BAB II LANDASAN TEORI, PENELITIAN YANG RELEVAN, DAN
A. Landasan Teori
3. Hakikat Nilai Pendidikan dalam Novel
3. Hakikat Nilai Pendidikan dalam Novel
a. Pengertian Nilai Pendidikan dalam Novel
Dalam sebuah karya sastra seperti novel terdapat nilai pendidikan yang
dapat dipetik oleh pembaca. Baribin (1985: 79) berpendapat bahwa dari karya
sastra dapat ditemukan buah pikiran atau renungan dari penulis dan sanggup
menyadari nilai-nilai yang lebih halus berarti telah dapat mengapresiasi atau
menangkap nilai yang terkandung dalam karya sastra tersebut.
Lorens (2002: 19) mengemukakan pengertian nilai yang ditinjau dari
beberapa segi. (1) Nilai dalam bahasa Inggris
value, bahasa latin
valere(berguna,
mampu akan, berdaya, berlaku, kuat); (2) ditinjau dari segi harkat, nilai adalah
kualitas suatu hal yang menjadikan hal itu dapat disukai, diinginkan, berguna, atau
dapat menjadi objek kepentingan; (3) ditinjau dari segi keistimewaan, nilai adalah
apa yang dihargai, dinilai tinggi atau dihargai sebagai suatu kebaikan; (4) ditinjau
dari sudut ilmu ekonomi yang bergelut dengan kegunaan dan nilai tukar
benda-benda material, pertama kali secara umum menggunakan kata “nilai”.
Sama halnya dengan Lorens, Kattsoff (dalam Soejono, 1996: 32)
memberikan perincian mengenai pengertian nilai. (1) Mengandung nilai artinya
berguna; (2) merupakan nilai, artinya baik atau indah atau benar; (3) mempunyai
nilai artinya merupakan objek keinginan, mempunyai kualitas yang menyebabkan
commit to user
orang mengambil sikap menyetujui atau mempunyai sifat nilai tertentu; dan (4)
memberi nilai artinya menanggapi sesuatu hal yang diinginkan atau sebagai hal
yang menggambarkan nilai tertentu.
Berbeda dengan pengertian sebelumnya, pengertian lebih umum
disampaikan oleh Semi (1993: 54) yang menyatakan bahwa nilai adalah aturan
yang menentukan sesuatu benda atau perbuatan lebih tinggi, dikehendaki dari
yang lain. Hal tersebut senada dengan pengertian yang dikemukakan oleh Daroeso
(1989: 20), nilai adalah suatu penghargaan atau kualitas terhadap sesuatu atau hal
yang dapat menjadi dasar penentu tingkah laku seseorang, karena sesuatu hal itu
menyenangkan, memuaskan, menguntungkan atau merupakan sesuatu sistem
keyakinan.
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa nilai
merupakan sesuatu yang memiliki daya guna bagi manusia dan dapat berupa
penghargaan atau apresiatif terhadap hal yang dicermati.
Selanjutnya, pengertian pendidikan menurut Soedomo (2003: 18) adalah
bantuan atau tuntunan yang diberikan oleh orang yang bertanggung jawab kepada
anak didik dalam usaha mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan
yang dilakukan. Sementara itu, Dewantoro (dalam Munib, 2006: 32) lebih
menyoroti pada aspek yang harus diubah setelah proses pendidikan. Beliau
mengemukakan bahwa pendidikan merupakan upaya untuk memajukan
bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek), dan tubuh
anak.
commit to user
Pengertian yang lebih umum disampaikan oleh Uhbiyati dan Abu Ahmadi
(2001: 70) yang mengemukakan bahwa pendidikan merupakan suatu kegiatan
yang secara sadar dan sengaja serta penuh tanggung jawab yang dilakukan oleh
orang dewasa kepada anak-anak sehinggal timbul interaksi dari keduanya agar
anak tersebut mencapai kedewasaan yang dicita-citakan dan berlangsung
terus-menerus.
Frietz R. Tambunan (dalam Joko Susilo, 2007: 224) menjelaskan bahwa
kata pendidikan berasal dari kata latin
educareyang secara harfiah berart
‘menarik keluar dari’ sehingga pendidikan adalah sebuah aksi membawa seorang
anak/peserta didik keluar dari kondisi tidak merdeka, tidak dewasa, dan
bergantung, situasi merdeka, dewasa, dapat menentukan diri sendiri, dan
bertanggung jawab.
Berdasarkan beberapa pengertaian tersebut, maka dapat disimpulkan
bahwa pendidikan merupakan usaha secara sadar dan penuh tanggung jawab yang
dilakukan untuk memebrikan perubahan terhadap seseorang atau peserta didik.
Mengacu pada uraian tentang pengertian nilai dan pengertian pendidikan
di atas, maka dapat dinyatakan bahwa nilai pendidikan merupakan segala hal yang
berguna yang diberikan oleh seseorang secara sadar dan tanggung jawab dalam
usaha memberikan perubahan terhadap sikap dan tingkah laku yang lebih baik.
b. Jenis-jenis Nilai Pendidikan dalam Novel
Adapun nilai-nilai pendidikan yang secara umum terdapat dalam novel
adalah sebagai berikut.
commit to user
1) Nilai Pendidikan Agama
Nilai pendidikan agama atau keagamaan dalam karya sastra sebagaian
menyangkut moral, etika, dan kewajiban. Hal ini menunjukkan adanya sifat
edukatif (Nurgiyantoro, 2002: 317). Dasar dari pendidikan agama adalah hakikat
makhluk yang beragama. Tujuan pendidikan keagamaan adalah membentuk
manusia yang beragama atau pribadi yang religius.
Di samping itu, sesuai Undang-Undang Dasar 1945 pasal 29 ayat 1 dan 2
dan Pancasila sebagai dasar falsafah Negara Republik Indonesia, pendidikan
agama merupakan sehi utama yang mendasari semua segi pendidikan lainnya.
Norma-norma pendidikan kesusilaan maupun pendidikan kemasyarakatan atau
sosial sebagain besar bersumber dari agama.
Betapa pentingnya pendidikan agama itu bagi setiap warga negara terbukti
dari adanya peraturan pemerintah yang mengharuskan pendidikan agama itu
diberikan kepada anak-anak sejak pendidikan di taman kanak-kanak sampai
pendidikan tinggi.
2) Nilai Pendidikan Moral
Moral merupakan laku perbuatan manusia dipandang dari nilai-nilai baik
dan buruk, benar dan salah, dan berdasarkan adat kebiasaan dimana individu
berada (Nurgiyantoro, 2002: 319). Nilai-nilai pendidikan moral tersebut dapat
mengubah perbuatan, prilaku, sikap serta kewajiban moral dalam masyarakat yang
baik, seperti budi pekerti, akhlak, dan etika (Widagdo, 2001: 30).
Nilai moral yang terkandung dalam karya sastra juga bertujuan untuk
mendidik manusia agar mengenal nilai-nilai etika dan budi pekerti. Nilai
commit to user
pendidikan moral menunjukkan peraturan-peraturan tingkah laku dan adat istiadat
seorang individu dari suatu kelompok yang meliputi perilaku, tata karma yang
menjunjung budi pekerti dan nilai susila.
Nilai moral dalam karya sastra biasanya bertujuan untuk mendidik manusia
agar mengenal nilai-nilai estetika dan budi pekerti. Nilai pendidikan moral
menunjukkan peraturan-peraturan tingkah laku dan adat istiadat seorang individu
atau dari suatu kelompok yang meliputi perilaku, tata karma yang menjunjung
tinggi budi pekerti dan nilai susila.
3) Nilai Pendidikan Budaya
Novel sebagai salah satu bentuk karya sastra dapat memberikan gambaran
yang jelas tentang sistem nilai atau sistem budaya masyarakat pada suatu tempat
dalam suatu masa. Nilai-nilai itu mengungkapkan perbuatan yang dipuji atau
dicela, pandangan hidup manusia yang dianut atau dijauhi, dan hal-hal yang
disanjung tinggi.
Koentjaraningrat (1985: 18) mengemukakan bahwa sistem nilai budaya
terdiri atas konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar
warga masyarakat, mengenai hal-hal yang harus mereka anggap sangat bernilai
dalam kehidupan. Merujuk pada pengertian tersebut, nilai budaya bersifat abstrak
yang masih tertanam dalam pemikiran masyarakat yang masih dijunjung tinggi
dari dulu hingga sekarang ini. Nilai budaya terwujud dalam pola pikir dan tingkah
masyarakat yang terimplikasi dalam kehidupan bermasyarakat.
commit to user
4) Nilai Pendidikan Sosial
Nurgiyantoro (2002: 233-234) mengemukakan bahwa tata cara kehidupan
sosial masyarakat mencakup berbagai masalah dalam lingkup yang cukup
kompleks. Ia dapat berupa kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan,
pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap, dan lain-lain yang tergolong latar
spiritual. Selain itu latar sosial juga berhubungan dengan status sosial tokoh yang
bersangkutan, misalnya rendah, menengah, atau atas.
Nilai sosial menjadi pedoman langsung bagi setiap tingkah laku manusia
sebagai anggota masyarakat yang di dalamnya memuat sanksi-sanksi bagi yang
melanggar. Dengan semikian nilai sosial merupakan nilai yang berhubungan
dengan kehidupan bermasyarakat dan usaha menjaga keselarasan hidup
bermasyarakat.
Oleh karena itu, dapat dianggap bahwa nilai sosial merupakan
gagasan-gagasan dan pola ideal masyarakat yang dipandang baik dan berguna, yang telah
dituangkan dalam bentuk norma-norma, aturan-aturan dan hukum.
5) Nilai Pendidikan Ekonomi
Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih
dan menciptakan kemakmuran. Definisi lain menjabarkan ekonomi sebagai
sebuah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana manusia mencukupi kebutuhan
hidupnya. Ekonomi juga merujuk pada usaha manusia untuk bisa mengolah
sumber daya yang ada di lingkungan sekitarnya, sebagai alat pemenuhan
kebutuhan hidupnya. Jika ditarik garis lurus, maka ekonomi akan berkaitan
dengan kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang yakni bagaimana
commit to user
orang memanfaatkan dengan baik dan tepat sumber-sumber produktif seperti
tanah, tenaga kerja, barang-barang modal yang langka dan terbatas jumlahnya
untuk menghasilkan berbagai barang serta mendistribusikannya kepada anggota
masyarakat untuk dipakai dan dikonsumsi.
Ilmu ekonomi juga berkaitan dengan studi tentang manusia dalam kegiatan
hidup mereka sehari-hari untuk dapat dan menikmati kehidupan. Dalam sebuah
karya sastra, nilai pendidikan ekonomi terwujud dalam kegiatan atau pola hidup
masyarakat yang diceritakan atau para tokoh dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya.
6) Nilai Pendidikan Politik
Menurut Kartini Kartono (1996 : 64), pendidikan politik adalah bentuk
pendidikan orang dewasa dengan menyiapkan kader-kader untuk pertarungan
politik dan mendapatkan penyelesaian agar menang dalam perjuangan politik.
Selain itu, ditambahkan juga bahwa pendidikan politik adalah upaya edukatif yang
internasional, disengaja dan sistematis untuk membentuk inividu sadar politik,
dan mampu menjadi pelaku politik yang bertanggung jawab secara etis atau moril
dalam mencapai tujuan-tujuan politik.
Unsur pendidikan dalam pendidikan politik pada hakekatnya merupakan
aktivitas pendidikan diri (mendidik diri sendiri dengan sengaja) yang terus
menerus, hingga orang yang bersangkutan lebih mampu dan memahami dirinya
sendiri serta situasi kondisi lingkungan sekitar, kemudian mampu menilai segala
sesuatu secara kritis serta mampu menentukan sikap dan cara penanganan
masalah-masalah yang terjadi di tengah-tengah lingkungan hidupnya dalam
commit to user
kehidupan bermasyarakat. Nilai politik dalam kehidupan bermasyarakat tidak
hanya berlaku dalam “panggung politik” secara langsung, tetapi dalam kehidupan
bermasyarakat sehari-hari nilai politik tertanam dan tumbuh secara alami dan
dilakukan oleh masyarakat.
7) Nilai Pendidikan Historis
Menurut “Bapak Sejarah” Herodotus, Sejarah ialah satu kajian untuk
menceritakan suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang tokoh, masyarakat dan
peradaban (dalam LPSA, 2007). Sesuatu yang telah terjadi pada waktu lampau
dalam kehidupan umat manusia. Sejarah tidak dapat dilepaskan dari kehidupan
manusia dan bahkan berkembang sesuai dengan perkembangan kehidupan
manusia dari tingkat yang sederhana ke tingkat yang lebih maju atau modern.
Sejarah dalam artian lain digunakan untuk mengetahui masa lampau
berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti yang sahih yang berguna bagi manusia
dalam memperkaya pengetahuan agar kehidupan sekarang dan yang akan datang
menjadi lebih cerah. Nilai sejarah dapat membentuk sikap terhadap permasalahan
yang dihadapi agar peristiwa-peristiwa yang berlaku pada masa lampau dapat
dijadikan pengajaran yang berguna.
Dalam dokumen
Syahrizal Akbar S841108032
(Halaman 36-43)