BAB III PERLINDUNGAN HAK KONSTITUSIONAL ATAS
B. Problematika Pemenuhan Hak Kesehatan Masyarakat
Di saat pandemi virus Covid-19 ini, berdasarkan Perda Pemerintah DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2020 mengenai hak konstitusional atas kesehatan masyarakat bisa dikatakan belum berjalan efektif dan efisien selama pelaksanaanya, karena banyak ditemukan beberapa kasus penghambat terlaksananya peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah DKI Jakarta khususnya pada wilayah Kelurahan Ciganjur, Jakarta Selatan.
36 Mikho Ardinata, Tanggung Jawab Negara Terhadap Jaminan Kesehatan dalam Perspektif Hak Asasi Manusia (HAM), (Jurnal HAM Volume 11 Nomor 2, Agustus 2020), h. 321.
35
Yuyun Ayunah menjelaskan sekaligus menegaskan bahwa terkait Perda yang dikeluarkan oleh pemerintah DKI Jakarta ini sudah terinformasikan dengan baik kepada masyarakat Ciganjur khususnya, tetapi setelah penyampaian terkait informasi dan peraturan-peraturan yang terkandung di dalam Perda tersebut tidak dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat Ciganjur khususnya karena banyak terdapat masyarakat yang melanggar dan tidak menaati peraturan-peraturan tersebut.37
Pada Perda No 2 Tahun 2020, yaitu bab III mengenai hak dan kewajiban bagian kesatu tentang hak yaitu Pasal 7. Dijelaskan bahwasanya setiap orang dalam penyelenggaraan penanggulangan Covid19 berhak:
a. Memperoleh perlakuan yang sama dalam upaya pelindungan kesehatan dan keselamatan masyarakat dan bentuk lainnya dalam masa pandemi Covid-19;
b. Ikut serta dalam upaya penanggulangan penularan pandemi Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta; dan
c. Memperoleh informasi mengenai penanggulangan Covid-19.38
Dijelaskan dalam Perda pemerintah DKI Jakarta diatas, mengenai keikutsertaan dalam upaya penanggulangan penularan pandemi Covid-19 di provinsi DKI Jakarta ini. Seperti contohnya dalam kegiatan vaksinasi, diketahui bahwasanya penggunaan masker dan kegiatan vaksin ini menjadi satu kesatuan yang padu dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 ini, tetapi masih banyak sekali masyarakat menolak untuk divaksin dengan berbagai alasan dari mereka.
Selanjutnya dalam Perda pemerintah DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2020 Bab III pasal 7 diatas, mengenai bahwasanya setiap orang dalam penyelenggaraan penanggulangan Covid-19 berhak memperoleh perlakuan yang sama dalam upaya pelindungan kesehatan dan keselamatan masyarakat dan bentuk lainnya dalam
37 Wawancara Pribadi dengan Yuyun Ayunah, Lurah Kelurahan Ciganjur (Daerah Provinsi DKI Jakarta), Jakarta, Rabu 24 November 2021, pukul 14.00 WIB.
38 Peraturan Pemerintah DKI Jakarta No 2 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Corona Virus Desiase, Bab III, Pasal 7.
36
masa pandemi Covid-19. Perlu kita ketahui pada saat pemerintah pusat maupun pemerintah daerah membuat program bantuan sosial, yang dimana pada bantuan sosial ini termasuk pemberian obat-obatan serta vitamin yang diberikan kepada warga atau masyarakat, pemerintah DKI Jakarta dipandang belum maksimal dalam pemenuhan program tersebut. Karena masih sangat banyak masyarakat yang belum terpenuhi haknya. Seperti contohnya banyak rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT) yang dikritik bahkan diprotes oleh warganya mengenai pemenuhan hak tersebut, dimana hal ini sebenarnya bukan kesalahan dari mereka, karena tugas mereka hanya menyalurkan dan mendistribusikan saja. Yaitu data atau daftar yang sudah ada itu memang dikeluarkan langsung dari jajaran pemerintah yang lebih tinggi, bukan data yang dikeluarkan oleh masing-masing dari rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT) tersebut. Padahal faktanya mereka jauh lebih dekat dan faham mengenai warga yang seharusnya mendapatkkan bantuan dan pemenuhan hak kesehatan tersebut. Ini merupakan hal yang seharusnya lebih diperhatikan oleh pemerintah DKI Jakarta mengenai pendataan tersebut.39
Seperti halnya yang sudah dijelaskan dan diatur di dalam Perda Pemerintah DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2020, yaitu Bab III “Hak Dan Kewajiban”. Tepatnya Bagian Kedua Kewajiban Paragraf 1, yaitu mengenai Pelindungan Kesehatan Individu Pasal 8. Disebutkan pada point yang pertama yaitu :40
“(1) Setiap Orang yang berada di Provinsi DKI Jakarta wajib melaksanakan pelindungan kesehatan individu, yang meliputi: (a) menggunakan masker sesuai dengan standar kesehatan yang menutupi hidung, mulut, dan dagu, ketika berada di luar rumah, saat berkendara, tempat kerja dan/atau tempat aktivitas lainnya;”
Berdasarkan Perda pemerintah DKI Jakarta diatas, disaat terjun langsung di lapangan banyak sekali kasus yang didapatkan oleh pihak kelurahan dan karang taruna selaku tenaga pembantu pihak medis dalam menertibkan dan menjalankan aturan yang dikeluarkan pemerintah DKI Jakarta, yaitu aturan dalam memakai
39 Wawancara Pribadi dengan Reza Fahrizal, Ketua Karang Taruna Kelurahan Ciganjur (Daerah Provinsi DKI Jakarta). Jakarta, Jum’at 11 Desember 2021, pukul 17.00 WIB.
40 Peraturan Pemerintah DKI Jakarta No 2 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Corona Virus Desiase, Bab III, Bagian Kedua, Paragraf 1, Pasal 8.
37
masker. Banyak didapatkan masyarakat atau warga yang tidak menaati aturan pemakaian masker tersebut, minimnya kesadaran masyarakat akan bahaya yang akan berdampak kepada dirinya dan orang lain disekitar mereka jika tidak memakai masker, serta banyak didapatkan masyarakat atau warga yang menyepelekan penggunan masker guna mencegah penyebaran virus Covid-19 ini. Mereka menganggap bahwa masker ini hanya alat yang dipakai untuk menutupi bagian tubuh khususnya mulut dan hidung saja yang tidak ada manfaatnya.41
Terlepas dari hal itu, tidak sedikit juga warga atau masyarakat yang menyampaikan bahwa hak atas kesehatan masing-masing dari mereka itu belum cukup untuk dikatakan terpenuhi. Mereka menyampaikan bahwa masih banyak dari mereka terkadang yang tidak mendapatkan bantuan logistik seperti makanan pokok, minuman dan termasuk didalamnya yaitu seperti obat-obatan dan vitamin. Hal ini terjadi karena yang dimana pada bantuan sosial ini termasuk pemberian obat-obatan serta vitamin yang diberikan kepada warga atau masyarakat, pemerintah DKI Jakarta dipandang belum maksimal dalam pemenuhan program tersebut.42
Pandemi ini mengakibatkan banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan, dirumahkan, berpindah pekerjaan, jam kerja dibatasi, dan upah yang diturunkan.
Dimana semua hal tersebut sangat dibatasi oleh kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat khususnya pemerintah DKI Jakarta. Adanya pandemi ini, sebagai makhluk hidup yang dikarunia akal dan pikiran, disitulah kemampuan dan kreatifitas kita dibutuhkan. Dengan demikian hal itulah yang membuat kita atau setiap individu itu bisa bertahan hidup dan guna memenuhi kebutuhan setiap harinya. Seperti contohnya, yang dijelaskan oleh Bapak Murtaba selaku ketua rukun tetangga 009/01, salah satu rukun tetangga yang ada di wilayah Kelurahan Ciganjur, beliau menjelaskan bahwa sampai salah satu dari warganya ada yang berjualan produk-produk herbal seperti jamu ataupun vitamin di masa
41 Wawancara Pribadi dengan Reza Fahrizal, Ketua Karang Taruna Kelurahan Ciganjur (Daerah Provinsi DKI Jakarta). Jakarta, Jum’at 11 Desember 2021, pukul 17.00 WIB.
42 Wawancara Pribadi dengan Siswanto, Salah Satu Warga Kelurahan Ciganjur (Daerah Provinsi DKI Jakarta). Jakarta, Selasa, 15 Desember 2021, pukul 15.00 WIB.
38
pandemi karena diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan tujuan untuk mendapatkan pendapatan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam kesehariannya. Jika dilihat dari sisi atau sudut kegiatan perdagangan, selama masa pandemi ini kegiatan perdagangan mengalami penurunan yang sangat jelas, banyak usaha yang terpaksa harus tutup karena mengalami kerugian, bahkan omset penjualan yang jauh menurun.43
Saat virus Covid-19 ini sedang gencar-gencarnya, muncul tagar atau slogan kata “dirumah saja” di semua media digital, dimana hal ini merupakan sebagai aksi seruan agar tidak keluar rumah dan menghindari penyebaran virus tersebut. Semua kegiatan beralih fungsi dari yang asalnya serba tatap muka, menjadi daring atau dalam jaringan. Begitu amat besar pengaruhnya yang seperti kita ketahui mulai dari ibadah di tempat beribadah ditiadakan sementara, sekolah diliburkan sementara dan belajar online lewat media digital, pegawai kantor yang bekerja dari rumah, bahkan pengaruh terburuknya adalah banyak masyarakat yang kehilangannya sumber penghasilan karena banyak para pegawai yang dirumahkan, atau pedagang yang kehilangan pembeli sebab masyarakat harus berdiam diri di rumah. Kemudian dari berbagai pengaruh tersebut memicu petaka sosial baru bagi masyarakat. Termasuk permasalahan pada tingkat perceraian yang tinggi akibat terhambatnya faktor ekonomi masyarakat sebab pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kekerasan pada perempuan dan anak, tingkat kriminalistas yang semakin tinggi, pendidikan anak yang tidak biasa, proses adaptasi masyarakat ke era new normal yang dianggap sulit.44
Tidak hanya dalam persoalan mengenai bidang kesehatan saja, pandemi ini juga berdampak kepada bidang sosial budaya yang dihadapi oleh masyarakat tidak terlepas dari dampak ekonomi yang kemudian muncul dan bahkan menjadi salah satu fokus perhatian paling penting. Pada kenyataannya, semenjak pandemi yang
43 Wawancara Pribadi dengan Murtaba, Ketua Rukun Tetangga 009 Kelurahan Ciganjur (Daerah Provinsi DKI Jakarta). Jakarta, Minggu, 13 Desember 2021, pukul 14.00 WIB.
44 Heylen Amildha Yanuarita dan Sri Haryati, Pengaruh covid-19 terhadap kondisi sosial budaya di kota malang dan konsep strategis dalam penanganannya, Jurnal ilmiah widya sosiopolitika 2020, h. 59.
39
terjadi di wilayah internasional, perekonomian setiap negara yang terdampak mengalami kemerosotan. Banyak masyarakat yang harus kehilangan pekerjaan, baik karena dirumahkan oleh perusahaan, atau karena tidak mendapatkan pemasukan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah. Pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar bukan hanya berpengaruh pada masalah sosial di Indonesia, namun juga merambah pada masalah-masalah lain yang diakibatkan oleh pemberlakukan kebijakan tersebut.
Dari segi sosial, tentu sudah jelas bahwa setiap masyarakat satu dengan yang lainnya menjadi sangat terbatas proses bersosialasiasinya, baik antar sesama keluarga, sesama teman, dan masyarakat lainnya. Kegiatan-kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan rutin dan tatap muka, mendadak jadi ditiadakan, segala macam acara yang sebelumnya sudah direncanakan, mendadakan harus batal.
Belum lagi pihak perusahaan yang sudah mempersiapkan barang untuk produksi, mendadak harus tutup dan pegawainya dipekerjakan dari rumah, seperti inilah yang kita ketahui bahwasanya begitu amat besar pengaruh dan akibat yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19 ini.45
45 Wawancara Pribadi dengan Hasyim, Ketua Rukun Warga 01 Kelurahan Ciganjur (Daerah Provinsi DKI Jakarta). Jakarta, Minggu 13 Desember 2021, pukul 14.00 WIB.
40 BAB IV
PROBLEM PEMENUHAN HAK ATAS KESEHATAN DI KELURAHAN CIGANJUR (JAKARTA SELATAN)
A. Hak Atas Kesehatan Dalam Prespektif Fiqh Siyasah (Hifdzun Nafs) Kita ketahui bersama bahwasanya mengenai hak atas kesehatan yang ada di dalam diri setiap warga negara atau masyarakat itu merupakan bagian dari hak konstitusinal, yang dimana dari hak konstitusional ini diatur dalam sebuah aturan perundang-undangan atau yang dibahas dalam penelitian skripsi ini yaitu Perda Pemerintah DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2020, mengenai penanggulangan Corona Virus Disease 2019 terhadap keadaaan serta hak atas kesehatan masyarakat Jakarta khususnya warga Kelurahan Ciganjur.
Dalam fiqh siyasah, mengenai hak konstitusional atas hak kesehatan yang diatur di dalam Perda Pemerintah DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2020 ini termasuk ke dalam bagian siyasah dusturiyah, yaitu merupakan bagian fiqh siyasah yang membahas masalah perundang-undangan negara, dimana tujuan dibuatnya peraturan perundang-undangan ini adalah untuk mewujudkan kemaslahatan manusia dan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.46
Persoalan yang didapat dalam fiqh siyasah dusturiyah antara lain adalah hubungan antara pemimpin di satu pihak dan rakyatnya di pihak lain serta kelembagaan-kelembagaan yang ada di dalam masyarakatnya. Oleh karena itu, di dalam fiqh siyasah dusturiyah biasanya dibatasi hanya membahas pengaturan dan perundang-undangan yang dituntut oleh hal ihwal kenegaraan dari segi persesuaian
46 Muhammad Iqbal, Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam, (Jakarta: Kencana, 2014), h. 177.
41
dengan prinsip-prinsip agama dan merupakan realisasi kemaslahatan manusia serta memenuhi kebutuhannya.47
Abul A’la al-Maududi mendefenisikan dustur dengan: “Suatu dokumen yang memuat prinsip-prinsip pokok yang menjadi landasan pengaturan suatu negara”. 48 Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kata-kata dustur sama dengan constitution dalam bahasa Inggris, atau Undang-Undang Dasar dalam bahasa Indonesia.
Dalam fiqh siyasah, konstitusi disebut juga dengan “dusturi”. Kata ini berasal dari bahasa Persia. Semula artinya adalah “seseorang yang memiliki otoritas, baik dalam bidang politik maupun agama.” Dalam perkembangan selanjutnya, kata ini digunakan untuk menunjukkan anggota kependetaan (pemuka agama) Zoroaster (Majusi). Setelah mengalami penyerapan ke dalam bahasa Arab, kata dustur berkembang pengertiannya menjadi asas, dasar, atau pembinaan. Menurut istilah, dustur berarti kumpulan kaidah yang mengatur dasar dan hubungan kerja sama antara sesama anggota masyarakat dalam sebuah negara, baik yang tidak tertulis (konvensi) maupun tertulis (konstitusi). Kata dustur juga sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia yang salah satu artinya adalah undang-undang dasar suatu negara.49
Menurut Abdul Wahhab Khallaf, prinsip-prinsip yang diletakkan Islam dalam perumusan undang-undang dasar ini adalah jaminan atas hak asasi manusia (hak atas kesehatan setiap warga negara atau masyarakat), setiap anggota masyarakat dan persamaan kedudukan semua orang di mata hukum, tanpa membeda-bedakan stratifikasi sosial, kekayaan, pendidikan, dan agama.50
47 H. A. Djazuli, Fiqh Siyasah Implementasi Kemaslahatan Umat dalam Rambu-Rambu Syariah, (Jakarta: Kencana, 2003), h. 47.
48 Ibid, h. 52.
49 Muhammad Iqbal, Ibid. h.178.
50 Muhammad Iqbal, Ibid, h. 179.
42
Dalam kitabnya al-Muwafaqat fi Ushul al-Ahkam, Imam Al-Syatibi menjelaskan kehadiran adanya agama islam (al-Maqashid al-Syari’ah) adalah, yaitu dengan tujuan memelihara agama, jiwa, akal, jasmani, harta dan keturunan. Setiap usaha yang dapat mendukung tercapainya salah satu dari tujuan tersebut, walaupun belum ditemukan di dalam Al-qur’an dan As-sunnah, pasti mendapat dukungan penuh dari ajaran islam. Di dalam kehidupan bermasyarakat, banyak terdapat berbagai ketentuan ataupun aturan yang bertujuan memelihara hak asasi manusia tersebut telah dituangkan dalam berbagai produk hukum dan perundang-undangan yang dibahas dan disepakati bersama sebagai acuan untuk digunakan untuk mencapai tujuan bersama.51
Pada tingkat dunia kita menjumpai dokumen berupa Declaration of Human Right (pernyataan tentang hak asasi manusia), dan dalam negara kita dijumpai adanya Undang-Undang Dasar 1945 yang diikuti dengan berbagai peraturan yang perundangan yang ada dibawahnya. Dalam upaya memenuhi kebutuhan pokok manusia dalam bidang agama, maka agama dan negara menjamin kepada setiap warga untuk memeluk dan menjalankan agamanya masing-masing. Sehubungan dengan ini maka muncul kegiatan pengajian atas pengajaran ajaran agama, seperti pesantren dan madrasah serta bebrbagai upacara keagamaan dan sebagainya.
Selanjutnya dalam rangka memenuhi kebutuhan jiwa manusia, maka timbul berbagai upaya untuk melindungi keselamatan manusia dari gangguan yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya. Sehubungan dengan itu maka muncul para petugas yang secara khusus bertugas memelihara ketertiban, keamanan, peralatan untuk menjaga keamanan seperti persenjataan, sistem pertahanan keamaan, dan yang lainnya. Selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan akal manusia, maka setiap individu berhak mendapatkan penndidikan dan pengajaran sesuai dengan pilihannya yang kemudian muncul berbagai kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, seperti tempat belajar yang meliputi sarana dan
51 Abuddin Nata, Perspektif Islam tentang Pendidikan Kedokteran (paradigm sehat dan sakit dalam islam, sejarah kedokteran islam, etika kedokteran islam dan kewajiban dokter muslim terhadap penderita dan jenazah), (Ciputat Jakarta Selatan, UIN Jakarta Press, 2019), h. 219.
43
prasana dan lain-lain. Untuk menjamin terlaksananya keturunan, maka setiap individu berhak menentukan pasangan hidupnya dalam rumah tangga. Dan dalam rangka memenuhi kebutuhan harta, maka manusia diberikan kebebasan untuk menentukan bidang pekerjaan sesuai dengan keahlian yang akan ditekuni olehnya.
Guna melaksanakan berbagai kebutuhan manusia tersebut diatas, kesehatan memegang peranan sangat penting. Tanpa adanya kesehatan maka berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia tersebut tidak mungkin dapat terlaksana, hal ini juga meliputi aktivitas lain yang dilakukan oleh manusia seperti ibadah (sholat, puasa, ibadah haji, dan lainnya) serta seseorang yang sedang menuntut ilmu itu membutuhkan kesehatan jasmani dan rohani. Dalam kaitan ini semua, memang benar adanya bahwa kesehatan memang segala-galanya, tetapi tanpa adanya kesehatan, maka segala-galanya itu menjadi tidak ada artinya.52
Dengan dasar pemikiran yang demikian, dapat dikatakan bahwa kesehatan merupakan dasar dan modal utama dalam mencapai tujuan agama. Itulah sebabnya ajaran islam memberikan petunjuk yang jelas, utuh, komprehensif, dan terintegrasi tentang cara-cara memelihara kesehatan. Selain itu, ajaran islam memandang bahwa kesehatan merupakam sesuatu yang sangat diutamakan, baik kesehatan fisik, kesehatan psikis, maupun kesehatan sosial guna tercapainya kebahagiaan hidup lahir maupun batin serta untuk mencapai tujuan hidup yang lebih tinggi, berupaya hidup secara optimal sehingga terpeliharalah kelestarian manusia. Dimana kesehatan merupakan nikmat dan anugerah dari Allah SWT disamping nikmat dan karunia lainnya, maka menjadi kewajiban bagi setiap manusia untuk menjaga, memelihara dan memperbaikinya karena mengingat kesehatan adalah merupakan faktor penunjang aktivitas seseorang. Maka dari itu seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disayang oleh Allah SWT daripada seorang mukmin yang lemah.53
52 Ibid, h. 220-221.
53 Ibid, h. 223.
44
Dalam Munjid al-Thulab, Fua’ad Ifram al-Bustamy berpendapat bahwa sehat adalah hilangnya penyakit, dan berarti pula sesuatu yang terbebas, dan selamat dari segala yang buruk atau tercela. Sehat jasmani dapat ditemukan dalam hadits Rasulullah SAW, dari Ibnu‘Abbas Radhiyallahu‘anhu, Rasulullah SAW bersabda
“Raihlah (manfaatkanlah) lima masa sebelum datangnya lima masa, yaitu masa hidup sebelum datangnya mati, masa sehat sebelum datangnya sakit, masa senggang sebelum datangnya masa kesibukkan, masa muda sebelum datangnya masa tua, dan masa kaya sebelum datangnya masa fakir.” (HR. Al-Baihaqi dari Ibn Abbas).54
Berpedoman kepada Al-qur’an dan hadits, islam membimbing manusia menuju hidup sehat, yaitu perilaku takwa berupa perilaku yang ditandai dengan ketaatan kepada Allah SWT sebagai konsep kesehatan islami. Islam menolak praktik kesehatan apapun yang bertentangan dengan ajaran islam, misalnya memohon dengan bantuan benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan, sedangkan amalan-amalannya bertentangan dengan agama atau dengan kata lain menomorsatukan hal-hal selain Allah SWT. Kata sehat dalam pengertian sebagaimana tersebut di atas memang tidak dijumpai atau ditemukan dalam al-qur’an, walaupun demikian hal ini tidak berarti bahwa al-qur’an tidak mementingkan masalah kesehatan. Melainkan lebih tertuju kepada sebab-sebab yang dapat menimbulkan kesehatan, seperti perintah makan dan mimun yang halal dan baik, tidak berlebihan, tidak meminum dan memakan makanan dan minuman yang memabukkan, dan sebagainya.55
Pola hidup yang baik itu adalah seseorang yang sehat baik secara fisik atutpun jiwanya, dengan memilih sifat ridho dan qonaah. Pola hidup yang baik ini akan diperoleh manusia kalau bisa mengambil jalan tersebut yang sedang dalam hal apapun, termasuk dalam pola makan, minum, beraktifitas, dalam pergaulan.
54 Ibid, h. 224.
55 Ibid, h. 226.
45
Setidaknya ada tiga pola menurut M. Haisyam Al-Khayyat agar manusia mempeoleh kesehatan mental. Yang pertama yaitu Membiasakan hidup sehat, kedua yaitu menghindari hal yang mudhorat dan yang ketiga adalah kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan.56
Islam mengajarkan agar setiap mukmin menghindari hal yang berbahaya bagi dirinya dan berbahaya bagi orang lain, Allah SWT melaknat orang yang berbuat modharat terhadap orang mukmin atau menipunya. Maksudnya adalah seseorang mukmin itu harus dan wajib menghilangkan modharat pada individu atau kelompok, dan menghindari diri dari hal- hal yang berbahaya baik pada individu atau kelompok. Mengenai modharat pada diri sendiri, Rasulullah SAW bersabda
“Tidak boleh ada kemodharatan”. Itu artinya bahwa setiap muslim tidak boleh membiarkan dirinya terhadap bahaya penyakit dalam bentuk apapun. (HR.
Tirmidzi).57
Allah mewajibkan setiap muslim agar menjaga kesehatan dengan cara memberi perhatian pada hal yang bermanfaat untuk kesehatan, kemudian dengan cara mengkonsumsi makanan dan minuman yang baik dan tidak berlebihan, serta dan berolahraga yang cukup untuk kesehatan tubuhnya, dan lain-lain. Islam juga menganjurkan setiap muslim agar menjaga diri dari hal-hal yang menimbulkan penyakit, karena tindakan mencegah tersebut lebih baik dari mengobati penyakit, dan menghindari sarang yang menimbulkan berbagai penyakit.
B. Potret Kinerja Aparat Pemerintah Kelurahan Ciganjur (Jakarta Selatan)
Beberapa kebijakan atau langkah-langkah yang dilakukan oleh aparat pemerintah Kelurahan Ciganjur dalam upaya memutus mata rantai virus Covid-19, antara lain dengan melakukan sosialisai dari aparat Pemerintah Kelurahan Ciganjur sudah berjalan baik sesusai dengan yang dijelaskan dalam Perda Pemerintah DKI
56 Abdul Hadi, Jurnal Konsep Dan Praktik Kesehatan Berbasis Ajaran Islam, ( Jakarta : Universitas Islam Jakarta, 2020). h 55.
57 Ibid, h. 56.
46
Jakarta Nomor 2 Tahun 2020, Kelurahan Ciganjur memberlakukan kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh gabungan dari beberapa pilar yaitu Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja), Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang berada dibawah naungan Polsek hingga Polres, dan karang taruna kelurahan Ciganjur.
Yuyun Ayunah menginformasikan mengenai penanggulangan penyebaran virus Covid-19, pihak Kelurahan Ciganjur giat melakukan operasi tertib masker yang dilakukan oleh gabungan dari beberapa pilar yaitu Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja), Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang berada dibawah naungan Polsek hingga Polres, dan karang taruna kelurahan Ciganjur disini selalu banyak terdapat masyarakat atau warga yang melanggar tidak memakai masker yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang ada, padahal dari pihak kelurahan sudah melakukan dan memberikan penyeluruhan dan edukasi mengenai hak dan kewajiban masyarakat terkait penanggulangan dan pencegahan virus Covid-19 ini, serta melindungi diri dari setiap masyarakat agar tetap selalu dalam keadaan sehat dan tidak terpapar virus Covid-19 ini, tetapi selalu saja banyak didapatkan pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat. Yuyun Ayunah mengatakan bahwa memang banyak
Yuyun Ayunah menginformasikan mengenai penanggulangan penyebaran virus Covid-19, pihak Kelurahan Ciganjur giat melakukan operasi tertib masker yang dilakukan oleh gabungan dari beberapa pilar yaitu Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja), Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang berada dibawah naungan Polsek hingga Polres, dan karang taruna kelurahan Ciganjur disini selalu banyak terdapat masyarakat atau warga yang melanggar tidak memakai masker yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang ada, padahal dari pihak kelurahan sudah melakukan dan memberikan penyeluruhan dan edukasi mengenai hak dan kewajiban masyarakat terkait penanggulangan dan pencegahan virus Covid-19 ini, serta melindungi diri dari setiap masyarakat agar tetap selalu dalam keadaan sehat dan tidak terpapar virus Covid-19 ini, tetapi selalu saja banyak didapatkan pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat. Yuyun Ayunah mengatakan bahwa memang banyak