BAB I: PENDAHULUAN
B. Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah
2. Hakikat Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah
Sebelum membahas hakikat kompetensi manajerial kepala sekolah, baiknya membahas terlebih dahulu mengenai hakikat kompetensi dan hakikat manajerial. Agus Darma55 mengemukakan bahwa kompetensi ialah kecakapan atau kemampuan yang ditinjau seorang individu pada saat menjalankan suatu hal. Adapun menurut Syah56 hakikat kompetensi ialah kecakapan, kemampuan, kewenangan serta memenuhui persyaratan berdasarkan ketetapan hukum.
Pada Undang-undang No 13 tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan Bab I Pasal 1 ayat 10 dirumuskan bahwa kompetensi adalah kemampuan kerja pada tiap diri seseorang melingkupi aspek sikap kerja, pengetahuan dan keterampilan, yang sejalan dengan standar yang ditetapkan.57
Menurut pendapat di atas, kompetensi pada hakikatnya ialah kemampuan seseorang dalam melakukan suatu bidang pekerjaan secara professional. Pada dasarnya kompetensi adalah deskripsi mengenai apa yang seharusnya dapat dijalankan oleh seorang individu pada suatu kerjaan, baik itu berbentuk perilaku, aktivitas, dan hasil yang dapat ditunjukkan. Supaya dapat menjalankan suatu tugas tersebut tentu saja seseorang harus memiliki keterampilan berbentuk sikap, pengetahuan dan kemampuan sejalan dengan bidang pekerjaan.
Memperhatikan hakikat kompetensi tersebut, pada perihal ini kompetensi Kepala Sekolah yang dapat diartikan gambaran mengenai apa yang sepatutnya dapat dijalankan oleh kepala sekolah untuk
54Onong Junus dan Julie Abdullah, “Hubungan Korelasional Antara Kompetensi Manajerial dan Sistem Kontrol Internal Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Provinsi Gorontalo,” …, hal. 70.
55Agus Dharma, Dicari Kepala Sekolah Yang Kompeten, Jakarta: Gransidno, 2003, hal.
23.
56Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Bandung: Remaja Rosda karya, 2000, hal. 230.
57Republik Indonesia, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jakarta: t.p, 2003.
menjalankan fungsi dan tugas dalam pekerjaannya sebagai kepala sekolah baik itu berbentuk tingkah laku, aktivitas, ataupun hasil yang dapat diperlihatkan.
Sesuai dengan tantangan global, tanggung jawab dan peran kepala sekolah di masa mendatang akan semakin kompleks. Maka kepala sekolah dituntut agar senantiasa menjalankan bermacam penyesuaian dan peningkatan penguasaan kompetensi. Kepala sekolah perlu lebih kreatif dan dinamis untuk melakukan pengembangan manajemen sekolah. Jika kepala sekolah tidak mengenal prosedur dan pola penyebaran informasi yang begitu cepat, maka jelas akan selalu tertinggal dalam kemajuan perkembangan zaman.
Oleh sebab itu, dalam menghadapi tantangan profesionalitas kepala sekolah harus berpikir proaktif dan antisipatif. Maknanya, kepala sekolah perlu menjalankan suatu pemutakhiran IPTEK secara kontinu.
Sedangkan yang dimaksud dengan makna manajerial yakni manajerial merupakan kata sifat dari kata manajemen. Adapun manajemen menurut Hasibuan yaitu sebuah tahapan yang khas yang terbagi atas berbagai tindakan dalam merencanakan, mengorganisasian, mengarahkan, dan mengendalikan yang dilakukan dengan mempergunakan SDM dan sumber daya lain.58
Menurut Mulyasa menjelaskan bahwa manajemen secara hakikat termasuk sebuah tahapan dalam merencanakan, melakukan pengorganisasian, menjalankan, memimpin, serta mengelakukan pengendalian usaha para anggota organisasi dan mempergunakan semua sumber daya untuk upaya meraih sasaran yang ditetapkan.59 Rohiat menjelaskan bahwa manajemen bersumber dari kata to manage yang bermakna melakukan pengelolaan. Sehingga manajemen merupakan menjalankan pengelolaan sumber daya yang ada pada organisasi atau sekolah yang terbagi atas uang, manusia, material, metode, pemasaran dan mesin yang dijalankan dengan tahapan yang sistematis.60
Tilaar mengemukakan bahwa Manajemen secara hakikat berkenaan dengan teknis dalam mengelola suatu organisasi agar organisasi tersebut efektif dan efisien.61 Sebuah institusi dinyatakan efisien jika investasi yang ditanamkan pada lembaga tersebut sejalan atau memberi
58Malayu Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Bumi Aksara, 2001, hal. 42.
59E. Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional, Dalam Konteks Menyukseskan MBS dan KBK. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005, hal.103.
60Rohiat, Manajemen Sekolah Teori Dasar dan Praktik, Bandung: Refika Aditama, 2010, hal. 14.
61Tilaar. H.A.R., Membenahi Pendidikan Nasional, Jakarta: Rineka Cipta, 2002, hal.
24.
keuntungan seperti yang dikehendaki. Berikutnya sebuah organisasi dinyatakan efektif jika dalam mengelolanya mempergunakan prinsip yang benar dan tepat sehingga beragam aktivitas yang terdapat dalam perusahaan/lembaga itu dapat meraih sasaran yang telah direncanakan.
Menurut pandangan para pakar tersebut, kesimpulannya bahwa manajemen pada hakekatnya merupakan tahapan pemanfaatan sumber daya organisasi dengan aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian dalam meraih sasaran/tujuan lembaga dengan efisien dan efektif.
Orang yang melakukan kegiatan manajemen disebut manajer.
Adapun definisi manajer menurut para ahli diantaranya Oteng Sutisna dalam Soebagio Atmodiwirio mendefinisikan manajer sebagai seorang individu yang berupaya dalam meraih tujuan-tujuan yang dihitung serta tidak dapat dihitung tanpa mengesampingkan akibat akhir dari pencapaiannya.62 Sementara Ruky mengemukakan manajer merupakan seorang individu yang dilimpahkan tanggung jawab dan wewenang dalam meraih sasaran-sasaran yang telah ditentukan oleh organisasi di mana manajer termasuk bagian darinya dan dapat meraih sasaran tersebut dengan berbagai upaya dari pihak lain.63
Rohiat memaknai manajer adalah orang yang mengatur kegiatan dengan tahapan dari urutan fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian) dalam mencapai tujuan seefektif dan seefisien mungkin.64 Sedangkan Desyler sebagaimana dikutip Jawwad mendefinisikan manajer sebagai orang yang menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan melalui orang lain.65
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, kompetensi manajerial dapat disimpulkan sebagai kemampuan dalam melakukan pengelolaan sumber daya dengan aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengawasan dalam meraih sasaran/tujuan organisasi dengan efisien dan efektif.
Kepala sekolah selaku manager di sekolah perlu mengoptimalkan keterampilan manajerial tersebut untuk menjalankan fungsi manajemen yang melingkupi aktivitas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, serta pengawasan dalam meraih tujuan yang telah
62Soebagio Atmodiwirio, Manajemen Pendidikan Indonesia, Jakarta: Ardadizya, 2000, hal. 23.
63S. Achmad Ruky, Sukses sebagai Manajer Profesional Tanpa Gelar MM atau MBA, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2002, hal. 22.
64Rohiat, Manajemen Sekolah Teori Dasar dan Praktik, …, hal. 14.
65Muhammad Abdul Jawwad, Menjadi Manajer Sukses, Jakarta: Gema Insani, 2004, hal. 385.
ditentukan dengan penggunaan sumber daya yang ada.66 Hal itu sejalan dengan pandangan Kunandar67 yang menyatakan bahwa kepala sekolah selaku manajer perlu memberikan aturan agar seluruh potensi sekolah dapat menjalankan fungsinya dengan maksimal. Hal ini dapat dijalankan bila kepala sekolah dapat menjalankan berbagai fungsi manajemen dengan optimal, yang melingkupi; perencanaan, pengorganisasian, pengendalian atau pengarahan serta pengawasan.
Ismuha dkk mengemukakan bahwa arti kompetensi manajerial merupakan keterampilan kepala sekolah untuk mengembangkan dan mengorganisasi sumber daya sekolah dalam membangun lingkungan pembelajaran yang efektif dan efisien. Kepala sekolah diharuskan mempunyai kemampuan untuk melakukan pengembangan SDM yang ada di sekolah, hingga dapat memberi kontribusi dan diberdayakan terhadap pencapaian tujuan pendidikansekolah.68
Kompetensi manajerial kepala sekolah termasuk sebuah kompetensi yang dapat melaksanakan fungsi manajemen dengan utuh agar dapat meraih sasaran pendidikan yang maksimal; dapat melakukan penyusunan rencana, melakukan pengembangan organisasi sekolah sejalan dengan keperluan, memimpin staf dan guru, melakukan pengelolaan media serta sarana, melakukan pengelolaan hubungan sekolah dengan publik dalam upaya mendapatkan dukungan ide, pembiayaan dan sumber belajar sekolah, dan dapat melakukan pengelolaan kesiswaan, pengambilan keputusan dan sistem informasi.69 Menurut defenisi tersebut maka kesimpulannya hakikat kompetensi manajerial yakni kemampuan kepala sekolah untuk melakukan pengelolaan sumber daya yang ada melalui kegiatan-kegiatan yang meliputi pengorganisasian, perencanaan, pengarahan serta pengawasan untuk meraih sasaran yang telah ditentukan.
66Darwina, et.al., “Pengaruh Kompetensi manajerial dan Kompetensi Supervisi Kepala Madrasah Terhadap Motivasi Berprestasi Guru,” dalam Jurnal Manajemen Pendidikan, Vol.14 No.2 Tahun 2019, hal. 122.
67Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, Jakarta: Grafindo Persada, 2007, hal. 1.
68Ismuha, et.al., “Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Pada SD Negeri Lamklat Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar,”
dalam Jurnal Administrasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Vol.4 No. 1 Tahun 2006, hal. 49.
69Aisyah, et.al., “Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Personil Sekolah pada SMP Negeri 1 Banda Aceh,” dalam Jurnal Mudarrisuna, Vol. 6 No. 1 Tahun 2016, hal. 149.