• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Uji Instrumen dan Kalibrasi Instrumen

Dalam dokumen Oleh: FAHRIATU DZULFAH NIM: (Halaman 113-117)

BAB III: METODE PENELITIAN

H. Teknik Pengumpulan Data

I. Teknik Uji Instrumen dan Kalibrasi Instrumen

Kualitas instrumen penelitian serta kualitas penarikan data merupakan dua perihal yang berpengaruh pada kualitas data hasil riset.

Adapun kualitas instrument penelitian berkaitan dengan reliabilitas dan validitas instrument. Disamping itu, kualitas penarikan atau pengumpulan data berkaitan dengan keakuratan berbagai teknis yang dipakai dalam menghimpun/mengumpulkan data.23 Oleh karenanya instrument yang akan dipakai pada riset atau penelitian yang sebenarnya perlu dilakukan uji coba dan kalibrasi agar dapat diketahui tingkat reliabilitas dan validitas pada instrument tersebut.

Jika ditemukan hasil try out (uji coba) terdapat item instrument yang tidak valid ataupun tidak reliabel, artinya instrument itu harus diganti atau diperbaiki. Instrument yang akan digunakan pada riset sesungguhnya telah diuji coba serta dianalisa tingkat reliabilitas dan validitasnya, oleh karenanya berkemungkinan total item tersebut akan mengalami pengurangan ataupun bahkan konstan/tetap, hanya saja jika terdapat yang tidak valid maka akan dirubah.

Instrumen yang digunakan pada riset atau penelitian ini selaku alat penghimpun data bagi variabel Y, X1, X2 mempergunakan kuesioner (angket) dalam setiap variabel dilakukan pengembangan kedalam 35 butir pernyataan, dengan pilihan jawaban mempergunakan skala likert yang terbagi atas 5 alternatif jawaban. Berikutnya instrument itu di uji cobakan ke 30 sampel.

Uji coba instrument dilaksanakan bertujuan dalam menelusuri reliabilitas dan validitas instrument. Karena baik tidak sebuah instrument ditetapkan oleh reliabilitas dan validitasnya. Menurut Tavakol dan Dennick walaupun sebuah instrument telah reliabel dan terstandard, namun perihal itu tidak langsung menjadikan instrument

23Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, …, hal. 137.

tersebut dapat dipakai kapan saja, dimana saja, terhadap subyek siapa saja. Instrument harus di uji coba lagi pada tiap akan dipakai.24

a. Uji Validitasas

Validitas merupakan sebuah ukuran yang memperlihatkan tingkat kesahihan atau ke-validan sebuah instrumen. Suatu instrumen dinyatakan valid atau sahih jika dapat mengungkapkan dan melakukan pengukuran apa yang diinginkan dari data variabel yang diamati secara akurat.

Menurut Arikunto dalam Febrianawati25 Validitas instrument meninjau seberapa jauh ketepatan alat ukur dalam melakukan pengukuran yang akan di ukur. Instrumen dinyatakan sahih/valid saat dapat menjabarkan data variabel dengan tepat dan tidak ada penyimpangan dari kondisi yang sesungguhnya.

Instrumen yang sahih/valid bermakna parameter yang dipakai dalam mengukur (memperoleh data) itu valid. Menurut Sugiono26 valid berarti instrument itu dapat dipakai dalam melakukan pengukuran apa yang sepatutnya di ukur. Meteran valid jika dapat dipakai dalam memberikan pengukuran panjang dengan cermat, dikarenakan meteran adalah alat dalam melakukan mengukur panjang.

Pengujian validitas yang dipakai dalam pada penelitian ini ialah dengan mempergunakan rumus Product Moment dari pearson, yakni dengan menghubungkan total skor setiap butir dengan total skor total.

Pengujian validitas yang dijalankan yakni dengan memperbandingkan nilai rπ‘₯𝑦 dengan nilai rπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ dalam tingkat signifikansi 5%. Bila rβ„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” β‰₯ rπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™, artinya butir soal itu valid.

Bila rβ„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” ≀ rπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™, artinya butir soal itu tidak valid. Kalkulasi pengujian validitas pada riset/penelitian ini mempergunakan program SPSS.

24Febrianawati Yusup, β€œUji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Kuantitatif,” dalam Jurnal Tarbiyah, Vol.7 No.1 Tahun 2018, hal. 18.

25Febrianawati Yusup, β€œUji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Kuantitatif,” …, hal. 17.”

26Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, …, hal. 121.

b. Perhitungan Reliabilitas

Baik tidaknya suatu instrument penelitian selain ditentukan oleh validitasnya ditentukan pula oleh reliabiltasnya. Menurut Arikunto dalam Febrianawati27 reliabilitas menelusuri seberapa jauh sebuah alat ukur dapat di percaya dikarenakan kekonsistensiannya.

Instrument dinyatakan reliabel saat dapat menjelaskan data yang dapat di percaya.

Menurut Sugiyono28 instrument yang reliabel adalah instrument yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Alat ukur panjang dari karet adalah contoh instrument yang tidak reliabel/konsisten.

Kalkukasi reliabilitas dijalankan dalam menelusuri taraf signifikansi dari sebuah instrument. Sebuah instrument dinyatakan reliabel jika instrument dipakai beberapa kali dalam melakukan pengukuran objek yang sama akan membuahkan hasil data yang sama. Persamaan dalam menelusuri reliabilitas sebuah instrument mempergunakan rumus Alpha ialah seperti dibawah ini:

r11= [ 𝑛

𝑛 βˆ’ 1] [1 βˆ’ Ξ£ 𝜎i2 πœŽπ‘‘2 ] Yang mana: β€œ

r = Reliabilitas Instrumen

n = Banyaknya butir pernyataan yang valid Ξ£i2 = Jumlah Varians butir

πœŽπ‘‘2 = Varians total”

Dalam mengkalkulasi πœŽπ‘‘2 dan πœŽπ‘‘2 dipergunakan persamaan varians seperti dibawah ini:

𝜎

2

=

Ξ£π‘₯

2βˆ’(Ξ£π‘₯)2

𝑛

𝑛

27Febrianawati Yusup, β€œUji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Kuantitatif,” …, hal. 17.

28 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, …, hal.121.

Untuk menginterpretasikan jumlah nilai korelasi, dapat ditinjau dalam kriteria dibawah ini:

a. Antara 0,800 – 1, 00 : Sangat tinggi b. Antara 0,600 – 0, 800 : Tinggi c. Antara 0,400 – 0,600 : Sedang d. Antara 0,200 – 0,400 : Rendah e. Antara 0,000 – 0,200 : Sangat rendah6

Dengan standar uji coba rβ„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” > rπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™, dengan tingkat signifikan 0,05 sehingga parameter itu reliabel. Dan juga berkebalikannya, bila rβ„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” < rπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ sehingga parameter itu tidak reliabel. Kalkulasi pengujian reliabilitas pada riset ini mempergunakan program SPSS.

2. Kalibrasi Instrumen Penelitian

Kalibrasi dibutuhkan dalam memberikan kepastian bahwa hasil ukuran yang dilaksanakan telah tepat. Hasil ukur yang tidak tetap akan mempunyai dampak langsung kepada kualitas hasil penelitian.

Kalibrasi merupakan aktivitas yang menjadi penentu keabsahan nilai yang diperuntukkan dalam alat instrumen dengan teknik memperbandingkan hasil dari nilai itu dengan parameter yang telah ditetapkan oleh internasional serta berbagai bahan lainnya yang menjadi parameter dalam standarisasi instrumen atau alat ukur.

Pentingnya menjalankan kalibrasi dalam instrumen mempunyai tujuan dalam menentukan kelayakan intrument yang digunakan dalam penelitian, memberikan kepastian hasil yang diperoleh sejalan dengan standar yang telah ditetapkan, serta memberikan kepastian bahwa hasil ukur yang dilaksankan konsisten dan akurat maknanya instrument itu reliabilitas dan validitasnya optimal.

Kalibrasi secara garis besar yakni sebuah tahapan yang dijalankan dalam melakukan penyesuaian alat instrumen atau alat ukur hingga sesuai dengan standar, sehingga ketika alat ukur mengukur sebuah objek maka nilai dari alat instrumen memperlihatkan hasil yang tepat dan tidak terjadi kesalahan.

Pada penelitian ini validitas instrumen di ukur dengan teknis memperbandingkan koefisien korelasi diantara skor butir dengan skor total dengan metode korelasi Product Moment Pearson. Instrumen

6Suharsimi Arikunto, Metodologi Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta, 2002, hal. 75.

dinyatakan valid bila koefisien korelasi hasil kalkulasi lebih tinggi dari r tabel (π‘Ÿβ„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” >π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™). Sementara reliabilitas instrumen dapat di ukur dengan mempergunakan rumus Alfha Cronbach. Instrument dinyatakan reliabel (konsisten atau ajeg) bila mempunyai jenjang koefisien reliabilitas β‰₯ 0,700.

Dalam dokumen Oleh: FAHRIATU DZULFAH NIM: (Halaman 113-117)