BAB III PERLINDUNGAN HAK KONSTITUSIONAL ATAS
A. Hak Konstitusional Atas Kesehatan Masyarakat
Pasal Penjelasan
Perda Nomor 2 Tahun 2020 Bab II mengenai "Tanggung Jawab dan Wewenang" bagian kesatu tentang
"Tanggung Jawab" pada pasal 5.
Pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam upaya penanggulangan Covid-19 bertanggung jawab menyediakan dukungan tenaga kesehatan dan tenaga penunjang, menyediakan sarana dan prasarana, obat-obatan, alat kesehatan, dan lain sebagainya.
Perda Nomor 2 Tahun 2020 Bab II mengenai "Tanggung Jawab dan Wewenang" bagian kedua tentang
"Wewenang" pada pasal 6.
Pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam upaya penanggulangan Covid-19 bertanggung jawab melakukan pengaturan terhadap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di provinsi DKI Jakarta dalam hal pelayanan dan sumber daya guna percepatan penanggulangan Covid-19.
Perda Nomor 2 Tahun 2020 Bab III mengenai "Hak dan Kewajiban"
bagian kesatu tentang "Hak" pada pasal 7.
Bahwa pemerintah provinsi DKI Jakarta wajib memberikan bagi setiap orang atau masyarakat dalam penyelenggaraan penanggulangan Covid-19 itu berhak memperoleh perlakuan yang sama dalam upaya perlindungan dan keselamatan masyarakat dan bentuk lainnya di masa pandemi Covid-19.
Sumber: Perda Pemerintah DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2020, Pasal-pasal yang Menjamin Perlindungan Hak Atas Kesehatan.28
28 Peraturan Pemerintah DKI Jakarta No 2 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Corona Virus Desiase.
29
Berdasarkan peraturan pemerintah DKI Jakarta diatas, bahwa Perda tersebut menjelaskan pemerintah DKI Jakarta sepenuhnya memiliki wewenang dan tanggung jawab mengenai pemenuhan hak kesehatan bagi setiap individu masyarakat DKI Jakarta. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, juga menjelaskan dan mengatur bahwa bidang kesehatan merupakan urusan Pemerintahan Pusat, Pemerintahan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Di dalam UU Nomor 32 Tahun 2004, dijelaskan bahwa Pemerintah Daerah (Provinsi/Kabupaten) itu mempunyai kewajiban dan hak untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, mewujudkan keadilan dan pemerataan, menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan, menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak, mengembangkan sistem jaminan sosial.29
Dalam teori hak asasi manusia dimana kesehatan merupakan sebuah keadaaan yang sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang berhak hidup produktif secara sosial dan ekonomi, karena itu kesehatan merupakan dasar dari diakuinya derajat kemanusiaan. Tanpa kesehatan seseorang menjadi tidak sederajat secara kondisional dan tanpa kesehatan, seseorang tidak akan mampu memperoleh hak-hak lainnya. Sehingga kesehatan menjadi salah satu ukuran selain tingkat pendidikan dan ekonomi, yang menentukan mutu dari sumber daya manusia (human development index). Hak atas kesehatan merupakan hak asasi manusia telah diakui dan diatur dalam berbagai instrumen internasional maupun nasional.
Maka dari itu, dengan melihat dan memperhatikan ketentuan tersebut dapat disimpulkan bahwa hak asasi manusia menyangkut hak kesehatan kepada masyarakat itu sesungguhnya mengenai setiap gangguan, intervensi atau ketidakadilan, ketidakacuhan dalam apapun bentuknya yang mengakibatkan ketidaksehatan tubuh manusia, kejiwaannya, lingkungan alam dan lingkungan sosialnya, pengaturan dan hukumnya, serta ketidakadilan dalam manajemen sosial yang mereka terima, adalah merupakan pelanggaran hak mereka. Dimana hak dari
29 Ibid, h. 9.
30
dalam diri manusia tersebut yang secara konstitusional pengakuan dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia sendiri itu dituangkan dalam Undang-Undang Dasar 1945, baik pada bagian pembukaan maupun pada pasal-pasalnya.
Yang didalamnya terdapat hak warga negara yaitu terkait hak atas kesehatan masyarakat Indonesia dimana pengaturan hak asasi manusia tersebut diatur dalam pasal 27 Undang-Undang Dasar 1945.
Kemudian, jika dilihat dalam perspektif hukum administrasi negara, gagasan negara hukum mengharuskan segala urusan pemerintahan berasas pada regulasi atau undang-undang dengan memberikan jaminan hak-hak dasar kepada masyarakat dengan tujuan agar tercapainya hak atas kesehatan masyarakat tersebut.
Menurut Sjachran Basah, Asas legalitas merupakan upaya mewujudkan kolaborasi integral antara kedaulatan hukum dan rakyat dengan prinsip monodulistis yang konstitutif, dimana penerapan asas legalitas akan menunjang kepastian hukum dan kesamaan pelakunya. Hal ini membuat setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang sama terhadap hukum normatif. Asas legalitas juga memberikan jaminan kedudukan hukum warga negara terhadap pemerintah. Dalam penerapannya, negara hukum demokratis harus mendapat legitimasi dari rakyat yang tertuang secara formal dalam undang-undang.30
Asas legalitas menjadi salah satu landasan pokok dalam menyelenggarakan pemerintahan dan kenegaraan. Menurut Bagir Manan maksud dari kata
“wewenang” bukan hanya berarti kekuasaan namun juga menyangkut hak dan kewajiban, hak dalam hal otonomi daerah yaitu yang berkaitan dengan kekuasaan untuk mengatur dan mengelola sedangkan kewajiban yaitu menyelenggarakan pemerintahan sebagaimana mestinya. Organ pemerintahan tidak dapat menganggap bahwa dia memiliki sendiri wewenang pemerintahan. Kewenangan hanya diberikan oleh Undang-undang.31
30 Ridwan HR, Hukum Administrasi Negara, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2017), h. 94.
31 Aminuddin Ilmar, Hukum Tata Pemerintahan, (Jakarta, Prenadamedia Group: 2016), h. 74.
31
”Dalam Perda DKI No 2 Tahun 2020 bab III pasal 7, mengenai hak dan kewajiban.
Dijelaskan pada point (a). Yaitu “memperoleh perlakuan yang sama dalam upaya pelindungan kesehatan dan keselamatan masyarakat dan bentuk lainnya dalam masa pandemi Covid-19.”32
Mengenai Perda Pemerinah DKI Jakarta diatas, dalam upaya menanggulangi penyebaran Covid-19, bahwa masyarakat berhak memperoleh perlakuan yang sama dalam upaya perlindungan kesehatan dan keselamatan diri masing-masing dari mereka. Tetapi faktanya banyak masyarakat yang tidak terpenuhi hak kesehatannya. Mulai dari masyarakat yang mengalami krisis makanan, minuman, serta obat-obatan sehingga beberapa dari mereka mengalami kesusahan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari bahkan ada masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya yang meninggal akibat virus Covid-19 ini.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, sumber daya di bidang kesehatan yang harus disediakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah yaitu mulai dari anggaran, tenaga kesehatan, perbekalan kesehatan, sediaan farmasi, alat kesehatan dan fasilitas pelayanan dan teknologi kesehatan. Pemerintah daerah ikut andil berpartisipasi dalam penyediaan layanan kesehatan yang dikeluarkan melalui kebijakan-kebijakan dalam penyediaan tenaga kesehatan, rumah sakit daerah, puskesmas, dan lain-lain. Pemerintah membiayai penyediaan layanan tersebut melalui anggaran daerah untuk dapat mengakses layanan kesehatan tersebut, pada umumnya masyarakat dikenakan pungutan retribusi jasa layanan kesehatan.
Carl J Federick mendefinisikan bahwa kebijakan itu merupakan serangkaian tindakan atau kegiatan yang diusulkan seseorang, kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu dimana terdapat hambatan atau kesulitan serta kesempatan-kesempatan pada pelaksanaan usulan kebijaksanaan tersebut dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Pendapat ini juga menunjukan bahwa ide kebijakan melibatkan perilaku yang memiliki maksud dan tujuan merupakan bagian yang penting dari definisi kebijakan, karena bagaimanapun kebijakan harus
32 Peraturan Pemerintah DKI Jakarta No 2 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Corona Virus Desiase, Bab III Pasal 7.
32
menunjukan apa yang sesungguhnya dikerjakan daripada apa yang diusulkan dalam beberapa kegiatan pada suatu masalah tertentu.33
Mengenai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah, kebijakan tersebut dapat diartikan sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tentang pemerintahan, organisasi, dan lain-lain) pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip dan garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran.
Perda pemerintah DKI Jakarta Nomor 2 tahun 2020 ini merupakan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan khususnya oleh pemerintah DKI Jakarta guna mencegah penyebaran virus Covid-19 dan juga memutus mata rantai virus tersebut. Di dalam Perda Nomor 2 Tahun 2020, yaitu tepatnya pada bab II mengenai
“Tanggung Jawab dan Wewenang” bagian satu pasal 5, dijelaskan dalam beberapa poin penting yang berhubungan langsung mengenai proses pemenuhan hak kesehatan masyarakat yang diberikan oleh pemerintah. Diantara point-point yang dimaksud adalah:
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya penanggulangan Covid-19 bertanggung jawab:
a. Melaksanakan surveilans dan penilaian risiko penularan Covid-19 dari tingkat rukun warga sampai dengan tingkat provinsi;
b. Menyediakan dukungan tenaga kesehatan dan tenaga penunjang;
c. Meningkatkan penanggulangan Covid-19 melalui sosialisasi, pemantauan, pembinaan, dan pendampingan bagi tempat kerja/kegiatan dan masyarakat;
d. Menyediakan alat pelindung diri bagi pencegahan Covid-19 untuk tenaga kesehatan dan tenaga penunjang;
e. Menyediakan sarana, prasarana, obat, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai bagi penanganan kasus Covid-19;
33 Leo Agustino, Dasar-dasar Kebijakan Publik (Jakarta : Alfabeta, 2008), h. 7.
33
f. Membantu pemerintah pusat dalam pendistribusian vaksin kepada masyarakat;
g. Menyediakan sarana tempat Isolasi terkendali, pemberian pelayanan kesehatan dan kebutuhan pangan dan bantuan dalam bentuk lain bagi pasien terkonfirmasi Covid-19;
h. Meningkatkan tata kelola pemeriksaan Covid- 19;
i. Melaksanakan penelusuran kontak erat dengan pasien yang berstatus terkonfirmasi melalui rapid test dan/ atau Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) test;
j. Menyediakan dukungan psikososial bagi petugas penanggulangan Covid-19, pasien dan masyarakat;
k. Menyediakan sarana dan prasarana bagi korban meninggal akibat Covid-19;
l. Melaksanakan upaya pemulihan ekonomi dan perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.34
Berdasarkan Perda DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2020, yaitu pada bab II mengenai point-point atau bagian “Tanggung Jawab dan Wewenang” bagian kesatu pasal 5 tersebut, Yuyun Ayunah yang menjabat selaku lurah kelurahan Ciganjur menjelaskan sekaligus menegaskan bahwa terkait Perda yang dikeluarkan oleh pemerintah DKI Jakarta ini berjalan kurang efektif, karena banyak terdapat masyarakat yang melanggar dan tidak menaati peraturan-peraturan tersebut serta belum terpenuhinya hak konstitusional atas kesehatan masing-masing dari mereka.35
Bentuk upaya Negara dalam memberikan pelayanan kesehatan diantaranya yaitu dengan meluncurkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang dimana program ini dilaksanakan dan digagas oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan
34 Peraturan Pemerintah DKI Jakarta No 2 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Corona Virus Desiase, Bab II Pasal 5.
35 Wawancara Pribadi dengan Yuyun Ayunah, Lurah Kelurahan Ciganjur (Daerah Provinsi DKI Jakarta), Jakarta, Rabu 24 November 2021, pukul 14.00 WIB.
34
Sosial) yang merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS yang diamanatkan dalam Undang-Undang No.
40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini dijadikan sebagai upaya pemerintah untuk mengayomi masyarakat kecil yang selama ini kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.36
Kemudian yang kita ketahui bersama bahwasanya peraturan daerah ini bertujuan untuk memberikan pelindungan kesehatan masyarakat dari penularan dan penyebaran virus Covid-19, selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan serta memberikan pelindungan dan jaminan sosial bagi masyarakat dari dampak pandemi Covid- 19, serta memberikan pelindungan, dan kepastian hukum bagi petugas, aparat pelaksana penanggulangan Covid-19, dan masyarakat. Tujuan berikutnya yaitu membangun kemitraan dan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan elemen masyarakat, instansi pemerintah, TNI/Kepolisian, dan pemerintah daerah lain. Dan yang terakhir yaitu meningkatkan efektivitas Pemerintahan Daerah Provinsi DKI Jakarta dalam manajemen penanggulangan Covid-19 dan mensinergikan penanggulangan Covid-19 oleh Pemerintahan Daerah Provinsi DKI Jakarta.