LANDASAN TEORI
A. Hakikat Belajar dan Hasil Belajar 1.Pengertian Belajar
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Hakikat Belajar dan Hasil Belajar 1. Pengertian Belajar
Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Belajar juga merupakan proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu. Belajar merupakan suatu proses kegiatan yang berkesinambungan yang dimulai sejak lahir dan terus menerus berlangsung seumur hidup. Proses belajar terjadi karena adanya perubahan tingkah laku yang bersifat relatif permanen dan hasil dari belajar tersebut ditunjukkan dengan adanya aktivitas-aktivitas secara keseluruhan (Rahman, 2014: 26).
Belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahaman, atau pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang terjadi perubahan perilaku yang relatif tetap baik dalam berpikir, merasa maupun dalam bertindak (Susanto, 2013: 4).
Gagne (dalam Susanto, 2013: 4) berpendapat bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
18
Dua konsep ini menjadi terpadu dalam satu kegiatan dimana terjadi interaksi antara guru dengan siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Belajar dimaknai sebagai suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, dan tingkah laku. Selain itu juga menekankan bahwa belajar sebagai suatu upaya memperoleh pengetahuan atau keterampilan melalui intruksi. Intruksi yang dimaksud adalah perintah atau arahan atau bimbingan dari seseorang pendidik atau guru.
Belajar sebagai karakteristik yang membedakan manusia dengan makhluk lain, belajar merupakan aktivitas yang selalu dilakukan sepanjang hayat manusia. Belajar tidak hanya dipahami sebagai aktivitas di sekolah saja melainkan segala aktivitas yang berada dilingkungan individu. Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan-pelatihan atau pengalaman (Bahruddin dan Esa, 2008: 12).
Peneliti menyimpulkan bahwa belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seorang individu dengan sengaja dalam keadaan sadar untuk mendapatkan adanya perubahan tingkah laku dari berbagai pelatihan dan pengalaman. Belajar adalah proses perubahan manusia ke arah tujuan yang lebih baik dan bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain.
19 2. Ciri-ciri Belajar
Bahruddin dan Esa (2008: 12) berpendapat bahwa beberapa ciri-ciri belajar yaitu:
a. Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku (change behavior). Ini berarti bahwa hasil dari belajar hanya dapat diamati dari tingkah laku yaitu adanya perubahan tingkah laku, dari tidak tahu manjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil;
b. Perubahan tingkah laku relatif permanen. Ini berarti perubahan tingkah lakuyang terjadi karena belajar untuk waktu tertentu akan tetap atau tidak berubah-ubah;
c. Perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung;
d. Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman; e. Pengalaman atau latihan itu dapat memberikan penguatan. Sesuatu yang memperkuat itu akan memberikan semangat atau dorongan untuk mengubah tingkah laku.
3. Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar. Pengertian tentang hasil belajar sebagaimana diuraikan di atas dipertegas oleh Nawawi (dalam susanto, 2013: 5) yang menyatakan bahwa hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di
20
sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes mengenal sejumlah materi pelajaran tertentu.
Hasil belajar merupakan perubahan perilaku baik peningkatan pengetahuan, perbaikan sikap, maupun peningkatan keterampilan yang dialami siswa setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran. Hasil belajar sering disebut juga dengan prestasi belajar tidak dapat dipisahkan dari perbuatan belajar, karena belajar merupakan suatu perubahan sikap dan tingkah laku seseorang berdasarkan pengalamannya (Hosnan, 2014: 158).
Hasil belajar yang dicapai telah sesuai dengan tujuan yang dikehendaki dapat ketahui melalui evaluasi. Sunal (dalam susanto, 2013: 6) evaluasi adalah proses penggunaan informasi untuk membuat pertimbangan seberapa efektif suatu program telah memenuhi kebutuhan siswa. Evaluasi ini dapat dijadikan feedback atau tindak lanjut, atau bahkan cara untuk mengukur tingkat penguasaan siswa. Kemajuan prestasi belajar siswa tidak saja diukur dari tingkat penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga sikap dan kepterampilan. Penilaian hasil belajar siswa mencakup segala hal yang dipelajari di sekolah, baik itu pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diberikan kepada siswa (Susanto, 2013: 6).
Penulis menyimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku baik peningkatan pengetahuan, perbaikan sikap, maupun
21
peningkatan keterampilan yang dialami siswa setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran serta tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor yang diperoleh dari hasil tes dalam mempelajari materi.
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar.
Secara umum faktor yang memengaruhi hasil belajar dibedakan atas dua katagori, yaitu faktor internal dan eksternal. Kedua faktor internal dan eksternal tersebut saling mempengaruhi dalam proses belajar individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar (Bahruddin dan Esa, 2008: 19).
a. Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar individu. Faktor internal ini meliputi faktor fisiologis dan psikologis.
1) Faktor Fisiologis
Faktor fisiologis adalah faktor yang berhubungan dengan kodisi fisik individu. Faktor ini dibedakan menjadi dua macam. Pertama keadaan kesehatan jasmani. Keadaan kesehatan jasmani pada umumnya sangat mempengaruhi aktivitas belajar seseorang. Kodisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan individu dan begitu pula sebaliknya kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal
22
oleh karena itu, kesehatan jasmani sangat mempengaruhi proses belajar, maka untuk meningkatkan hasil belajar perlu ada usaha menjaga kesehatan jasmani.
Kedua keadaan fungsi jasmani/fisiologis. Peran fungsi fisiologi pada tubuh manusia sangat mempengaruhi hasil belajar terutama panca indra. Panca indra yang berfungsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar yang baik pula. Pancaindra merupakan pintu masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap manusia, sehingga manusia dapat mengenal dunia luar. Oleh karena baik guru maupun siswa perlu menjaga pancaindra dengan baik.
2) Faktor Psikologis
Faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama mempengaruhi proses belajar adalah kecerdasan, motivasi, minat, sikap dan bakat.
a) Kecerdasan
Kecerdasan merupakan faktor psikologis yang paling penting dalam proses pembelajaran siswa, karena itu menentukan kualitas belajar siswa. Semakin tinggi tingkat inteligensi seseorang individu, semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. Sebaliknya, semakin rendah tingkat inteligensi individu
23
semakin sulit individu mencapai kesuksesan dalam belajar.
b)Motivasi
Motivasi adalah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa (Bahruddin dan Wahyuni, 2008: 19-22). Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar.
c) Minat
Minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Seseorang yang menaruh minat yang besar terhadap pelajaran akan memusatkan perhatiannya lebih banyak dari pada siswa lainnya. Pemusatan perhatian yang intensif terhadap materi itulah yang memungkinkan siswa tadi untuk belajar dengan giat lagi dan akhirnya mencapai prestasi yang diinginkan (Susanto, 2013: 16).
d)Sikap
Sikap individu dapat mempengaruhi keberhasilan proses belajar. Sikap adalah gejala internal yang berdimensi efektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap objek, orang, dan peristiwa. Sikap siswa dalam belajar
24
dapat dipengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performan guru, pelajaran, atau lingkungan sekitarnya.
e) Bakat Anak
Chaplin (dalam Susanto, 2013: 16) yang dimaksud dengan bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang, sebetulnya setiap orang memiliki bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi sampai tingkat tertentu. Bakat sangat mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar.
B. Hakekat Pembelajaran IPA di SD/MI