• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

B. Hakikat Belajar Dan Hasil Belajar

Belajar merupakan kata yang paling sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Belajar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan menuntut ilmu baik di lembaga pendidikan formal maupun informal. Banyak para ahli yang mendefinisikan tentang belajar, diantaranya :18

1. Wittig dalam bukunya Psycology of Learning yang mendefinisikan belajar merupakan perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam atau keseluruhan tingkah laku suatu organisme sebagai hasil pengalaman.19

2. Berbeda dengan Wittig, Chaplin dalam bukunya Dictionary of Psycology, mengemukakan bahwa belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap akibat latihan dan pengalaman.20

3. Hintzman dalam bukunya The Psycology of Learning and Memory, berpendapat bahwa belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme, manusia atau hewan disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi organisme tersebut.21

4. Dan Skinner dalam bukunya Educational Psycology, mengemukakan belajar adalah suatu proses adaptasi yang berlangsung secara progresif. Dari definisi belajar yang telah dikemukakan tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk menghasilkan suatu perubahan tingkah laku yang berlangsung secara progresif sebagai hasil dari sebuah pengalaman.

Secara umum belajar dapat diartikan kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis jenjang

18 Aminuddin Rasyad. Teori Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta Timur: UHAMKA Press,

2003. Hal. 22

19 Muhibbin Syach, Psikologi Belajar, ( Jakarta : Logos Wacana, 2001 ), hal.61 20 Ibid …, hal.60

pendidikan. Ini berarti, bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik ketika ia berada di sekolah maupun lingkungan rumah atau keluarganya sendiri.

Belajar merupakan istilah kunci yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tak pernah ada pendidikan. Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam belajar. Disebabkan oleh kemampuan berubah, karena belajarlah maka manusia dapat berkembang. Kualitas hasil proses perkembangan manusia banyak tergantung pada

apa dan bagaimana belajar.

Dengan demikian dengan belajar akan menghasilkan hasil belajar yang dapat diidentifikasi dari adanya kemampuan melakukan sesuatu secara permanen, dapat diulang-ulang dengan hasil yang sama. Suatu proses belajar harus besifat praktis dan langsung, artinya jika seseorang ingin mempelajari sesuatu, maka dia sendirilah yang harus melakukannya, tanpa melalui perantara orang lain. Karena individu itu tidak pernah lepas hubungannya dengan lingkungan.

2.

Prinsip-Prinsip Belajar

Berdasarkan buku yang ditulis oleh Sumiati dan Asra yang berjudul Metode Pembelajaran, menjelaskan prinsip belajar diantaranya adalah: Hasil belajar sepatutnya menjangkau banyak segi.22 Maksudnya dalam suatu proses belajar, banyak segi yang sepatutnya dicapai sebagai hasil belajar. yaitu meliputi pengetahuan dan pemahaman tentang konsep, kemampuan menerapkan konsep, kemampuan menjabarkan dan menarik kesimpulan serta menilai kemanfaatan suatu konsep, menyenangi dan memberi respons yang positif terhadap sesuatu yang dipelajari, dan diperoleh kecakapan melakukan suatu kegiatan tertentu.

Kemudian Hasil belajar diperoleh berkat pengalaman.23 Maksudnya Pemahaman dan struktur kognitif dapat diperoleh seseorang melalui pengalaman melakukan suatu kegiatan. Pemahaman itu sendiri bersifat abstrak. Sesuatu yang abstrak akan mudah diperoleh dengan jalan melakukan kegiatan-kegiatan yang nyata atau kongkret, sehingga orang yang bersangkutan memperoleh pengalaman yang menuntun pada pemahaman yang bersifat abstrak.

Lalu Belajar merupakan suatu kegiatan yang mempunyai tujuan.24 Maksudnya dalam proses belajar, apa yang ingin dicapai sepatutnya dirasakan dan dimiliki setiap siswa. Tujuan belajar bukan berarti tujuan pembelajaran, karena tujuan pembelajaran merupakan tujuan dan harapan yang ingin dicapai guru dari kegiatan yang dilakukan. Berdasarkan prinsip-prinsip belajar yang telah dikemukakan secara gamblang diatas, dapat di tarik kesimpulan bahwa belajar diperoleh dari sebuah proses dari mengenal, mengerti hingga memahami. Belajar juga diperoleh dari sebuah pengalaman yang nantinya akan berakhir pada hasil belajar. Dengan belajar siswa dapat mengalami perubahan tingkah laku. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju dari keadaan sebelumnya.

3.

Tujuan Belajar

Dalam buku yang ditulis oleh J.J Hasibuan, dan Moedjiono yang berjudul Proses Belajar Mengajar.‖ Robert M Gagne mengelompokkan kondisi-kondisi belajar (sistem lingkungan belajar) sesuai dengan tujuan-tujuan belajar yang ingin dicapai. Gagne mengemukakan delapan macam, yang kemudian disederhanakan menjadi lima macam kemampuan manusia yang merupakan hasil belajar‖.25 Kelima macam kemampuan belajar tersebut antara lain:

23 Ibid, hal. 41

24 .Syaiful Bahri Djamarah, dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar.( Jakarta: Rineka Cipta.

2006.). Hal 38

25 .JJ.Hasibuan, dan.Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, ( Bandung : Remaja Rosdakarya,

Pertama, Keterampilan intelektual.26 Maksudnya adalah kecerdasan intelektual yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik, setiap peserta didik memilki kemampuan dan latar belakang yang berbeda-beda, oleh karena itu tugas seorang guru adalah memahami masing-masing peserta didik, dan tidak membeda-bedakan masing-masing peserta didik.

Kedua, Strategi Kognitif ,Mengatur cara belajar dan berpikir seseorang di dalam arti seluas-luasnya, termasuk kemampuan memecahkan masalah. Masing-masing peserta didik diberikan anugerah berupa akal dan pikiran, bagaimana mengatur cara belajar dan berpikir seseorang adalah tergantung dari masing-masing peserta didik, dalam pendidikan formal di sekolah seorang guru hanyalah sebagai perantara dalam menghubungkan kemampuan yang dimiliki siswa dengan ilmu yang di berikan.27

Ketiga, Informasi Verbal, Pengetahuan dalam arti informasi dan fakta. Kemampuan ini umumnya dikenal dan tidak jarang. Yakni kemampuan siswa dalam menangkap informasi yang disampaikan oleh guru baik secara verbal maupun non verbal.28

Keempat, Keterampilan motorik yang diperoleh sekolah antara lain keterampilan menulis, mengetik, dan sebagainya. Setelah seorang siswa berada di lingkungan pendidikan formal, dapat memiliki pengetahuan, karena semua di ajarkan oleh guru, dari jenjang pendidikan dasar, menengah, dan atas.29

26 Ibid., hal.4 27 Ibid., hal.4 28 Ibid., hal.4 29

Kelima, Sikap dan Nilai. Berhubungan dengan arah serta intensitas emosional yang dimiliki seseorang, sebagaimana dapat disimpulkan dari kecenderungannya bertingkah laku terhadap orang, barang atau kejadian.30

Kelima macam hasil belajar tersebut di atas menyarankan, bahkan mempersyaratkan kondisi-kondisi belajar tertentu sehingga dapat dijabarkan strategi-strategi belajar yang sesuai. Dan pada dasarnya akan menghasilkan tujuan yang diharapkan yakni keberhasilan dalam belajar.

4.

Hubungan Belajar dan Berpikir

Belajar dan berpikir merupakan 2 proses yang tidak dapat dipisahkan. Meskipun demikian, keduanya merupakan proses-proses yang berbeda. Belajar adalah suatu proses terjadinya perubahan perilaku, tetapi berpikir tidak selalu menghasilkan perubahan perilaku.

Berpikir merupakan suatu proses mental yang kasat mata. Proses ini hanya dapat diamati dari perilaku yang nampak. Dengan kata lain, proses berpikir hanya dapat disimpulkan dari perilaku yang diperkirakan diarahkan oleh pikiran sebagai perilaku yang terorganisasi, bukan perilaku yang terjadi sembarangan.

Berpikir tidak dapat diamati langsung karena merupakan suatu representasi simbolis baik dari suatu objek, peristiwa, ide atau hubungan-hubungan antara hal-hal tersebut. Representasi simbolis dalam kerangka mental itu kemudian diolah sedemikian rupa sehingga terjadi suatu proses berpikir. Berpikir tidak selalu memecahkan suatu masalah, tetapi juga untuk memebentuk suatu konsep tertentu, serta menimbulkan ide-ide kreatif. Bila pengertian-pengertian diperoleh dari proses berpikir, dapat mengakibatkan perubahan perilaku yang relative permanen, maka proses berpikir tersebut menimbulkan proses belajar.31

30 JJ.Hasibuan, dan .Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, ( Bandung : Remaja Rosdakarya,

2008 ), hal.4

31 Zikri Neni Iska, Psikologi ( Pengantar Pemahaman Diri dan Lingkungan ,( Jakarta : Kizi

Pada dasarnya belajar dan berpikir tidak dapat dipisahkan, belajar tidak akan terjadi tanpa adanya berpikir, begitupun sebaliknya. Jadi keduanya sama-sama saling berkaitan dan berhubungan.

5.

Hasil Belajar

Setelah melakukan aktivitas belajar, seseorang berhasil atau tidaknya mengalami suatu proses belajar, dapat diukur oleh hasil belajar. ‖Hasil belajar sangat penting untuk diidentifikasi agar kita dapat mengetahui seberapa besar perubahan yang dialami oleh seseorang setelah melakukan aktivitas belajar‖.32 Hasil belajar atau evaluasi hasil belajar merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran. ‖Keberhasilan proses pembelajaran dapat dilihat dari prestasi belajar yang dicapai siswa‖.33 Jadi hasil belajar adalah prestasi yang dapat dihasilkan oleh anak dalam usaha belajarnya, dalam tingkat yang sangat meggembirakan prestasi tersebut dapat dicapai dengan beberapa cara, dimana cara tersebut dapat ditempuh melalui beberapa usaha.

‖Dalam jurnal pendidikan dan kebudayaan, yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional, hasil belajar tidak semata-mata didapatkan dengan sendirinya, tetapi melalui usaha yang dilakukan oleh seseorang, usaha yang dilakukan ada yang berasal dari dalam diri seseorang ,bahwa secara psikologis ada dua macam faktor internal yang dapat mempengaruhi hasil belajar yakni faktor kognitif dan afektif siswa‖.34

Jika ditinjau dari faktor kognitif yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah (a) persepsi, (b) perhatian, (c) mendengarkan, (d) ingatan (e) kesiapan, (f) struktur kognitif, (g) intelegensi, (h) kreativitas, dan (i) gaya kognitif. Sedangkan jika ditinjau

33 Sumiati, dan Asra. Meode Pembelajaran, (Bandun : Wacana Prima, 2008), hal. 20

34

dari factor afektif yang dapat mempengaruhi hasil belajar adalah (a) motivasi dan kebutuhan, (b) minat, (c) konsep diri, (d) aspirasi, (e) kecemasan, (f) sikap.35

Dengan demikian peranan faktor-faktor kognitif dan afektif tersebut sangat mempengaruhi dalam hasil belajar siswa dapat berbentuk pengaruh sendiri-sendiri maupun bersama-sama dan dapat secara langsung maupun tidak langsung, bahkan ada salah satu faktor yang mempengaruhi satu faktor yang mempengaruhi faktor lain.

C. Penelitian Yang Relevan

Sebagai bahan rujukan peneliti dalam melakukan penelitian, seperti yang telah dilakukan beberapa peneliti sebelumnya, yaitu:

Inaidi Septiar, Penerapan Enrichment Model Renzulli Sebagai Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran Sejarah. (Penelitian Tindakan Kelas Di Kelas Xi Ips 4 Sma Pasundan 2 Bandung). Menyimpulkan bahwa siswa yang menerapkan metode Enrichment model Renzulli lebih baik hasil belajarnya.36

Dokumen terkait