• Tidak ada hasil yang ditemukan

Growth

Dalam dokumen Kartika Chandra (Halaman 42-0)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1.4 Nilai Intrinsik Perusahaan

2.1.4.3 Growth

Dalam penilaian perusahaan, tingkat pertumbuhan (growth rate) merupakan hal sangat penting dalam memprediksi arus kas di masa mendatang.

arus kas bersih secara positif untuk perusahaan yang memiliki kesempatan growth yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa pasar mengharapkan arus kas bersih tersebut dapat diinvestasikan pada proyek yang menghasilkan NPV yang positif.

Suatu penilaian bisnis dipengaruhi oleh asumsi growth yang digunakan.

Menurut Damodaran (2002), terdapat tiga dasar dalam memperoleh growth rate suatu perusahaan:

1. Historical growth, adalah pertumbuhan historis suatu perusahaan yang dapat digunakan apabila pertumbuhannya cenderung stabil sehingga dapat digunakan lagi untuk meramalkan pertumbuhan dimasa mendatang.

2. Research analysis, yang merupakan hasil analisis oleh para analisis yang telah berpengalaman dalam menghitung tingkat pertumbuhan suatu perusahaan yang dapat digunakan untuk menilai suatu perusahaan.

3. Firm’s fundamental, yang mana dilihat dari seberapa banyak yang diinvestasikan kembali pada aset baru untuk menciptakan growth dimasa mendatang. Dalam penilaian perusahaan dengan menggunakan FCFF, maka rumus menghitung growth adalah:

Expected GrowthEBIT = Reinvestment Rate * Return on Capital Reinvestment

Rate = Capital Expenditure - Depreciation + Non - cash WC EBIT (1 - tax rate)

Return on

Capital = EBIT (1 - tax rate)

BV Debt + BV Equity

2.1 Penelitian Terdahulu

1) Rizqia, Aisjah dan Sumiati (2013)

Penelitian ini mengenai dampak dari kepemilikan manajerial, financial leverage, profitabilitas, firm size dan kesempatan investasi terhadap kebijakan dividen dan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini menemukan kepemilikan manajerial dan kesempatan investasi berpengaruh negatif signifikan terhadap kebijakan dividen. Financial leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kebijakan dividen, sementara profitabilitas dan firm size berpengaruh positif tidak signifkan terhadap kebijakan dividen. Semua variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

2) Gardner, McGowan dan Moeller (2010)

Penelitian ini dilakukan pada Microsoft Corporation untuk mengkaji struktur modal optimal sesuai teori trade off. Hasil penelitian ini menemukan dampak dari peningkatan utang pada struktur modal dapat menentukan nilai dari perusahaan dimana rasio utang mengakibatkan WACC menjadi minimum sehingga nilai perusahaan menjadi maksimal.

3) Khireta, Suhadak dan Handayani (2014)

Penelitian ini menganalisis nilai Analisis Nilai Perusahaan Melalui Penetapan Struktur Modal Perusahaan pada PT.Unilever Indonesia Tbk.

hasil penelitian ini menunjukkan Nilai perusahaan tertinggi adalah pada saat biaya modal perusahaan (WACC) yang minimal seiring dengan optimalisasi struktur modal

4) Rasyid, Muddin, Mas'ud dan Su'un (2015)

Penelitian ini mengenai efek dari struktur kepemilikan, ukuran perusahaan dan profitabilitas pada kebijakan dividen dan nilai perusahaan manufaktur di BEI. Hasil penelitian menemukan ukuran perusahaan dan profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan sementara struktur kepemilikan tidak berpengaruh pada nilai perusahaan. Secara bersama-sama melalui kebijakan dividen maka ketiga variabel mempengaruhi nilai perusahaan.

5) Park dan Evans (2000)

Penelitian yang dilakukan terhadap perusahaan di Jepang tentang hubungan nilai perusahaan, free cash flow dan keputusan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan firms leverage memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan dividen memiliki pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.

6) Oded, Michel dan Feinstein (2011)

Pada penelitian mengenai implikasi perubahan dari struktur modal, hasilnya menunjukkan penilaian perusahaan yang mengalami perubahan struktur modal bergantung pada asumsi apakah utang tersebut tetap atau diimbangi kembali. Hal ini karena penilaian bergantung kepada apakah perusahaan memiliki kebijakan utang yang tetap atau diimbangi kembali.

7) Ikbal, Sutrisno dan Djamhuri (2011)

Penelitian ini menganalisis pengaruh profitabilitas dan kepemilikan insider terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan utang dan kebijakan dividen sebagai variabel intervening. Hasil penelitian ini menunjukkan profitabilitas

berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, kebijakan utang berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap perusahaan.

8) Jannati (2012)

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh profitabilitas, leverage dan growth terhadap kebijakan dividen. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel profitabilitas dengan proksi ROA berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen dengan proksi DPR, sedangkan variabel leverage dengan proksi DER dan variabel asset growth berpengaruh negatif terhadap DPR.

9) Dinata dan Yadnya (2014)

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh profitabilitas dan struktur kepemilikan terhadap kebijakan dividen dan nilai perusahaan. Hasilnya adalah variabel profitabilitas dan struktur kepemilikan berpengaruh terhadap kebijakan dividen secara positif dan signifikan, kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan positif dan signifikan.

10) Hermuningsih (2013)

Penelitian ini menganalisis pengaruh pengaruh profitabilitas, growth opportunity, struktur modal terhadap nilai perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di BEI. Hasil penelitiannya menemukan bahwa profitabilitas, growth opportunity dan struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

11) Muktiadji dan Felicia (2013)

Dalam penelitan analisis kebijakan dividen terhadap nilai intrinsik dan nilai pasar perusahaan maka hasilnya menunjukkan dividend payout ratio berpengaruh signifikan terhadap nilai intrinsik dan nilai pasar perusahaan.

12) Nailis dan Malinda (2015)

Penelitian ini melakukan perhitungan nilai saham dan bisnis PT.Semen Baturaja (Persero) dengan menggunakan rasio profitabilitas, rasio valuasi dan rasio leverage. Hasil penelitian menemukan nilai kini free cash flow to firm menunjukkan nilai intrinsik perusahaan sebesar Rp 12.075.881.347.

13) Rahma, Darminto dan Topowijono (2014)

Penelitian ini melakukan analisis penetapan struktur modal yang optimal guna meningkatkan nilai perusahaan pada perusahaan PT.Seemount Garden Sejahtera. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya struktur modal optimal yang meningkatkan nilai perusahaan yaitu komposisi struktur modal optimal pada komposisi utang 21,43% dan modal sendiri 78,57% dengan biaya modal rata-rata tertimbang 26,14%.

14) Ivanovska dan Narasanov (2014)

Penelitian ini melakukan analisis fundamental dan Discounted Free Cash Flow Valuation pada bursa Makedonia. Hasil penelitian ini menemukan model DCF sangat berguna untuk melakukan penilaian pada perusahaan dalam jangka panjang.

15) Febrianawati (2014)

Penelitian ini melakukan analisis pengaruh kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel intervening. Hasil penelitian ini menunjukkan kebijakan utang berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, kebijakan utang berpengaruh negatif signifikan terhadap kebijakan dividen dan kebijakan dividen berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.

16) Reis dan Augusto (2014)

Penelitian ini tentang pandangan Amerika Utara dan analisis keuangan Eropa mengenai penentuan nilai terminal perusahaan. Hasil penelitian ini menemukan struktur modal merupakan hal yang penting dalam mempengaruhi nilai perusahaan.

17) Purnomo dan Wisal (2006)

Penelitian yang dilakukan untuk menganalisa struktur modal optimal dan pengaruhnya terhadap nilai intrinsik perusahaan. Variabel struktur modal yang menggunakan rasio utang berpengaruh terhadap nilai intrinsik perusahaan.

18) Mardasari (2014)

Penelitian ini melakukan analisis pengaruh insider ownership, kebijakan utang dan free cash flow terhadap nilai perusahaan melalui kebijakan dividen. Penelitian ini menemukan kebijakan utang berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kebijakan utang berpengaruh terhadap nilai perusahaan melalui kebijakan dividen sebagai variabel intervening.

19) Asad dan Yousaf (2014)

Judul penelitian ini adalah dampak leverage dari perilaku perusahaan yang membayar dividen pada perusahaan manufaktur Pakistan. Hasil penelitian ini adalah leverage memiliki pengaruh yang negatif terhadap pembayaran dividen sementara profitabilitas dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap pembayaran dividen.

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No.

Nama

Peneliti Judul Penelitian Variabel Hasil Penelitian

1

Firms leverage is positively related to firm value and

Struktur Modal Optimal berpengaruh terhadap nilai intrinsik perusahaan capital structure will determine the value of the corporation.

The debt ratio corresponding to the minimum WACC also maximizes the value of the firm

4 Insider Terhadap Nilai Perusahaan Dengan

Intervening : kebijakan dividen dan kebijakan utang

Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, kebijakan utang berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap perusahaan

implications of capital structure changes structure change depends on the assumption of whether debt is fixed or rebalanced. The valuation depends crucially on whether the firm has a policy of fixed or rebalanced debt.

Profitabilitas, Debt to Equity Ratio, asset growth. Dependen:

Dividend Payout Ratio

variabel ROA berpengaruh positif terhadap DPR, DER dan asset growth berpengaruh negatif terhadap DPR Modal Terhadap Nilai Perusahaan Opportunity dan struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan

Dividen Payout Ratio berpengaruh signifikan terhadap nilai intrinsik dan nilai pasar perusahaan

No.

Nama

Peneliti Judul Penelitian Variabel Hasil Penelitian

9

Dwita Ayu Rizqia,Siti Aisjah and Sumiati (2013)

Effect of Managerial Ownership, Financial profitability, firm size, and investment opportunity. Dependen : Dividend policy and Firm value

Managerial ownership, financial leverage, profitability, firm size, investment opportunity, and dividend policy

Determinants Of Firm Terminal Value: The Perspective Of North

American And

European Financial Analysts

Independen:

Expectancy Firm Life, Management Abilities, Capital Structure, R&D Activities and Liquidity Dependen:

Firm value

The capital structure positively influences the value of the

Nilai perusahaan tertinggi pada saat biaya modal perusahaan (WACC) yang minimal seiring dengan optimalisasi struktur modal Behavior of Pakistani Manufacturing Firms

Independen: Leverage, profitability, size.

Dependen: Dividend per share

Leverage negatively affect the dividend payment while profitability and size positively affect the dividend payment.

Komposisi struktur modal optimal pada komposisi utang 21,43% dan modal sendiri activity, leverage and profitability ratio.

Dependen: DCF Valuation

DFCF models are useful tools for the companies' enterprise values calculation on long term

15

Kebijakan utang berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan kebijakan dividen tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan.

No.

Nama

Peneliti Judul Penelitian Variabel Hasil Penelitian

16 berpengaruh terhadap kebijakan dividen secara positif dan signifikan, kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan positif dan signifikan Hutang Terhadap Nilai Perusahaan Dengan

Kebijakan utang berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, kebijakan dividen berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan,

Forecasting Value Of Stock And Business value of firm is 12.075.881.347

19 size and Profitability on Dividend Policy and while the ownership structure does not affect on company’s value. Simultaneously, through dividend policy, these three variables affect on company’s value.

BAB III

KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

3.1 Kerangka Konseptual

Saat ini dunia bisnis sangat bergantung pada masalah pendanaan. Bagi setiap perusahaan keputusan dalam pemilihan sumber dana merupakan hal yang penting karena meskipun perusahaan-perusahaan berada dalam industri yang sama, seringkali memiliki struktur modal yang berbeda. Struktur modal perusahaan terdiri dari sumber dana internal dan eksternal yang mana dapat diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER).

Perusahaan yang berhasil pastilah memperoleh laba. Laba yang diperoleh perusahaan merupakan cerminan dari kemampuan perusahaan dalam mengelola aset, utang dan ekuitasnya. Untuk dapat menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba adalah dengan melihat sejauhmana profitabilitas perusahaan.

Profitabilitas dengan menggunakan Return on Asset (ROA) akan menggambarkan kemampuan aset-aset yang dimiliki perusahaan dalam menghasilkan laba.

Ketika memutuskan berapa banyak laba yang harus dibagikan kepada pemegang saham, manajer keuangan harus mengingat bahwa tujuan perusahaan adalah memaksimalkan nilai pemegang saham. Sehingga, besarnya dividen yang dibagikan tergantung kepada kebijakan dividen masing-masing perusahaan.

Kebijakan dividen merupakan penentuan besarnya porsi keuntungan yang akan diberikan kepada pemegang saham. Kebijakan dividen diukur menggunakan Dividend Payout Ratio (DPR) yang merupakan perbandingan antara dividen per lembar saham terhadap laba per lembar saham.

Variabel independen pada penelitian ini adalah struktur modal yang mana diukur dengan DER dan profitabilitas diukur dengan ROA. Kebijakan dividen menjadi variabel intervening yang diukur dengan DPR. Variabel dependen pada penelitian ini adalah nilai intrinsik perusahaan yang diproksikan dengan mendiskontokan Free Cash Flow to Firm (FCFF) dengan biaya modal rata-rata tertimbang (Weighted Average Cost of Capital) untuk masing-masing perusahaan.

Kerangka konseptual atau kerangka pemikiran teoritis adalah serangkaian hipotesis yang bersama-sama membentuk sebuah penjelasan utuh tentang sebuah masalah penelitian (Fachrudin dan Meliza, 2014). Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka model kerangka konseptual dapat dilihat pada gambar 3.1

Gambar 3.1 Kerangka Konseptual Penelitian

3.1.1 Pengaruh Struktur Modal terhadap Kebijakan Dividen

Pada umumnya penggunaan utang dalam struktur modal perusahaan dapat menimbulkan beban bunga yang mana dapat mengurangi laba perusahaan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Jannati (2012) menunjukkan bahwa semakin tinggi leverage maka akan menunjukkan semakin besar kewajiban yang dimiliki perusahaan sehingga leverage tersebut dapat mempengaruhi tingkat pendapatan

bersih yang tersedia bagi para pemegang saham, yang artinya semakin besar kewajiban perusahaan akan menurunkan kemampuan perusahaan dalam pembayaran dividen. Dalam penelitian Rizqia et al. (2013), financial leverage berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kebijakan dividen sedangkan pada penelitian Asad dan Yousaf (2014), menemukan bahwa DER, ukuran untuk tingkat leverage dalam struktur modal perusahaan, berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pembayaran dividen.

3.1.2 Pengaruh Profitabilitas terhadap Kebijakan Dividen

Profitabilitas yang diukur menggunakan ROA mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan sumber asetnya secara efektif dalam menciptakan laba. Hasil penelitian Jannati (2012) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh langsung dan positif antara profitabilitas terhadap kebijakan dividen dimana laba yang tinggi dapat meningkatkan pembayaran dividen yang tinggi. Demikian pula dengan penelitian Dinata dan Yadnya (2014) yang menemukan bahwa pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan dividen bernilai positif dan signifikan.

3.1.3 Pengaruh Struktur Modal terhadap Nilai Intrinsik Perusahaan

Ketika manajer perusahaan memiliki keyakinan tinggi atas prospek perusahaan ke depan dan ingin harga saham meningkat, maka manajer dapat menggunakan utang sebagai sinyal yang lebih dapat dipercaya oleh calon investor.

Konsep cost of capital menyatakan bahwa perusahaan akan berusaha untuk memperoleh struktur modal optimal yang dapat meminimumkan biaya modal rata-rata yang akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan (Purnomo dan Wisal 2006; Nurhikmah 2013; Reis dan Augusto 2014; Rahma et al. 2014).

Penelitian Hermuningsih (2013) dan Hamidy et al. (2015) menemukan bahwa struktur modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan kesesuaian dengan teori trade-Off yang menjelaskan bahwa dengan menggunakan utang dalam struktur modal maka perusahaan memiliki kesempatan untuk memperoleh tax benefit berupa pengurangan pajak atas beban bunga yang timbul dari penggunaan utang. Tax benefits hypothesis juga menjadi temuan Park dan Evans (2000) dalam hal pengaruh positif antara leverage perusahaan terhadap nilai perusahaan di Jepang. Gardner et al. (2010) dalam penelitiannya pada perusahaan Microsoft menunjukkan bahwa dengan menerapkan teori trade-Off dalam struktur modal maka dengan meningkatnya financial leverage, biaya modal rata-rata akan menurun hingga mencapai titik optimal dimana pada tingkat tersebut nilai perusahaan akan maksimal.

3.1.4 Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Intrinsik Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki kemampuan memperoleh laba yang berbeda.

Profitabilitas yang mencerminkan kinerja perusahaan dalam menciptakan laba dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Penelitian Dinata dan Yadnya (2014) menunjukkan bahwa variabel profitabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Artinya bahwa pada saat perusahaan mengalami kenaikan keuntungan maka harga saham perusahaan akan ikut naik sehingga akan meningkatkan nilai perusahaan. Hasil penelitian Rizqia et al.

(2013) juga menemukan bukti adanya hubungan yang positif dan signifikan antara profitabilitas dengan nilai perusahaan, dimana jika perusahaan dapat menghasilkan laba yang tinggi dan stabil maka hal tersebut akan menjadi sinyal positif bagi investor tentang kinerja perusahaan.

3.1.5 Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Nilai Intrinsik Perusahaan Setiap kebijakan yang dibuat perusahaan dapat berpengaruh kepada nilai perusahaan terutama dalam menetapkan berapa banyak laba yang akan dibagikan kepada para pemegang saham daripada ditahan untuk diinvestasikan kembali.

Penelitian Rizqia et al. (2013) menunjukkan kebijakan dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan yang mana didasari oleh ketimpangan informasi (asymmetric information) dimana investor tidak memiliki semua informasi yang diketahui oleh manajemen perusahaan, sehingga setiap kebijakan yang dibuat perusahaan menjadi cerminan kondisi dan kinerja perusahaan. Hasil penelitian Muktiadji dan Felicia (2013) pada perusahaan PT.

Aneka Tambang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara kebijakan dividen dengan nilai intrinsik perusahaan. Penelitian Rasyid et al. (2015) juga membuktikan bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif dan siginifikan dan menyatakan bahwa perusahaan besar cenderung lebih mampu membayar dividen lebih besar daripada perusahaan kecil.

3.1.6 Pengaruh Tidak Langsung Struktur Modal terhadap Nilai Intrinsik Perusahaan melalui Kebijakan Dividen

Nilai perusahaan merupakan hal yang penting karena nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti dengan kekayaan pemegang sahamnya. Dalam hal mengatasi keterbatasan investor mendapatkan informasi tentang kinerja dan keadaan perusahaan maka yang dapat dijadikan sinyal oleh perusahaan adalah dengan pembayaran dividen. Untuk bisa menghasilkan laba yang besar agar mampu membayar dividen, maka perusahaan akan berusaha untuk menjalankan bisnisnya secara efisien terutama dalam hal pemilihan sumber dana yang mana berhubungan

dengan struktur modal perusahaan. Ikbal et al. (2011) menemukan kebijakan utang berpengaruh terhadap nilai perusahaan dimana pengaruh kebijakan utang terhadap nilai perusahaan melalui kebijakan dividen memiliki pengaruh yang hampir sama dengan pengaruh langsungnya. Hasil penelitian Mardasari (2014) dan Febrianawati (2014) menunjukkan adanya hubungan antara kebijakan utang terhadap nilai perusahaan melalui kebijakan dividen.

3.1.7 Pengaruh Tidak Langsung Profitabilitas terhadap Nilai Intrinsik Perusahaan melalui Kebijakan Dividen

Manajer perusahaan dalam membuat keputusan harus searah dengan tujuan perusahaan yaitu memaksimumkan kekayaan pemegang saham dengan cara meningkatkan nilai perusahaan. Seorang investor yang menginvestasikan dananya pada saham selalu mengharapkan return baik dalam bentuk capital gain maupun dividen. Pertumbuhan dividen biasanya terjadi oleh adanya peningkatan laba perusahan. Sehingga peningkatan laba melalui kebijakan dividen secara tidak langsung juga dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Penelitian Dinata dan Yadnya (2014) dan Rasyid et al. (2015) menunjukkan bahwa pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan melalui kebijakan dividen memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan pengaruh langsung antara profitabilitas dengan nilai perusahaan.

3.2 Hipotesis

Hipotesis dapat didefiniskan sebagai hubungan yang diperkirakan secara logis diantara dua atau lebih variabel yang diungkapkan dalam bentuk pernyataan

yang dapat diuji. Berdasarkan penjelasan terhadap kerangka konseptual yang telah diuraikan, maka hipotesis yang diuji adalah sebagai berikut:

1. H1 : Struktur modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen.

2. H2 : Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen.

3. H3 : Struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai intrinsik perusahaan.

4. H4 : Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai intrinsik perusahaan.

5. H5 : Kebijakan dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai intrinsik perusahaan.

6. H6 : Struktur modal berpengaruh tidak langsung dan signifikan terhadap nilai intrinsik perusahaan melalui kebijakan dividen sebagai variabel intervening.

7. H7 : Profitabilitas berpengaruh tidak langsung dan signifikan terhadap nilai intrinsik perusahaan melalui kebijakan dividen sebagai variabel intervening.

BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1 Jenis dan Sifat Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian yang berbentuk kuantitatif, yaitu data penelitian berupa angka atau bilangan. Penelitian ini bersifat kausalitas, yaitu penelitian yang mencari penjelasan dalam bentuk hubungan sebab akibat antar beberapa variabel.

4.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan sektor properti dan real estate di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015 melalui situs www.idx.co.id. Penelitian akan mulai dilaksanakan pada bulan Oktober 2016.

4.3 Populasi dan Sampel

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang bergerak pada sektor properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015. Beberapa kriteria populasi sasaran yang digunakan sebagai berikut:

1. Perusahaan sektor properti yang terdaftar di BEI tahun 2015 yang memiliki laporan keuangan tahunan yang telah diaudit kepada BEI.

2. Perusahaan sektor properti yang memiliki laporan keuangan yang lengkap untuk mendukung penelitian dan yang memiliki laba operasi yang positif.

3. Memiliki data-data yang lengkap yang berhubungan dengan variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian.

Berdasarkan kriteria populasi sasaran, maka jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria antara lain :

Tabel 4.1 Jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria

No. Kriteria Jumlah

1

Perusahaan yang bergerak pada sektor properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan menerbitkan laporan keuangan yang di audit

60

2 Perusahaan yang bergerak pada sektor properti yang tidak memiliki laba operasi positif

5 3 Perusahaan yang bergerak pada sektor properti yang

tidak memiliki laporan keuangan yang lengkap

4 Jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria 51

Tabel 4.2 Daftar Perusahaan Sektor Properti yang Memenuhi Kriteria

No. Kode PERUSAHAAN

6 BEST Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk 7 BIPP Bhuwanatala Indah Permai Tbk 8 BKSL Sentul City Tbk

9 BSDE Bumi Serpong Damai Tbk 10 COWL Cowell Development Tbk 11 CTRA Ciputra Development Tbk 12 CTRP Ciputra Property Tbk 13 CTRS Ciputra Surya Tbk

14 DART Duta Anggada Realty Tbk 15 DGIK Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk 16 DILD Intiland Development Tbk 17 DMAS Puradelta Lestari Tbk 18 DUTI Duta Pertiwi Tbk

19 ELTY Bakrieland Development Tbk 20 EMDE Megapolitan Developments Tbk 21 FMII Fortune Mate Indonesia Tbk

No. Kode PERUSAHAAN 22 GAMA Gading Development Tbk

23 GMTD Gowa Makassar Tourism Development Tbk 24 GPRA Perdana Gapuraprima Tbk

25 IDPR Indonesia Pondasi Raya Tbk

26 JKON Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk 27 JRPT Jaya Real Property Tbk

28 KIJA Kawasan Industri Jababeka Tbk 29 KPIG MNC Land Tbk

30 LAMI Lamicitra Nusantara Tbk 31 LCGP Eureka Prima Jakarta Tbk 32 LPCK Lippo Cikarang Tbk 33 LPKR Lippo Karawaci Tbk

30 LAMI Lamicitra Nusantara Tbk 31 LCGP Eureka Prima Jakarta Tbk 32 LPCK Lippo Cikarang Tbk 33 LPKR Lippo Karawaci Tbk

Dalam dokumen Kartika Chandra (Halaman 42-0)

Dokumen terkait