kecamatan, 30 kampung Kreatif Wisata, Creative District Project, (termasuk pembinaan KUKM, Profil Potensi Ekonomi), Rumah Sehat, Satu Taman Satu Komunitas, Satu Kampung Satu Taman, Satu Kecamatan Satu Lapangan Bola, Forum Jaga Budaya di Kelurahan, Forum RW Juara, Forum Karang Taruna Juara, Forum LPM Juara, Kampung Berkebun, Bedah Rumah Warga Miskin (termasuk Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan, Profil masalah Sosial), Rumah Sehat, Satu Taman Satu Komunitas, Satu Kampung Satu Taman, Satu Kecamatan Satu Lapangan Bola, Forum Jaga Budaya di Kelurahan, Forum RW Juara, Forum Karang Taruna Juara, Forum LPM Juara, Kampung Berkebun, Bedah Rumah Warga Miskin (termasuk Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan, Profil masalah Sosial), Bike Sharing, Jum'at Bersepeda, Gerakan Zero Waste Home, Bank Sampah, Motor Sampah Kelurahan, Supermarket Sampah, Tempat Sampah RW/ Jalan Utama, Sejuta Biopori/ Sumur Resapan, Mesin Pencacah Sampah, Pengajuan Mobil Pembersih, Bendungan Sampah, Septic Tank Communal, Hemat Air dan Daur Ulang, River Green Wall, Gerakan Atap Hijau, Gerakan Pagar Hijau, Gerakan Satu Rumah Satu Pohon, Gerakan Bandung Green N Clean, Gerakan Bandung Bersih, Jalan Caang Baranang, Media Kampanye Bandung Bebas, Banjir,Perkerasan paving Kotak, Gerakan Membangun Tanpa Menggusur di Kampung Kumuh, Kebinamargaan, Pasukan Gorong Gorong (termasuk MUSRENBANG), Penanganan Pasar Tumpah, Satpol PP Kecamatan, Forum PKL, Media Brosur Tertib PKL (termasuk operasional SATPOL PP Kecamatan, Pembinaan LINMAS, SATWANKAR) SATGASUS PKL, Balai RW/ Markas Karang Taruna, Safari Aspirasi Walikota Dengan Warga Level RW Setiap RW Setiap Minggu, Honor RW RT (termasuk pembinaan RW RT), (termasuk operasional Pelayanan masyarakat di Kecamatan dan Kelurahan) dimana output tersebut menunjang pencapaian kinerja sasaran.
LKIP Kecamatan Antapani Kota Bandung Tahun 2015
92
Kecamatan Antapani berusaha untuk melaksanakan apa yang menjadi tugas dan fungsi Kecamatan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah. OUTPUT dari kegiatan Ini adalah Terlaksananya pembinaan dan pelayanan dalam yang menjadi tupoksi Kecamatan sesuai dengan bidang masing-masing diantaranya Ekonomi, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Lingkungan Hidup, Pemerintahan, Keamanan dan Ketertiban dan Pelayanan