KAJIAN TEORITIK
CEK DENYUT NADI DAN TEKANAN DARAH A.Pendahuluan
3. Guided Inquiry
a. Pengertian Guided Inquiry
Inkuiri merupakan teknik atau cara yang digunakan guru untuk mengajar di kelas.41 Inkuiri berasal dari bahasa Inggris inquiry yang dapat diartikan sebagai proses bertanya dan mencari tahu jawaban terhadap pertanyaan ilmiah yang diajukan.42 Sedangkan menurut Zulfiani, proses inquiry menekankan pada pengembangan pertanyaan pada setiap tahap dari metode ilmiah.43 Pendapat lain menyatakan bahwa strategi pembelajaran inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.44 Menurut NSES (National Science Education Standards) pembelajaran inquiry didefinisikan seperti “The activities of students in which they develop knowledge and understanding of scientific ideas, as well as an understanding of how scientists study the natural world.”45
Dari pendapat di atas dapat dipahami bahwa pembelajaran inquiry adalah suatu proses kegiatan
40
Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, op. cit., h. 224-225. 41
Roestiyah, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), Cet.7, h.75. 42
Dyah Shinta Damayanti, dkk., Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Dengan Pendekatan Inkuiri Terbimbing untuk Mengoptimalkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Listrik Dinamis SMA Negeri 3 Purworejo Kelas X Tahun Pelajaran 2012/2013, op.cit., h. 59.
43
Zulfiani, dkk., Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009, h. 120.
44
Wina sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2010), h. 196.
45
Carl J. Wenning, Levels of Inquiry: Hierarchies of Pedagogical Practices and Inquiry Process, Department of Physics Journal Physics Teacher Education Online, 2005, p. 3.
26
pembelajaran yang menekankan proses berpikir kritis dan analitis agar peserta didik menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah.
Salah satu prinsip inquiry adalah siswa dapat belajar untuk berpikir. Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.46 Dalam Standar for Science Teacher Preparation terdapat 3 tingkatan inquiry, yakni:
1) Discovery atau structured inquiry
Pada tingkatan discovery atau structured inquiry tindakan utama guru adalah mengidentifikasi permasalahan dan proses, sementara siswa mengidentifikasi alternatif hasil.
2) Guided inquiry
Pada tingkatan ini tindakan utama guru ialah mengajukan permasalahan, siswa menentukan proses dan penyelesaian masalah. 3) Open inquiry
Tingkatan ini guru menjelaskan konteks penyelesaian masalah kemudian siswa mengidentifikasi masalah dan menyelesaikannya.47
Menurut pendapat Alan Colburn, pendekatan inquiry menurut pengajarannya dibagi menjadi empat macam.
1) Structured inquiry
The teacher provides students with a hands-on problem to investigate, as well as the procedures, and materials, but does not inform them of expected outcomes.
2) Guided inquiry
The teacher provides only the materials and problem to investigate. Students devise their own procedure to solve the problem.
3) Open inquiry
This approach is similar to guided inquiry, with the addition that students also formulate their own problem to investigate. Open inquiry, in many ways, is analogous to doing science. Science fair activities are often examples of open inquiry.
46
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, op. cit., h. 201.
47
4) Learning cycle
Students are engaged in an activity that introduces a new concept. The teacher then provides the formal name for the concept.48
Dari pendapat Alan Colburn di atas pada structured inquiry guru menyajikan permasalahan, menyajikan langkah-langkah, dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk melakukan suatu penyelidikan akan tetapi guru tidak memberitahukan hasil dari pengamatan yang dilakukan melainkan siswa yang mengidentifikasi hasilnya. Pada guided inquiry guru hanya menyajikan masalah dan alat bahan yang dibutuhkan sedangkan siswa yang merancang sendiri langkah-langkah untuk memecahkan permasalahan tersebut. Pada open inquiry siswa merancang sendiri permasalahan yang akan dilakukan penyelidikan. Pendekatan inquiry yang terakhir adalah learning cycle. Pada learning cycle siswa dibimbing oleh guru. Misalnya pada konsep sistem sirkulasi manusia dan sirkulasi hewan. Siswa mengalami konsep sebelum diajarkan kepada mereka yang pada akhirnya siswa kembali ke laboratorium untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari ke sebuah situasi yang baru.
Dalam pembelajaran Biologi yang berhubungan dengan kerja ilmiah, guru sangat tepat jika memilih dan menerapkan metode inquiry. Guru menggunakan teknik ini dengan tujuan siswa dapat terangsang oleh tugas, dan aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan masalah.49 Jenis inkuiri terbimbing ini cocok digunakan dalam pembelajaran sains.50 Pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) yaitu model pembelajaran inkuiri yang pada pelaksanaannya guru menyediakan bimbingan atau petunjuk yang cukup luas kepada peserta
48
Alan Colburn, An Inquiry Primer, Science Scope, 2000, p. 42. 49
Roestiyah, Strategi Belajar Mengajar, op.cit., h. 76. 50
Paidi, Peningkatan Scientific Skill Siswa melalui Implementasi Metode Guided Inquiry pada Pembelajaran Biologi di SMAN 1 Sleman, Jurnal Penelitian, h. 3.
28
didik.51 Peserta didik dibimbing guided inquiry merupakan salah satu metode di mana guru membimbing dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu diskusi.52
Kuhlthau dan Todd mendefinisikan guided inquiry sebagai cara guru dalam membimbing siswa dalam membangun suatu pengetahuan dan pemahaman yang mendalam mengenai mata pelajaran.53 Pada hakikatnya guided inquiry merupakan tangga untuk mencari inti dari sebuah informasi di mana hal itu tidak dapat diolah tanpa adanya masalah.54 Dari pendapat di atas inkuiri terbimbing merupakan salah satu metode yang dilakukan guru dengan cara membimbing siswa untuk dapat menemukan pemahamannya sendiri terhadap suatu materi melalui suatu masalah yang disajikan oleh guru.
b. Tahap-tahap Guided Inquiry
Langkah-langkah yang bisa diterapkan guru untuk pembelajaran inquiry menurut Gagne meliputi:
1) Penyajian masalah
2) Verifikasi dan penemuan jawaban dengan merancang suatu percobaan
3) Pengumpulan data 4) Perumusan penjelasan 5) Perumusan kesimpulan.55
Pada tahap-tahap awal guru memberikan bimbingan lebih banyak yaitu berupa pertanyaan-pertanyaan pengarah agar siswa mampu
51
Dyah Shinta Damayanti, dkk., Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Dengan Pendekatan Inkuiri Terbimbing untuk Mengoptimalkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Listrik Dinamis SMA Negeri 3 Purworejo Kelas X Tahun Pelajaran 2012/2013, op.cit., h. 59.
52
Nurhidayati, dkk., Penggunaan LKS berbasis Inkuiri Terbimbing terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Pokok Ekosistem, Jurnal Penelitian, 2012, h.77.
53
Paidi, op. cit., h. 7. 54
Lee Fitz Gerald, The Twin Purposes of Guided Inquiry: guiding student inquiry and evidence based practice, Scan Research, Vol. 30, 2011, p. 26.
55
Paidi, Peningkatan Scientific Skill Siswa melalui Implementasi Metode Guided Inquiry pada Pembelajaran Biologi di SMAN 1 Sleman, op. cit., h. 9.
mencari jawaban dari pertanyaan yang disampaikan oleh guru. Pertanyaan tersebut selain dikemukakan langsung oleh guru dapat juga di dalam LKS. Karena guru dapat memberikan bentuk bimbingan pada siswa dengan memberikan LKS yang dapat membantu siswa untuk menemukan jawaban dari suatu permasalahan. Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dikembangkan berbasis inkuiri terbimbing terdiri dari komponen-komponen: judul, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, merumuskan masalah, hipotesis, alat dan bahan, langkah percobaan, tabel hasil pengamatan, analisis data dan kesimpulan.56 Menurut Paidi, pada guided inquiry siswa diberikan kesempatan untuk merumuskan prosedur, menganalisis hasil dan mengambil kesimpulan secara mandiri.57 Proses-proses mental yang ada di inkuiri di antaranya adalah:
1) Merumuskan masalah 2) Merencanakan eksperimen 3) Melakukan eksperimen
4) Mengumpulkan dan menganalisis data, 5) serta menarik kesimpulan.58
Menurut Gulo untuk melaksanakan pembelajaran inkuiri adalah mengajukan pertanyaan atau permasalahan, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, analisis data dan membuat kesimpulan.59 Pendapat lain menyatakan bahwa tahapan pembelajaran inkuiri adalah: (1) menyajikan pertanyaan atau masalah, (2) membuat hipotesis, (3) merancang percobaan, (4) melakukan percobaan untuk memperoleh informasi, (5) mengumpulkan dan menganalisis data, dan (6) membuat kesimpulan.60
56
Y. Astuti, dan B. Setiawan, Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Inkuiri Terbimbing dalam Pembelajaran Kooperatif pada Materi Kalor, Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 2013, h. 91.
57
Paidi, op. cit., h. 8. 58
Roestiyah, Strategi Belajar Mengajar, op.cit., h. 76. 59
Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Konsep, Landasan,dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: Kencana, 2010), Cet. 4, h. 168-169.
60
30
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa proses inkuiri terbimbing adalah guru yang menyajikan masalah sedangkan siswa diberikan kesempatan untuk membuat hipotesis, merancang percobaan, mengumpulkan dan menganalisis data, serta memberikan kesimpulan. Seperti yang dinyatakan dalam teori Ilmu Jiwa Daya bahwa manusia memiliki sejumlah daya mental, seperti daya untuk mengamati, menanggapi, mengingat, berpikir, dan sebagainya yang dapat dilatih atau didisiplin.61 Dalam upaya menanamkan konsep tidak cukup hanya sekedar ceramah. Pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa diberi kesempatan untuk tahu dan terlibat secara aktif dalam menemukan konsep dari fakta-fakta yang dilihat dari lingkungan dengan bimbingan guru.62
c. Manfaat dari Pembelajaran Guided Inquiry
Strategi pembelajaran inkuiri banyak dianjurkan oleh karena strategi ini memiliki keunggulan, sebagai berikut.63
1) Strategi ini menekankan pada pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor secara seimbang.
2) Dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
3) Strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku akibat adanya pengalaman.
4) Strategi ini dapat melayani kebutuhan siswa yang meiliki kemampuan di atas rata-rata.
61
Abuddin Nata, Pendidikan dalam Perspektif Al-qur’an, (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2005), Cet. 1, h. 197.
62
Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Konsep, Landasan,dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), op. cit., h. 171.
63
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, op.cit., h. 208-209.
Menurut Roestiyah keunggulan dari teknik inkuiri adalah:64
1) Dapat membentuk dan mengembangkan “self concept” pada diri
siswa
2) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru
3) Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersikap obyektif, jujur, dan terbuka
4) Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri
5) Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik 6) Merangsang siswa untuk belajar
7) Dapat mengembangkan bakat siswa
8) Memberikan kebebasan kepada siswa sehingga lebih mandiri 9) Dapat memberikan waktu siswa untuk mengasimilasi dan
mengakomodasi informasi
Selain keunggulan di atas manfaat lain yang diperoleh dengan menggunakan strategi guided inquiry siswa dapat:
1) Mengembangkan sikap sosial, kemampuan berbahasa, dan kemampuan membaca
2) mengkonstruksi pemahamannya sendiri,
3) memperoleh kebebasan dalam melakukan percobaan dan pembelajaran,
4) memberikan suatu pengalaman yang dapat meningkatkan motivasi dan mengaktifkan keterlibatan siswa,
5) memahami dan memiliki kemampuan yang dapat diteruskan pada rancangan percobaan yang selanjutnya.65
Louis I. Kuslan dan A. Harris Stone menyatakan hasil yang didapat dari pembelajaran inkuiri adalah:
1) It increases the intelectual potency of the learner.
64
Roestiyah, Strategi Belajar Mengajar, op.cit., h. 76-77. 65
Carrol C. Kuhlthau, Guided Inquiry: Learning in the 21st Century School, (USA: Libraries Unlimited, 2007), p. 6.
32
2) The learner shifts from dependence on extrinsic to intrinsic rewards.
3) Mastery of the heuristics of discovery enchances its transfer value.
4) Learning by discovery expedites memory processing.66
Hal yang dimaksudkan pada hasil yang didapatkan setelah siswa belajar dengan strategi inkuiri adalah dapat meningkatkan potensi intelektual siswa, siswa menjadi lebih percaya diri, pembelajaran akan lebih bermakna, dan dapat mempercepat proses daya ingat.