BAB II LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka
1. Hakikat Olahraga Tenis Lapangan
Tenis lapangan merupakan permainan yang bersifat individual yang dapat dilakukan dengan cara satu orang melawan satu orang atau dua orang melawan dua orang. Permainan ini menggunakan raket sebagai alat pemukul dan bola tenis sebagai obyek yang dipukul. Lapangan permainan berbentuk persegi empat dengan ukuran panjang 23,77 m dan lebar 10,97 m yang ditengah-tengahnya di batasi oleh jaring atau net yang terbentang kuat dengan ketinggian 0,91 m untuk memisahkan antara daerah permainan sendiri dan daerah permainan lawan. Setiap paruh lapangan permainan dibagi menjadi tiga segi: sebuah segi belakang dan dua segi depan (untuk servis). Lapangan dan beberapa seginya dipisahkan dengan gatis-garis putih yang merupakan bagian dari lapangan tempat bermain tenis. Selanjutnya permainan tenis lapangan dapat di laksanakan di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Tujuan permainan tenis lapangan adalah berusaha untuk menjatuhkan bola di daerah permainan lawan dan berusaha agar lawan tidak dapat memukul balik dan menjatuhkannya di daerah permainan sendiri. Sebuah bola yang dipukul di luar lapangan (meski tidak menyentuh garis) dikatakan telah keluar dan memberi lawan sebuah nilai. Penilaian menggunakan sistem poin yang bertahap mulai dari 0, 15, 30 sampai 40. Pemain dikatakan menang apabila setelah mencapai poin 40 dia memenangkan perlawanan kembali. Apabila kedua pemain masing-masing memenangi 3 poin, skor di panggil “deuce” (40-40). Jika A memenangi poin berikutnya, skornya ialah “advantage server” atau “van in”. Jika B juga memenangi poin berikutnya, skornya ialah “advantage out” atau “van out”. Jika seseorang pemain di tahap “advantage” menang poin, maka dia dikatakan memenangi perlawanan itu. Di tahap ini, pemain A atau B harus memenangi 2 poin berturut-turut untuk memenangi perlawanan. Apabila skor mencapai 6 perlawanan, “tie break” atau “pemutus” digunakan bagi perlawanan 3 atau 5 set.
commit to user
Jika ini berlaku, pemain yang memenangi 7 poin terlebih dahulu adalah pemenang asalkan ia mendahului dua poin lebih. Jika skor mencapai 6 poin sama, permainan akan dilanjutkan sehingga lebihan poin diperoleh. Skor dengan angka digunakan pada keseluruhan permainan “tie break” ini.
Olahraga permainan tenis lapangan merupakan suatu permainan yang komplek yang tidak mudah dilakukan untuk setiap orang. Diperlukan pengetahuan tentang teknik-teknik dasar dan teknik-teknik lanjutan untuk dapat bermain tenis lapangan secara efektif. Bukan hanya itu saja, faktor-faktor lain seperti fisik, teknik, taktik dan psikis juga sangat diperlukan, dan semua hal tersebut hendaknya berpedoman pada program latihan yang baik agar tujuan untuk mencapai prestasi semaksimal mungkin bisa tercapai.
a. Groundstroke
Menurut Handono Murti (2002:4) beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk mempelajari groundstroke yang baik yaitu :
1) Posisi Siap( Ready position )
Posisi siap adalah posisi persiapan menjelang lawan melakukan pukulan ketika kita sedang bermain. Untuk melakukan posisi ini bungkukkan badan sedikit ke depan, lutut ditekuk, raket ada di depan badan, dan biasakan mata tertuju pada bola serta gerakan raket lawan. Lakukan tindakan seperti ini setiap kali lawan hendak melakukan pukulan.
2) Cara Bergerak ( The Way of Moving )
Ada tiga macam gerak atau langkah dalam permainan tenis yaitu gerak yang teratur (sequential side step), gerak bebas (free step) dan gerak gabungan (combination step).
Pada gerakan teratur, apabila seorang pemain berdiri di tengah lapangan dan berada pada posisi siap, maka dengan dua kali langkah ke samping (side step), pada langkah ketiga pemain sudah berada pada posisi siap pukul.
commit to user
Pada gerak bebas dimana pemain berlari menuju kearah bola, adalah pola gerakan yang banyak dilakukan oleh para petenis. Dan pada pola gerak bebas ini sering terjadi pemain kelebihan langkah dalam melakukan positioning, sehingga hal ini merugikan pemain dalam gerakan selanjutnya ke posisi siap.
Gerak Kombinasi adalah gabungan dari gerak teratur dan gerak bebas. Pada dasarnya setelah melakukan split step seorang pemain melakukan gerak side step terlebih dahulu kemudian melakukan gerak berlari menuju bola. Hal ini dilakukan ketika seorang pemain mendapat bola-bola jauh dari posisi dimana dia berada.
3) Posisi Siap Pukul ( Positioning )
Lamanya bola terbang dari raket lawan menuju kita adalah waktu bagi kita untuk melakukan positioning. Positioning sangat bergantung pada cepat lambatnya bola dari raket lawan menuju posisi kita. Semakin cepat gerak bola, semakin cepat pula gerak kita menuju positioning.
4) Cara Memukul Bola
Tugas pertama adalah memukul setiap bola masuk, baik itu dari sisi forehand maupun backhand. Tugas kedua adalah arah. Pukulan yang masuk kalau dibarengi dengan pengarahan pasti hasilnya akan berbeda. Tugas ketiga adalah seorang pemain harus memiliki tenaga pukul (power).
a) Forehand
Forehand adalah memukul dengan bagian depan tangan (fore of the hand). Hal paling utama untuk dapat memukul forehand dengan baik adalah kita harus menunggu bola jatuh, sehingga mempermudah kita untuk melakukan pukulan. Menurut Handono Murti (2002 : 23) forehand dibagi menjadi 2 yaitu :
(1) Forehand Topspin
Jika sudah pada posisi pukul, awali backswing (posisi tangan mengayun ke belakang) dari bawah, dengan posisi permukaan raket sedikit tertutup. Awali gerak dari pukul 6 ke pukul 9 arah jarum jam. Hal ini sama juga
commit to user
berlaku untuk pemain kidal, hanya saja dilakukan dengan pegangan tangan kiri. Lakukan perkenaan di depan badan, mata tetap melihat bola dan akhiri geerakan dengan posisi seperti menyikut wajah orang pada follow through.
(2) Forehand Drive / Flat
Perbedaan pukulan ini dengan topspin terlihat dari cara backswing dan ayunan ke depan. Kalau dalam topspin gerakan backswing diawali dari bawah, maka drive maupun flat dilakukan hampir mendatar yaitu setinggi pinggang.
b) Backhand
Backhand caranya seperti forehand, hanya saja berbeda pada posisi pukulnya yaitu memukul dengan bagian belakang tangan (back of the hand). Menurut Handono Murti (2002:25) backhand dibagi menjadi 4 yaitu :
(1) Backhand Topspin
Pada prinsipnya gerakan topspin backhand tidak berbeda dengan forehand. Diawali dengan backswing dari bawah, posisi permukaan raket sedikit ditutup dan diakhiri dengan follow through lurus di atas bahu.
(2) Backhand Drive
Setelah anda melakukan split step dan mengadakan penyesuaian langkah ke posisi pukul backhand, lakukan backswing sebatas pinggang. Lakukan ayanan ke depan, tidak terlalu datar tapi sedikit condong ke atas. Lakukan perkenaan di depan badan dengan posisi permukaan raket sedikit ditutup dan akhiri dengan gerakan follow through di atas bahu. (3) Backhand Slice
Lakukan backswing dari atas bahu, posisi raket terbuka, tekan ke depan dengan sudut kemiringan ± 45 derajat. Lakukan perkenaan di depan badan, akhiri dengan follow through setinggi bahu.
(4) Two Handed Backhand
Kelebihan pegangan dua tangan ini adalah penimbulan tenaga pukul yang lebih besar disbanding dengan satu tangan, dan pukulan menjadi lebih solid. Kelemahannya ada pada jangkuan pukulan, pemain harus melangkah lebih dekat ke arah bola.
c) Approachshot
Pukulan ini dilakukan jika melihat bola lawan pendek atau jatuh di daerah tengah lapangan. Pukulan pada approachshot juga bisa disebut pukulan serangan. Karena approachshot biasanya menekankan pada penempatan bola dengan tujuan mempersulit lawan dan diakhiri dengan volley.
commit to user
d) Volley
Untuk mempercepat permainan para pemain biasanya maju ke depan melakukan volley. Pada waktu bola dipukul oleh lawan, tarik raket kemana bola diarahkan. Tarik raket sejajar posisi bahu untuk posisi siap. Lakukan perkenaan di depan badan pada posisi yang ideal. Pegang raket jangan terlalu kencang sebelum perkenaaan, tetap rileks. Baru pada waktu bola menyentuh raket kencangkan pegangan raket dan kendorkan kembali pegangan pada waktu follow through. Pukulan volley dibagi menjadi dua yaitu forehand volley dan backhand volley.
e) Serve
Bagi para pemula serve adalah awal permainan tetapi bagi pemain dunia serve bisa menjadi senjata yang mematikan.
Ada beberapa teknik melakukan serve menurut Handono Murti (2002:40) yaitu :
(1) Kick Serve
Servis bola dimana seorang petenis menekankan kecepatan dan tenaga pukul yang besar dengan tujuan utama mendapatkan nilai.
(2) Slice Serve
Pada servis ini bola dipukul pada sebelah kanan belakang bola. Posisi permukaan raket sedikit miring, perkenaan terjadi di belakang sebelah kanan bola.
(3) Twist serve
Twist serve atau American twist adalah jenis servis yang dilakukan dengan perkenaan bola dipukul dari bagian belakang atas bola dengan posisi raket 60 derajat horizontal ke atas.
f) Return Serve
Return serve atau pengembalian servis adalah pukulan yang sama dengan pukulan groundstroke biasa, hanya bedanya tekanan yang terjadi pada return serve sangat besar.
g) Dropshot
Dropshoot dilakukan dengan pukulan slice, yang ditahan followthrough -nya dan touch (sentuhan) menjadi kunci utamanya. Dropshot yang baik adalah
commit to user
jika pantulan bolanya tidak tinggi dan jatuhnya di daerah servis tidak terlalu jauh dari net.
h) Lob
Lob adalah salah satu cara untuk mengatasi lawan ketika berada di depan net. Ada dua cara yang biasa dilakukan pemain dalam melakukan lob yaitu pertama dengan membuka permukaan raket dan mengangkat bola dari bawah dengan lembut, dan yang kedua dengan topspin.
b. Taktik dan Strategi Olahraga Tenis Lapangan
Strategi adalah pengembangan suatu rencana permainan. Sedangkan taktik adalah implementasi dari rencana permainan tersebut di dalam suatu pertandingan. Menurut Nuril Ahmadi (2007:41) taktik merupakan keseluruhan tindakan atau usaha, baik yang dilakukan oleh individu maupun tim untuk mencapai hasil yang optimal di dalam suatu pertandingan. Taktik juga dapat disebut sebagai siasat yang dipergunakan dalam pertandingan untuk mencari kemenangan secara sportif. Taktik harus disesuaikan dengan aturan-aturan permainan, kondisi pertandingan, kualitas fisik, teknik dan mental para pemain juga kemampuan kerjasama tim.
1) Prinsip-prinsip Taktik dan Strategi Sederhana Untuk Permainan Tunggal
Taktik dan strategi untuk pemain tenis berbeda menurut tingkatan permainan, permukaan, pengaruh keadaan, keadaan lingkungan (angin, matahari, dll) dan faktor-faktor psikologi. Untuk pemain pemula dan pemain baru, strategi yang paling penting adalah menjaga bola dalam permainan, yaitu agar menjadi konsisten. Semua pemain pemula kehilangan banyak poin melalui kesalahannya sendiri daripada yang mereka peroleh dengan memenangkan pukulan. Oleh karena itu tidak realistik untuk mengedepankan tekanan atau permainan taktik canggih sebelum para siswa telah mengembangkan kemampuan teknik dasar.
commit to user
a) Konsisten dan Pengambilan Resiko
Di dalam situasi permainan, tujuan dasar para pemain adalah untuk memukul bola sedemikian rupa sehingga lawan tidak akan mampu mengembalikannya. Ada dua cara untuk mecapai tujuan tersebut :
(1) Dengan konsisten / keajegan : menjaga bola dalam permainan.
(2) Dengan mengambil resiko : dengan mencoba untuk menyerang, memenangkan pukulan atau memaksa lawan untuk membuat kesalahan. Pada tahap awal pengembangan pemain, pelatih seharusnya menuntut kekonsistenan. Para pemain seharusnya didorong untuk menjaga bola dalam permainan dan menghindari membuat kesalahan sendiri. Seperti dapat dilihat pada grafik diatas, ketika para pemain meningkatkan ketrampilan dan kepercayaan mereka, mereka dapat lebih berkonsentrasi pada penempatan tembakan dan mereka umumnya akan berusaha untuk mengambil resiko yang lebih terkontrol dalam rangka untuk memaksa lawan mereka untuk membuat kesalahan.
b) Memukul Bola Tajam
Memukul tembakan yang tajam (diluar garis pukulan servis dan dekat dengan garis dasar) mempunyai banyak keuntungan menurut Miley Dave (1995:27) :
(1) Memaksa lawan untuk mundur.
(2) Memaksa mereka untuk memukul bola yang melambung tinggi.
(3) Dibandingkan dengan tembakan pendek, hal ini dapat menutup banyak sudut.
(4) Membuat lawan mereka mundur, sehingga mengurangi ketepatan mereka.
(5) Memaksa lawan untuk mengembalikan tembakan pendek sehingga membuka peluang untuk mengembalikan tembakan.
c) Memanfaatkan Kelemahan Lawan
Hal ini sering berguna untuk mengambil keuntungan dari kelemahan lawan tanpa mencoba untuk memukul bola dari jangkauan, atau tanpa memenangkan pukulan sama sekali. Para pemain menunjukkan jenis kelemahan yang berbeda, banyak diantaranya dapat terlindung dengan
commit to user
pengamatan kekonsistenan lawan menurut Dave Miley (1995:28). Kelemahan ini dapat meliputi:
(1) Groundstroke : Suatu tembakan, baik forehand atauabackhand lebih lemah daripada yang lain.
(2) Jenis-jenis bola tertentu : Sebagai contoh, tembakan tajam dan tinggi sering terlihat ksulit untuk para pemula.
(3) Pergerakan dalam menembak : Biasanya para pemain merasa lebih sulit memukul bola llsambil bergerak daripada masih berdiri.
d) Pengembangan Batasan Tinggi Untuk Kesalahan
Para pemain pada tahap awal pengembangan harus didukung untuk meningkatkan batasan mereka untuk kesalahan dengan memukul bola lebih tinggi di atas net dan dengan memastikan tembakan mereka tidak dijatuhkan terlalu dekat dengan garis luar.
e) Pemulihan Untuk Posisi Tembakan Selanjutnya
Seorang pemain yang memulihkan kondisinya dengan baik setelah melakukan tembakan dapat membatasi kemampuan lawan untuk menempatkan mereka dalam situasi bertahan. Ketika pulih, pemain harus mencoba untuk kembali ke tengah lapangan atau membagi dua bagian sudut kembalian sebelum lawan mereka memukul bola. Pilihan pengembalian tembakan atau jarak yang diperlukan untuk berpindah dalam membagi dua sudut kembalian untuk tembakan berikutnya akan sangat mempengaruhi lamanya pemulihan.
2) Lima Situasi Permainan
Seorang pemain harus berusaha untuk memberikan latihan di dalam pelajaran untuk mempraktekkan semua situasi permainan secara teratur. Ada lima situasi permainan dalam permainan tunggal menurut Miley Dave (1995:30) :
a) Ketika pemain melakukan servis.
b) Ketika pemain mengembalikan pukulan.
c) Ketika pemain dan lawan keduanya berada di garis dasar. d) Ketika pemain mendekati net.
commit to user
3) Area Permainan
Taktik sangat dipengaruhi oleh area lapangan dimana para pemain ditempatkan menurut Miley Dave (1995:31). Keempat area yang dapat diidentifikasi adalah :
a) Garis dasar b) ¼ lapangan c) Tengah lapangan d) Net
Ketika pemain sulit mengontrol dan mengarahkan bola, mereka sering memposisikan di semua area lapangan. Oleh karena itu mereka harus memahami bahwa semakin dekat mereka ke net, semakin sedikit waktu mereka bereaksi terhadap bola yang mendekat. Tetapi semakin besar kesempatan mereka harus membuat sudut dan memenangkan poin.
4) Tahap-tahap Permainan
Selama pertandingan atau dalam situasi permainan, pemain akan ditempatkan dalam berbagai situasi taktik, tergantung pada apakah ia diserang atau apakah ia sedang menyerang lawannya. Ada beberapa tahap bermain tenis menurut Miley Dave (1995:32). Pada tingkatan pemula dan tingkatan menengah ke bawah, tahap ke titik berat adalah :
a) Pertahanan
Ketika pemain sedang diserang (melalui penempatan, kecepatan atau ketajaman penerimaan bola), pemain harus berusaha untuk mengembalikan bola dengan lintasan untuk memberikan waktu pemulihan, dan untuk memastikan bahwa bola melewati net dengan batasan yang baik.
b) Rally
Pada tahap rally, pemain tidak dipaksa untuk membuat kesalahan dan tidak berusaha untuk memaksa lawannya untuk membuat kesalahan. Dia terus menjaga bola dalam permainan dan menunggu lawannya membuat kesalahan. Sehingga pemain menjadi lebih terampil dan ketajaman “rally”nya akan meningkat.
c) Penyerangan
Pada tahap penyerangan, pemain mencoba untuk menempatkan lawannya pada pertahanan. Dia biasanya berusaha untuk memindahkan lawan disekitarnya dan memanfaatkan salah satu kelemahan lawannya.
commit to user
Pada tahap ini, pemain mengambil resiko lebih daripada “rally” sederhana.
5) Pilihan Tembakan
Kemampuan pemain untuk membedakan berbagai jenis bola yang diterima sangat penting dalam membuat keputusan yang baik di dalam pilihan menembak. Bola yang diterima dapat dibagi menjadi tiga kategori yaitu tembakan mudah, tembakan agak sulit, tembakan sulit. Para pemain dapat diajarkan pada tahap yang paling awal dalam pengembangan mereka, untuk mengidentifikasi dan membedakan antara berbagai jenis bola yang diterima menggunakan kode warna. Konsep ini telah dikembangkan oleh pelatih tenis Amerika Serikat, Gundars Tilmanis. Pemahaman yang baik pada tembakan mendekat akan membantu pemain dalam membuat pilihan taktik.
Sebagai contoh:
• Bola hijau = Tembakan mudah = usaha untuk mengambil keuntungan = menyerang
• Bola kuning = Tembakan agak sulit = bermain dengan hati-hati = mengumpulkan
• Bola merah = Tembakan sulit = bermain dengan sangat hati-hati = mempertahankan
6) Faktor-faktor lain yang mempengaruhi strategi dan taktik tunggal Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi dan taktik tunggal menurut Dave Miley (1995:34) antara lain sebagai berikut :
a) Karakteristik Pemain / Lawan
(1) Tingkat permainan, kelemahan, kekuatan, dll.
(2) Faktor-faktor psikologi, usia, kedewasaan, pergerakan, dll.
(3) Gaya permainan, pengambil resiko / penyerang dan pemain yang mengembalikan / pemain yang bertahan.
b) Lingkungan (1) Permukaan (2) Angin (3) Matahari (4) Sikap (5) Suhu, dll.
commit to user
7) Taktik dan Strategi Ganda
Permainan ganda melibatkan interaksi dinamis dari empat pemain. Banyak prinsip yang mendasari dari taktik dan strategi untuk tunggal dan juga ganda. Tetapi pada permainan tim, posisi dan pelanggaran sangat penting dalam ganda.
Cara melatih strategi untuk ganda menurut Dave Miley (1995:34) (3 poin pertama berlaku khusus untuk pemula).
a) Bermain persentase tembakan dan bermain konsisten. b) Jangan terjebak di tengah lapangan.
c) Dapatkan servis pertama di permainan.
d) Coba untuk mendekatkan ke net sesegera mungkin. e) Ambil keuntungan net dari lawan dengan lob. f) Memukul bola di tengah.
g) Kembalikan servis menyilang atau di atas kepala pemain. h) Kembalikan lob dengan lob.
i) Tanpa mengelob tetap menjaga bola rendah melewati net. j) Bermain sebagai tim.
k) Menahan serangan ketika berada pada net untuk menjaga tebakan tim lawan.
l) Berkomunikasi dengan pasangan.
c. Komponen Kondisi Fisik Olahraga Permainan Tenis lapangan
Kondisi fisik adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja, baik peningkatan maupun pemeliharaannya. Artinya bahwa “ Di dalam usaha peningkatan kondisi fisik, seluruh komponen tersebut juga harus dikembangkan, walaupun di sana sini dilakukan dengan sistem prioritas sesuai dengan keadaan tiap komponen yang diperlukan” menurut Nuril Ahmadi (2007:65). Komponen-komponen kondisi fisik yang dimaksud adalah kekuatan, daya tahan, daya ledak, kecepatan, daya lentur, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, ketepatan dan reaksi.
Untuk menjadi pemain tenis lapangan yang baik diperlukan kemampuan fisik yang baik pula. Untuk mencapai kondisi fisik yang baik (prima), diperlukan latihan fisik yang terprogram secara sistematis.
commit to user
2. Metode Latihan