• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hakikat Nilai Pendidikan dalam Novel

Dalam dokumen Syahrizal Akbar S841108032 (Halaman 36-43)

BAB II LANDASAN TEORI, PENELITIAN YANG RELEVAN, DAN

A. Landasan Teori

3. Hakikat Nilai Pendidikan dalam Novel

3. Hakikat Nilai Pendidikan dalam Novel

a. Pengertian Nilai Pendidikan dalam Novel

Dalam sebuah karya sastra seperti novel terdapat nilai pendidikan yang

dapat dipetik oleh pembaca. Baribin (1985: 79) berpendapat bahwa dari karya

sastra dapat ditemukan buah pikiran atau renungan dari penulis dan sanggup

menyadari nilai-nilai yang lebih halus berarti telah dapat mengapresiasi atau

menangkap nilai yang terkandung dalam karya sastra tersebut.

Lorens (2002: 19) mengemukakan pengertian nilai yang ditinjau dari

beberapa segi. (1) Nilai dalam bahasa Inggris

value

, bahasa latin

valere

(berguna,

mampu akan, berdaya, berlaku, kuat); (2) ditinjau dari segi harkat, nilai adalah

kualitas suatu hal yang menjadikan hal itu dapat disukai, diinginkan, berguna, atau

dapat menjadi objek kepentingan; (3) ditinjau dari segi keistimewaan, nilai adalah

apa yang dihargai, dinilai tinggi atau dihargai sebagai suatu kebaikan; (4) ditinjau

dari sudut ilmu ekonomi yang bergelut dengan kegunaan dan nilai tukar

benda-benda material, pertama kali secara umum menggunakan kata “nilai”.

Sama halnya dengan Lorens, Kattsoff (dalam Soejono, 1996: 32)

memberikan perincian mengenai pengertian nilai. (1) Mengandung nilai artinya

berguna; (2) merupakan nilai, artinya baik atau indah atau benar; (3) mempunyai

nilai artinya merupakan objek keinginan, mempunyai kualitas yang menyebabkan

commit to user

orang mengambil sikap menyetujui atau mempunyai sifat nilai tertentu; dan (4)

memberi nilai artinya menanggapi sesuatu hal yang diinginkan atau sebagai hal

yang menggambarkan nilai tertentu.

Berbeda dengan pengertian sebelumnya, pengertian lebih umum

disampaikan oleh Semi (1993: 54) yang menyatakan bahwa nilai adalah aturan

yang menentukan sesuatu benda atau perbuatan lebih tinggi, dikehendaki dari

yang lain. Hal tersebut senada dengan pengertian yang dikemukakan oleh Daroeso

(1989: 20), nilai adalah suatu penghargaan atau kualitas terhadap sesuatu atau hal

yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang, karena sesuatu hal itu

menyenangkan, memuaskan, menguntungkan atau merupakan sesuatu sistem

keyakinan.

Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa nilai

merupakan sesuatu yang memiliki daya guna bagi manusia dan dapat berupa

penghargaan atau apresiatif terhadap hal yang dicermati.

Selanjutnya, pengertian pendidikan menurut Soedomo (2003: 18) adalah

bantuan atau tuntunan yang diberikan oleh orang yang bertanggung jawab kepada

anak didik dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan

yang dilakukan. Sementara itu, Dewantoro (dalam Munib, 2006: 32) lebih

menyoroti pada aspek yang harus diubah setelah proses pendidikan. Beliau

mengemukakan bahwa pendidikan merupakan upaya untuk memajukan

bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek), dan tubuh

anak.

commit to user

Pengertian yang lebih umum disampaikan oleh Uhbiyati dan Abu Ahmadi

(2001: 70) yang mengemukakan bahwa pendidikan merupakan suatu kegiatan

yang secara sadar dan sengaja serta penuh tanggung jawab yang dilakukan oleh

orang dewasa kepada anak-anak sehinggal timbul interaksi dari keduanya agar

anak tersebut mencapai kedewasaan yang dicita-citakan dan berlangsung

terus-menerus.

Frietz R. Tambunan (dalam Joko Susilo, 2007: 224) menjelaskan bahwa

kata pendidikan berasal dari kata latin

educare

yang secara harfiah berart

‘menarik keluar dari’ sehingga pendidikan adalah sebuah aksi membawa seorang

anak/peserta didik keluar dari kondisi tidak merdeka, tidak dewasa, dan

bergantung, situasi merdeka, dewasa, dapat menentukan diri sendiri, dan

bertanggung jawab.

Berdasarkan beberapa pengertaian tersebut, maka dapat disimpulkan

bahwa pendidikan merupakan usaha secara sadar dan penuh tanggung jawab yang

dilakukan untuk memebrikan perubahan terhadap seseorang atau peserta didik.

Mengacu pada uraian tentang pengertian nilai dan pengertian pendidikan

di atas, maka dapat dinyatakan bahwa nilai pendidikan merupakan segala hal yang

berguna yang diberikan oleh seseorang secara sadar dan tanggung jawab dalam

usaha memberikan perubahan terhadap sikap dan tingkah laku yang lebih baik.

b. Jenis-jenis Nilai Pendidikan dalam Novel

Adapun nilai-nilai pendidikan yang secara umum terdapat dalam novel

adalah sebagai berikut.

commit to user

1) Nilai Pendidikan Agama

Nilai pendidikan agama atau keagamaan dalam karya sastra sebagaian

menyangkut moral, etika, dan kewajiban. Hal ini menunjukkan adanya sifat

edukatif (Nurgiyantoro, 2002: 317). Dasar dari pendidikan agama adalah hakikat

makhluk yang beragama. Tujuan pendidikan keagamaan adalah membentuk

manusia yang beragama atau pribadi yang religius.

Di samping itu, sesuai Undang-Undang Dasar 1945 pasal 29 ayat 1 dan 2

dan Pancasila sebagai dasar falsafah Negara Republik Indonesia, pendidikan

agama merupakan sehi utama yang mendasari semua segi pendidikan lainnya.

Norma-norma pendidikan kesusilaan maupun pendidikan kemasyarakatan atau

sosial sebagain besar bersumber dari agama.

Betapa pentingnya pendidikan agama itu bagi setiap warga negara terbukti

dari adanya peraturan pemerintah yang mengharuskan pendidikan agama itu

diberikan kepada anak-anak sejak pendidikan di taman kanak-kanak sampai

pendidikan tinggi.

2) Nilai Pendidikan Moral

Moral merupakan laku perbuatan manusia dipandang dari nilai-nilai baik

dan buruk, benar dan salah, dan berdasarkan adat kebiasaan dimana individu

berada (Nurgiyantoro, 2002: 319). Nilai-nilai pendidikan moral tersebut dapat

mengubah perbuatan, prilaku, sikap serta kewajiban moral dalam masyarakat yang

baik, seperti budi pekerti, akhlak, dan etika (Widagdo, 2001: 30).

Nilai moral yang terkandung dalam karya sastra juga bertujuan untuk

mendidik manusia agar mengenal nilai-nilai etika dan budi pekerti. Nilai

commit to user

pendidikan moral menunjukkan peraturan-peraturan tingkah laku dan adat istiadat

seorang individu dari suatu kelompok yang meliputi perilaku, tata karma yang

menjunjung budi pekerti dan nilai susila.

Nilai moral dalam karya sastra biasanya bertujuan untuk mendidik manusia

agar mengenal nilai-nilai estetika dan budi pekerti. Nilai pendidikan moral

menunjukkan peraturan-peraturan tingkah laku dan adat istiadat seorang individu

atau dari suatu kelompok yang meliputi perilaku, tata karma yang menjunjung

tinggi budi pekerti dan nilai susila.

3) Nilai Pendidikan Budaya

Novel sebagai salah satu bentuk karya sastra dapat memberikan gambaran

yang jelas tentang sistem nilai atau sistem budaya masyarakat pada suatu tempat

dalam suatu masa. Nilai-nilai itu mengungkapkan perbuatan yang dipuji atau

dicela, pandangan hidup manusia yang dianut atau dijauhi, dan hal-hal yang

disanjung tinggi.

Koentjaraningrat (1985: 18) mengemukakan bahwa sistem nilai budaya

terdiri atas konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar

warga masyarakat, mengenai hal-hal yang harus mereka anggap sangat bernilai

dalam kehidupan. Merujuk pada pengertian tersebut, nilai budaya bersifat abstrak

yang masih tertanam dalam pemikiran masyarakat yang masih dijunjung tinggi

dari dulu hingga sekarang ini. Nilai budaya terwujud dalam pola pikir dan tingkah

masyarakat yang terimplikasi dalam kehidupan bermasyarakat.

commit to user

4) Nilai Pendidikan Sosial

Nurgiyantoro (2002: 233-234) mengemukakan bahwa tata cara kehidupan

sosial masyarakat mencakup berbagai masalah dalam lingkup yang cukup

kompleks. Ia dapat berupa kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan,

pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap, dan lain-lain yang tergolong latar

spiritual. Selain itu latar sosial juga berhubungan dengan status sosial tokoh yang

bersangkutan, misalnya rendah, menengah, atau atas.

Nilai sosial menjadi pedoman langsung bagi setiap tingkah laku manusia

sebagai anggota masyarakat yang di dalamnya memuat sanksi-sanksi bagi yang

melanggar. Dengan semikian nilai sosial merupakan nilai yang berhubungan

dengan kehidupan bermasyarakat dan usaha menjaga keselarasan hidup

bermasyarakat.

Oleh karena itu, dapat dianggap bahwa nilai sosial merupakan

gagasan-gagasan dan pola ideal masyarakat yang dipandang baik dan berguna, yang telah

dituangkan dalam bentuk norma-norma, aturan-aturan dan hukum.

5) Nilai Pendidikan Ekonomi

Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih

dan menciptakan kemakmuran. Definisi lain menjabarkan ekonomi sebagai

sebuah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana manusia mencukupi kebutuhan

hidupnya. Ekonomi juga merujuk pada usaha manusia untuk bisa mengolah

sumber daya yang ada di lingkungan sekitarnya, sebagai alat pemenuhan

kebutuhan hidupnya. Jika ditarik garis lurus, maka ekonomi akan berkaitan

dengan kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang yakni bagaimana

commit to user

orang memanfaatkan dengan baik dan tepat sumber-sumber produktif seperti

tanah, tenaga kerja, barang-barang modal yang langka dan terbatas jumlahnya

untuk menghasilkan berbagai barang serta mendistribusikannya kepada anggota

masyarakat untuk dipakai dan dikonsumsi.

Ilmu ekonomi juga berkaitan dengan studi tentang manusia dalam kegiatan

hidup mereka sehari-hari untuk dapat dan menikmati kehidupan. Dalam sebuah

karya sastra, nilai pendidikan ekonomi terwujud dalam kegiatan atau pola hidup

masyarakat yang diceritakan atau para tokoh dalam memenuhi kebutuhan

hidupnya.

6) Nilai Pendidikan Politik

Menurut Kartini Kartono (1996 : 64), pendidikan politik adalah bentuk

pendidikan orang dewasa dengan menyiapkan kader-kader untuk pertarungan

politik dan mendapatkan penyelesaian agar menang dalam perjuangan politik.

Selain itu, ditambahkan juga bahwa pendidikan politik adalah upaya edukatif yang

internasional, disengaja dan sistematis untuk membentuk inividu sadar politik,

dan mampu menjadi pelaku politik yang bertanggung jawab secara etis atau moril

dalam mencapai tujuan-tujuan politik.

Unsur pendidikan dalam pendidikan politik pada hakekatnya merupakan

aktivitas pendidikan diri (mendidik diri sendiri dengan sengaja) yang terus

menerus, hingga orang yang bersangkutan lebih mampu dan memahami dirinya

sendiri serta situasi kondisi lingkungan sekitar, kemudian mampu menilai segala

sesuatu secara kritis serta mampu menentukan sikap dan cara penanganan

masalah-masalah yang terjadi di tengah-tengah lingkungan hidupnya dalam

commit to user

kehidupan bermasyarakat. Nilai politik dalam kehidupan bermasyarakat tidak

hanya berlaku dalam “panggung politik” secara langsung, tetapi dalam kehidupan

bermasyarakat sehari-hari nilai politik tertanam dan tumbuh secara alami dan

dilakukan oleh masyarakat.

7) Nilai Pendidikan Historis

Menurut “Bapak Sejarah” Herodotus, Sejarah ialah satu kajian untuk

menceritakan suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang tokoh, masyarakat dan

peradaban (dalam LPSA, 2007). Sesuatu yang telah terjadi pada waktu lampau

dalam kehidupan umat manusia. Sejarah tidak dapat dilepaskan dari kehidupan

manusia dan bahkan berkembang sesuai dengan perkembangan kehidupan

manusia dari tingkat yang sederhana ke tingkat yang lebih maju atau modern.

Sejarah dalam artian lain digunakan untuk mengetahui masa lampau

berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti yang sahih yang berguna bagi manusia

dalam memperkaya pengetahuan agar kehidupan sekarang dan yang akan datang

menjadi lebih cerah. Nilai sejarah dapat membentuk sikap terhadap permasalahan

yang dihadapi agar peristiwa-peristiwa yang berlaku pada masa lampau dapat

dijadikan pengajaran yang berguna.

Dalam dokumen Syahrizal Akbar S841108032 (Halaman 36-43)

Dokumen terkait