HASIL PENELITIAN
C. Hak dan Kewajiban Karyawan Pabrik
Dalam Undang-undang ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003 terdapat hak-hak dan kewajiban karyawan pabrik, meskipun tidak secara ekplisit di sebutkan dalam salah satu bab, akan tetapi dimulai dari pasal 77 di paragraf 4 sampai pasal 101 menunjukkan bahwa itu merupakan hak- hak karyawan untuk mendapatkan kejelasan hukum akan pekerjaannya. Memuat waktu kerja, kesejahteraan karyawan. Maka dari itu, penulis mencoba menjelaskan satu-persatu, yaitu adalah sebagai berikut:
1. Waktu Kerja
Merupakan suatu salah satu perjanjian kerja yang harus ditaati oleh pekerja, apabila tidak maka akan ada sanksi tersendiri. Perjanjian kerja itu sendiri, adalah dalam pasal 1601a KUHPerdata memberikan pengertian
adalah sebagai berikut: “perjanjian kerja adalah suatu perjanjian dimana
52
perintah pihak lain, simajikan untuk suatau waktu tertentu melakukan pekerjaan dengan menerima upah”. (Husni, Lalu. 2010: 64). Waktu di perusahaan adalah 7 jam sehari atau 40 jam seminggu bagi Pekerja yang bekerja 6 hari kerja atau 7 jam sehari bagi pekerja atau 35 jam bagi Pekerja yang bekerja 5 hari kerja sesuai dengan Undang-Undang, tidak menyimpang (Keterangan Lina selaku Staff Administrasi Kamis, 8 Agustus 2018 pukul 14.00).
Sedangkan cuti dalam setahun ada 12 kali, tidak langsung diambil sekali, terkadang dipotong libur hari raya yang aslinya hanya 2 hari, jika lebih dari itu akan diambilkan dari hak cuti, jadi kita harus pandai- pandainya mengambil hak cuti. Disana pun sudah disediakan masjid dan gereja serta menurut waktu beribadah bergantian. Khususnya hari jum‟at, dengan sebagian besar disana adalah karyawan perempuan jadi sementara bisa digantikan sebentar. Keistimewaan bagi perempuan, terdapat beberapa diantaranya adalah:
a. Tidak diwajibkan untuk pekerja yang sedang haid untuk masuk kerja, dan boleh cuti dihari pertama dan kedua. Cuti yang seperti ini, dinamakan H1 yang berakhir ditanggal 15 yang diatur oleh pimpinan bagian (Keterangan Pak RT Rabu, 8 Agustus 2018 pukul 20.35).
b. Istirahat akan kehamilan karyawati yaitu 1,5 (satu setengah) sebelum melahirkan dan 1,5 (satu setengah) setelah melahirkan. Karena dulu pernah terjadi keguguran, Jadi masa kehamilan,
53
pekerjaan karyawati tidak masuk shif, jadi hanya masuk jam 8 sampai jam 4 dan tidak terlalu difokuskan untuk bekerja. Dan selama 1,5 sebelum dan sesudah itu diliburkan (Keterangan Pak Agung Rabu, 8 Agustus 2018 pada pukul 18.37).
c. Pekerja/buruh perempuan yang anaknya masih dalam penyusuan harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja. Dilakukan saat waktu istrirahat, istri pulang untuk menyusui anak sampai waktu satu jam habis (Keterangan Pak Irwan Kamis, 9 Agustus 2018 pukul 15.03) d. Meskipun mendapatkan istirahat, tetap mendapatkan upah yang
penuh. Yang dimaksud istirahat, adalah saat cuti menunggu masa kelahiran yaitu 1,5 bulan sebelum dan 1,5 sesudah kelahiran dan cuti saat haid.
2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Hal demikian terdapat dalam pasal 86 ayat 1, yang disitu mulai berisi tentang pasal-pasal Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Yaitu pekerja mempunyai hak memperoleh perlindungan atas:
a. Keselamatan dan kesehatan kerja, untuk karyawati yang mengandung 4-5 bulan, diberikan kebijakan hanya masuk shif pagi saja, tidak dibolehkannya merokok dan kelengkapan kerja yang lengkap seperti sepatu, seragam atasan bawahan, topi, kaos tangan, masker dan lain sebagainya. (Keterangan Pak Joko Rabu, 8 Agustus 2018 pukul 18.30)
54
b. moral dan kesusilaan; dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama.
Diberikan waktu untuk salat dengan cara bergantian. terkecuali waktu salat
jum‟at untuk karyawan, karena disana kebanyakan perempuan, maka
perempuan sementara waktu menggantikan tugas karyawan laki-laki (Keterangan Pak RT Rabu 8 Agustus 2018 pukul 20.30 WIB).
Untuk melindungi keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkaan produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja. Perlindungan tersebut dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Kebijakan Pengupahan
Dalam pasal 88 berisi kebijakan pengupahan. Pada ayat 1
menyebutkan “Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh penghasilan
yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.” Kebijakan tersebut meliputi:
a. Upah minimum;
b. Upah kerja lembur dibayarkan saat terjadi kelebihan jam kerja, saat hari libur kecuali hari Kemerdekaan diminta untuk berangkat (Keterangan Pak Agung Rabu 8 Agustus 2018 pukul 18.30 WIB );
55
c. denda dan potongan upah, untuk denda tidak ada, tapi potongan itu biasanya saat tidak masuk, maka preminya akan berkurang (Keterangan Pak RT Rabu 8 Agustus 2018 pukul 20.28 WIB);
d. hal-hal yang dapat diperhitungkan dengan upah;
e. struktur dan skala pengupahan yang proporsional;
f. upah untuk pembayaran pesangon. Untuk pabrik sekarang banyak karyawan kontrak, jadi pihak pabrik mencoba menghindar dari membayar pesangon (Menurut Pak RT Rabu 8 Agustus 2018 pukul 20.29 WIB ); dan
g. upah untuk perhitungan pajak penghasilan.
4. Kesejahteraan
Setiap pekerja/buruh dan keluarganya berhak untuk memperoleh jaminan sosial tenaga kerja. Untuk meningkatkan kesejahteraan bagi pekerja/buruh dan keluarganya, pengusaha wajib menyediakan fasilitas kesejahteraan. Dengan memperhatikan kebutuhan pekerja/buruh dan ukuran kemampuan perusahaan. Untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh itu juga, dibentuk koperasi pekerja/buruh dan usaha-usaha produktif di perusahaan. Yang berupaya menumbuhkembangkan koperasi pekerja/buruh, dan mengembangkan usaha produktif.
Timatex memiliki fasilitas kesejahteraan yang dapat dinikmati oleh karyawan yang bekerja didalamnya, diantara lain yaitu:
56 a. Jamsostex/BPJS Ketenagakerjaan
Jaminan Sosial Tenaga Kerja : jenis perlindungannya yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan kematian dan pesiun.
b. InHealth/BPJS Kesehatan
Asuransi Kesehatan : diberikan kepada pekerja + suami/istri + 3 orang anak (max)
c. Staff masih diberikan tanggungan asuransi swasta (disamping BPJS). d. Makan 1 kali dalam jam kerja, di kantin yang sudah disediakan. e. Transportasi antar-jemput, hanya dilakukan masuk pagi dan juga
berangkat / pulang malam (Menurut Pak Agung Kamis, 9 Agustus 2018 pukul 18.30)
f. Seragam kerja termasuk atasan, bawahan, sepatu kerja, topi, serta name tag untuk pekerja dibagian produksi. Secara lengkap untuk perlindungan karyawan, akan tetapi karyawan tidak menggunakan masker dan topi padahal itu untuk kesehatan karyawan sendiri (Menurut Pak Joko sebagai Kabag Pabrik, Kamis 9 Agustus 2018 pukul 19.30)
g. Balai pengobatan (poliklinik) dengan 2 dokter dan 9 tenaga medis. h. Mess pekerja.
i. Rumah/tempat ibadah, bagi yang muslim tersedia musholla serta yang nasrani tersedia gereja (Menurut Pak Joko sebagai Kabag Pabrik, Kamis 9 Agustus 2018 pukul 19.30).
57 j. Tunjungan Hari Raya Keagamaan. k. Perpustakaan Perusahaan.
l. Koperasi karyawan manunggal 9 Damatex – Timatex-Argo Manunggal Triasta.
Sedangkan menurut peraturan yang khusus diberlakukan oleh Pabrik Timatex dan Damatex yaitu Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau sekarang yang lebih dikenal dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan poin-poin yang disepakati oleh Pengusaha dengan Pekerja di Pabrik tersebut. Dalam PKB ini membahas tentang:
a. Istilah : beberapa istilah yang digunakan serta perlu dijelaskan artinya. Seperti Perusahaan, pengusaha, Pekerja dan lain sebagainya;
b. Umum : pihak, dasar, tujuan, luasnya perjanjian kerja bersama, hak dan kewajiban yang berkesepakatan.
c. Pengakuan dan Jaminan : pengakuan perserikatan kedua belah pihak, dan fasilitas-fasilitas untuk serikat bekerja.
d. Hubungan Kerja : penerimaan pekerja dan masa percobaan, batas umur putus hubungan kerja, batas umur penerimaan calon bekerja, mutasi dan promosi, serta status dan penggolongan pekerja.
e. Peraturan Kerja :waktu kerja tergantung departemen, ada yang dua shif dan ada yang tiga shif. Terkadang ada tiga bagian, yang hanya masuk malam hanya satu shif saja (Pak Agung Rabu, 8
58
Agustus 2018 pukul 18.30 WIB). Dan istirahat yaitu apabila bekerja empat jam terus-menerus dapat beristirahat satu jam, terkecuali bagi karyawan yang menjaga mesin, jadi istirahatnya bergantian, agar mesin tetap beroprasi (Pak RT Rabu, 8 Agustus 2018 pukul 20.30 WIB)
f. Absensi, Perijinan, Cuti Khusus dan Istirahat Tahunan
g. Kewajiban dan Larangan-Larangan. Dalam KKB pasal 22, Pekerja diwajibkan untuk mentaati peraturan dan tata tertib yang ditetapkan oleh Pimpinan Perusahaan dan lain sebagainya. Larangan bagi Pekerja diantaranya dalam pasal 23, tidak boleh menggunakan / membawa barang milik perusahaan tanpa izin pemimpin, membawa mengambil dan atau memindahkan bukan haka atau wewenang di dalam kompleks \perusahaan, dan lain sebagainya.
h. Syarat-Syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Sebagai contoh tidak dibolehkannya merokok dan kelengkapan kerja yang lengkap seperti sepatu, seragam atasan bawahan, topi, kaos tangan, masker dan lain sebagainya. ( Menurut Pak Joko Rabu, 8 Agustus 2018 pukul 18.30)
i. Pengupahan .
Sebenarnya peraturan masih sama, hanya saja pergantian nama yang dulunya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) menjadi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang mengalami perubahan yang sedikit sebagai contoh BPJS atau yang
59
dulu lebih dikenal Jamsostex (kepala personalia, Kamis, 23 Agustus 2018 pukul 13.00 WIB).